Teknik aseptis adalah suatu metode atau teknik didalam memindahkan atau menstranfer

kultur bakteria dari satu tempat ke tempat lain secara aseptis agar tidak terjadi kontaminasi oleh
mikroba lain ke dalam kultur. Teknik transfer aseptis ini sangat esensial dan kunci keberhasilan
prosedur microbial yang harus diketahui oleh seorang yang hendak melakukan analisis
mikrobiologi (Pelzcar, M.J. Chan, 2007).
Teknik aseptic sangat diperlukan untuk menghindarkan mikroorganisme dari kontaminan
yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba. Teknik aseptic digunakan sepanjang kegiatan
berlangsung baik alat, bahan, lingkungan sekitar maupun praktikannya, untuk alat dan bahan
praktikum dapat diterapkan metode sterilitas. Penguasaan teknik aseptic ini sangat diperlukan
dalam keberhasilan laboratorium mikrobiologi dan hal tersebut merupakan salah satu metode
permulaan yang dipelajari oleh ahli mikrobiologi (Oram, 2001).
Sementara itu menurut Pelczar dan Chan (2007), teknik aseptic sangat penting dalam
pengerjaan mikrobiologi yang memerlukan ketelitian dan keakuratan disamping kestrilan yang
harus dijaga selalu agar terbebas dari kontaminan yang dapat mencemari. Populasi mikroba di
alam sekitar kita sangat besar dan komplek. Beratur-ratus spesies berbagai mikroba biasanya
menghuni bermacam-macam bagian tubuh kita, termasuk mulut, saluran pencernaan, dan kulit.
Sekali bersin terdapat beribu-ribu mikroorganisme sehingga diperlukan teknik yang dapat
meminimalisir seperti pengisolasian.
Sterilisasi dalam mikrobiologi berarti membebaskan tiap benda atau substansi dari semua
kehidupan dalam bentuk apapun. Untuk tujuan mikrobiologi dalam usaha mendapatkan keadaan
steril, mikroorganisme dapat dimatikan setempat oleh panas (kalor), gas-gas seperti formaldehid,
etiloksida, atau betapriolakton oleh bermacam-macam larutan kimia oleh sinar lembayung ultra
atau sinar gama. Mikroorganisme juga dapat disingkirkan secara mekanik oleh sentrifugasi
kecepatan tinggi atau oleh filtrasi (Curtis, 1999).

Adam Syamsunir, 1992, Dasar-dasar Mikrobiologi dan Parasitologi untuk Perawatan, Jakarta:
Buku Kedokteran EGC.
Curtis, Helena, Bornes, 1999, Biology 5th edition, Worth Publicher Inc, New York.
Hadioetomo, R., 1993, Teknik dan Prosedur Dasar Laboratorium Mikrobiologi, Gramedia,
Jakarta.
Jati Wijaya, 2007, Biologi Interaktif, Ganesa Exact, Jakarta.
Machmud, M., 2008, Teknik Penyimpanan dan Pemeliharaan Mikroba., BPBTP, Bogor.
Orang, Paul, Hummer, 2001, Biology Living System, Glencoe Division Mc Milan Company,
Waterville.

24
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2011. Pembuatan Media.
http://biologiAsik.blogspot.com
. Diakses pada
tanggal 3 Oktober 2011.
.

W. Krelasi Antara Pengetahuan Alat Praktikum dengan Psikomotorik Siswa kelas XII IPA SMAN 11 Semarang Materi pokok. S. S. Cha 2005. . Analisis Mikrobiologi di Laboratorium. Dasar - dasar Mikrobiologi. Jakarta. Lay. Jakarta: UI - Press. M. Jakarta : Penerbit PT. dan E. Machmud. 71 - 73. Bogor.Khopkar.C. 32. dan E. 2008.S. Chan1986. Pelczar.. M. Jakarta. Teknik Penyimpanan dan Pemeliharaan Mikroba . (19 94). Da sar - dasar Mikrobiologi Jilid 2 . Hal.M 2003. Konsep Dasar Kimia Analitik . . J. Khusucidah 2006. Michael J. . Negeri S emarang. Laila. Waterville. Raja Grafindo Persada. UI Press. Univ. C. Universitas Indonesia. B. Balai Penelitian Bioteknologi Tanaman Pangan.

Soni. Unus Suriawiria 1995. Diakses pada tanggal 3 Oktober 2011. http://AhmadSoni. . Bandung. 2010.web. Nutrisi Mikroorganisme dalam Media. Pengantar Mikrobiologi Umum .id . Angkasa . Ahmad.

Mikrobiologi Pangan. Koesnandar. R. R. www. Malang: Djambatan Hadioetomo. H. rachdie. Jakarta: Gramedia Oram. 1993. Arnaldo 2008.H. Program D3 Teknik Kimia FTI-ITS: Surabaya . Elements of Microbiology. Diakses pada tanggal 1 Maret 2017 Sasongko Hadi. Hummer. General Microbiologi seventh edition. G.Dwidjoseputro. 2007. Jakarta: PT. New York: Mc Graw Hill Book Company Rachdie 2006. D. J. S. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. 2017. USA: Cambrige University Press Suhardi. Waterville: Glencoe Division Mc Millan Company Pelczar.Budidaya Jaringan dan Manfaatnya.blogsome. Diktat Teknik Fermentasi. Jr. Biology Living System.F. Paul.Multazam Mitra Prima Suryowinoto. Dasar-Dasar Mikrobiologi. S.. K. Yogyakarta: Laboratorium Biologi Fakultas Matematika dan pengetahuan Alam Universitas Ahmad Dahlan Schegel. 1994.com. Yogyakarta: Fakultas Biologi UGM Winarni. Biosafety: Pedoman Keselamatan Kerja di Laboratorium Mikrobiologi dan Rumah Sakit. Petunjuk Praktikum Mikrobiologi..M1985. D. Chan. 1997. 2001.S. Indriani.H 1993. D.

Related Interests