ANALISA SINTESA KEPERAWATAN KRITIS

VENTILATOR MEKANIK
DI ICU RUMAH SAKIT PROF. DR. MARGONO SOEKARJO

OLEH:
ANDI KURNIAWAN
I4B016097

KEMENTERIAN RISET TEKHNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS ILMU – ILMU KESEHATAN JURUSAN KEPERAWATAN
PENDIDIKAN PROFESI NERS
PURWOKERTO
2017

Sebelumnya pasien mengalami kelemahan pada ekstrimitas kanan yang tidak bias digerakan . Dengan mengurangi tekanan intratoraks selama inspirasi memungkinkan udara mengalir ke dalam paru-paru sehingga memenuhi volumenya. medikal bedah umum. Perawat. Ny. D. T datang ke IGD RSMS pada tanggal 31 Mei 2017 dengan penurunan kesadaran dari tanggal 30 mei 2017 jam 23. Ventilator jenis ini digunakan terutama pada gagal nafas kronik yang berhubungn dengan kondisi neurovaskular seperti . Klasifikasi Ventilasi mekanik diklasifikasikan berdasarkan cara alat tersebut mendukung ventilasi. komunikasi terbuka antara tim kesehatan.30. dokter dan ahli terapi pernafasan harus mengerti kabutuhan pernafasan spesifik klien. Pengertian Ventilasi mekanik adalah alat pernafasan bertekanan negatif atau positif yang dapat mempertahankan ventilasi dan pemberian oksigen dalam waktu yang lama. Pasien telah dilakukan operasi craniotomy evakuasi ICH Saat ini pasien dirawat diruang ICU RSMS dengan kesadaran somnolent GCS E3M5Vt hemiparesis dextra terpasang ventilator mekanik dengan mode SIMV f : 10 PEEP : 4 FIo2 : 50% . tak tampak adanya oedema serebri. 1996). T mempunyai riwayat penyakit hipoertensi terkontrol. Diagnosa keperawatan Disfungsi respon penyapihan ventilator berhubungan dengan kegagalan proses penyapihan C. B. ( Brunner dan Suddarth. A. pasien mengalami sulit dalam weaning ventilator mekanik beberapa kali dicoba mode spontan pasien apnoe dan buckup ventilator mode A/C. Ventilator Tekanan Negatif Ventilator tekanan negatif mengeluarkan tekanan negatif pada dada eksternal. bahkan di rumah. Saat dilakukan pengkajian TD : 131/ 71 mmHg HR : 60 x/ menit RR : 12 x / menit. Memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan ventilasi mekanik dilakukan antara lain pada unit perawatan kritis. Rumusan penting untuk hasil klien yang positif termasuk memahami prinsip-prinsip ventilasi mekanik dan perawatan yang dibutuhkan klien. tampak tanda peningkatan TIK. Gambaran kasus Ny. Pada CT scan kepala tampak gambaran perdarahan intra cerebral dengan volume kurang lebih 50 cc. rencana penyapihan dan toleransi klien terhadap perubahan pengaturan ventilasi mekanik. dua kategori umum adalah ventilator tekanan negatif dan tekanan positif. VENTILASI MEKANIK Ventilasi mekanik merupakan terapi defenitif pada klien kritis yang mengalami hipoksemia dan hiperkapnia. 1.

volume tidal. waktu bersiklus dan volume bersiklus. Dengan kata lain siklus ventilator hidup mengantarkan aliran udara sampai tekanan tertentu yang telah ditetapkan seluruhnya tercapai. E. Jika volume preset telah dikirimkan pada klien . Depresi system saraf pusat d. Sederhana. 2. Indikasi Klinik 1. Mempunyai fasilitas untuk humidifikasi serta penambahan obat didalamnya 7. mudah dan murah 2. poliomyelitis. Dapat dirangkai dengan PEEP 5. distrofi muscular. Penggunaan tidak sesuai untuk pasien yang tidak stabil atau pasien yang kondisinya membutuhkan perubahan ventilasi sering. Mudah membersihkan dan mensterilkannya. Neuromuscular Disease b. Ventilator Tekanan Positif Ventilator tekanan positif menggembungkan paru-paru dengan mengeluarkan tekanan positif pada jalan nafas dengan demikian mendorong alveoli untuk mengembang selama inspirasi. Terdapat tiga jenis ventilator tekanan positif yaitu tekanan bersiklus. dan konsentrasi oksigen inhalasi 6. Dapat memberikan volume tidak kurang 1500cc dengan frekuensi nafas hingga 60X/menit dan dapat diatur ratio I/E. frekuensi nafas. Ketidakmampuan thoraks untuk ventilasi 2. Mempunyai fasilitas untuk SIMV. volume ekshalasi. Ventilator waktu bersiklus adalah ventilator mengakhiri atau mengendalikan inspirasi setelah waktu ditentukan. Central Nervous System disease c. Kegagalan Ventilasi a. Dapat memonitor tekanan . volume inhalasi. Ventilator volume bersiklus sejauh ini adalah ventilator tekanan positif yang paling banyak digunakan. Volume udara yang diterima klien diatur oleh kepanjangan inspirasi dan frekuensi aliran udara Ventilator ini digunakan pada neonatus dan bayi. CPAP. Ventilator tekanan bersiklus dimaksudkan hanya untuk jangka waktu pendek di ruang pemulihan. 3. Ventilator ini secara luas digunakan pada klien dengan penyakit paru primer. Kegagalan pertukaran gas . Pada ventilator jenis ini diperlukan intubasi endotrakeal atau trakeostomi. Ventilator volume bersiklus yaitu ventilator yang mengalirkan volume udara pada setiap inspirasi yang telah ditentukan. F. siklus ventilator mati dan ekshalasi terjadi secara pasif. Dapat digunakan dan cocok digunakan dengan berbagai alat penunjang pernafasan yang lain. 4. Musculosceletal disease e. sklerosisi lateral amiotrifik dan miastenia gravis. Ventilator tekanan bersiklus adalah ventilator tekanan positif yang mengakhiri inspirasi ketika tekanan preset telah tercapai. Pressure Support 8. Gambaran Ventilasi Mekanik yang Ideal: 1. dan kemudian siklus mati.

yaitu : 1. klien dengan hiperventilasi. PEEP digunakan untuk mencegah kolaps alveoli dan untuk meningkatkan difusi alveoli-kapiler. frekuensi ventilator diatur antara 12-15 x / menit. otot tidak begitu lelah dan efek barotrauma minimal. 1996).Ventilator tipe ini meningkatkan kerja pernafasan klien. Penyakit paru-gangguan difusi e. a. Gagal nafas kronik c. c. Assist/Control Ventilator jenis ini dapat mengontrol ventilasi. Modus operasional ventilasi mekanik terdiri dari : a. volume tidal dan kecepatan. b. Indikasi untuk pemakaian ventilator meliputi pasien dengan apnoe. Penyakit paru-ventilasi / perfusi mismatch G. Ventilasi mekanik adalah alat pernafasan bertekanan negatif atau positif yang dapat mempertahankan ventilasi dan pemberian oksigen dalam waktu yang lama. Frekuensi pernafasan permenit 2. Konsentrasi oksigen (FiO2) 4. Controlled Ventilation Ventilator mengontrol volume dan frekuensi pernafasan. Tidal volume 3. Positive end respiratory pressure Pada klien dewasa. Synchronized Intermitten Mandatory Ventilation (SIMV) SIMV dapat digunakan untuk ventilasi dengan tekanan udara rendah. dengan ventilasi mekanik tidal volume yang digunakan adalah 10-15 ml / kg BB. Klien yang bernafas spontan dilengkapi dengan mesin dan sewaktu-waktu diambil alih oleh ventilator. Gagal jantung kiri d. Gagal nafas akut b. 1994 dikutip dari LeMone and Burke. Jumlah oksigen ditentukan berdasarkan perubahan persentasi oksigen dalam gas. maka ventilator secara otomatis. PO2 dan saturasi oksigen arteri digunakan untuk menentukan konsentrasi oksigen. d. Pemberian gas melalui nafas spontan biasanya . Ventilator ini diatur berdasarkan atas frekuensi pernafasan yang spontan dari klien. Karena resiko keracunan oksigen dan fibrosis pulmonal maka FiO2 diatur dengan level rendah. Modus Operasional Untuk menentukan modus operasional ventilator terdapat empat parameter yang diperlukan untuk pengaturan pada penggunaan volume cycle ventilator. Untuk mengkompensasi dead space dan untuk meminimalkan atelektase (Way. Bila klien gagal untuk ventilasi. biasanya digunakan pada tahap pertama pemakaian ventilator. 1. Tidal volume istirahat 7 ml / kg BB. Intermitten Mandatory Ventilation Model ini digunakan pada pernafasan asinkron dalam penggunaan model kontrol.

Dengan terbukanya jalan nafas oleh karena tekanan yang tinggi. e. Status nutrisi baik h. CI > 2. tanpa diuretik Fungsi GIT baik e. Biasanya digunakan untuk penyapihan ventilator. Asam basa dan elektrolit baik f. b. Indikasi pada klien yang menederita ARDS dan gagal jantung kongestif yang massif dan pneumonia difus. Continious Positive Airway Pressure.45 · Rontgen thoraks baik c.4. Weaning ventilator Pengertian : Weaning ventilasi mekanik adalah pengurangan bantuan hingga penghentian pemberian therapi oksigen ventilasi mekanik karena kebutuhan ventilasi pasien terpenuhi. Tidak ada infeksi Kontra indikasi : · Hemodinamik tidak stabil . Kardiovaskuler stabil : · Preload baik : CVP 8-14 mmhg · Afterload baik : SVR 800-1200 · TD. Gagal napas dapat diatasi dengan optimal. Positive End-Expiratory Pressure Modus yang digunakan dengan menahan tekanan akhir ekspirasi positif dengan tujuan untuk mencegah Atelektasis. Nafas dan batuk adekuat i. atelektasis akan dapat dihindari.5-1 cc/kgbb. Indikasi : Kriteria weaning : a.S 100-160 mmhg · Kontraktilitas baik. barotrauma dan penurunman curah jantung. Tidak ada gagal sistem organ mayor j. Efek samping dapat menyebabkan venous return menurun. Indikasi pada pernafasan spontan tapi tidal volume dan/atau frekuensi nafas kurang adekuat. Temperatur normal g. f. (CPAP) Ventilator ini berkemampuan untuk meningkatakan FRC. Tidak ada anemia k. Perfusi organ baik : · Fungsi ginjal baik : ureum. Fungsi paru baik : · MV < 10 liter/menit · TV adekuat (5-10 cc/kgbb) · Usaha napas pasen > atau 2x MV saat istirahat · PaO2 > 60 mmhg pd FiO2 <40% dan peep <5 · PaCO2 < 45 mmhg · PH 7.35-7. Tujuan : Mempersingkat kebutuhan ventilasi mekanik sehingga resiko untuk terjadi infeksi nosokomial dapat diminimalisir dan lama perawatan pasen di ruang intensif dapat dipersingkat. kreatinin tidak naik > 50% Produksi urine 0. H. tergantung pada aktivasi klien. takhikardi – · Tanpa atau minimal dosis inotropik · Tidak ada aritmia d.

napas spontan > 8x/menit. Bunyi nafas . pertahankan setting PRVC/VC selama 24 jam. Komplikasi Komplikasi yang dapat timbul dari penggunaan ventilasi mekanik. · Pasen sadar dan kooperatif · Posisi kepala pasen 45 derajat dari horizontal · Tunda pemberian makanan lewat ngt 4 jam sebelum ekstubasi · Persiapkan T-piece. Tanda-tanda vital 2. Hipertensi 3. Tension pneumotoraks 2. 6. Infeksi pulmonal 4. Kelainan fungsi gastrointestinal . yaitu : 1. · Lakukan penhisapan kendir melalui ett · Berikan ventilasi 100% dengan bagging · Buka fiksasi/plester ETT · Kempiskan balon ETT dengan spuit 10 atau 20 cc · Cabut ETT dengan satu kali tarikan dengan gerakan halus · Pasang oksigen sungkup (NRM) 8-12 liter/menit · Monitor dan catat tanda vital pasen selama proses ekstubasi · Pasen dipuasakan selama 6 jam setelah ekstubasi Perhatian : · Keputusan untuk weaning dan ekstubasi ditentukan oleh SMF CVC yang bertugas saat itu · Pada kasus pasen dengan hipoksemia berat dan kardiogenik syok. · Spasme bronkus · Masih memerlukan sedasi tinggi Persiapan : · Hentikan pemakain sedative/narkotik beberapa jam sebelum penyapihan. Dalam mengkaji klien. Kelainan fungsi susunan saraf pusat J. Pengkajian Perawat mempunyai peranan penting mengkaji status pasien dan fungsi ventilator. NRM. Kelainan fungsi ginjal 7. perdarahan 5. PaCO2 < 60 mmhg Hemodinamik stabil I. Binasal kanul Prosedur : · Beri informasi kepada npasen tentang tindakan weaning dan ekstubasi yang akan dilakukan. Frekuensi dan pola pernafasan 4. Atelektase 3. CPAP atau PS 5-8 cmH2O selama 30-60 menit · Kriteria pasen dilakukan ekstubasi : Oksigenisasi adekuat : SpO2 > 92%. PaO2 > 60 mmhg Ventilasi adekuat : TV > 5 cc/kgbb. dilatasi lambung. · Menjelang ekstubasi pasen diberikan spontaneous breathingtrial dengan T- Piece. perawat mengevaluasi hal-hal berikut : 1. gastrointestinal. Obstruksi jalan nafas 2. Bukti adanya hipoksia 3.

takikardi. Volume tidal. Pengaturan FIO2 (fraksi oksigen yang diinspirasi) 5. perawat harus siap memberikan ventilasi kepada klien dengan menggunakan Bag Resuscitation Manual. Volume tidal 6. Upaya ventilasi spontan klien 9. Pemeriksaan fungsi paru 2.gugup. Pengkajian Peralatan Ventilator juga harus dikaji untuk memastikan bahwa ventilator pengaturannya telah dibuat dengan tepat. Status nutrisi 10. kelam fakir. Kapasitas vital kuat 5. yang lebih jauh lagi mengganggu arus balik vena. perawat harus memperhatikan hal-hal berikut : 1. Humidifikasi 8. curah jantung dan tekanan darah. Kapasitas vital paru 4. dll) 3. Analisa gas darah arteri 3. Jenis ventilator 2. Assist Control. dan jika masalah tidak dapat diidentifikasi dan diperbaiki dengan cepat. Status neurologis 6. Pengaturan volume tidal dan frekunsi 4. Tekanan intratoraks positif selama inspirasi menekan jantung dan pembuluh darah besar dengan demikian mengurangi arus balik vena dan curah jantung. Inspirasi negative kuat 7. 6. pucat yang berkembang menjadi sianosis. berkeringat dan penurunan haluaran urin). takipnoe. Tekanan positif yang berlebihan dapat menyebabkan pneumotoraks spontan akibat trauma pada alveoli. Dalam memantau ventilator. Ventilasi semenit . Pemeriksaan Diagnostik Pemeriksaan Diagnostik yang perlu dilakukan pada klien dengan ventilasi mekanik yaitu : 1. Kebutuhan pengisapan 8. Status psikologis Pengkajian Kardiovaskuler Perubahan dalam curah jantung dapat terjadi sebagai akibat ventilator tekanan positif. PEEP Catatan Jika terjadi malfungsi system ventilator. 7. Kondisi ini dapat cepat berkembang menjadi pneumotoraks tension. kapasitas vital kuat 7. Tekanan inspirasi yang dicapai dan batasan tekanan. Untuk mengevaluasi fungsi jantung perawat terutama harus memperhatikan tanda dan gejala hipoksemia dan hipoksia (gelisah. Cara pengendalain (Controlled. Alarm 9.5.terlepas sambungan atau terlipatnya selang. ventilasi semenit . Adanya air dalam selang.

Ketidakefektifan bersihan jalan nafas yang berhubungan dengan pembentukan lendir yang berkaitan dengan ventilasi mekanik tekanan positif . 3. dan tidak terjadi komplikasi. penyesuaian terhadap metode komunikasi non verbal . Tekanan inspirasi 9. 5. 4. penurunan akumulasi lendir. Barotrauma dan pneumothoraks 5. Aliran-volume 11. dan ahli terapi pernafasan . Perubahan dalam pertukaran gas dapat dikarenakan penyakit yang mendasari atau factor mekanis yang berhubungan dengan penyesuaian dari mesin dengan pasien. Risiko terhadap trauma dan infeksi yang berhubungan dengan intubasi endotrakea dan trakeostomi. Perencanaan dan Implementasi Tujuan utama bagi pasien yaitu: pertukaran gas optimal. antara lain : 1. dokter. Disfungsi respon penyapihan ventilator berhubungan dengan kegagalan berulang terhadap penyapihan. atau penyesuaian pengaturan ventilator selama stabilisasi atau penyapihan . Meningkatkan pertukaran gas Tujuan menyeluruh ventilasi mekanik adalah untuk mengoptimalkan pertukaran gas dengan mempertahankan ventilasi alveolar dan pengiriman oksigen. secara kontinu mengkaji pasien . Diagnosa Keperawatan Diagnosa keperawatan mayor klien dapat mencakup : 1. mendapatkan tindakan koping yang berhasil . Kerusakan pertukaran gas yang brhubungan dengan penyakit yang mendasari. K. tidak terdapat trauma atau infeksi. pencapaian mobilisasi yang optimal. Koping individu tidak efektif dan ketidakberdayaan yang berhubungan dengan ketergantungan pada ventilator. Masalah Kolaboratif /Komplikasi Potensial 1. Volume ekspirasi kuat 10. kehilangan volume 3. Kerusakan mobilitas fisik yang berhubungan dengan ketergantungan ventilator 6. Asuhan keperawatan pada pasien dengan ventilasi mekanik membutuhkan teknik dan keterampilan interpersonal yang unik. Status nutrisi / elaktrolit. Melawan kerja ventilator 2. 8. Kerusakan komunikasi verbal yang berhubungan dengan tekanan selang endotrakea dan pemasangan pada ventilator. Infeksi paru M. termasuk perawat . Tim perawatan kesehatan. Masalah-masalah ventilator – peningkatan dalam tekanan jalan nafas nafas puncak . Sinar X dada 12. 2. Gangguan kardiovaskuler 4. L. penurunan tekanan . 7.

5.fibrasi ) adalah strategi lain untuk membersihkan jalan nafas dari kelebihan sekresi karena cukup bukti tentang kerusakan intima pohon trakeobronkial. kontraktur dan statis vena. dan peningkatan mobilitas secepat mungkin. Intervensi keperawatan yang penting pada klien yang mendapat ventilasi mekanik yaitu auskultasi paru dan interpretasi gas darah arteri. 4. tanda dan gejala hipoksia. atelektasis. Mobilitas dan aktivitas otot sangat bermanfaat karena menstimuli pernafasan dan memperbaiki mental. dan respon terhadap tindakan . nyeri insisi. Perawat sering menjadi orang pertama yang mengetahui perubahan dalam temuan pengkajian fisik atau kecenderungan signifikan dalam gas darah yang menandakan terjadinya masalah (pneumotoraks. kelebihan cairan. Perawatan trakeostomi dilakukan sedikitnya setiap 8 jam jika diindikasikan karena peningkatan resiko infeksi. Bronkodilator baik intravena maupun inhalasi. fisioterapi dada. Humidifikasi dengan cara ventilator dipertahankan untuk membantu pengenceran sekresi sehingga sekresi lebih mudah dikeluarkan. tingkat kesadaran. diberikan sesuai dengan resep untuk mendilatasi bronkiolus. Tindakan untuk membersihakn jalan nafas termasuk pengisapan. Meningkatkan komunikasi optimal . 3. Mencegah trauma dan infeksi Penatalaksanaan jalan nafas harus mencakup pemeliharaan selang endotrakea atau trakeostomi. Pasien juga diposisikan dengan kepala dinaikkan lebih tinggi dari perut sedapat mungkin untuk mengurangi potensial aspirasi isi lambung. Higiene oral sering dilakukan karena rongga oral merupakan sumber utama kontaminasi paru-paru pada pasien yang diintubasi pada pasien lemah. Selang ventilator diposisikan sedemikian rupa sehingga hanya sedikit kemungkinan tertarik atau penyimpangan selang dalam trakea. emboli pulmonal). 2. Penatalaksanaan jalan nafas Ventilasi tekanan positif kontinu meningkatkan pembentukan sekresi apapun kondisi pasien yang mendasari. Pengisapan jalan nafas bawah disertai fisioterapi dada ( perkusi. perubahan letak selang. terhadap pertukaran gas yang adekuat . Pertukaran gas yang tidak adekuat dapat berhubungan dengan faktor-faktor yang sangat beragam. Peningkatan tingkat mobilitas optimal Mobilitas pasien terbatas karena dihubungkan dengan ventilator. Perawat harus mengidentifikasi adanya sekresi dengan auskultasi paru sedikitnya 2-4 jam. atau penyakit primer seperti pneumonia. Adanya selang nasogastrik dan penggunaan antasida pada pasien dengan ventilasi mekanik juga telah mempredisposisikan pasien pada pneumonia nosokomial akibat aspirasi. perubahan posisi yang sering. Latihan rentang gerak pasif/aktif dilakukan tiap 8 jam untuk mencegah atrofi otot.

Memberikan penjelasan prosedur setiap kali dilakukan untuk mengurangi ansietas dan membiasakan klien dengan rutinitas rumah sakit. Ventilasi menit 6-10 l d. Dengan memberikan dorongan pada klien untuk mengungkapkan perasaan mengenai ventilator. Bebas dari cedera atau infeksi yang dibuktikan dengan suhu tubuh dan jumlah sel darah putih. Metode komunikasi alternatif harus dikembangkan untuk pasien dengan ventilasi mekanik. Meningkatkan kemampuan koping. Klien mungkin menjadi menarik diri atau depresi selama ventilasi mekanik terutama jika berkepanjangan akibatnya perawat harus menginformasikan tentang kemajuannya pada klien. 2. 3. membaca gerak bibir. Tekanan ekspirasi akhir positif (PEEP) 3. Gas darah arteri a. O. Selang Endotrakeal . PaO2 60-70 mmHg c. Evaluasi Hasil yang diharapkan dari asuhan keperawatan yang diberikan antara lain: 1. tekanan arteri pulmonal dan tanda- tanda vital yang adekuat. Menunjukkan ventilasi yang adekuat dengan akumulasi lendir yang minimal. N. Bila keterbatasan pasien diketahui. gerak tubuh atau alat komunikasi lainnya. Penyapihan dari Ventilasi Mekanik Kriteria dari penyapihan ventilasi mekanik : 1. PaCO2 normal b. Volume tidal 4-5 cc / kg c. Ahli terapi bahasa dapat membantu dalam menentuka metode yang paling sesuai untuk pasien. menggunakan kertas dan pensil. Berkomunikasi secara efektif melalui pesan tertulis. 6. Teknik penurunan stress (pijatan punggung. 4. bahasa gerak tubuh. Dapat mengatasi masalah secara efektif. bila memungkinkan pengalihan perhatian seperti menonton TV. bermain musik atau berjalan-jalan jika sesuai dan memungkinkan dilakukan. Menunjukkan pertukaran gas. Frekuensi permenit < 20 permenit 2. PH normal dengan semua keseimbangan elektrolit diperbaiki 4. Dapat aktif dalam keterbatasan kemampuan. Kapasitas vital 10-15 cc / kg b. papan komunikasi. papan pengumuman. 5. FiO2 < 50% b. Pengaturan Ventilator a. kadar gas darah arteri. kondisi pasien dan lingkungan secara umum sangat bermanfaat. tindakan relaksasi) membantu melepaskan ketegangan dan memampukan klien untuk menghadapi ansietas dan ketakutan akan kondisi dan ketergantungan pada ventilator. Tes Penyapihan a. perawat menggunakan pendekatan komunikasi. 6.

5 mm 5. a. Jalan nafas a. Posisi : duduk. Posisi diatas karina pada foto Rontgen b. Kalori perhari 2000-2500 kal b. istirahat terpenuhi . Nutrisi a. Waktu : 1 jam sebelum makan 6. Fisik Stabil. Sekresi : antibiotik bila terjadi perubahan warna. Emosi Persiapan psikologis terhadap penyapihan 9. Bronkospasme : kontrol dengan Beta Adrenergik. Agen sedative : dihentikan lebih dari 24 jam b. Tiofilin atau Steroid c. penghisapan (suctioning) b. Agen paralise : dihentikan lebih dari 24 jam 8. Ukuran : diameter 8. semi fowler 7. Obat-obatan a.

2001. Johnson. Jakarta: EGC. Smeltzer. Sue M. 2005. Jakarta: DIKTI. 2000.net. Intubasi. Anestesiologi dan Reanimasi: Modul Dasar untuk Pendidikan S1 Kedokteran. St. M. D. Nursing Diagnosis: Definition and Classification. Mengelola Pasien Dengan Ventilator Mekanik. 20-21 Agustus 2002.[diakses tanggal 7 Juni 2013].Makalah pada Workshop Asuhan Keparawatan Kritis. 2010. 2008. Medan. Didapat dari URL: www. SC dan Brenda GB. Wirjoatmodjo K. DAFTAR PUSTAKA Hanif.ogspot. Nursing Outcomes Classification (NOC). Extubasi dan Mekanik ventilasi. 2002. Asean Conference on Medical Sciences..com.ilmukeperawatan.[diakses tanggal 27 Juni 2013]. Mode dan Istilah-islitahnya. Ventilasi Mekanik: Indikasi. 2000.nersdan. Louis Baltimore: Mosby NANDA. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah.b. . Philadelphia: NANDA International. Jakarta: Rekatama. Saryono. 2008. Nasution AH. System Ventilasi Mekanik & Sterelisasi Komponen Ventilator. Tandi. I. Meriden M. Purnawan. Didapat dari URL: www.