Struktur dan Mekanisme Saluran Pernapasan Bawah

Rendy Damar Nugraha (102015175), Gracecaella Arjanti (102016024), Angelina Paulus
(102016063), Daniel Estrada (102016122), Farha Fadjrina (102016144), Donna Patandianan
(102016225), Malisa binti Razali (102016257), Elike Oktorindah Pamilangan (102013412)
Fakultas kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jl. Arjuna Utara No. 06, Tanjung Duren, Jakarta Barat 11510,
E-mail : Angelina.2016fk063@civitas.ukrida.ac.id
Abstrak

Bernapas merupakan proses menghirup oksigen dalam udara bebas dan membuang
karbondioksida ke lingkungan. Pernapasan adalah proses ganda yaitu terjadinya pertukaran
gas di dalam jaringan dan yang terjadi didalam paru-paru.Udara sampai ke dalam paru-paru
melalui hidung dan trakea.Dinding trakea disokong oleh gelang rawan supaya menjadi kuat dan
sentiasa terbuka.Trakea bercabang kepada bronkus kanan dan bronkus kiri yang disambungkan
keparu-paru. Kedua bronkus bercabang lagi kepada bronkiol dan alveolus pada ujung bronkiolus ,
pada alveoluslah udara didifusi sehingga terjadi pertukaran udara. Transpor oksigen dan juga
karbondioksisa didalam jaringan, darah, maupun paru-paru ditentukan oleh beberapa faktor.
Paru-paru juga memiliki kapasitas yang berbeda untuk setiap proses bernapas yang dialami.

Kata Kunci : Organ Respirasi, Mekanisme Respirasi, Pertukaran Gas

Abstract:
Breathing is the process of inhaling oxygen from free air and exhaling of carbon dioxide into
the environment. Breathing is a dual process of gas exchange in the network and those that occur in
the lungs. Air up into the lungs through the nose and trachea. Wall-trachea supported by cartilage in
order to be strong and was always open. Tracheal bronchus branched to the right and left bronchial-
pulmonary k connected. Both branching bronchi and alveoli bronchiol again to the end of the
bronchioles, the air diffusion happened in alveolus. oxygen and carbondioxide transport in tissue,
blood, and lungs is determined by several factors. The lungs also have different capacities for each
breathing process.

Keywords: Respiratory Organ, Respiratory Mechanism, Gas Exchange

Pendahuluan

Mengapa manusia bernafas? Dalam banyak aspek, tubuh dapat diibaratkan sebuah
mesin yang luar biasa yang tersusun dari milyaran mesin yang sangat kecil yang tersusun atas
sel-sel hidup. Setiap mesin kecil ini memproses makanan dan O2 yang dibutuhkan untuk
respirasi sel aerobik sehingga menghasilkan ATP sebagai sumber energi. Sisa hasil
metabolisme akan dikeluarkan dari tubuh melalui empat cara. Yang pertama adalah sebagai
komponen padat yang tidak dapat dicerna sehingga dikeluarkan sebagai feses; Kedua sebagai
air dan beberapa produk sisa yang dibuang bersama urine, ketiga adalah dalam bentuk gas,
0,5 kg CO2 dikeluarkan oleh paru setiap hari dan terakhir melalui panas dikeluarkan melalui
keringat dari permukaan tubuh.1
Manusia dalam bernapas menghirup oksigen dalam udara bebas dan membuang
karbondioksida ke lingkungan. Pernapasan adalah proses ganda yaitu terjadinya pertukaran
gas di dalam jaringan atau “pernapasan dalam” dan yang terjadi didalam paru-paru
“pernapasan luar”. Pernapasan luar yang merupakan pertukaran antara O 2 dan CO2 antara
darah dan udara. Pernapasan dalam merupakan pertukaran O2 dan CO2 dari aliran darah ke
sel-sel tubuh.Pada manusia, sistem pernapasan yang termasuk saluran yang digunakan untuk
membawa udara ke dalam paru-paru di mana terjadi pertukaran gas. Diafragma menarik
udara masuk dan juga mengeluarkannya.
Sistem pernapasan terdiri dari hidung, trakea, paru-paru, tulang rusuk, bronkus
bronkiolus, alveolus dan diafragma.Udara disedot ke dalam paru-paru melalui hidung
dan trakea.Dinding trakea disokong oleh gelang rawan supaya menjadi kuat dan sentiasa
terbuka.Trakea bercabang kepada bronkus kanan dan bronkus kiri yang disambungkan
keparu-paru. Kedua bronkus bercabang lagi kepada bronkiol dan alveolus pada ujung
bronkiolus.

Skenario 4
Seorang perempuan umur 34 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan panas,
menggigil, dan sesak napas. Pada pemeriksaan fisik keadaan umum tampak sakit sedang dan
pada auskultasi paru ditemukan ronchi basah.

Hipotesis
Perempuan 34 tahun panas, menggigil, dan sesak napas disebabkan oleh gangguan
pertukaran gas di alveolus

1 Tulang-tulang rawan larynx terdiri atas cartilago thyreoidea.Struktur Makroskopis Saluran Pernapasan Bawah Saluran pernapasan terdiri atas saluran pernapasan bagian atas (rongga hidung.id/2012/02/anatomi-larynx- laring. bronchus. Ke arah bawah larynx dilanjutkan sebagai trachea. rongga pleura. di sebelah dorsal lidah dan corpus ossis hyoidei. dan faring). saluran pernapasan bagian bawah (laring. dinding posterior larynx menjadi dinding anterior laryngopharynx. sinus paranasal. Laring Sumber : http://medicina-islamica-lg. dan alveoli). berproyeksi serong ke atas. fascia- fascia dan otot-otot depressor lidah. dan otot-otot pernapasan.html Larynx merupakan saluran udara yang bersifat sphincter dan juga organ pembentuk suara.Epiglotis merupakan tulang rawan berbentuk daun.blogspot. cartilago cricoidea. dan cartilago corniculatum yang masing-masing sepasang. Larynx Gambar 1. membentang antara lidah sampai trachea atau pada laki-laki dewasa setinggi vertebra cervical 3 sampai 6. di ventral aditus laryngis.1 . Larynx berada di antara pembuluh-pembuluh besar leher dan di ventral tertutup oleh kulit.co. paru (paru kanan 3 lobus dan paru kiri 2 lobus). dan cartilago epiglottis yang masing-masing sebuah serta cartilag arytaenoidea. tetapi sedikit lebih tinggi pada anak dan perempuan dewasa. Ke atas larynx terbuka ke dalam laryngopharynx. trachea. cartilago cuneiforme.

Otot–otot ekstrinsik menghubungkan larynx dengan struktur-struktur sekitar. karena datar di sebelah posterior.blogspot. karena dinding dorsal cincin tulang rawan trachea tersebut disempurnakan oleh jaringan fibro-elastik dan otot polos. yakni mengubah glotis. masing-masing sebagai cincin yang membentuk gambaran huruf C. Otot larynx dibagi menjadi dua kelompok. Fungsi otot-otot intrinsik dibagi dalam tiga kelompok. membentang mulai setinggi cervical 6 sampai tepi atas vertebra thoracal 5. panjangnya sekitar 10-11 cm. mungkin bifurkasi ini turun sampai setinggi thoracal 6.id/2015/03/sistem-respirasi. Trachea terletak hampir di bidang sagital.1 Trachea dan bronchus utama yang letaknya ekstrapulmonal memiliki rangka cincin tulang rawan hialin yang tidak sempurna.1 Trachea Gambar 2. Ujung caudal trachea terbagi menjadi bronchus principalis dexter dan sinister. yakni kelompok enstrinsik dan kelompok intrinsik. dan mengubah aditus laryngis. Bentuk trachea sedikit kurang silindrik. di sebelah dorsal pipa trachea ini datar. Selama inspirasi dalam.co.html Merupakan sebuah pipa udara yang terbentuk dari tulang rawan dan selaput fibro- muskular. tetapi biasanya bifurkasi trachea sedikit terdesak ke arah kanan oleh arcus aortae. mengatur ketegangan ligamentum vocale.1 . dipersatukan oleh jaringan fibrosa dan otot polos. Cincin trachea berjumlah 16-20. yang membatasi dinding 2/3 bagian anterior. Trakea Sumber : http://muntiara77. sebagai lanjutan dari larynx.

Fissura obliqua memisahkan lobus inferior dari lobus medius dan lobus superior.Pulmo Gambar 3. mengapung dalam air. Fissura obliqua tersebut menyerupai fissura obliqua paru kiri. Pulmo Sumber : http://medicina-islamica-lg. berada postero-inferior terhadap fissura obliqua tersebut. mengkilat dan ditandai oleh garis-garis halus dan gelap ke dalam lobulus-lobulus. kecuali struktur-strukturyang melintasi hilus pulmonis.blogspot. menyeberangi permukaan costal. melintasi tepi posterior paru kira-kira 6 cm di bawah apex. karena ada udara di dalam alveoli. Kedua paru saling terpisah oleh jantung dan isi mediastinum lainnya. mencapai tepi bawah hampir pada ujung anteriornya. Permukaannya halus. Akhirnya naik pada permukan medial menuju bagian bawah hilus. Paru-paru janin dan bayi lahir mati yang belum bernapas berbeda dari paru-paru bayi yang lahir hidup. Kemudian turun ke muka. yakni padat. sangat elastik dan berkrepitasi bila diraba. Fissura horizontal yang pendek memisahkan lobus superior dan lobus medius. Dimulai pada bagian posterosuperior hilus. Lobus superior berada di sebelah anterosuperior terhadap fissura ini. fissura ini naik ke serong belakang. Paru berupa spons. tetapi agak vertikal.html Masing-masing organ pernapasan ini terletak bebas di dalam cavum pleurae. memotong tepi inferior paru. medius. dan inferior oleh dua fissura.1 . tidak krepitasi dan tidak terapung dalam air.co.id/2012/03/anatomi-pulmo-paru.1 Paru kiri dibagi menjadi lobus-lobus superior dan inferior oleh fissura obliqua.5 cm di sebelah dorsal ujung anteriornya. kira-kira 7. Lobus inferior yang lebih besar.1 Paru kanan terbagi menjadi lobus superior.

Ini menimbulkan recessus/sinus di sepanjang garis lipatan pleura.intercostales interni. serratus posterior superior dan M. transversus thoracis.1 . subcostalis. yang menghadap rongga thorax dan cekung. yakni Mm. dan otot otot yang menyeberangi beerapa iga dari tempat asalnya. Terutama cembung ke arah posterosuperior.Thorax Merupakan bagian superior batang badan. Rongga thorax memiliki akses masuk ke dalam lewat pintu atas dan pintu bawah thorax. intercostalis intimi.1 Fungsi diaphragma Merupakan otot pernapasan penting. antara leher dan perut. Otot-otot dinding thorax yang murni ini meliputi Mm. otot yang melintas antara sternum dan iga-iga. levatores costarum dan diaphragma. Di dalam thorax ini terkadung rongga thorax. Mempunyai bentuk kerucut yang terpancung horizontal. M.1 Paru-paru tidak mengisi cavum pleurae dengan sempurna. Sewaktu inspirasi serabut- serabut otot berkontraksi dan menarik centrum tendineum ke arah bawah. dimana lapisan-lapisan pleura parietalis menjadi saling berhadapan dan terpisah. Mm.1 Otot-otot dinding thorax yang murni/sejati adalah otot-otot yang tempat asal dan lekatnya berada pada rangka dada. Mm.1 Diaphragma Merupakan jaringan musculofibrosa yang berbentuk dua belah kubah. intercostales merupakan tiga otot tipis yang mengisi selaiga. menutupi sebagian besar diaphragma dan struktur- struktur yang menempati daerah tengah thorax disebut pleura parietalis. intercostales externi. Dikenal dua recessus. yakni meliputi otot-otot yang mengisi selaiga. dan Mm. Bagian pleura yang melekat pada permukaan paru dan fissura-fissura interlobaris paru disebut pleura visceralis atau pleura pulmonalis. di antar rongga thorax dan rongga perut. ke arah antero-inferior. M. Pleura yang melapisi permukaan dalam separuh dinding thorax. Kubah diaphragma bergerak turun dan sedikit maju ke depan. serratus posterior inferior.1 Pleura Merupakan selaput serosa yang membentuk sebuah kantong tertutup yang terinvaginasi oleh paru. M. yang menghadap rongga perut. intercostales. yakni recessus costomediastinalis dan recessus costodiaphragmaticus. Mm.

latissimus dorsi) berfungsi juga sebagai otot tambahan inspirasi dalam dan kuat. M. logissimus. dengan demikian. rectus abdominis. Bagian respirasi adalah saluran napas di dalam paru tempat berlangsungnya respirasi atau pertukaran gas. scalenus medius. M. M. Otot-otot pernapasan Sumber : http://dokumen. M. sternocleidomastoideus dan Mm. obliquus abdominis externus. sternocleidomastoideus. scaleni pada leher berperan sebagai otot-otot inspirasi tambahan dengan memfiksasi tulang-tulang yang menjadi tempat lekatnya. M. serratus anterior. M. obliquus abdominis internus. Saluran napas terdiri atas bagian konduksi dan bagian respirasi.1 Yang termasuk otot-otot inspirasi tambahan yaitu M.html Otot-otot dinding dada yang murni/sejati berfungsi sebagai otot-otot pernapasan yang normal. Bagian konduksi adalah saluran napas solid baik di luar maupun di dalam paru yang menghantar udara ke dalam paru untuk respirasi. M. dan M. scalenus posterior. latissimus dorsi. ilicostalis bagian atas.1 Yang termasuk otot-otot ekspirasi tambahan yaitu M. memungkinkan otot-otot yang menghubungkan tulang- tulang yang tersebut dengan iga-iga di sebelah bawahnya berkerja lebih efektif mengangkat iga bagian bawah. iliocostalis bagian bawah. yakni membantu mengangkat iga-iga untuk memperluas rongga thorax. M. M.2 . M. Biasanya otot-otot anggota badan atas yang melekat pada rangka dada(M. M.Otot-otot pernapasan Gambar 4. pectoralis major. M.scalenus anterior. Juga M. serratus anterior. pectoralis minor. M. pectoralis major.tips/documents/dasar-teori-fisiologi-respidocx. pectoralis minor. M.1 Struktur Mikroskopis Saluran Pernapasan Bawah Sistem pernapasan terdiri atas dua paru dan banyak saluran udara dengan berbagai ukuran yang keluar masuk paru.

Laring2 Pada gambar 6. Epitel olfaktoris terdiri atas tiga jenis sel: sel penyokong.Bagian Konduksi Sistem Pernapasan Rongga hidung Gambar 5. terdapat kelenjar campur yang terutama terdiri dari mukosa. Epitel Olfaktoris2 Bagian superior atau atap rongga hidung mengandung epitel yang sangat khusus untuk mendeteksi dan meneruskan bebauan. Di bawah epitel yaitu di dalam lamina propria. pita suara superior atau pita suara palsu laring dibentuk oleh mukosa dan diteruskan sebagai permukaan posterior epiglotis dengan epitel pelapisnya yaitu epitel bertingkat semu silindris bersilia dengan sel goblet. sel basal. Epitel ini adalah epitel olfaktoris yang merupakan epitel bertingkat semu silindris tinggi tanpa sel goblet dan di bawahnya terdapat jaringan ikat yang berisi nervus olfaktorius dan kelenjar olfaktoris.2 Laring Gambar 6. Duktus ekskretorius . dan sel olfaktoris.

Di daerah ini terdapat lebih banyak limfonoduli dan kadang-kadang disebut tonsila laring.2 Trachea Gambar 7.yang bermuara di permukaan epitel. submukosanya tidak jelas.2 Bronkus Intrapulmonal Gambar 8. Tulang rawan pada trakea adalah sederetan cincin berbentuk C. Dinding bawah ventrikel membuat peralihan ke pita suara sejati. dan di antara kedua ujung C itu terdapat m. dan adventisia(gambar 7). Bronkus Intrapulmonal2 . Mukosa pada dinding lateral ventrikel serupa dengan mukosa pada pita suara palsu. terlihat di antara asini kelenjar. trakealis (otot polos). Lamina propria menyatu dengan perikondrium tulang rawan tiroid. Mukosa terdiri atas epitel bertingkat semu silindris bersilia dengan sel goblet. tulang rawan hialin. Trachea Potongan Melintang2 Dinding trakea terdiri atas mukosa.2 Ventrikel adalah lekukan atau ceruk dalam yang memisahkan pita suara palsu dengan pita suara sejati. Limfonoduli terletak di dalam lamina propria pada sisi ventrikular pita suara. submukosa.

Lempeng tulang rawan. kelenjar. mukosa. dan sedikit limfosit. yang pada gilirannya dikelilingi oleh adventisia.2 Bagian Respirasi Sistem Pernapasan Bronkiolus Respiratorius Gambar 10. atau asini mukoserosa. Submukosa mengandung kelenjar serosa. Duktus dari kelenjar bronkial submukosa melalui lamina propria. Terdapat banyak lipatan mukosa yang menyolok dan epitelnya silindris bersilia tanpa sel goblet(gambar 9). Bronkiolus Respiratorius2 . Lapisan otot polos yang berkembang baik mengelilingi lamina propria tipis. Bronki ini dilapisi oleh epitel bertingkat semu silindris bersilia.2 Bronkiolus Terminalis Gambar 9. kira-kira 1 mm atau kurang. Bronkiolus Terminalis2 Bronkiolus terminalis memiliki diameter kecil. jaringan ikat halus dengan banyak serat elastin. Bronkus Intrapulmonal (gambar 8) biasanya dikenali dari adanya beberapa lempeng tulang rawan yang letaknya berdekatan. dan sel goblet tidak terdapat disini. lamina propria tipis.

namun hilang di bagian distal bronkiolus respiratorius. Bronkiolus respiratorius langsung berhubungan dengan duktus alveolaris dan alveoli.2 Mekanisme Pernafasan Udara cenderung mengalir dari daerah yang tekanannya tinggi ke daerah yang tekanannya rendah yaitu menuruni gradien tekanan. dan menurunkan tegangan permukaan alveolar. Sel alveolar besar menghasilkan produk kaya fosfolipid yang disebut surfaktan pulmonal. surfaktan menstabilkan diameter alveoli dan mencegah kolaps alveoli selama respirasi dengan meminimalkan kekuatan kolaps. Sekelompok alveoli bermuara ke dalam sebuah duktus alveolaris disebut sakus alveolaris. Bagian terminal setiap bronkiolus respiratorius bercabang menjadi beberapa duktus alveolaris. Sel ini letaknya rapat pada endotel pelapis kapiler dan membentuk sawar udara-darah untuk respirasi.2 Alveolus Gambar 11. Sel ini bersekresi dan mengandung badan-badan lamelar di dalam sitoplasmanya. Dinding duktus alveolaris dibentuk oleh sederetan alveoli yang saling bersebelahan. Alveoli2 Seluruh permukaan alveoli dilapisi selapis sel alveolar gepeng dan sangat tipis (pneumosit tipe I).Selain ini. Dengan demikian. Udara mengalir masuk dan keluar paru selama tindakan bernapas karena berpindah mengikuti gradien tekanan antara alveolus dan . alveoli juga mengandung sel alveolar besar (pneumosit tipe II). Silia mungkin dapat dijumpai pada bagian proksimalnya. Surfaktan menutupi permukaan sel alveolar. membasahinya. Dinding bronkiolus respiratorius dilapisi oleh epitel selapis kuboid.

Karena alveolus berhubungan dengan atmosfer melalui saluran napas penghantar. Tekanan atmosfer berkurang seiring dengan penambahan ketinggian di atas permukaan laut karena lapisan udara di atas permukaan bumi juga semakin menipis. Ketika berkontraksi. otot . Pada permukaan laut tekanan ini sama dengan 760 mmHg. otot ini dirangsang untuk berkontraksi sehingga rongga thoraks membesar. bagian yang eksternal yang seratnya berjalan ke bawah dan depan antara dua iga yang berdekatan. rata-rata 756 mmHg saat istirahat. Sekitar 75% perbesaran rongga thoraks sewaktu bernapas tenang dilakukan oleh kontraksi diafragma. Ketika berkontraksi. Perubahan tekanan atmosfer juga dapat dipengaruhi oleh cuaca. Otot inspirasi utama adalah diafragma yaitu suatu lembaran otot rangka yang membentuk lantai rongga thoraks dan dipersarafi oleh nervus frenikus. udara cepat mengalir menuruni gradien tekanannya setiap tekanan intra alveolus berbeda dengan tekanan atmosfer. b. Pada permulaan inspirasi.atmosfer yang terbalik arah secara bergantian dan ditimbulkan oleh aktivitas siklik otot pernapasan. Adalah tekanan yang ditimbulkan di luar paru di dalam rongga thoraks. jika melemas akan menonjol keluar sewaktu inspirasi karena diafragma menekan isi abdomen ke bawah dan ke depan. Kemudian dua set otot interkostal yang terletak diantara sela iga yaitu internal dan eksternal. diafragma turun dan memperbesar volume rongga thoraks.  Fase Inspirasi Sebelum inspirasi dimulai. Tekanan intra-pleura : tekanan di dalam kantung pleura. Diafragma dalam keadaan lemas berbentuk kubah yang menonjol ke atas ke dalam rongga thoraks. adalah tekanan dalam alveolus. otot pernapasan dalam keadaan lemas. Tekanan intra-alveolus : sering juga disebut tekanan intra-paru. Tekanan intrapleura biasanya lebih rendah darpada tekanan atmosfer. Otot-otot inspirasi utama merupakan otot yang berkontraksi untuk melakukan intercostal eksternal. memperbesar rongga thoraks dalam dimensi lateral dan anteroposterior. tidak ada udara yang mengalir dan tekanan intra-alveolus setara dengan tekanan atmosfer. Terdapat 3 tekanan yang berperan penting dalam ventilasi : a. Udara terus mengalir sampai kedua tekanan seimbang (equilibrium) c. Pada dinding abdomen. Tekanan ini yang juga dikenal dengan tekanan intra thoraks. Tekanan atmosfer : tekanan yang ditimbulkan oleh berat udara di atmosfer pada benda di muka bumi.

Akibatnya udara mengalir ke dalam paru-paru mengikuti gradien tekanan dari yang tinggi ke rendah. Udara kini meninggalkan paru menuruni gradien tekanannya dari tekanan intra alveolus yang tinggi ke tekanan atmosfer yang lebih rendah. Tanpa gaya-gaya yang menyebabkan ekspansi dinding dada. terdapat peranan dari otot-otot inspirasi tambahan yaitu karena adanya rangsangan dari otot inspirasi utama yang menekan kuat pada inspirasi maksimal. otot nspirasi melemah. Otot ini dipersarafi oleh nervus interkostal. Maka dinding dada dan paru yang sebelumnya teregang mengalami recoil ke ukuran sebelumnya karena ada sifat elastik. Udara terus masuk ke paru-paru sampai tidak ada lagi gradien. tercapai pernapasan yang lebih dalam. tekanan interpleura turun menjadi 754 mmHg akibat ekspansi thoraks. terjadi peningkatan aliran masuk udara sebelum tercapai keseimbangan dengan tekanan atmosfer yaitu. Akibatnya. . sangkar iga yang sebelumnya terangkat turun karena gravitasi. Pada inspirasi. yaitu sampai tekanan alveolus setara dengan tekanan atmosfer. Dengan semakin besarnya volume rongga thoraks dibandingkan dengan saat istirahat maka paru juga semakin mengembang. Sewaktu paru kembali mengecil. menyebabkan tekanan intra alveolus semakin turun. Aliran keluar udara berhenti ketika tekanan intra alveolus menjadi sama dengan tekanan atmosfer dan gradien tekanan tidak ada lagi. tekanan intra alveolus meningkat. tekanan intra alveolus meningkat sekitar 1 mmHg. Pada gerakan inspirasi biasa. paru juga dipaksa mengembang untuk mengisi rongga thoraks yang lebih besar.  Fase Ekspirasi Pada akhir inspirasi. Sewaktu rongga thoraks membesar. Pada ekspirasi biasa. bagian atas rongga thoraks. Ketika otot interkostal eksternal melemas. Diafragma mengambil posisi aslinya yang seperti kubah ketika melemas. Otot ini terletak di leher fungsinya untuk mengangkat sternum dan dua iga pertama. Tekanan intra-alveolus turun karena jumlah udara yang sama kini menempati volume paru yang lebih besar. karena jumlah molekul udara yang sebelumnya lebih banyak kini menjadi sedikit sehingga volume paru mengecil. Sewaktu inspirasi. Peningkatan gradien tekanan transmural yang terjadi sewaktu inspirasi memastikan bahwa paru teregang untuk mengisi rongga thoraks.interkostal eksternal mengangkat iga dan selanjutnya sternum ke atas dan kedepan. tekanan alveolus turun 1 mmHg menjadi 759 mmHg.

Volume-volume tersebut adalah:  Tidal volume(TV) adalah volume udara yang keluar masuk paru-paru dalam satu kali siklus saat pernapasan tenang.3  Vital capacity(VC) adalah jumlah maksimum udara yang dapat keluar masuk paru-paru.Volume Paru-Paru Gambar 13.3  Residual volume(RV) adalah volume yang masih tersisa di paru-paru setelah ekspirasi maksimal. TV. yang didapat dari penjumlahan VC dan RV.3  Inspiratory reserve volume(IRV) adalah volume udara yang dapat dihirup setelah inspirasi tenang. kira-kira sebesar 1000 ml pada laki-laki. dan ERV. Kira-kira sebesar 6000 ml pada laki-laki. VC merupakan penjumlahan dari IRV.3  Inspiratory capacity(IC) adalah jumlah udara yang dapat dihirup saat inspirasi. IC merupakan penjumlahan dari TV dan IRV. kira-kira sebesar 500 ml. kira-kira sebesar 1200 ml pada laki-laki.3  Expiratory reserve volume(ERV) adalah volume udara yang masih dapat dikeluarkan setelah ekspirasi normal dan tenang. kira-kira sebesar 3300 ml pada laki-laki.3  Total lung capacity(TLV) adalah kapasitas total paru-paru. Volume paru5 Volume total paru-paru dapat diukur dari penjumlahan berbagai macam volume dan kapasitas yang bisa diukur.3  Functional residual capacity(FRC) adalah jumlah udara yang tersisa setelah ekspirasi tenang.3 . FRC merupakan penjumlahan dari ERV dan RV.

ada dua pusat pernapasan lain terletak lebih tinggi di batang otak di pons yaitu pusat pneumotaksik dan pusat apneustik. Tidak hanya itu.4 Pusat kontrol pernapasan pada manusia terdapat pada medulla oblongata tepatnya di formatio retikularis yang akan menghasilkan pola napas yang berirama. bersiul. ketika neuron-neuron ini tidak menghasilkan impuls maka otot inspirasi melemas dan terjadilah ekspirasi.4 Serat-serat saraf dari medulla oblongata sebagian besar akan berakhir di motor neuron medulla spinalis yang akan mempersarafi otot-otot inspirasi. Selain itu. bermain alat music tiup atau menahan napas selagi berenang. Kedua pusat di pons ini akan mempengaruhi sinyal keluar dari pusat pernapasan di medulla oblongata. maka motor neuron tersebut akan megaktifkan otot-otot pernapasan. Otot-otot pernapasan harus secara berirama berkontraksi dan melemas untuk secara bergantian mengisi paru dengan udara dan mengosongkannya. Ketika pusat pernapasan di medulla oblongata mengeluarkan impuls ke motor neuron di medulla spinalis. aktivitasf pernapasan kita berada di bawah kontrol kesadaran sehingga aktivitas pernapasan dapat dimodifikasi secara sadar agar kita dapat berbicara. bernyanyi.drmeu. Otot- otot pernapasan akan berkontraksi hanya jika dirangsang oleh sarafnya masing-masing.Pusat Pernapasan Gambar 14. Pusat pernapasan Sumber : http://www. Saraf-saraf ini sangat penting agar pernapasan dapat terus berjalan dan untuk menyesuaikan tingkat ventilasi untuk menyamai kebutuhan akan penyerapan O2 dan pengeluaran CO2 yang berubah-ubah. menyebabkan inspirasi.html Proses pernapasan harus berlangsung secara terus-menerus untuk mempertahankan proses-proses kehidupan.com/2016/08/fisiologi-sistem-respirasi.4 .

neuron I ventral diaktifkan oleh rangsang dari neuron I dorsal dan akan merangsang otot-otot inspirasi tambahan. Hal ini terutama penting pada ekspirasi aktif. ketika dirangsang oleh KRD. pusat apneustik mencegah neuron- neuron inspiratorik dipadamkan. memacu aktivitas inspirasi ketika kebutuhan akan ventilasi tinggi. Pusat pernapasan di medulla oblongata terdiri dari dua kelompok neuron yang dikenal sebagai kelompok respiratorik dorsal dan kelompok respiratorik ventral. Selama bernapas tenang tdak ada impuls yang dihasilkan di jalur descendens oleh neuron ekspiratorik. Oleh karena itu pusat pneumotaksik mendominasi pusat apneustik untuk membantu menghentikan inspirasi dan membiarkan ekspirasi terjadi secara normal. Serat saraf dari neuron I akan mempersarafi otot-otot inspirasi utama. dan sebaliknya jika neuron-neuron tersebut tidak melepaskan muatan maka terjadilah ekspirasi.6 Pusat pernapasan di pons melakukan “penyesuaian halus” terhadap pusat di medulla untuk membantu menghasilkan inspirasi dan ekspirasi yang lancar dan mulus. Selama itu KRD umumnya diangap menghasilkan irama dasar ventilasi.4 Kelompok dorsal tediri dari neuron I yang secara periodik mengeluarkan impuls. Sedangkan kelompok ventral terdiri dari neuron I dan neuron E yang tidak aktif pada pernapasan tenang. yang keduanya tetap inaktif selama bernapas tenang normal. Pusat apneustik berpengaruh tonik terhadap pusat inspirasi. Sedangkan neuron E akan dirangsang oleh I dorsal untuk mengeluarkan impuls yang merangsang otot-otot ekspirasi. Bagian ini diaktifkan oleh KRD sebagai mekanisme penguat selama periode-periode saat kebutuhan akan ventilasi meningkat. sehingga dorongan inspirasi meningkat. Hanya ketika ekspirasi aktif barulah neuron ekspiratorik merangsang neuron motorik yang menyarafi otot-otot ekspirasi ( otot abdomen dan intercostals internus). dan juga impuls yang menghambat neuron I dorsal. Pusat pneumotaksik mengirimkan impuls ke KRD yang membantu “meredamkan” neuron-neuron inspiratorik sehingga durasi inspirasi dibatasi. Ketika neuron-neuron KRD ini melepaskan muatan maka terjadi inspirasi. Selain itu neuron-neuron inspiratorik KRV.4 Kelompok respiratorik dorsal (KRD) terdiri dari neuron inspiratorik yang serat- seratnya berakhir di neuron motorik yang mensyarafi otot inspirasi. Sedangkan pusat pneumotaksik menghasilkan impuls yang menghambat aktivitas neuron I. Sebaliknya.4 Kelompok respiratorik ventral (KRV) terdiri dari neuron inspiratorik dan ekspiratorik.4 . Bila kebutuhan ventilasi meningkat.

4 Setiap 100 ml darah dapat mengangkut kira-kira 20 ml oksigen. Hubungan saturasi Hb dengan P O2 darah tidak linear. Pada P O2 100 mmHg. yaitu sekitar 40 mmHg. Karena itu harus ada mekanisme lain yang mengangkut O 2 ke jaringan. kenaikan P O 2 hanya berpengaruh kecil terhadap saturasi Hb terhadap O2. Hemoglobin terdiri dari empat subunit protein globular. P CO2 yang dibawa darah ke paru-paru sebesar 46 mmHg. CO2 berdifusi dari darah ke paru-paru sampai P CO2 di darah dan paru-paru sama. Oksigen yang terlarut dalam plasma darah jumlahnya sangat sedikit. Jadi. Mekanisme ini adalah hemoglobin. Sisanya diikat oleh hemoglobin.4 Transpor O2 Oksigen beredar di darah dalam dua bentuk: terlarut dan terikat secara kimia oleh hemoglobin. Pada P O 2 60 sampai 100 mmHg. Pada saat ini. Tidak ada transport aktif yang terlibat dalam pertukaran ini. Oksigen yang terlarut jumlahnya seanding dengan jumlah darah. jarak yang harus ditembus oleh gas.4 Saat darah menuju paru-paru. namun membentuk kurva seperti huruf S. kurva tersebut mendatar atau disebut plateau.4 . Karena P O 2 pada alveolus 100 mmHg.3 Tingkat kejenuhan Hb terhadap O2 disebut saturasi Hb. maka O2 berdifusi dari alveolus ke darah yang memiliki P O2 40 mmHg sampai tidak ada perbedaan tekanan. hanya 0. dan memiliki P CO2 tinggi. Darah dari jaringan ke paru-paru memiliki P O2 rendah. Dari jumlah ini. dan konstanta difusi gas.4 Kebalikannya. dimana P CO 2 alveolus hanya 40 mmHg. oleh ion Fe 2+ dalam protein heme. darah mengambil O2 dan melepas CO2 dengan cara difusi.Pertukaran Gas Pertukaran gas dalam paru-paru dan jaringan dilakukan dengan cara difusi gas O 2 dan CO2 dari tekanan tinggi ke tekanan rendah. 1 liter darah hanya dapat mengangkut 3 ml O2. yaitu sekitar 46 mmHg. pada P O2 0 sampai 60 mmHg sedikit saja perubahan pada P O2 akan berpengaruh besar pada saturasi Hb terhadap O2. yang masing-masing mengandung heme. Saat darah mengalir ke kapiler pulmonal.4 Beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi pertukaran gas yaitu luas permukaan tempat pertukaran gas. Kebalikannya. darah mendapat udara dari alveolus. setiap hemoglobin dapat mengikat empat molekul oksigen membentuk oksihemoglobin.3 ml yang terlarut dalam darah.

Karbon dioksida diangkut dalam darah melalui tiga cara:4  Terlarut secara fisik. dimana kenaikan temperatur juga menggeser kurva ke kanan.4 Selain faktor dari luar. maka CO2 yang terlarut dalam plasma lebih besar daripada O2. Transport CO2 dalam darah5 Saat darah arteri mengalir melewati jaringan. faktor dari dalam sel darah merah. 2. BPG membantu ketersediaan O2 di jaringan saat suplai O2 menipis. yaitu 2.4 . Dengan mempermudah pelepasan O2 ke jaringan.3 Biphospogliserat (2. yang diproduksi dari metabolisme sel darah merah. dimana peningkatan keasaman menggeser kurva ke kanan. dimana kenaikan mengakibatkan kurva bergeser ke kanan. CO2 yang terlarut bergantung pada P CO 2. Karena CO2 lebih mudah larut daripada O2 dalam plasma.4  Derajat keasaman. dapat terikat pada Hb dan mengurangi afinitas Hb pada O 2 dan menggeser kurva ke kanan.4  Temperatur.3 BPG.3 BPG) juga berpengaruh pada saturasi Hb. Produksi BPG meningkat saat jumlah HbO 2 dalam darah di bawah normal.4 Transpor CO2 Gambar 15. hanya 10% dari CO2 dalam darah yang larut dalam plasma. Seperti O2. Meskipun begitu. CO 2 berdifusi dari tekanan tinggi di jaringan ke darah yang tekanannya rendah.Selain oleh P O2 kurva saturasi ini dipengaruhi juga oleh:  P CO2.

Seperti yang kita ketahui. Secara teratur. selain berfungsi untuk pertukaran gas untuk proses metabolisme. 30% CO2 berikatan dengan Hb membentuk karbamino hemoglobin. Ion karbon dan oksigen dalam CO2 terdapat dalam darah sebagai bagian dari HCO3-.dengan reaksi sebagai berikut:4 CO2 + H2O ↔ H2CO3 ↔ H+ + HCO3- Pertama-tama. HCO 3- berdifusi keluar membran menuju plasma.45). buffer protein plasma dan buffer bikarbonat / asam karbonat. namun berlangsung cepat di dalam sel darah merah karena adanya enzim anhidrase karbonat.mulai menumpuk di sel darah merah. Pergerakan klorida untuk menggantikan HCO3. maka tubuh kita memiliki suatu sistem buffer yang terbagi secara fisika dan kimiawi. Karena HCO3. keluarnya ion tersebut tanpa dibarengi dengan keluarnya ion positif mengakibatkan perbedaan kenegatifan.4 Agar bisa mempertahankan pH tubuh yang normal. CO2 bergabung dengan H2O untuk membentuk asam karbonat. ternyata juga berpengaruh terhadap keseimbangan asam-basa di tubuh kita. Jenis buffer yang terakhir adalah yang paling penting. adalah transpor CO2 yang paling penting.  Terikat pada hemoglobin. Enzi mini membuat reaksi berlangsung dari CO 2 + H2O menjadi H+ + HCO3. dengan 60% CO2 diubah menjadi HCO3.4 Saat reaksi ini berlangsung. karena selain kadarnya yang . Membran sel darah merah memiliki paengangkut HCO 3—Cl. yaitu buffer fosfat. Ion klorida. H+ dan HCO3. berdifusi ke sel darah merah untuk mengembalikan keadaan menjadi netral. Reduced Hb memiliki afinitas yang lebih besar terhadap CO2 daripada HbO2.yang memfasilitasi difusi ion-ion tersebut keluar masuk membran. Ketika pH tubuh kurang atau lebih dari angka tersebut.5 (7.tanpa harus melewati tahap perubahan menjadi H2CO3. maka terjadilah gangguan pada organ-organ tubuh yang dapat menimbulkan kerusakan.35-7.4 dengan toleransi ± 0. yang banyak terdapat di plasma. yang mengkatalis reaksi ini.yang keluar ini yang disebut pergeseran klorida(Chloride shift). Sistem bufferkimiawi sendiri dibagi menjadi 3 jenis.4  Sebagai bikarbonat. derajat keasaman atau pH normal seseorang adalah 7.4 Keseimbangan Asam-Basa Sistem respirasi tubuh. Sebagian molekul asam karbonat secara spontan berdisosiasi menjadi ion hidrogen dan ion bikarbonat. CO2 berikatan dengan protein globin pada Hb.adalha ion negatif. Reaksi ini berlangsung lambat dalam plasma.

7 Apabila sistem pernapasan di tubuh kita terganggu. Alveolus termasuk saluran pernapasan bagian bawah. Principles of anatomy and physiology. Jakarta: Erlangga. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2003. Hipotesis diterima Daftar Pustaka 1. At a glance anatomi. 5. 2009. Tortora G. fisiologi manusia dari sistem ke sel. 2.1-97. 2007. 1-22 10. 2004. dan sesak napas disebabkan oleh gangguan pada pertukaran gas di alveolus. 8 th ed. bronkiolus. Sloane E. 2012. Jakarta: EGC. Canada: Brooks/Cole Cengage Learning.7 Kesimpulan Perempuan 34 tahun menderita panas. Ion H 2CO3 yang berlebihan dapat menurunkan pH kita (keasaman di tubuh meningkat) yang disebut dengan asidosis respiratorik.266.h. Djojodibroto RD. 29. Sherwood L. Granner DK.231-45. maka secara otomatis keseimbangan asam-basa di tubuh kita pun akan ikut terganggu. Edisi ke-27. 7th ed. 6.tinggi di dalam tubuh kita. 8. h. 66-9. Nath J L.2009. Anatomi sistem pernapasan. San Fransisco: Pearson Education.p. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. yang terdiri dari trakea. 12nd edition. 2002.497- 579.H. 7. Asia : John wiley & sons.h. dan alveolus.J. Sherwood L. Moffat D. Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula. Gunardi S. Eroschenko VP. Edisi ke-9. Human physiology from cells to systems. Atlas histologi di fiore dengan korelasi fungsional. Murray RK. 4. Jakarta:EGC. transport CO2 dalam bentuk H2CO3 dikendalikan oleh sistem pernapasan. Hal. maka dapat menaikan pH kita (keasaman di tubuh menurun) yang disebut dengan alkalosis respiratorik.h.p. dan apabila ion H2CO3 kurang dari jumlah ideal. dalam hal ini paru-paru kita. menggigil. 2009. Martini F H. Jakarta: EGC. Derrickson B. Jakarta: FKUI. 874 – 905 . Edisi 6.h. 3. Rodwell VW. Page. Respirologi. 9.2011. Faiz O.842-62. bronkus.462-500. Biokimia harper. Fundamentals of anatomy & physiology. 2010.

Related Interests