MINI PROJECT

HUBUNGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PASIEN LANSIA
DI WILAYAH KERJA PKM KARANG TALIWANG

OLEH
dr. Ni Putu Sasmita Lestari

PEMBIMBING
dr. Mei Ira Ikayanti

PROGRAM DOKTER INTERNSIP INDONESIA
PUSKESMAS KARANG TALIWANG
2016

Mei Ira Ikayanti NIP. Peserta Pendamping dr. Ni Putu Sasmita Lestari dr. 19790521 2006042014 . LEMBAR PENGESAHAN MINI PROJECT HUBUNGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PASIEN LANSIA DI WILAYAH KERJA PKM KARANG TALIWANG Disetujui dan Disahkan Pada Tanggal 2016 Mengetahui.

manajemen hipertensi yang belum optimal. dan 3 juta di antaranya meninggal setiap tahunnya. Joint National Committee (JNC) 7 tahun 2003 mengklasifikasikan tekanan darah manusia menjadi tekanan darah normal. Menurut WHO dan The International Society of Hypertension (ISH). dan umur) dan yang dapat dikontrol (seperti kegemukan. jenis kelamin. prehipertensi. maka jumlah pasien dengan hipertensi kemungkinan besar juga . dimana akan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat. LATAR BELAKANG Hipertensi merupakan suatu peningkatan tekanan darah sistolik dan/atau diastolik yang di atas normal. kurang olahraga. Tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik. serta adanya penyakit penyerta dan komplikasi yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas. baik yang bersifat endogen seperti neurotransmitter. Tujuh dari setiap 10 penderita tersebut tidak mendapatkan pengobatan secara adekuat. hormon dan genetik. BAB I PENDAHULUAN I. hipertensi tahap 1 dan hipertensi tahap 2. serta konsumsi alkohol dan garam). Hal tersebut juga berarti bahwa hipertensi dipengaruhi oleh faktor resiko ganda. nutrisi dan stressor Data epidemiologis menunjukkan bahwa dengan makin meningkatnya populasi usia lanjut (lansia). merokok. Tekanan darah dalam kehidupan seseorang bervariasi secara alami. Bayi dan anak-anak secara normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah daripada dewasa. diderita oleh orang banyak yang datang dari berbagai subkelompok berisiko di dalam masyarakat. Penderita hipertensi yang sangat heterogen membuktikan bahwa penyakit ini bagaikan mosaik. saat ini terdapat 600 juta penderita hipertensi di seluruh dunia. Tekanan darah dalam satu hari juga berbeda paling tinggi di waktu pagi hari dan paling rendah pada saat tidur malam hari Faktor pemicu hipertensi dapat dibedakan atas yang tidak dapat terkontrol (seperti keturunan. Hipertensi menimbulkan masalah seperti adanya kecenderungan peningkatan prevalensi hipertensi. maupun yang bersifat eksogen seperti rokok.

dimana baik hipertensi sistolik maupun diastolik sering timbul pada lebih dari separuh orang yang berusia > 65 tahun Bagi para penderita tekanan darah tinggi. Perumusan Masalah 1. Apakah faktor stress berpengaruh terhadap hipertensi pada masyarakat di wilayah kerja puskesmas Karang Taliwang? III. jenis kelamin. Hipertensi dapat dicegah dengan pengaturan pola makan yang baik dan aktivita fisik yang cukup II. Mengetahui hubungan karakteristik dan faktor yang berhubungan dengan hipertensi pada masyarakat penderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas Puskesmas Karang Taliwang. Bagaimana karakteristik masyarakat di wilayah kerja puskesmas Karang Taliwang berhubungan terhadap hipertensi? 2. 2. TujuanPenelitian III. akan bertambah. penting mengenal hipertensi dengan membuat perubahan gaya hidup positif.2 Tujuan Khusus Menggambarkan hubungan distribusi umur.1 Tujuan Umum Menggambarkan hubungan kejadian hipertensi pada pasien lansia di wilayah kerja Puskesmas Karang Taliwang. Hasil penelitian ini bertujuan untuk menerapakan strategi praktis dalam menurunkan angka morbiditas hipertensi di di wilayah kerja puskesmas Karang Taliwang BAB II . III. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian dapat diidentifikasikan sebagai berikut : 1. dan pekerjaan terhadap hipertensi pada masyarakat di wilayah kerja puskesmas Puskesmas Karang Taliwang IV. Apakah faktor heriditer berpengaruh terhadap hipertensi pada masyarakat di wilayah kerja puskesmas Karang Taliwang? 3. pendidikan.

Dikatakan tekanan darah tinggi jika pada saat duduk tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih. Evaluation. JNC7 mengklasifikasikan tekanan darah dalam 4 kategori yaitu tekanan darah normal. aneurisma. and Treatment of High Blood Pressure (JNC7) mengklasifikasikan tekanan darah pada orang dewasa (usia > 18 th) didasarkan pada rata-rata 2 atau lebih tekanan darah yang diukur secara tepat dari 2 kali atau lebih pengukuran di klinik.3 Tabel I. atau keduanya. Prehipertensi tidak dianggap sebagai kategori penyakit tetapi mengidentifikasi pasien-pasien yang tekanan darahnya cendrung meningkat ke klasifikasi hipertensi dimasa yang akan datang. Penderita yang mempunyai sekurang-kurangnya tiga bacaan tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg saat istirahat diperkirakan mempunyai keadaan darah tinggi. Pada tekanan darah tinggi. TINJAUAN PUSTAKA I. serangan jantung dan kerusakan ginjal. hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala. angka yang lebih rendah diperoleh pada saat jantung berelaksasi (diastolik). Secara umum.1. hipertensi grade 1. misalnya 120/80 mmHg. biasanya terjadi kenaikan tekanan sistolik dan diastolik. Tekanan darah ditulis sebagai tekanan sistolik garis miring tekanan diastolik. DEFINISI Tekanan Darah Tinggi (hipertensi) adalah keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal atau kronis (dalam waktu yang lama) di dalam arteri. tetapi tekanan diastolik kurang dari 90 mmHg dan tekanan diastolik masih dalam kisaran normal. tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih. dan hipertensi grade 2. atau tekanan diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih. dibaca seratus dua puluh per delapan puluh.2 II. pre hipertensi. KLASIFIKASI The Seventh Report of the Joint National Committee on the Detection. Klasifikasi Hipertensi menurut WHO . gagal jantung. Angka yang lebih tinggi diperoleh pada saat jantung berkontraksi (sistolik). dimana tekanan yang abnormal tinggi di dalam arteri menyebabkan meningkatnya resiko terhadap stroke. Pada hipertensi sistolik terisolasi. Ada dua tingkat (stage) hipertensi dan semua pasien pada kategori ini harus diberi terapi obat.1 Pada pemeriksaan tekanan darah akan didapat dua angka.

4 Hipertensi urgensi adalah tingginya tekanan darah tanpa disertai kerusakan organ target . Kategori Sistol (mmHg) Diastol (mmHg) Optimal < 120 < 80 Normal < 130 < 85 Tingkat 1 (hipertensi ringan) 140-159 90-99 Sub grup : perbatasan 140-149 90-94 Tingkat 2 (hipertensi sedang) 160-179 100-109 Tingkat 3 (hipertensi berat) ≥ 180 ≥ 110 Hipertensi sistol terisolasi ≥ 140 < 90 Sub grup : perbatasan 140-149 < 90 Tabel II. Pada hipertensi emergensi tekanan darah meningkat ekstrim disertai dengan kerusakan organ target akut yang bersifat progresif. Contoh gangguan organ target akut: encephalopathy. gagal ventrikel kiri akut disertai edema paru. angina pectoris tidak stabil. dikategotikan sebagai hipertensi emergensi atau hipertensi urgensi. sehingga tekanan darah harus diturunkan segera (dalam hitungan menit – jam) untuk mencegah kerusakan organ target lebih lanjut. dan eklampsia atau hipertensi berat selama kehamilan.2. pendarahan intrakranial. dissecting aortic aneurysm. Klasifikasi Hipertensi menurut Joint National Committee 7 Kategori Sistol (mmHg) Dan/atau Diastole (mmHg) Normal <120 Dan <80 Pre hipertensi 120-139 Atau 80-89 Hipertensi grade 1 140-159 Atau 90-99 Hipertensi grade 2 ≥ 160 Atau ≥ 100 Krisis hipertensi merupakan suatu keadaan klinis yang ditandai oleh tekanan darah yang sangat tinggi yang kemungkinan dapat menimbulkan atau telah terjadinya kelainan organ target. Biasanya ditandai oleh tekanan darah >180/120 mmHg.

penyebabnya adalah kelainan hormonal atau pemakaian obat tertentu (misalnya penyakit kelenjar adrenal / hiperaldosteronisme. Pil KB 2.2 %. Feokromositoma Obat-obatan 1.4 III. Hiperaldosteronisme 2. Sindroma Cushing 3. Kurang lebih 90% penderita hipertensi tergolong hipertensi primer sedangkan 10% tergolong hipertensi sekunder.yang progresif. Terapipenyinaran yang mengenaiginjal Kelainan Hormonal 1. Trauma ginjal (luka yang mengenai ginjal) 7. berbagai faktor diduga turut berperan sebagai penyebab hipertensi primer. penggunaan pil KB). Pada sekitar 1 . Kortikosteroid .10 % penderita hipertensi.2. ETIOLOGI Penyebab hipertensi dapat digolongkan menjadi 2 yaitu :1-4. dan hereditas (keturunan).7 1. 2. Pielonefritis 3. Namun. Glomerulonefritis 4. Tumor-tumor ginjal 5. Hipertensi sekunder Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang penyebabnya dapat diketahui. Beberapa penyebab terjadinya hipertensi sekunder : Penyebab Contoh Penyakit Ginjal 1. Tekanan darah diturunkan dengan obat antihipertensi oral ke nilai tekanan darah pada tingkat 1 dalam waktu beberapa jam sampai beberapa hari. penyebabnya adalah penyakit ginjal. Penyakit ginjal polikista (biasanya diturunkan) 6. Hipertensi esensial atau primer Penyebab pasti dari hipertensi esensial sampai saat ini masih belum dapat diketahui. Pada sekitar 5 . seperti bertambahnya umur. Stenosis arterirenalis 2. stres psikologis.

dan juga faktor ekstrarenal (seperti natrium. Begitu juga dengan peristiwa menurunnya kadar natrium dan klorida yang ditranspor ke tubulus distal. Angiotensin I akan diubah menjadi angiotensin oleh angiotensin converting enzyme (ACE). Setelah . Siklosporin 4.4 Sel juxtaglomerular berfungsi sebagai alat sensor. Secara ringkas mekanisme hipertensi karena gangguan SRAA dapat dilihat di gambar. dan tekanan perfusi ginjal). Kayumanis (dalam jumlah sangat besar) Penyebab lainnya 1.5 Renin adalah enzim yang disimpan di dalam sel juxtaglomerular yang berada di arteriol aferen ginjal.1. hormone natriuretik. dan hiperinsulinemia. dimana pada penurunan tekanan ateri ginjal dan aliran darah ginjal dapat dikenali oleh sel ini. Renin mengkatalisis perubahan angiotensinogen menjadi angiotensin I di dalam darah. katekolamin. 3. Preeklamsia 3. Kokain 6. Pelepasan renin dimodulasi oleh faktor intrarenal (seperti angiotensin II. IV. SRAA mengatur natrium. peningkatan katekolamin. Penyalahgunaan alkohol 7. klorida. Aktivasi dan regulasi SRAA diperintah oleh ginjal. Keracunan timbal akut . dan keseimbangan cairan.2. dan kalium). kalium. Porfiriaintermiten akut 4. Mekanisme Humoral Mekanisme humoral meliputi abnormalitas Sistem Renin-Angiotensin-Aldosteron (SRAA).2.2 Abnormalitas SRAA SRAA adalah sistem endogen kompleks yang telibat pada hampir sebagian besar komponen tekanan darah arterial. Koartasio aorta 2. Untuk itu sistem ini secara signifikan mempengaruhi tonus vaskuler dan aktivitas sistem saraf simpatik serta paling berpengaruh terhadap pengaturan homeostatis tekanan darah. Eritropoietin 5. serta penurunan kalium dan/atau kalsium intrasel dapat memicu sel juxtaglomerular untuk melepaskan renin. dan kemudian menstimulasi pelepasan renin. MEKANISME TERJADINYA HIPERTENSI 1.

Efek pressor termasuk diantaranya adalah vasokonstriksi langsung. Angiotensin II juga menstimulasi sintesis aldosteron dari korteks adrenal yang menyebabkan reabsorpsi air dan natrium yang mengakibatkan peningkatan volume plasma. 2. 2. pembuluh darah perifer.4. Reseptor ini memediasi sebagian besar respon penting bagi fungsi ginjal maupun kardiovaskuler. otak. angiotensin II menyebabkan respon biologis pada beberapa jaringan. sehingga mempengaruhi transpor sodium melewati membrane sel. tahanan perifer total. Secara teoritis peningkatan . dan kelenjar adrenal. dan peningkatan aktivitas saraf simpatik yang diperantarai oleh saraf pusat. sementara reseptor AT2 tidak mempengaruhi pengaturan tekanan darah. Reseptor AT1 terletak di ginjal. dan tentu saja tekanan darah. miokardium.6 Hormon Natriuretik Hormon natriuretik menghambat ATPase sodium dan potassium. stimulasi pelepasan katekolamin dari medulla adrenal.4 Diagram : Pengaruh SRAA terhadap pengaturan tekanan darah Sirkulasi Angiotensin II dapat meningkatkan tekanan darah melalui efek pressor dan volume.berikatan dengan reseptor spesifik (yang diklasifikasikan sebagai subtipe AT1 dan AT2).

stimulasi reseptor β2 pada arteriol dan venula menyebabkan vasodilatsi. khususnya arteri karotid dan arkus aortik. 2. Stimulasi reseptor α (α2) presinaps menyebabkan penghambatan negatif pada pelepasan norepinefrin. Insulin dapat meningkatkan tekanan darah dengan meningkatkan kalsium intraseluler. keduanya berada di semua jaringan yang di inervasi oleh sistem saraf simpatis. lebih jauh lagi insulin memiliki aksi mirip growth hormon yang dapat menginduksi hipertrofi sel-sel otot polos vaskuler.6 Resistensi insulin dan Hiperinsulinemia Resistensi insulin dan hiperinsulinemia dihubungkan dengan perkembangan hipertensi karena kejadian tersebut berkaitan dengan sindrom metabolik. Defek pada kemampuan ginjal mengeliminasi sodium dapat menyebabkan peningkatan volume darah.4. Mekanisme pasti dari hipertensi akibat resistensi insulin dan hiperinsulinemia belum diketahui. Terdapat dua postsinaptik reseptor β. Pengaturan Neuronal Sisem saraf pusat dan otonom terlibat banyak dalam pengaturan tekanan darah arteri.6 2. Stimulasi reseptor β 1 pada jantung menyebabkan peningkatan cardiac output dan kontraktilitas. yang menyebabkan peningkatan tahanan vaskuler. Reseptor presinaps α dan β berperan dalam umpan balik negatif dan positif pada vesikel yang mengandung norepinefrin yang berada di dekat ujung neuronal. Sementara itu. Stimulasi reseptor β presinaps menstimulasi pelepasan norepinefrin. Sejumlah reseptor baik yang meningkatkan atau menghambat pelepasan norepinefrin berada di permukaan presinaps ujung syaraf simpatis. yang mentransmisikan impuls ke batang otak melalui saraf kranial pertama dan nervus vagus. Pada sistem refleks. Secara hipotesis. Baroreseptor adalah ujung saraf yang berada di dinding arteri besar.konsentrasi hormon natriuretik dalam sirkulasi darah akan meningkatkan sekresi sodium dan potassium melalui urin. penurunan tekanan darah arteri menstimulasi . Serat saraf simpatis berada pada permukaan sel efektor yang menginervasi reseptor α dan β.4. Perubahan tekanan arteri dengan cepat mengaktivasi baroreseptor. stimulasi reseptor α (α1) postsinaptik pada arteriol dan venule menyebabkan vasokontriksi. Sistem refleks baroreseptor adalah mekanisme umpan balik negatif yang mengontrol aktivitas simpatis. 2. peningkatan knsentrasi hormon insulin dapat menyebabkan hipertensi akibat retensi sodium dan meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatik. yaitu β 1 dan β2.

baroreseptor. dan bradikinin) atau kelebihan substansi vasokontriksi (contoh : angiotensin II dan endothelin I) berkontribusi terhadap terjadinya hipertensi primer. merelaksasi epitel vaskuler dan merupakan vasodilator poten. atau sistem saraf pusat) dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah secara kronis. menyebabkan perubahan fungsi otot polos vaskuler dengan meningkatnya tahanan vaskuler perifer. Mekanisme pastinya belum diketahui. Nitric oxide diproduksi di endotelium. arterosklerosis. Hiperurikemia telah diasosiasikan dengan meningkatkan risiko kejadian kardiovaskuler pada penderita hipertensi namun hal ini masih menjadi kontroversi karena terbatasnya data. reseptor adrenergik. Rendahnya konsumsi Ca secara hipotesis dapat mengganggu keseimbangan konsentrasi Ca intraseluler dan ekstraseluler. Gangguan patologis pada salah satu dari empat komponen utama (serat saraf otonom. Mekanisme Endotelial Vaskuler Endotelium vaskuler dan otot polos memegang paranan penting dalam mengatur tonus pembuluh darah dan tekanan darah. . menyebabkan peningkatan reaktivitas vaskuler dan peningkatan tekanan darah. dan sebagainya.6 4.6 3. Mekanisme reflek baroreseptor ini bisa mengalami kemunduran pada lansia dan pada penderita diabetes. 2.baroreseptor. Perubahan homeostasis Ca juga berperan penting pada pathogenesis hipertensi. Sistem nitric oxide penting sebagai pengatur tekanan darah arteri. Tujuan mekanisme neuronal ini adalah untuk mengatur tekanan darah dan menjaga homeostasis. Hal ini telah dipostulatkan yaitu defisiensi sintesis lokal dari susbtansi vasodilatasi (contoh : Prostacyclin. Percobaan menunjukan konsumsi suplemen Ca menyebabkan penurunan hipertensi pada pasien. menyebabkan vasokontriksi dan peningkatan cardiac output dan memacu kontraksi jantung.4. Fungsi regulasi ini diperantarai oleh substansi nasoaktif yang disintesis oleh sel-sel endotelial. 2. Elektrolit Dan Zat Kimia Lain Konsumsi makanan tinggi natrium berpeluang besar untuk menyebabkan hipertensi. akan tetapi diduga berkaitan dengan sirkulasi hormon natriuretik yang menghambat transport Na intraseluler. Defek pada salah satu komponen juga akan mengubah fungsi normal yang lainnya dan sekumpulan abnormalitas tersebut bisa menjelaskan perkembangan hipertensi primer.4.

Pengobatan dengan antihipertensi harus selalu dimulai dengan dosis rendah agar tekanan darah tidak menurun terlalu drastis secara mendadak. Cukup istirahat dan tidur 8.10 1. Pengobatan Farmakologik Pemilihan terapi obat awal tergantung pada tingkat kenaikan tekanan darah dan ada atau tidaknya compelling indication. Penggunaan thiazid sebagai lini pertama adalah pada kondisi tanpa compelling indication dan didasarkan pada angka keberhasilan terapi yang menunjukkan penurunan mortalitas dan morbiditas. Meningkatkan konsumsi buah dan sayur serta menurunkan asupan lemak 6. Pengobatan Non Farmakologik Meskipun faktor keturunan memegang peranan penting. Membatasi minum kopi 5. Latihan fisik II. Mengurangi konsumsi alkohol berlebih 3. PENGOBATAN Pengobatan hipertensi secara garis besar dibagi menjadi 2 jenis yaitu pengobatan non farmakologik dan pengobatan farmakologik. 2.6 V.8. Mengurangi asupan garam 4. Pengobatan non farmakologis terdiri dari : 8. namun cara dan pola hidup sangat esensial dalam menjauhi hipertensi. Misalnya makan berlebihan dengan terlalu banyak lemak dan garam (serta gula).4. dan merokok. Umumnya pasien hipertensi tahap 1 diberikan terapi awal dengan thiazide. Pada pasien dengan kenaikan tekanan darah yang lebih berat (HTN tahap 2) diberikan terapi obat kombinasi. Menghentikan merokok 7. terlampau sedikit gerak badan.Penderita hipertensi dapat mengalami defisiensi intrinsic pada pelepasan nitric oxide sehingga menyebabkan vasodilatasi yang inadekuat.10 I. Kemudian setiap 1-2 minggu dosis berangsur – angsur dinaikkan sampai tercapai efek yang diinginkan. dapat mendorong terjadinya hipertensi. Menurunkan berat badan berlebih 2. Terapi non farmakologis harus dilaksanakan oleh semua pasien hipertensi dengan tujuan menurunkan tekanan darah dan mengendalikan faktor- faktor resiko serta penyakit penyerta lainnya. Begitu pula .

tetapi setelah beberapa waktu dosis pemeliharaan pada umumnya dapat diturunkan (Tjay dan Kirana. dan Calcium Channel Blocker (CCB). ACEI. CCB. Terdapat 9 kelas obat antihipertensi. dapat memaksa dipertimbangka obat n ACEI. antihipertensi BB. dan 5 kelas berikut paling umum digunakan (antihipertensif primer) yaitu: diuretika. BB. Antihipertensi hanya menghilangkan gejala TD tinggi dan tidak penyebabnya. Maka obat pada hakikatnya harus diminum seumur hidup. ACE-inhibitor (ACEI).8.10 Tatalaksana Hipertensi Menurut JNC 7 Klasifikasi TDS TDD Perbaikan Terapi Obat Terapi Obat Tekanan (mmHg) (mmHg) Pola Hidup Awal tanpa awal dengan darah Indikasi Indikasi Memaksa Memaksa Normal < 120 dan < 80 Dianjurkan Prehipertens 120 – 139 atau 80 – Ya Tidak indikasi Obat-obatan i 89 obat untuk indikasi yang memaksa Hipertensi 140 – 159 atau 90 – Ya Diuretika jenis Obat-obatan derajat 1 99 Thiazide untuk untuk sebagian besar indikasi yang kasus. 2007). Angiotensin II reseptor blocker (ARB). ARB.penghentian terapi harus secara berangsur pula. ARB. atau lain kombinasi (diuretika. CCB) sesuai kebutuhan Hipertensi ≥ 160 atau ≥ 100 Ya Kombinasi 2 derajat 2 obat untuk sebagian besar .3. -blocker (BB).

biasanya 2 obat.1Definisi lansia Menua atau menjadi tua adalah suatu keadaan yang terjadi didalam kehidupanmanusia. atau ARB. kasus umumnya diuretika jenis Thiazide dan ACEI atau ARB atau BB atau CCB Algoritma penanganan hipertensi bila tekanan darah belum mencapai target yang diinginkan (diadaptasi dari JNC7). dan tua. yang berarti seseorang telah melalui tiga tahap kehidupannyayaitu anak. atau BB.1. atau kombinasi thiazide. Antihipertensi lain (di HTN tahap 1 HTN tahap 2 TD 140-159/90-99 mmHg TD > 160/100 mmHg Diuretika golongan thiazide. atau CCB 2. dewasa. Menjadi tua merupakan proses alamia. baik secara biologi maupun psikologi. kombinasi CCB. dg. Proses menua merupakan proses sepanjang hidup. Tiga tahap ini berbeda. ALGORITMA PENANGANAN HIPERTENSI Pemilihan terapi obat awal Tanpa compelling indication Compelling indication Obat khusus untuk compelling indication. ACEI. dapat dipertimbangkan penggunaan Lebih seringACEI. ARB. tidak hanya dimulai dari suatu waktu tertentu. tetapi dimulai sejak permulaan kehidupan. BB. Memasuki .

H. Manusia secara lambat dan progresif akan kehilangan daya tahan terhadap infeksi dan akan menempuh semangkin banyak penyakit degenerative (misalnya:hipertensi.Misalnya. Ada kalanya seseorang tergolong lanjut usia atau masih muda. tetapi merupakan proses yang berangsur-angsur mengakibatkan perubahan yang kumulatif. dan badan tegak. dan sebagainya . Walaupun demikian. R. gigi mulai ompong. Ada pula orang telah tergolong lanjut usia. koma asidotik.usia tua berarti mengalami kemunduran. penglihatan semangkin memburuk. dapat disimpulkan bahwa manusia secara perlahan memgalami kemunduran struktur dan fungsi organ. Dari pernyataan tersebut. Proses menua merupakan proses terus menurus atau berkelanjutan secara alami dan umumnya dialami oleh semua mahluk hidup. segar bugar. inframiokard. arteriosklerosis. Menua bukanlah suatu penyakit. Kondisi ini dapat memengaruhi kemandirian dan kesehatan lanjut usia. WHO dan Undang-Undang nomor 13 tahun 1998 tentang kesejahteraan lanjut usia pada Bab 1 pasal 1 ayat 2 menyebutkan bahwa umur 60 tahun adalah usia permulaan tua. Kecepatan proses menua setiap individu pada organ tubuh tidak akan sama. hingga tubuh‖mati‖ sedikit demi sedikti.diabetes melitus. dan figure tubuh yang tidak proposional. susunan saraf. dan kanker) yang akan menyebabkan berakhirnya hidup dengan episode terminal yang dramatis. Prof. Dalam Buku Ajar Geriatri. merupakan proses menurunnya daya tahan tubuh dalam menghadapi rangsangan dari dalam dan luar tubuh yangberakhir dalam kematian. contohnya kemunduran fisik yang ditandai dengan kulit yang mengendur. gerakan lambat. rambutmemutih. penampilan masih sehat. kanker metastasis. tetapi telah menunjukan kekurangan yang mencolok (deskripansi). Boedhi Darmojo dan Dr. pendengaran kurang jelas.Dr. termasuk kehidupan seksualnya. dan jaringan lain. Hadi Martono(1994) mengatakan bahwa ―menua‖ (menjadi tua) adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti diri dan mempertahankan struktur dan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap jejas (termasuk infeksi) dan memperbaiki kerusakan yang diderita. harus diakui bahwa ada berbagai penyakit yang sering dialami lanjut usia. misalnya:stroke. terjadinya kehilangan pada otak.