3

BAB II
PEMBAHASAN

Tekanan utama dalam pendekatan kegiatan terhadap laba adalah pengakuan dan
klasifikasi perubahan-perubahan yang menguntungkan dan yang tidak
menguntungkan selama periode akuntansi. Perubahan yang menguntungkan
dikualifikasikan sebagai pendapatan atau keuntungan, perubahan yang tidak
menguntungkan dikualifikasikan sebagai sebagai beban atau kerugian.
A. PENDAPATAN (REVENUE)
Konsep pendapatan sulit dirumuskan karena pada umumnya pendapatan
dikaitkan dengan prosedur akuntansi tertentu, jenis perubahan nilai tertentu,
dan kaidah implisit atau yang diasumsikan untuk menetapkan kapan
pendapatan harus dilaporkan.
Pendapatan harus didefinisikan secara terpisah dari masalah penilaian
dan masalah waktu. Oleh karena itu pendapatan dibahas dari sudut pandang
tertentu berikut:
1.Sifat Pendapatan (Nature of Revenue)
Pada umumnya konsep pendapatan belum dirumuskan dengan jelas
dalam kepustakaan akuntansi, terutama karena pendapatan biasanya
dibahas dalam kaitannya dengan pengukuran serta saat pencatatannya
dan dalam konteks system tata buku berpasangan. Didalam kepustakaan
akuntansi ditemukan dua pendekatan terhadap konsep pendapatan.
Defenisi pendapatan yang lebih tradisional adalah bahwa
pendapatan merupakan arus masuk aktiva atau aktiva bersihke dalam
perusahaan sebagai hasil penjualan barang atau jasa. Inilah pendekatan
FASB dalam Statement of Final Accounting Concept No. 3 (SFAC 3).
Akan tetapi, rumusan ini mencakup pengukuran dan penetapan waktu
pengakuan pendapatan dengan proses pendapatan.
Menurut pengarang buku ini, defenisi pendapatan sebagi produk
perusahaan lebih unggul dari pada konsep arus keluar, dan konsep arus
keluar lebih unggul dari pada arus masuk. Konsep produk bersifat netral

dalam pendapatan dimasukkan penjualan sumber-sumber daya selain produk perusahaan. Sprouse dan Mooniztz menegaskan bahwa : Pendapatan seharusnya diidentifikasikan dengan periode selama mana kegitan utama ekonomik yang diperlukan untuk menciptakan dan membagikan barang dan jasa telah selesai.4 . sebagai mana umumnya dikumandangkan. 4 baik terhadap saat pengakuan pandapatan maupun pengukuran. menghindari keduanya. asal saja pengukuran obyektif atas hasil kegiatan itu tersedia. . dijelaskan defenisi pendapatan yang lebih sempit sebagai produk atau jasa perusahaan sebagai produk atau jasa perusahaan sebagai berikut. pada suatu titik waktu yang lebih dini.APB menyajikan pandangan yang komprehensif mengenai pendapatan.Apa yang Seharusnya Termasuk dalam Pendapatan? Dalam statement No.3. Selain penjualan jasa. Kedua kondisi ini. kadang-kadang sama lambatnya dengan waktu penyerahan produk atau pelaksanaan jasa. yaitu tercapainya kegiatan utama ekonomi dan obyektifitas pengukuran. peralatan dan investasi. dipenuhi pada berbagai tahap kegiatan yang berbeda dalam kasus yang berbeda. Didalam FASB SAFC No. Nilai tukar ini menunjukkan ekuivalen kas atau nilai sekarang dari pendiskontoan tagihan uang yang akhirnya akan diterima dari transaksi pendapatan. 3.Saat Pelaporan Pendapatan Pelaporan pendapatan menuntut tidak hanya pernyataan bahwa perusahaan itu telah memproduksi nilai ekonomik dalam bentuk barang atau jasa. dan dalam kasus lain.Pengukuran Pendapatan Nilai tukar produk atau jasa perusahaan merupakan ukuran terbaik bagi pendapatan. dan konsep arus masuk. Pendapatan terjadi dari operasi utama atau operasi pusat perusahaan yang bersinambung selama satu periode. tetapi juga pengukuran nilai itu sendiri. seperti pabrik. 2. 4.

Seseorang atau sebuah perusahaan biasanya menolak publikasi laporan keungan yang tidak menunjukkan laba untuk suatu tahun. pertumbuhan menimbulkan pendapatan. Pelaporan pendapatan selama produksi Dasar akuntansi akrual yang tradisional mengakui pendapatan pada saat dihasilkan jika pada saat yang sama tagihan (klaim) terhadap pelanggan atau klien yang mengikat. Pelaporan pendapatan pada saat penyelesaian produksi Pada saat produk diselesaikan. Akan . sebagai proses perubahaan bentuk barang. satu dari beberapa ketidakpastian terdahulu yaitu biaya produksi sekarang dapat dihitung dengan tingkat ketepatan yang wajar. Pertumbuhan alami atau penuaan ini sepanjang waktu hanyalah bagian proses produksi. ditinjau dari pandangan ilmu ekonomi. Dalam setiap contoh ini criteria dasar untuk pelaporan pendapatan sudah terpenuhi. Harga jual dan biaya tambahan penjualan serta penyerahan masih tetap belum pasti. bunga. karena selama itu perusahaan telah menggunakan usaha yang sangat besar untuk menyelesaikan sebagian kontrak yang akan memeberikan laba yang pantas dengan tingkat kepastian yang wajar. Penerapan ini diterima umum atas dasar pragmatik dan didukung oleh teori. Contoh dasar akrual (accrual basic) pengakuan pandapatan adalah sewa. komisi. dan jasa perseorangan yang dilaksanakan atas dasar waktu. b. 2) Pertumbuhan (accretion) Yang berkaitan dengan pelaporan pendapatan selama produksi adalah pengakuan kenaikkan nilai yang timbul dari pertumbuhan alami atau proses pertambahan umur. Oleh sebab itu didalam pengertian ekonomi. 5 a. 1) Kontrak jangka panjang Penerapan kedua yang diterima bagi pelaporan pendapatan selama produksi adalah pengakuan pendapatan atas kontrak jangka panjang.

2) Produk telah berada di luar perusahaan dan aktiva baru sudah menggantikannya. Seperangkat criteria yang lebih tepat untuk mengakui penjualan terdiri dari 1) Adanya bukti yang pasti bahwa pembeli benar-benar ingin membeli dan penjual benar-benar ingin menjual. Pelaporan pendapatan pada saat penjualan Sudah menjadi ketentuan umum selama bertahun-tahun untuk melaporkan pendapatan pada saat penjualan. 3) Untuk sebagian besar perusahaan. 1) Harga produk sekarang sudah lebih pasti. The AAA Committee on Concepts and Standards-External Financial Reporting menganjurkan bahwa saat penjualan adalah saat . 2) Identifikasi barang tertentu yang siap dijual. 4. penjualan diasumsikan sebagai peristiwa keuangan yang paling penting dalam kegiatan ekonomi perusahaan. 4) Sebagian besar biaya yang menyangkut pembuatan atau perolehan produk dan biaya yang menyangkut pembuatan atau perolehan produk dan biaya yang menyangkut pembuatan atau perolehan produk dan biaya pelepasasn sekarang telah terjadi atau sekarang sudah dapat ditentukan. Ketentuaan ini didukung alasan berikut. yaitu pertukaran telah terjadi. 3) Persetujuan diantara pembeli dan penjual tentang harga atau rumus penetapan harga. pendapatan boleh dilaporkan pada saat penyelesaian produksi…. Menurut APB statement No. maka pada saat penyelesaiaan produksi ini dapat di benarkan untuk melaporkan pendapatan. 6 tetapi apabila biaya-biaya ini dapat ditaksir cukup tepat. c. Ketidakmampuan untuk menentukan biaya bukan menjadi alasan yang logis untuk mengakui pendapatan pada saat penyelesaian produksi.

atau apakah beban itu berubah-ubah terhadap faktor lainnya. Pengukuran beban yang paling umum adalah: a.Pengukuran Beban Menurut mereka yang mendefenisikan beban sebagai penurunan dalam aktiva bersih perusahaan. Ada juga gunanya menggambarkan hubungannya terhadap arus kas. BEBAN (EXPENSES) Beban sering didefenisikan dalam arti biaya yang habis terpakai atau alokasi biaya. Penilaian beban tidaklah sama dengan pendefenisian beban. Pelaporan pendapatan sesudah penjualan Penerimaan kas atau penerimaan kas yang sudah di antisipasikan merupakan hal yang signifikan dalam pengukuran pendapatan. tetapi pengukuran ini tidak mendefenisikan beban. suatu alat ukur yang logis adalh nilai barang dan jasa pada waktu digunakan dalam operasi perusahaan. Pertayaan yang sering timbul sehubungan dengan istilah beban serupa dengan pertanyaan yang diajukan mengenai pendapatan. 2. 7 yang tepat untuk mengakui pendapatan hanya jika kriteria pelaporan tidak dipenuhi lebih dahulu. yaitu: 1. Tetapi biaya historis . B. Beban diukur dengan penilaian barang atau jasa digunakan atau dihabiskan.Apakah yang Seharusnya Termasuk didalam Beban? Yaitu beban harus dikelompokkan dan diuraikan sesuai dengan apakh sifat beban tersebut variabel atau tetap terhadap volume produksi atau penjualan. tetapi umumnya tidak kritis dalam proses operasional untuk meningkatkan aktiva bersih perusahaan. Harga perolehan historis Alasan utama untuk menganut harga perolehan historis adalah karena biaya historis disumsikan dapat diverifikasi karena menggambarkan pengeluaran tunai perusahaan. d.

8 juga dianggap menunjukkan nilai tukar barang dan jasa pada waktu diperoleh perusahaan. Saat atau pelaporan beban dilakukan dengan mencatat kegiatan di dalam perkiraan atau memasukkannya di dalam laporan keuangan. atau boleh dilakukan sesudah kegiatan itu. b. Konsep laba yang menekankan arus kas menyimpulkan bahwa beban harus dilaporkan sedekat mungkin dengan saat pengeluaran kas yang sebenarnya. boleh mendahului kegiatan itu. Laba yang berasal dari transaksi penjualan adalah kelebihan uang kas atau hak yang diterima atas jumlah sumber daya yang digunakan. Akuntansi akrual yang tradisional agaknya berbeda diantara kedua ekstrem ini.Saat Pelaporan Beban Menurut definisi. kalau tidak maka barang dan jasa itu tidak akan dibeli. Ciri esensial dari argumentasi ini adalah bahwa manajemen menganggap nilai barang dan jasa setidak- tidaknya sebesar harga perolehan. Harga berlaku (current prices) Karena pendapatan biasanya diukur berdasarkan harga yang sedang berlaku (current prices) untuk produk. maka sering kali dikatakan bahwa beban yang ditandingkan terhadap pendapatan ini harus juga diukur berdasarkan harga berlaku dari barang atau jasa yang digunakan atau dihabiskan. Jadi. Pelaporan beban dapat terjadi bersamaan dengan kegiatan menggunakan barang atau jasa. tetapi bersandar pada konsep nilai yang . pengukuran beban berdasarkan harga berlaku memiliki keunggulan karena membedakan: 1) Laba yang ditimbulkan dari transaksi 2) Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penyimpanan aktiva sebelum dipakai 3. atau dalam keadaan yang tidak biasa. beban terjadi apabila barang atau jasa dikonsumsi atau digunakan dalam proses memperoleh pendapatan.

timbul sebagai bagian yang penting dari kegiatan memperoleh pendapatan. dan dengan membebankannya sebagai harga pokok produk ke beban (expense) pada saat pelaporan pendapatan yang berkaitan. 9 menyarankan bahwa harga masukan (biaya) harus ditahan sampai pertambahan nilai dilaporkan dengan penggantinya. penandingan beban dengan pedapatan mengharuskan adanya kaitan yang tepat diantara keduanya. maka penandingan harus dianggap sebagai suatu kebutuhan atau setidak-tidaknya diinginkan. Akan tetapi hal ini tidak berarti bahwa pendapatan selalu merupakan akibat. 1) Penandingan langsung atau produk Dengan mengaitkan biaya atau ukuran lainnya dari barang atau jasa yang digunakan dengan produk. Jika pendapatan dilaporkan saat penjualan. Konsep penandingan (matching concept) Jika laba dilaporkan secara bertahap selama keseluruhan proses operasi perusahaan pengukuran. Inilah proses matchng (penandingan). kemudian menyusul pelaporan bebannya pada periode yang sama. Tetapi karena transaksi pendapatan dan beban dilaporkan secara terpisah. beban bisa terjadi tanpa menghasilkan pendapatan. a. Jadi. maka penandingan beban dengan pendapatan diperoleh. tidak dibutuhkan konsep penandingan (matching). maka produk itu . yaitu harga ke luar (penjualan). aktiva bersih perusahaan akan mengingat begitu nilainya ditambah oleh perusahaan. Semua beban berdasarkan definisi. Hanya di dalam kasus yang tidak biasa pendapatan ditangguhkan sampai beban dapat diuur atau diidentifikasi. dan karena perolehan dan pembayaran barang serta jasa biasanya tidak terjadi bersamaan dengan proses penjualan dan pengihan untuk produk yang sama dari perusahaan tersebut. Di dalam kasus ini. beban harus diakui pada periode dimana pendapatan yang berkaitan diakui. yaitu saat pelaporan pendapatan datang terlebih dahulu. Artinya.

dan bukannya pelaporan barang dan jasa itu pada periode perolehan atau pembayaran. Beberapa diantaranya dibahas sebagai berikut: a) Identifikasi harga pokok produksi (product cost) b) Biaya yang berkaitan langsung dengan pendapatan yang akan datang. proses ini bukanlah proses penandingan dalam pengertian mengaitkan beban dengan pendapatannya. seluruh biaya yang berkaitan dapat diasumsikan menunjukkan ukuran manfaat yang akan datang bagi perusahaan yang secara logis dapat dicatat dalam buku sebagai aktiva. Akan tetapi. penandingan tak langsung ini seringkali dibenarkan sebagai pendekatan penandingan beban dengan pendapatan atau sebagai pengecualiannya. penandingan harga pokok produk dengan pendapatan menimbulkan beberapa masalah yang rumit. 10 meninggalkan perusahaan dan pelaporan biayanya atau nilai yang dicatat sebagai beban adalah logis karena aktiva baru (kas atau piutang) telah menggantikannya. Oleh sebab itu. sampai produk meninggalkan perusahaan. Tetapi dalam kondisi yang ideal pun. tetapi tidak termasuk biaya produk c) Beban langsung terjadi sesudah pelaporan pendapatan yang berkaitan 2) Penandingan tak langsung atau periode Pelaporan beban dalam periode-periode penggunaan barang dan jasa merupakan proses matching (penandingan nilai barang dan jasa dengan periode pemakainnya. alasan berikut sering kali diajukan sebagai pembenaran penandingan tak langsung: a) Banyak beban periode dikaitkan secara tak langsung dengan pendapatn selama periode berjalan b) Di dalam banyak kasus terdapat ketidakmampuan untuk menemukan hubungan langsung dengan pendapatan . Di pihak lain.

kelihatannya lebih disukai untuk merumuskan kerugian sebagai habisnya nilai dan bukannya sebagai alokasi biaya. yang berkaitan dengan hasil bersih peristiwa yang tidak menguntungkan yang tidak timbul dari kegiatan normal yang menghasilkan pendapatan. Sebagaimana halnya dengan beban. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN 1. 11 c) Suatu akibat wajar pada butir b) di atas adalah jika tidak ada kaitan yang dapat diukur dengan pendapatan mendatang atau tidak ada manfaat yang dapat diukur untuk periode- periode mendatang C. Pengukuran aspek yang menguntungkan serupa dengan pengukuran pendapatan yaitu menurut nilai saat ini dari aktiva yang diterima atau diakui atau berdasarkan nilai saat ini dari pengurangan hutang. Pemberian harus diukur seperti pendapatan yaitu menurut nilai berjalan (nilai saat ini) dari aktiva yang diterima. Pengukuran kerugian sama dengan pengukuran beban kecuali bahwa hasilnya langsung diofset untuk mencerminkan jumlah bersih. Aspek yang tidak menguntungkan harus diukur sama dengan beban yaitu nilai barang dan jasa yang digunakan atau dipertukarkan dalam transaksi. 2. tergantung pada maksud pemberian dan keadaan yang melatarbelakangi pemberian tersebut. . Tetapi istilah kerugian digunakan disini sebagai kebalikan dari keuntungan.Kerugian Istilah kerugian digunakan oleh akuntan untuk memaksudkan kelebihan beban atas pendapatan suatu periode yaitu kebalikan dari laba bersih.Keuntungan Pemberian kepada perusahaan dapat diklasifikasikan sebagai modal atau laba.