SUMMARY

REVISTING MATHEMATICS EDUCATION

(Disusun dalam Rangka Memenuhi Tugas Mata Kuliah Filsafat Pendidikan
Matematika di Pascasarjana Universitas Negeri Makassar)

KELOMPOK 7

A. TENRITTE 161050701115
NUR ISMIYATI 161050701118

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2016

kepastian dan ketentuan yang artinya tidak memberikan keragu-raguan dan kunde yang berarti pengetahuan. Matematika terbagi atas empat cabang yakni aritmatika. Yang dimaksudkan objek mental dalam matematika adalah konsep-konsep. Matematika dan realita adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. geometri. antara x (sebagai objek) dan 1 . Tetapi kenyataan dalam hal ini dapat dimaknai sebagai objek mental dan aktivitas mental. imajinasi dan hubungan antar simbol. Matematika sebagai sebuah aktivitas. kesamaan dan konsep kesamaan. metafisik (Plato) ataupun secara fisik (Aristoteles) tetapi tidak ada batasan baik ruang dan waktu. Menurut pandangan matematika setiap aktivitas harus sejalan dengan logika manusia artinya segala hal harus bersifat rasional. Filsuf Jerman salah satunya yaitu Simon Stevin berpendapat bahwa untuk setiap cabang ilmu pengetahuan harus didasarkan pada setiap aktivitas yang dilakukan dibanding sesuatu yang sifatnya objektif dan instrumental. perbedaan antara bilangan dan konsep bilangan. FENOMENALOGIS DARI MATEMATIKA Definisi matematika Matematika dipandang sebagai suatu kata jamak yang dalam Bahasa Perancis dimaknai sebagai :Les Mathematiques” yang berarti empat dasar seni. Yang dimaksudkan sebagai sebuah aktivitas adalah proses menemukan dan mengorganisir sesuatu kedalam bentuk konten dan formula. Sehingga dapat dipastikan bahwa hampir setiap kegiatan memiliki unsur matematika. “Kenyataan” dalam hal ini tidak hanya harus dipahami secara ontology. Menurut Simon Stevin tahun 1548-1620 matematika di interpretasikan dalam bentuk kata Wiskunde dimana Wis en zeker. Selain dalam Bahasa Perancis Matematika juga dipandang dalam Bahasa Belanda sebagai Mathematica. Sedangkan yang dimaksudkan sebagai aktivitas mental adalah proses berpikir. Peneliti dan matematikawan setuju bahwa matematika adalah sebuah aktivitas dimana hasilnya dapat dipublikasikan atau tidak. Realita matematis adalah sebuah fenomena dalam perkembangan individual tidak hanya dalam realita geometri tapi juga dalam hal aritmatika dimana bilangan yang direpresentasikan melalui observasi dan mengimajinasikan kuantitas. Sebagai contoh. segitiga dan konsep segitiga. astronomi dan musik. rasio dan konsep rasio. seperti diucapkan dan dituliskan dan hubungan simultan dari kenyataan.

Merancang struktur dimaknai sebagai mengorganisir suatu fenomena baik nyata maupun matematis. Struktur Geometri Struktur sebagai pandangan realitas Pengetahuan sebagai konsep hirarki adalah bagian terpenting dari teori Aristoteles tentang ilmu pengetahuan dan epistemology. family. Frege. Struktur Bilangan 3. Peano. Setiap bagian didefinisikan sebagai suatu struktur. Russell- Whitehead. terdapat beberapa konsep mengenai bilangan seperti yang diungkapan oleh Euclid. Struktur dari ilmu pengetahuan dan pengembangan Pepatah lama mengatakan bahwa perkembangan kognitif dimulai dari yang khusus ke yang umum kemudian dianggap sebagai kelebihan ilmu pengetahuan.salah satu bentuk realitanya terdapat dalam ilmu taksonomi biologi. Mereka memaknai konsep bilangan secara berbeda antara satu dengan yang lain. variansi. Sehingga struktur juga dapat didefinisikan melalui hubungan dari setiap bagian bangun geometris. Cantor. Perbedaan tersebut dijadikan sebagai batu lanjutan bagi para peneliti dalam mengembangkan dasar matematika. Struktur Struktur adalah bentuk abstrak dari penyataan linguistik. Dedekind. terdapat satu arah yang jelas yang menjelaskan tentang grup. Struktur didefinisikan sebagai bentuk hubungan. kelas. Untuk menyusun suatu bangun kita fokus pada hubungan antara bagian-bagian pada bangun geometris. Struktur Aljabar 2. Diurutkan dari struktur yang paling kurang. divisi. Secara 2 . Mengajarkan makna konsep seperti menciptakan sebuah ilusi agar membuat kita lebih paham tentang apa yang kita pelajari.konsep dari x . Contohnya. Hirarki dari teori Aristoteles berorientasi dari suatu hal yang umuum ke bagian yang khusus. Dalam ranah matematika struktur dibedakan atas: 1. matematika dibedakan berdasarkan ruang lingkup penerapannya mulai dari bilangan hingga objek geometri. subkelas. Suatu bangun geometri tersusun atas beberapa bagian. spesies. Konsep itu sifatnya beragam tergantung siapa yang memaknainya.

sedangkan matematika vertikal dapat diwakili oleh simbol-simbol seperti mengkonstruksi. Kita dapat mengkarakteristikan keduanya sebagai berikut: matematika horisontal dimulai dari dunia nyata ke bentuk simbolis. Sejak lama matematika dianggap suatu alat yang dapat diaplikasikan untuk mencari jawaban dan alasan mengapa suatu fenomena terjadi. formulatis. Dalam hal ini kita mengenal istilah pemodelan matematika. 3 . Matematisi horisontal dan vertikal Treffers dalam tesisnya tahun 1978 membahas tentang matematika horisontal dan vertikal.epistimologi yang mengakibatkan struktur di pandang sebagai manifestasi dalam ilmu pengetahuan saat ini dan pada saat yang sama merupakan perkembangan kognitif individual. Menurut Piaget. skematis dimana yang dimaksud dengan aksiomatis adalah bagian terpenting dalam memahami suatu konteks matematika. dan merefleksikan. merekonstruksi. Model matematis menurut istilah adalah realitas yang kompleks atau teori ideal yang bertujuan agar diterima menjadi konteks matematis yang formal. matamatika horisontal membuat ruang lingkup permasalahan dapat dijangkau ke dalam perlakuan matematika sedangkan matematika vertikal adalah akibat dari banyak atau sedikitnya kecanggihan dalam proses matematika. Matematisi Matematisi adalah sebuah istilah yang lebih dikenal melalui istilah aksiomatis. memanipulasi. Pemodelan Matematika selalu diterapkan dalam ilmu pengetahuan alam dan sosial. perkembangan dari struktur yang sederhana ke yang kompleks berasal dari topologi melalui projektif dan affine ke geometri euclid da mewakili perkembangan kognitif. Model matematis dalam kontes adalah penerapan matematika yang langsung dengan lingkungan. Pemodelan merupakan salah satu bentuk pengaplikasian terbaru dalam matematika.

Prinsip reinvention dapat juga diinspirasi oleh prosedur penyelesaian informal. Sejarah matematika dapat digunakan sebagai sumber inspirasi untuk perencanaan pembelajaran. matematisasi prosedur penyelesaian yang sama menciptakan peluang bagi proses reinvention. Siswa didorong atau ditantang untuk aktif bekerja bahkan diharapkan dapat mengkonstruksi atau membangun sendiri pengetahuan yang akan diperolehnya. Proses matematisasi progresif terdiri atas dua proses yaitu matematisasi horisontal dan matematisasi vertikal. tetapi dimulai dengan masalah kontekstual atau nyata yang selanjutnya melalui aktivitas siswa diharapkan dapat ditemukan sifat atau definisi atau teorema atau aturan oleh siswa sendiri. Adapun prinsip-prinsip didaktik menurut Hans Freudenthal adalah sebagai berikut: Menemukan Kembali Secara Terbimbing (Guided Reinvention) Dalam prinsip ini siswa harus diberi kesempatan untuk menemukan sendiri konsep matematika dengan menggunakan situasi yang berupa fenomena-fenomena yang mengandung konsep matematika yang nyata. Hal ini sesuai dengan apa yang dikemukakan Hans Freudental bahwa matematika merupakan aktivitas manusia yang harus dikaitkan dengan realita. PRINSIP-PRINSIP DIDAKTIK Menurut Hans Freudenthal: Proses didaktik dari suatu subjek berarti pengorganisasian proses belajar mengajar yang relevan dengan situasi atau keadaan subjek tersebut. Secara umum seseorang perlu menemukan masalah-masalah kontekstual yang menyediakan berbagai prosedur penyelesaian. Strategi informal siswa sering kali dapat diinterpretasikan sebagai antisipasi prosedur yang lebih formal. pada kasus ini. lebih baik jika terdapat rute belajar yang memungkinkan melalui proses matematisasi progresif. Ikatan dengan Kenyataan (Bonds With Reality) 4 . Matematisasi horisontal adalah proses transformasi masalah ke dalam masalah matematika sedangkan matematisasi vertikal adalah proses dalam matematika itu sendiri. Pembelajaran tidak dimulai dari sifat-sifat atau definisi atau teorema dan selanjutnya diikuti contoh-contoh.

Sebelum proses pembelajaran berlangsung. Selanjutnya. seorang guru biasanya membuat perancangan pembelajaran agar urutan aktivitas. Oleh karena itu. Ini merupakan sebuah fenomena didaktik yang artinya fenomena yang bersifat mendidik. Hubungan itu tidak dipandang secara parsial melainkan perlu dipahami secara utuh karena pada kenyataannya kedua hubungan tersebut dapat terjadi secara bersamaan. kita dapat membayangkan bahwa matematika formal berasal dari generalisasi dan formalisasi prosedur penyelesaian masalah untuk situasi khusus dan konsep dari berbagai situasi. Situasi tempat topik matematika diterapkan diinvestigasi untuk dua alasan. Jika kita lihat matematika yang secara historis berkembang dari penyelesaian masalah praktis. Proses Belajar (Learning Processes) Proses Pembelajaran sebagai Prinsip Didaktik Desain pembelajaran didaktik merupakan desain pembelajaran yang memperhatikan respon siswa. untuk mempertimbangkan kecocokannya sebagai hal yang berpengaruh untuk proses matematisasi progresif. dan menemukan situasi yang dapat menimbulkan prosedur penyelesaian yang dapat dijadikan dasar untuk matematisasi vertikal. Matematika muncul melalui proses matematisasi. Dalam hal ini fenomena pembelajaran menekankan pentingnya soal kontekstual untuk memperkenalkan topik-topik matematika kepada siswa. kedua. Dengan demikian. situasi didaktis dapat diupayakan terjadi. tujuan dari investigasi fenomenologi adalah menemukan situasi masalah sehingga pendekatan situasi khusus dapat digeneralisasi. Dalam proses pembelajaran matematika. seorang guru pada saat merancang sebuah situasi didaktis. untuk mengungkapkan jenis aplikasi yang harus diantisipasi dalam pembelajaran. sekaligus juga 5 . beralasan jika diharapkan dapat ditemukan masalah yang memunculkan proses tersebut dalam penerapan pada saat sekarang ini. hal yang perlu diperhatikan yaitu hubungan siswa-materi dan guru-siswa. Berdasarkan fenomena didaktik tersebut maka di dalam kelas akan terbentuk proses pembelajaran matematika yang tidak lagi berorientasi kepada guru tetapi beralih kepada pembelajaran yang berorientasi kepada siswa atau bahkan berorientasi kepada masalah kontekstual tersebut. Pertama.

perlu memikirkan prediksi respon siswa atas stuasi tersebut serta antisipasinya sehingga tercipta situasi didaktis baru. Piaget sendiri. Perlu dicatat bahwa Piaget tidak membayar perhatian yang cukup ke bagian yang dimainkan oleh bahasa dalam kognisi. Namun pengamatan pada pembelajaran sehari-hari mungkin didaktik yang mencakup baik pengajaran dan yang belajar. dalam pekerjaan awal. Antisipasi tersebut tidak hanya menyangkut hubungan siswa-materi. Proses Belajar Mengajar 1) Proses pembelajaran murni Pengetahuan tentang proses belajar yang murni dapat sangat membantu kita untuk memahami dan mengatur proses pembelajaran. meskipun ia melakukannya dengan sangat menahan diri: keberhasilan atau kegagalan rakyatnya dalam melakukan tugas-tugas yang akan kembali ke strateginya sebagai pengamat. yang terbaik dilayani oleh pengetahuan tentang pengajaran yang lebih formal / proses belajar dan interaksi antara pemandu dan yang dipandu. Pendekatan asli Piaget adalah memakan banyak waktu. akan tetapi juga hubungan guru siswa baik secara individu maupun kelompok atau kelas. Dilema dalam proses pembelajaran berkaitan dengan pengamatan. Partisipasi dan reservasi dalam proses pembelajaran berkaitan dengan pengamatan. penulis menekankan disini bahwa tujuan yang tepat yakni berkaitan dengan proses pembelajaran adalah jangka panjang. 2) Partisipasi dan reservasi Tidak ada proses belajar dan mengajar tanpa adanya partisipasi dari siswa- guru serta reservasi dari guru terhadap siswanya. Siswalah yang menentuakn tujuan dan pengalaman belajar yang diinginkan. Proses pembelajaran jangka pendek jika terlihat 6 . Pembelajaran murni merupakan pembelajaran yag terpusat pada siswa dan tidak terpusat pada guru. 3) Jangka pendek dan jangka panjang proses belajar Seperti halnya dengan saling ketergantungan dari proses belajar mengajar. berperilaku sebagai peserta.Guru hanya memberikan masalah dan situasi kepada siswa dan siswa mengkaji dan menrik kesimpulan dari apa yang ditemukan.

Bahkan kita tahu sedikit tentang mereka. Observasi Sebagai Prinsip Didaktik 1) Mengamati 2) Mengamati dan merekam 3) Observasi diri 4) Diskontinuitas dalam proses belajar 5) Kelompok proses belajar 6) Perubahan perspektif 7) Komunikasi 8) Pemikiran-percobaan Refleksi 1) Refleksi ditemukan Ingatan termasuk dari apa yang sekarang disebut refleksi. Kadang-kadang. "Mungkin itu adalah hal yang sama seperti yang saya rasakan dan juga beberapa matematikawan lain memiliki banyak pengalaman dalam perjalanan hidup matematika mereka. 7 . sejak memverifikasi lebih mudah daripada membuktikan benar. Hal ini dapat berarti bahwa meskipun orang dewasa dapat menafsirkannya dalam arti logis. "bagaimana kau tahu?" Mungkin dari orang tua atau teman-teman. Anda harus tahu itu benar. anak mulai bertanya "mengapa?". pencarian jiwa kerja yang terdiri dalam bertanya pada diri sendiri mengapa penulis percaya pada kebenaran dari satu atau beberapa Pernyataan tertentu. 2) Bagaimana refleksi muncul? Pada usia tiga tahun. Tentu saja proses belajar jangka panjang adalah hal yang paling sulit untuk diamati. jawabannya mungkin "Aku hanya tahu ". dalam bidang kognitif. kita selalu tahu mengapa kita tahu sesuatu atau belum kita refleksi dan introspeksi untuk waktu yang lama? Ditambah pertanyaan tentang apa yang menjadi pemikiran reflektif dengan asal-usulnya. atau. jika representasi'' Saya melihatnya". Anak tetap bertanya "Kenapa?" Mungkin meminta argumen. Semoga kita menemukan solusi permasalahan anak untuk suatu jawaban singkat? Sebagai orang dewasa. apabila subjek itu mudah bahkan lebih mudah dari yang sebenarnya. Namun. jika Anda ingin anak untuk berdebat sesuatu. Anda sebaiknya bertanya. Von Neumann pernah berkata: "Dua minggu sebelum Anda membuktikan sesuatu.

ketika masih muda kita belum bisa melakukan apa yang sekarang bisa dilakukan. Anak sudah akrab dengan prosedur tersebut. atau Piaget mengatakan sebagai sirkuler: awalnya anak meniru hanya berupa suara-suara dan gerakan dari orang dewasa yang selanjutnya suara dan gerakan tersebut dikembangkan yang dihasilkan oleh diri sendiri. Realisasi yang paling konkret timbal balik pergeseran yang melihat ke cermin dalam rangka untuk mengetahui bagaimana seseorang muncul untuk orang lain. 3) Bentuk refleksi – pergeseran sudut pandang Mari kita beralih ke pertanyaan yang lebih mudah diakses! Refleksi terdiri atas beberapa aspek. ketika saya bertambah tua. Dalam hal tersebut. untuk menarik perhatian anak-anak pada beberapa objek. mental lainnya. Sehubungan dengan "titik" dianggap mari kita membedakan kemungkinan beberapa pergeseran. seseorang dapat menunjukkan atau mengarahkan pandangan anak ke arah yang diinginkan. memberanikan diri untuk menyatakan bahwa refleksi dalam pikiran sendiri dipicu oleh refleksi di lain pikiran. waktu. pengembangan. Salah satunya adalah yang biasa disebut dengan pergeseran sudut pandang seseorang. meskipun hal ini tidak bisa disalahkan pada para guru saja. pandangan ini diperkaya oleh penelitian Piaget tentang asal-usul imitasi yang berdasarkan pengamatan sendiri daripada orang lain. dan pelatihan guru. katakanlah. Yang sebisa mungkin 8 . Yang lebih penting adalah kurangnya perhatian terhadap bagaimana kita mengalami apa yang kita alami. 4) Kesimpulan Sedikit perhatian diberikan kepada refleksi dalam inkonstruksi matematika. sedangkan pergeseran dapat terjadi dalam ruang. saya akan dapat naik lebih tinggi dari sekarang. Reservasi mental juga pergeseran timbal balik dari sudut pandang: setelah menerima informasi tambahan maka akan menilai situasi lebih baik. concretised oleh pergeseran kepada orang tua atau lebih muda. Imitasi dimulai sebagai reflektif. Contoh lain adalah pergeseran timbal balik dalam waktu. Pergeseran mental meskipun sudut pandang itu sendiri dapat bersifat fisik atau mental. karena tidak banyak perhatian yang diberikan untuk hal dalam penelitian. Atau bukan karena kurangnya perhatian tidak harus dikatakan: ketidakmampuan untuk membayar perhatian? Namun demikian. atau dimensi. Kurangnya sarana ekspresi adalah salah satu alasan dan lainnya.

pembelajarannya yang relevan dalam kasus-kasus tertentu dan mengembangkan segala sarana yang lebih canggih. 9 .