BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL

DEPUTI PENGEMBANGAN IKLIM PENANAMAN MODAL
DIREKTORAT PENGEMBANGAN POTENSI DAERAH

POTENSI DAN PELUANG INVESTASI
KABUPATEN ROKAN HULU

Wisma Intra Asia, Gedung Annex II
Jl .Prof. Dr. Soepomo, SH No. 58 Jakarta 12870 Telp. (62-21) 8290076, 8314907,Fax. (62-21) 8314907
C O N S U L T
POTENSI DAN PELUANG INVESTASI KABUPATEN ROKAN HULU

RINGKASAN EKSEKUTIF
Sebagai daerah penghasil sumber daya perkebunan sawit yang cukup besar, Kabupaten
Rokal Hulu tidak hanya memiliki sumber pangan, tetapi juga sumber energi, dimana hasil
olahan sawit saat ini sudah banyak digunakan untuk sumber energi baru dan terbarukan
yaitu biodiesill. Selain biodiesel, hasil olahan sawit dan limbah sawit memiliki potensi
energi lain selain biofuel, yaitu sebagai sumber listrik. Pengolahan limbah sawit menjadi
sumber listrik selain memberikan nilai tambah secara ekonomi, juga dapat mengatasi
persoalan krisis listrik yang terjadi di Kabupaten Rokan Hulu.

Saat ini pemanfaatan limbah sawit menjadi sumber energi listrik sedang gencar dilakukan
oleh pemerintah, selain dikarenakan sumber daya yang tersedia, juga ramah lingkungan
karena menggunakan limbah yang selama ini menjadi sampah. Beberapa kabupaten
produsen sawit saat ini telah mengembangkan energi berbasis limbah sawit, termasuk
diantaranya sudah dilakukan di Kabupaten Rokan Hulu.

Untuk membangun pembangkit listrik dengan kapasitas 1 MW, diperlukan pabrik seluas 1
Ha dengan total investasi sebesar Rp 28.000.000.000, dengan umur pabrik adalah 25
tahun. Dalam 14 tahun, maka investasi ini akan memperoleh keuntungan, dengan
perhitungan Sehingga NPV yang diperoleh adalah sebesar Rp 2.134.215.000, dengan IRR 13 %.

1
POTENSI DAN PELUANG INVESTASI KABUPATEN ROKAN HULU

I. GAMBARAN UMUM DAERAH
Kabupaten Rokan Hulu terletak antara 100o– 101o52’ Bujur Timur dan 00– 1o30’ Lintang
Utara. Batas wilayah kabupaten Rokan Hulu adalah sebagai berikut :
 Sebelah Utara : Kabupaten Rokan Hilir dan Provinsi Sumatera Utara.
 Sebelah Selatan : Kecamatan XIII Koto Kampar dan Kecamatan Bangkinang Barat
Kabupaten Kampar dan Provinsi Sumatera Barat
 Sebelah Barat : Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Sumatera Utara
 Sebelah Timur : Kecamatan Tapung dan Kecamatan Bangkinang Barat
Kabupaten Kampar, Kecamatan Minas (Kabupaten Siak),
Kecamatan Mandau (Kabupaten Bengkalis)
Luas wilayah Kabupaten Rokan Hulu adalah 7.462,18 km2atau 746.218 ha yang terdiri dari 16
Kecamatan dan terbagi ke dalam 147 Desa dan 6 Kelurahan.

Gambar 1. Peta Administrasi Wilayah Kabupaten Rokan Hulu

Kabupaten Rokan Hulu berada pada ketinggian 100 - 1.189 meter di atas
permukaan laut (mdpl). Daerah dengan ketinggian antara 100 sampai 500 mdpl meliputi
80 persen luas wilayah, daerah yang berada pada ketinggian 500 – 1000 mdpl meliputi
17,5% dan kawasan yang berada pada ketinggian lebih dari 1000 mdpl meliputi sekitar
2,5% dari luas keseluruhan Kabupaten Rokan Hulu.
Morfologi kabupaten Rokan Hulu dapat dibagi menjadi dataran, perbukitan, dan
pegunungan. Morfologi berupa dataran mendominasi wilayah Rokan Hulu dengan area

2
POTENSI DAN PELUANG INVESTASI KABUPATEN ROKAN HULU

mencakup 77,35%, perbukitan 22,64%, dan pegunungan hanya mencakup area 0,01%
dari luas wilayah Kabupaten Rokan Hulu.
Wilayah Kabupaten Rokan Hulu terdiri dari 85% daratan dan 15% daerah perairan
dan rawa. Berdasarkan pengaruh 5 (lima) faktor pembentuk tanah yaitu batuan induk,
topografi, umur, iklim, dan vegetasi, maka Kabupaten Rokan Hulu memiliki jenis tanah
gleisol atau hidromorf kelabu, latosol, dan podsolik.

II. KEPENDUDUKAN DAN TENAGA KERJA
Jumlah penduduk Kabupaten Rokan Hulu tahun 2013 tercatat 555.338 jiwa, yang
terdiri dari penduduk laki-laki 286.399 jiwa (51,57%) dan perempuan 268.989 jiwa
(48.43%). Rasio jenis kelamin atau perbandingan penduduk laki-laki dengan penduduk
perempuan adalah 1,07.
Jumlah tenaga kerja di Kabupaten Rokan Hulu yang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja
Kabupaten Rokan Hulu pada tahun 2011 adalah sebanyak 6.675 jiwa, yang terdiri dari
3.654 laki-laki (54,74%) dan 3.021 perempuan (45,26%). Berdasarkan usia pencari kerja
yang berusia 20-29 tahun sebanyak 3.088 orang (45,26%), usia 30-44 tahun sebanyak
2.513 orang (37,65%), dan usia 15-19 tahun sebanyak 1.074 orang (16,09%). Berdasarkan
tingkat pendidikan, jumlah pencari kerja dengan tingkat pendidikan SLTA paling banyak
yaitu 4.957 orang (74,26%), disusul tingkat pendidikan Strata 1 dan Strata 2 sebanyak 993
orang dan sarjana muda/Diploma 3 sebanyak 421 orang (6,34%). Sedangkan jumlah
penduduk yang berumur 15 tahun ke atas pada semua sektor usaha sebanyak 809.407
jiwa.

III. Perekonomian
Distribusi PDRB atas dasar harga konstan masih didominasi oleh sektor pertanian
dan sektor industri yang keduanya memberikan kontribusi masing-masing sebesar 54 %
dan 20 %. Dengan komposisi tersebut diketahui bahwa sektor pertanian dengan
subsektor perkebunan, tanaman pangan dan kehutanan merupakan sektor dominan
perekonomian Kabupaten Rokan Hulu. Sementara sektor lainnya merupakan sektor yang
tumbuh dan berkembang sebagai sektor pendukung pertanian. PDRB Kabupaten Rokan
Atas Harga Konstan 2000 Tanpa Migas Tahun 2012 sebesar Rp 2.962.853,83 juta.

3
POTENSI DAN PELUANG INVESTASI KABUPATEN ROKAN HULU

IV. SARANA DAN PRASARANA
a. Jalan Raya
Panjang jalan di Kabupaten Rokan Hulu berdasarkan data tahun 2012 adalah
2.140,369 Km yang terdiri dari permukaan jalan yang diaspal sepanjang 410,38 Km (19,17
%), jalan krikil sepanjang 1.499,955 Km (70,07 %), dan jalan tanah sepanjang 230,03 Km
(10,75 %). Sementara berdasarkan kondisi fisiknya, jalanan dengan kondisi Baik sepanjang
1270,159 Km (59,43 %), kondisi Rusak Ringan sepanjang 361,39 Km (16,88 %), Rusak
Sedang sepanjang 410,1 Km (19,16 %), dan Rusak Berat sepanjang 98,72 Km (4,61 %).

b. Jembatan
Pada tahun 2012 di Kabupaten Rokan Hulu, terdapat 269 jembatan yang
menghubungkan jalan-jalan di Kabupaten Rokan Hulu. Jumlah jembatan terbanyak adalah
di Kecamatan Rambah Samo yaitu sebanyak 33 jembatan. Dari keseluruhan jembatan
berdasarkan jenis permukaannya, jembatan Kayu sebanyak 132 buah (49 %), jembatan
Besi sebanyak 69 buah (26%), jembatan Beton sebanyak 61 buah (23%), dan jembatan
Semi Permanen sebanyak 7 buah (2 %).

c. Jaringan Telekomunikasi
Jaringan telekomunikasi di Kabupaten Rokan Hulu menggunakan sambungan kabel
yang dilayani oleh PT. Telkom Persero. Adapun jaringan internet menggunakan speedy
dengan jumlah 500 sambungan pada tahun 2012, dari kapasitas 1300 sambungan yang
tersedia.
Selain menggunakan jaringan kabel, komunikasi dilakukan pula dengan jaringan
nirkabel. Pada tahun 2012, terdapat total 156Tower Base Transciever Station (BTS) yang
dimiliki oleh 9perusahaan telekomunikasi. Telkomsel memiliki BTS terbanyak yaitu 59
buah BTS. Jangkauan telekomunikasi nirkabel telah mencapai 90 % wilayah.

d. Jaringan Listrik
Jaringan listrik di Kabupaten Rokan Hulu pada tahun 2012 sudah tersebar di seluruh
kecamatan meskipun belum merata. Dari luas wilayah Kabupaten Rokan Hulu secara
keseluruhan, baru 38% wilayah yang sudah dialiri listrik. Dari seluruh rumah tangga yang
ada di Kabupaten Rokan Hulu yang menjadi pelanggan listrik berjumlah 68.594 buah.
4
POTENSI DAN PELUANG INVESTASI KABUPATEN ROKAN HULU

Dari jumlah tersebut 46.667 rumah tangga (68,03 %) merupakan pelanggan PLN, 20.256
rumah tangga (29,53 %) merupakan pelanggan listrik dari perusahaan swasta, dan 1.671
rumah tangga (2,44 %) merupakan pelanggan listrik dari perusahaan daerah milik Pemda.
Di seluruh Kabupaten Rokan Hulu terdapat 6 pembangkit tenaga listrik milik PLN
dengan kapasitas terpasang dari PLN Ranting Pasir Pengaraian sebanyak 34.500 KwH dan
produksi listrik pada tahun 2012 sebanyak 110.459.752 KwH, naik sebesar 37,56 % dari
80.296.549 KwH pada tahun 2011. Jumlah pelanggan PLN terbanyak terdapat di
Kecamatan Rambah sebanyak 7.474 rumah tangga dan Kecamatan Ujung Batu sebanyak
7.010 rumah tangga.

e. Sarana Air Bersih
Sumber air bersih di Kabupaten Rokan Hulu dikelola oleh PDAM Kabupaten Rokan
Hulu melalui 4 (empat) buah Unit Pelayanan Teknis (UPT), yaitu Ujung Batu, Pasir
Pengairan, Dalu-dalu dan Tandun. Pada tahun 2012, produksi air bersih adalah sebesar
2.210 m3 dengan jumlah pelanggan sebanyak 2.213 rumah tangga. Sumber air baku
PDAM Kabupaten Rokan Hulu, Sumber air PDAM berasal dari Sungai Rokan Kiri, Sungai
Batang Sosa, Sungai Batang Lubuh dan Sungai Tapung.

f. Prasarana Drainase
Saluran drainase di Kabupaten Rokan Hulu secara umum diletakkan di sebelah
kanan dan kiri jalan raya. Menurut fungsinya, saluran drainase terbagi menjadi dua, yaitu
Saluran Drainase Pengumpul Minor dan Saluran Drainase Utama. Saluran drainase yang
terdapat di Kabupaten Rokan Hulu masih terbatas di jalan utama Kabupaten Rokan Hulu
dengan kondisi yang cukup terawat di beberapa lokasi dan berfungsi sebagaimana
mestinya. Namun demikian tidak seluruh jalan utama ini memiliki drainase. Saluran
drainase ini merupakan saluran drainase pengumpul dan bermura ke lembah-lembah
sungai terdekat (saluran drainase utama).

g. Sarana Perbankan
Sebagai salah satu pendukung pembangunan, lembaga keuangan merupakan
infrastruktur yang diperlukan dalam pembangunan ekonomi suatu daerah. DI Kabupaten
Rokan Hulu, lembaga keuangan yang beroperasi terdiri dari beberapa jenis, diantaranya
5
POTENSI DAN PELUANG INVESTASI KABUPATEN ROKAN HULU

adalah Bank Umum, Bank Syariah dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Bank Umum yang
terdapat di Kabupaten Rokan Hulu terdiri dari Bank Umum Milik Negara, Bank
Pemerintah Daerah, Bank Syariah serta Bank Swasta.Selain itu terdapat terdapat BPR
milik Pemerintah Daerah dan BPR Swasta. Adapun Bank Umum milik Pemerintah yang
beroperasi adalah Bank BRI, BNI, Bank Mandiri dan Bank Riau, serta satu Bank Syariah
yaitu Bank Syariah Mandiri. Sedangkan Bank Umum milik Swasta yang beroperasi di
Kabupaten Rokan Hulu adalah Bank Danamon, Bank Mega dan Bank Agro. Sedangkan
Bank Perkreditan Rakyat yang beropeasi terdiri dari BPR Ujung Batu dan BPR Sari Madu.

h. Sarana Kesehatan
Di kabupaten Rokan Hulu, pada tahun 2012 terdapat 5 (lima) buah Rumah Sakit
yang terdiri dari 1 (satu) buah Rumah Sakit Umum Daerah dan 4 (empat) buah Rumah
Sakit Swasta.Selain rumah sakit, terdapat pula 21 buah Puskesmas, 100 buah Puskesmas
Pembantu dan 24 buah Puskesmas Keliling dan 558 buah Pos Pelayanan Terpadu
(Posyandu).

V. POLA RUANG WILAYAH KABUPATEN ROKAN HULU
Rencana Pola Ruang Kawasan Lindung
Kawasan lindung di Kabupaten Rokan Hulu dibedakan menjadi dua jenis
berdasarkan skala fungsinya, yaitu kawasan lindung dengan fungsi regional dan fungsi
lokal.Untuk kawasan lindung dengan fungsi regional adalah kawasan hutan lindung dan
kawasan resapan air, kawasan cagar alam dan pelestarian alam serta kawasan rawan
bencana alam (gerakan tanah, banjir dan longsor).
Luas kawasan lindung dalam wilayah Kabupaten Rokan Hulua dalah 127.377,65 Ha
atau sebesar 17% dari luas total wilayah Kabupaten Rokan Hulu. Kawasan ini terdiri dari
Kawasan Hutan Lindung seluas 75.409,44 Ha, Kawasan Perlindungan Setempat seluas
34.403,09 Ha, Kawasan Suaka Alam, Pelestarian Alam dan Cagar Budaya seluas 2.047,28
Ha, Kawasan Rawan Bencana Alam seluas 9.790,50 Ha, Kawasan Lindung Geologi seluas
1.913,34 Ha dan Kawasan Lindung Lainnya seluas 3.814 Ha.

6
POTENSI DAN PELUANG INVESTASI KABUPATEN ROKAN HULU

Rencana Pola Ruang Kawasan Budidaya
a. Kawasan Peruntukan Hutan
Rencana Kawasan Hutan Produksi Terbatas meliputi kawasan hutan seluas
132.689,85 Ha, yang mencakup seluruh kecamatan, kecuali Kecamatan Tandun dan
Kecamatan Ujung Batu. Kawasan Peruntukan Hutan Rakyat di Kabupaten Rokan Hulu
meliputi areal hutan seluas 23.077,68 Ha, yang berlokasi di seluruh kecamatan di
Kabupaten Rokan Hulu dengan luas kawasan yang berbeda.
b. Kawasan Peruntukkan Perkebunan
Rencana pengembangan kawasan perkebunan diarahkan pada seluruh wilayah
kecamatan di Kabupaten Rokan Hulu dengan luas mencapai 316.343,08 Ha.
c. Rencana Kawasan Pertanian
Rencana Pengembangan Kawasan Pertanian Pangan Lahan Basah pada seluruh wilayah
kecamatan di Kabupaten Rokan Hulu mencakup seluruh wilayah kecamatan dengan luas
rencana mencapai 23.842,39 Ha. Selain itu ke depannya juga dicadangkan lahan untuk
pertanian pangan untuk menjaga keberlanjutan pangan di Kabupaten Rokan Hulu. Kawasan
cadangan untuk lahan pertanian pangan berkelanjutan dengan luas kurang lebih 6.500 Ha,
berada di kecamatan Tambusai dengan luas kurang lebih 3.000 Ha, dan Kecamatan Bonai
Darussalam kurang lebih 3.500 Ha.
d. Kawasan Peruntukkan Perikanan
Rencana Pengembangan Peruntukan Perikanan di Kabupaten Rokan Hulu diarahkan
pada Perikanan Tangkap dan Budidaya. Budidaya Ikan Air Tawar terdiri dari budidaya
peirkanan sungai, danau, telaga, kolam, dan sawah serta pembibitan ikan.
e. Rencana Pengembangan Kawasan Peruntukan Peternakan
Kawasan peruntukkan peternakan berada di wilayah Kabupaten Rokan Hulu memiliki
luas kurang lebih 1.899 Ha tersebar di Kecamatan Tambusai dan Tambusai Utara dengan
komoditas peternakan unggulan sapi, kerbau, kambing, ayam dan itik.
f. Kawasan peruntukkan pertambangan
Kawasan Peruntukan Pertambangan di Kabupaten Rokan Hulu memiliki luas kurang
lebih 411.633 Ha, meliputi Pertambangan Mineral dan Batubara diperuntukkan di
Kecamatan Rokan IV Koto, Kecamatan Rambah Samo, Kecamatan Ujung Batu, Kecamatan
Bangun Purba, Kecamatan Kunto Darussalam, Kecamatan Rambah Hilir, Kecamatan

7
POTENSI DAN PELUANG INVESTASI KABUPATEN ROKAN HULU

Tambusai Utara, Kecamatan Kabun, dan Kecamatan Rambah. Kemudian untuk
Pertambangan Migas tersebar di seluruh kecamatan.
g. Kawasan Peruntukkan Industri
Pengembangan Kawasan Peruntukan Industri di Kabupaten Rokan Hulu diarahkan
untuk Industri pengelolaan potensi sumber daya alam untuk peningkatan nilai tambah
dan produktivitas wilayah secara berkelanjutan. Pengembangan Kawasan Industri di
Kabupaten Rokan Hulu diharapkan mampu menjadi stimulus percepatan perkembangan
ekonomi daerah kabupaten dan kesejahteraan masyarakat sekitar dan wilayah lebih luas
dengan tetap memperhatikan upaya mencegah pencemaran fungsi lingkungan hidup.
Pengembangan kawasan industri di Kabupaten Rokan Hulu terdiri dari kawasan
industri besar, menengah, dan kecil atau mikro. Industri besar diarahkan berada di
Kecamatan Tambusai, Kecamatan Kunto Darussalam, Kecamatan Pagaran Tapah
Darussalam, Kecamatan Kabun, dan Kecamatan Tandun. Industri menengah diarahkan di
Kecamatan Tambusai, Kecamatan Tambusai Utara, Kecamatan Kepenuhan, Kecamatan
Kunto Darussalam dan Kecamatan Ujung Batu. Sedangkan untuk industri kecil dan mikro
diarahkan tersebar di seluruh kecamatan.
h. Kawasan Peruntukkan Pariwisata
Kabupaten Rokan Hulu sangat beruntung memiliki pesona alam yang tidak dimiliki
daerah lain seperti Pesona Danau Diatas dan Danau Dibawah, Danau Singkarak dan
hamparan hijau Kebun Teh di kawasan Kecamatan Gunung Talang serta banyak lainnya.
Keunggulan komparatif di bidang pariwisata ini harus mampu dikelola dengan sebaik-
baiknya untuk mendatangkan sebanyak mungkin wisatawan datang ke Kabupaten Rokan
Hulu.
Kawasan Peruntukan Pariwisata di Kabupaten Rokan Hulu dapat diklasifikasikan menjadi
3 (tiga) jenis, yaitu:
1) Kawasan Pariwisata Alam
2) Kawasan Pariwisata Buatan
3) Kawasan Pariwisata Budaya

8
POTENSI DAN PELUANG INVESTASI KABUPATEN ROKAN HULU

VI. POTENSI INVESTASI
a. Potensi Investasi Sektor Perkebunan
Potensi investasi Sektor Perkebunan diarahkan pada dua macam komoditi utama,
yaitu Kelapa Sawit dan Karet. Kelapa Sawit merupakan komoditas ekspor andalan yang
dijadikan bahan baku minyak goreng. Saat ini tengah diteliti untuk dijadikan bahan bakar
kendaraan bermotor pengganti minyak bumi yang kini kian menipis. Komoditi Kelapa
Sawit menjadi andalan bagi masuknya investasi ke Kabupaten Rokan Hulu. Sementara itu
karet merupakan komoditas ekspor yang cukup penting bagi Kabupaten Rokan Hulu. Saat
ini sebagian besar masih dibudidayakan secara tradisional oleh penduduk berupa Karet
Alam. Masih sangat terbuka peluang investasi untuk pembukaan Pabrik Pengolahan Karet
Modern untuk memberikan nilai tambah produk. Investasi di bidang komoditi Karet
melalui pola PIR dan PLASMA memiliki prospek yang cerah.

b. Potensi Investasi Sektor Perkebunan Kelapa Sawit
Berpedoman kepada ketersediaan potensi sumberdaya alam, arah kebijakan
daerah, daya dukung berinvestasi, dan kecenderungan pasar komoditi perkebunan, maka
ketersediaan peluang investasi pembangunan dan pengembangan Pabrik Kelapa Sawit
(PKS) di Kabupaten Rokan Hulu dinilai sebagai investasi yang memiliki peluang besar.
Kabupaten Rokan Hulu merupakan salah satu sentra industri pengolahan kelapa
sawit di Provinsi Riau. Kebijakan Pemerintah yang akan mengembangkan bahan bakar
nabati (BBN) sebagai altenatif bahan bakar minyak (BBM) memberikan peluang besar
bagi industri kelapa sawit untuk lebih berkembang. Sementara itu dalam 10 tahun
terakhir, konsumsi minyak sawit di pasar dunia tumbuh rata-rata 8 - 9% per tahun. Ke
depannya, laju pertumbuhan ini diperkirakan akan terus meningkat sejalan dengan tren
penggunaan bahan bakar alternatif berbasis minyak nabati (BBN) seperti biodiesel.
Pada tahun 2012 tercatat lahan kelapa sawit di Kabupaten Rokan Hulu seluas
208.475 ha dengan produksi 525.079,93 ton CPO per tahun. Tentunya produksi ini
cenderung meningkat sejalan dengan meningkatnya luas lahan. Pada saat ini sudah
terdapat 31 Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) yang tersebar di 16 kecamatan, dan
masih terbuka peluang invetasi bagi pembukkan 4 Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit yang
baru. Selain itu potensi peluang investasi industri hilir (refinery) masih sangat terbuka
mengingat ketersediaan bahan baku dan dukungan iklim investasi yang berjalan kondusif.
9
POTENSI DAN PELUANG INVESTASI KABUPATEN ROKAN HULU

Pembangunan industri CPO/kelapa sawit di Kabupaten Rokan Hulu dengan lokasi
pengembangannya dalam draft RTRW di Kecamatan Tambusai ditunjang dengan
ketersediaan sarana dan prasarana, seperti transportasi darat yang menghubungkan
Kabupaten Rokan Hulu dengan Kota Pekanbaru dan kabupaten-kabupaten sekitarnya
seperti Kabupaten Kampar, Kabupaten Siak dan Rokan Hilir maupun dengan kota-kota di
Provinsiinsi Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

c. Potensi Investasi Industri Pengolahan Karet
Salah satu keunggulan perekonomian Kabupaten Rokan Hulu adalah dalam sektor
perkebunan, yang dikenal sebagai supplier komoditas perkebunan kelapa sawit dan karet.
Kabupaten Rokan Hulu membuka peluang bagi masyarakat luas untuk berinvestasi di
sektor perkebunan, sehingga dapat ikut menikmati pertumbuhan ekonomi yang
dihasilkannya.
Di Kabupaten Rokan Hulu perkebunan karet merupakan perkebunan terluas kedua
setelah perkebunan kelapa sawit yaitu seluas 55.426 Ha. Sebagian besar dari perkebunan
tersebut merupakan perkebunan produktif yaitu seluas 48.398 ha. Dengan perkebunan
karet seluas itu menjadikan Kabupaten Rokan Hulu sebagai salah satu sentra produksi
karet di Provinsiinsi Riau.
Karet di Kabupaten Rokan Hulu pada umumnya masih merupakan komoditi rakyat,
pengolahan masih berbentuk sleb (lapisan) tipis, dan lumb (getah karet) segar dan belum
ada industri hilir tanaman karet. Pada tahun 2012 yang lalu produksi bahan olah karet
rakyat (bokar) di Kabupaten Rokan Hulu mencapai 15.968 ton. Pemerintah Kabupaten
Rokan Hulu menargetkan untuk menjadikan Kabupaten Rokan Hulu sebagai sentra
produksi karet terbesar pada tahun 2020. Karena itu Pemerintah Kabupaten Rokan
Hulu menyatakan investasi untuk pabrik pengolahan komoditas karet masih terbuka luas,
karena luas areal perkebunan karet masih dapat terus dikembangkan.

d. Potensi Investasi Sektor Pariwisata
Dengan ditetapkannya Kabupaten Rokan Hulu yang dikenal dengan julukan Negeri
Seribu Suluk sebagai Tujuan Wisata Prioritas Provinsiinsi Riau maka pengembangan
industri pariwisata menjadi tumpuan sumber PAD Kabupaten Rokan Hulu dan Provinsiinsi
Riau. Kabupaten Rokan Hulu sebagai jantungnya Pulau Sumatera memiliki beberapa
10
POTENSI DAN PELUANG INVESTASI KABUPATEN ROKAN HULU

keunggulan di bidang pariwisata, diantaranya memiliki kekayaan sumberdaya alam
dengan 30% wilayahnya merupakan hutan hujan tropis yang dilindungi dengan topografi
yang beragam seperti Bukit Barisan yang memiliki perbukitan dan pegunungan di
ketinggian 1.125 m diatas permukaan laut dengan sumber air panas dan air terjun yang
sangat indah.
Selain itu Kabupaten Rokan Hulu memiliki situs wisata tertua di Sumatera yaitu
Benteng Tujuh Lapih dan Istana Kerajaan Rokan, menjadikan Kabupaten Rokan Hulu
sebagai kabupaten yang kaya akan tradisi karena memiliki 5 luhak dan 2 kewalian negeri.
Dari sisi sejarah, Rohul merupakan tempat kelahiran pahlawan nasional seperti Tuanku
Tambusai dan Sultan Zainal Abidin Syah. Kabupaten Rokan Hulu juga dikenal karena
adanya tokoh-tokoh sufi seperti Syekh Abdulwahab Rokan, Syekh Ismail, dan Syekh
Ibrahim.
Lokasi peluang investasi dalam bidang pariwisata terdapat hampir di sebagian besar
kecamatan, terutama di Kecamatan Rambah, Kecamatan Rambah Samo, Kecamatan
Tambusai, Kecamatan Pagaran Tapah dan Kecamatan Rokan IV Koto. Adapun untuk jenis
wisata yang tersedia di Kabupaten Rokan Hulu meliputi 7 jenis Wisata, yaitu Wisata Alam,
Wisata Kota, Wisata Religi, Wisata Budaya, Wisata Sejarah, Wisata Petualangan dan
Wisata Minat Khusus.
Sektor Industri Pariwisata memiliki potensi yang sangat besar untuk menarik minat
kunjungan wisatawan Domestik maupun Mancanegara dengan fasilitas akomodasi
berupa hotel, wisma dan penginapan yang tersebar di seluruh Kabupaten Rokan Hulu.

e. Potensi Investasi Sektor Pertambangan
Kabupaten Rokan Hulu merupakan salah satu kabupaten di Provinsi. Riau yang
mempunyai kekayaan SDA berupa minyak serta bahan galian tambang lainnya seperti
batu bara, sirtu, batu gamping, pasir kuarsa dan lempung. Batu bara terbentuk dari sisa
tumbuhan mati dengan komposisi utama selulose dengan proses yang sangat kompleks
dan memerlukan waktu yang lama, puluhan bahkan sampai ratusan juta tahun dibawah
pengaruh fisik, kimia ataupun keadaan geologi akan mengubah selulose menjadi lignit
subitumine dan bitumine serta antrasit. Adanya endapan batu bara di Kabupaten Rokan
Hulu terindikasi di daerah Teratak, Tibawan, Kecamatan Rokan IV Koto. Daerah Teratak

11
POTENSI DAN PELUANG INVESTASI KABUPATEN ROKAN HULU

sebanyak 2 singkapan. untuk mencapai daerah teratak dapat ditempuh dengan
kendaraan roda empat dan kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki.
Adanya endapan batu bara di Kabupaten Rokan Hulu yang terindikasi di Kecamatan
Rokan IV Koto yang telah di temukan sebanyak 9 singkapan, diantaranya daerah teratak 2
singkapan dan daerah Tibawan sebanyak 7 singkapan. Endapan batu bara pada daerah
Tibawan mempunyai ketebalan 0,2 m hingga 2 m, bahkan pada bagian bawah ketebalan
antara 4 m hingga 7 m. Tempat lain yang bisa ditemukan batubara yaitu di Kecamatan
Tandun sebanyak 3 singkapan dan batubara yang telah ditemukan sangat potensial untuk
di eksplorasi.
Selain batu bara, potensi pertambangan lainnya adalah sirtu. Penyebaran sirtu
terdapat di sungai Rokan desa Rokan, Sungai Semau dan sekitarnya. Dari hasil pemetaan
dan test speed di daerah di peroleh penyebaran bahan galian ini luasnya 150 Ha.
Ketebalan rata-rata 15 m sehingga cadangannya 2.000.250 m3 dengan ketebalan tanah 0-
1 m.Ketebalan di Sungai Semao 1,5 m, luas sebaran 207,5 Ha. Sehingga diperoleh
cadangan 3.112.500 m3 dengan ketebalan tanah penutup 0-1,5 m. Untuk penambangan
di Kecamatan Ujung Batu telah dilakukan dengan alat berat berupa quarry dan beberapa
di antaranya terdapat di Kecamatan Rokan.Berdasarkan klasifikasi kekuatan batuan atau
ISRM, sirtu di daerah telitian termasuk dalam range R3-R4 atau Medium Strong Rock.
Daerah Kabupaten Rokan Hulu terdapat banyak sekali sungai sehingga pasir sungai
merupakan salah satu sumber pertambangan yang tidak kalah dengan sumber daya lain
untuk di eksplorasi. Pasir sungai di daerah ini sangat bagus untuk campuran semen.
Eksploitasi yang dilakukan masyarakat masih banyak membutuhkan investor untuk
mengeksplorasinya.
Secara lengkap, bahan tambang non migas yang terdapat di wilayah Kabupaten
Rokan Hulu adalah sebagai berikut :
1. Granit, terdapat di daerah-daerah Desa Kotoranah, Kecamatan Kabun (sumber daya
hipotetik 15 juta ton), Desa Tanjungmedan, Kecamatan Rokan IV Koto (12.5 juta ton),
Desa Kaiti, Kecamatan Rambah (18 juta ton), Desa Giti, Kecamatan Kabun (310 juta
ton).
2. Felspar, terdapat di daerah Desa Tanjungmedan, Kecamatan Rokan IV Koto (1,25 juta
ton).
3. Kuarsit, terdapat di daerah Desa Aliantan, Kecamatan Kabun (5 juta ton).
12
POTENSI DAN PELUANG INVESTASI KABUPATEN ROKAN HULU

4. Bentonit, terdapat di daerah Desa Kotoranah, Kecamatan Kabun (25 ribu ton).
5. Batugamping, terdapat di daerah Desa Cipang Kiri Hulu, Kecamatan Rokan IV Koto
(74 juta ton).
6. Marmer, terdapat di daerah Desa Kaiti, Kecamatan Rambah (1 juta ton).
7. Kaolin, terdapat di daerah Kotoranah, Kecamatan Kabun (6 juta ton).
8. Andesit, terdapat di daerah Desa Kotoranah, Kecamatan Kabun (88 juta ton).
9. Pasir Kuarsa, terdapat di daerah-daerah Desa Pawan, Kecamatan Rambah (1,25 juta
ton), Desa Sungai Harapan, Kecamatan Tambusai Utara (200 ribu ton), Desa Lubuk
Bendahara, Kecamatan Rokan IV Koto (22,5 juta ton), Desa Kabun, Kecamatan Kabun
(42,5 juta ton).
10. Sirtu, terdapat di daerah-daerah Desa Rantau Kasai, Kecamatan Tambusai Utara (2,5
juta ton), Desa Bangun Purba Timur Jaya, Kecamatan Bangun Purba (25 juta ton),
Desa Sungai Napal, Kecamatan Tambusai (5.juta ton), Desa Menaming, Kecamatan
Rambah (15.juta ton), Desa Ujungbatu, Kecamatan Ujungbatu (5 juta ton), Desa
Rokan, Kecamatan Rokan IV Koto (6 juta ton), Desa Batulangkah, Kecamatan Tandun
(5.5 juta ton).
11. Lempung, terdapat di daerah-daerah Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tambusai Utara
(2.5 juta ton), Desa Tali Kumain, Kecamatan Tambusai (125 ribu ton), Desa Daludalu,
Kecamatan Tambusai (124 ribu ton), Desa Kepenuhan Hulu, Kecamatan Kepenuhan
(3.75 juta ton), Desa Rokan Timur, Kecamatan Rokan IV Koto (250 ribu ton), Desa
Tibawan, Kecamatan Rokan IV. Koto (25 juta ton).
12. Ballclay, terdapat di daerah Desa Kepenuhan Barat, Kecamatan Kepenuhan (125 ribu
ton).
Sumber Daya Alam berupa minyak bumi juga terdapat di wilayah Rokan Hulu.
Untuk minyak bumi ini di antaranya telah dilakukan eksplorasi. Seluruh bahan galian
tersebut mempunyai prospek yang bagus untuk dijadikan sebagai dasar pengembangan
investasi. Tumbuh dan berkembangnya investasi di Kabupaten Rokan Hulu khususnya di
sektor pertambangan dan energi akan dapat dijadikan sebagai modal dasar untuk
menggerakkan roda pembangunan Rokan Hulu.

13
POTENSI DAN PELUANG INVESTASI KABUPATEN ROKAN HULU

Potensi
Pembangkit Listrik
Berbasis Kelapa
sawit

Gambar 3. Lokasi Pengembangan Peluang Investasi di Kabupaten Rokan Hulu

VII. PELUANG INVESTASI
Deskripsi Peluang Investasi
Kabupaten Rokan Hulu merupakan salah satu sentra industri pengolahan kelapa
sawit di Provinsi Riau. Kebijakan Pemerintah yang akan mengembangkan bahan bakar
nabati (BBN) sebagai altenatif bahan bakar minyak (BBM) memberikan peluang besar
bagi industri kelapa sawit untuk lebih berkembang. Pada tahun 2012 tercatat lahan
kelapa sawit di Kabupaten Rokan Hulu seluas 208.475 ha dengan produksi 525.079,93 ton
CPO per tahun. Tentunya produksi ini cenderung meningkat sejalan dengan
meningkatnya luas lahan. Pada saat ini sudah terdapat 31 Pabrik Pengolahan Kelapa
Sawit (PKS) yang tersebar di 16 kecamatan, dan masih terbuka peluang invetasi bagi
pembukaan 4 Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit yang baru.

14
POTENSI DAN PELUANG INVESTASI KABUPATEN ROKAN HULU

Gambar 4. Industri Kelapa Sawit

Lokasi Investasi Pembangkit Listrik Berbasis Limbah Sawit
Bahan baku Minyak kelapa sawit atau CPO di Kabupaten Rokan Hulu tersedia
hampir disetiap kecamatan. Daerah yang memiliki produksi kelapa sawit cukup besar
terdapat di Kecamatan Tambusai Utara, Kecamatan Tambusai dan Kecamatan Kunto
Darussalam. Di sisi lain, terjadi keterbatasan energi listrik di Kabupaten Rokan Hulu.
Keterbatasan energi listrik ini di Kabupaten Rokan Hulu. Berdasarkan data dari PLN Rokan
Hulu, baru 38 % rumah tangga yang sudah memperoleh penerangan listrik.
Kondisi ini menjadi peluang bagi pengembangan energi listrik, dimana limbah sawit
enjadi sampah yang perlu dibuang, akan tetapi di sisi lain, dapat menjadi sumber
pendapatan dengan mengubahnya menjadi listrik.
Pembangunan pembangkit listrik berbasis kelapa sawit di Kabupaten Rokan Hulu
dengan lokasi pengembangannya dalam draft RTRW di Kecamatan Tambusai ditunjang
dengan ketersediaan sarana dan prasarana, seperti transportasi darat yang
menghubungkan Kabupaten Rokan Hulu dengan Kota Pekanbaru dan kabupaten-
kabupaten sekitarnya seperti Kabupaten Kampar, Kabupaten Siak dan Rokan Hilir
maupun dengan kota-kota di Provinsiinsi Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

Aspek Pasar Listrik berbasis Limbah Sawit
Kebutuhan listrik di Kabupaten Rokan Hulu saat ini masih belum terpenuhi. Dari
luas wilayah Kabupaten Rokan Hulu secara keseluruhan, baru 38% wilayah yang sudah
dialiri listrik. Dari total 129.394 rumah tangga, baru 68.594 rumah tangga yang sudah
dialiri listrik. Sehingga, masih terdapat 54.800 rumah tangga atau sekitar 47 % rumah
tangga yang belum mendapat aliran listrik.

15
POTENSI DAN PELUANG INVESTASI KABUPATEN ROKAN HULU

Usaha Terkait
Dalam menunjang berdirinya pembangkit listrik berbahan sawit, diperlukan
dukungan dalam beberapa hal, daintaranya : sumber bahan baku yaitu limbah sawit,
sarana transportasi, komunikasi, tenaga kerja serta infrastruktur lainnya.

Analisis Finansial
a. Analisa Investasi
Setiap 1 ton pengolahan kelapa sawit akan menghasilkan 60 kg limbah cangkang
kelapa sawit dengan kandungan kalori sebesar 3500-4100 kkal/kg. Limbah kelapa sawit
berupa serabut kelapa juga bisa diolah menjadi sumber energi karena setiap 120 kg
serabut kelapa sawit memiliki kalori sebesar 2637-3998 kkal/kg. Meski begitu, potensi
limbah kelapa sawit baik secara kuantitas maupun kualitas seperti tersebut di atas belum
dimaksimalkan untuk diolah sebagai bahan bakar alternatif.
Biaya yang dibutuhkan untuk membangun pembangkit listrik dengan kapasitas 1 MW
adalah sebesar Rp 28.000.000.000,- pada lahan seluas 1 ha.
b. Analisa Pendapatan
Sumber pendapatan yang dapat diperoleh dari pembangkit listrik berbahan baku
limbah sawit adalah dengan melakukan penjualan ke PLN. Saat ini, harga beli listrik oleh
PLN di wilayah Sumatera adalah sebesar Rp 975 per KWH. Sehingga jika dalam satu jam
pengolahan limbah sawit sebanyak 35 ton, akan menghasilkan energi listrik sebesar 1
MW, maka dalam satu tahun akan diperoleh listrik sebesar : 1 MW x 0,75 x 8640 jam =
6.480.000 KWH /tahun. Sehingga pendapatan dalam 1 tahun adalah sebesar Rp 975 x
6.480.000 Kwh = Rp 6.318.000.000.
c. Analisa Pengeluaran
Dalam proses produksi energi berbasis limbah sawit, bahan baku yang digunakan
adalah serat dan cangkang kelapa sawit yang merupakan hasil limbah produksi pabrik
kelapa sawit kira-kira sebanyak 35 ton/hari. Karena bahan bakar yang digunakan pada
pembangkit ini adalah limbah dari produksi minyak kelapa sawit, maka biaya bahan bakar
pembangkit ini bukan untuk membeli serat dan cangkang, tetapi untuk biaya transportasi
dari perkebuanan kelapa sawit sampai ke tempat pembangkit. Jika diasumsikan bahwa

16
POTENSI DAN PELUANG INVESTASI KABUPATEN ROKAN HULU

jarak tempuh antara pabrik dan perkebunan 8 km, maka biaya transportasi dari
perkebunan sampai ke tempat pembangkit adalah sebagai berikut :
konsumsi bahan bakar = 35 ton/jam x 8640 jam = 302400 ton/MW-tahun
Biaya transport per kg = Rp 1,07 = US$ 0, 3 cent/kwh
Selain biaya angkut, biaya lain yang diperlukan adalah biaya operasi dan perawatan.
Berdasarkan kajian dari ITB, biaya operasional dan perawatan untuk 1 MW adalah 0,95
cent/Kwh.
Sehingga biaya yang diperlukan adalah : biaya pembangunan +biaya perawatan dan
operasional + biaya transport = 3 + 0,95 + 0,3 = 4,25 cent/kwh x Rp 12.000
= Rp 510/Kwh
Biaya 1 tahun = Rp 510 x 6.480.000 = Rp 3.304.800.000 /tahun

d. Analisis Kelayakan Finansial
Pembangkit listrik berbasis sawit dapat beroperasi selama 25 tahun. Sehingga
keuntungan yang diperoleh dalam satu tahun adalah : Rp 6.318.000.000 – Rp
3.304.800.000 = Rp 3.013.200.000
Dengan investasi sebesar Rp 28.000.000.000, bisnis ini akan mulai memperoleh
keuntungan pada tahun ke-14. Sehingga NPV yang diperoleh adalah sebesar
Rp 2.134.215.000.

Perizinan
Pengembangan Usaha pabrik pengolahan di Kabupaten Rokan Hulu memerlukan
Izin Usaha pendirian pabrik. Dasar hukum perizinan ini adalah Peraturan Daerah tentang
pelayanan perizinan dan non perizinan terpadu di Kabupaten Rokan Hulu.

PERMOHONAN PERIJINAN DI KABUPATEN :
Model I PMDN , dilengkapi :
 Akta perusahaan / KTP bagi perorangan
 Salinan NPWP
 Proses dan flowchart uraian produksi/kegiatan usaha
 Surat kuasa apabila bukan ditandatangani direksi

17
POTENSI DAN PELUANG INVESTASI KABUPATEN ROKAN HULU

Model I PMA, dilengkapi:
 Peserta Indonesia :
o Akte Perusahaan
o Salinan KTP apabila perorangan
o Salinan NPWP
 Peserta Asing :
o Akte Perusahaan
o Salinan Paspor apabila perorangan
o Salinan NPWP untuk PT PMA
o Letter of Power Attorney
o Proses dan Flowchart uraian produksi/kegiatan usaha

PERIJINAN DI TINGKAT KABUPATEN ROKAN HULU
 Izin Lokasi oleh BAPPEDA Kabupaten Rokan Hulu
 Pengesahan site plan oleh BAPPEDA Kabupaten Rokan Hulu
 Izin Mendirikan Bangunan (IMB) oleh Dinas Bangunan dan Pemukiman Kabupaten
Rokan Hulu
 Izin Undang-Undang Gangguan (IUUG/HO) oleh Bagian Ekonomi SETDA Kabupaten Rokan
Hulu
 Hak Guna Bangunan (HGB) yang luasnya sampai dengan 5 Ha (lima hektar) oleh BPN
Kab.Rokan Hulu
 UPL/UKL/AMDAL oleh Dinas Lingkungan Hidup KP Kabupaten Rokan Hulu

REALISASI DI TINGKAT KABUPATEN ROKAN HULU
 Salinan akta pendirian perusahaan dan pengesahannya
 Salinan IPPT
 Salinan IMB
 Salinan Ijin Gangguan (HO)
 Salinan Sertifikat Hak Atas Tanah
 LKPM
 RKL/RPL atau UKL/UPL atau SPPL
 BAP
 Salinan SP PMDN atau SP PMA dan perubahannya

18
POTENSI DAN PELUANG INVESTASI KABUPATEN ROKAN HULU

Informasi Lebih Lanjut :
Badan Pelayanan Terpadu dan Perijinan Kabupaten Rokan Hulu
Kompleks Perkantoran Pemda KM 4 Bukit Pasir Pengaraian
Kabupaten Rokah Hulu
Email : bptp2m@rokanhulukab.go.id

19