ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA Ny.

M
DENGAN RESIKO HARGA DIRI RENDAH
DI DUSUN GLENGSERAN DESA SUCI
KECAMATAN PANTI
JEMBER

Oleh
Chusnawiyah, S.Kep.
NIM. 1401032007

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
2015

. Desember 2015 Mengetahui Pembimbing Akademik Pembimbing Lapangan Ns. S. S. PERYATAAN PERSETUJUAN Asuhan Keperawatan pada Ny dengan . Slamet Siswoyo. Jember.MKep Ns.Kep.Kep. Supriyadi. M dengan resiko harga diri rendah di Dusun Glengseran Desa Suci Kecamatan Panti Kabupaten Jember.

mudah tersinggung dan menarik diri secara sosial. ketergantungan pada orang lain dan ideal diri yag tidak realistis. Faktor yang mempengaruhi 1. merasa gagal mencapai keinginan. kegagalan yang berulang kali 4. Rentang respon konsep diri D. LAPORAN PENDAHULUAN HARGA DIRI RENDAH A. E. penolakan orang tua 2. dan kepercayaan yang merupakan pengetahuan individu kepada dirinya dan memengaruhi hubungannya dengan orang lain. Gangguan harga diri rendah di gambarkan sebagai perasaan yang negatif terhadap diri sendiri. 6. Kasus (masalah utama) Gangguan konsep diri : harga diri rendah B. 1999 dalam dara 2007). termasuk hilangnya percaya diri dan harga diri. Proses terjadinya masalah Menurut Stuart (2007) Konsep diri adalah semua pikiran. Ketegangan peran beruhubungan dengan peran atau posisi yang diharapkan dimana individu mengalami frustrasi. mengkritik diri sendiri. 7. Apatis. destruktif yang diarahkan pada orang lain. aspek utama adalah diterima dan menerima penghargaan dari orang lain. penurunan produktivitas. ekspresi sedih. kurang mempunyai tanggungjawab personal 5. afek tumpul 2. C. Tanda dan Gejala 1. Trauma seperti penganiayaan seksual dan psikologis atau menyaksikan kejadian yang mengancam. harapan orang tua yang tidak realistis 3. Gangguan harga diri rendah digambarkan sebagai perasaan yang negatif terhadap diri sendiri. (Budi Ana Keliat. termasuk hilangnya percaya diri dan harga diri. Harga diri diperoleh dari diri sendiri dan orang lain. perasaan tidak mampu. keyakinan. Harga diri rendah jika kehilangan kasih sayang dan penghargaan orang lain. merasa gagal mencapai keinginan. Menghindar dari orang lain (menyendiri) .

orang lain H. Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki. Klien dapat menilai kemampuan yang dapat digunakan. Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat Tindakan : Bina hubungan saling percaya 1). Pohon masalah Resiko mencederai diri Defisit perawatan diri sendiri. Jelaskan tujuan interaksi 4).Tindakan keperawatan 1. Klien tidak tampak bercakap-cakap dengan klien lain/perawat 4. 3) Klien dapat menilai kemampuan dan aspek positif yang dimiliki. 2. Ciptakan lingkungan yang tenang 5). Perkenalan diri 3). 2) Hindarkan memberi penilaian negatif setiap bertemu klien. F. Buat kontrak yang jelas (waktu. 7). . b. utamakan memberi pujian yang realistis. isolasi sosial Gangguan konsep diri: harga diri rendah G. orang lain halusinasi Menarik diri dari lingkungan. tempat dan topik pembicaraan). Tindakan : 1) Diskusikan bersama klien kemampuan yang masih dapat digunakan. Resiko mencederai diri sendiri. Tindakan keperawatan untuk pasien a. klien memutuskan percakapan atau pergi jika diajak bercakap-cakap 7. 3. Gangguan konsep diri : harga diri rendah. klien sering menunduk 5. Tindakan : 1) Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien. Tidak/ jarang melakukan kegiatan sehari-hari. Masalah keperawatan : 1. c. Isolasi sosial: menarik diri 3. Berdiam diri di kamar/klien kurang mobilitas 6. Menolak berhubungan dengan orang lain. Salam terapeutik 2). Tidak ada kontak mata. 8). Komunikasi kurang/tidak ada. Beri kesempatan pada klien mengungkapkan perasaannya. 6). Katakan kepada klien bahwa ia adalah seseorang yang berharga dan bertanggung jawab serta mampu menolong dirinya sendiri. Sediakan waktu untuk mendengarkan klien.

3) Klien dapat menetapkan / merencanakan kegiatan sesuai kemampuan yang dimiliki. d) Beri reinforcement positif atas keterlibatan keluarga. b) Tingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien. 4) Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada. d. b) Bantu keluarga memberi dukungan selama klien dirawat. Tindakan : a) Rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampuan. . 2) Beri pujian atas keberhasilan 3) Diskusikan kemungkinan pelaksanaan di rumah. c) Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang boleh klien lakukan. Klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi dan kemampuan Tindakan : 1) Beri kesempatan mencoba kegiatan yang telah direncanakan. Tindakan : a) Beri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara merawat klien. c) Bantu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah. 2) Diskusikan pula kemampuan yang dapat dilanjutkan setelah pulang ke rumah.