SUSUNAN ACARA

PERINGATAN ISRA MI’RAJ

Bismillaahirrahmaanirrahiim, Assalamualaikum.. Wr.. Wb..
Alhamdulillaahi robbil aalamiin, wassolaatuwassalaamualaa asrofil anbiyaa
iiwal mursaliin sayyidina muhammadin, wa’ala alihi wa’ashabihiaj’main
Robbi srohli sodri wahsirli amri wahlul ukdatammilisaani yapkohul kauli
amma ba’du..
Yang saya hormati bapak2, Ibu2 serta para hadirin sekalian..
Pertama-tama kita panjatkan puji serta syukur ke Hadirat Allah SWT yang mana
kita masih diberi kesehatan, panjang umur sehingga kita bisa hadir dalam rangka
memperingati Isra’Miraj.
Sholawat serta salam kita curahkan kepada junjungan Baginda kita Muhammad
SAW, kepada keluarganya, sahabatnya serta pengikutnya yang selalu istiqomah
menjalankan ajarannya.

Pada kesempatan ini saya akan membacakan susunan acara Peringatan Isra
Mi’raj, adapun susunan acaranya sbb:
1. Pembukaan
2. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an
3. Sambutan
4. Kreasi anak
5. Marhabba
6. Penutup dan doa
Menginjak acara yang pertama yaitu Pembukaan,,, Bapak-bapak, ibu-ibu hadirin
sekalian marilah kita buka acara ini dengan membaca bismillahirohmaniirohiim,,,

Bapak-bapak, ibu-ibu hadirin sekalian,,,, Acara selanjutnya pembacaan ayat suci
Al-Quran.

Demikian pembacaan ayat suci AL-Quran, semoga yang membaca dan kita yang
mendengarkan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Amin,,,,.
Acara selanjutnya yaitu sambutan
Acara selanjutnya yaitu kreasi anak.
Acara yang terakhir yaitu marhabba

Bpk-bpk, ibu-ibu hadirin sekalian Alhamdulillah, demikianlah acara peringatan
Isra Mi’raj semoga acara pada malam hari ini bermanfaat bagi kita semua dan
semoga Allah SWT melimpahkan pahala Bagi kita semua yang telah hadir
memperingati hari Kelahiran Rosulullah pada malam hari ini. Sebelum saya tutup,
saya selaku pembawa acara mohon maaf yang sebanyak-banyaknya apabila ada
salah ucap dan tutur kata dalam menyampaikan acara pada malam hari ini..
Akhirnya marilah acara ini kita tutup dengan membaca hamdalah bersama…
Sekian,,,
Wabilahii taufiq wal hidayah…… Wassalamualaikun wr.wb
SAMBUTAN
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Terimakasih kepada pembawa acara telah memberikan kesempatan kepada saya untuk
menyampaikan sedikit sambutan pada acara ini.

Sebelumnya Marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, atas nikmat dan
rahmat yang dianugerahkan kepada kita semua, sehingga khususnya pada hari ini kita semua
diberi kenikmatan berupa kesehatan jasmani dan rohani untuk bersama-sama mendengarkan
ceramah agama sebagai santapan rohani, dalam rangka mmperingati “Isra’ dan Mi’raj” Nabi
Besar Muhammad SAW.

Sholawat dan salam marilah kita panjatkan ke hadirat Nabi Muhammad SAW, yang telah
meletakkan pondasi kesetaraan jender, sehingga kita kaum ibu memiliki peran dan kedudukan
yang setara dalam membangun manusia seutuhnya.

Hadirin yang mulia, sebagai umat Islam sudah sewajarnya kita mengenal lebih dekat junjungan
kita Nabi Besar Muhammad SAW. Semuanya itu semata-mata untuk meningkatkan taqwa kita
kepada Allah SWT. Dengan demikian kita dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT,
dapat lebih baik menjalankan perintah-Nya sekaligus dapat menjauhi larangan-larangan Allah.
untuk selanjutanya dapat diamalkan sesuai dengan tuntunan yang telah diajarkan olehNya
kepada kita semuasebagai umatNya.

Akhir kata, wa billahitaufiq walhidayah,
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Pidato Peringatan Hari Isra Mi’raj
Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Hadirin yang terhormat.
Dalam kesempatan yang sangat berbahagia ini marilah kita senantiasa bersyukur kepada Allah
SWT atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga pada kesempatan kali ini kita bisa
bermuwajahah bersama-sama untuk merayakan hari Isra Mi’raj Nabi SAW.

Hadirin yang berbahagia.
Pidato yang akan saya sampaikan ini menerangkan peringatan Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad
SAW. Kita sebagai hamba Allah wajib berikhtiar untuk berusaha memperbaiki taraf hidup kita
sebaik mungkin agar kita bisa merasakan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat kelak.

Bulan rajab adalah salah satu bulan yang di dalamnya terdapat suatu peristiwa yang sangat besar
bagi ummat Islam. Dimana pada bulan tersebut Rasulullah SAW di isra’kan dan di mi’rajkan
oleh Allah SWT pada suatu malam di bulan rajab yang memang semata-mata di Isra’kan oleh
Allah dalam waktu sesingkat-singkatnya untuk menguji iman para sahabat saat itu dan juga iman
kita sekarang.

Bagi orang yang mempunyai iman sempurna maka akan bertambah imannya, tetapi bagi orang
yang imannya rapuh akan berpaling dan tidak percaya dengan peristiwa itu. Maka marilah kita
merenung sejenak tentang jalannya jam tangan atau lainnya, dimana secara wajar jalannya jam
itu selama satu hari satu malam sebanyak dua puluh empat jam. Akan tetapi jika kita yang
menjalankannya dalam waktu satu menit saja sudah mencapai berpuluh-puluh jam.

Hadirin yang berbahagia.
Marilah kita manfaatkan yang sebaik-baiknya sisa-sisa hidup kita ini untuk memperbanyak amal
perbuatan baik, karena siapa tahu kita akan kedatangan masa dimana saat itu ada seseorang yang
di pagi hari beriman dan di petang hari kafir, dan di pagi hari kafir di petang hari beriman dia
menjual agamanya dengan harta benda dunia.

Hadirin yang berbahagia.
Demikianlah pidato yang bisa saya sampaikan. Mudah-mudahan apa yang telah kami sampaikan
diiringi dengan hidayah dan ridha Allah serta ada manfaat bagi kita semua. Amiin.
Isra Mi'raj Nabi .
Di malam yang sunyi...
Seorang hamba mengadu kepada Illahi...
Nelangsa atas apa yang terjadi
Sedih saat di tinggal orang yang di sayangi...

Memohon kesabaran ketabahan...
Bagaimanapun hidup harus berjalan...
Demi perubahan , demi kemajuan
Dan demi kemanusiaan ....
Mungkin itu yang membuatnya bertahan
Di tengah tekanan dan cobaan
Selayang pandang Perjalanan Nabi tersayang
Nabi Akhir Zaman , Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wassallam .

Isra Mi'raj nabi perjalan malam sunyi
Pejalanan Nabi menghadap Illahi
Untuk menerima perintah Suci
Sholat Lima Waktu Untuk Di jalani .

Mekah Madinah Jadi Saksi Bisu
Saksi kebesaran sang maha tahu
Saksi kemukjizatan nabi saat itu
Manusia yang di angkat ke langit ke tuju .

Kita kita tinggal menjalankan perintahnya
Sholat lima waktulah wujudnya
Perintah langsung tanpa perantara
Itulah Tiang agama .
Subuh, Dzuhur, Ashar, Magrib Isya Namanya .
Semoga kita bisa menjalankanya hingga badan tak bernyawa .
Setitik Cahaya

Dalam gelap aku meraba

Di manakah letaknya jiwa

Apakah masih ada di sana

Di tempat yang seharusnya

Dalam gelap aku mencari

Kebenaran sebuah nurani

Apakah hidup atau sudah mati

Karena mengapa aku sulit mengeja diri

Dalam gelap aku meronta-ronta

Betapa gelapnya dunia

Tuhan, tolong berikanku setitik cahaya

Cahaya-Mu saja
Bait-Bait Kejujuran
Ya Allah ….

Ternyata begitu sering aku mengecewakan-Mu

Begitu sering aku melupakan-Mu

Begitu angkuh dan pongah aku pada-Mu

Padahal semuanya kupinjam dari-Mu

Ya Allah ….

Perkenankanlah aku

Kembali pada-Mu dengan rukuk yang seikhlas-ikhlasnya

Kembali pada-Mu dengan sujud yang sebenar-benarnya

Menghadap pada-Mu dengan sebening-beningnya prasangka

Mengingat-Mu dengan sebanyak-banyaknya tanpa jeda

Ya Allah ….

Bantulah aku

Menyuburkan kejujuran dan ketulusan dalam kehidupanku

Membersihkan segala kedengkian yang menutup kalbuku

Mengenyahkan dendam kebencian yang mengujam dadaku

Menghilangkan segunung penyakit yang membebani hatiku

Ya Allah .…

Jadikanlah aku termasuk orang-orang yang berserah diri

Sepenuh tawakal yang Rasulullah ajarkan pada kami

Sepenuh tegar yang Rasulullah teladankan pada kami

Sepenuh takwa yang Rasulullah tanamkan pada kami

Ya Allah .…
Jadikanlah aku

Orang yang bertobat karena-Mu

Orang yang istikamah di jalan-Mu

Orang yang ikhlas menghamba pada-Mu

Mendirikan salat hanya karena mengharap ridha-Mu

Peduli pada sesama hanya karena mengharap rahmat-Mu

Ya Allah .…

Panjangkanlah dan berkahilah napas ini

Dengan nama-nama-Mu yang tak absen kuresapi

Dengan kebaikan-kebaikan-Mu yang tak bosan kusyukuri

Dengan amanah-amanah-Mu yang tak lelah kujalani

Dengan ujian-ujian-Mu yang lulus ku hadapi

Ya Allah .…

Ampunilah diriku yang hina ini

Peluklah hamba-Mu yang lemah ini

Terangilah hati dan pikiranku yang gelap ini

Ya Allah .…

Teruslah bimbing diriku

Karena tanpa-Mu

Sungguh aku hanyalah sebutir debu

Ya Allah .…

Jadikanlah aku

Memahat lekat kalimat ini di kalbu:
Sesungguhnya…

Salatku

Ibadahku

Hidupku

Dan matiku

Hanyalah untuk-Mu