Bentuk sel darah berasal dari sel induk (Stem Cells) dalam sumsum tulang belakang serta

memasuki aliran darah guna memenuhi kebutuhan terrentu pada hewan. Pigmen merah pembawa
oksigen didalam eritrosit merupakan hemoglobin. Hemoglobin suatu molekul globulin dibentuk
menjadi 4 sub unit. Pada tiap sub unit mnegandung suatu gugusan heme yang dikonjungsi
kesuatu peptida. Heme adalah suatu turunan porifirin (merah) yang mengandung besi dan globin
yang merupakan protein globular yang terdiri dari 4 rantai asam amino. Fungsi hemoglobin
dalam eritrosit sebagai pengangkut gas, baik oksigen maupun karbondioksida.
Hemoglobin darah dapat mengangkut sekitar 60 kali oksigen lebih banyak apabila
dibandingkan dengan air pada saat dalam kondisi dan jumlah yang sama. Hemoglobin dapat
bergabung dengan oksigen udara yang terdapat dalam paru-paru karena mempunyai daya afinitas
yang tinggi, sehingga terbentuklah oksihemoglobin yang kemudian oksigen tersebut dilepaskan
ke sel-sel jaringan tubuh. Kadar hemoglobin diukur dalam gram per 100 ml darah atau dalam
gram persen.
Darah merupakan cairan tubuh yang mempunyai fungsi sangat penting, terutama pada
hewan dan manusia, salah satunya karena selain sebagai pengangkut hormon, pengedar panas
dalam tubuh serta sebagai antibody, darah juga merupakan zat antara (medium tranport) yang
membawa zat-zat makanan ke berbagai bagian tubuh kemudian membuang sisa-sisa hasil
metabolisme.
Darah mempunyai tingkat keasaman atau kebasaan tertentu. Keadaan pH darah pada tiap-
tiap makhluk hidup berbeda-beda. Perbedaan ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu
faktor intrinsik yang terdiri atas volume darah dan jenis kelamin. Selain itu juga dapat
disebabkan karena faktor ekstrinsik yang berupa status gizi yang diberikan dan pengaruh
lingkungan.
BAB II

TUJUAN PRAKTIKUM

Tujuan praktikum kadar hemoglobin ini adalah agar dapat mengukur kadar hemoglobin
Selain itu diharapkan praktikan dapat menggunakan alat untuk percobaan ini dan mampu
mengintrepretasikan data yang diperoleh. Sedangkan tujuan dari pengukuran tingkat keasaman

Pada tiap sub unit mnegandung suatu gugusan heme yang dikonjungsi kesuatu peptida. Sedangkan manfaat. 1994). Hemoglobin suatu molekul globulin dibentuk menjadi 4 sub unit. Tekanan osmosis dalam sel sama dengan tekanan osmosis pada plasma. Manfaat praktikum mengukur kadar hemoglobin adalah agar dapat mengetahui kondisi tubuh ternak secara fisik melalui pengukuran kadar hemoglobin. Eritrosit merupakan sarana transportasi gas oksigen dan karbondioksida. Hemoglobin merupakan zat padat dalam eritrosit yang menyebabkan warna merah. Hal ini disebabkan karena eritrosit memiliki pigmen hemoglobin. Hemoglobin mampu mengikat O2 dan CO2 (Praseno et al. 2003).darah serta membandingkan pH darah dari hewan pada kondisi tertentu. Pigmen merah pembawa oksigen didalam eritrosit merupakan hemoglobin. Selain itu dapat menambah wawasan mengenai pengertian dan fungsi dari hemoglobin.darah (pH) yaitu agar praktikan dapat mengetahui prinsip dan cara pengukuran pH. eritrosit kurang mengandung air. Bila terjadi perubahan tekanan osmosis pada larutan di luar sel darah merah akan berpengaruh terhadap besar sel. Hemoglobin dapat bergabung dengan oksigen udara yang terdapat dalam paru-paru karena mempunyai daya afinitas yang tinggi. baik oksigen maupun karbondioksida. Heme adalah suatu turunan porifirin (merah) yang mengandung besi dan globin yang merupakan protein globular yang terdiri dari 4 rantai asam amino. Proses ini . BAB III TINJAUAN PUSTAKA Bentuk sel darah berasal dari sel induk (Stem Cells) dalam sumsum tulang belakang serta memasuki aliran darah guna memenuhi kebutuhan terrentu pada hewan. Dibandingkan dengan sel-sel lain dalam jaringan. Fungsi hemoglobin dalam eritrosit sebagai pengangkut gas. Kadar hemoglobin diukur dalam gram per 100 ml darah atau dalam gram persen (Poejiadi. Proses ini disebut hemolisis. Hemoglobin darah dapat mengangkut sekitar 60 kali oksigen lebih banyak apabila dibandingkan dengan air pada saat dalam kondisi dan jumlah yang sama. sehingga terbentuklah oksihemoglobin yang kemudian oksigen tersebut dilepaskan ke sel-sel jaringan tubuh. Larutan yang hipotonik menyebabkan air masuk ke dalam sel dan sel akn bertambah besar kemudian pecah dan hemoglobin akan keluar dari sel.

Zat gizi tersebut menuju sumsum tulang sehingga menjadi bagian dari molekul heme guna membentuk eritrosit (Frandson. dapat membawa 21 gas O 2. Sel darah merah mengandung sekitar 35% berat hemoglobin. dalam sirkuit berulang diantara paru-paru dan jaringan perifer (Lehninger. 1988). mengandung hemoglobin yang tingkat kejenuhannya 65%. Karena adanya hemoglobin. konsentrasi DPG di dalam sel menjadi lebih tinggi daripada individu normal yang hidup normal di daerah permukaan laut. jika dioksigenasi penuh. darah dapat mengangkut sekitar 60 kali oksigen lebih banyak apabila dibandingkan dengan air dalam jumlah dan kondisi yang sama (Smith.3). Masing-masing gugus heme dapat mengikat 1 molekul oksigen karena sejumalh besar hemoglobin yang terdapat dalam sel darah merah. 1992). Hemoglobin berfungsi sebagai pengangkut gas baik oksigen (O2) maupun karbondioksida (CO2). Hal ini menyebabkan hemoglobin membebaskan oksigen yang diikatnya segera ke dalam jaringan untuk mengimbangi penurunan oksigenasi hemoglobin di dalam paru-paru (Praseno et al. yang membutuhkan besi dalam bentuk ferro dalam molekul hemoglobin. hemoglobin berdaur diantara kejenuhan oleh oksigen 65% dan 975. Vena darah yang meninggalkan jaringan. 2003). Konsentrasi DPG yang tinggi di dalam sel menyebabkan afinitas hemoglobin terhadap oksigen yang lebih rendah. 1995). Suatu pengatur derajat hemoglobin yang penting adalah 2. terjadi pembebasan oksigen yang terikat ke dalam massa jaringan yang melakukan respirasi.dapat disebabkan oleh faktor lain seperti adanya pelarut lemak misalnya eter dan kloroform (Poejiadi. Proses ini disebut oksigenasi. Hemoglobin ini mengandung dua rantai α dan dua rantai β serta empat gugus heme. . Selanjutnya melepaskan oksigen tersebut ke sel-sel jaringan yang terdapat didalam tubuh. jumlah O2 yang diikat oleh hemoglobin bergantung kepada empat faktor: (1) tekanan parsial (2) pH (3) konsentrasi 2. Oleh karena itu. Kadar hemoglobin pada umumnya diukur dalam gram per 100 ml darah.2-7. 1994). yang masing-masing berikatan dengan rantai polipeptida. 1994).3-difosfogliserat (DPG). 100 ml darah mamalia. Pada paru-paru dimana tekanan parsial oksigen tinggi (90-100 mmHg) dan pH dan juga pH relatif tinggi (25-40 mmHg) dan pH juga relatif rendah (7.3- difosfogliserat (DPG) dan (4) konsentrasi CO2 (Lehninger. Jika pengiriman oksigen ke jaringan sangat terbatas seperti pada orang yang mengalami defisiensi sel darah merah atau orang yang hidup di dataran tinggi.

semakin basalah larutan itu. tidak bersifat asam dan tidak pula bersifat basa. Materi .35 dan 7. semakin asamlah sifatnya. dapat menyebabkan timbulnya alkalosis sementara di dalam darah. Jurusan Biologi. Karbon dioksida yang dihasilkan dikeluarkan dari darah melalui paru. ion hidrogen (H +) (yang bersifat asam) setara dengan ion hidroksil (OH-) (yang bersifat basa atau alkalis). pH-nya 7.00 WIB di Laboratorium Struktur dan Fungsi Hewan. pH untuk larutan basa berkisar dai 7 sampai 14. 4. Dalam beberapa keadaan dan penyakit. pH darah menggambarkan konsentrasi ion hidrogen. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Diponegoro Semarang. yang menentukan keasaman atau kebasaan relatif dari larutan. Dalam air destilasi. cadangan alkali menurun demikian rupa sehingga menimbulkan keadaan asam dalam darah (asidosis) yang ditimbulkan oleh karena banyaknya CO2 (Frandson.45. Dalam keadaan normal pH terletak di antara 7. yang menggambarkan keadaan netral. BAB IV METODOLOGI PRAKTIKUM Praktikum Dasar Fisiologi Ternak tentang penentuan kadar Hb dan tingkat keasaman darah dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 27 Mei 2008 pada pukul 07. Larutan dengan pH antar 1 sampai 7 adalah larutan asam. 1992). semakin kecil angka itu.09.00 . terutama natrium bikarbonat. semakin besar angkanya. Bufer bereaksi dengan asam kuat atau basa kuat hingga menghasilkan garam netral dan asam atau basa lemah.1. sedikit berada di daerah yang basanya netral. pH darah dipertahankan di dalam suatu batas-batas yang relatif sempit oleh adanya bufer kimia. Hiperventilasi dengan cara membuang banyak karbon dioksida. Suatu contoh adalah natrium bikarbonat atau system asam karbonat: HCl + NaHCO3 → NaCl + H2CO3 NaOH + H2CO3 → NaHCO3 + H2O H2CO3 ↔ CO2 + H2O Kemampuan untuk menetralkan asam ini didapatkan dari metabolisme yang mengarah ke istilah cadangan alakali sebagai sinonim bikarbonat yang tersedia di dalam darah.

1% dan aquades. Blok komparator. disposable lancet atau jarum suntik. Menghapus darah yang terdapat di ujung pipet dan dengan cepat menghembuskan darah ke dalam tabung hemometer.1 N terlebih dahulu ke dalam tabung hemoglobin sampai skala 2. membaca angka pH yang didapat. Menghitung kadar hemoglobin darah dengan cara membaca tinggi dan angka larutan darah pada tabung hemometer.1. Kemuadian mendiamkan selama 1 menit. Penentuan pH darah Penentuan pH darah dilakukan dengan cara mencelupkan pH indikator kedalam sample darah selama 5 menit. HCL 0. 4.1. 4. Lalu mengencerkan dengan aquadest setetes demi setetes sambil menyesuaikan dengan warna larutan standar yang terdapat dalam blok komparator. BAB V HASIL PERCOBAAN 5. Mengusahakan semua darah dalam pipet masuk ke semua tabung. Alat yang digunakan adalah hemometer Sahli.1. Menghentikan pengenceran apabila warna larutan darah telah sama dengan warna larutan standar. dan tabung pengukur hemoglobin. Membandingkan dengan warna standar.1. satu set hemometer sahli terdiri atas pipet leukosit 20 mm. Kemudian mengisap darah tetesan yang telah disiapkan dengan pipet Hb sampai skala 20. Membuat bahasan dari hasil pengukuran pH tersebut.4. kemikalia terdiri dari alkohol 70%. Pengukuran Kadar Hb .1. 4.2. Penentuaan pH darah Materi yang digunakan dalam praktikum penentuan pH darah adalah darah ayam dan alat yang digunakan adalah pH indikator.2. Metode 4. kemudian mengangkat dan mengering anginkan.2. Penentuaan kadar Hemoglobin Materi yang digunakan dalam praktikum penentuan kadar hemoglobin adalah darah ayam. Penentuan Kadar Hemoglobin Penentuan kadar hemoglobin dilakukan dengan cara mengisikan HCL 0.2.2.

Pengukuran pH darah Hasil percobaan prktikum penentuan pH darah dengan menggunakan serum darah. Dengan HCl 0.2. kesehatan dari ternak tersebut. Pengukuran Kadar Hb Menurut Frandson (1996) hemoglobin pada ayam adalah sebesar 8-13 gr/ml. dan makanan yang dikonsumsi sangat mendukung untuk kemajuan kadar hemoglobin dalam darah. diantaranya adalah umur. serta kualitas dan kuantitas pakan. . Kadar hemoglobin senantiasa meningkat searah dengan laju pertumbuhannya. diperoleh warna pH indikator yang telah dimasukkan ke dalam serum darah setelah dibandingkan dengan warna standart didapatkan warna yang sesuai dengan warna dari pH netral. jenis kelamin. Hasil percobaan praktikum penetuan kadar hemoglobin darah dengan menggunakan darah ayam diperoleh kadar hemoglobin pada ayam adalah sebesar 11 gram %. hal ini menunjukkan bahwa kadar hemoglobin pada ayam broiler tersebut adalah normal. Kadar hemoglobin antara ayam jantan dan ayam betina tidak begitu berbeda. Semua ini disebabkan faktor lingkungan. nutrisi yang dapat digunakan pun tercukupi sehingga darah mengandung kadar hemoglobin standard. Dari hasil pengamatan diperoleh pH darah 7.1. 5. Sedangkan berdasarkan pendapat Coles (1974) bahwa kadar hemoglobin dipengaruhi oleh beberapa faktor. spesies. misalnya dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi dan protein sebagai bahan pembentuk bahan eritrosit. Adanya faktor ektrinsik yang dapat menyebabkan penyimpangan fungsi hemoglobin dalam eritrosit juga dapat dicegah. BAB VI PEMBAHASAN 6. Demikian pula dengan pemenuhan pakan secara kuantitas dan dapat diartikan pula kontinuitas pemberian pakan. Hal ini juga dapat disebabkan karena adanya homokonsentrasi. Semakin berkualitas pakan yang diberikan. Homokonsentrasi merupakan rasio sel-sel darah merah terhadap cairan berada diatas normal.1 N dan Hb dengan skala 20.0 (netral). akan nutrisi sehingga kadar hemoglobin juga akan stabil.

spesies. Yogyakarta. Angka kadar tersebut termasuk kategori normal (masih berada pada batas standar rata-rata) pada kadar hemoglobin antara 8-13 gr/ml. Dengan melihat hasil percobaan yaitu pH serum darahnya 7. ion hydrogen (H +) yang bersifat asam setara dengan ion hidroksil (H-) yang bersifat basa atau alkalis. Manual Kesehatan Unggas.5 juta / mm 3 sel darah merah tergantung pada umur dan jenis kelamin. 1993.000 sel darah merah lebih banyak dibandingkan ayam betina. yang menggambarkan keadaan netral. 6. yang menentukan keasaman atau kebasaan relative dari larutan. serta kualitas dan kuantitas pakan.2.6 g/dl sampai 13 g/d BAB VII KESIMPULAN Kadar hemoglobin yang diperoleh dari darah ayam yang diambil adalah 11 gr %. Darah pejantan dewasa memiliki 500. semakin kecil angka itu semakin asamlah sifatnya. pH untuk larutan basa berkisar dari 7 sampai 14. Kanisius. Pengukuran pH darah Tingkat keasaman pada darah menggambarkan konsentrasi ion hidrogen. Larutan dengan pH antara 1 sampai 7 adalah larutan asam. jenis kelamin.5 sampai 3.0 (netral). . Kadar haemoglobin antara ayam jantan dan ayam betina tidak terlalu jauh berbeda selama belum mencapai dewasa kelamin (Akosa. Sedangkan pH dalam darah ayam juga didapat hasil normal (netral) yaitu 7. DAFTAR PUSTAKA Akosa. karena kadar pH darah standart sebesar 7 – 14. Dalam darah ayam berisi sekitar 2. semakin baik pula kadar hemoglobin yang ditunjukkan. makin besar angkanya semakin basalah larutan itu ( Frandson. Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar haemoglobin dalam darah diantaranya yaitu umur. menunjukkan bahwa keadaan hemoglobin pada ayam tersebut adalah normal. Hal ini sesuai dengan pendapat Frandson (1992) yang menyatakan bahwa kadar hemoglobin pada ternak bervariasi. Sedangkan khusus pada ayam berkisar antara 8. Semakin berkualitas pakan yang diberikan. tidak bersifat asam dan tidak pula bersifat basa. Budi Tri. 1993). pH-nya 7. Dalam air destilasi. 1993 ).

Sounders Co. Frandson. 1994. Dasar-dasar Biokimia Jilid 3. Philadelphia. 1994. Pemeliharaan. Gajah Mada University Press. R. Dasar-dasar Biokimia Jilid 1. Yogyakarta. 1992.H. E. Jakarta. Praseno. D. Frandson. Isroli.. Erlangga. Universitas Indonesia: Jakarta. Lehninger. Erlangga. Veterian Clinical Pathologi 2nd Edition W. K. Smith.D. Yogyakarta. R. Anatomi dan Fisiologi ternak. Semarang. 1974. Fisiologi Ternak. 1995. Lehninger.1988 . Gadjah Mada University Press. Pembiakan. Anna. 2003. Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro. dan Penggunaan Hewan Percobaan di Daerah Tropis . B.Coles. Jakarta. . Universitas Indonesia Press. Poedjiadi. dan Bambang S. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta. 1996 Anatomi dan Fisiologi Ternak.