MATERI SOSIALISASI DAN PELATIHAN KADER

UNTUK PENDISTRIBUSIAN KELAMBU BERINSEKTISIDA

I. LATAR BELAKANG

Malaria di Indonesia merupakan salah satu penyakit yang sampai saat ini masih menjadi
ancaman ,bahkan sering menimbulkan kematian apabila tidak diobati secara benar.Malaria menduduki
urutan ke-6 (4,6%) dari 10 penyakit utama penyebab kematian di Indonesia ( Riskesdes 2007).Empat puluh
lima persen penduduk Indonesia tinggal didaerah yang beresiko tertular malaria.
Penanggulangan Malaria dilakukan dengan upaya preventif (pencegahan)dan
Kuratif(pengobatan)yang bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian serta mencegah KLB
( kejadian luar biasa).Salah satu cara untuk mencegah malaria adalah dengan memakai kelambu
berinsektisida diwaktu tidur.Kelambu ini dapat melindungi masyarakat dari gigitan nyamuk penular
penyakit malaria dan nyamuk – nyamuk penular penyakit lainnya,misalnya penyakit Kaki Gajah
( Filariasis ),demam berdarah dan lain-lainnya.

II. Pengenalan Penyakit Malaria

A.Pengertian Penyakit Malaria

Penyakit Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi parasit Plamodium yang
hidup dan berkembang biak dalam sel darah manusia.Penyakit ini secara alami ditularkan oleh
nyamuk anopheles betina.

B. Penyebab Penyakit Malaria

Penyebab penyakit malaria adalah parasit Plamodium yang pada tubuh manusia terdapat 4
Macam,yaitu plasmodium falciparum,plasmodium vivax,plasmodium malariae,dan plasmodium
ovale.Jenis Plasmodium yang banyak ditemui diindonesia adalah plasmodium falcifarum dan
plasmodium Vivax.

Seorang penderita dapat ditulari oleh lebih dari satu jenis plasmodium,biasanya infeksi
semacam ini disebut infeksi campuran.Tapi umumnya paling banyak hanya dua jenis parasit,yaitu
campuran antara plasmodium falcifarum dengan plasmodium vivax atau plasmodium malariae.

C. Cara Penularan

Malaria ditularkan oleh nyamuk anopheles.Nyamuk ini jumlahnya kurang lebih ada 80 jenis,dan
dari 80 jenis ini hanya kuarng lebih 16 jenis yang menjadi vector penyebab malaria diindonesia.

Cara penularan secara alamiah

Orang sakit Malaria Nyamuk Malaria
Digigit ( Belum terinfeksi parasit )

Menjadi
Menjadi

Menggigit
Orang sehat Nyamuk Malaria terinfeksi
SOSIALISASI & KAMPANYE SERTA PELATIHAN KADER UNTUK PEMBAGIAN KELAMBU
BERINSEKTISIDA DI PUSKESMAS SEI. AWAN 15 DESEMBER 2010
D. Gejala Klinis

Gejala Utama : demam.menggigil secara berkala dan sakit kepala.
Kadang – kadang dengan gejala klinis lain seperti :

 Badan terasa lemas dan pucat karena kekurangan darah dan berkeringat
 Nafsu makan berkurang
 Mual – mual,kadang diikuti muntah
 Sakit kepala yang berat,terus menerus khususnya pada infeksi plasmodium falcifarum
 Dalam keadaan menahun ( kronis )gejala diatas diikuti pembengkakan limpa
 Pada malaria berat gejala diatas disertai kejang – kejang dan penurunan kesadaran sampai
koma.
 Pada anak,makin muda usia makin tidak jelas gejala klinisnya,tetapi yang menonjol adalah
mencret ( diare ) dan pucat karena kekurangan darah ( anemia ) serta adanya riwayat kunjungan
kea tau berasal dari daerah endemis malaria.

E. Akibat Penyakit Malaria

 Daya tahan tubuh menurun
 Lesu,lemah,semangat kerja/belajar menurun
 Gangguan pertumbuhan otak pada anak
 Kematian,keguguran/premature pada ibu hamil dan berat bayi lahir rendah
 Kehilangan kesadaran
 Hilang ingatan
 Nafas cepat,pingsan hingga koma
 Meninggal dunia.

III. Kelambu Berinsektisida

A. Pengertian dan Kegunaan Kelambu Berinsektisida

Kelambu berinsektisida adalah kelambu yang sudah dilapisi dengan racun serangga,kelambu ini
dapat membunuh nyamuk, tetapi tidak berbahaya bagi kesehatan manusia.
Kegunaan kelambu berinsektisida dalam program pengendalian malaria adalah melindungi pemakai
kelambu dari gigitan dan membunuh nyamuk yang hinggap pada kelambu untuk mencegah terjadinya
penularan.

B. Cara Penggunaan dan Perawatan

Agar Kelambu dapat memberikan manfaat yang maksimal,maka kelambu harus dipakai dan dirawat
secara benar,Cara Penggunaan Kelambu yang benar Yaitu :
 Bukalah kantong plastic pembungkus kelambu dengan cara menggunting / menyobek ujungnya.
 Keluarkan kelambu dari dalam kantong plastic.
 Sebelum menggunakan kelambu pertama kali,amgin – anginkan kelambu selama 24 Jam
( 1 hari ) tetapi jangan sampai terkena matahari langsung.
 Pastikan ujung kelambu diselipkan dibawah kasur atau alas tempat tidur.Jika kasur dialas
dilantai berlapis bamboo ,ujung kelambu harus dimasukkan sehingga tidak ada lubang – lubang
yang terbuka dibawah lantai.
SOSIALISASI & KAMPANYE SERTA PELATIHAN KADER UNTUK PEMBAGIAN KELAMBU
BERINSEKTISIDA DI PUSKESMAS SEI. AWAN 15 DESEMBER 2010
 Jika ada lubang dikelambu harus dijahit segera
 Supaya tidak ada lubang didalam kelambu,jika siang hari naikkan kelambu tersebut supaya tidak
dimainkan atau robek saat sedang digunakan
 Untuk melindungi dari gigitan nyakum setiap malam,kelambu harus digunakan setiap malam
sepanjang tahun.
 Jauhkan api, lilin,pemantik atau lampu minyak tanah dari kelambu dan jangan merokok dekat
dengan kelambu,karena kelambu mudah terbakar.

C. Cara Pencucian

Kelambu Berinsektisida dapat dicuci untuk menjaganya tetap bersih,tetapi ada beberapa tips yang
penting dalam mencucuinya,yaitu :
 Gunakan air dingin dan sabun.Cucilah kelambu dengan mencelupkannya kedalam air,jangan
direndam,dikucek,dan disikat. Jika direndam,kekuatan insektisida akan berkurang drastic
 Bisa menggunakan sabun atau bubuk deterjen biasa,jangan menggunakan sabun colek,Obat
pemutih atau air panas.
 Keringkan Kelambu ditempat teduh ( didalam rumah , dibawah pohon, dan laian – lain )
 Bisa digantung atau dihamparkan, tetapi tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung
 Kelambu dicuci setiap 4 bulan sekali,karena kekuatan insektisida akan berkurang jika dicuci
sekitar 20 kali pencucian.
 Kotoran,debu atau asap tidak akan mempengaruhi kualitas insektisida.

SOSIALISASI & KAMPANYE SERTA PELATIHAN KADER UNTUK PEMBAGIAN KELAMBU
BERINSEKTISIDA DI PUSKESMAS SEI. AWAN 15 DESEMBER 2010