Syok Anafilaktik

- Since 1879

Minggu IV
Wanita (35 tahun)

SYOK
ANAFILAKTIK

Keadaan patologis
gangguan perfusi jaringan)

Reaksi anafilaktik
yang berat dengan Reaksi Alergi umum
tanda-tanda kolaps dengan efek pada
vaskular dengan beberapa sistem
atau tanpa organ yang didahului
penurunan paparan allergen
kesadaran

.

.

Apa saja yang dapat menyebabkan reaksi Anaphylactic? .

.

.

Apa saja Akibat reaksi Anaphylaktic? .

IgE + Allergen Rangsang Mastosit dan basofil Mengeluarkan mediator (histamin. dsb) RESPIRASI Gastrointestinal Kulit Traktus Urinaria Mata SSP .

dsb) RESPIRASI Bronkospasme Gastrointestinal Batuk Kulit Traktus Dispnoe Urinaria Mata SSP . dsb . Mengeluarkan mediator (histamin.

dsb) Spasme Otot RESPIRASI Polos Gastrointestinal Kulit Traktus Urinaria Mata SSP . nyeri perut. Mual. dsb Mengeluarkan Kram Perut mediator (histamin. muntah.

eritema. Mengeluarkan mediator (histamin. Gastrointestinal urtikaria. dsb Kulit Traktus Urinaria Mata SSP . dsb) RESPIRASI Pruritus.

dsb) RESPIRASI Gastrointestinal Merah. Kulit Traktus gatal Urinaria Mata SSP . Mengeluarkan mediator (histamin. bengkak.

dsb) RESPIRASI Gastrointestinal Produksi urin menurun Kulit Traktus Urinaria Mata SSP . Mengeluarkan mediator (histamin.

Mengeluarkan mediator (histamin. . Kulit SYOK Traktus Urinaria Mata SSP . . dsb) RESPIRASI Gastrointestinal Patofisiologisnya.

Histamin & mediator lain Vasodilatasi PE Permeabilitas UMUM Kapiler Hipovolemik Perpindahan Cairan (Intravaskular-Interstitial) SHOCK .

.

24 jam) Slow ( > 24 jam) .Type Reaksi Anafilaktik RAPID (< 1 jam) Moderately ( 1 .

Bagaimana Terhadap Kasus pada trigger? .

Gatal-gatal Wanita (35 tahun) Eritema Dispnoe Batuk (-) dahak Perut sakit Vomitus Berat Gejala Hipotensi .

Gatal-gatal Secondary Wanita (35 tahun) Eritema Survey Dispnoe Batuk (-) dahak PRIMARY Perut sakit Survey Vomitus Berat Gejala Hipotensi .

PRIMARY Survey 1 Segera baringkan penderita pada alas yang keras. dalam usaha memperbaiki curah jantung dan menaikkan tekanan darah. Kaki diangkat lebih tinggi dari kepala untuk meningkatkan aliran darah balik vena. .

PENILAIAN A.B.C A penilaian jalan napas’ .

posisi tetap kepala bebas.C A penilaian jalan napas’ Untuk penderita Jalan yangdijaga napas harus tidak sadar. danada tidak leher diatur agar sumbatan lidah tidak jatuh sama sekali ke belakang menutupi jalan napas.B. PENILAIAN A. .

OPEN AIRWAY Open airway .

C B Breathing support. Pengecekan danmemberikan bantuan napas buatan bila tidak ada tanda-tanda bernapas.B. PENILAIAN A. .

listen and feel for NORMAL breathing .CHECK BREATHING • Look.

RESCUE BREATHS • Pinch the nose • Take a normal breath • Place lips over mouth • Blow until the chest rises • Take about 1 second • Allow chest to fall • Repeat .

C C Circulation support bila tidak teraba nadi pada arteri besar (a. karotis. segera lakukan kompresi jantung luar . atau a. femoralis).B. PENILAIAN A.

30 CHEST COMPRESSIONS 30 chest compressions .

CONTINUE CPR 30 2 .

3–0. .5 mg larutan 1 Pemberian ini dapat diulang tiap 15 menit sampai keadaan membaik. Beberapa penulis menganjurkan pemberian infus kontinyu adrenalin 2–4 ug/menit. Segera berikan adrenalin 0.

Paparan dengan Secondary allergen Survey Gatal-gatal Suara Parau 1 Anamnesa Dispnoe/sesak Batuk (-) dahak Perut sakit Vomitus Berat dsb .

dsb . dispnoe. Secondary Kesadaran : compos mentis Survey ----koma Tensi : hipotensi / 2 normotensi Pemeriksaan Fisik nafas : cepat/dangkal Nadi : takikardi Cyanosis.

dsb . Secondary Hematologi Survey (trombositopenia/eosinofilia) 3 Pemeriksaan EKG Lanjutan Gangguan konduksi.

dsb hipovolemia kortikosteroid. tonus otot polos. Medikamentosa beri infus cairan spasme kristaloid/kristaloid bronkus Memperbaiki kontraktilitas syok anafilaktik jantung. misalnya hidrokortison 100 mg Adrenalin atau deksametason 5–10 mg intramuskular Obat intravena aminofilin Vasopressor .

Volume Replacement Therapy Lactated Ringer's Normal Saline Albumin Gelatin Dextran HES PPL solutions solutions solutions .

Sedangkan penderita yang telah mendapat terapi adrenalin lebih dari 2–3 kali suntikan.• Dalam keadaan gawat. harus dirawat di rumah sakit semalam untuk observasi. sangat tidak bijaksana bila penderita syok anafilaktik dikirim ke rumah sakit. Kalau terpaksa dilakukan. maka penanganan penderita di tempat kejadian sudah harus semaksimal mungkin sesuai dengan fasilitas yang tersedia dan transportasi penderita harus dikawal oleh dokter. . Posisi waktu dibawa harus tetap dalam posisi telentang dengan kaki lebih tinggi dari jantung. • Kalau syok sudah teratasi. karena dapat meninggal dalam perjalanan. penderita jangan cepat-cepat dipulangkan. tetapi harus diawasi/diobservasi dulu selama kurang lebih 4 jam.