BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Furunculosis hidung merupakan suatu klinis yang cukup umum dalam

beberapa kasus dari bagian negara yang terjadi pada saat sebelum musim

hujan dan selama musim hujan. Hal itu dikarenakan tingkat kelembaban

sangat tinggi, sekitar (Lebih dari 90%) selama beberapa periode ini. Furuncle

hidung sangat umum karena keringat yang berlebihan akibat goresan hidung

yang berlebihan dengan pelindung vestibulum. Berbagai macam untuk

furunculosis hidung telah ditemukan. Veach melaporkan bahwa lonjakan kasus

dengan komplikasi terlihat di bulan-bulan musim dingin yang kering. Karena

udara dingin yang kering yang terhirup mengakibatkan formasi kerak yang

meningkat. Yang berbahaya seperti kebiasaan membersihkan hidung dalam

keadaan seperti itu dan menyebabkan hidung tersumbat Furunculosis.

( Shivaprakash et al, 2012 )
Memotong rambut hidung dengan pinset atau pemangkas rambut hidung

dapat menyebabkan furunculosis pada hidung. Banyak dari pasien ini datang

dengan kondisi yang kronis disebabkan oleh bakteri Staph. Aureus yang

letaknya di ruang depan hidung. Untuk gejala awal yang sangat khas adalah

nyeri terlokalisir pada jaringan di atasnya dimana vestibulum hidung di daerah

atasnya terasa nyeri dan jika diperiksa, tidak ada perubahan permukaan yang

nyata. ( Shivaprakash et al, 2012 )
Namun, Bila daerahnya teraba sering ditemukan bengkak seperti benjolan .

Kemudian daerah yang terlokalisir terasa sakit dimana kulit yang menutupi

ujung lateral dari hidung menjadi merah. Jika dirawat secara tepat pada daerah

tersebut, maka furuncle Sembuh, jika tidak kemerahan dan edema bisa

(v) etiologi. dan (xiv) prognosis. Selanjutnya pada referat ini akan dibahas mengenai (i) anatomi hidung luar dan dalam. (xii) penatalaksanaan. . penulis ingin menjelaskan secara lebih rinci mengenai penyakit Vestibulitis dalam bentuk Referat. (xiii) komplikasi. (ix) diagnosis.menyebar ke pipi sebelah yang menyebabkan selulitis wajah. (vii) menifestasi klinis. (x) pemeriksaan penunjang. (vi) patofosiologi. (viii) pemeriksaan fisik. (iii) definisi. (ii) fisiologi hidung dalam. 2012 ) Maka dari paparan diatas. ( Shivaprakash et al. (xi) diagnosis banding. (iv) epidemiologi.