MULTIVIKASI TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) meter, alat tulis dan kamera.

Penelitian perbanyakan kentang dengan kultur jaringan
MENGGUNAKAN TEKNIK KULTUR JARINGAN DI BALAI PENELITIAN dilakukan dengan 2 cara yaitu:
1. Perbanyakan dengan Kultur Meristem
TANAMAN SAYURAN, LEMBANG, JAWA BARAT
Di ambil jaringan meristem/sprout dari 2 varietas tanaman kentang
Rosyi Yuliani Hidayat yaitu GkRb 101 dan Granola, untuk selanjutnya dilihat bagaimana
130053 tingkat keberhasilan dari jumlah yang dikultur dan mampu
Departemen Pendidikan Biologi, Prodi Biologi menghasilkan berapa planlet dari satu meristem. Unruk tingkat
Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam dan Matematika keberhasilan dinyatakan dalam bentuk persen.
Pembimbing : Tri Handayani, SP.MSc.
2. Perbanyakan dengan sub-kultur stek buku planlet
Sub-kultur dilakukan pada 7 varietas kentang yaitu ATM, GM-08,
PENDAHULUAN
Nadin, Kastanum, Kal-O, Maglia dan Repita. Tiap varietas ditanam
Tanaman kentang ( Solanum tuberosum L. ) , merupakan sayuran umbi
dalam 5 botol kultur dan masing-masing botol kultur diisi oleh 5
kaya vitamin C dan kalium. Komoditas ini mendapat prioritas pengembangan di
potong hasil stek buku. Variabel yang diamati adalah tingkat
Indonesia, karena tanaman ini merupakan salah satu sumber karbohidrat non beras
kotaminasi, waktu kemunculan akar dan buku pertama, jumlah daun,
dan mempunyai potensi dalam program diversifikasi pangan. Beberapa tahun
jumlah akar dan tinggi tanaman planlet. Untuk tingkat kontaminasi
terakhir ini terlihat bahwa kebutuhan kentang cenderung meningkat sejalan dengan
ditanyatakan dalam bentuk persen.
berkembangnya jumlah penduduk, meningkatnya pendapatan dan berkembangnya
industri pengolahan makanan cepat saji. Keadaan tersebut mengakibatkan bertambah
HASIL DAN PEMBAHASAN
luasnya pertanaman kentang dan meningkatnya permintaan benih kentang bermutu
1. Pebanyakan dengan Kultur Meristem
tinggi.
Teknik kultur jaringan adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian dari Tingkat Keberhasilan Kultur Meristem
suatu tanaman seperti protoplasma, sel, sekelompok sel, jaringan dan organ serta
menumbuhkannya dalam kondisi aseptik hingga bagian-bagian tersebut dapat 80%

Tingkat keberhasilan %
berkembang dan beregenerasi menjadi tanaman lengkap kembali (Asih, 2016). Dasar 60%
pemikiran teknik kultur jaringan adalah teori totipotensi sel , yaitu kemampuan sel
40%
tumbuhan membentuk tanaman lengkap bila ditempatkan dalam lingkungan yang
sesuai. Umumnya sifat totipotensi lebih banyak dimiliki oleh bagian tanaman yang 20%
masih juvenil, muda, dan banyak dijumpai pada daerah meristematik (Santoso dan 0%
Nursandi, 2003 dalam Kusumanigrum, 2007). Keunggulan sistem mikropropagasi GkRb 101 Granola
tanaman adalah dapat meghasilkan propagul tanaman dalam jumlah banyak dalam Varietas
waktu singkat bebas hama dan penyakit (sistemik dan non sistemik) serta identik
dengan induknya (Wattimena, 1986 dalam Kusumaningrum, 2007). Oleh karenanya,
Gambar 1. Grafik tingkat keberhasilan Perbanyakan meristem/sprout
dilakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana perbanyakan menggunakan kultur dari dua varietas tanaman kentang dengan menggunakan kultur meristem.
meristem dari dua varietas dan stek buku planlet dari tujuh varietas tanaman kentang
yang ada di Laboratorium Kultur Jaringan Balitsa. Berdasarkan grafik diatas, diketahui bahwa angka tingkat
keberhasilan perbanyakan kedua varietas cukup berbeda yaitu untuk GkRb
BAHAN DAN METODE 101 dengan persentase 40% sedangkan untuk Granola sebesar 60%.
Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Januari 2017 di Laboratorium Kultur Keberhasilan ini dilihat dari banyaknya kultur yang mengalami kontaminasi
Jaringan di Balai Penelitian Sayuran (BALITSA) Lembang, Kabupaten Bandung dan bagaimana perkembangan pertumbuhannya. Banyak sekali faktor yang
Barat, Jawa Barat. mempengaruhi keberhasilan kultur meristem.
Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah zat-zat penyusun
media Murashige and Skoog (MS), agar, sukrosa, aquades atau air, alkohol 96%,
HCl, NaOH, bakterisida (klorox 10 dan 20%). Sedangkan alat yang dibutuhkan
adalah Laminar Air Flow, Autoclave, steril blad, scalple, hotplate with magnetic
stirrer , gunting, pinset, botol kutur, timbangan analitik, plastik tahan panas, rak
kultur, sprayer, bunsen, petridisk, tissue, labu erlenmeyer, gelas ukur, gelas kimia, pH

Waktu terbentuk akar dan buku pertama pada yang paling banyak yaitu pada varietas GM-08 dan paling rendah oleh varietas Kal- tujuh varietas tanaman kentang O. Jumlah buku dan akar 12 hari setelah tanam pada tujuh lingkungan mikro yang kurang sesuai menjadi faktor yang membuat planlet varietas tanaman kentang. - 3. Berdasarkan data grafik diatas.2. terkontaminasi. Pada varietas vaerietas Nadin mengalami kontaminasi hingga 100% dan untuk varietas Kastanum sebanyak 60%. Kastanum 6 HST 6 HST 6. maka kemungkinan Grafik 3. Repita 9 HST 6 HST 4. Grafik tingkat kontaminasi Perbanyakan dengan cara Ka ag e n M M R sta N G sub-kultur stek buku panlet dari tujuh varietas tanaman kentang . HST (Hari Setelah Tanam) No Jenis Buku Akar 1. ATM 6 HST 6 HST 5. Terjadinya kontaminasi ini terjadi pada hari yang berbeda. Kal-O 9 HST 6 HST 2. Nadin 6 HST 6 HST 7. tngkat kontaminasi (%) 100 80 Jumlah buku dan akar hasil perbanyakan 120 60 100 40 80 20 60 0 jumlah 40 jumlah buku Kal-O Maglia Repita ATM Kastanum Nadin GM-08 20 jumlah akar varietas 0 l -O lia pi ta AT M um a di n -0 8 Gambar 2. Ka Berdasarkan grafik diatas. diketahui bahwa terjadi kontaminasi pada 2 vaeritas tanaman kentang yaitu pada varietas Nadin dan Kastanum. Maglia . jumlah akar pada varietas ATM merupakan yang paling banyak dan paling rendah pada spesies Kal-O dan untuk jumlah buku Tabel 1. GM-08 6 HST 6 HST . Perbanyakan dengan Stek buku planlet Dari data tabel diatas terdapat perbedaan waktu pertumbuhan akar dan buku pertama. 120 Untuk pertumbuhan akar semua varietas selain Maglia menunjukan pertumbuhan akar 6 hari setelah tanam. pada varietas Kal-O dan Repita buku terbentuk pada hari ke-9 setelah tanam dan untuk yang lainnya menunjukan angka yang sama yaitu hri ke-6 setelah Tingkat kontamiansi sub-kultur stek buku tanam namun pada varietas Maglia tidak terjadi pertumbuhan akar maupun buku.

sedangkan yang lainnya. Ciri awal media yang terserang cendawan berbeda. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan perbanyakan ataupun dari asal eksplan yang awalnya berair karena terlalu banyak a. cahaya atau intensitas cahaya yang terlalu rendah. kastanum 60% dan Nadin 80%. jamur. Tinggi tanaman b. Untuk selanjutnya diperlukan waktu sekitar 1. Peyebaran dan perkembangan yang cepat virus dan suhu yang terlalu rendah atau tinggi dapat mempengaruhi pertumbuhan dan cendawan dalam botol juga dipengaruhi kondisi yang sangat sesusai dengan perkembangan pada eksplan. Tingkat keberhasilan perbanyakan dengan menggunakan kultur meristem pada dua varietas kentang yang ada di Balitsa mendapatkan hasil persentase untuk Granola dengan tingkat keberhasilan 40% dan untuk GkRb 101 dengan tingkat keberhasilan 70%. Ini cukup membuat kerugian Suhu ruangan inkubator sangat menentukan optimasi pertumbuhan eksplan. Pencoklatan umumnya merupakan suatu tanda kemunduran fisiologi eksplan dan tidak jarang berakhir pada kematian eksplan. Tinggi tanaman pada 12 hari setelah tanam pada tujuh varietas tanaman kentang. Kontaminasi menyerap nitrogen.5 bulan untuk dapat di sub-kultur dengan stek buku. Lingkungan mikro kontaminasi pada hampir sebagian besar eksplan. waktu buku terbentuk di tiga hari setelah tanam lingkungan kerja sampai penyimpanan di ruang kultur yang steril. biasanya dari satu meristem bisa dipotong Munculnya gangguan ini bila dipahami secara mendasar adalah suatu menjadi beberapa stek dan bulan selanjutnya dapat di stek dan seterusnya yang sangat wajar sebagai konsekuensi penggunaan yang diperkaya. Permasalahan utama yang dihadapi dalam praktikum ini adalah d. digunakan ketika menanam masih panas sehingga mengakibatkan kematian sel. seperti halnya petridisk yang dan terakhir yaitu varietas Repita. virus). Pertumbuhan dan Perkembangan 2 Masalah utama berkaitan dengan proses pertumbuhan adalah bila eksplan yang ditanam mengalami stagnasi. keragaman tersebut dapat dilihat dari 2. ruang kultur tidak bisa dibuat variasi antara satu ruangan dengan yaitu adanya miselium/ spora yang menempel di permukaan media. Pada grafik di atas. suhu yang terlalu tinggi 3. Peristiwa pencoklatan sesungguhnya merupakan peristiwa alamiah 5 yang biasa terjadi. menunjukan hasil yang cukup terlihat berbeda yaitu tanaman paling tinggi terdapat pada varietas Kastanum kemudian diikuti oleh Gm-08 Hal ini dapat terjadi karena beberapa akibat. yang cukup besar. 4 tnggi 3 c. Pencegahannya dengan cara varietas yaitu varietas Kastanum dan Nadin dengan tingkat kontaminasi sterilisasi yang intensif mulai dari pencucian. Kebutuhan antara satu tanaman dengan yang lain syarat pertumbuhan kontaminan. Fenomena kontaminasi sangat beragam. dari mulai tanam hingga kurung waktu 1 tertentu tidak mati tetapi juga tidak tumbuh. 0 Kal-O Maglia Repita ATM Kastanum Nadin GM-08 varietas Grafik 4. KESIMPULAN 1. Pencoklatan/Browning 7 Pencoklatan adalah suatu karakter munculnya warna coklat atau hitam yang sering membuat tidak terjadinya pertumbuhan dan perkembangan 6 eksplan. Sehingga optimasi pertumbuhan kultur tidak bisa diharapkan media yang terserang bakteri yaitu adanya lendir putih yang ada dipermukaan sama. Perbanyakan melalui sub-kultur stek buku terjadi kontaminasi pada dua jenis kontaminasinya (bakteri. media atau didalam media. . penanaman. pembuatan media. hingga terlihat tingkat multipikasinya. Banyak sekali faktor yang membuat angka keberhasilan ini berbeda.

G. 1986. 1986. 27 Oct. Hort. Makalah dalam training course on potato seed technology.8 Nov. Bina Prod. 2016. FAO. .S. Kultur Jaringan dan Mikropropagasi Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L). Maret 2016 (Tanggal diunggah 11 Maret 2016) . GM-08. 2007. Program Studi Hortikultura Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. K. Kajadi. 008. Evaluasi Pertubuhan In Vitro dan Produksi Umbi Mikro Beberapa Klon Kentang (Solanum tuberosum L. Kultur jaringan tanaman kentang.adalah ATM. Skripsi. Wattimena. Dir. No.A. jumlah akar dan daun terbanyak terdapat pada varietas ATM namun planlet tertinggi yaitu Kastanum DAFTAR PUSTAKA Asih. Nadin. Kusumaningrum. I.) Hasil Persilangan Kultivar Atlantik dan Granola. Kastanum.