MAKALAH BIOLOGI MOLEKULER

“RIBOSOM”

Oleh Kelompok V :

Abib Indiarvi (30116002)

Ayu Fitria N. (30116013)

Defrin Setiawan (30116020)

Dewi Intan P. (30116025)

Rona Hidayahana (30116090)

Wisanda Okta R. (30116102)

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA KEDIRI

2016/2017
Kata Pengantar

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, kami
panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya yang telah melimpahkan rahmat, serta
hidayah-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah biologi molekuler
tentang ribosom.

Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan banyak bantuan pemikiran
materi dari teman-teman sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah “Ribosom” ini.
Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada teman-teman yang telah bekerja
sama dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan
baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan
terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki
makalah biologi molekular ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah biologi molekular tentang ribosom ini
dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

Kediri, 28 Mei 2017

Penyusun

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar……………………………………………..……………………………… i

Daftar Isi…………………………………………………………………………………… ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang…………………………………………………………………………. 1

1.2 Rumusan masalah……………………………………………………………………… 1

1.3 Tujuan……………………………………………………...…………………………… 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Dasar teori……………………………………………………………….……………… 2

BAB III PEMBAHASAN

3.1 Fungsi Ribosom…………………………………………………………………...…… 5

BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan………………………………………………………………………..…….. 9

DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Ribosom merupakan strktur multimolekular yang berperan sebagai pabrik sintesis
protein. Selama proses penterjemahan, ribosom menempel dan bergeser sepanjang molekul
mRNA dari ujung 5’-3’.Ribosom dibangun dari molekul-molekul protein dan rRNA. Untuk
mengetahui bentuk susunan, dan komponen-komponen penyusunnya dilakukan pendekatan
dengan berbagai cara yaitu pengamatan dengan mikroskop electron, pemusingan, didefraksi
dengan berkas sinar-X dan immunositokimia. (Issoeganti, 1993).
Pada sel-sel eukariotik terdapat beberapa jenis organela yang melakukan fungsi
khusus. Beberapa organela yang terdapat di dalam sitoplasma sel-sel eukariotik berfungsi
untuk menyusun, mengubah, dan mensekresikan protein. Struktur yang paling sederhana
adalah ribosom. Di dalam sitoplasma terdapat banyak ribosom, baik yang bebas, maupun
yang melekat pada membran retikulum endoplasma. (Bawa, 1988).
Ribosom merupakan organel yang berada di dalam sel dan tersusun dari protein
ribosom (riboproteins) dan asam ribonukleat (ribonucleoprotein). Ukuran ribosom sangat
kecil dengan garis tengah 17-20 mikron, yang terletak didalam sitoplasma. Ribosom hanya
dapat dilihat apabila menggunakan mikroskop elektron. Ribosom hampir terdapat pada
semua sel hidup. Ribosom berfungsi untuk sintesis protein,yang selanjutnya digunakan untuk
pertumbuhan,perkembang biakan atau perbaikan sel rusak.Pada sel sel aktif dalam sintesis
protein,ribosom dapat berjumlah 25% dari bobot kering sel.
Ribosom tersusun atas protein RNA ribosomal (RNAr). Ribosom bebas tersebar di
dalam sitoplasma berfungsi untuk sintesis protein. Sedangkan ribosom yang melekat pada
permukaan retikulum endoplasma (RE) berfungsi untuk sintesis protein dimana hasilnya akan
di teruskan ke Lumen RE.
Protein dari lumen RE akan diproses di badan golgi hasilnya berupa protein untuk
fungsi structural misalnya protein integral atau protein peripheral yang ditempatkan pada
membrane plasma. Hasil lainnya dapat berupa protein fungsional yang berfungsi sebagai
enzim.

1.1 Rumusan Masalah
1.1.1 Apa pengertian ribosom?
1.1.2 Fungsi apa sajakan yang terdapat pada robosom?

1.2 Tujuan Peulisan Makalah
1.2.1 Untuk mengetahui pengertian ribosom.
1.2.2 Untuk mengetahui fungsi ribosom
1.2.3 Untuk mengetahui perbedaan ribosom pada eukariot dan prokariot

BAB II
1
Makalah Biologi Molekuler
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Dasar Teori
Ribosom adalah salah satu organel yang berukuran kecil dan padat dalam sel yang
berfungsi sebagai tempat sintesis protein. Ribosom berdiameter sekitar 20 nm serta terdiri
atas 65% RNA ribosom (rRNA) dan 35% protein ribosom (disebut Ribonukleoprotein atau
RNP). Organel ini menerjemahkan mRNA untuk membentuk rantai polipeptida (yaitu
protein) menggunakan asam amino yang dibawa oleh tRNA pada proses translasi. Di dalam
sel, ribosom tersuspensi di dalam sitosol atau terikat pada retikulum endoplasma kasar, atau
pada membran inti sel.

Ribosom merupakan komponen sel yang membuat protein dari semua asam amino.
Salah satu prinsip utama biologi, sering disebut sebagai “dogma sentral,” adalah DNA yang
digunakan untuk membuat RNA, yang, pada gilirannya, digunakan untuk membuat protein.
Urutan DNA gen disalin ke RNA mRNA. Ribosom kemudian membaca informasi dalam
RNA dan menggunakannya untuk membuat protein. Proses ini dikenal sebagai translasi;
yaitu, ribosom “menerjemahkan” informasi genetik dari RNA menjadi protein. Ribosom
melakukan hal ini dengan mengikat sebuah mRNA dan menggunakannya sebagai template
untuk urutan yang benar asam amino pada protein tertentu. Asam amino yang melekat pada
RNA transfer tRNA molekul, yang masuk salah satu bagian dari ribosom dan mengikat ke
urutan messenger RNA. Asam amino terlampir yang kemudian bergabung bersama oleh
bagian lain dari ribosom. Ribosom bergerak sepanjang mRNA, “membaca” urutan dan
menghasilkan rantai asam amino. Ribosom terbuat dari kompleks dari RNA dan protein.
Ribosom dibagi menjadi dua subunit, satu lebih besar daripada yang lain. Mengikat subunit
kecil untuk mRNA, sedangkan mengikat subunit yang lebih besar kepada tRNA dan asam
amino. Ketika selesai membaca mRNA ribosom, kedua subunit terpecah.

Ribosom memiliki struktur secara signifikan berbeda dan urutan RNA. Perbedaan-
perbedaan dalam struktur memungkinkan beberapa antibiotik untuk membunuh bakteri oleh
ribosom menghambat mereka, sementara meninggalkan ribosom manusia tidak terpengaruh.
Ribosom dalam mitokondria sel eukariotik mirip pada bakteri, yang mencerminkan asal usul
evolusi kemungkinan organel ini berasal dari kata ribosom asam ribonukleat. Ribosom tidak
memiliki membran (selaput). Hal ini disebabkan antaralain: 1. Ribosom merupakan organel
terkecil. 2. Untuk membuat membran (selaput) harus terdiri dari lipid (lemak) dan protein,
sedangkan pada ribosom hanya terdapat protein.

Struktur ribosom

Ribosom terbagi menjadi dua komponen utama yang disebut sub unit besar dan sub
unit kecil. Pada saat proses pembuatan protein baru, keduanya datang bersama-sama
membentuk protein baru tersebut. Kedua unit ini berisi untaian RNA dan protein yang
beragam.

2
Makalah Biologi Molekuler
a) Subunit besar – subunit besar berisi lokasi di mana ikatan baru yang dibuat saat
membuat protein. Hal ini disebut “60S” dalam sel eukariotik dan “50S” dalam sel
prokariotik.

b) Subunit Kecil – Subunit kecil sebenarnya tidak terlalu kecil, hanya sedikit lebih kecil
dari subunit besar. Hal ini bertanggung jawab untuk aliran informasi selama sintesis
protein. Hal ini disebut “40S” dalam sel eukariotik dan “50S” dalam sel prokariotik.

c) Huruf “S” dalam nama subunit adalah satuan ukuran dan singkatan unit Svedberg.

Struktur dari ribosom memiliki sifat sebagai berikut :

1. Bentuknya universal, pada potongan longitudinal berbentuk elips.

2. Pada teknik pewarnaan negatif, tampak adanya satu alur transversal, tegak lurus pada
sumbu, terbagi dalam dua sub unit yang memiliki dimensi berbeda.

3. Setiap sub unit dicirikan oleh koefisiensi sedimentasi yang dinyatakan dalam unit
Svedberg (S). Sehingga koefisien sedimentasi dari prokariot adalah 70S untuk
keseluruhan ribosom (50S untuk sub unit yang besar dan 30S untuk yang kecil).
Untuk eukariot adalah 80S untuk keseluruhan ribosom (60S untuk sub unit besar dan
40S untuk yang kecil).

4. Dimensi ribosom serta bentuk menjadi bervariasi. Pada prokariot, panjang ribosom
adalah 29 nm dengan besar 21 nm. Dan eukariot, ukurannya 32 nm dengan besar 22
nm.

5. Pada prokariot sub unitnya kecil, memanjang, bentuk melengkung dengan 2
ekstremitas, memiliki 3 digitasi, menyerupai kursi. Pada eukariot, bentuk sub unit
besar menyerupai ribosom E. coli.

3
Makalah Biologi Molekuler
Perbedaan Antara Ribosom Prokariotik dan Eukariotik
Ribosom adalah protein sintesis mesin nano hadir di semua jenis sel. Ribosom yang
ribonucleoprotein kompleks protein (RNA + Protein) terdiri dari dua subunit subunit besar
dan subunit kecil.
Perbedaan Antara Ribosom Prokariotik dan Eukariotik adalah:
Ribosom Eukariotik (80S) Ribosom Prokariotik (70S)
Ditemukan dalam Eukariota atau semua Ditemukan dalam Prokariota (bakteri),
organisme yang lebih tinggi Mitokondria dan kloroplas.
Terdiri dari 2 subunit, 60S dan 40S Terdiri dari 2 subunit, 50S dan 30S
Ribosom 80S terdiri dari 40% RNA dan 60% Ribosom 70S terdiri dari 60% RNA dan 40%
protein protein
Subunit 60S mengandung tiga rRNA (28S, Subunit 50S berisi dua rRNA (23S dan 5S)
5.8S dan 5S) kompleks dengan ~ 49 protein kompleks dengan ~ 34 protein
Subunit 40S 18S rRNA mengandung Subunit 30S rRNA 16S mengandung
kompleks dengan ~ 33 protein kompleks dengan ~ 21 protein

BAB III

4
Makalah Biologi Molekuler
PEMBAHASAN

3.1 Fungsi Ribosom

Fungsi ribosom dalam sel adalah untuk mensintesis protein dan membuat protein.
Setiap sel setidaknya membutuhkan ratusan protein hasil dari produksi ribosom. Pada proses
pembuatan protein untuk memenuhi kebutuhan protein dalam sel, diperlukan petunjuk dalam
pembuatannya. Petunjuk yang diperlukan oleh ribosom berasal dari inti yang berbentuk
RNA. RNA Messenger (mRNA) mengandung kode-kode khusus yang bertindak seperti
sebuah resep untuk memberitahu ribosom bagaimana membuat protein. Pada proses sintesis
protein, ribosom mengelompok menjadi polisom. Sebagian besar protein hasil sintesis protein
yang dihasilkan oleh ribosom bebas akan berfungsi saat masuk ke dalam sitosol. Sedang
ribosom terikat umumnya membuat protein yang dimasukkan ke dalam membran, untuk
pembungkusan dalam organel tertentu seperti lisosom atau dikirim ke luar sel.

Ribosom bebas maupun terikat secara struktural identik dan dapat saling bertukar
tempat. Sel dapat menyesuaikan jumlah relatif dari masing-masing jenis ribosom begitu
metabolismenya berubah.

1. Sintesis Protein

Ribosom berfungsi sebagai tempat sintesis protein dan merupakan contoh organel
yang tidak bermembran. Organel ini terutama disusun oleh asam ribonukleat, dan terdapat
bebas dalam sitoplasma maupun melekat pada RE.

Anatomi Ribosom

Ada banyak tahapan antara ekspresi genotip ke fenotip.Gen-gen tidak dapat langsung
begitu saja menghasilkan fenotip-fenotip tertentu.Fenotip suatu individu ditentukan oleh
aktivitas enzim (protein fungsional).Enzim yang berbeda akan menimbulkan fenotip yang
berbeda pula.Perbedaan satu enzim dengan enzim yang lain ditentukan oleh jumlah jenis dan
susunan asam amino penyusun protein enzim.Pembentukan asam amino ditentukan oleh gen
atau DNA.

Ekspresi gen merupakan proses dimana informasi yang dikode di dalam gen diterjemahkan
menjadi urutan asam amino selama sintesis protein.Dogma sentral mengenai akspresi gen,
yaitu DNA yang membawa informasi genetik yang ditrnaskripsi oleh RNA, dan RNA
diterjemahkan menjadi polipeptida.Ekspresi gen merupakan sintesis protein yang terdiri dari
dua tahap, yaitu tahap pertama urutan rantai nukleotida tempale (cetakan) dari suatu DNA
untai ganda disalin untuk menghasilkan satu rantai molekul RNA.Proses ini disebut
transkripsi dan berlangsung di inti sel.Tahap kedua merupakan sintesis pilopeptida dengan
urutan spesifik berdasarkan rantai RNA yang dibuat pada tahap pertama.Proses ini disebut
translasi.

2. Transkripsi (Transkripsi-dan-Translasi)

5
Makalah Biologi Molekuler
Transkripsi merupakan sintesis RNA dari salah satu rantai DNA, yaitu rantai cetakan
atau sense, sedangkan rantai DNA komplemennya disebut rantai antisense.Rentangan DNA
yang ditranskripsi menjadi molekul RNA disebut unit transkripsi. Transkripsi terdiri dari tiga
tahap, yaitu inisiasi (permulaan), elongasi (pemanjangan), dan terminasi (pengakhiran) rantai
RNA. Daerah DNA dimana RNA polimerase melekat dan mengawali transkripsi disebut
promoter.Suatu promoter mencakup titik awal transkripsi dan biasanya membentang beberapa
pasangan nukleotida di depan titik awal tersebut.Selain itu, promoter juga menentukan di
mana transkripsi dimulai, promoter juga menentukan yang mana dari kedua untai heliks DNA
yang digunakan sebagai cetakan.

3. Translasi

Dalam proses translasi, sel menginterpretasikan suatu kode genetik menjadi protein
yang sesuai.Kode geneti tersebut berupa serangkaian kodon di sepanjang molekul RNAd,
interpreternya adalah RNAt.RNAt mentransfer asam amino-asam amino dari kolam asam
amino di sitoplasma ke ribosom.Molekul RNAt tidak semuanya identik.Pada tiap asam amino
digabungkan dengan RNAt yang sesuai oleh suatu enzim spesifik yang disebut aminoasil-
RNAt sintetase ( aminoacyl-tRNA synthetase ).Ribosom memudahkan pelekatan yang
spesifik antara antikodon RNAt dengan kodon RNAd selama sintesis protein.Sebuah ribosom
tersusun dari dua subunit, yaitu subunit besar dan subunit kecil.Subunit ribosom dibangun
oleh protein-protein dan molekul-molekul RNAr.

Pada tahap translasi dapat dibagi menjadi tiga tahap seperti transkripsi, yaitu inisiasi elongasi,
dan terminasi. Semua tahapan ini memerlukan faktor-faktor protein yang membantu RNAd,
RNAt, dan ribosom selama proses translasi.Inisiasi dan elongasi rantai polipeptida jga
membutuhkan sejumlah energi yang disediakan oleh GTP (guanosin triphosphat), suatu
molekul yang mirip ATP.

4. Inisiasi

Tahap inisiasi dari translasi terjadi dengan adanya RNAd, sebuah RNAt yang memuat
asam amino pertma dari polipeptida, dan dua subunit ribosom.Pertama, subunit ribosom kecil
mengikatkan diri pada RNAd dan RNAt inisiator.Di dekat tempat pelekatan ribosom subunit
kecil pada RNAd terdapat kodon inisiasi AUG, yang memberikan sinyal dimulainya proses
translasi.RNAt inisiator, yang membawa asam amino metionin, melekat pada kodon inisiasi
AUG.

Oleh karenanya, persyaratan inisiasi adalah kodon RNAd harus mengandung triplet AUG dan
terdapat RNAt inisiator berisi antikodon UAC yang membawa metionin.Jadi pada setiap
proses translasi, metionin selalu menjadi asam amino awal yang diingat.Triplet AUG
dikatakan sebagai start codon karena berfungsi sebagai kodon awal translasi.

6
Makalah Biologi Molekuler
5. Elongasi

Pada tahap elongasi dari translasi, asam amino berikutnya ditambahkan satu per satu
pada asam amino pertama (metionin). Ribosom membentuk ikatan hidrogen dengan
antikodon molekul RNAt yang komplemen dengannya. Molekul RNAr dari subunit ribosom
besar berfungsi sebagai enzim, yaitu mengkatalisis pembentukan ikatan peptida yang
menggabungkan polipeptida yang memanjang ke asam amino yang baru tiba.Pada tahap ini
polipeptida memisahkan diri dari RNAt tempat perlekatannya semula, dan asam amino pada
ujung karboksilnya berikatan dengan asam amino yang dibawa oleh RNAt yang baru masuk.

Saat RNAd berpindah tempat, antikodonnya tetap berikatan dengan kodon
RNAt.RNAd bergerak bersama-sama dengan antikodon dan bergeser ke kodon berikutnya
yang akan ditranslasi.Sementara itu, RNAt yang tanpa asam amino telah diikatkan pada
polipeptida yang sedang memanjang dan selanjutnya RNAt keluar dari ribosom.Langkah ini
membutuhkan energi yang disediakan oleh hirolisis GTP.Kemudian RNAd bergerak melalui
ribosom ke satu arah saja, kodon satu ke kodon lainnya hingga rantai polipeptidanya lengkap.

6. Transkripsi

Transkripsi berlangsung sampai RNA polimerase mentranskripsi urutan DNA yang
disebut terminator. Terminator merupakan suatu urutan DNA yang berfungsi menghentikan
proses transkripsi. Pada sel prokariotik, transkripsi biasanya berhenti tepat pada saat RNA
polimerase mencapai titik terminasi.Sedangkan pada sel eukariotik, RNA pilomerase terus

7
Makalah Biologi Molekuler
melawati titik terminasi.RNA yang telah terbentuk akan terlepas dari enzim tersebut. Tahap
akhir translasi adalah terminasi.Elongasi berlanjut hingga ribosom mencapai kodon
stop.Triplet basa kodon stop adalah UAA, UAG, atau UGA. Kodon stop tidak mengkode
suatu asam amino melainkan bertindak sebagai sinyal untuk menghentikan translasi.

BAB IV

8
Makalah Biologi Molekuler
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Ribosom adalah salah satu organel yang berukuran kecil dan padat dalam sel yang
berfungsi sebagai tempat sintesis protein. Ribosom berdiameter sekitar 20 nm serta terdiri
atas 65% RNA ribosom (rRNA) dan 35% protein ribosom (disebut Ribonukleoprotein atau
RNP). Organel ini menerjemahkan mRNA untuk membentuk rantai polipeptida (yaitu
protein) menggunakan asam amino yang dibawa oleh tRNA pada proses translasi. Di dalam
sel, ribosom tersuspensi di dalam sitosol atau terikat pada retikulum endoplasma kasar, atau
pada membran inti sel.

Fungsi ribosom dalam sel adalah untuk mensintesis protein dan membuat protein.
Setiap sel setidaknya membutuhkan ratusan protein hasil dari produksi ribosom. Pada proses
pembuatan protein untuk memenuhi kebutuhan protein dalam sel, diperlukan petunjuk dalam
pembuatannya. Petunjuk yang diperlukan oleh ribosom berasal dari inti yang berbentuk
RNA. RNA Messenger (mRNA) mengandung kode-kode khusus yang bertindak seperti
sebuah resep untuk memberitahu ribosom bagaimana membuat protein. Pada proses sintesis
protein, ribosom mengelompok menjadi polisom. Sebagian besar protein hasil sintesis protein
yang dihasilkan oleh ribosom bebas akan berfungsi saat masuk ke dalam sitosol. Sedang
ribosom terikat umumnya membuat protein yang dimasukkan ke dalam membran, untuk
pembungkusan dalam organel tertentu seperti lisosom atau dikirim ke luar sel.

Ribosom adalah protein sintesis mesin nano hadir di semua jenis sel. Ribosom yang
ribonucleoprotein kompleks protein (RNA + Protein) terdiri dari dua subunit subunit besar
dan subunit kecil.
Perbedaan Antara Ribosom Prokariotik dan Eukariotik adalah:
Ribosom Eukariotik (80S) Ribosom Prokariotik (70S)
Ditemukan dalam Eukariota atau semua Ditemukan dalam Prokariota (bakteri),
organisme yang lebih tinggi Mitokondria dan kloroplas.
Terdiri dari 2 subunit, 60S dan 40S Terdiri dari 2 subunit, 50S dan 30S
Ribosom 80S terdiri dari 40% RNA dan 60% Ribosom 70S terdiri dari 60% RNA dan 40%
protein protein
Subunit 60S mengandung tiga rRNA (28S, Subunit 50S berisi dua rRNA (23S dan 5S)
5.8S dan 5S) kompleks dengan ~ 49 protein kompleks dengan ~ 34 protein
Subunit 40S 18S rRNA mengandung Subunit 30S rRNA 16S mengandung
kompleks dengan ~ 33 protein kompleks dengan ~ 21 protein

9
Makalah Biologi Molekuler
DAFTAR PUSTAKA

Comarck, David .H. 1994. Histologi Jilid 1. Edisi ke-9. Jakarta : Binarupa Aksara.
Geneser, Finn. 2009. Buku Teks Histologi. Jakarta : Binarupa Aksara.
Johnson. E, Kurt. 1994. Histologi dan Biologi Sel. Jakarta : Nuha Post.
Campbell, Reece, & Mitchell. (2004). Biologi edisi kelima-jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Lucia, MS. (2006). Buku ajar biologi sel. Palembang: Universitas Sriwijaya.