Jurnal AgroBiogen 4(1):35-40

ULASAN
Kajian Filogenetika Molekuler dan Peranannya dalam
Menyediakan Informasi Dasar untuk Meningkatkan Kualitas
Sumber Genetik Anggrek
Topik Hidayat1 dan Adi Pancoro2
1
Jurusan Pendidikan Biologi, Universitas Pendidikan Indonesia, Jalan Dr. Setiabudhi No. 229, Bandung 40154
2
Sekolah Ilmu Teknologi dan Hayati, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha No. 10, Bandung 40132

Tidak evolusi dari kedua tanaman organisme lainnya related. akan dihibridisasi. Para petani atau pelaku bertujuan untuk me- understand their Salah satu bidang pertanian hortikultura yang lain tidak mahami dan biodiversities. Makalah ini achieved if two or more mendeskripsi-kan prinsip- individ-ual plants understudy prinsip dasar filogenetika are closely related in respect molekuler dan aplikasi . informasi yang lebih cessful hybridization can be akurat. Seiring example for this. deriving from a diragukan lagi. Over the past digunakan dalam decade. kebutuhan dan selera pasar quality of Studies in Providing Basic (market pull). botanists have done sistematika untuk me- several thousand phylogenetic analyses based mahami keanekaragaman on molecular data of makhluk hidup melalui economically and rekonstruksi hubungan horticulturally important kekerabatan (phylogenetic crops. from molecular phylogenetic kan sangat sensitif terhadap ULU sistematika memiliki peran studies of many im-portant perubahan lingkungan dan AN utama menyediakan ornamental crops is often tidak berumur panjang perangkat pengetahuan less attention to many Khusus bagi negara meskipun memiliki sifat- growers and farmers. dua jenis anggrek keanekaragaman. PEN Early information resulted anggrek baru yang dihasil- DAH Dalam ilmu biologi. Topik MOLEKULER menemui kendala bahwa Hidayat and Adi Pancoro. This has been yang saat ini sedang menyadari bahwa hal ini revolutionized by DNA mendeskripsikan mengalami pertumbuhan mungkin karena adanya sequences data. data had played roles in horticulture and DNA saat ini telah hybridization. dalam A molecular mening-katkan kualitas makalah ini juga dibahas C phylogenetics. BB-Biogen revealing a basic knowledge Filogenetika on pattern of relationships to merupakan salah satu which genetic resources can metode yang paling sering be improved. Budidaya tanaman genetik dan/atau evolusi biochemical properties. anggrek yang baru beberapa hasil penelitian T orchid subtribe dihasilkan untuk memenuhi yang relevan. a group of organ. molecular phylogenetics plays important roles in Hak Cipta © 2008. terutama budi incompatibility) dan kekerabatan dengan con-sidered to be closely daya tanaman hias. sektor pertanian unggul (Frowine 2005). Suc. pelaku hortikultura FILOGENETIKA Resources of Orchid. to their genetics and kajiannya dalam usaha A evolution. Selain itu. most pre-ferable method in menge-nalinya dalam merupakan tulang Bahkan pada beberapa systematics to reconstruct rangka memahami evolutionary relationships of punggung yang menyokong kasus. In this keanekaragaman suatu dan perkembangan yang ketidakcocokan dalam hal method. untuk mengkarakterisasi berkembang seperti sifat vegetatif lain yang Phylogenetics is one of the organisme dan sekaligus Indone-sia. Orchids are the best relationship). digunakan dalam banyak many infrageneric and penelitian filogenetika intergeneric hybrids are untuk menghasilkan available commercially. oleh para pelaku meningkatkan kualitas BS hortikultura melalui kawin sumber daya genetik T silang antarjenis anggrek tanaman. tanaman anggrek tersebut. Secara groups of biological kehidupan bangsa dengan tidak bisa di-hibridisasi. There is no dengan kemajuan pesat doubt that most orchid plants biologi molekuler. organisme dan sangat pesat adalah genetik (genetic isms that shares many merekonstruksi hubungan identical characteristics are hortikultura. Molecular Phylogenetic Aeridinae. By dari tanaman-tanaman yang anggrek biasanya dilakukan these basic principles. At present. (hibridisasi) dalam upaya anggrek. fundamental. seringkali para SISTEMATIKA DAN Quality of Genetic resources. Namun Knowledge to Improve genetic demikian. sistematika organisms in order to segala aspek-aspeknya. Untuk itu (Gravendeel 2000) serta common ancestor and is anggrek merupakan salah perlu diupayakan informasi assumed to have similar satu primadona tanaman awal mengenai hubungan genetic patterns and hias. dalam hal ini R Key words: Hybridization.

36 JURNAL AGROBIOGEN VOL. 4 NO. 1 .

dengan demikian akan anggota-anggota di da-lam kelompok monofiletik ini ada banyak bukti tentang kebenaran suatu hubungan diasumsikan membawa sifat atau pola genetik dan biokimia filogenetika.teknik di dalam biologi molekuler. sebuah kelompok organis-me yaitu (1) DNA merupakan unit dasar informasi yang yang anggota-anggotanya memiliki banyak kesa-maan mengkode organisme. Kladistika sering filogenetika adalah bahwa terjadi perubahan basa nukleotida disebut atau ditulis di dalam literatur ilmiah sebagai menurut waktu. Di dalam filogenetika. Karakter sinapomorfik adalah selama evolusi dan mengubahnya ke dalam se-buah sistem karakter yang diturunkan dan terdapat pada kelompok klasifikasi yang mencerminkan evolusinya (Systematics monofiletik. sekuen DNA menyediakan banyak merupakan karakter primitive character states ka-rena perbedaan laju perubahan basa-basa nukleotida di dalam lokus yang berbeda adalah besar (Moritz dan . sehingga akan dapat diperkirakan kecepatan filogenetika dan merupakan metode yang umum digunakan di evolusi yang terjadi dan akan dapat direkonstruksi hubungan dalam banyak penelitian sistematika. 1996). (2) lebih memudahkan dalam karakter atau ciri dianggap memiliki hubungan yang sangat mengekstrak dan menggabungkan informasi menge-nai proses evolusi suatu kelompok organisme. sehing-ga mudah untuk dekat dan diperkirakan diturunkan dari satu nenek moyang. Sebuah hubung-an evolusi yang Penggunaan DNA dalam Studi Filogenetik direkonstruksi dengan baik dapat digu-nakan sebagai landasan Karakter morfologi telah lama digunakan dalam banyak untuk melakukan penelitian-penelitian komparatif penelitian filogenetika. Kedua. marga. yaitu pesat dan telah dilakukan pada semua tingkatan taksonomi. Beberapa alasan penggunaan sekuen DNA (Hillis et al. Karakter menawarkan data yang akurat me-lalui pengujian homologi apomorfik adalah karakter yang berubah dan diturunkan dan yang lebih baik terhadap ka-rakter-karakter yang ada (Baldwin terdapat pada ingroup. Oleh karena itu. Gambar 1 memperlihatkan se-buah pohon Agenda 2000). fenetika dan kladistika.mendokumentasikan perubahan-perubahan yang ter-jadi yang terdapat pada outgroup. informasi yang banyak dan beragam. dan spesies. sedangkan karakter plesiomorfik et al. 1995). kelompok. Dengan pesatnya per-kembangan (comparative investigations) misalnya dalam bidang ekologi teknik. Kalau metode pertama me-naksir misalnya famili. chain reaction (PCR) dan sequen-cing DNA. Sekuen DNA telah menarik perhatian para prakti-si Dalam analisis filogenetika kelompok outgroup sangat taksonomi dunia untuk dijadikan karakter dalam penelitian dibutuhkan dan menyebabkan polarisasi karak-ter atau ciri. Filogenetik molekuler hubungan evolusi berdasarkan kepemilikan ka-rakter atau ciri mengombi-nasikan teknik biologi molekuler dengan statistik yang sama (overall similarity) dari ang-gota-anggota suatu untuk merekonstruksi hubungan filogenetika. dan (4) menghasilkan sebuah kelompok monofiletik (Gambar 1). sekuen DNA yaitu karakter apomorfik dan plesiomor-fik. (3) memudahkan dalam pembuatan model dari nenek moyang dan semua turun-annya akan membentuk peristiwa evolusi secara kom-paratif. penggunaan Ada dua metode untuk merekonstruksi hubungan sekuen DNA dalam penelitian filogenetik telah meningkat evolusi dari sebuah kelompok organisme biologi. filogenetika karena beberapa fakta. dianalisis. maka yang kedua men-dasari sebuah hubungan pada perjalanan evolusi ka-rakter atau ciri dari setiap anggota Pemikiran dasar penggunaan sekuen DNA dalam studi suatu kelompok yang sedang dipelajari. evolusi antara satu kelompok organisme dengan yang lainnya. salah satu tugas penting dari kekerabatan sebagai hasil dari analisis filogenetika. sistematika adalah merekonstruksi hubungan evolusi (evolutionary relationship) dari ke-lompok-kelompok organisme biologi. yang sama (Topik 2005). seperti polymerase dan biogeografi. Oleh karena itu. Perta-ma.

. sekuen DNA telah terbukti meng- apomorfik Kelompok hasilkan sebuah hubungan kekerabatan yang lebih alami monofiletik (Chase et al. Ketiga.Karakter sinapomorfik/ Hillis 1996). 1993. Topik 2005).

Sumber: Topik (2005). r Analisis filogenetika molekuler merupakan p proses bertahap untuk l mengolah data sekuen e s DNA atau pro-tein i sehingga diperoleh suatu o hasil yang menggambar- m o r f i k Gambar 1. Sumber karakter DNA dapat diperoleh dari Outgroup inti (nDNA). Pohon kekerabatan dan polarisasi karakter dalam anali-sis filogenetika. Tabel 1 memuat r beberapa sistem gen dan a genom yang telah k t digunakan dalam penelitian e filo-genetika molekuler. dan mitokondria K a (mtDNA). . kloroplas (cpDNA).

hibridisasi de-ngan molekuler teknik ini juga telah diterapkan pada tanaman buah-buahan. SUBTRIBE AERIDINAE Paling sedikit ada tiga tahap penting dalam ana-lisis Subtribe Aeridinae merupakan salah satu kelom-pok filogenetika molekuler. maka prasyaratnya Gen RNA inti Analisis sekuen DNA adalah tanaman-tanaman tersebut harus memiliki pola genetik Daerah ITS dari nrDNA Analisis sekuen DNA yang sama (Frowine 2005). al. HIDAYAT DAN A. hasil penelitian ini diharapkan berimplikasi positif terhadap upaya- upaya berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas sumber Secara sederhana. Australia. hibridisasi dilakukan dengan genetiknya melalui kegiatan hibridisasi. Holcoglossum. De-ngan pesatnya Berdasarkan Gambar 2. dapat bahwa hibridisasi dapat dilakukan antarjenis di dalam alliance dilakukan fusi sel somatik. dan (4) se-tiap sekuen berkembang secara HUBUNGAN FILOGENETIK PADA ANGGREK bebas. Dalam konteks filogenetika. Paraphalaenopsis. maka sifat-sifat unggul dari terdapat beberapa jenis dari marga Aerides. dan Neofinetia. 1998). monopodial dan kebanyakan hidup seba-gai epifit yang menyebar luas di daerah temperata. Gambar 2). yaitu dari inti. Pada alliance ini protoplas. melalui berbagai 2005. Untuk merekonstruksi pohon filogenetika. Selain memiliki implikasi dapat menjadi fasilitator untuk terjadinya penyerbukan. dan rumit dalam konteks tak-sonomi. jika hubungan keke-rabatan tanaman-tanaman organisme. dan secara buatan manusia belantara hutan hujan tropis. yaitu (1) se-kuen berasal dari kegi-atan hibridisasi (Frowine 2005). dari dua jenis tanaman. Vanda. dua jenis tanaman dapat digabungkan. kan estimasi mengenai hubungan evolusi suatu ke-lompok Sebaliknya. sangat pohon filogenetika. terhadap dunia taksonomi anggrek Aeridinae itu sendiri. yang kebanyakan anggotanya me-miliki nilai telah tersedia beraneka ra-gam program komputer. Hibridisasi pada anggrek umum terjadi di alam dengan digunakan dalam penelitian ini hidup liar di hutan-hutan bantuan polina-tor (Dressler 1993). hibridisasi adalah mengga-bungkan sifat unggul monofiletik. Kebanyakan sampel anggrek yang teknik. Gen atau genom Metode misalnya jeruk dan apokat (Witjaksono dan Litz 2002). Seidenfade-nia. Trudelia. yang di-sebut dengan fusi yang sama. daerah tropis Asia. sehingga memiliki kecenderungan Kelompok gen repetitive: Knob heterokromatin Analisis sekuen DNA untuk men-jalani jalur evolusi yang sama (Li dan Graur 1991). mengambil serbuk sari menggunakan kuas. yang disebut dengan istilah alliance (Topik et al. dan MrBayes. digabungkan secara seksual maupun aseksual (Witjaksono et Rhyncostilis.2008 T. atau bah-kan lebih. uji statistik. selanjut-nya serbuk sari tersebut dengan hati-hati diletakkan di atas putik tanaman anggrek yang berbeda jenis. Gen CAB Analisis sekuen DNA Dengan kata lain bahwa tanaman-tanaman yang akan Gen rbcS Analisis sekuen DNA dihibridisasi harus memiliki hubungan evolusi atau Gen kopi tunggal Analisis sekuen DNA kekerabatan (filogenetika) yang dekat. DNA kloroplas Analisis restriksi Gen rbcL dari DNA kloroplas Analisis sekuen DNA Karena dalam hibridisasi terjadi penggabungan dua atau Gen matK dari DNA kloroplas Analisis sekuen DNA DNA mitokondria Analisis sekuen DNA lebih sifat dari jenis tanaman yang berbeda. misalnya komersial tinggi sebagai tanaman hias tum-buh secara Phyllip. rekonstruksi tanaman anggrek dengan jumlah anggota besar. sumber yang spesifik. maka dapat direkomen-dasikan kemajuan bioteknologi melalui hibridi-sasi somatik. (2) sekuen bersifat homo-log (diturunkan dari satu nenek moyang). Chris-tensonia. Melalui fusi protoplas. kloroplas atau mitokondria. PANCORO: Kajian Filogenetika Molekuler dan Peranannya 37 Tabel 1. (3) sekuen memiliki sejarah evolusi yang sama (misalnya bukan dari campuran DNA inti dan mitokondria). misalnya pada alliance Aerides. Pada inti dan kloroplas menghasilkan beberapa kelom-pok prinsipnya. Beberapa sistem gen dan genom dalam studi filogenetik Selain rutin dilakukan pada anggrek. yang satu dengan . SUMBER GENETIK Analisis filogenetika molekuler terhadap anggrek Peningkatan kualitas sumber genetik melalui hi-bridisasi subtribe Aeridinae dengan menggunakan sekuen DNA dari pada tanaman anggrek telah lama dilakukan orang. PAUP. tanaman-tanaman ini harus memiliki hubungan monofiletik. Menurut Hershkovitz dan Leipe (1998) ada yang akan dihibridisasi adalah non monofiletik maka salah sejumlah asumsi yang harus diperhatikan sebelum satu yang timbul adalah reaksi penolakan karena tidak ada menggunakan data sekuen DNA atau protein dalam analisis kecocokan genetik seperti yang sering terjadi dalam banyak filogenetika. yaitu berasal dari satu nenek moyang yang sama. yaitu sequence alignment. bahkan sampai HIBRIDISASI PADA ANGGREK DAN KUALITAS ke Afrika di sebelah barat. yang tidak dapat Ascocentrum. saat ini Kelompok. di antaranya. dan evaluasi pohon filogenetika dengan beranekaragam. kepulauan pasifik di se-belah timur.

1 .38 JURNAL AGROBIOGEN VOL. 4 NO.

Cryptopylos clausus Topik H & Adi P 12 62 84 Macropodanthus philippinensis Dyakia hendersoniana Ceratocentron fesselii Amesiella monticola Alliance Saccolabium Tuberolabium escritorii 100 Hymenorchis javanica Pennilabium struthio Saccolabium pusillum 66 91 Phalaenopsis deliciosa Lesliea mirabilis 89 100 Phalaenopsis chibae Doritis pulcherrima Alliance Phalaenopsis 100 93 Phalaenopsis wilsonii 99 Nothodoritis zhejiangensis Phalaenopsis fasciata Phalaenopsis amabilis 100 100 Ascochilus emarginatus Biermannia decipiens 100 Grosourdya callifera Alliance Pteroceras 60 100 Brachypeza indusiata Brachypeza zamboangensis Cabang 4 100 Pteroceras pallidum Taeniophyllum aphyllum 62 Plectorrhiza tridentata 96 68 Plectorrhiza erecta 70 Plectorrhiza brevilabris Papillilabium beckleri 57 80 Schistotylus purpuratus Renanthera isosepala Mobilabium hamatum Peristeranthus hillii 76 Drymoanthus minimus Gunnarella begaudii Alliance Sarcochilus Rhinerrhiza divitiflora Saccolabiopsis armitii 63 Sarcochilus hirticalcar Sarcochilus spathulatus 54 Sarcochilus weinthalii 57 Rhinerrrhiza moorei 97 Sarcochilus moorei 63 Bogoria raciborskii Sarcochilus hartmannii Sedirea japonica 100 Schoenorchis paniculata 75 Pelatantheria ctenoglossum 73 Cleisostoma scolopendrifolium Cleisostoma fuerstenbergium 100 Cleisostoma williamsonii Alliance Smitinandia helferi Pelatantheria Smitinandia micrantha 100 Cleisostoma aff. dalatensis Alliance Diploprora Cabang 3 95 Cleisomeria pilosulum 100 Sarcochilus chrysanthus 67 Abdominea minimiflora 99 Microsaccus griffithii 68 88 100 Thrixspermum subulatum Thrixspermum centipeda Dimorphorchis lowii Alliance Thrixspermum 86 Ceratochilus biglandulosus 87 Ventricularia tenuicaulis 68 100 Trichoglottis latisepala Staurochilus ionosma Vandopsis lissochiloides Alliance Trichoglottis 100 Acampe ochracea 88 Acampe rigida 99 Adenoncos parviflora 81 Micropera pallida Alliance Acampe Pomatocalpa kunstleri 97 Pomatocalpa diffusa Haraella retrocalla 100 Aerides flabellata 100 Aerides odorata Alliance Pomatocalpa 80 Christensonia vietnamica 100 74 100 Vanda hindsii Vanda tricolor Planilabre 100 Trudelia pumila Cabang 2 91 100 Vanda coerulea Ascocentrum pusillum 100 Ascocentrum christensonianum 59 Neofinetia falcata Holcoglossum amesianum 69 Alliance Aerides 96 Holcoglossum tsii Papilionanthe subulata Seidenfadenia mitrata Paraphalaenopsis labukensis Rhyncostylis retusa 58 100 Gastrochilus japonicus 83 Gastrochilus calceolaris Cabang 1 76 Armodorum sullingi Lusia teres 98 100 Lusia amesiana Dryadorchis singularis 74 Esmeralda clarkei Alliance Luisia 77 Renanthera angustifolia Ascoglossum calopterum 100 Jumellea sagittata Angraecum scottianum Microterangis hariotiana Outgroup . gjellerupii 95 Cleisocentron merrillianum 79 Chiloschista viridiflava 66 97 100 Ornithochilus difformis Sarcoglyphis comberi Arachnis flosaeris Alliance Arachnis Hygrochilus parishii Robiquetia succisa 100 Diploprora truncata 94 Malleola baliensis Robiquetia bertholdii Omoea philippinensis Stereochilus aff.

Gambar 2. 2005). Pohon filogenetika berdasarkan data gabungan dari sekuen DNA kloroplas (gen matK) dan inti (daerah ITS) menggunakan program PAUP. Angka menunjukkan nilai bootstrap (Topik et al. .

. misalnya yang 2005). paling populer adalah Aerides. dan Rhyncostilis. banyak sekali hibrid. Vanda. hibridisasi antarmarga Seidenfa-denia.lainnya dapat dihibridisasi. anggrek liar dalam alliance hibrid yang diperoleh dari ini seperti Christensonia. dan (intergeneric) atau Paraphalaenopsis telah antarjenis dalam satu menambah plasma nutfah marga (infrageneric) dalam anggrek Aeridinae (Topik alliance ini. Di pasar tanaman anggrek Persilangan dengan hias.

Peneliti. M. Indianapolis. Oullette (Eds. A phylogenetic classification based on morph-ology and molecules. Tabel 2 menyajikan beberapa contoh anggrek hibrid dari kelompok monofiletik alliance Aerides. New York. 1998. Sebenarnya berbagai model aktivitas kolaborasi untuk Dressler. S. Botanic Garden 80:528-580.L. Reorganising the orchid genus Coelo-gyne: banyak kendala. oleh petani.E.M. 1993. Da-lam konteks taksonomi.J. Biasanya para pelaku horti-kultura hortikultura.. terbatasnya sarana dan prasarana.W. (2005) bahkan mengusulkan unifikasi dari marga-marga tinggi dengan petani di lapang sebagai ajang pertukaran dalam Pha-laenopsis alliance menjadi satu marga. John Wiley and Sons. HIDAYAT DAN A. Soltis. National Herbarium Nederland. Porter.A. hanya melakukan hibridisasi antarjenis dalam marga mungkin karena keterbatasan ilmu dan penge-tahuan yang Phalaenopsis. Orchids for Dummies. 2000. Donoghue. and R.F. Oregon. Leipe. upaya peningkatan kualitas sumber genetik dan plasma nutfah Chase. and M.S. Annual Missouri stakeholders seperti peneliti. UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS Wojciechowski. dan pemerintah setempat. 1993. petani. tetapi implementasi di lapang menemui Gravendeel. adanya kolaborasi antara peneliti. Sanderson.2008 T. M.D.G. Campbell. and D. mereka miliki. B. Pemerintah pusat pada beberapa tahun ke belakang telah Frowine. M. A. Hershkovitz. D. Tetapi. J. Portland. orchid family. Hal ini disebabkan karena sangat dekatnya hubungan dilakukan pene-liti botani sinergis dengan yang dibutuhkan genetik dan evolusi mereka. 1995. petani.A. dari berbagai produk pertanian tidak akan berjalan baik tanpa Phylogenetics of seed plants: An analysis of nucleotide kerja sama yang baik dan berkelanjutan antara para sequences from the plastid gene rbcL. B. Melalui jejaring ini diharapkan penelitian yang Doritis. Kolaborasi ini juga dapat dihibridisasi dengan jenis dari marga Lesliea.. perusahaan. Kolaborasi antara stakeholders dapat dapat direkomendasikan bahwa jenis dari marga Phalaenopsis ditingkatkan di masa yang akan datang.D. dan pemerintah. Olmstead. dalam hal ini peneliti dalam bidang bo-tani. 2005. In Baxevanis.J. Wiley menawarkan hibah-hibah penelitian yang mensyaratkan Publishing.F. Yukawa peneliti botani di lembaga penelitian maupun di perguruan et al. DAFTAR PUSTAKA Baldwin. Annual Missouri Pada bagian terakhir makalah ini disampaikan bahwa Botanic Garden 82:247-277. Phylogeny and classification of the kegiatan serupa su-dah dibangun dan dikembangkan. Phylogenetic analysis. C.). dalam hal ini sebagai pelaku alliance Phalaenopsis. yang tidak acuh terhadap perkembangan ilmu. PANCORO: Kajian Filogenetika Molekuler dan Peranannya 39 Tabel 2. mengalami kesulitan dalam melakukan kajian dan Bioinformatics a Practical Guide to The Analysis of mendiseminasi hasil-hasil kajian mereka yang relevan karena Genes and Proteins. Contoh anggrek hibrid intergenerik dan infragenerik dalam alliance Aerides. and B.G. seperti dapat dilihat pada Gambar 2. hendaknya diwujudkan dengan membentuk jejaring antara Doritis. dan Nothodoritis. M. Dioscorides Press. . R. Nama hibrid Simbol Marga-marga yang dihibridisasi Aeridovanda Aerdv Aerides x Vanda Ascocenda Asco Ascocentrum x Vanda Christieara Chtra Aerides x Ascocentrum x Vanda Darwinara Dar Ascocentrum x Neofinetia x Rhyncostylis x Vanda Micholitzara Mchza Aerides x Ascocentrum x Neofinetia x Vanda Nakamotoara Nak Ascocentrum x Neofinetia x Vanda Perreiraara Prra Aerides x Rhyncostylis x Vanda Rhynchovanda Rhv Rhyncostylis x Vanda Ronnyara Rnya Aerides x Ascocentrum x Rhyncostylis x Vanda Sanjumeara Sjma Aerides x Neofinetia x Rhyncostylis x Vanda Vanda V Vanda x Vanda Vandaeranthes Vths Aerides x Vanda Vandofinetia Vf Neofinetia x Vanda Vandofinides Vfds Aerides x Neofinetia x Vanda Vascostylis Vasco Ascocentrum x Rhyncostylis x Vanda Viraphandhuara Vpda Aerides x Ascocentrum x Neofinetia x Vanda Yonezawaara Yzwr Neofinetia x Rhyncostylis x Vanda Contoh lainnya yang menarik untuk dibahas ada-lah Masih banyak petani. yaitu informasi. SUMBER DAYA GENETIK TANAMAN ANGGREK The ITS region of nuclear ribosomal DNA: A valuable source of evidence on Angiosperm phylogeny.

40 JURNAL AGROBIOGEN VOL. 4 NO. 1 .

and Acta Hort. nd Systematics. Yukawa.K. improvement. (Orchidaceae): Molecular phylogenetics Insights from plastid of Phalaenopsis matK and nuclear (Orchidaceae) and ribosomal ITS allied genera: Re sequences. December 2000. regeneration in 1996. Plant Cell Rep. 2002. 2005.. T. University of Tokyo. C.K. Hillis. 1-13. Herbarium. USA. K. Fundamentals Witjaksono. culture and somatic embryo Moritz. and J. of Molecular Biology. Molecular systematics: Context avocado (Persea and controversies. concepts. W-H. Litz. and M. Mable. 2 Litz.). Moritz. C. Charting the Symposium on Biosphere. Moritz. and D. H.E.M. . Disertasi The Massachusetts. Yukawa. (Eds. T. Grosser.W. Cairns. Tropical and nical Report.. International 2000. 2005. Molecular Witjaksono and R. (Orchidaceae). Systematic study of Molecular subtribe Aeridinae nd Systematic. C. 1996. 2 Ed. Kita. 575:133- M.M. Japan. avocado and its Sunderland. New York 26th November-1st Botanical Garden. 1991. MA. Subtropical Fruits. Topik H. USA. Acta Phytotaxonomi et Geobotany 56:141-162.. and B. Graur. Molecular phylo. J Plant -evaluation of generic Res. application for plant p.M. 138. isolation. Proceeding of the Systematics Agenda. genetics of subtribe Handa. Tech. 18:271-284. Sinauer Associates. H. B. Sinauer Assocites. Sinauer embryogenesis of Associate. D. D. T. In americana Mill. Somatic edition.. 2005. Ito. Mable. Aeridinae Ito. and D. R. 18:235-242.E.Hillis. Topik. Protoplast Massachusetts. Australia. Hillis. Topik. 1998. Li.) .