BAB I

PENDAHULUAN

Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan,
dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi tingginya dapat terwujud. Undang-Undang Dasar 1945,
pasal 28 H angka (1) mengamanahkan, bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera
lahir dan bati n, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan
sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.
Pada pasal 34 angka (3) Negara bertanggungjawab atas penyediaan fasilitas
pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. Undang-Undang
Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 93 dan 94, dinyatakan bahwa
pelayanan kesehatan gigi dan mulut dilakukan untuk memelihara dan meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk peningkatan kesehatan gigi, pencegahan
penyakit gigi, pengobatan penyakit gigi, dan pemulihan kesehatan gigi yang dilakukan
secara terpadu, terintegrasi dan berkesinambungan dan dilaksanakan melalui
pelayanan kesehatan gigi perseorangan, pelayanan kesehatan gigi masyarakat, usaha
kesehatan gigi sekolah, serta pemerintah dan pemerintah daerah wajib menjamin
ketersediaan tenaga, fasilitas pelayanan, alat dan obat kesehatan gigi dan mulut dalam
rangka memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang aman, bermutu,
dan terjangkau oleh masyarakat. Undang-Undang nomor 17 tahun 2007 tentang
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional, mengamanahkan bahwa
pembangunan kesehatan diselenggarakan dengan berdasarkan perikemanusiaan,
pemberdayaan dan kemandirian, adil dan merata, serta pengutamaan dan manfaat
dengan perhatian khusus pada penduduk rentan, antara lain ibu, bayi, anak, manusia
usia lanjut (manula), dan keluarga miskin. Pelaksanaan kewenangan wajib bagi
pemerintahan daerah baik di provinsi, kabupaten/kota yang tertuang pada Peraturan
Pemerintah nomor 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara
Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah
Kabupaten/Kota, dinyatakan pada pasal 7 bahwa urusan wajib adalah urusan

pemerintahan yang wajib diselenggarakan oleh pemerintahan daerah provinsi dan
pemerintahan daerah kabupaten/kota, berkaitan dengan pelayanan dasar. Pada
penjelasan Peraturan Pemerintah nomor 38 tahun 2007, bahwa kewenangan bidang
kesehatan untuk pencegahan dan pemberantasan penyakit yang menjadi
tanggungjawab daerah yaitu penyelenggaraan pencegahan dan penanggulangan
penyakit tidak menular tertentu pada skala provinsi, kabupaten/kota. Karies gigi
merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut pada sebagian besar penduduk
Indonesia. Di banyak negara, sebagian besar karies pada anak-anak masih tidak
diobati sehingga mengakibatkan sakit gigi, penyakit pulpa, ulserasimukosa di jaringan
sekitarnya, abses dan fi stula. Kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan umumanak.
Di seluruh dunia,
karies berkontribusi 15 kali lebih tinggi sebagai beban penyakit disabilityadjusted life
year (DALY) dibandingkan dengan penyakit periodontal. Keterbatasan (disable) berarti
rasa sakit dan ketidaknyamanan serta kurangnya perawatan diri, sering ti dak masuk
sekolah, gangguan kognisi, terganggunya kegiatan interpersonal, gangguan ti dur dan
berkurangnya energi.
Survei Nasional Riskesdas 2007 melaporkan sebesar 75% penduduk Indonesia
mengalami riwayat karies gigi; dengan rata-rata jumlah kerusakan gigi sebesar 5 gigi
seti ap orang, diantaranya 4 gigi sudah dicabut ataupun sudah ti dak bisa
dipertahankan lagi, sementara angka penumpatan sangat rendah (0,08 gigi per orang).
Juga dilaporkan penduduk Indonesia yang menyadari bahwa dirinya bermasalah gigi
dan mulut hanya 23%, dan diantara mereka yang menyadari hal itu, hanya 30% yang
menerima perawatan atau pengobatan dari tenaga profesional gigi. Ini berarti effective
demand untuk berobat gigi sangat rendah, yaitu hanya 7%.
Temuan selanjutnya adalah angka keperawatan yang sangat rendah, terjadinya
keterlambatan perawatan yang tinggi, sehingga kerusakan gigi sebagian besar berakhir
dengan pencabutan.
Sebetulnya teknik pencegahan yang selama ini sudah dikenal adalahmenjaga
kebersihan gigi dan mulut dengan menyikat gigi secara baik dan benar. Survei nasional
Riskesdas 2007 melaporkan sebagian besar penduduk berperilaku menyikat gigi seti ap
hari; namun yang berperilaku benar yaitu menyikat gigi sesudah makan pagi dan

sebelum ti dur malam, baru mencapai 7%. Hasil penelitian kandungan ion fl uor bebas
yang dilakukan oleh Departemen Pelayanan Kesehatan Gigi Brunei Darussalam pada
beberapa pasta gigi yang dijual bebas di Brunei Darussalam, bahwa pasta gigi buatan
Indonesia sudah mengandung fl uor pada standar 1000 – 1500 ppm tetapi tidak semua
pasta gigi mengandung fl uor bebas minimal 800
ion fl uor bioavailable, sehingga efek fluornya rendah.
Pemerintah telah mengadopsi pendekatan Pelayanan Kesehatan Dasar (Primary
Health Care/PHC) di Puskesmas dalam sistem pelayanan kesehatan nasional. PHC
dimaksudkan untuk menyediakan pelayanan kuratif dan preventif mendasar dengan
biaya yang terjangkau bagi negara dan masyarakat. Penyakit gigi dan mulut terutama
karies gigi dengan onsetnya di usia dini, ada diantaranya penyakit-penyakit yang paling
sering ditemukan. Karenanya, pelayanan kesehatan gigi dan mulut harus menjadi
bagian dari sistem PHC. Sayangnya, pelayanan kesehatan gigi dan mulut tidak
terintegrasi secara adekuat dalam sistem PHC. Dua halangan utama dalam
menggabungkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut dalam sistem PHC adalah
orientasi kedokteran gigi konvensional yang masih diarahkan pada pelayanan
individual, bukan pendekatan komunitas dan karakter teknisnya dibandingkan dengan
sosial dan perilaku sertar fi losofi kedokteran gigi konvensional yang harus diubah
menjadi perawatan yang ti dak terlalu membutuhkan teknologi, kontrol dan pencegahan
untuk mengatasi kebutuhan perawatan kesehatan gigi dan mulut komunitas.
Upaya Pelayanan kesehatan gigi di Indonesia dilaksanakan baik oleh pemerintah
maupun swasta. Upaya pelayanan kesehatan gigi yang dilaksanakan oleh pemerintah
selama ini mengacu pada pendekatan level of care (kebijakan WHO) yang meliputi
tindakan promotif, preventif, deteksi dini, kuratif dan rehabilitatif yaitu merumuskan
pelayanan kesehatan berjenjang untuk memberikan pelayanan yang menyeluruh
dikaitkan dengan sumber daya yang ada.
Pendekatan WHO saat ini untuk upaya pelayanan kesehatan gigi dilakukan
dengan pendekatan Basic Package of Oral Care (BPOC)atau Paket Dasar Pelayanan
Kesehatan Gigi dan Mulut di puskesmas, yang terdiri dari:
1. Penanganan Kegawatdaruratan Gigi dan Mulut (Oral Urgent Treatment/OUT) yang
terdiri atas 3 elemen mendasar:

Promosi kesehatan gigi dan mulut merupakan komponen integral dari BPOC untuk meningkatkan kepedulian akan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Sudah terlalu banyak program kesehatan gigi dan . Keberhasilan diperkenalkannya BPOC pada masyarakat bergantung pada komunikasi yang baik dari seluruh sektor yang terlibat. BPOC (Basic Package Oral Care) dimaksudkan untuk dapat mencakup seluruh masyarakat dengan biaya pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang rendah. Situasi di sebagian besar negara belum berkembang dan sejumlah komunitas kurang mampu di negara maju membutuhkan perubahan dalam metode pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Tiap daerah atau negara harus mengembangkan metode BPOC mereka sendiri berdasarkan kebutuhan populasi dan dengan menggunakan struktur pelayanan kesehatan yang telah ada. Tersedianya Pasta Gigi yang mengandung fl uoride dengan harga terjangkau (Affordable Fluoride Toothpaste/AFT) dan 3. Hal ini menyiratkan dibutuhkannya penekanan lebih kuat pada promosi kesehatan gigi dan mulut yang berorientasi komunitas. • Tindakan mengurangi rasa sakit melalui ti ndakan pemberian obat-obatan dan perawatan penambalan gigi • Pertolongan pertama infeksi gigi dan mulut serta trauma gigi dan jaringan penyangga • Rujukan untuk kasus-kasus yang kompleks 2. Perawatan yang dapat disediakan oleh pemerintah dan individu dengan biaya yang terjangkau harusmendapat lebih banyak perhatian. Tidak terdapat satu model atau metode tertentu yang dapat diaplikasikan secara universal. Penambalan gigi dengan invasi minimal (tanpa bur)/Atraumatic Restortive Treatment (ART). Pelayanan kesehatan gigi dan mulut konvensional harus diganti kan dengan pelayanan yang mengikuti prinsip-prinsip Oral Health Care. jumlah penyakit gigi dan mulut Yang tidak dirawat diharapkan berkurang. Dengan menggunakan pendekatan ini.

mulut yang mengalami kegagalan karena masalah manajemen. b. bermutu dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Begitu pula dengan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia dimana rasio tambal dan cabut masih ti nggi rata-rata adalah 1:4 yaitu satu tambal dan empat gigi yang dicabut. sumber daya manusia.Terselenggaranya pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas yang aman. logisti k dan fi nansial karena dijalankan secara terpisah dari PHC yang telah ada. . . TUJUAN a. Tujuan Umum Mengintegrasikan paket pelayanan kesehatan gigi dan mulut dasar ke dalam sistem pelayanan kesehatan nasional melalui pendekatan Primary Health Care (PHC). dan begitu pula beberapa teknik teknologi tepat guna yang sudah pernah berkembang di Indonesia yaitu teknik ART ti dak pernah di evaluasi dan teknik aplikasinya di lapangan masih belum benar.Tersedianya pedoman pelayanan kesehatan gigi dan mulut dasar terutama di DTPK (Daerah Terti nggal Perbatasan Kepulauan).Meningkatkan ketrampilan tenaga kesehatan gigi dalam memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut dasar. Tujuan Khusus . Berdasarkan hal tersebut diatas diharapkan penerapan BPOC dapat memecahkan masalah pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia A. . hasil monitoring dan evaluasi tahun2011 ini di beberapa daerah rasionya bisa mencapai 1:10. manajemen program. yang rata-rata disebabkan karena terbatasnya dana. bermanfaat. maka pembinaan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia selama ini ti dak ada pembinaan yang berjenjang dari pusat sampai daerah. Dengan melihat permasalahan ini dan hasil Riskesdas 2007.

B. Persatuan Perawat Gigi Indonesia) 6. Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten 4. Program Studi Kedokteran Gigi. SASARAN Sasaran pedoman paket pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dasar adalah: 1. Poltekes Jurusan Kesehatan Gigi) 7. Dunia Usaha seperti Produsen Pasta Gigi . Kementerian Kesehatan RI 2. Organisasi Profesi (Persatuan Dokter Gigi Indonesia. Dinas Kesehatan Provinsi 3. Insti tusi Pendidikan (Fakultas Kedokteran Gigi. Puskesmas 5.

Pertolongan pertama infeksi gigi dan mulut serta trauma gigi dan jaringan penyangga 3. kasus yang membutuhkan penanganan kegawatdaruratan adalah pulpitis akut. Tindakan mengurangi rasa sakit melalui ti ndakan pemberian obat-obatan dan perawatan penambalan gigi 2. Selain abses gigi. gingivitis. Rujukan untuk kasus-kasus yang kompleks A. Keadaan ini terjadi akibat gigi berlubang yang ti dak dirawat dan/atau akibat penyakit periodontal. Trauma Gigi dan Jaringan Penyangga Alasan paling sering kedua bagi anak-anak dan dewasa untuk datang ke fasilitas pelayanan kesehatan gigi dalam penananganan kegawatdaruratan medik adalah karena membutuhkan perawatan trauma gigi. BAB II PENANGANAN KEGAWATDARURATAN MEDIK GIGI (ORAL URGENT TREATMENT/OUT) Pelayanan kesehatan dalam menghilangkan nyeri gigi dan mulut serta penatalaksanaan infeksi gigi-mulut dan trauma gigi dilakukan dalam Penanganan Kegawatdaruratan Medik Gigi (Oral Urgent Treatment/OUT) yang meliputi : 1. Data ini menunjukkan bahwa dibutuhkan penanganan yang lebih terorganisir dalam memberikan perawatan trauma . Jenis trauma gigi yang paling sering terjadi adalah fraktur email dan fraktur email-denti n. INDIKASI a. periodontitis dan perikoronitis akut. Infeksi Rongga Mulut Infeksi rongga mulut yang paling sering membutuhkan penanganan dalam situasi kegawatdaruratan medik gigi adalah abses gigi. b. Peneliti an menunjukkan prevalensi trauma gigi yang ti dak terawat pada anak-anak sampai usia 15 tahun adalah berkisar antara 7-50% bergantung pada usia dan lokasi.

Abses gigi bawah menyebabkan bengkak sampai ke dagu atau telinga dan submaksilaris. B. Diketahui bahwa komplikasi jangka panjang dari trauma tersebut adalah kemati an pulpa. Bila abses terdapat di gigi depan atas. resorpsi akar serta tulang alveolar. Diagnosis: Pembengkakan gusi dengan tanda peradangan di sekitar gigi yang sakit. pembengkakandapat sampai ke kelopak mata. Gambaran Klinis: . . Abses gigi yang dimaksud adalah abses pada pulpa dan periapikal. Sampai saat ini.Pada pemeriksaan tampak pembengkakan disekitar gigi yang sakit. biasanya berasal dari suatu infeksi. kecelakaan kendaraan bermotor merupakan penyebab trauma dentofasial yang sering ditemukan disamping kekerasan rumah tangga dan kecelakaan akibat olah raga sebagaipenyebab utama lainnya. . sedangkan abses gigi belakang atas menyebabkan bengkak sampai ke pipi. . kadang ti dak dapat membuka mulut lebar. Penatalaksanaan: . Penyebab: Abses ini terjadi dari infeksi gigi yang berisi cairan (nanah) dialirkan ke gusi sehingga gusi yang berada di dekat gigi tersebut membengkak. PENATALAKSANAAN KASUS KEGAWATDARURATAN GIGI DAN MULUT 1. Abses gigi Definisi: Pengumpulan nanah yang telah menyebar dari sebuah gigi ke jaringan di sekitarnya.gigi pada fasilitas pelayanan kesehatan gigi pemerintah.Pasien dianjurkan berkumur dengan air garam hangat.Gigi goyah dan sakit saat mengunyah.Pasien kadang demam.

Meningkatnya tekanan di dalam gigi bisa mendorong pulpa melalui ujung akar. menggosok gigi setiap setelah makan pagi dan sebelum ti dur. penyebab kedua adalah cedera.Bila ada dokter gigi dengan fasilitas memadai. 2.Tujuan penatalaksanaan: menyembuhkan infeksi. memeriksakan ke dokter gigi minimal 2x setahun.Jangan mengunyah hanya pada satu sisi gigi. Yang terjadi hanyalah peningkatan tekanan di dalam gigi. . mencegah komplikasi .. tidak akan menimbulkan kerusakan gigi yang permanen. Pulpa terbungkus dalam dinding yang keras sehingga ti dak memiliki ruang yang cukup untuk membengkak keti ka terjadi peradangan. . merupakan reaksi terhadap toksin bakteri pada karies gigi. . KIE . Penyebab: Penyebab pulpitis yang paling sering ditemukan adalah pembusukan gigi. Peradangan yang ringan jika berhasil diatasi. Pulpiti s Akut Definisi: Pulpitis adalah peradangan pada pulpa gigi yang menimbulkan rasa nyeri.Simtomatik: Parasetamol atau ibuprofen atau asam mefenamat Dewasa : 500 mg seti ap 6-8 jam Anak : 10-15 mg/kgbb.Bila tidak ada dokter gigi. Peradangan yang berat bisa mematikan pulpa. seti ap 6-8 jam .Pencegahan: menjaga kebersihan gigi dan mulut. maka dirujuk ke dokter gigi untuk penanganan selanjutnya sesuai dengan indikasi. seti ap 6-8 jam . sehingga bisa melukai tulang rahang dan jaringan disekitarnya. maka dapatdilakukan ti ndakan lebih lanjut sesuai kompetensi dokter gigi. makan makanan yang berserat dan berair. menghilangkan gejala.Jika abses meluas dapat diberikan: Dewasa : Amoksisilin 500 mg dan Metronidazol 500 mgsetiap 8 jam Anak : Amoksisilin 10-15 mg/kgbb.

Berikan analgetik bila diperlukan: Dewasa : parasetamol 500 mg 3 – 4 x sehari. Sakit saat mengunyah menunjukkan bahwa peradangan telah mencapai jaringan periapikal.Tujuan penatalaksanaan: menyembuhkan infeksi. menghilangkan gejala. Nyeri ini mungkin menjalar sampai ke daerah sinus dan pelipis (pulpiti s gigi atas) atau ke daerah telinga (pulpitis gigi bawah).Dirujuk ke dokter gigi untuk penanganan selanjutnya sesuai dengan indikasi. 3.Gigi yang mengalami pulpiti s akan nyeri berdenyut. Diagnosis: Nyeri dan tanda peradangan. lihat Abses gigi . lalu dikeringkan dengan kapas dan dimasukkan pellet kapas yang ditetesi eugenol. . .Bila sudah ada peradangan jaringan periapikal. atau analgesik lainnya seperti ibuprofen atau asam mefenamat Anak : parasetamol 10-15 mg/kgBB 3 – 4 x sehari . lubang gigi dibersihkan dengan ekskavator dan semprit air. Penatalaksanaan: . Gingivitis Definisi: Gingivitis adalah infl amasi gingiva marginal atau radang gusi.Bila kemasukan makanan.Pencegahan: menjaga kebersihan gigi dan mulut. makan makanan yang berserat dan berair (sayur dan buah).Bila tidak ada tenaga kesehatan gigi. KIE: . mencegah komplikasi .Gigi biasanya sudah berlubang dalam dan pulpa terbuka. . karena rangsangan asam. terutama malam hari. manis. atau dingin akan terasa sakit sekali. memeriksakan ke dokter gigi minimal 2x setahun. menggosok gigi setiap setelah makan pagi dan sebelum tidur. .Gambaran Klinis: .

. keti dakseimbangan hormon (saat menstruasi. atau bila ada dengan obat kumur iodium povidon setiap 8 jam selama 3 hari.Pada pemeriksaan gusi tampak bengkak.Di rujuk ke dokter gigi untuk penanganan selanjutnya yaitu membersihkan karang gigi.Bila kebersihan mulut sudah diperbaiki dan ti dak sembuh. pemakaian sikat gigi yang salah. Diagnosis: Peradangan pada gusi. Gambaran Klinis: . tambalan yang kurang baik.Ginggivitis herpes biasanya disertai gejala herpes simpleks. berwarna lebih merah dan mudah berdarah pada sondasi. gusi bengkak mudah berdarah. .Salah satu bentuk radang gusi adalah perikoronitis yang gejalanya lebih berat: demam. Faktor lokal diantaranya karang gigi. keracunan logam. Kebersihan mulut biasanya buruk. dan sebagainya. . Tanda di gusi tidak disertai bau mulut.Pasien biasanya mengeluh mulut bau. .Penyebab: Radang gusi ini dapat disebabkan oleh faktor lokal maupun faktor sistemik. menopause. rujukke Rumah Sakit untuk perawatan selanjutnya.Pasien dianjurkan untuk memperbaiki kebersihan mulut dan berkumur dengan 1 gelas air hangat ditambah 1 sendok teh garam. Faktor sistemik meliputi Diabetes Melitus (DM). mencegah komplikasi .Tujuan penatalaksanaan: menyembuhkan infeksi.Perikoroniti s memerlukan anti bioti k selama 5 hari: amoksisilin 500 mg seti ap 8 jam. hanya kadang terasa gatal. Penatalaksanaan: . kehamilan. Perlu dipikirkan kemungkinan sebab sistemik. pemakaian kontrasepsi). sukar membuka mulut. bakteri. KIE: . menghilangkan gejala. sisa makanan (plak). tanpa nyeri. . . rokok.

Penyebab: Sebagian besar periodonti ti s merupakan akibat dari penumpukan plak dan karang gigi (tartar) diantara gigi dan gusi.Pencegahan: menjaga kebersihan gigi dan mulut.Alasan rujukan: bila kebersihan mulut sudah diperhati kan dan penyakit tidak sembuh. Kantong ini mengumpulkan plak dalam suatu lingkungan bebas oksigen yang mempermudah pertumbuhan bakteri sehingga pada akhirnya dapat menyebabkan gigi tersebut tanggal. . .Pasien dianjurkan berkumur selama ½ . . dan meluas ke bawah diantara akar gigi dan tulang dibawahnya.Jangan mengunyah hanya pada satu sisi gigi. .Perdarahan gusi .Perubahan warna gusi .Bila sudah sangat goyah.Pemberian anti bioti k amoksisilin 500 mg dan metronidazol 250mg seti ap 8 jam selama 5 hari. Periodontitis Definisi: Peradangan jaringan periodonti um yang lebih dalam yang merupakan lanjutan dari peradangan gingiva. Gambaran Klinis: . makan makanan yang berserat dan berair (sayur dan buah). 4.1 menit dengan larutan povidon 1%. memeriksakan ke dokter gigi minimal 2x setahun. Akan terbentuk kantong diantara gigi dan gusi.Karang gigi.Bau mulut (halitosis) Diagnosis: Nyeri pada gingiva Penatalaksanaan: . setiap 8 jam. . . gigi harus sudah dicabut. saku gigi. menggosok gigi setiap setelah makan pagi dan sebelum ti dur.. impaksi makanan dan penyebab lokal lainnya harus dibersihkan/diperbaiki. perlu dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan selanjutnya.

.4 x sehari atau analgesik lain seperti ibuprofen atau asam mefenamat.Analgesik jika diperlukan. setiap 8 jam.Bau mulut (halitosis) Diagnosis: Adanya riwayat sakit gigi yang sedag erupsi khususnya molar tiga. menghilangkangejala. peradangan di gusi sekitar mahkota gigi. mencegah komplikasi. .Pemberian parasetamol 500 mg 3 . KIE .Perdarahan gusi . Perikoronitis Akut Definisi: Peradangan jaringan lunak sekitar mahkota gigi yang sedang erupsi. 5.1 menit dengan larutan povidon iodin1%.Pasien dianjurkan berkumur selama ½ . Penatalaksanaan: .Pencegahan: menjaga kebersihan gigi dan mulut. . makan makanan yang berserat dan berair (sayur dan buah). Gambaran Klinis: .. menggosok gigi setelah makan pagi dan sebelum ti dur.Jangan mengunyah hanya pada satu sisi gigi.Tujuan penatalaksanaan: menyembuhkan infeksi. terjadi pada molar ketiga yang sedang erupsi. memeriksakan ke dokter gigi minimal 2x setahun.Perubahan warna gusi . Penyebab: Bengkak pada gusi di sekitar mahkota gigi akibat dari penumpukan plak dan sisa makanan diantara gigi dan gusi. .Pemberian anti bioti k amoksisilin 500 mg dan metronidazol 250b mg setiap 8 jam selama 5 hari. .

KIE .. sedangkan trauma gigi secara ti dak langsung terjadi keti ka benturan yang mengenai dagu menyebabkan gigi rahang bawah membentur gigi rahang atas dengan kekuatan tekanan besar dan tiba-tiba. menghilangkan gejala. .Perdarahan gusi . Gambaran Klinis: . . kecelakaan lalu lintas dan perkelahian. Trauma gigi dan jaringan penyangga Definisi: Trauma gigi adalah hilangnya konti nuitas jaringan keras gigi dan atau periodontal karena sebab mekanis.Pencegahan: menjaga kebersihan gigi dan mulut. berolahraga.Bila ada dokter gigi dengan fasilitas memadai. maka dapat dilakukan ti ndakan lebih lanjut sesuai kompetensi dokter gigi.Jangan mengunyah hanya pada satu sisi gigi. mencegah komplikasi. maka dirujuk ke dokter gigi untuk penanganan selanjutnya sesuai dengan indikasi. . memeriksakan ke dokter gigi minimal 2x setahun. Penyebab: Penyebab trauma gigi paling sering adalah jatuh saat bermain.Bila ti dak ada dokter gigi. trauma gigi secara langsung terjadi keti ka benda keras langsung mengenai gigi. . menggosok gigi setiap setelah makan pagi dan sebelum ti dur.Pembengkakan/luka pada wajah Diagnosis: Adanya riwayat benturan dapat terjadi secara langsung dan ti dak langsung. makan makanan yang berseratdan berair (sayur dan buah).Tujuan penatalaksanaan: menyembuhkan infeksi. 6.

TENAGA KESEHATAN PELAKSANA Dokter gigi dan perawat gigi sesuai dengan kompetensi masingmasing bedasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Meja untuk instrumen dan obat-obatan .Bila ti dak ada dokter gigi. maka dapat dilakukan ti ndakan lebih lanjut sesuai kompetensi dokter gigi.Bila ada dokter gigi dengan fasilitas memadai. menghilangkan gejala dan mencegah komplikasi. . dapat dilakukan oleh dokter umum yang telah memperoleh pelati han. atau analgeti k lainnya ibuprofen atau asam mefenamat.Pertolongan pertama dilakukan untuk semua luka pada wajah dan mulut. KIE: Tujuan penatalaksanaan adalah untuk menyembuhkan infeksi. .Set instrumen gigi dasar . D.Satu set Tang pencabutan . Jika tidak ada tenaga kesehatan gigi. .Bein (dua buah) .Pembersihan dan irigasi yang perlahan dengan saline akanmembantu mengurangi jumlah jaringan yang mati dan resiko adanya keadaan anaerobik.Pemberian anti bioti k diperlukan hanya sebagai profi laksis bila terdapat luka pada jaringan lunak sekitar.Bangku untuk pekerja kesehatan gigi dan asistennya . maka dirujuk ke dokter gigi untuk penanganan selanjutnya sesuai dengan indikasi. INSTRUMEN/ALAT Peralatan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut: .Simptomatik: pemberian parasetamol 500 mg 3 – 4 x sehari. .Penatalaksanaan . Anti septi k permukaan juga digunakan untuk mengurangi jumlah bakteri.Kursi atau tempat tidur/sofa dengan sandaran kepala . Jaringan lunak harus dirawat dengan baik. . C. Apabila luka telah dibersihkan dengan benar maka pemberian anti biotik harus diperti mbangkan kembali.

BAHAN Bahan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut: .Larutan anestesi lokal .Alkohol .Kain kasa .Bahan untuk sterilisasi .Larutan Povidone Iodine .Sumber cahaya yang idealnya ti dak sepenuhnya mengandalkan pasokan listrik .Baskom cuci .Panci tekan dan sumber panas untuk sterilisasi instrumen E.Wadah penyimpanan air jika air mengalir ti dak tersedia .Kapas ..

Pasta gigi mengandung fl uor adalah cara aplikasi yang efi sien terutama bila digunakan minimal dua kali sehari. Pada umumnya pasta gigi yang beredar di indonesia mengandung fl uor sesuai dengan yang disarankan badan POM. Di Indonesia pernah dilakukan penelitian oleh Adyatmaka (1993) mengenai pemakaian pasta gigi dengan harga terjangkau di provinsi Kalimantan Barat. 2003). Pendekatan semacam ini bukan hanya pertimbangan teorits tetapi dapat dikembangkan di negara-negara berpenghasilan rendah. Penelitian Maurinho (2003) melalui peneliti an community trial selama 4 tahun pada anak-anak sekolah di Brazil yang diberikan pasta gigi yang dibagi berdasarkan kelompok yang mengandung berbagai konsentrasi fluor. Hasil pengamatan . Meninjau. Menyikat gigi dengan pasta gigi mengandung fl uor harus dimulai pada usia dini. Adanya dukungan pemerintah dan tersedia pasta gigi mengandung fluor dengan harga terjangkau dan efekti f di Nepal yang menyebabkan penuruna dramatis prevalensi karies pada anak-anak. Fluoridasi air adalah pendekatan untuk populasi yang lebih luas tapi pelaksanaannya tergantung pada infrastruktur suatu negara. Penambahan fluor pada pasta gigi kurang mendapat perhati an dari publik dibanding penambahan fluor pada air minum. 1992). EVIDENCE BASED Pengurangan karies menggunakan fl uor paling baik akan diperoleh jika diaplikasikan secara topikal. Terdapat laporan tentang khasiat anti -karies dengan cara menyikat gigi dengan pasta gigi mengandung fl uor dua kali sehari (Marinho. Diperlukan dukungan agar tersedianya pasta gigi mengandung fl uor yang terjangkau dan efekti f bagi masyarakat. Cochrane. Semakin cepat orangtua memperkenalkan sikat gigi dengan pasta mengandung fl uor maka anak akan mempunyai risiko rendah terserang karies di masa mendatang (Caufi eld. Promosi pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut sehari-hari dengan menyikat gigi menggunakan pasta gigi mengandung fluor adalah persyaratan utama konsep BPOC atau Paket Dasar Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut. BAB III PENCEGAHAN KARIES GIGI MELALUI PEMBERIAN PASTA GIGI MENGANDUNG FLUOR AFFORDABLE FLUORIDE TOOTHPASTE (AFT) A.

metode berkumur yang benar serta saran untuk mengawasi anak menyikat gigi harus tertera dalam kemasan pasta gigi. di Myanmar tiga jam bekerja untuk membeli satu tube pasta gigi.500 per hari. Namun agar efektif.menunjukkan bahwa pada kelompok yang diberikan pasta gigi dengan konsentrasi fl uor 1300ppm memperoleh keuntungan karies protekti f dua kali lipat dibandingkan dengan kelompok yang diberikan pasta gigi dengan konsentrasi hanya 1000ppm.000 per bulan di bagi 24 hari kerja menjadi Rp. 4. Instruksi yang jelas mengenai penggunaan pasta gigi secara efisien. termasuk jumlah opti mal pasta gigi yang digunakan. Kesling. sedangkan di Belanda dengan waktu enam menit dapat membeli satu tube pasta gigi. Satu hari kerja sama dengan delapan jam berarti Rp. Gizi. Memasyarakatkan sikat gigi dengan pasta gigi berfluor dalam bentuk sikat gigi bersama dapat dilaksanakan pada kegiatan UKGM (Usaha Kesahatan Gigi Masyarakat) misalnya di Posyandu. Di Indonesia misalnya upah minimum adalah Rp. Kegiatan ini dimasukkan dalam kegiatan PHBS (Program Hidup Bersih Sehat) dan diintegrasikan dalam upaya-upaya kesehatan pokok lainnya di Puskesmas (Kesehatan Ibu Anak/ KIA. kandungan fluor dalam pasta gigi harus tersedia dalam konsentrasi yang memadai untuk berkontak dengan permukaan gigi. PAUD (Pendidikan anak usia Dini) dan UKGS (Usaha kesehatan Gigi Sekolah) . Harga satu tube pasta gigi mengandung fluor di Indonesia sama dengan harga ½ kali makan. Menyikat gigi dengan pasta gigi mengandung fl uor harus diupayakan sejak usia dini.687. Untuk masyarakat yang masih menyikat gigi dengan menggunakan cara-cara tradisional yang . B. Di Myanmar harga satu tube pasta gigi sama dengan sekali makan. Pasta gigi yang terjangkau biasanya dihitung dengan waktu kerja yang dibutuhkan untuk membeli 100 ml pasta gigi. Posbindu. 900. Sebelum melaksanakan kegiatan ini perlu didahului dengan pelatihan tenaga/kader dan guru. PENGGUNAAN PASTA GIGI MENGANDUNG FLUOR YANG TERJANGKAU DAN EFEKTIF DI MASYARAKAT Penggunaan pasta gigi mengandung fl uor dianggap paling efisien dalam mengontrol karies gigi. 37. dan PKPR). sedangkan di Belanda harga satu tube pasta gigi sama dengan harga 1/6 dari satu kali makan.

diduga kurang efektif dalam pencegahan karies gigi perlu dilakukan pendekatan dan edukasi agar mereka menganti dengan menggunakan sikat gigi dan pasta gigi berfluor.Jumlah pasta gigi mengandung fluor yang digunakan Anak usia 6 bulan – 2 tahun Lapisan tipis pada bulu sikat gigi khusus anak/setengah biji kacang polong (0. Dua faktor terpenti ng adalah frekuensi menyikat gigi dan berkumur hanya satu kali setelah menyikat gigi. minimal dua kali sehari . Thailand .Orang tua/pengasuh mulai melakukan pengawasan cara menyikat gigi sejak gigi pertama erupsi . Berkumur setelah menyikat gigi mengurangi efekti vitas fl uor karena akan mengurangi jumlahnya di permukaan gigi sampai konsentrasi di bawah opti mal.Waktu menyikat gigi. Direkomendasikan untuk menyikat gigi dua kali sehari karena cara ini meningkatkan efekti vitas fl uor dibandingkan dengan menyikat gigi sekali sehari. Hasil Kesepakatan Workshop on “Effective Use of Fluoride in Asia” 22-24 Maret 2011 di Phang-Nga.Orang tua/pengasuh mendampingi atau mengawasi anak menyikat gigi sampai usia 8 tahun . Penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara efekti fi tas fl uor dalam mencegah karies gigi serta cara menyikat gigi yang benar. PENGGUNAAN PASTA GIGI MENGANDUNG FLUOR SECARA EFEKTIF Edukasi kebersihan mulut harus memasukkan anjuran kebiasaan menyikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung fluor.05 – 0. Kebiasaan ti dak berkumur atau berkumur sekali saja setelah menyikat gigi diikuti dengan membuang sisa pasta gigi sangat direkomendasikan.Lama menyikat gigi minimal dua menit menggunakan teknik yang memungkinkan pasta gigi menyebar merata di seluruh gigi .1 gram) atau sesuai tanda (berwarna biru) pada sikat gigi . C. idealnya setelah sarapan dan sebelum ti dur di malam hari .Frekuensi menyikat gigi.

. 2.Konsentrasi fluor dan nama senyawa fluor yang terkandung . misalnya bahan abrasif .25 gram) ? Diatas 6 tahun Seukuran biji kacang polong atau selebar sikat gigi yang digunakan.Konsentrasi fl uor tersebut lebih ti nggi untuk pasta gigi orang tua . .Instruksi penggunaan pasta gigi seukuran biji kacang polong .Cara mengeluarkan pasta gigi dari kemasannya harus memungkinkan hanya mengeluarkan sedikit pasta saja. sedang atau tinggi.Sesuai dengan Deklarasi Beijing Pasta gigi mengandung fluor aman untuk digunakan sesuai aturan pada kadar fluor rendah.Konsentrasi fl uor 1000-1500 ppm (minimal 800 ppm ion fluoride bioavailable) . Menganjurkan perusahaan untuk mengadopsi kesepakatan ini kemudian diterapkanpada iklan produk mereka D.Nama bahan-bahan lainnya. Pasta gigi mengandung fluor dengan harga terjangkau denganaktivitas anti karies harus tersedia untuk meyakinkan seluruh masyarakat memperoleh kadar fl uor yang adekuat dengan cara yang paling sesuai.Setelah menyikat gigi ludahkan pasta gigi dan berkumur perlahan sekali saja dengan air . Kemasan pasta gigi yang mengandung fluor harus diberi label yang jelas: .Rasa pasta gigi anak harus menarik bagi anak. murah dan upaya yang paling mudah dilakukan.? Anak usia 2 – 6 tahun Seukuran biji kacang polong atau selebar sikat gigi khusus anak (0.Anjuran bahwa anak kecil yang menyikat gigi harus memperoleh pengawasan orang dewasa 3.Tanggal produksi dan kadaluwarsa . REKOMENDASI 1. namun ti dak terlalu enak untuk ditelan .Anjuran cara berkumur yang benar setelah menyikat gigi .

Pasta gigi mengandung fl uor yang memenuhi standar efektifitas yang direkomendasikan harus diklasifi kasikan oleh pemerintah sebagai bahan terapeutik. 8. Sikat gigi dengan pasta gigi berfl uor di sekolah melalui program UKGS b. Perlu melakukan upaya promosi untuk memperkenalkan pada masyarakat penti ngnya pasta gigi mengandung fl uor dan menyikat gigi yang baik dengan cara yang benar. 7. Promosi untuk menggunakan pasta gigi yang memenuhi standar yang efektif. BPOM harus memonitor kandungan fl uor pada pasta gigi yang beredar di pasaran. bukan kosmeti k dan pemasarannya sesuai dengan cara pemasaran obat. 6. 9. Pendekatan pada pihak industri yang sudah ada untuk mendukung pengadaan pasta gigi yang terjangkau di daerah terpencil. c.Formula pasta gigi sebagai bahan terapeuti k akan disetujui oleh Kemenkes. 5.4. Sikat gigi dengan pasta gigi berfl uor di posyandu dan melatih orang tua dan kader melalui program UKGM. Untuk kegiatan di Puskesmas pasta gigi berfl uor dapat direalisasikan dengan: a. .

Selain itu. perawatan restorati f konvensional sukar dipraktekkan di negara berkembang serta komunitas tertentu seperti di daerah terpencil. BAB IV PENGENDALIAN KARIES DENGAN INVASI MINIMAL TANPA BUR ATRAUMATIC RESTORATIVE TREATMENT (ART) A. Rasa sakit dan keti daknyamanan selama pengobatan ART dapat dikurangi sehingga ti dak membutuhkan anastesi. menghasilkan restorasi yang bertahan lebih lama dibandingkan dengan dokter gigi yang menerapkan ART tanpa mengikuti kursus atau hanya mengikuti kursus singkat ART. Perawatan restoratif konvensional sangat bergantung pada peralatan elektrik yang mahal dan sulit perawatannya. alat dan bahan serta keterbatasan aksesibilitas. perbatasan dan kepulauan (DTPK) karena keterbatasan biaya. khususnya dengan konsep Intervensi Minimal Kedokteran Gigi. keterbatasan listrik. Perawatan ART terdiri dari 2 komponen yaitu pencegahan karies. dan aplikasi restorati f ART pada karies. air. air maupun listrik. Pengalaman selama bertahun-tahun telah membukti kan bahwa dokter gigi yang telah mengikuti program pelati han ART dengan baik. . Dengan demikian. kompleksitas peralatan yang dibutuhkan biasanya membatasi perawatan hanya dapat dilakukan di klinik gigi. Kedua jenis perawatan ti dak melibatkan bor gigi. Pendekatan ART sesuai dengan konsep modern pada perawatan preventi f dan restorati f. sehingga metode ini mudah diterima oleh anak-anak yang belum pernah mendapatkan perawatan gigi sebelumnya. Aplikasi ART tidak terbatas di klinik gigi saja dan tetapi dapat juga oleh dokter gigi yang terlati h dilakukan di daerah pedesaan atau di sekolahan. PENGERTIAN ART Perawatan Atraumati c Restorati ve Treatment (ART) adalah metode penangan karies dengan intervensi minimal tanpa menggunakan bur. melalui penerapan sealant ART.

Menghasilkan campuran glass ionomer yang bagus memang tidak mudah. Kualitas tambalan dan fissure sealant terganggu jika bubuk yang digunakan dalam campuran tidak sesuai takaran. Tetapi ti dak direkomendasikan menggunakan glass ionomer jenis ini karena ketahanannya lebih rendah dibandingkan yang menggunakan glass ionomer viskositas ti nggi. harus dipasti kan bahwa seluruh bubuk tercampur dengan cairan sesuai dengan takaran yang dianjurkan. Oleh karena itu pada saat pencampuran glass ionomer. sangat penti ng bagi tenaga pelayanan kesehatan gigi dan mulut untuk memperoleh pelati han sebelum terjun ke masyarakat. Pengurangan bubuk sebanyak 50% dari takaran yang dianjurkan dan dicampur dengan 1 tetes cairan maka kekuatan dari tambalannya akan berkurang sebanyak 50% juga. Namun dalam prakteknya. Banyak dokter gigi yang telah diajarkan untuk menggunakan resin komposit sebagai pilihan utama untuk sealant pit dan fissure. Oleh karenanya. Pada dasarnya terdapat 2 material yang sering digunakan untuk sealant pit dan fi ssure yaitu resin komposit dan semen glass ionomer. Sebagai tambahan. saat ini banyak bukti menunjukan bahwa glass ionomer viskositas tinggi juga sama bagusnya dengan resin komposit dalam mencegah karies. Glass ionomer viskositas ti nggi dipasarkan dalam bentuk bubukcairan dan dalam bentuk kapsul. Glass ionomer dengan viskositasnya menengah bayak beredar dengan harga yang jauh lebih murah. .B. sangat disarankan mengunakan glass ionomer viskositas ti nggi yang telah teruji klinis dalam waktu yang lama karena banyak pabrik yang memproduksi glass ionomer viskositas ti nggi namun belum pernah diuji secara klinis. Namun. Tidak terdapat bukti klinis mana bahan yang paling baik untuk mencegah karies dentin di pit dan fissure diantara 2 material tersebut. Kualitas tambalan akan menjadi buruk jika menggunakan glass ionomer dibawah standar. bahan tambal yang sering digunakan adalah glass ionomer yang viskositasnya ti nggi. BAHAN TAMBALAN YANG DIGUNAKAN DENGAN METODE ART Penambalan dengan metode ART dapat menggunakan semua bahan tambal yang bersifat adesif.

. E. bila sewaktu instrumen digeser jika ti dak bergeser berarti instrumen tajam dan jika bergeser berarti tumpul.rata (sealant glass ionomer benar-benar hilang) pada sebesar 9. enamel access cauter. Dari peneliti an menyimpulkan bahwa tidak ada bukti bahan mana yang lebih baik diantara sealant dengan resin komposit atau semen glass ionomer dalam mencegah perkembangan lesi karies.C. Insidensi karies di pit dan fissure yang sebelumnya telah disealant adalah 2.Set instrumen gigi dasar (terdiri dari kaca mulut. . KETAHANAN SEALANT DAN TUMPATAN ART a. diuji dengan cara sisi pemotong ditancapkan kedalam kuku ibu jari.Kursi atau tempat ti dur/sofa dengan sandaran kepala . Retensi Dan Efek Pencegahan Karies Dengan Sealant ART Bahan kedokteran gigi yang dapat digunakan untuk menutup pit dan fi ssure adalah resin komposit dan semen glass ionomer. enamel cauter dan carver harus tajam. INSTRUMEN/ALAT Peralatan serta bahan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan metode ART merupakan peralatan dan bahan minimal. 82% dan 72%. excavator besar dan kecil) Excavator. banyak bukti saat ini menunjukkan bahwa sealant dengan glass ionomer viskositas ti nggi sama baiknya dengan resin dalam mencegah karies gigi. Namun. Banyak dokter gigi telah diajarkan bahwa bahan pilihan untuk sealant adalah yang berbahan dasar resin komposit.5% selama 6 tahun pertama dan dianggap sangat rendah.Bangku untuk pekerja kesehatan gigi dan asistennya . 2 dan 3 adalah 75%. Angka retensi yang relatif tinggi ini menghasilkan ti ngkat kegagalan rata. sonde) . Efek pencegahan karies dangan glass ionomer viskositas tinggi tampaknya sangat ti nggi.3% selama 3 tahunn pertama. Analisis terakhir menunjukkan bahwa rata-rata tingkat retensi sealant ART menggunakan glass ionomer viskositas tinggi setelah tahun 1. TENAGA KESEHATAN PELAKSANA ART Aplikasi ART dapat dikerjakan oleh dokter gigi dan perawat gigi. D. hatchet.Hand instrument ART (terdiri dari hatchet. pinset.

Panci tekan dan sumber panas untuk sterilisasi instrumen F.Plasti c strip..Baskom cuci . Pit dan Fissure Sealant 1. Setelah semua bubuk mengikat liquid.Wadah penyimpanan air jika air mengalir ti dak tersedia .Glass Ionomer sebagai bahan tumpat. Daerahkerja harus bebas dari saliva. Dekatkan ½ bagian bubuk ke liquid. G. . Gigi diisolasi dengan mempergunakan cotton roll. BAHAN Bahan habis pakai yang dibutuhkan adalah .Petroleum jelly . Ratakan liquid selebar kancing 2.Meja untuk instrumen dan obat-obatan . . dan tekan-tekan bubuk sampai semua liquid meresap. Metode pencampuran bubuk dan liquid Glass Ionomer: 1. 3. Dekatkan kembali ½ bagian bubuk sisanya dan tekan-tekan kembali 4.Wedges kayu .Matriks band .Cott on roll .Sumber cahaya yang idealnya ti dak sepenuhnya mengandalkan pasokan listrik .Cott on pellet . aduk dengan gerakan melipat hingga diperoleh konsistensi seperti pasta b. PROSEDUR PENATALAKSANAAN ART a.

Campur glass ionomer dan aplikasikan pada seluruh pit dan fissure menggunakan ujung membulat instrument applier/ carver. 5. Daerah kerja harus bebas dari saliva. 6. 11. Basahi pit dan fi ssure dengan cotton pellet basah untuk membersihkan kondisioner. Gigi diisolasi dengan mempergunakan cott on roll. Permukaan email tidak boleh terlalu kering. 8. Buang cott on roll. Aplikasikan petroleum jelly ti pis-ti pis. Basahi pit dan fi ssure dengan menggunakan cott on pellet basah. Jangan gunakan semprotan angin. 12. Hilangkan plak dan sisa makanan dengan menggunakan sonde dari bagian terdalam pit dan fissure gigi. Eksplorasi dengan sonde untuk memasti kan kedalaman karies . 15.2. Buang kelebihan GIC menggunakan excavator ukuran besar. Aplikasi kondisioner email pada pit dan fi ssure sesuai dengan petunjuk pabrik dalam waktu tertentu. Hilangkan plak dan sisa makanan dengan menggunakan sonde dari bagian terdalam pit dan fi ssure gigi. 4. Bersihkan pit dan fi ssure dengan cott on pellet basah 4. Tekan glass ionomer di permukaan pit dan fi ssure (pressfinger technique) dan setelah 10-15 detik angkat jari ke arah samping. 10. 3. Instruksikan pasien untuk ti dak makan selama 1 jam. Bersihkan petroleum jelly dari permukaan pit dan fi ssure menggunakan excavator besar pada saat GIC mengeras sebagian. 13. 7. Oleskan petroleum jelly pada ujung jari telunjuk. Tumpatan 1. Basahi 2-3 kali. 14. Keringkan pit dan fi ssure dengan cott on pellet. c. 9. 3. Cek gigitan dengan kertas arti kulasi sampai pasien merasa nyaman dengan gigitannya. 2.

Keringkan dengan cott on pellet (jangan menggunakan semprotan angin). pindahkan ke tengah mixing pad dan teteskan liquid.Pertahankan kondisi ini jangan terkontaminasi saliva dan darah. Pasti kan kavitas bebas dari demineralisasi. Bersihkan debris menggunakan probe yang tajam.Pasti kan fi ssure bebas dari dabris. Tempatkan 2 tetes cairan GIC di mixing pad. Patahkan email menggunakan hatchet jika email terlalu tipis dan kemungkinan akan fraktur jika dimasukkan tumpatan. 12. 15. 10. kemudian dioleskan pada kavitas dan fi ssure didekatnya. . 7. Gunakan eskavator untuk mebuang jaringan karies (dimulai dengan exavator kecil) dengan gerakan menyerok. 14. 13. Bersihkan kavitas dengan cott on pellet basah dan keringkan dengan cott on pellet kering.5. 9. 8. Sedikit jaringan dentin berkaries dapat diti nggalkan jika sulit dijangkau atau pasien sudah ti dak sabar. oleh karena itu sebaiknya digunakan untuk conditioning. Tanpa melepaskan tekanan pada botol. 11. Lakukan conditi oning dengan conditi oner atau dengan poliakrilik yang diencerkan (15-20%) dengan cara cott on pellet lembab dicelupkan pada liquid.Gunakan cotton pellet yang sesuai dengan ukuran kavitas. Tetes pertama ditempatkan di ujung mixing pad. Hal ini dilakukan untuk membersihkan kavitas dan memperkuat ikatan antara bahan tambal dengan email dan dentin. Pasti kan pellet mengenai seluruh permukaan kavitas. biasanya mengandung gelembung udara. Dapat juga menggunakan micro brush sekali buang. Kavitas akan terlihat mengkilat. 6. Dimulai dari denti no-enamel juncti on sampai ke dasar kavitas. Tetesan kedua ini tidak mengandung udara dan dapat digunakan untuk pencampuran dengan bubuk. Perbesar jalan masuk kavitas dengan menggunakan enamel acces cauter jika kavitas terlalu kecil. Bersihkan kavitas dengan cott on pellet basah selama 5 detik. Ulangi beberapa kali.

kocok botol agar bubuk homogen. 26. Jika perlu cott on roll dapat diganti dengan yang baru. 17. Pasti kan sendok bubuk dalam keadaan bersih 20. Buang tambalan yang berlebih dengan carver 27. Oleskan varnis atau petroleum jelly ti pis-ti pis ke permukaangigi agar melindungi bahan tambal dari air liur sehinggawaktu pengerasan sesuai dengan aturan. 24. 29. Takar bubuk sesendok peres dan gunakan pembatas plasti k untuk memeres. Buang cott on roll. Pasti kan isolasi gigi masih baik. Jangan gunakan GIC yang terlalu encer atau terlalu kering. Cek keti nggian tambalan dengan kertas arti kulasi.16. Tekan permukaan tambalan dengan jari telunjuk yang dioles petroleum jelly selama 20 detik. 30. Tutup botol kembali 23. 21. Aduk GIC sesuai dengan petunjuk pabrik. Masukan bagian kedua GIC dan tekan dengan menggunakan ujung excavator ukuran besar yang membulat. Pasti kan hubungan dari GIC dan enamel halus. Letakan bubuk pada paper pad dan dibagi menjadi dua bagian 22. Masukan sebagian adonan GIC ke dalam kavitas menggunakan applier atau instrumen carver. Isi pit dan fi ssure yang berdekatan tetapi jangan berlebihan karena kele bihan GIC harus dibuang. 25. Gunakan ujung membulat excavator besar dan/ataukecil untuk menghaluskan GIC. 31. . Buka tutup bubuk (seal bubuk dibuka tapi pembatas plastik jangan dibuka). Perbandingan bubuk dan liquid harus sesuai dengan petunjuk pabrik (1 sendok peres bubuk : 1 tetes liquid). 28. 18. Buang petroleum jelly yang menempel di permukaantambalan dengan menggunakan excavator ukuran medium dan/atau carver. tutup botol kembali. Tunggu sampai material sedikit mengeras dan perbaiki gigitan dengan excavator ukuran medium dan/atau carver. Ketukan ditelapak tangan agar bubuk ti dak tercecer dipenutup botol 19. Dorong GIC ke sudut kavitas jika ada overhang email dengan menggunakan ujung excavator ukuran medium yang membulat.

• Penumpatan dengan metode ART lebih nyaman bagi pasien dibandung penumpatan konvensional dengan menggunakan bur. • Efek pencegahan karies dari sealant glass ionomer viskositas tinggi sangat baik. • Sangat penti ng bagi tenaga pelayanan kesehatan gigi untuk dilatih cara mencampur yang tepat bubuk dan cairan glass ionomer sebelum ditumpatkan di gigi. • Metode ART dapat digunakan untuk perawatan lesi karies yang besar. . • Kelebihan sealant dengan metode ART dibandingkan sealant berbahan dasar resin adalah dapat menjangkau pit dan fi ssure yang dalam. • Tingkat ketahanan restorasi ART satu permukaan menggunakan glass ionomer viskositas ti nggi pada gigi tetap posterior lebih tinggi dibandingkan dengan restorasi amalgam. • Tingkat ketahanan restorasi ART satu permukaan menggunakan glass ionomer viskositas ti nggi pada gigi susu dan gigi tetap posterior ti nggi • Tingkat ketahanan restorasi ART menggunakan glass ionomer viskositas ti nggi lebih dari satu permukaan pada gigi susu posterior lebih rendah dibandingkan restorasi ART satu permukaan. • Tingkat ketahanan restorasi ART satu permukaan menggunakan glass ionomer viskositas ti nggi pada gigi susu posterior sebanding dengan restorasi amalgam. • Efekti vitas biaya restorasi ART dengan glass ionomer viskositas tinggi lebih ti nggi dibandingkan restorasi amalgam. • Tidak ada bukti bahwa sealant berbahan dasar resin lebih baik dibanding sealant glass ionomer viskositas ti nggi dalam mencegah perkembangan lesi karies di pit dan fissure. KESIMPULAN • ART memenuhi prinsip pelayanan kesehatan gigi dan mulut. pengobatan yang terjangkau dan pemerataan pelayanan. Instruksikan kepada pasien untuk tidak makan dalam satu jam K. yaitu pencegahan.32. • Implementasi pengendalian karies dengan metode ART dalam pelayanan kesehatan gigi dan mulut tergantung pada ketersediaan instrumen ART dan ketersediaan glass ionomer viskositas tinggi yang berkualitas. teknologi tepat guna.

maka diperlukan program pelati han bagi tenaga pelayanan kesehatan gigi dan mulut. .• Untuk memasti kan hasil yang opti mal dari pengendalian karies dengan metode ART.

Kepuasan konsumen akan perawatan yang diperoleh.Kepuasaan kerja dari penyedia layanan kesehatan. .Status kesehatan gigi mulut. Misalnya. re-orientasi program yang dibutuhkan.Penggunaan pasta gigi yang mengandung fluor. . Memodifi kasi program Pilihan lainnya adalah untuk memodifi kasi program guna memecahkan masalah yang ditemukan selama evaluasi. BAB V PENUTUP A. MONITORING DAN EVALUASI Komunikasi yang efekti f dan berkesinambungan dengan seluruh sektor terkait merupakan cara untuk mengidenti fi kasi masalah-masalah kecil yang apabila ti dak diatasi dapat mengancam keberhasilan program. kesimpulan bahwa program tersebut ti dak efekti f apabila program ti dak berjalan sesuai dengan desain yang telah ditentukan sebelumnya.Pemanfaatan pola pelayanan. Misalnya.Pemanfaatan pola pasta gigi dan alat pembersih gigi juga harus ditentukan. Evaluasi dilaksanakan untuk menilai keberhasilan dari tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.Sumber daya yang terbentuk. Tindak lanjut setelah evaluasi: a.Penurunan jumlah orang yang mengalami sakit gigi. b. berupa: . . . Berdasarkan tujuan tersebut. Harus . yaitu jumlah gigi yang rusak. ditambal atau diaplikasikan sealant. pencapaian dapat dievaluasi sejalan dengan keberhasilan yang diperoleh. . seperti peningkatan jumlah pasien yang melakukan pemeriksaan regular dan pasien yang datang untuk menambal gigi berlubang. . Melanjutkan serta mengembangkan program Keputusan untuk memperluas program ke skala yang lebih luas adalah tergantung pada pemerintah dan komunitas. . Monitoring berfungsi untuk mengurangi risiko kesalahan pengambilan kesimpulan dari hasil akhir evaluasi.

Laporan kegiatan bulanan disesuaikan format . PENCATATAN DAN PELAPORAN a. Pelaporan Kegiatan-kegiatan yang perlu dilaporkan oleh tenaga kesehatan gigi .Pemeriksaan dan Pengobatan sederhana . Pencatatan Kegiatan-kegiatan yang perlu dicatat oleh tenaga kesehatan gigi: . didasari akti vitas self-supporting yang diimplementasikan dengan tidakdibutuhkannya dana dari pihak luar B.Rujukan b.Penyuluhan .Catatan kegiatan sesuai format .

Related Interests