PERANCANGAN STAND ALONE PV SYSTEM DENGAN MAXIMUM

POWER POINT TRACKER (MPPT) MENGGUNAKAN
METODE MODIFIED HILL CLIMBING

Oleh :
FARHAN APRIAN
NRP 2207 100 629
NRP.

Pembimbing g:
Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng
Vita Lystianingrum, ST, M.Sc
Seminar Tugas Akhir
Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga
Jurusan Teknik Elektro
Juni 2010
Latar Belakang dan Permasalahan
Latar Belakang dan Permasalahan
• Pengguanaan
gg panel surya
p y untuk PLTS belakangan
g ini
sudah umum dijumpai. Panel surya sudah mulai banyak
digunakan untuk fasilitas-fasilitas umum khususnya di
perkotaan.
k Sebagai
b contoh
h aplikasi
lk panell surya untuk k
Penerangan Jalan Umum (PJU), Traffic light, alat
peringatan
p g untuk ppalang
gpperlintasan KA,, dll.
• Daya panel yang dipengaruhi intensitas sinar matahari
yang selalu berubah-ubah. Sehingga diperlukan sebuah
sistem
i t yang
g dapat
d t menjaga
j g daya
d k l
keluaran panell surya
untuk tetap konstan.
Aplikasi Panel Surya Untuk Lampu
Lalu lintas di Kota Solo
Al t peringatan
Alat i t untukt k palang
l
perlintasan KA
Batasan Masalah dan Tujuan
Batasan Masalah dan Tujuan
Batasan Masalah :
• Mendesain sizing capacity sebuah Stand Alone PV
System dalam melayani beban lokal.
• Menggunakan model konverter dc-dc buck-boost dengan
metode Modified Hill Climbing (MHC) untuk
memaksimalkan
e a s al a kerjae ja pa
panel
el su
surya.
ya.
Tujuan :
Membuat sebuah pembangkit listrik tenaga surya untuk
rumah-rumah penduduk yang terisolir dan letaknya
jauh dari jaring distribusi listrik.
Sistem yang
direncanakan
Stand Alone PV System adalah.......
Stand Alone PV System adalah.......
Sebuah sistem pembangkit listrik tenaga
surya yang digunakan untuk melayani
beban lokal.
lokal

Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Sistem Maximum Power Point Tracker 
Secara Umum
Maximum Power Point Tracker (MPPT) adalah suatu sistem untuk
mencari sebuah point (titik) maksimum dari tegangan dan arus
keluaran pada panel surya. Sistem ini dapat memaksa panel surya
untuk membangkitkan daya hingga maksimum pada setiap
perubahan level intensitas cahaya matahari.

Kurva Karekteristik P‐V Panel Surya 
Dengan Level Intensitas Cahaya Yang Berbeda‐Beda
Sistem Maximum Power Point Tracker 
Secara Umum
Sistem Maximum Power Point Tracker (MPPT) merupakan sebuah
rangkaian devais elektronik yang dapat mengubah‐ubah titik
operasi dari panel surya.

Sistem Panel Surya Tanpa MPPT

Kurva Karakteristik I-V
I V dan P-V
PV
Sistem Panel Surya Menggunakan MPPT Dari Panel Surya
Sistem Maximum Power Point Tracker
Sistem Maximum Power Point Tracker
Desain panel surya yang terhubung dengan sistem MPPT ke beban
ditunjukkan blok diagram dibawah ini.

Blok Diagram Konfigurasi Sistem MPPT
Permodelan Panel Surya
Permodelan Panel Surya
Permodelan secara matematik dari sebuah panel surya adalah berupa rangkaian
pengganti sederhana yang terdiri dari sumber arus yang diparalel dengan diode dan
resistensi pada tiap
tiap-tiap
tiap sel surya.
surya

Rangkaian Ekivalen
Panel Surya
Î
Panel Surya brand “ New Tomorrow” ⎡ ⎛ qV0 ⎞ ⎤
50 watt peak I 0 = n p I ph − n p I rs ⎢exp⎜⎜ ⎟⎟ − 1⎥
⎢⎣ ⎝ kTAnS ⎠ ⎥⎦
⎛ qE ⎡ 1 1 ⎤ ⎞
3
⎡T ⎤
I rs = I rr ⎢ ⎥ exp⎜⎜ G ⎢ − ⎥ ⎟
⎣Tr ⎦ ⎝ kA ⎣Tr T ⎦ ⎠

I ph = [I scr + k i (T − Tr )]
s
1000
Simulasi Permodelan Panel Surya
Simulasi Permodelan Panel Surya

Didapat % error simulasi dari
membandingkan antara nilai
rating kerja panel surya pada
tabel
b l sebelumnya
b l d
dengan nilai-
il i
nilai rating kerja panel hasil dari
simulasi.

Simulasi Panel Surya brand “ New Tomorrow”
Tomorrow
50 watt peak
Perancangan Konverter DC‐DC
Perancangan Konverter DC DC

• Jenis konverter dc-dc yang
digunakan adalah buck-boost.
• Tegangan keluaran dapat
lebih besar atau lebih kecil
dari tegangan masukan. Rangkaian konverter 
buck‐boost yang digunakan 
y g g
Vout D
=
(1 − D ) RL
2

= Lb
Vin 1 − D 2x f

D x Vout
C min =
V ripple x R L x f
Metode MPPT Modified Hill Climbing
Metode MPPT Modified Hill Climbing
• Metode bekerja setiap terjadi perubahan daya terhadap waktu
berdasarkan karekteristik kurva P-V panel.

Metode Metode
Classic Hill Climbing Modified Hill Climbing
Flowchart Metode
Flowchart Metode

Flowchart Metode  Flowchart Metode 
Classic Hill Climbing Modified Hill Climbing
Simulasi Sistem
Simulasi Sistem 
Desain simulasi sistem panel terhubung sistem MPPT menggunakan
konverter buck-boost dengan metode modified hill climbing ditunjukkan
pada diagram dibawah ini.

Diagram Simulasi Sistem MPPT
Menggunakan Konverter Buck-Boost
Dengan Metode Modified Hill Climbing
Hasil Simulasi
Hasil Simulasi
• Hasil running simulasi perbandingan antara sistem MPPT menggunakan kedua
t d
metode

Sun Power 
1000 W/m²
1000 W/m

Sun Power  
400 W/m²

Sun Power 
1000 W/m²

Hasil Simulasi Perbandingan Kurva Daya Output
Sistem MPPT Menggunakan Metode Modified Hill
climbing dengan Metode Classic Hill Climbing
Hasil Simulasi
Hasil Simulasi 
Sistem MPPT menggunakan metode modified hill climbing mempunyai effisiensi
rata-rata sebesar 90% dari daya output maksimal panel surya.

Effisiensi vs Level Illuminasi Sun Power saat Beban 15 Watt
Perencanaan Stand Alone PV System
Perencanaan Stand Alone PV System
Stand Alone PV System adalah sebuah pembangkit
listrik tenaga surya untuk daerah terisolir.

Blok Diagram Stand Alone PV System Dengan MPPT
Menggunakan Metode Modified Hill Climbing
Lokasi
Pada tugas akhir ini dipilih lokasi pada
daerah yang belum terdistribusi listrik
secara merata.
merata Dipilih lokasi bernama
dusun Bancang yang terletak di desa
Tahulu kecamatan Merakurak kota Tuban
propinsi JATIM.

Peta Lokasi Î
Peta Lokasi  Î
Kondisi Eksisting Kelistrikan Lokasi
Kondisi Eksisting Kelistrikan Lokasi
500 m

1,5 – 2 Km

kondisi kelistrikan pada lokasi saat ini kurang effisien
karena daya listrik yang didistribusikan oleh PLN banyak
yang hilang akibat penggunaan kabel yang terlalu
panjang (losses kabel).
kabel)
Kondisi Lokasi
Kondisi Lokasi
Data Beban & Profil Beban
Data Beban & Profil Beban

Data beban berfungsi sebagai
parameter dalam penentuan
kapasitas battery, panel surya dan
i
inverter
t yang akan
k di digunakan.
k
Kapasitas Penggunaan Harian Battery 
Storage
• Model Rumah Ke-1 = 345 Watt hour
Jika dipilih tegangan battery yang dipakai = 12 volt
345 Wh / 12 Volt = 28,75 Ah
Diasumsikan effisiensi battery : 90 %
Diasumsikan loss cable : 2 %
Maka penggunaan battery harian : 28,75
= 32 ,59 Ah
0,9 x 0,98

Dari tabel di samping dapat 
dilihat penggunaan battery 
p gg y
harian untuk model rumah 
1,2,3 dan 4,5 hampir sama. 
Maka dalam desain 
selanjutnya dipilih yang
selanjutnya dipilih yang 
paling besar.               
Desain Kapasitas Battery Storage
Desain Kapasitas Battery Storage
Desain battery untuk model rumah ke-1, 2, dan 3
- 3 × 36,8 Ah = 110,4 ≅ 111 Ah
(jika didesain mampu untuk 3 hari)
- Maka dipilih kapasitas battery 12 V / 130 Ah
- Sehingga % kapasitas terpakai per hari :
(36 8 / 130) = 28
(36,8 28,3%
3%

Untuk penggunaan DOD 28,3%
diasumsikan mampu sampai 1588 cycle
penggunaan (1Cycle = 1× charge dan 1×
discharge = 1 hari). Jika dalam 1 tahun
ada 365 hari maka lifetime battery
storage dapat diperkirakan sekitar 4,4
44
tahun penggunaan.
Sehingga dipilih desain battery
storage menggunakan konfigurasi baterai
paralel 2 x @ 12V / 65Ah
Kurva Karakteristik Depth Of Discharge 
(DOD) sebuah battery YUASA 
Desain Kapasitas Battery Storage
Desain Kapasitas Battery Storage
• Untuk model rumah ke-4 dan ke-5 menggunakan
gg desain
battery storage 5 x @ 12V/100Ah dengan konfigurasi
baterai paralel
• Menggunakan
M k desain
d i battery
b tt storage
t 2 x @ 6V/1850Ah
dengan konfigurasi baterai seri, jika diinginkan desain
battery untuk total beban 5 model rumah

Battery 12V / 65Ah Battery 12V/100Ah Battery 6V/1850Ah
Desain Kapasitas Panel Surya
Desain Kapasitas Panel Surya
Desain kapasitas panel surya untuk model rumah ke‐1, 2, dan 3
‐ Dari analisa penggunaan battery harian didapat  36,8 Ah
‐ Effisiensi pada Charge Control menggunakan metode Modified Hill Climbing sebesar 90 %
Effisiensi pada Charge Control menggunakan metode Modified Hill Climbing sebesar 90 %
(36,8 Ah / 0,9) = 40,89 Ah
‐ Jika kemampuan PV full sun power di Indonesia diasumsikan sekitar 4 hour per hari maka :
( ,
(40,89 Ah / 4 h) = 10,22 Ampere
/ ) , p
‐ Jika dipilih panel surya TYPE 50 WP  
(50 Watt / 12 Volt) = 4,16 ≅ 4,2 Ampere
‐ Sehingga untuk mencapai arus 10,22 Ampere dalam sehari maka dibutuhkan
10,22 A / 4,2 A = 2,4 ≅ 3 buah 
‐ Jadi, desain kapasitas panel surya untuk model rumah ke‐1, ke‐2, dan ke‐3 membutuhkan 
sekitar 3 x @ TYPE 50 WP dengan konfigurasi paralel.

Desain Sistem
Untuk Model Rumah
K 1 2d
Ke1, dan 3
• Desain kapasitas
p panel surya
p y untuk model rumah ke-4
dan model rumah ke-5 membutuhkan sekitar 5 x @
TYPE 100 WP dengan konfigurasi paralel.
• Desain
D i kapasitas
k it panell surya untuk
t k melayani
l i beban
b b 5
model rumah membutuhkan sekitar 13 x @ TYPE 100
WP dengan konfigurasi paralel

Modul Panel Surya TYPE 50 WP Modul Panel Surya TYPE 100 WP
Desain Kapasitas Inverter
Desain Kapasitas Inverter
Penentuan kapasitas
p inverter yyang
g akan digunakan
g
yaitu sekitar 2-3 kali besar beban puncak.
• Desain kapasitas inverter untuk model rumah ke-1, 2,
dan 3 : Type 300 Watt
• Desain kapasitas inverter untuk model rumah ke-4 dan
model rumah ke-5 : Type 300 Watt
p
• Desain kapasitas inverter untuk total beban 5 model
rumah : Type 1000 Watt
Rincian Biaya Perencanaan Sistem
Rincian Biaya Perencanaan Sistem
Kesimpulan
• Penggunaan sistem Maximum Power Point Tracker (MPPT)
metode
t d Modified
M difi d Hill Climbing
Cli bi pada
d konverter
k t Buck-Boost
B kB t
yang terhubung pada panel surya dapat memaksa sistem
bekerja pada setiap level illuminasi sun power dengan
effisiensi rata-rata sebesar 90%.
• Dari analisa rincian biaya perencanaan stand alone pv system
dapat diambil kesimpulan biaya capital cost untuk model
rumah ke-1, ke-2, dan ke-3 sekitar Rp. 10.470.000; biaya
capital cost untuk
nt k model rumah
r mah ke-4
ke 4 dan ke-5
ke 5 sekitar Rp.
Rp
28.320.000; dan biaya capital cost jika untuk total beban 5
model rumah sekitar Rp. 72.235.000.
• Biaya investasi dalam pembuatan stand alone pv system
tergolong mahal dan biaya maintenance untuk battery setiap
5 tahun, tetapi sebanding dengan hasil yang diperoleh.