KEBUTUHAN KHUSUS TERHADAP KODE ETIK PROFESI

Istilah profesional berarti tanggung jawab untuk berperilaku lebih dari sekadar
memenuhi tanggungjawab secara individu dan ketentuan dalam peraturan dan hukum di
masyarakat. Seorang akuntan publik, sebagai seorang profesional, harus menyadari adanya
tanggungjawab pada publik, pada klien dan pada sesama rekan praktisi, termasuk perilaku
yang terhormat, bahkan jika hal tersebut berarti harus melakukan pengorbanan atas
kepentingan pribadi.

Alasan adanya harapan yang begitu tinggi pada penerapan etika bagi para profesional
adalah kebutuhan akan kepercayaan publik dalam kualitas pelayanan yang diberikan oleh
para profesional ersebut, bagaimanapun individu-individu yang memberikan jasa tersebut.
Bagi profesi akuntan publik, merupakan hal yang penting bahwa klien dan pihak-pihak
eksternal pengguna laporan keuangan untuk memiliki kepercayaan dalam kualitas audit dan
jasa lainnya yang diberikan oleh akuntan publik tersebut. Jika para pengguna jasa tidak
memiliki kepercayaan pada para tenaga medis, hakim, atau akuntan publik, maka para
profesional tersebut akan kehilangan kemampuan untuk melayani klien dan juga masyarakat
umum secara efektif.

Perbedaan Antara Kantor Akuntan Publik (KAP) dengan Para Profesional Lainnya

KAP memiliki hubungan yang berbeda dengan para pengguna laporan keuangan
dibandingkan dengan hubungan mayoritas profesi lainnya terhadap klien. KAP ditugaskan
oleh manajemen untuk perusahaan perorangan, atau oleh komite audit untuk perusahaan
publik, dan dibayar oleh perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan, namun penerima
manfaat utama dari jasa audit tersebut adalah para pengguna laporan keuangan. Sering kali,
seorang auditor tidak mengetahui atau memiliki hubungan dengan para pengguna laporan
keuangan, namun melakukan pertemuan-pertemuan rutin dan hubungan berkelanjutan dengan
pegawai klien.

Merupakan hal yang penting bagi para pengguna laporan keuangan untuk memandang
KAP sebagai pemberi jasa yang kompeten dan objektif. Jika para pengguna yakin bahwa
KAP tidak memberikan pelayanan yang bernilai (mengurangi resiko informasi), maka nilai
jasa audit atau jasa atestasi lainnya yang diberikan oleh KAP tersebut akan menurun sehingga
permintaan akan jasa-jasa tersebut dengan demikian akan ikut menurun. Oleh karena itu,
terdapat motivasi yang besar bagi KAP untuk melakukan tingkat profesionalisme yang tinggi.

ditambah sebuah bagian yang berisi definisi-definisi penting. serta memberikan kerangka konseptual untuk menerapkan prinsip-prinsip tersebut. Dua faktor penting yang berpengaruh bagi profesi akuntan publik di Indonesia- ditunjukkan dalam bagian yang diarsir pada bagan diatas-adalah Kode Etik IAPI dan Kementrian Keuangan dan Bapepam-LK. Saat ini IAPI sedang mengadopsi Kode Etik bagi Para Akuntan Profesional dari IFAC (IFAC Code of Ethics for Professional Accountants). Cara-Cara yng Dilakukan Oleh Akuntan Publik untuk Berlaku Profesional GAAS dan interpretasinya Ujian sertifikasi Akuntan Publik Peraturan pendidikan berkelanjutan Pengendalian umum Perilaku personel Kewajiban hukum KAP Peer preview Bagian praktik AICPA PCAOB dan SEC Kode etik profesional Bagan diatas mengikhtisarkan cara-cara yang penting di mana para akuntan publik dapat berlaku secara patut dan melakukan jasa audit dan jasa atestasi lainnya dengan kualitas tinggi. Bagian A menetapkan mengenai prinsip-orinsip dasar etika profesional bagi para anggota. Kode etik dimaksudkan untuk memnerikan standar perilaku bagi seluruh anggota IAPI. Bagian B . Kode Etik tersebut akan segera diterapkan pada seluruh anggota IAPI. Kode Etik tersebut terdiri dari tiga bagian. Bapepam-LK berwenang untuk menetapkan standar etika dan independensi bagi para auditor perusahaan publik. Kode etik IAPI memberikan standar umum atas perilaku yang ideal dan ketetapan peraturan yang spesifik yang mengatur perilaku. yang meliputi bagian-bagian sebagai berikut: Bagian A : Penerapan Umum atas Kode Etik Bagian B : Anggota dalam Praktik Publik Bagian C : Anggota dalam Bisnis.

a. dan harus menjalankan tugas profesional mereka sesuai dengan seluruh standar teknis dan profesi. Kepentingan pribadi-ketika kepentingan keuangan dari auditor atau kerabatnya terlibat . Para auditor tidak boleh mengungkapakan informasi yang bersifat rahasia kepada pihak lain tanpa seizin klien mereka. Kerahasiaan. Para auditor tidak boleh menggunakan informasi yagn sifatnya rahasia dari hubungan profesional mereka. Para auditor harus tidak berkompromi dalam memberikan pertimbangan perofesionalnya karena adanya bias. Para auditor harus terus terang dan jujur serta melakukan praktik secara adil dan sebenar-benarnya dalam hubungan profesional mereka. 1. para auditor harus menahan diri dari memberikan jasa yang mereka tidak memiliki kompetensi dalam menjalankan tugas tersebut. baik untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan pihak lian. Prinsip-prinsip Dasar Etika Profesional kelima prinsip etika dalam bagian A kode etik profesional dimaksudkan untuk diterapkan pada seluruh anggota dan bukan hanya mereka yang melakukan praktik publik. Hal ini mengharuskan auditor untuk menjaga perilaku yang netral ketika menjalankan audit. Kelima prinsip yang harus diterapkan auditor adalah sebagai berikut. Perilaku profesional. Umumnya. Integritas. ancaman akibat dari salah satu sebab berikut. Ancaman. Auditor harus menjaga pengetahuan dan keterampilan profesional mereka dalam tingkat yang cukup tinggi. Mereka tidak boleh membesar-besarkan kualifikasi ataupun kemampuan mereka dan tidak boleh membuat perbandingan yang melecehkan atau tidak berdasar terhadap pesaing. kecuali jika ada kewajiban hukum yang mengharuskan mereka mengungkapkan informasi tersebut. dan tekum dalam menerapkan pengertahuan dan keterampilan mereka ketika memberikan jasa profesional. menginterpretasikan bukti audit dan melaporkan laporan keuangan yang merupakan hasil dari penelaahan yang mereka lakukan. Para auditor harus menahan diri dari setiap perilaku yang akan mendiskreditkan profesi mereka. 2. 3.dan C menggambarkan bagaimana kerangka konseptual tersebut diterapkan untuk mengidentifikasi dan mengatasi ancaman dalam situasi-situasi tertentu. Sehingga. termasuk melakukan kelalaian. 4. Para auditor harus menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh selama tufas profesional maupun hubungan dengan klien. 5. Kompetensi profesional dan kecermatan. dan mengatasi ancaman terhadap prinsip-prinsip utama. mengevaluasi. Prinsip-prinsip Umum Prinsip-prinsip umum ini akan memberikan dasar untuk mengidentifikasi. Objektivitas. konflik kepentingan atau karena adanya pengaruh dari orang lain yang tidak semestinya.

b. Resolusi konflik. Intimidasi-ketika tindakan yang akan dilakukan auditor dapat dinegosiasikan dengan menggunakan ancaman nyata ataupun ancaman palsu.3). 1. Lingkungan kerja-sangat bergantung pada kultur dan proses yang diterapkan pada kantor akuntan publik tersebut. Prinsip-prinsip umum yang terkait dengan maslah yang dipertanyakan. Hal ini dibahas dalam kode etik bagian B dan C.2. Kode etik mengidentifikasikan dua kategori pengamanan yang mampu mengurangi ancaman sampai pada tingkat yang dapat diterima. Alternatif tindakan yang dilakukan (langkah 4. Kode etik mendukung proses penyelesaian konflik etika yang konsisten dengan pendekatan enam langkah untuk mengatasi masalah dilema etika yang telah diidentifikasikan sebelmnya. a. legislasi. Advokasi-ketika auditor mendukung suatu posisi atau opini yang mengakibatkan berkurangnya objektivitas auditor tersebut. Kode etik ini menyarakankan dilakukannya langkah-langkah berikut sebagai bagian dari proses penyelesaian masalah etika. pelatihan dan ketentuan pendidikan profesional berkelanjutan. Kesepahaman-ketika seorang auditor menjadi sangat perhatian terhadap kepentingan pihak lain disebabkan karena hubungan dekat dengan pihak tersebut e. Fakta-fakta terkait (langkah 1) 2.5) Panduan Khusus dalam Kode Etik Profesi perilaku ideal Prinsip-prinsip etika perilaku minimal Panduan Khusus Perilaku dibawah standar minimal . Pengamanan. b. 3. termasuk identifikasi ancaman terhadap prinsip-prinsip tersebut (langkah 1.3) 4.2. pengawasan hukum atua profesi dan penegakan hukum. c. Masalah etika yang terkait (langkah 2). Penelaahan pribadi-ketika seorang auditor menelaah suatu situasi yang merupakan konsekuensi penilaian sebelumnya atua nasihat dari auditor atau perusahaan tempat sang auditor bekerja. peraturan tata kelola perusahaan. d. Melakukan prosedur internal yang mencerminkan pengamanan terhadap ancaman yang telah diidentifikasikan (langkah 1. Berikut ini adalah hal-hal yang terkait dengan pengamanan. standar profesi. Profesi. 5. dan regulasi-mencakup pendidikan.

. Persyaratan umum bagi independensi auditor melarang para auditor untuk terlibat dalam aktivitas audit di suatu entitas bilamana terdapat konflik kepentingan yang belum terealisasikan terkait dengan entitas tersebut. Perbedaan antara standar perilau yang ditetapkan oleh prinsip-prinsip etika dan standar perilaku yan digambarkan secara lebih nyata pada gambar diatas. Sebagian besar persyaratan independensi IAPI sesuai dengan persyaratan independensi Bapepam-LK. namun juga penting bagi para pengguna laporan keuangan untuk memiliki kepercayan terhadap independensi auditor. Auditor tidak hanya diharuskan untuk menjaga sikap mental independen dalam menjalankan tanggungjawabnya. untuk menjamin bahwa perilaku minimum tersebut sudah memuaskan. Hal ini dikarenakan adanya asumsi bahwa profesi telah menetapkan standar perilaku yang cukup tinggi. Ketika praktisi berperilaku dalam standar minimal. Independensi merupakan salah satu karakteristik terpenting bagi auditor dan merupakan dasar dari prinsip integritas dan objektivitas. Berikut muatan kode etik bagian B dan C yang berisi sembilan pasal utama. sehingga memberikan panduan yang bermanfaat bagi para auditor. seperti yang termaktub dalam bagian B dan C kode etik. Namun karena kode etik tersebut cenderung bersifat principle- based maka kode etik IAPI dan Bapepam-LK saling melengkapi satu salam lain. tidak berarti perilaku praktisi tersebut tidak memauskan. 210 penunjukkan profesional 220 konflik kepentingan 230 Second Opinion 240 Imbalan Jasa Audit dan Jenis-Jenis Imbal Jasa Lainnya 250 Pemasaran Jasa Profesional 260 Hadiah dan Fasilitas 270 Perlindungan Aset Klien 280 Objektivitas-Semua Jenis yang diberikan 290 Independensi-Kontrak kerja Audit INDEPENDENSI Independensi dalam audit berarti mengambil sudut pandang yang tidak bias dalam melakukan pengujian audit.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.