BAB II

KAJIAN PUSTAKA
2.1. Kajian Teoritis
2.1.1 Kepala Ruangan
Ruangan Kepala ruangan adalah seorang tenaga perawat profesional yang diberi
tanggung jawab dan wewenang untuk mengelola kegiatan pelayanan keperawatan di suatu ruang
rawat yaitu untuk meletakkan praktik, prinsip dan teori manajemen keperawatan serta mengelola
lingkungan organisasi untuk menciptakan iklim yang optimal dan menjamin kesiapan asuhan
keperawatan oleh perawat klinik. Kepala ruangan bertanggung jawab atas pencapaian tujuan
yang ditetapkan dalam suatu ruang rawat/unit dengan memberdayakan staf perawat dibawah
tanggung jawabnya. Keberhasilan kepala ruangan sangat tergantung pada bagaimana
kemampuannya dalam mempengaruhi stafnya dalam pengelolaan 16 kebutuhan keperawatan di
suatu ruang rawat/unit. Oleh karena itu kepala ruangan diharapkan sebagai manajer dan
pemimpin yang efektif (Sitorus, 2011).
Tugas dan tanggung jawab kepala ruang rawat adalah :
a) Mengatur pembagian tugas jaga perawat (jadwal dinas)
b) Mengatur dan mengendalikan kebersihan dan ketertiban ruangan
c) Mengadakan diskusi dengan staf untuk memecahkan masalah ruangan
d) Memonitor kegiatan Perawat primer dan Perawat associate sesuai jadwal kegiatan
e) Mengorientasikan pegawai baru, residen, mahasiswa kedokteran dan mahasiswa
keperawatan yang akan melakukan praktek di ruangan,anjuran membaca format orientasi
ruang MPKP (Model Praktek Keperawatan Profesional)
f) Melakukan kegiatan administrasi,dan surat menyurat
g) Bekerjasama dengan pembimbing klinik membimbing siswa/mahasiswa dalam
memberikan asuhan keperawatan di ruangan, dengan mengikuti sistem MPKP
h) Menciptakan dan memelihara hubungan kerja yang harmonis dengan pasien keluarga dan
tim kesehatan lain, antara lain kepala ruangan bersama pembimbing klinik dan perawat
primer mengingatkan kembali pasien dan keluarga tentang perawat/tim yang bertanggung
jawab terhadap mereka diruangan bersangkutan
i) Mencek kelengkapan persediaan status keperawatan minimal 5 (lima) set setiap hari
j) Bersama pembimbing klinik melaksanaan pembinaan terhadap PP dan PA dalam hal
penerapan MPKP termasuk sikap dan tingkah laku professional

dan kategori pendidikan serta pengalaman staf di unit yang bersangkutan. sasaran. membuat perencanaan jangka panjang dan jangka pendek untuk mencapai visi. menetapkan metode pemberian asuhan keperawatan kepada pasien yang paling tepat. 2005).1.3 Fungsi Kepala Ruangan Adapun fungsi kepala ruangan menurut Marquis dan Houston (2000) sebagai berikut: 1) Perencanaan Dimulai dengan penerapan filosofi. kegiatan penampilan kerja staff dalam upaya mempertahankan kualitas pelayanan pemberian asuhan keperawatan dapat dipilih disesuaikan dengan kondisi dan jumlah pasien.1. misi. kegiatan unit yang menjadi tanggung jawabnya dan melakukan kegiatan evaluasi. Mereka di berikan tanggung jawab untuk pengembangan anggaran tahunan unit yang di pimpinnya dan memegang kewenangan untuk mengatur unit sesuai tugas dan tanggung jawabya. menetapkan biaya . kebijaksanaan. Menurut Arwani (2006) Kepala ruangan disebuah ruangan keperawatan. dan dapat didelegasikan kepada PA senior (wakil PP pemula yang ditunjuk) tetapi tetap dibawah pengawasan kepala ruangan l) Merencanakan dan memfasilitasi ketersediaan fasilitas yang dibutuhkan di ruangan m) Bersama pembimbing klinik memonitor dan mengevaluasi penampilan kerja semua tenaga yang ada di ruangan dan membuat usulan kenaikkan pangkat. tujuan. dan tujuan organisasi. tugas dan tanggung jawab PP tersebut diambil alih oleh karu/ pembimbing klinik. Perlu melakukan kegiatan koordinasi. 2. Peran Kepala Ruangan Kepala Ruangan diberi tanggung jawab untuk memperkerjakan. menghadapi masalah tenaga kerjanya.biaya untuk setiap kegiatan serta merencanakan dan pengelolaan rencana perubahan. memantau kualitas perawatan. n) Melakukan pertemuan rutin dengan semua perawat setiap bulan untuk membahas kebutuhan ruangan o) Bersama pembimbing klinik merencanakan dan malaksanakan evaluasi mutu asuhan keperawatan. dan melakukan hal-hal tersebut dengan biaya yang efektif (Potter & Perry. k) Bila PP cuti. 2) Pengorganisasian Meliputi pembentukan struktur untuk melaksanakan perencanaan. . mengelompokkan kegiatan untuk mencapai tujuaan unit. 2. mengembangkan dan mengevaluasi stafnya.2. dan peraturan- peraturan. serta melakukan peran dan fungsi dalam organisasi dan menggunakan power serta wewenang dengan tepat.

dihargai. komunikasi dan memfasilitasi kolaborasi.1. sesuai dengan instruksi atau ketentuan yang telah digariskan. dan sosialisasi staf. pengawasan etika aspek legal. antara lain Muninjaya (1999) mengatakan bahwa supervisi merupakan salah satu bagian proses atau kegiatan dari fungsi pengawasan dan pengendalian (controlling). pendelegasian. Seorang manejer dalam mengerjakan kelima fugsinnya tersebut sehari-hari akan bergerak dalam berbagai bidang penjualan. 2005). supervisi merupakan suatu kegiatan dinamis yang mampu meningkatkan motivasi dan kepuasan di antara orang-orang yang terlibat baik pimpinan. 2.lain. Kepala ruangan mampu melakukan pengawasan sekaligus menilai seluruh kegiatan yang telah direncanakan bersama. interview. personalia dan lain . 2. Banyak ahli mengemukakan tentang pengertian supervisi. 5) Pengawasan Meliputi penampilan kerja. 2008). 2001).5 Manfaat dan Tujuan pengawasan Muninjaya (1999) mengemukakan bahwa melalui pelaksanaan pengawasan yang tepat. pengawasan umum. pengembangan staf. dan anggota mampu menjalankan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya dengan sebaik-baiknya (Arwani. Fungsi ini mempunyai kaitan erat dengan ketiga fungsi manajemen lainnya. namun secara bersama sebagai mitra kerja yang memiliki ide-ide. mencari. penjadwalan. 2005).4 Pengawasan (supervisi) Pengawasan dan pengendalian (controlling) merupakan fungsi terakhir dari proses manajemen. pengawasan bukan hanya apakah seluruh staf keperawatan menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Dalam kegiatan supervise pengawasan semua orang yang terlibat bukan sebagai pelaksana pasif. anggota. dan sosial isasi staf. manajemen konflik. pendapat. dan pengalaman yang perlu didengar.1. organisasi akan memperoleh manfaat yakni. dan diikutsertakan dalam usaha perbaikan proses kegiatan termasuk proses keperawatan. 3) Ketenagaan Pengaturan ketenagaan dimulai dari rekrutmen. 4) Pengarahan Mencakup tanggung jawab dalam mengelola sumber daya manusia seperti motivasi untuk semangat. . terutama fungsi perencanaan (Hasibuan. pembelian. Dengan demikian. tetapi juga bagaimana memperbaiki proses keperawatan yang sedang berlangsung (Suyanto. produksi. Dalam pelaksanaannya. dan pengawasan pofesional. maupun klien dan keluarganya (Arwani. orientasi dari staf baru.

Oleh karena itu. 2) Dapat mengetahui adanya penyimpangan pada pemahaman staf melaksanakan tugas- tugasnya. prosedur atau peraturan yang harus dilakukan atau ditaati.1. pimpinan organisasi akan memberikan pelatihan lanjutan bagi stafnya. 1) Dapat mengetahui sejauh mana kegiatan program sudah dilaksanakan oleh staf. 5) dapat mengetahui staf yang perlu diberikan penghargaan. apakah sesuai dengan standar atau rencana kerja. melatih staf dan pelaksana keperawatan. dan difokuskan pada pemberian pelayanan kemampuan staf dan pelaksana keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan (Arwani. sarana. atmosfer kerja. memberikan 22 arahan dalam pelaksanaan kegiatan sebagai upaya untuk menimbulkan kesadaran dan mengerti peran serta fungsinya sebagai staf.45 . Latihan staf digunakan untuk mengatasi kesenjangan pengetahuan dan keterampilan staf yang terkait dengan tugas-tugasnya.5 Kepatuhan Perawat a. 2008). tujuan supervisi diarahkan pada kegiatan mengorientasikan staf dan pelaksana keperawatan. dan jumlah sumber-sumber yang dibutuhkan untuk memudahkan pelaksanaan tugas. apakah sumber dayanya (staf. Dalam hal ini. 4) dapat mengetahui sebab-sebab terjadinya penyimpangan. Hasil akhir yang dicapai adalah meningkatnya kepuasan kerja perawat dan kualitas pelayanan keperawatan (Wiyana. akan tetapi ada faktor faktor yang menghalangi ketaatan untuk melakukan tindakan. Kepatuhan perawat adalah perilaku perawat terhadap suatu tindakan. 3) dapat mengetahui apakah waktu dan sumber daya lainnya mencukupi kebutuhan dan telah dimanfaatkan secara efisien. Supervisi kinerja perawat dalam pendokumentasian bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dalam pendokumentasian asuhan keperawatan. Kegiatan supervisi mengusahakan seoptimal mungkin kondisi kerja yang kondusif dan nyaman yang mencakup lingkungan fisik. 2005). dipromosikan atau diberikan pelatihan lanjutan. dana dan sebagainya) sudah digunakan sesuai dengan yang telah ditetapkan. Pengertian Kepatuhan Patuh adalah sikap positif individu yang ditunjukkan dengan adanya perubahan secara berarti sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Jika hal ini diketahui. fungsi pengawasan dan pengendalian bermanfaat untuk meningkatkan efisiensi kegiatan program. 2. Ketidak patuhan adalah suatu kondisi pada perawat yang sebenarnya mau melakukannya.

b. latar belakang pendidikan. kebudayaan dan sebagainya. bijaksana. kedewasaan. pengambilan keputusan dengan penuh pertimbangan. manusia. mampu untuk menentukan keputusan. latar belakang dan demografi. Faktor eksternal meliputi lingkungan sekitar baik fisik maupun non fisik seperti iklim. Hal ini didukung oleh Gibson. semakin bijaksana. akan semakin terlihat berpengalaman. emosi. Faktor internal meliputi pengetahuan. yang menyatakan bahwa variable individu dikelompokkan pada sub variabel kemampuan dan keterampilan. mampu mengontrol emosi. masa kerja dan status perkawinan. Sub variabel demografi mempunyai efek tidak langsung pada perilaku dan kinerja individu.18Perilaku adalah keseluruhan (totalitas) pemahaman dan aktivitas antara faktor internal dan faktor eksternal. a) Usia Usia berkaitan dengan kematangan. jenis kelamin. Sub variabel kemampuan dan keterampialan merupakan faktor utama yang mempengaruhi perilaku dan individu. persepsi. Menurut Gibson ada tiga kelompok variabel yang mempengaruhi perilaku kerja dan kinerja seseorang yaitu: Faktor individu. kecerdasan. mental (EQ) dan intelegensi (IQ). faktor organisasi dan factor psikologi. Variabel kemampuan dan keterampilan meliputi: fisik. sosial ekonomi. dan kemampuan seseorang dalam bekerja. Semakin bertambah usia semakin mampu menunjukkan kematangan jiwa dan semakin sepat berfikir rasional. motivasi dan sebagainya yang berfungsi untuk mengolah rangsangan dari luar. Seseoarang yang semakin bertambah usia. Faktor-faktor yang mempengaruhi Kepatuhan Perawat. 1) Faktor Individu Faktor individu merupakan faktor yang memiliki dampaklangsung pada kinerja petugas kesehatan. mampu . Perilaku yang disiplin merupakan perilaku yang taat dan patuh dalam peraturan. identifikasi. maka semua faktor yang mendukung atau mempengaruhi perilaku juga akan mempengaruhi kepatuhan. Menurut Sacket Kepatuhan adalah sejauh mana perilaku perawat sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh professional kesehatan. Perubahan sikap dan perilaku dimulai dari kepatuhan. taat terhadap aturan dan norma dan komitmen terhadap pekerjaan. Karakteristik demografi meliputi usia. kemudian internalisasi.46 Kepatuhan merupakan suatu tahap awal perilaku.

Seseorang dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi diasumsikan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik dalam kemampuan menyelesaikan pekerjaan. c) Pendidikan Tingkat pendidikan akan berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam bekerja. Seseorang perawat yang sudah menikah menilai pekerjaan sangat penting karena sudah memiliki sejumlah tanggung jawab sebagai keluarga dibandingkan dengan yang belum menikah. mengendalikan emosi dan mempunyai etika kerja yang kuat dan komitmen terhadap mutu. Steady dalam pekerjaan menjadi lebih berharga dan penting. Senioritas dan produktivitas pekerjaan berkaitan secara positif. Wanita yang berumah tangga memiliki tugas tambahan sehinggakemangkiran lebih sering dari pada pria. Perkawinan membuat seserang menjadi mempunyai rasa tanggung jawab. Tenaga keperawatan yang berpendidikan tinggi kinerjanya akan lebih baik karena telah memiliki pengetahuan dan wawasan yang lebih luas. Teori psikologi menjumpai bahwa wanita lebih bersedia untuk mematuhi wewenang dan pria lebih agresif dan lebih besar kemungkinan dari pada wanita dalam memiliki pengharapan untuk sukses. Ada suatu yang berbeda dalam memaknaik suatu pekerjaan. meskipun perbedaan ini kecil. Perawat yang bekerja lebih lama diharapkan lebih berpengalaman dan senior. b) Jenis Kelamin Jenis kelamin kali-laki dan perempuan secara umum tidak menunjukkan perbedaan yang berarti dalam melaksanakan pekerjaan. Status perkawinan merupakan salah faktor seseorang yang mempengaruhi kenerja seseorang perawat. Karyawan yang menikah lebih sedikit absensinya. dapatmemberikan saran atau masukan yang bermanfaat terhadap manajer keperawatan dalam meningkatkan kinerja keperawatan d) Masa Kerja Masa kerja berkaitan dengan lama seseorang bekerja menjalankan pekerjaan tertentu. Perawat yang bekerja lebih lama akan lebih berpengalaman dalam melakukan pekerjaannya dan semakin rendah keinginan perawat untuk meninggalkan pekerjaannya. lebih puas dengan pekerjaannya dibandingkan dengan temannya yang belum menikah. Tingkat pendidikan perawat mempengaruhi kinerja perawat yang bersangkutan. . e) Status Perkawinan Setatus perkawinan seseorang berpengaruh terhadap perilaku seseorang dalam bekerja.

Menurt Maslow bila suatu kebutuhan telah tercapai oleh individu. Sikap merupakan keadaan siap mental yang dipelajari dari pengalaman. mengerjakan dan menyelesaikan tugas yang diberikan adalah indikasi dari sikap. dan motivasi. dan mempengaruhi reaksi seseorang dalam berinteraksi. c) Menghargai (valuing) mengajak orang lain untuk mengerjakan dan mendiskusikan suatu masalah adalah suatu indikasi sikap tingkat tiga. dipelajari. Tingkat kebutuhan yang pertama dan yang paling penting adalah suatu yang sifatnya biologis dan fisiologis yang perlu dijaga keberlangsungannya. .Sikap terdiri dari berbagai tingkatan yaitu. maka kebutuhan yang tinggi akan segera menjadi kebutuhan baru yang harus dicapai. d) Bertanggung jawab (responsible) bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya dengan segala resiko adalah merupakan sikap yang paling tinggi. a) Menerima (receiving) diartikan bahwa orang (subyek) mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan (obyek) b) Merespon (responding) memberikan jawaban apabila ditanya. obyek ataupun keadaan. Motivasi Faktor yang menyebabkan seseorang mau bekerja adalah motivasi. Maslow mengembangkan teori kebutuhan kedalam suatu bentuk hierarki yang dikenal dengan hierarki kebutuhan maslow. kepribadian. Sikap merupakan suatu sikap tertutp dari seseorang untuk bereaksi terhadap objek dilingkungan tertentu sebagai suatu penghayatan tehadap objek. Sikap dalam pelayanan keperawatan sangat memegang peranan penting karena dapat berubah dan dibentuk sehingga dapat mempengaruhi perilaku pekerja perawat. b.2)Faktor Psikologi a. Sikap Menurut Gibson menjelaskan sikap sebagai perasaaan positif atau negatif atau keadaan mental yang selalu disiapkan. dan diatur melalui pengamatan yang memberikan pengaruh khusus pada respon seseorang terhadap orang.51 Sikap adalah determinan perilaku yang berkaitan dengan persepsi. Maslow memandang motivasi manusia sebagai hierarki Piramida lima macam kebutuhan manusia yaitu: a) Kebutuhan fisiologis. Motivasi berasal dari aneka kebutuhan manusia untuk memenuhi kebutuhannya.

dan tidak tergantung secara penuh pada opini orang lain. Kebutuhan naluri pada manusia untuk melakukan yang terbaik dari yang dia bisa. Seperti: bernapas. kepribadian individu. gangguan jiwa dll . dan penghargaan dari orang lain seperti: status pengakuan. c. c) Kebutuhan rasa memiliki dan sosial.perhatian. proses belajar. Jika menghadapai kebijakan tertentu yang menimbulkan rasa takut dan tidak pasti. motivasi. Persepsi merupakan proses kognitif dimana seseorang individu memberikan arti terhadap lingkungan. Merupakan kebutuhan tertinggi dari hierarki maslow. Ketika seseorang tidak lagi merasa takut pada dua tingkat kebutuhan yang terdahulu. Persepsi merupakan penafsiran yang unik terhadap situasi. baik melalui penglihatan. tingkat kebutuhan yang tinggi muncul berperan. kebutuhan. Persepsi Persepsi merupakan proses pemberian arti terhadap lingkungan oleh individu. Persepsi juga dipengaruhi oleh beberpa faktor yaitu faktor situasional. bahaya. ancaman dan sebagainya. yaitu mau memberi dan menerima bentuk persahabatan dan memiliki keluarga. perasaan. kebutuhan sosial akan muncul dipermukaan.Persepsi pada hakikatnya adalah proses kognitif yang dialami oleh setiap orang didalam memahami tentang lingkungan. e) Kebutuhan aktualisasi diri. seperti mempunyai kepribadian multidimensi yang matang. prestasi. keinginan dan emosi. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi seseorang adalah sebagai berikut: a) Faktor internal meliputi. b) Kebutuhan perlindungan rasa aman. perasaan dan penciuman. prasangka atau harapan. maka kebutuhan yang mungkin terjadi motivator yang paling dominan. dan perhatian. Tingkatan tertinggi dari perkembangan psikologis yang bisa dicapai bila semua kebutuhan dasar terpenuhi dan pengaktualisasian seluruh potensi dirinya mulai dilakukan. buang air besar. Setiap orang memiliki dua kategori kebutuhan akan penghargaan yaitu harga diri seperti menghargai diri sendiri. Kebutuhan dan keterikatan serta menerima kawan sebaya sangat penting. oleh karena itu setiap individu akan memberikan arti kepada stimulus secara berbeda meskipun objeknya sama. pangan dan papan. makan dan minum. orang lain. Ketika kebutuhan yang pertama sudah terpenuhi. sandang. penghayatan. pendengaran. kebutuhan itu antara lain. d) Kebutuhan penghargaan dan status. bebas dari rasa takut. sikap.

2007). dan bahan-bahan. Sumber daya alam antara lain: uang. Tindakan ini untuk mengurangi mikroorganisme yang ada di tangan sehingga penyebaran infeksi dapat dikurangi (Nursalam dan Ninuk. 2. Kepemimpinan terletak pada kemampuan untuk mempengaruhi aktivitas orang lain atau kelompok melalui komunikasi untuk mencapai tujuan organisasi atau prestasi. Desain pekerjaan Desain pekerjaan merupakan upaya seseorang manajer mengklasifikasikan tugas dan tanggung jawab dari masing-masing individu. Imbalan Imbalan atau kompensasi mengandung makna pembayaran atau imbalan baik langsung maupun tidak langsung yang diterima karyawan sebagai hasil kinerja. Sumber daya Pada sistem organisasi di rumah sakit ada dua sumber daya yaitu: sumber daya manusia terdiri dari tenaga professional. b) Faktor eksternal meliputi. intensitas. struktur. 3)Faktor Organisasi Organisasi adalah suatu sistem perserikatan formal dari dua orang atau lebih yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Pengertian cuci tangan Mencuci tangan dilakukan sebelum dan sesudah melakukan tindakan keperawatan walaupun memakai sarung tangan dan alat pelindung diri lain. dan desain pekerjaan. Pemberian imbalan yang baik akan mendorong karyawan bekerja secara produktif d. staf administrasi dan pasien. informasi yang diperoleh. kepemimpinan.6 Cuci Tangan a. Kinerja seseoarang akan meningkat apabila dia dilakukan secara adil baik antar pekerja maupun pemberian imbalan atau penghargaan. Kepemimpinan Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain.Karakteristik organisasi yang mempengaruhi perilaku dan kinerja seseorang yaitu sumber daya. a. Pekerjaan yang dirancang dengan baik akan meningkatkan motivasi yang merupakan faktor penentu produktivitas seseorang maupun organisasi. non professional. . metode. pengetahuan dan kebutuhan sekitar. latar belakang keluarga. c. imbalan. Mencuci tangan adalah proses yang secara mekanik melepaskan kotoran dan debris dari kulit tangan dengan menggunakan sabun biasa dan air (Depkes RI. b.1.2009). hal-hal baru dan familiar atau ketidak asingan suatu objek. peralatan.

b. saat tiba dan sebelum meningggalkan rumah sakit. membuat kondisi tangan steril sehingga infeksi silang bias dicegah. tujuan dilakukannya cuci tangan yaitu untuk mengangkat mikroorganisasi yang ada ditangan. sebelum dan sesudah melakukan tindakan. setelah menyentuh selaput mukosa. setelah kontak dengan pasien. kontak dengan pasien. misalnya setelah memeriksa pasien. sebelum dan sesudah menyiapkan makanan. 2) Setelah melakukan tindakan. hal ini ditujukan untuk mencegah risiko transmisi mikroba ke petugas kesehatan perawatan dan lingkungan pasien. setelah memegang alat bekas pakai dan bahan yang terkontaminasi.Berikut gambar 5 moment mencuci tangan: . lingkungan pasien. sebelum tindakan aseptik. Indikasi "sebelum" momen ditujukan untuk mencegah risiko penularan mikroba untuk pasien. adalah bila tangan kotor. 2 Indikator mencuci tangan digunakan dan harus dilakukan untuk antisipasi terjadinya perpindahan kuman melalui tangan (Depkes. saat akan melakukan injeksi dan pemasangan infus. Indikator Cuci Tangan Menurut Himpunan Perawat Pengendali Infeksi Indonesia (HPPI) tahun 2010 waktu melakukan cuci tangan. 2009). misalnya saat akan memeriksa (kontak langsung dengan klien). dan setelah kontak dengan lingkungan pasien (WHO. Dua dari lima momen untuk kebersihan tangan terjadi sebelum kontak.Menurut Susiati (2008). serta sesudah kekamar mandi. Tiga lainya terjadi setelah kontak. setelah terpapar cairan tubuh pasien. yang telah diidentifikasi sebagai waktu kritis ketika kebersihan tangan harus dilakukan yaitu sebelum kontak dengan pasien.2008) yaitu: 1) Sebelum melakukan tindakan. saat akan memakai sarung tangan bersih maupun steril. WHO telah mengembangkan Moments untuk Kebersihan Tangan yaitu Five Moments for Hand Hygiene.

Gambar 2. d.2009). 3) Cuci tangan bedah/cuci tangan steril : proses menghilangkan atau mematikan mikroorganisme transien dan mengurangi mikroorganisme residen. Macam-macam cuci tangan Cuci tangan medis dibedakan menjadi 3 jenis yaitu: 1) Cuci tangan sosial/mencuci tangan biasa : untuk menghilangkan kotoran dan mikroorganisme transien dari tangan dengan sabun atau detergen paling tidak selama 10 sampai 15 detik. Teknik mencuci tangan . c. disebut juga antisepsi tangan.1 Five Moments Hand Hygiene ( Sumber: WHO. dilakukan dengan sabun antiseptik atau alkohol paling tidak selama 10 sampai 15 detik. dilakukan dengan larutan antiseptik dan diawali dengan menyikat paling tidak 120 detik. 2) Cuci tangan prosedural/cuci tangan aseptik : untuk menghilangkan atau mematikan mikroorganisme transien.

biasanya digunakan sebelum dan sesudah melakukan tindakan yang tidak mempunyai risiko penularan penyakit. Teknik mencuci tangan biasa Teknik mencuci tangan biasa adalah membersihkan tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir atau yang disiramkan. Hal yang perlu diingat setelah melakukan cuci tangan yaitu mengeringkan tangan dengan hand towel. serta di bawah plastik berwarna kuning untuk sampah yang terkontaminasi atau terinfeksi). 6) Gosok dengan memutar ujung jari ditelapak tangan kiri dan sebaliknya. kemudian membersihkan ibu jari dan lengan secara bergantian. 2) Gosokan punggung dan sela-sela jari tangan dengan tangan kanan dan sebaliknya. kemudian kedua punggung telapak tangan saling menumpuk. sabun cair atau cairan wastefel terdapat alas kaki dari bahan handuk. bergantian. 4) Jari-jari sisi dalam dari kedua tangan saling mengunci. e. 8) Membersihkan (membilas) tangan dengan air yang mengalir sampai bersih. 4) Menuangkan sabun cair ke telapak tangan. 3) Membuka kran air dengan mengatur temperatur airnya. 5) Melakukan gerakan tangan. lotion tangan. 9) Menutup kran air menggunakan siku. untuk membersihkan sela-sela jari. dimulai dari meratakan sabun dengan kedua telapak tangan. seperti cincin atau jam tangan. 7) Membersihkan kuku dan daerah sekitarnya dengan ibu jari secara bergantian. 5) Kemudian gosok ibu jari kiri berputar dalam genggaman tangan kanan dan lakukan sebaliknya. 3) Gosokan kedua telapak tangan dan sela-sela jari. 2) Mengatur posisi berdiri terhadap kran air agar memperoleh posisi yang nyaman. lap tangan (hand towel). 6) Membersihkan ujung-ujung kuku bergantian pada telapak tangan. alat pengering seperti tisu. . sehingga tidak ada cairan sabun dengan ujung tangan menghadap ke bawah. Prosedur kerja cara mencuci tangan biasa adalah sebagai berikut : 1) Melepaskan semua benda yang melekat pada daerah tangan. Peralatan yang dibutuhkan untuk mencuci tangan biasa adalah setiap wastafel dilengkapi dengan peralatan cuci tangan sesuai standar rumah sakit (misalnya kran air bertangkai panjang untuk mengalirkan air bersih. Enam Langkah Cuci Tangan 1) Ratakan sabun dengan kedua telapak tangan. bukan dengan jari karena jari yang telah selesai kita cuci pada prinsipnya bersih. tempat sampah injak tertutup yang dilapisi kantung sampah medis atau kantung pembersih tangan yang berfungsi sebagai antiseptik. sarung tangan (gloves).

2 Handwashing Technique With Soap and Water (WHO 2009) 2.2 Kerangka Berpikir Pengawasan Kepala Ruangan Penerapan Standar Cuci Tangan dan 5 Momens dalam asuhan keperawatan menurut WHO Kepatuhan Perawat . Gambar 2.

. Gambar 2.3 Kerangka Konsep Variable Independen Variabel Devenden Pengawasan kepala Kepatuhan perawat terhadap ruangan penerapan cuci tangan 2.4 Hipotesis Ada pengaruh pengawasan kepala ruangan terhadap kepatuhan cuci tangan perawat di ruangan IRD RSAS.3 Kerangka Teori 2.