PROPOSAL PENYULUHAN KESEHATAN

TENTANG PERAN KELUARGA PADA PENDERITA
GANGGUAN JIWA DENGAN ISOLASI SOSIAL
RS. ERNALDI BAHAR PROV. SUMSEL

Disusun Oleh:

1. Dina Oktarina
2. Ishmah Aini Rufaidah
3. Nova Ayu Wulandari
4. Radha Insyira Alif
5. Sally Violeta Tamara
6. Siti Rahma
7. Widya Fuji Aldina

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN PALEMBANG
D-IV KEPERAWATAN
2017

. 1995 : 922). Latar Belakang Pada dasarnya kemampuan Hubungan Sosial berkembang sesuai dengan proses tumbuh kembang individu mulai dari bayi sampai dengan dewasa lanjut untuk mengembangkan hubungan sosial yang positif. Klien yang menarik diri kehilangan kontak dengan dunia luar dan berisiko untuk bunuh diri. Perawatan di rumah sakit diperlukan bila ada resiko bunuh diri. Perawatan sebagai salah satu bagian integral dari pelayanan kesehatan. Dengan kenyataan yang ada maka jelaslah peranan perawat dituntut untuk meningkatkan kualitas dan kuantitasnya karena tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan dalam hal ini pelayanan kesehatan jiwa. Setiap tugas perkembangan sepanjang daur kehidupan diharapkan dilalui dengan sukses. kemampuan berperan serta dalam proses hubungan diawali dengan kemampuan tergantung pada masa bayi dan berkembang pada masa remaja dan dilanjutkan dengan kemampuan saling tergantung (tergantung dan mandiri) pada masa dewasa. Asuhan keperawatan pada klien ini untuk melindungi dan menjamin agar klien tidak mencelakakan diri sendiri. SATUAN ACARA PENYULUHAN(SAP) PERAN KELUARGA PADA PENDERITA GANGGUAN JIWA DENGAN ISOLASI SOSIAL Mata Ajaran : Keperawatan Jiwa Pokok Bahasan : Gangguan Hubungan Sosial Sub Pokok Bahasan : Menarik Diri Sasaran : Pasien yang berobat jalan ke Poliklinik RS Jiwa Ernaldi Bahar Palembang Hari/tanggal : Senin / 18 April 2017 Waktu : 1 x 45 menit I. disamping itu perawatan pasien depresi perlu perawatan paripurna yang melalui/meliputi bio psiko-sosial spiritual secara komprehensif. Klien yang mengalami gangguan dalam interaksi sosial tidak mau terlibat dalam aktivitas sosial dan cenderung untuk menarik diri. yang salah satu perannya adalah memberikan asuhan keperawatan kesehatan mental dan bekerjasama dengan pemberi perawatan serta konsultasi dengan pemberi pelayanan lain (Stuart dan Sundeen. disamping prilaku-prilaku lainnya. Prilaku menarik diri cenderung terlihat pada klien yang mengalami depresi.

1 Tujuan Umum Setelah mengikuti proses penyuluhan diharapkan klien dan keluarga dapat mengetahui tentang Gangguan Hubungan Sosial: Menarik Diri 2.II. Materi (terlampir) 1. Perilaku salah yang tidak boleh dilakukan pada pasien dengan isolasi sosial 5. Pengertian isolasi sosial 2. Media Mading. leaflet . Tanda dan gejala dari isolasi sosial 4. Tujuan 2. Penyebab isolasi sosial 3. tanya jawab V.2 Tujuan Khusus Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan peserta/klien mampu : Menyebutkan Pengertian Menarik Diri Menyebutkan Penyebab Menarik Diri Menyebutkan Gejala Menarik Diri Cara Penyelesaian Masalah Menarik Diri III. Metoda Ceramah. Cara perewat dirumah pasien dengan isolasi sosial IV.

Menjelaskan topik dan tujuan memperhatikan penyuluhan.Bersama klien menyimpulkan . Mendengarkan dan memperhatikan .Memberi salam 2.Mendengarkan dan memperhatikan .Mendengarkan dan memperhatikan .Menjelaskan penyebab menarik diri 4. memperhatikan . Mendengarkan dan memperhatikan .Menjawab pertanyaan 3 10 menit Penutup 1. Bersama mahasiswa menyimpulkan materi .Mengajukan pertanyaan .Menjelaskan kontrak waktu memperhatikan 2 30 menit Pelaksanaan 1. Mendengarkan dan . Mendengarkan dan memperhatikan . Kegiatan Penyuluhan No. 4. Mendengarkan dan bertanya.Menjelaskan tindakan yang dapat dilakukan di rumah 7. Mendengarkan dan memperhatikan .VI.Apersepsi 2. Mengemukakan pendapat . Mendengarkan dan .Menyebutkan pengertian menarik diri 3. Menjawab salam .Memperkenalkan diri 3. Waktu Kegiatan Kegiatan Penyuluhan Peserta 1 5 menit Pembukaan 1.Memberi kesempatan untuk 8.Menyebutkan gejala menarik diri 5.Menyebutkan cara penyelesaian masalah 6.

Peserta hadir ditempat yang sudah ditentukan untuk penyuluhan kesehatan . Evauasi strukttur . Evaluasi proses . Menjawab pertanyaan . Evaluasi hasil . Moderator menyebutkan judul materi penyuluhan yang akan diberikan . Penyaji menggali informasi dan pengalaman yang telah diketahui peserta tentang peran keluarga pada penderita gangguan jiwa dengan isolasi sosial . Kegiatan berjalan sesuai dengan tujuan yang dicapai . Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan dengan benar 3. Moderator melakukan kontak waktu dan menejelaskan mekanisme penyuluhan . Sarana dan prasarana yang memadai 2. Tidak ada peserta meninggalkan tempat penyuluhan hingga penyuluhan kesehatan . Penyuluhan kesehatan dilakukan diruang tunggu rawat jalan jiwa RS Ernaldi bahar Provinsi Sumatra Selatan . penyuluhan . Menjawab salam memberikan salam V.Melakukan evaluasi 2. Moderator menjelaskan tujuan dari penyuluhan . Evaluasi 1. Peserta memahami cara merawat pasien gangguan jiwa dengan isolasi sosial setelah perawatan di rumah sakit . materi penyuluhan. Materi memperhatikan materi penyuluhan kesehatan . Moderator memberi salam dan memperkenalkan diri .Menutup penyuluhan dan 3. Penyaji gangguan jiwa dengan isolasi sosial dirumah . Jumlah peserta yang hadir dalam penyuluhan kesehatan sesuai yang diharapkan .

kurang energi Apatis. c. II. b. Faktor sosial budaya Isolasi sosial atau mengasingkan diri dari lingkungan sosial merupakan faktor pendukung untuk terjadinya gangguan hubungan sosial. baik perhatian maupun minatnya terhadap lingkungan sosial secara langsung yang dapat bersifat sementara atau menetap. Penyebab Menarik Diri Menurut Townsend. klien lebih sering menunduk Ekspresi wajah kurang berseri Tidak merawat diri dan tidak memperhatikan kebersihan diri Mengisolasi diri. Gejala Menarik Diri Kurang spontan. Faktor komunikasi dalam keluarga Gangguan komunikasi dalam keluarga merupakan faktor pendukung untuk terjadinya gangguan dalam hubungan sosial. Faktor tumbuh kembang Pada masa tumbuh kembang seorang individu ada perkembangan tugas yang harus dipenuhi agar tidak terjadi gangguan dalam hubungan sosial. Sedangkan menurut DEPKES RI (1989:117) penarikan diri atau withdrawal meruapakan suatu tindakan melepaskan diri. kurang harga diri . Adapun beberapa faktor penyebab isolasi sosial yaitu: a. III.C (1998:152) isolasi sosial merupakan keadaan kesepian yang dialami ole seseorang karena orang lain dianggap menyatakan sikap negatif dan mengancam bagi dirinya. tidak ada kontak mata. M. - LAMPIRAN MATERI ISOLASI SOSIAL I. Pengertian Menarik Diri Adalah gangguan hubungan sosial dimana seseorang menemukan kesulitan dalam membina hubungan secara terbuka dengan orang lain.

seperti posisi janin pada saat tidur Menolak berhubungan dengan orang lain IV. 5. Tidak atau kurang sadar dengan lingkungan sekitarnya Intake makanan dan minuman terganggu Retensi urin dan feses Aktifitas menurun. 3. 4. 6. Bantu dalam melakukan aktiftas hidup sehari-hari. Bina hubungan saling percaya. sebagai upaya untuk menjelaskan kerancuan persepsi c. 2. merupakan perilaku menolak berhubungan dengan lingkungan V. berhubungan dengan masalah proses informasi dan upaya untuk menanggulangi ansietas. 8. seperti tidak melakukan perawatan diri atau kegiatan rumah tangga sehari hari Postur tubuh berubah. Berikan perhatian dan penghargaan. Proyeksi. Isolasi. b. Regresi. . Tindakan Yang Dapat Dilakukan Keluarga Di Rumah 1. 7. Cara Penyelesaian Masalah Menarik Diri a. Lakukan interaksi sering dan singkat. hanya mempunyai sedikit energi yang tertinggal untuk aktivitas sehari-hari. Bicarakan dengan mereka penyebab tidak ingin bergaul dengan orang lain dan diskusikan akibatnya. contohnya beri di kesempatan bicara dan jangan dipotong. Pantau mereka dalam penggunaan obat. misalnya temani dia saat sendiri. Bantu dan dorong mereka untuk bergaul dengan orang-orang disekitar da berikan pujian atas usaha yang mereka lakukan. tidak melakukan kegiatan sehari-hari. Dengarkan pembicaraannya dengan empati.

Asuhan keperawatan pada klien ini untuk melindungi dan menjamin agar klien tidak mencelakakan diri sendiri. . Klien yang mengalami gangguan dalam interaksi sosial tidak mau terlibat dalam aktivitas sosial dan cenderung untuk menarik diri. Kesimpulan Menarik diri merupakan gangguan hubungan sosial dimana seseorang menemukan kesulitan dalam membina hubungan secara terbuka dengan orang lain.

G. Jakarta:EGC (terjemahan) .J. (1998). (6th ed). St. S. Townsend. Principle and Practice of Psychiatric Nursing. Stuart. T. dan Sundeen. M. C. Principle and Practice of Psychiatric Nursing. St. W.). REFERENSI Stuart.Louis:Mosby Year Book.Louis:Mosby Year Book. M. Diagnosa Keperawatan pada Keperawatan Psikiatri: Pedoman untuk Pembuatan Rencana Keperawatan. (1995). (5th ed. dan Laraia. (1998). G. W.