MAKALAH

ADVOKASI UNTUK MENDUKUNG UPAYA – UPAYA KESEHATAN IBU
DAN ANAK

DISUSUN OLEH :

1. Maryanti
2. Musdalifah
3. Nunik
4. Nur Jiah Sari
5. Rifenilda Jessintha
6. Yuliana Pratiwi

AKADEMI KEBIDANAN MUTIARA MAHAKAM
SAMARINDA
TAHUN AKADEMIK 2016/2017

Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya.kritik. Penyusunan makalah ini telah kami selesaikan dengan lancar.dan saran yang membangun demi perbaikan dalam penyusunan tugas makalah ini.jadi kami mohon untuk memberikan masukan. KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga dapat menyusun makalah ini tepat pada waktunya. Samarinda.tetapi kami menyadari bahwa penyusunan tugas makalah ini masih jauh dari kata sempurna. 10 Mei 2017 Penyusun 1 . Makalah ini membahas tentang “Advokasi Untuk Mendukung Upaya – Upaya Kesehatan Ibu dan Anak”. Akhir kata semoga makalah ini memberikan manfaat bagi kita semua.

.............................................. Langkah – Langkah Advokasi...................................5 F.... Tujuan....... Sasaran dan Pelaku........................ DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.......................... Pengertian Advokasi........................................................................................i DAFTAR ISI......4 C.............ii BAB I PENDAHULUAN A............................................................................................................................................................. Kesimpulan............4 D........................................................................... Pendekatan Dalam Advokasi...........................3 B....................................................................2 BAB II TINJAUAN TEORI A...................................................1 B.....................................................................5 E..................................................... Saran.9 DAFTAR PUSTAKA 2 ....2 C..................................................................................................................................................... Latar Belakang..............................................9 B............................. Prinsip Advokasi...................... Rumusan Masalah...............................................................................7 BAB III PENUTUP A............ Tujuan Advokasi............................

bayi dan balita. Peran promosi kesehatan dalam meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sangatlah penting. Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak sangat erat kaitannya dengan upaya pemeriksaan kehamilan. upaya peningkatan status gizi ibu. pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan. melahirkan di fasilitas kesehatan. Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan salah satu upaya Kementerian Kesehatan RI guna mencapai tujuan pembangunan kesehatan melalui RPJMN 2010-2014 dan mendukung pencapaian Millenium Development Goals(MDGs) tahun 2015. menurunnya Angka Kematian Bayi (AKB) menjadi 24 per 1000 kelahiran hidup. dan upaya peningkatan cakupan imunisasi bagi ibu hamil dan bayi. ibu memberikan ASI kepada bayinya. dan ibu membawa bayinya untuk diimunisasi. . dan menurunnya prevalensi gizi kurang pada anak balita menjadi < 15%. melalui upaya promosi kesehatan yang berkesinambungan akan tumbuh kesadaran. menurunnya Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi 118 per 100. kemauan dan kemampuan masyarakat akan pentingnya perilaku sehat seperti pemeriksaan kehamilan secara rutin. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2010-2014 telah ditetapkan tujuan pembangunan kesehatan pada tahun 2014 adalah meningkatnya Umur Harapan Hidup (UHH) menjadi 72 tahun.000 kelahiran hidup. ibu mengkonsumsi makanan yang bergizi.

2. Apa tujuan adovasi ? 3. Apa yang dimaksud dengan adovasi ? 2. Siapa sasaran adovasi ? 4. B. Tujuan Khusus a) Mahasiswa mampu memahami tentang pengertian Advokasi b) Mahasiswa mampu memahami tentang tujuan Advokasi c) Mahasiswa mampu memahami tentang sasaran Advokasi 2 . Tujuan Umum Adapun tujuan dari makalah ini yaitu agar kita dapat mngetahui tentang advokasi secara umum. Bagaimana Pendekatan dalam Advokasi? 5. Bagaimana Langkah – langkah Advokasi ? C. Rumusan masalah Adapun tujuan dari makalah ini yaitu : 1. Tujuan 1.

Pengembangan kemitraan adalah upaya membangun hubungan para mitra kerja berdasarkan kesetaraan. policy support. berbicara serta mendukung seseorang untuk mempertahankan ide dan kerja sama dengan berbagai pihak. . Pengertian Advokasi Advokasi merupakan upaya atau proses yang strategis dan terencana untuk mendapatkan komitmen dan dukungan dari pihak-pihak yang terkait (stakeholders). Advokasi kesehatan adalah upaya pendekatan kepada pemimpin atau pengambil keputusan supaya dapat memberikan dukungan. 3 BAB II PEMBAHASAN 1. Maulana. Advokasi adalah upaya mendekati. dan semacamnya pada upaya pembangunan kesehatan. J. Sehingga advokasi kemitraan berarti mempertahankan. keterbukaan dan saling memberi manfaat. 2009) Jadi advokasi adalah kombinasi kegiatan individu dan sosial yang dirancang untuk memperoleh komitmen. (Heri D.(maulana. sehingga mereka sepakat untuk memberi dukungan terhadap pembangunan kesehatan. WHO (1989) di kutip dalam UNFPA dan BKKBN (2002) menggunkan “advocacy is a combination on individual and social action design to gain political commitment.2009) Advokasi akan lebih efektif bila dilaksanakan dengan prinsip kemitraan. yaitu dengan membentuk jejaring advokasi atau forum kerjasama. kemudahan. penerimaan sosial dan sistem yang mendukung tujuan atau program kesehatan tertentu. dukungan kebijakan. social acceptance and systems support for particular health goal or programme”. dan mempengaruhi para pembuat kebijakan secara bijak. . mendampingi.

media massa. Sasaran dan Pelaku Sasaran advokasi adalah berbagai pihak yang di harapkan dapat memberikan dukungan terhadap upaya kesehatan khususnya para pengambil keputusan dan penentu kebijakan di pemerintahan. dan kelompok potensial lainya dimasyarakat. tenaga. tokoh-tokoh berpengaruh dan tenar. dana. lembaga swadaya masyarakat. kemudahan. badan penyandang dana. keikut sertaan. swasta. dalam kegiatan. organisasi profesi. Pelaku advokasi dapat berasal kalangan pemerintah. tetapi juga menentang atau berlawanan atau merugikan kesehatan (misalnya industry rokok). 4 . organisasi profesi. o Adanya kemauan atau kepedulian atau kesanggupan untuk membantu dan menerima perubahan. sarana. dan memandang perlu adanya mitra untuk mendukung upaya tersebut. b) Tujuan khusus o Adanya pengenalan atau kesadaran. o Adanya kelanjutan kegiatan(kesinambungan kegiatan). 3. perguruan tinggi. Semuanya bukan hanya berpotensi mendukung. Pelaku advokasi kesehatan adalah siapa saja yang peduli terhadap upaya kesehatan .2. o Adanya tindakan/ perbuatan/kegiatan yang nyata (yang diperlukan). LSM. organisasi kemasyarakatan. organisasi berbasis masyarakat/agama. baik berupa kebijakan. dan tokoh berpengaruh. o Adanya ketertarikan atau peminatan atau tanpa penolakan. lembaga perwakilan rakyat . mitra dikalangan pengusaha/swasta. maupun berbagai bentuk lainya sesuai keadaan dan usaha. Tujuan Advokasi a) Tujuan umum Diperolehnya komitmen dan dukungan dalam upaya kesehatan.

pembuatan forum. Realitas Memilih isu dan agenda yang realistis. dan bijak. 5 . sesuai keadaan yang memungkinkan tukar fikiran secara baik (free choice). Sistematis Advokasi memerlukan perencanaan yang akurat. Menurut UNFPA dan BKKBN 2002. secara dewasa. jangan buang waktu kita untuk sesuatu yang tidak mungkin tercapai. terdapat lima pendekatan utama dalam advokasi . bekerja dengan media massa .4. Sekutu dibangun berdasarkan kesamaan kepentingan dan saling percaya. pengembangan jaringan kerja. Berani Jadikan isu dan strategis sebagai motor gerakan dan tetaplah berpijak pada agenda bersama. Strategi advokasi dapat dilakukan melalui pembentukan koalisi . c. kemas informasi semenarik mungkin dan libatkan media yang efektif. 5. membangun kemitraan. pembangunan institusi . yaitu melibatkan para pemimpin. mobilisasi massa dan membangun kapasitas. d. e. Taktis Advokasi tidak mungkin bekerja sendiri. b. yaitu sebagai berikut: a. jalin koalisi dan aliansi terhadap sekutu. dan kerjasama bilateral. Strategis Kita dapat melakukan perubahan-perubahan untuk masyarakat dengan membuat strategis jitu agar advokasi berjalan dengan sukses. Prinsip Advokasi Beberapa prinsip prinsip dibawah ini bisa dijadikan pedoman dalam melakukan advokasi. Pendekatan Dalam Advokasi Dengan pendekatan persuasive.

yaitu mereka yang menetapkan kebijakan publik sangat berpengaruh dalam menciptakan perubahan yang terkait dengan masalah sosial termasuk kesehatan dan kependudukan. Oleh karena itu sangat penting melibatkan meraka semaksimum mungkin dalam isu yang akan diadvokasikan. Dengan mobilisasi dimaksudkan agar termotivasi individu dapat diubah menjadi tindakan kolektif e) Membangun kapasitas Membangun kapasitas disini di maksudkan melembagakan kemampuan untuk mengembangakan dan mengelola program yang 6 . d) Memobilisasi massa Memobilisasi massa merupakam suatu proses mengorganisasikan individu yang telah termotivasi ke dalam kelompok-kelompok atau mengorganisasikan kelompok yang sudah ada. c) Membangun kemitraan Dalam upaya advokasi sangat penting dilakukan upaya jaringan. peraturan maupun pemimpin politik. mereka yang terlibat dalam penyusunan hukum. Kemitraan ini dibentuk oleh individu. Mengenal. Media juga sangat kuat dalam mempengaruhi persepsi publik atas isu atau masalah tertentu. organisasi-organisasi dan sektor lain yang bergerak dalam isu yang sama. kemitraan yang berkelanjutan dengan individu. membangun dan menjaga kemitraan dengan media massa sangat penting dalam proses advokasi. kelompok yang bekerja sama yang bertujuan untuk mencapai tujuan umum yang sama/hampir sama. b) Bekerja dengan media massa Media massa sangat penting berperan dalam membentuk opini publik.a) Melibatkan para pemimpin Para pembuat undang-undang.

Sasaran kegiatan advokasi ditujukan kepada para pembuat keputusan (decion maker) atau penentu kebijakan (policy maker). Masalah atau isu advokasi perlu dirumuskan berbasis data atau fakta. c) Siapkan dan kemas bahan informasi. undang- undang. dan apa harapan kita kepadanya. mengapa perlu advokasi. instruksi. baik di bidang kesehatan maupun diluar sector kesehatanyang berpengaruh terhadap public. Tokoh politik mungkin termotivasi dan akan mengambil keputusan jika mereka mengetahui secara rinci besarnya masalah kesehatan tertentu. perlu ditetapkan siapa saja yang menjadi sasaran. komprehensif dan membangun critical mass pendukung yang memiliki keterampilan advokasi. Kelompok ini dapat diidentifikasi dari LSM tertentu. penting diketahui pesan atau informasi apa yang diperlukan agar sasaran yang dituju dapat membuat keputusan yang mewakili kepentingan advocator . contoh : paradigm sehat. kata kunci untuk bahan 7 . apa kecenderunganya. Tujuanya agar pembuat keputusan mengeluarkan kebijakan-kebijakan. antara lain dalam bentuk peraturan. anggaran kesehatan. dan yang menguntungkan kesehatan. Oleh sebab itu. b) Identifikasi dan analisis kelompok sasaran. Data berbasis fakta sangat membantu menetapkan masalah. kelompok profesi serta kelompok lain 6. mengidentifikasi solusi dan menentukan tujuan yang realistis . Indonesia sehat 2010. Data sangat penting agar keputusan yang dibuat berdasarkaninformsi yang tepat dan benar. Langkah – Langkah Advokasi Menurut depkes RI 2007 terdapat lima langkah kegiatan advokasi antara lain : a) Identifikasi dan analisis masalah atau isi yang memerlukan advokasi. Dalam mengidentifikasi sasaran.

informasi ini adalah informasi yang akurat .  Bahan informasi tersebut akan lebih baik lagi jika disertakan data pendukung. lobi. pantau evaluasi serta lakukan tindak lanjut. ilustrasi contoh. usulan peran atau tindakan yang di harapkan. who. jelas dan mengesankan. Beberapa pertimbangan dalam menetapkan bahan informasi ini meliputi :  Bahan informasi minimal memuat rumusan masalah yang dibahas. pembuatan opini. dan seminar- seminar kesehatan e) Laksanakan kegiatan. d) Rencanakan teknik atau acara kegiatan operasional. tepat dan menarik. gambar dan bagan. 8 . atau pembicaraan formal atau informal terhadap para pembuat keputusan . ringkas. pertemuan khusus. Beberapa teknik dan kegiatan operasional advokasi dapat meliputi. dan how) tentang permasalahan yang di angkat. pendekatan. latar belakang masalahnya. negosiasi atau resolusi konflik. when. petisi. Bahan informasi juga minimal memuat tentang 5W 1H (what.  Waktu dan tempat penyampaian bahan informasi . dan tindak lanjut penyelesaianya. konsultasi . alternative mengatasinya. apakah sebelum.  Dikemas menarik. where. atau setelah pertemuan. debat public. why. saat.

dan penilaian. Saran Melihat dari sisi pelayanan kesehatan masyarakat utamanya dalam pelayanan di pustu penulis menyarankan agar peningkatan mutu pelayanan kesehatan khususnya tenaga medis agar dapat menyeluruh ke pelosok daerah yang terpencil. Tahap – tahap advokasi ada 3 yaitu tahap persiapan. maupun berbagai bentuk lainya sesuai keadaan dan usaha. Advokasi mempunyai 5 prinsip yaitu realitas. strategis dan berani. pelaksanaan. 9 BAB III PENUTUP A. Dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi teman-teman maupun pembaca.mendampingi. dana. Penutup Advokasi adalah upaya mendekati. . dalam kegiatan. sarana. baik berupa kebijakan. B. Tujuan Advokasi adalah Diperolehnya komitmen dan dukungan dalam upaya kesehatan. sehingga mereka sepakat untuk memberi dukungan terhadap pembangunan kesehatan. sistematis.dan mempengaruhi para pembuat kebijakan secara bijak. tenaga. taktis. keikut sertaan. sehingga pelayanan kesehatan masyarakat merata. kemudahan.

2007.co. 2005.html .blogspot. Departemen Kesehatan RI. http://arenamakalah. DAFTAR PUSTAKA Adisasmito Wiku. Sistem Kesehatan . Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Rencana Strategis Departemen Kesehatan 2005- 2009. Jakarta.id/2016/11/makalah-advokasi-kemitraan-dan.

Related Interests