Sinergi dalam jaringan

Konsep dari jaringan erat kaitannya dengan gagasan tentang sinergi. Tujuan dari bab
ini adalah menyajikan pengetahuan dasar mengenai sinergi jaringan, melalui
pendekatan pada analisis sinergi dalam teori ekonomi. Jaringan yang dimaksudkan di
dalam anilisis ini adalah jaringan antara perusahan, jaringan transportasi dan
jaringan komunikasi.

Kata sinergi datang dari bahasa Yunani (syn + ergos) dan merujuk pada situasi
dimana efek dari dua atau lebih badan atau fungsi yang saling kooperatif atau
saling bergabung lebih besar dari jumlah dari masing-masing badan atau fungsi yang
bekerja secara terpisah. Sinergi lebih popular dirumuskan dengan 1+1 > 2, dimana
sinergi lebih digaris bawahi pada kenaikan performa dari jaringan melalui interaksi
yang efisien dan efektif. Walaupun banyak digunakan dalam teori ekonomi, sinergi
masih dianggap sebagai konsep yang tidak pasti karena menyembunyikan mekanisme yang
berbeda mengenai darimana sinergi berasal. Capello dan Rierveld, menganalisa konsep
sinergi dalam variasi teori ekonomi pada tingkat mikro, meso dan macro hingga
didapatkan 3 arti yang berbeda

- Sinergi berarti dua atau lebih aktor saling bekerjasama, terdapat hasil positif
dari keduanya.
- sinergi berarti ketika ada tingkah laku yang saling bekerjasama diimplementasikan
dalam rangka melengkapi produksi dari barang tertentu, keuntungan didapatkan dari
pelaku ekonomi yang ada di dalamnya.
- sinergi berarti ketika ada perorangan atau perusahaan (volunter dan non
cvolunter) menjadi bagian dari kelompok, eksternalitas mungkin muncul dan
dieksploitasi perorangan atau kelompok dalam menjalan aktivitas ekonominya (Capello
dan Rietveld, 1998, p.64)

Kemunculan satu dari tiga mekanisme kemunculan sinergi - kooperasi, komplementari
atau eksternalitas - digabungkan dengan tingkah laku jaringan menghasilkan sinergi
dan keuntungan ekonomi untuk pelakunya.

Terhadap perbedaan mekanisme, tipe jaringan sangat mempengaruhi. Mekanisme sinergi
yang berbeda memegang peran dalam berbagai jenis dari jaringan. Jaringan dalam arti
umum terdiri dari titik (kota, rumah tangga, perusahaan, organisasi, perorangan),
keterkaitan antar titik (infrastruktur, hubungan, ikatan), aliran (orang, barang,
informasi, pemerintahan) dan meshes (gatau ini mau diartikan apa haha).

Jaringan dapat dianggap sebagai tipe 'klub' atau tipe 'web' (Capineri dan Kamann,
1998). Di dalam jaringan klub, pelaku membagikan tujuan, aktivitas dan servis yang
sama, sambil menjalankan kepentingan paralel dan transaksi berantai. Contoh klasik
adalah klub tenis. Anggota dari klub secara pribadi tidak dapat membagikan tujuan
yang sama - fasilitas untuk tenis - namun dengan mengorganisasikan klub, mereka
dapat melakukannya. Semakin banyak anggota klub, semakin banyak nilai positif yang
didapatkan seperti biaya anggota lebih murah atau semakin banyak waktu yang
didapatkan untuk menyewa lapangan. Eksternalitas negatif muncul, ketika semua
anggota yang tergabung ingin bermain tenis dalam waktu bersamaan. Jaringan web,
dalam kata lain, digambarkan dengan bermacam aktivitas dari pelaku. Semua saling
melengkapi kesamaan dan saling terhubung secara seri. Contohnya adalah rantai dari
unit enterprise atau bisnis yang masing-masing mengambil alih tahapan produksi dari
sebuah produk.

Perbedaan antara jaringan klub dan web ada pada perbedaan cara memperoleh sinergi.
Dalam jaringan klub, 'sinergi horizontal' dapat diperoleh; dalam jaringan web,
'sinergi vertikal'. Dalam kasus sinergi horizontal, sinergi didapatkan dari ko-
operasi yang lebih ditekankan pada skala ekonomi dan disebut sebagai jaringan
eksternalitas positif. Karakteristik dari skala ekonomi ini adalah penerapan yang
hanya diberikan pada pelaku di dalam jaringan. Eksternalitas muncul ketika biaya

1927) .42). Semuanya merepresentasikan keuntungan ekonomi yang paling penting dari tingkah laku jaringan. komplementari memungkinkan munculnya sinergi vertikal dengan jaringan tipe web. Teori pengembangan jaringan klasik juga menyebutkan bahwa pengkhususan yang merupakan hasil dari proses perasionalan dari struktur jaringan.untuk bergabung di dalam jaringan lebih rendah daripada keuntungan untuk berko- operasi. mengesampingkan aktivitas tidak penting yang dapat menyia-nyiakan energi. Nilai dari ko-operasi sudah dijelaskan oleh Capineri dan Kamann. Ini berarti kemampuan perorangan dari tiap pelaku semakin meningkat. Sebagai kesimpulan. Ko-operasi memungkinkan munculnya sinergi horizontal dalam jaringan tipe klub. 2000. komplementari dan eksternalitas yang terhubung. Saling melengkapi adalah kunci dari mekanisme sinergi. karena pelaku akan fokus pada aktivitas utama. Sinergi vertikal adalah nilai tambah dari efek pengelompokan atau pengkhususan. Sementara eksternalitas muncul di keduanya. Hasil sinergi dari proses pengkhususan adalah terbaginya sumber daya dan aktivitas kepada pelaku yang tergabung berdasarkan kemampuan mereka. 1998. Ini adalah tentang eksploitasi skala ekonomi di dalam pelengkap hubungan dan efek sinergi dalam aktifitas ko-operatif. dihasilkan dari partisipasi di dalam jaringan (Capello. p. sekali ketika tercapainya kompleksitas. (Capineri dan Kamann. 1998). Pelaku memiliki pilihan antara strategi independen 'berdiri sendiri' dimana pelaku melakukan semua aktivitasnya sendiri dalam biaya tinggi yang memberikan hasil rendah dan strategi ko-operasi dimana dilakukan pembagian aktivitas dan/atau sumber daya ke pelaku lain yang meningkatkan jarak antar tipe depensi namun juga meningkatkan hasil (Capineri dan Kamann. sinergi didapatkan melalui mekanisme ko-operasi. p.