KUMPULAN PANTUN JENAKA 2017

Ikan gabus di rawa-rawa,
Ikan belut nyangkut di jaring,
Perutku sakit menahan tawa,
Gigi palsu loncat ke piring

Anak ayam turun ke bumi,
Induk ayam naik kelangit,
Anak ayam nyari kelangit,
Induk ayam nyungsep ke bumi

Limau purut di tepi rawa,,
Buah dilanting belum masak,
Sakit perut sebab tertawa,,
Melihat kucing duduk berbedak

Jalan-jalan ke rawa-rawa,
Jika capai duduk di pohon palm,
Geli hati menahan tawa,
Melihat katak memakai helm

Disana gunung, disini gunung,
Ditengah-tengah bunga melati,
Saya bingung kamu pun bingung,
Kenapa ada bunga melati ???!?
Naik kebukit membeli lada,

Lada sebiji dibelah tujuh,
Apanya sakit berbini janda,
Anak tiri boleh disuruh
Pohon kelapa, Pohon durian,,
Pohon Cemara, Pohon Palem,
Pohonnya tinggi-tinggi Bo!
Orang Sasak pergi ke Bali,
Membawa pelita semuanya,
Berbisik pekak dengan tuli,
Tertawa si buta melihatnya

Naik kebukit membeli lada,
Lada sebiji dibelah tujuh,
Apanya sakit berbini janda,
Anak tiri boleh disuruh

Ada juga buah anggur. Bodi bohai betis berkurap Elok berjalan kota tua. Buah bengkoang. Kiri kanan berbatang sepat. Ngerujak dooooooooonggggggg Senangis letak di timbangan. Perut kenyang ajaran dapat Buah Nanas. Elok berbini orang tua. Itu kentut. Berbisik pekak dengan tuli. Jangan lupa membeli kitab. Menangis katak di kubangan.dekat dihati. Pas tekdung malah kabur Jangan takut. Membawa pelita semuanya. Cewek sekarang tidak bisa diharap. Sakit hati memandang susu. Susu ada dalam kebaya Ada buah manggis. Buah kedondong. Jangan kawatir. Mentimun busuk dimakan kalong. Buah jambu. Awalnya romantis. Jauh di hati.Orang Sasak pergi ke Bali. Bukan petir Jalan-jalan ke Kota Arab. Ada apa diseberang itu. Tertawa si buta melihatnya Jauh di mata.dekat dimata. Bujang bungkuk gadis belong Sakit kaki ditikam jeruju. Jeruju ada didalam paya. Pemulut kumbang pagi-pagi. Jauh-dekat tujuh ratus perak Ada apa diseberang itu. Melihat belut terbang tinggi .

Mendengar kucing berbiola. Dengar tupai baca kitab Pohon manggis di tepi rawa. Buat gulai ikan tilan.. Beli pangkur dua-dua. Hairan tercengang kucing berdiri.Anak Hindu beli petola... Jarak sejengkal dua jari. Musang rabun. Anak Siam pulang berbaris. Melihat ayam bercangkang keris Buah jering dari Jawa. Ada Kambing Makan Rumput. Duduk mengeluh panglima helang. Naik sigai ke atas atap. Duduk termenung tikus tua Jalan-Jalan ke Kota Sumedang. Marilah kita pergi ke kota. Tempat datuk tidur beradu. .. Laris manis pedang cendol. Datuk tua tak ada gigi. Ingat dulu suka mengompol Anak cina menggali cacing. Aku tersenyum malu sekali. Anak-anak pada Senang .. Melihat tikus naik kereta Punggur berdaun di atas kota. Bila makan kunyah telan Jikalau lengang dalam negeri.. Alamat dagangan habis diborong Biduk buluh bermuat tulang. Penjual sendiri tak kenal dacing. Melihat banci Bergoyang Dangdut.. Mari diisi dalam tempurung. Melihat datuk bermain gundu Anak dara Datuk Tinggi. Bunga mawar tangkai berduri. Ikan kering lagi ketawa. Sedang menangis nenek tertawa.

Riuh kerbau tergelak-gelak. dan kerbau tegak berbaris Berderak-derak sangkutan dacing. Ikan di laut berdiam diri Tanam pinang di atas kubur. Melihat ayam memakai tanduk. Bukan saya berkata bohong. Tanam bayam jauh ke tepi. Bergerak-gerak kumis kucing. Patah taruknya ditimpa genta. Datang musang meminta damai Hilir lorong mudik lorong. Katak memikul paha kerbau Di kedai Yahya berjual surat. Bertongkat batang temberau.helang pun buta. Melihat beruk berkaca mata Orang menganyam sambil duduk. Kucing berenang tikus berdayung. Rangup gunung dikunyah kuman. Dipukul ribut berhari-hari. Melihat buaya menyandang bedil. Bagaikan putus diimpit lumpang. Ramai askarnya mati mengamuk. Sang buaya melompat ke darat. Melihat tikus bawa senapang Pokok pinang patanya condong. Walaupun musang sedang tidur. Melihat kambing terjun ke air . Lautan kering dihirup nyamuk Jual betik dengan kandil. Mengira ayam di dalam mimpi Anak bakau di rumpun salak. Kalau sudah bawa ke balai. Baru ayam suka hati Ketika perang di negeri Jerman. Di kedai kami berjual sisir. Kandil buatan orang Inggeris.