Intervensi

Diagnosa I
Hambatan komunikasi yang berhubungan dengan kebingungan terhadap stimulus
Hasil yang diharapkan :
Anak mengomunikasikan kebutuhannya dengan menggunakan kata-kata atau gerakan tubuh
yang sederhana dan konkret.

Intervensi Rasional
1. Ketika berkomunikasi dengan anak, 1. Kalimat yang sederhana dan diulang-
bicaralah dengan kalimat singkat yang ulang mungkin merupakan satu-satunya
terdiri atas satu hingga tiga kata, dan cara berkomunikasi karena anak yang
ulangi perintah sesuai yang autistik mungkin tidak mampu
diperlukan. Minta anak untuk melihat mengembangkan tahap pikiran
kepada anda ketika anda berbicara dan operasional yang konkret. Kontak mata
pantau bahasa tubuhnya dengan langsung mendorong anak
cermat. berkonsentrasi pada pembicaraan serta
menghubungkan pembicaraan dengan
bahasa dan komunikasi. Karena
artikulasi anak yang tidak jelas, bahasa
tubuh dapat menjadi satu-satunya cara
baginya untuk mengomunikasikan
pengenalan atau pemahamannya
terhadap isi pembicaraan.
2. Gunakan irama, musik, dan gerakan 2. Gerakan fisik dan suara membantu anak
tubuh untuk membantu perkembangan mengenali integritas tubuh serta
komunikasi sampai anak dapat batasan-batasannya sehingga
memahami bahasa. mendorongnya terpisah dari objek dan
orang lain.
3. Bantu anak mengenali hubungan antara 3. Memahami konsep penyebab dan efek
sebab dan akibat dengan cara membantu anak membangun
menyebutkan perasaannya yang kemampuan untuk terpisah dari objek
khusus dan mengidentifikasi serta orang lain dan mendorongnya
penyebab stimulus bagi mereka. mengekpresikan kebutuhan serta
perasaannya melalui kata-kata.
4. Ketika berkomunikasi dengan anak, 4. Biasanya anak austik tidak mampu
bedakan kenyataan dengan fantasi, membedakan antara realitas dan fantasi,
dalam pernyataan yang singkat dan dan gagal untuk mengenali nyeri atau
jelas. sensasi lain serta peristiwa hidup dengan
cara yang bermakna. Menekankan
perbedaan antara realitas dan fantasi

Anak yang austik dapat berkembang sebanyak mungkin rutinitas sepanjang melalui lingkungan yang kondusif dan periode perawatan di Rumah Sakit. perilaku anak dari membenturkan kepalanya ke semacam ini memungkinkan dinding berulang-ulang. Apabila dibutuhkan. 2. membantu anak mengekpresikan kebutuhan serta perasaannya. ramah dengan kalimat yang jelas. Diagnosa II Resiko membahayakan diri sendiri atau orang lain yang berhubungan dengan rawat inap di Rumah Sakit. tetapi mengekpresikan frustasinya dengan cara memperbolehkan anak untuk yang aman. Dekati anak memungkinkan anak mudah mengenal dengan sikap lembut. tindakan mencederai diri sendiri. jelaskan apa yang anda akan lakukan Mempertahankan sikap tenang. 3. dan dan mendemontrasikan prosedur pada sederhana. Lakukan intervensi keperawatan dalam 2. Restrain fisik dapat mencegah anak dari prosedur ketika membutuhkannya. Sediakan lingkungan kondusif dan 1. Sesi yang singkat dan sering sesingkat dan sering. misalnya untuk mencagah misalnya membanding bantal. Hasil yang diharapkan Anak memperlihatkan penurunan kecenderungan melakukan kekerasan atau perilaku merusak diri sendiri. Gunakan restrain fisik selama 3. rutinitas. yang ditandai oleh frekuensi tantrum dan sikap agresi atau destruktif bekurang. frustasinya. untuk memastikan keamanan anak dan Biarkan anak terlibat dalam perilaku untuk mengalihkan amarah dan yang tidak terlalu membahayakan. restrain menyalurkan amarahnya. Mempertahankan program yang teratur dapat mencegah perasaan frustasi. bersahabat dan perawat serta lingkungan rumah sakit. dan biasanya tidak dapat beradaptasi terhadap perubahan dalam hidup mereka. yang tidak mengancam. serta badan anak pada bagian atasnya. serta peningkatan kemampuan mengatasi frustasi Intervensi Rasional 1. dapat mencegah perilaku destruktif. memukul bantal. yang dapat menuntun pada ledakan kekerasan. . orang tua. dapat membantu anak demontrasikan prosedur kepada orang menerima intervensi sebagai tindakan tua.

negatif. Rujuk orang tua ke kelompok 2. Membiarkan orang tua mengekpresikan mengekpresikan perasaan dan perasaan dan kekhawatiran mereka kekhawatiran mereka. beri hukuman untuk perilaku yang negatif dengan cara mencabut hak istimewanya. menyampaikan sesuatu. Ketika anak berperilaku destruktif. tentang kondisi kronis anak membantu mereka beradaptasi terhadap frustasi dengan lebih baik. hargai perilaku yang positif dengan cara memberi anak makanan atau mainan kesukaannya. Kelompok pendukung memperbolehkan pendukung autisme setempat dan orang tua menemui orang tua dari anak kesekolah khusus jika diperlukan. 3. Diagnosa III Resiko perubahan peran orang tua yang berhubungan dengan gangguan Hasil yang diharapkan Orang tua mendemontrasikan keterampilan peran menjadi orang tua yang tepat yang ditandai oleh ungkapan kekhawatiran mereka tentang kondisi anak dan mencari nasihat serta bantuan Intervensi Rasional 1 Anjurkan orang tua untuk1. Gunakan teknik modifikasi perilaku 4. suatu kondisi yang tampaknya cenderung meningkat. Misalnya. 5. . Pemberian imbalan dan hukuman dapat yang tepat untuk menghargai perilaku membantu mengubah perilaku anak dan positif dan menghukum perilaku yang mencegah episode kekerasan. dan perkembangan yang berhubungan dengan autisme. yang menderita autisme untuk berbagi informasi dan memberikan dukungan emosional. 4. misalnya kemungkinan muncul dari kebutuhan apakah ia ingin sesuatu untuk dimakan untuk mengomunikasikan sesuatu. Setiap peningkatan perilaku agresif tanyakan apakah ia mencoba menunjukkan perasaan stres meningkat. Kontak dengan kelompok dapat konseling (bila ada). membantu orang tua memperoleh informasi tentang masa terkini. atau diminum atau apakah ia perlu pergi ke kamar mandi. 2. 5. Anjurkan orang tua untuk mengikuti 3.