Ekstrapiramidal Sindrom

Sindrom ekstrapiramidal merupakan suatu gejala atau reaksi yang ditimbulkan oleh penggunaan jangka
pendek atau jangka panjang dari medikasi antipsikotik golongan tipikal dikarenakan terjadinya
inhibisi transmisi dopaminergik di ganglia basalis. Adanya gangguan transmisi dikorpus striatum yang
mengandung banyak reseptor D1 dan D2 dopamin menyebabkan depresi fungsi motorik sehingga
bermanifestasi sebagai sindrom ekstrapiramidal.

Banyak antipsikotik tipikal mempunyai efek antikolinergik yang minimal sehingga mempunyai
kecenderungan menimbulkan efek samping ekstrapiramidal. Sedangkan untuk antipsikotik atipikal, efek
antikolinergiknya bervariasi tapi cenderung lebih rendah efeknya dalam menimbulkan efek samping
ekstrapiramidal daripada antipsikotik tipikal (Pakpoor, 2014).

Pakpoor, J., & Agius, M., 2014, A Review of The Adverse Side Effects Associated With Antipsychotic as
Related to Their Efficacy, Psychiatria Danubina, 26(1), 273–284

Reaksi Distonia Akut

Merupakan keadaan otot yang tidak normal atau sering disebut dengan kejang otot. Istilah yang lebih
akurat adalah kontraksi otot yang diperpanjang dengan onset yang cepat biasanya 24 – 96 jam setelah
pemberian atau peningkatan dosis. Distonia ini merupakan salah satu penyebab pasien menjadi tidak
patuh dalam pengobatan. Distonia yang diinduksi antipsikotik biasanya terjadi di sekitar tangan,
meskipun terkadang terjadi di beberapa otot. Tanda-tanda yang tampak seperti kekakuan rahang,
tonjolan lidah, kejang faring, disfagia, dan terkadang sulit bernafas (Jesic dkk., 2012).

Jesic, M.P., Jesic, A., Filivovic, J.B., Zivanovic, O., 2012, Extrapyramidal Syndromes Caused by
Antipsychotics, Med Pregl, 55(11-12), 521 – 526

Merupakan spasme atau kontraksi involunter satu atau lebih ototskelet yang timbul beberapa menit dan
dapat pula berlangsung lama,biasanya menyebabkan gerakan atau postur yang abnormal. Kelompokotot
yang paling sering terlibat adalah otot wajah, leher, lidah atau ototekstraokuler, bermanifestasi sebagai
tortikolis, disastria bicara, krisisokulogirik dan sikap badan yang tidak biasa hingga opistotonus
(melibatkan seluruh otot tubuh).

Akathisia

Akathisia merupakan efek samping antipsikotik yang serius dan paling banyak terjadi. Akathisia dianggap
sebagai gangguan gerakan yang diinduksi penghambatan reseptor dopamin oleh neuroleptik dan
antiemetilk. Gangguan ini juga dapat disebabkan oleh agen serotonergik, inhibitor reuptake serotonin,
dan kokain (Jesic dkk., 2012).

Jesic, M.P., Jesic, A., Filivovic, J.B., Zivanovic, O., 2012, Extrapyramidal Syndromes Caused by
Antipsychotics, Med Pregl, 55(11-12), 521 – 526

Manifestasi berupa keadaan gelisah, gugup atau suatu keinginan untuktetap bergerak, atau rasa gatal
pada otot. Manifestasi klinis berupaperasaan subjektif kegelisahan (restlessness) yang panjang,

dengangerakan yang gelisah.perasaannya menjadi cemas atau iritabel. 85(1004). Tidak seperti penyakit parkinson. 23(1). 322 – 326. kekakuan otot. S. 2009. Sindrom Parkinson Merupakan EPS lain yang agak lazim yang dapat dimulai berjam-jam setelah dosis pertama neuroleptik atau dimulai secara berangsur-angsur setelah pengobatan bertahun-tahun. Terdapat tiga gejala. menghentak. . Interval antara pemberian antipsikotik dan onset parkinsonisme bervariasi mulai dari hitungan hari hingga beberapa bulan.M. involunter. Neurological Complications of Psychiatric Drugs: Clinical Feature and Management. berbicara dan bernafas. Hum Psycopharmacol. atau seperti tik memperngaruhi gaya berjalan.M. prevalensinya adalah 15% meskipun terdapat kesulitan untuk menentukan secara tepat karena studi epidemiologi menggolongkannya sebagai bentuk parkinsonisme atau gangguan gerakan yang diinduksi obat secara umum (Thanvi dan Treadwell. Postgrad Med J.. & Treadwell. yaitu bradikinesia.Penderita dengan akatisia berat tidak mampu untuk duduk tenang. balistik. Sindrom yang terjadi lambat dalam bentuk gerakan koreoatetoid abnormal.. Drug Induced Parkinsonisme : A Common Cause of Parkinsonism in Older People. Gerakan ditandai dengan adanya kegembiraan yang menghilang selama tidur. Pseudoparkinson Parkinson yang diinduksi oleh antipsikotik merupakan bentuk parkinson kedua yang paling banyak diderita oleh pasien berusia lanjut selain idiopatik parkinson. Pada pasien yang sudah menerima antipsikotik. dan tremor. juga telah dilaporkansebagai rasa gatal pada otot. kaki dan tangan. Haddad. dan otot pernafasan. Patofisiologi parkinsonisme akibat neuroleptik melibatkan penghambatan reseptor D2 dalam kaudatus pada akhir neuron dopamin nigrostriatal. gerakan otot abnormal. Thanvi. Diskinesia tardif Adanya pergerakan choreoathetoid bagian wajah. 15. & Dursum. Beberapa pasien tidak sadar dengan adanya gerakan yang tidak disadari (Haddad dan Dursum. Pasien yang lanjut usia dan wanita berada dalam resiko tertinggi untuk mengalami parkinsonisme akibat neuroleptik. S. 2008). bagasi. P. 2009).. 2008. yaitu neuron yang sama yang berdegenerasi pada penyakit Parkinson idiopatik.26. umumnya kaki yang tidak bisa tenang. gejala biasanya bilateral dan simetrikal.