FLUIDISASI

(Laporan Praktikum Instruksional II)

Disusun Oleh:

Chairul Umam (1415041009)

Dewi Fatmawati (1415041013)

Retno Ayu A (1415041051)

Ridwan Santoso (1415041052)

LABORATURIUM OPERSI TEKNIK KIMIA

JURUSAN TEKNIK KIMIA

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS LAMPUNG

BANDAR LAMPUNG

2016

ABSTRAK

PENENTUAN KURVA KARAKTERISTIK DAN KECEPATAN
MINIMUM FLUIDISASI

Oleh

Chairul Umam, Dewi Fatmawati, Ridwan Santoso, Retno Ayu A

Telah dilakukan percobaan fluidisasi di Laboraturium Teknik Kimia Universitas
lampung. Tujuan percobaan ini adalah menentukan kurva karakteristik fluidisasi,
menentukan kecepatan minimum fluidisasi serta mengetahui fenomena-fenomena
yang terjadi selama fluidisasi berlangsung.

Fluidisasi merupakan salah satu cara untuk menggontakkan bahan padatan dengan
suatu fluida baik gas maupun cairan. Prosese fluidisasi umumnya digunakan
dalam reaksi katalitik dengan mengalirkan reaktan berupa gas yang didalam suatu
reactor fluidized bed. Bahan padatan berkontak dengan aliran gas reaktan yang
masuk. Fluida yang digunakan adalah udara dan bahan padatan berupa manic-
manik. Percobaan ini perlu dilakukan mengingat pada industry kimia banyak
reaksi yang melibatkan katalis yang berumpan fluida, maka dengan percobaan ini
kami dapat memahami cara kerja dan fenomena yang terjadi pada proses fluidisasi

Kata Kunci : Fluidisasi, kecepatan minimum, fluidized bed.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Fluidisasi merupakan suatu cara mengontakkan butiran padatan dengan fluida
baik gas maupun cairan. Fluidisasi diamati ketika unggun padatan yang ada
didalam kolom dikontakkan dengan udara yang mengalir keatas.
Pada proses fluidisasi akan terjadi fenomena-fenomena pada unggunseperti
bubbling, shagging, dan chaneling. Fenomena tersebut karena adanya kontak
antara fluida dengan butiran padatan di dalam kolom. Proses fluidisasi
dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, luas penampang unggun, laju alir
fluida masuk, densitas padatan, porositas padatan, dan lain-lain. Misalnya untuk
laju alir fluida masuk, pada saat laju alir fluida lambat maka butiran padatan tetap
diam dan berada di dasar kolom karena fluida hanya mengalir melalui celah antar
partikel tanpa menyebabkan perubahan posisi. Pada keadaan ini disebut fixed bed
(unggun diam). Apabila laju alir fluida dinaikkan sedikit demi sedikit, pada saat-
saat tercapai suatu keadaan dimana unggun padatan tadi tersuspensi dalam aliran
fluida yang melaluinya. Pada keadaan seperti ini sifat unggun padatan akan
menyerupai sifat fluidanya.
Karakteristik fluidisasi dipelajari dengan mempelajari pengaruh laju aliran
fluida terhadap penurunan tekanan pada unggun yang terbentuk.
Pada praktikum fluidisasi ini diharapkan praktikan memahami fenomena-
fenomena yang terjadi selama proses fluidisasi dan mengetahui hubungannya
terhadap faktor yang mempengaruhi fluidisasi.

1.2 Tujuan Percobaan Tujuan dari percobaan fluidissasi ini antara lain: 1. Mengetahui fenomena-fenomena yang terjadi selama proses fluidisasi berlangsung secara visual 2 . Menentukan kecepatan minimun fluidisasi (Umf) 3. Tujuan kurva karakteristik fluidisasi yaitu hubungan antara pressure drop (Δ ) dengan kecepatan aliran fluida (U) 2.

Fenomena minimum atau incifient fluidization Fenomena ini terjadi ketika laju alir fluida mencapai laju alir minimum yang dibutuhkan untuk proses fluidisasi.2 Fenomena. pada suatu saat akan tercapai suatu keadaan dimana unggun padatan tersuspensi didalam aliran fluida yang melaluinya. Pada laju alir yang cukup rendah. Dengan metode ini diharapkan butiran-butiran padat memiliki sifat seperti fluida dengan viskositas tinggi. Dan apabila laju alir fluida terus dinaikkan maka saat partikel terbawa aliran fluida keluar kolom. butiran padat akan tetap diam. Fenomena smooth atau homogenously fluidization . c. sifat unggun padatan akan menyerupai suatu sifat cairan dengan viskositas tinggi. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Pada kondisi butiran yang bergerak ini.Fenomena Fluidisasi a. Fixed Bed Fenomena ini terjadi ketika laju alir fluida kurang dari laju minimum yang dibutuhkan untuk proses awal fluidisasi. Apabila laju alir fluida dinaikkan sedikit demi sedikit. Pada kondisi ini partikel padatan tetap diam b.1 Definisi Fluidisasi Fluidisasi adalah pengontakan butiran-butiran padat dengan fluida baik berupa cair maupun gas. Kondisi ini disebut hydraulic/ penuamatic transport. Keadaan yang demikian disebut fixed bed.partikel padat mulai terekspansi. karena fluida hanya mengalir melalui ruang antara partikel tanpa menyebabkan perubahan susunan partikel tersebut. 2. Pada kondisi ini partikel.

d. g.partikel padat seperti terangkat. Akibat densitas dan distribusi partikel tidak homogen. 2.Faktor yang Mempengaruhi Fenomena Fluidisasi Berikut ini merupakan faktor. Fenomena disperse fluidization Fenomena ini terjadi ketika kecepatan aliran fluida melalui kecepatan maksimum aliran fluida. Fenomena chanelling fluidization Fenomena ini terjadi ketika dalam unggun partikel padatan terbentuk saluran- saluran seperti tabung pertikal. f. Pada kondisi ini terjadi penorakkan sehingga partikel.Fenomena ini terjadi ketika kecepatan dan distribusi aliran fluida merata.3 Faktor. Pada fenomena ini sebagian partikel akan terbawa aliran fluida dan ekspansi mencapai nilai maksimum.partikel padat. densitas dan distribusi partikel dalam unggun sama sehingga ekspansi pada setiap partikel padatan seragam.gelembung besar yang mencapai lebar dari diameter kolom terbentuk pada partikel. Laju alir fluida dan jenis fluida 2. Fenomena slugging fluidization Fenomena ini terjadi ketika gelembung. Ukuran partikel dan bentuk partikel 3. e. Fenomena bubbling fluidization Fenomena ini terjadi ketika gelembung-gelembung pada unggun terbentuk. Jenis dan densitas partikel serta faktor interlock antar partikel 4 .faktor yang dapat mempengaruhi fenomena- fenomena fluidisasi: 1.

4. Diameter kolom 8.faktor diatas merupakan variabel-variabel dalam proses fluidisasi yang akan menentukan karakteristik proses fluidisasi tersebut. Kehilangaan energi ini disebabkan oleh viscous losses(kehilangan energi karena adanya gesekan) dan kinetic energy losses(Kuni dan Levenspeil. 2.1 Penurunan Tekanan Pada Fixed Bed Pressure drop disebabkan oleh kehilangan energi.4.4 Penurunan Tekanan Penurunan tekanan (pressur drop) mempunyai arti yang cukup penting karena berhubungan erat dengan besarnya energi yang diperlukan dan dapat memberikan indikasi tentang karakteristik unggun selama operasi berlangsung. Tinggi unggun Faktor.174 ( )( ) = 5 . Penentuan besarnya penurunan tekanan di dalam unggun terfluidisasi pada umumnya dihitung berdasarkan rumus-rumus yang diturunkan untuk fixed bed. Distribusi bentuk ukuran fluida 7. 2. sehingga pressure drop dapat dinyatakan dengan persamaan: −(∆ ) (1 − ) = 150 −(∆ ) = = ( )( ) = = 32. Distribusi aliran 6. Pada aliran laminar (Re>20) kehilangan energi disebabkan oleh viscous losses dan kinetic energy losses dapat diabaikan.1969) a. Porositas unggun 5.

= = = = 2.75 −(∆ ) = = = = = = Bilangan Reynold sebagai kriteria jenis aliran didefinisikan sebagai berikut: . Kecepatan minimumnya adalah: − = × × 150 1− = = 6 . Pada aliran laminar (Re<20). Pada aliran turbulen (Re>1000).Kuni dan Levenspeil(1969) memberikan nilai Umf sebagai berikut: a. viscous losses bisa diabaikan sehingga pressure drop dapat dinyatakan dengan persamaan: −(∆ ) (1 − ) = 1. . = b.5 Kecepatan Minimum Fluidisasi Kecepatan minimum fluidisasi(Umf) merupakan kecepatan superficial fluida minimum pada saat fluidisasi mulai terjadi.

.75 = = = 2. Hubungan antara laju alir dengan beda tinggi (∆ℎ) marometer pada orifice dapat dinyatakakn dengan persamaan berikut: 2 (∆ ) = −1 = = = (∆ ) = = ( )( ) = = 32. (∆ℎ) (∆ℎ) = = 7 .1 Pressure Drop Pada Orifice Pressure drop pada orifice dihitung dengan menggunakan persamaan berikut: −(∆ ) = .6 Laju Alir Fluida Laju alir fluida diukur dengan menggunakan oroficemeter. kecepatan Fluidisasi umumnya adalah: − = × × 1.6.174 ( )( ) 2. Pada aliran turbulen (Re>1000). = b.

= = = = Sharp-edged orifice diameter ratio adalah perbandingan antara diameter orifice terhadap diameter dalam pipa (Do/D). = Koefisien orifice (coefficient of discharge) merupakan fungsi bilangan reynold aliran pada orifice (Reo) dan sharp. 2. Berikut merupakan bentuk kurva keadaan ideal.7 Karakteristik Unggun Terfluidisasi Karakteristik unggun terfluidisasi biasanya dinyatakan dalam bentuk grafik hubungan antara pressure drop (∆ ) dengan kecepatan superficial (U). .2 Pressure Drop Unggun Pressure drop pada unggun diukur dengan manometer U yang dipasang pada kolom fluidisasi −(∆ ) = . . 8 . 1950): .Reo ditentukan dengan persamaan di bawah ini(Brown.6. (∆ℎ) −(∆ ) = (∆ℎ) = = 2.edged orifice diameter ratio.

2 Kerugian dluidized bed 1. Akibatnya. 2. Kebocoran seperti pada aliran cairan dan partikel-partikel memberikan kontrol secara kontinyu. Kecepatan pencampuran solid mendekati kondisi isothermal. Sulit menggambar aliran gas dengan deviasli besar dari sumber aliran dengan passing dari solute dan gelembung-gelembung menyebabkan tidak efisiennya sistem kontak. 2. Kurva karakteristik fluidisasi pada keadaan ideal Garis A-B menunjukkan keadaan fixed bed Titik B menunjukkan fluidisasi mulai terjadi Garis B-C menunjukkan keadaan unggun terfluidisasi 2. Fluidisasi Heterogen Penyimpanan ini terjadi bila butiran padatan tidak terpisahkan secara sempurna.8 Keuntungan dan Kerugian Fluidisasi 2. tekanan melalui reaktor dimana operasi dapat dikontrol dengan mudah. 3. tetapi berkelompok membentuk suatu agregat 2. 2.7. Kecepatan penguapan solid dalam uniformnya 9 .1 Keuntungan fluidized bed 1. 2.1 Penyimpangan Kondisi Ideal Ada dua keadaan yang merupakan penyimpangan fluidisasi yaitu: 1. Gambar 6. Sirkulasi solid oleh fluidized bed membuatnya mungkin untuk transportasi dengan jumlah yang sangat banyak. terjadi kenaikkan pressure drop sesaat sebelum fluidisasi terjadi.8. Interlock Adanya kecendrungan partikel-partikel untuk saling mengunci satu dengan yang lainnya (Interlock).8.

Operasi secara kimia a. Erosi pipa dan tempat abrasi partikel 4. Transportasi Sifat fluidisasi pada fluidized bed merupakan sifat yang sama dengan cairan dan sifat ini sangat efektif digunakan untuk transportasi dari bubuk padatan. Heat Exchanger Fluidized bed dapat digunakan untuk HE operasi fisik dan kimia karena kemampuannya untuk mempercepat perpindahan panas dan menjaga suhu menjadi konstan dengan ditunjukkan sebagian kecil dari bermacam penggunaan dalam lingkup ini c. 2. Operasi secara fisik: a. Adsorpsi Proses adsorpsi multistages fluid chart untuk pemisahan dan pemurnian kembali komponen gas 2. 10 . b. 3. Untuk pengoprasian luas katalitik pada tempatnya Oprasi yang berpengaruh terhadap kecepatan reaksi.9 Aplikasi Fluidisasi dalam Industri Berikut merupakan aplikasi fluidisasi dalam industri: 1. Reaksi gas dengan katalis padat dan reaksi adat dengan gas.

Jangka sorong 5. Kolom unggun fluidisasi 2. BAB III METODOLOGI PERCOBAAN 3.1 Tahap Pendahuluan Pengukuran dimensi kolom Pengukuran butian padatan yang digunakan 3.2 Tahap fluidisasi Langkah-langkah yang akan dilakukan pada praktikum fluidisasi yaitu: Memastikan semua alat dan bahan yang digunakan telah siap Pengukuran butian padatan yang digunakan Menyalakan kompresor . Kompresor 4.2.1 Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan pada praktikum ini antara lain: 1. Manik-manik 2.2 Prosedur percobaan 3. Gelas beker 6. Fluida (gas) berupa udara dari kompresor 3.2. Cawan bahan yang digunakan pada praktikum ini: 1. Timbangan elektronik 3.

ukur ketinggian unggun pada ∆ℎo 0-20 cm dengan beda 2 cm tiap bukaan ukur juga ∆ℎm nya. ulangi langkah diatas untuk masing-masing massaa butiran padatan yang telah ditentukam 12 . beda∆ℎo yaitu 2 cm diukur dari 0-20 cm dengan cara mengatur bukaan kran (Vu) dan∆ℎm tiap beeda 2 cm dari 0-20 cm pada orificemeter. begitu juga saat Proses penutupan dari 20-0 cm pada nilai ∆ℎo nya. Mengkalibrasi kolom kosong k-3 dengan membuka kran V3 dan menutup kran V2 dan V1.ukur ∆ℎm seiring dengan penurunan ∆ℎ dari 20-0 cm dengan beda 2 cm tiap penutupan kran Vu mengisi kolom dengan manik-manik dengan massa berbeda pada tiap run.

15 4 6 0.18 20 2 0.45 15 12 0. BAB IV PEMBAHASAN 1.1 21 0 0 Tabel 1.3 18 6 0.25 19 4 0.4 16 10 0. Data Kalibrasi Kolom Kosong ∆hm No ∆ho (cm) (cm) 1 0 0 2 2 0.5 14 14 0.58 13 16 0.47 10 18 0.55 11 20 0. Data Kalibrasi kolom kosong .18 5 8 0.32 8 14 0.2 6 10 0.1 Data Pengamatan A.3 7 12 0.35 17 8 0.35 9 16 0.1 3 4 0.6 12 18 0.

5 Bubbling 7 12 1.7 9 Slugging 10 18 1.7 Slugging 9 16 1.5 8.2 5 Bubbling 17 8 1.3 6.8 11.5 Fixed bed Tabel 2.5 Fixed bed 21 0 6 0 3.37 8.2 Bubbling 8 14 1. 3.6 Fixed bed 20 2 8 0. Data percobaan Partikel 10 gr 14 . 3.5 Slugging 13 16 1.3 6 Bubbling 16 10 1.8 Fixed bed 19 4 0.9 13 Slugging 12 18 1.5 Fixed bed 2 2 0.5 cm No ∆ho (cm) ∆hm (cm) L (cm) Fenomena 1 0 0 3.6 9 Slugging 14 14 1.8 12 Slugging 11 20 1.12 3.5 Fixed bed 3 4 1 3.8 Fixed bed 4 6 1.5 8 Bubbling 15 12 1.B.8 Fixed bed 5 8 1.25 gr/mL Tinggi unggun : 3.15 4 Fixed bed 18 6 1 3.2 4 Bubbling 6 10 1.7 3. Percobaan 1 Massa Prtikel : 10 gr Volume Partikel : 8 mL Densitas Partikel : 1.

C. Pengolahan Data Partikel 10 gr 15 . Pengolahan Data Data percobaan 1 Tabel 3.

Pengolahan Data Partikel 10 gr Tabel 5. Pengolahan Data Partikel 10 gr 16 .Tabel 4.

Data log (-∆P)/L dan log U 17 .Tabel 6.

18 .

Data percobaan III 19 .

20 .

terjadi pada reaktor katalitik fluidized bed. Pada reaksi katalitik umumnya bahan padatan yang ada bertindak sebagai katalis. Pada proses fluida ini akan muncul fenomena – fenomena seperti bubbling.s2.s2 dan memiliki nilai (-∆P)/L sebesar 168. pada ∆ho 6 cm – 0 cm unggun berada dalam keadaan fixed bed.5 cm. Peristiwa slugging terjadi pertama kali dengan nilai (-∆P) sebesar 1274 gr/cm.966 gr/cm2. Pada percobaan 1 dengan padatan berupa manik-manik dengan diameter 0.952 dengan peristiwa bubbling. Fluidisasi berguna untuk penanganan (perpindahan) padatan yang mempunya sifat sulit untuk bergerak dan sulit untuk menempati ruang akan dikontakkan dengan fluida yang memiliki sifat berkebalikan dengan padatan. slugging dan channeling yang tertera pada tabel pengamatan. diameter padatan) serta laju alir gas yang masuk. selanjutnya terjadinya fenomena bubbling. saat ∆ho dinaikan fenomena awal yang terjadi adalah fixed bed diakibatkan kecepatan aliran fluida belum mencukupi batas minimum untuk dapat melakukan proses fluidisasi dan fluidisasi mulai terjadi ketika kenaikan ∆ho pada saat ∆ho=8 cm demgan kecepatan superficial (U) adalah 3461. 1. Fenomena dan karakteristik fluidisasi akan tampak berbeda pada nilai ∆ho naik dan ∆ho turun. nilai ∆ho divariasikan otomatis ∆hm juga akan bervariasi.s2 dengan nilai (-∆P0) sebesar 13720 gr/cm. karakteristik bahan padatan (densitas.2 Pembahasan Fluidisasi merupakan salah satu cara untuk mengontakan bahan padatan dengan suatu fluida baik gas maupun cairan . slugging dan fixed bed.146 cm seberat 10 gram dengan ketinggian unggun mula-mula 3. porositas. kecepatan minimum untuk terjadinya proses fluidisasi dan fenomena-fenomena yang terjadi selama proses fluidisasi.454 cm dan melakukan variasi laju alir gas yang masuk dengan melihat nilai ∆ho setiap kenaikan 2 cm sampai dengan 20 kali. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi karakteristik fluidisasi dan fenomena fluidisasi seperti diamater unggun atau kolom. Pada reaktor tersebut bahan padatan akan berkontak dengan fluida reaktan yang masuk maka dapat dilihat dari fenomena yang terjadi di dalam reaktor tersebut. Selain itu fluidisasi ini berperan dalam reaksi katalitik. Pada percobaan fluidisasi ini akan ditunjukkan bagaimana karakteristik fluidisasi berupa kurva.671 dan bilangan reynold’s 233. Pada saat terjadi 21 . Pada percobaan ini digunakan satu kolom fluidisasi dengan diameter 2.

Setelah menggambarkan kurva karakteristik fluidisasi.671 dan bilangan reynold’s 233. selanjutnya terjadinya fenomena bubbling. langkah selanjutnya adalah mencari nilai dari porositas unggun dengan persamaan yang sesuai dengan kondisi dan jenis aliran saat terjadinya proses fluidisasi tersebut.bubbling unggun memiliki kecepatan minimum fluidisasi (umf) yaitu sebesar 3461. Peristiwa slugging terjadi pertama kali dengan nilai (-∆P) sebesar 1695.671 cm/s. saat ∆ho dinaikan fenomena awal yang terjadi adalah fixed bed diakibatkan kecepatan aliran fluida belum mencukupi batas minimum untuk dapat melakukan proses fluidisasi dan fluidisasi mulai terjadi ketika kenaikan ∆ho pada saat ∆ho = 8 cm demgan kecepatan superficial (U) adalah 3461.4 gr/cm. Untuk menggambarkan kurva karakteristik fluidisasi dilakukan plot antara Log U vs Log (-∆P)/L.952 dengan peristiwa bubbling. Pada saat kecepatan minimum fluidisasi. nilai porositasnya juga minimum (ɛ mf) yaitu sebesar 0. slugging dan channeling yang tertera pada tabel pengamatan.8 cm. Dengan metode trial dan error di dapatkan masing-masing nilai porositas. Pada percobaan 2 dengan padatan berupa manik-manik dengan diameter 0.s2 dengan nilai (- 22 .146 cm seberat 15 gram dengan ketinggian unggun mula-mula 5. sedangkan daerah yang berada di sebelah kanan Umf (non-linier) adalah daerah unggun terfluidisasi.99935. dan didapatkan kurva sebagai berikut: Daerah yang linier dalam kurva adalah daerah fixed bed.

Pada saat terjadi bubbling unggun memiliki kecepatan minimum fluidisasi (umf) yaitu sebesar 3461. saat ∆ho dinaikan fenomena awal yang terjadi adalah fixed bed diakibatkan kecepatan aliran fluida belum mencukupi batas minimum untuk dapat melakukan proses fluidisasi dan fluidisasi mulai terjadi ketika kenaikan ∆ho pada saat ∆ho = 10 cm 23 . sedangkan daerah yang berada di sebelah kanan Umf (non- linier) adalah daerah unggun terfluidisasi.146 cm seberat 20 gram dengan ketinggian unggun mula-mula 8 cm.040 gr/cm2. langkah selanjutnya adalah mencari nilai dari porositas unggun dengan persamaan yang sesuai dengan kondisi dan jenis aliran saat terjadinya proses fluidisasi tersebut. Daerah yang linier dalam kurva adalah daerah fixed bed. Untuk menggambarkan kurva karakteristik fluidisasi dilakukan plot antara Log U vs Log (-∆P)/L.s2 dan memiliki nilai (-∆P)/L sebesar 262. nilai porositasnya juga minimum (ɛmf) yaitu sebesar 0.671 cm/s. Pada saat kecepatan minimum fluidisasi.s2. Setelah menggambarkan kurva karakteristik fluidisasi. Dengan metode trial dan error di dapatkan masing-masing nilai porositas. dan didapatkan kurva sebagai berikut : Tanda panah ke bawah tersebut adalah menunjukkan nilai kecepatan minimum fluidisasi. yaitu merupakan kecepatan minimum agar padatan tersebut mampu melakukan proses fluidisasi. Pada percobaan 3 dengan padatan berupa manik-manik dengan diameter 0.∆Po) sebesar 7840 gr/cm.99939.

demgan kecepatan superficial (U) adalah 3461.9949.671 dan bilangan reynold’s 233. langkah selanjutnya adalah mencari nilai dari porositas unggun dengan persamaan yang sesuai dengan kondisi dan jenis aliran saat terjadinya proses fluidisasi tersebut. sedangkan daerah yang berada di sebelah kanan Umf (non- linier) adalah daerah unggun terfluidisasi. Daerah yang linier dalam kurva adalah daerah fixed bed. Setelah menggambarkan kurva karakteristik fluidisasi. unggun memiliki kecepatan minimum fluidisasi (umf) yaitu sebesar 3870. dandidapatkan kurva sebagai berikut: Tanda panah ke bawah tersebut adalah menunjukkan nilai kecepatan minimum fluidisasi.266 cm/s.059 gr/cm2. Untuk menggambarkan kurva karakteristik fluidisasi dilakukan plot antara Log U vs log(-∆P)/L. Pada saat terjadi bubbling.952 dengan peristiwa bubbling. nilai porositasnya juga minimum (ɛmf) yaitu sebesar 0. Pada saat kecepatan minimum fluidisasi. yaitu merupakan kecepatan minimum agar padatan tersebut mampu melakukan proses fluidisasi. 24 . selanjutnya terjadinya fenomena bubbling.s2 dengan nilai (-∆Po) sebesar 13720 gr/cm. Dengan metode trial dan error di dapatkan masing-masing nilai porositas.s2. Peristiwa slugging terjadi pertama kali dengan nilai (-∆P) sebesar 3626 gr/cm.s2 dan memiliki nilai (-∆P)/L sebesar 250. slugging dan channeling yang tertera pada tabel pengamatan.

Fenomena yang terjadi adalah fixed bed. maka ∆ semakin meningkat. berlaku juga L partikel pada kolom fluidisasi 5. Semakin bertambah massa. yang bertujuan untuk memperluas kontak dengan cara memberikan sifat yang sama seperti pada padatan 2. Fluidisasi merupakan proses penrontakan padatan dengan dluida (cairan atau gas). BAB V KESIMPULAN Dari percobaan yang kami lakukan. dan slugging .266 4. Kecepatan minimum fluidisasi yang diperoleh adalah  Percobaan I : 3461. Fenomena di dalalm proses fluidisasi dapat terjadi seiring dengan kenaikan dan penurunan ∆ℎo serta L padatan 3.671  Percobaan III : 3870.671  Percobaan II : 3461. diperoleh beberapa kesimpulan yaitu: 1. bubbling.

13 Fluidisasi. Modul 2.Bandung....G.blogspot. Hilda. New york.inc. “Fluidisasi”. Kunii. 1950. . hilda-rosalina. New York Rosalinaa.co.id. John Wiley and Sons.John Wiley and Sons.fluidization Engineering. DAFTAR PUSTAKA Anonim.Levenspiel.25 September 2016.inc. Unit operation.D.. G.o.1969. departemen Teknik Kimia ITB Brown.

.

3 Penimbangan sampel 3 (gabah) menggunakan Neraca Analitis.No. 2 Penimbangan sampel 2 (gabah) menggunakan Neraca Analitis. . Gambar Keterangan 1 Penimbangan sampel (gabah) menggunakan Neraca Analitis. (Gabah 7gr). (Gabah 9gr). (Gabah 5gr).

4 Bahan-bahan (gabah 5. 5 Kompressor. 9 gr) dipersiapkan dan diletakkan pada 3 cawan petri. 7. alat yang digunakan pada praktikum fluidisasai untuk mengalirkan fluida (udara) ke kolom yang berisi unggun/bahan (gabah) 6 Kolom yang digunakan pada praktikum fluidasasi sebagai tempat peletakkan bahan/uggun (gabah) 7 Manometer Kolom .

8 Manometer bagian Orifice dan Kolom 9 Manometer Orifice 10 Bahan (gabah) dimasukkan kedalam kolom. 11 Kondisi bahan (gabah) didalam kolom. .

12 Bahan (gabah) yang terdapat pada kolom dituangkan kedalam gelas ukur berisi air untuk diukur volume dari bahan (gabah). .

s2 Lakukan langkah yang sama dalam mencari (-∆P). ρm = 1 gr/cm3 g = 980 cm/s2 ∆hm = 0.s2 2) Menghitung (-∆P) / L (-∆P) / L Dimana. .7 pada saat -∆ho = 2 cm (percobaan 1) (-∆P) = 1 gr/cm3 x 980 cm/s2 x 0. ρ0 = 1 gr/cm3 g = 980 cm/s2 ∆h0 = 2 cm (Percobaa 1) (-∆P)0 = ρ0 x g x ∆h 0 = 1 gr/cm3 x 980 cm/s2 x 2 cm = 980 gr/cm. 2 dan 3. (-∆P/L) dan (-∆p)0 pada percobaan pada percobaan 1.s2 3) Menghitung (-∆P)0 (Pressure drop orifice) (-∆P)0 = ρ0 x g x ∆h 0 Dimana. 5) Menghitung Reo Reo = Dimana.5 cm (Pengamatan percobaan 1) / (−∆P) / L = . PERHITUNGAN 1) Menghitung -∆P (-∆P) = ρ x m x g x ( -∆h) x m Dimana. (-∆P) = 686 gr/cm. = = 196 gr/cm.7 cm (-∆P) = 686 gr/cm.s2 L = 3.

f ρ = 1 gr/cm3 (-∆P)o = 2 cm ( ) = 580.0. ) ( ( . Dp = 0.8356 7) Menghitung Re Re = . Re = Re = 1712757. = 58. ρ = 0.146 (Percobaan 1) ( .9932 Jika nilai Re < 20 maka alirannya adalah laminar dan nilai Re > 1000 maka alirannya adalah turbulen 8) Mencari nilai Log (-∆P/L) Dimana.gr.000085 (Viskositas udara) . V0 =∆h o =2x .488 6) Menghitung U ( ∆ )/ U = Co ( ) ) Dimana. = 0.743 .000122 (Densitas udara) .743 (Literatur) gc = 980. Nilai Log . = 2.292 . ) Re = .5 cm (Percobaan 1) .254 ( ( .665 gr. U = 1730. (-∆P/L) = 686 gr/cm. ) ( .cm/s2. Reo = . . Co = 0. ) ( ))/ U = 0.s2 ( Percobaan 1) L = 3.407 µ = 0.

+ Fixed bad aliran turbulen ∆ . x . x x . =( (1 − + x Dengan menggunakan langkah trial and error data perhitungan porositas dapat dilihat pada bab IV data pengamatan .75 x Sehingga.238 10) Menghitung porositas unggun Fixed bed pada aliran laminar ∆ ( ) .9) Mencari nilai Log U U = 1730. x gc = xU ∆ . x = ∆ . ( ) . x . . ( ) . = - Fluidized bed ∆ (( ) (( )/ − = + 1. x = . . = ∆ . x gc = ∆ . x = ∆ Maka. ∆ ) ) . = − ∆ Maka.836 (Percobaan 1) Nilai Log U = Log (1730.836) = 3.

DATA PRAKTIKUM Modul praktikum : Fluidisasi Nama Kelompok : Chairul Umam Dewi Fatmawati Retno Ayu A Ridwan Santoso a.454 Diameter Partikel :0. Data Primer Diameter Pipa : 3/4 in Diameter Orificemeter : 0.22x10-3 Koefisien Orifice : .8x10-7 Densitas Udara : 1.8 Suhu Ruangan :32⁰C Viskositas Udara :1.5x10-6 Percepatan gravitasi :9.5 cm Diameter kolom : 2.146cm Jenis Partikel : manic-manik Bentuk Partikel : Lonjong Densitas air Oricifimeter : 1 gr/cm3 Densitas Monometer : 1 gr/cm3 Viskositas air :8.

3.2 Bubbling 8 14 1. 3.5 Slugging 13 16 1.5 8.5 Fixed bed 2 2 0.12 3.5 Fixed bed .6 9 Slugging 14 14 1.5 8 Bubbling 15 12 1.5 cm No ∆ho (cm) ∆hm (cm) L (cm) Fenomena 1 0 0 3.8 Fixed bed 19 4 0.3 6.5 Fixed bed 3 4 1 3.6 Fixed bed 20 2 8 0.8 11.5 Bubbling 7 12 1.8 12 Slugging 11 20 1.2 4 Bubbling 6 10 1.7 3.15 4 Fixed bed 18 6 1 3.2 5 Bubbling 17 8 1.Percobaan 1 Massa Prtikel : 10 gr Volume Partikel : 8 mL Densitas Partikel : 1.8 Fixed bed 5 8 1.25 gr/mL Tinggi unggun : 3.5 Fixed bed 21 0 6 0 3.37 8.3 6 Bubbling 16 10 1.9 13 Slugging 12 18 1.8 Fixed bed 4 6 1.7 Slugging 9 16 1.7 9 Slugging 10 18 1.