1.

PLANNING

Usaha yang akan saya jalankan ini ialah usaha yang berjalan pada bidang pembibitan dan

pemasaran atau penjualan Jangkrik yang menurut saya akan memperoleh keuntungan yang

besar dengan modal yang kecil. Pada saat ini banyak orang yang berlomba-lomba

merencanakan untuk menjalankan suatu usaha yang sudah booming di kalangan masyarakat

seperti usaha warung kopi (warkop), restoran, tempat rental, lapangan futsal, tempat bermain

game seperti warnet game online atau playstation dan banyak lagi yang tidak perlu saya

sebutkan satu persatu.

Kita hidup di dunia ini semuanya saling berkaitan antara satu sama lain yang mana semuanya

ini tidak lain ialah untuk mensejahtrakan kehidupan kita sebagai makhluk social.

Beberapa pekan yang lalu saya bermain ke tempat kawan saya di Ampenan, saya melihat

teman saya sedang mengiris Pepaya muda, Kemudian aya Coba Menanyakan mau di apakan

pepaya itu... Kemudian dia menjawab sebagai pakan untuk jangkrik, Kemudian saya melihat

Kandang jangkrik tersebut dan muncul pemikiran, gimana kalok saya coba aja usaha

jangkrik, lalu saya coba buat perencanaan. Pada saat ini jika kita melihat harga Jangkrik

50.000 Perkilogram, sedangkan telur jangkrik bisa mencapai 300.000 Perkilogramnya. Jika

seandainya satu Box Kandang Jangkrik berisi setengah Kilogram telur jangkrik pada saat

panen yang bisa menjadi 20 Kilogram dalam waktu 40 Hari Tinggal dikalikan 20*50.000 =

1.000.000 untuk yng 1 Box Saja.
Ini adalah contoh Analisa keuntungan dari budidaya Jangkrik

Modal Awal Pembuatan kandang 20 kandang * Rp 150.000 = Rp 3.000.000

Lampu 5 watt untuk 20 kandang * Rp 5.000 = Rp 100.000
Total = Rp 3.100.000
Pengeluaran setiap periode (1 bulan)/panen (biaya tetap)
Trei (tempat telur ayam) 20 kandang @Rp 75.000/kandang = Rp 1.500.000
Bibit / Telur 20 kandang @Rp 120.000/kandang = Rp 2.400.000
Makanan Voor/pelet 511 20 kandang @Rp 200.000/sak = Rp 400.000
Pegawai 1 pegawai @Rp 1.000.000 = Rp 1.000.000
Air dan listrik = Rp 100.000
total Rp 5.400.000

Hasil setiap bulan 10 kg x 20 kandang x @Rp 50.000/kg = Rp 10.000.000

Hasil Setiap bulan – (Pengeluaran setiap bulan+ modal pembuatan kandang dan lampu
= Rp 10.000.000,00 – (Rp 5.400.000 + Rp 3.100.000) = Rp 1.500.000,00
Perlu di ingat biaya produksi di atas adalah biaya pada periode awal produksi.
Untuk periode produksi berikutnya, biaya kandang dan lampu tidak dimasukkan kedalam
biaya produksi periode berikutnya, jadi jika harga minimum jangkrik Rp 50.000/kg maka
Hasil setiap bulan 10 kg x 20 kandang x @Rp 50.000/kg = Rp 10.000.000
*Pendapatan setiap periode (1 bulan) =Hasil setiap bulan – Pengeluaran setiap bulan
= Rp 10.000.000 - Rp 5.400.000
= Rp 4.600.000