LAPORAN PENDAHULUAN STROKE/ CEREBRO VASCULAR ACCIDENT (CVA

)

A. DEFINISI
 Stroke merupakan penyakit neurologis yang sering dijumpai dan harus ditangani secara cepat
dan tepat. Stroke merupakan kelainan fungsi otak yang timbul mendadak yang disebabkan
karena terjadinya gangguan peredaran darah otak dan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja
(Muttaqin, 2008).
 Menurut WHO stroke adalah adanya tanda-tanda klinik yang berkembang cepat akibat
gangguan fungsi otak fokal (atau global) dengan gejala-gejala yang berlangsung selama 24 jam
atau lebih yang menyebabkan kematian tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vaskuler
(Corwin, 2009).

B. KLASIFIKASI
1. Stroke dapat diklasifikasikan menurut patologi dan gejala kliniknya, yaitu: (Muttaqin, 2008)
a. Stroke Hemoragi,
Merupakan perdarahan serebral dan mungkin perdarahan subarachnoid.
Disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah otak pada daerah otak tertentu. Biasanya
kejadiannya saat melakukan aktivitas atau saat aktif, namun bisa juga terjadi saat istirahat.
Kesadaran pasien umumnya menurun. Perdarahan otak dibagi dua, yaitu:
1) Perdarahan intraserebral
Pecahnya pembuluh darah (mikroaneurisma) terutama karena hipertensi
mengakibatkan darah masuk ke dalam jaringan otak, membentuk massa yang menekan
jaringan otak, dan menimbulkan edema otak. Peningkatan TIK yang terjadi cepat, dapat
mengakibatkan kematian mendadak karena herniasi otak. Perdarahan intraserebral yang
disebabkan karena hipertensi sering dijumpai di daerah putamen, thalamus, pons dan
serebelum.

2) Perdarahan subaraknoid
Perdarahan ini berasal dari pecahnya aneurisma berry atau AVM. Aneurisma yang
pecah ini berasal dari pembuluh darah sirkulasi willisi dan cabang-cabangnya yang terdapat
diluar parenkim otak.Pecahnya arteri dan keluarnya keruang subaraknoid menyebabkan TIK

basilar. Menurut perjalanan penyakit atau stadiumnya. Aterosklerosis Aterosklerosis merupakan suatu proses dimana terdapat suatu penebalan dan pengerasan arteri besar dan menengah seperti koronaria. Thrombosis biasanya terjadi pada orang tua yang sedang tidur atau bangun tidur. Aterosklerosis adalah mengerasnya pembuluh darah serta berkurangnya kelenturan atau . aorta dan arteri iliaka (Ruhyanudin. Tanda dan gejala neurologis memburuk pada 48 jam setelah trombosis. meningkat mendadak. meregangnya struktur peka nyeri. c. yaitu: a. ETIOLOGI Penyebab stroke menurut Arif Muttaqin (2008): 1. Beberapa keadaan di bawah ini dapat menyebabkan thrombosis otak: a. Stroke komplit: dimana gangguan neurologi yang timbul sudah menetap atau permanen . dan vasospasme pembuluh darah serebral yang berakibat disfungsi otak global (sakit kepala. 2. dll) b. Proses dapat berjalan 24 jam atau beberapa hari. Kesadaran umumnya baik. penurunan kesadaran) maupun fokal (hemiparase. Thrombosis Cerebral Thrombosis ini terjadi pada pembuluh darah yang mengalami oklusi sehingga menyebabkan iskemi jaringan otak yang dapat menimbulkan oedema dan kongesti di sekitarnya. 2007). biasanya terjadi saat setelah lama beristirahat. Stroke involusi: stroke yang terjadi masih terus berkembang dimana gangguan neurologis terlihat semakin berat dan bertambah buruk. Sesuai dengan istilahnya stroke komplit dapat diawali oleh serangan TIA berulang. TIA (Trans Iskemik Attack) gangguan neurologis setempat yang terjadi selama beberapa menit sampai beberapa jam saja. C. Tidak terjadi perdarahan namun terjadi iskemia yang menimbulkan hipoksia dan selanjutnya dapat timbul edema sekunder. baru bangun tidur atau di pagi hari. b. Gejala yang timbul akan hilang dengan spontan dan sempurna dalam waktu kurang dari 24 jam. Stroke Non Hemoragi Dapat berupa iskemia atau emboli dan thrombosis serebral. Hal ini dapat terjadi karena penurunan aktivitas simpatis dan penurunan tekanan darah yang dapat menyebabkan iskemi serebral. gangguan hemisensorik.

Beberapa keadaan dibawah ini dapat menimbulkan emboli: .elastisitas dinding pembuluh darah. Kerusakan dapat terjadi melalui mekanisme berikut:  Lumen arteri menyempit dan mengakibatkan berkurangnya aliran darah. Manifestasi klinis atherosklerosis bermacam-macam. peningkatan viskositas/ hematokrit meningkat dapat melambatkan aliran darah serebral. lemak dan udara. Arteritis( radang pada arteri ) d. Emboli tersebut berlangsung cepat dan gejala timbul kurang dari 10-30 detik. Pada umumnya emboli berasal dari thrombus di jantung yang terlepas dan menyumbat sistem arteri serebral. b. Emboli Emboli serebral merupakan penyumbatan pembuluh darah otak oleh bekuan darah.  Oklusi mendadak pembuluh darah karena terjadi trombosis.  Merupakan tempat terbentuknya thrombus. Hyperkoagulasi pada polysitemia Darah bertambah kental. kemudian melepaskan kepingan thrombus (embolus). c.  Dinding arteri menjadi lemah dan terjadi aneurisma kemudian robek dan terjadi perdarahan.

Pathway .

atau nyeri kepala. Gangguan lapang pandang “Homonimus Hemianopsia” 6. Gangguan status mental 10. Tonus otot lemah atau kaku 4. Hasil yang didapatkan area yang mengalami lesi dan infark akibat dari hemoragik. adanya jaringan otak yang infark atau iskemia dan posisinya secara pasti. muntah. ukuran area yang perfusinya tidak adekuat dan jumlah aliran darah kolateral. 2. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. MANIFESTASI KLINIS Stoke menyebabkan defisit neurologik. Gangguan persepsi 9. Afasia (bicara tidak lancar atau kesulitan memahami ucapan) 7.E. 3. Untuk mendeteksi luas dan daerah abnormal dari otak. MRI (Magnetic Imaging Resonance) Menggunakan gelombang megnetik untuk menentukan posisi dan bsar terjadinya perdarahan otak. Menurun atau hilangnya rasa 5. yang juga mendeteksi. Single Photon Emission Computed Tomography (SPECT). Kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh (hemiparese atau hemiplegia) 2. Lumpuh pada salah satu sisi wajah anggota badan (biasanya hemiparesis) yang timbul mendadak. G. melokalisasi. 4. Vertigo. 1. Angiografi serebral Menentukan penyebab stroke scr spesifik seperti perdarahan atau obstruksi arteri. posisi hematoma. 3. dan mengukur stroke (sebelum nampak oleh pemindaian CT). EEG . CT scan Penindaian ini memperlihatkan secara spesifik letak edema. Disartria (bicara pelo atau cadel) 8. 5. Stroke akan meninggalkan gejala sisa karena fungsi otak tidak akan membaik sepenuhnya. bergantung pada lokasi lesi (pembuluh darah mana yang tersumbat). mual.

6. Dapat diberikan histamin.  Berusaha menentukan dan memperbaiki aritmia jantung.  Menempatkan pasien dalam posisi yang tepat. elektrolit. sedangkan pendarahan yang kecil biasanya warna likuor masih normal (xantokhrom) sewaktu hari-hari pertama. ureum. Anti koagulan dapat diresepkan untuk mencegah terjadinya/ memberatnya trombosis atau . b. Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat masalah yang timbul dan dampak dari jaringan yang infark sehingga menurunya impuls listrik dalam jaringan otak. kreatinin) c. Pemeriksaan darah rutin (glukosa. kalau perlu lakukan trakeostomi. gula darah dapat mencapai 250 mg di dalam serum dan kemudian berangsur-rangsur turun kembali. membantu pernafasan. termasuk untuk usaha memperbaiki hipotensi dan hipertensi. d. Pemeriksaan darah lengkap: untuk mencari kelainan pada darah itu sendiri. asetazolamid. b.  Mengendalikan tekanan darah berdasarkan kondisi pasien. d. H. aminophilin. papaverin intra arterial. Pemeriksaan kimia darah: pada strok akut dapat terjadi hiperglikemia. Vasodilator meningkatkan aliran darah serebral (ADS) secara percobaan. Pengobatan Konservatif a.  Mengendalikan hipertensi dan menurunkan TIK Dengan meninggikan kepala 15-30 menghindari flexi dan rotasi kepala yang berlebihan. tetapi maknanya: pada tubuh manusia belum dapat dibuktikan. oksigenasi. e. harus dilakukan secepat mungkin pasien harus dirubah posisi tiap 2 jam dan dilakukan latihan-latihan gerak pasif. c. Lumbang fungsi: pemeriksaan likuor merah biasanya dijumpai pada perdarahan yang masif. Anti agregasi thrombosis seperti aspirin digunakan untuk menghambat reaksi pelepasan agregasi thrombosis yang terjadi sesudah ulserasi alteroma. Pemeriksaan laboratorium a. PENATALAKSANAAN MEDIS Tujuan intervensi adalah berusaha menstabilkan tanda-tanda vital dengan melakukan tindakan sebagai berikut:  Mempertahankan saluran nafas yang paten yaitu lakukan pengisapan lendiryang sering.

4. 5. umur (kebanyakan terjadi pada usia tua). pekerjaan. Biasanya terjadi nyeri kepala. mual. penyakit jantung. Evaluasi bekuan darah dilakukan pada stroke akut d. hilangnya rasa. kegemukan. alamat. 2. hemiplegi. nomor register. aspirin. Riwayat penyakit dahulu Adanya riwayat hipertensi. anemia. vasodilator. emboli di tempat lain di sistem kardiovaskuler. diabetes militus. kontrasepsi oral yang lama. agama. riwayat trauma kepala. Keluhan utama Biasanya didapatkan kelemahan anggota gerak sebelah badan. Pengumpulan data A. b. 3. diagnose medis. Pengobatan Pembedahan Tujuan utama adalah memperbaiki aliran darah serebral : a. Identitas klien Meliputi nama. Endosterektomi karotis membentuk kembali arteri karotis. . tanggal dan jam MRS. obat-obat adiktif. PENGKAJIAN KEPERAWATAN 1. jenis kelamin. Revaskularisasi terutama merupakan tindakan pembedahan dan manfaatnya paling dirasakan oleh pasien TIA. pada saat klien sedang melakukan aktivitas. disamping gejala kelumpuhan separoh badan atau gangguan fungsi otak yang lain. bicara pelo. Aktivitas/istirahat: Klien akan mengalami kesulitan aktivitas akibat kelemahan. muntah bahkan kejang sampai tidak sadar. c. Riwayat penyakit sekarang Serangan stroke hemoragik seringkali berlangsung sangat mendadak. penggunaan obat-obat anti koagulan. I. paralisis. suku bangsa. pendidikan. yaitu dengan membuka arteri karotis di leher. Riwayat penyakit keluarga Biasanya ada riwayat keluarga yang menderita hipertensi ataupun diabetes militus. Ugasi arteri karotis komunis di leher khususnya pada aneurisma. dan tidak dapat berkomunikasi.

B. batuk. disritmia. daya sensori hilang. distensi kandung kemih. G. CHF. Misalnya inkoontinentia urine. perubahan tingkah laku kelemahan. whezing. Nyaman/nyeri Sakit kepala. DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. di lidah. kesulitan untuk mengekspresikan diri. Hilangnya daya sensori pada bagian yang berlawanan dibagian ekstremitas dan kadang-kadang pada sisi yang sama di muka. anuria. dysfagia F. lapang pandang menyempit. pipi. Sirkulasi Adanya riwayat penyakit jantung. mudah marah. distensi abdomen. mudah lelah. melindungi jalan nafas. sakit kepala. Perubahan persepsi dan orientasi Tidak mampu menelan sampai ketidakmampuan mengatur kebutuhan nutrisi. dan intrakranial. suara usus menghilang. tegang pada otak/muka H. tenggorokan. Kelemahan dengan berbagai tingkatan. respon yang tak tepat. Eliminasi Perubahan kebiasaan Bab. Neuro Sensori Pusing. Ketidakmampuan berkomunikasi. polisitemia. ronchi. perdarahan sub arachnoid. Kerusakan komunikasi verbal berhubungan dengan penurunan sirkulasi ke otak . Tidak mampu mengambil keputusan. Interaksi sosial Gangguan dalam bicara. Integritas Ego. kabur. J. sinkope. dan Bak. gangguan penglihatan. Suara nafas. D. Respirasi Ketidakmampuan menelan. E. J. Emosi labil. Dan hipertensi arterial. vomiting. katup jantung. Keamanan Sensorik motorik menurun atau hilang mudah terjadi injury. I. C. Ketidakefektifan Perfusi jaringan serebral berhubungan dengan aliran darah ke otak terhambat 2. Makanan/caitan : Nausea. dyspalopia. dan susah tidur.

mandi. berpakaian. Resiko Aspirasi berhubungan dengan penurunan kesadaran 8. toileting berhubungan kerusakan neurovaskuler 4. Resiko injuri berhubungan dengan penurunan kesadaran . Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan penurunan kesadaran. Resiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan immobilisasi fisik 7.3. Defisit perawatan diri: makan. 6. Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan kerusakan neurovaskuler 5.

.

Bersihkan jalan nafas dari sekret dengan kemampuan 2. Observasi tanda-tanda hipo-ventilasi mambaik. tidak ada gerakan gerakan 7. Monitor aliran oksigen. Ketidakefektifan Perfusi Setelah dilakukan tindakan keperawatan NIC : jaringan serebral b. mendemonstrasikan kemampuan kognitif Minimalkan stimuli dari lingkungan yang ditandai dengan: Terapi oksigen  berkomunikasi dengan jelas dan sesuai 1. Monitor respon klien terhadap pemberian oksigen involunter 8. kanul oksigen dan sistem  memproses informasi humidifier  membuat keputusan dengan benar 5. RENCANA KEPERAWATAN No Diagnosa Keperawatan Tujuan (NOC) Intervensi (NIC) 1.d aliran selama 3 x 24 jam. Beri penjelasan kepada klien tentang pentingnya 3. aliran darah keotak lancar dengan kriteria tekanan intrakranial) hasil:  Berikan informasi kepada keluarga NOC :  Set alarm Circulation status  Monitor tekanan perfusi serebral Tissue Prefusion : cerebral  Catat respon pasien terhadap stimuli Kriteria Hasil :  Monitor tekanan intrakranial pasien dan respon 1. diharapkan suplai Intrakranial Pressure (ICP) Monitoring (Monitor darah ke otak terhambat.K. konsentrasi dan 3. Pertahankan jalan nafas tetap efektif  menunjukkan perhatian. Anjurkan klien untuk tetap memakai oksigen selama . mendemonstrasikan status sirkulasi yang neurology terhadap aktivitas ditandai dengan :  Monitor jumlah drainage cairan serebrospinal  Tekanan systole dandiastole dalam rentang Monitor intake dan output cairan yang diharapkan  Restrain pasien jika perlu  Tidak ada ortostatikhipertensi  Monitor suhu dan angka WBC  Tidk ada tanda tanda peningkatan tekanan Kolaborasi pemberian antibiotik intrakranial (tidak lebih dari 15 mmHg)  Posisikan pasien pada posisi semifowler 2. Berikan oksigen sesuai intruksi orientasi 4. menunjukkan fungsi sensori motori pemberian oksigen cranial yang utuh : tingkat kesadaran 6.

Programkan speech-language teraphy 7. untuk memberikan bantuan hanya jika pasien tidak mampu untuk melakukannya. berpakaian. kemampuan untuk melakukan ADLs Dorong klien untuk melakukan aktivitas sehari-hari  Dapat melakukan ADLS dengan bantuan yang normal sesuai kemampuan yang dimiliki.  Klien terbebas dari bau badan Sediakan bantuan sampai klien mampu secara utuh  Menyatakan kenyamanan terhadap untuk melakukan self-care.4. dengan kriteria Monitor kemempuan klien untuk perawatan diri yang neurovaskuler hasil: mandiri.berpakaian. . Berikan arahan / perintah yang sederhana setiap dapat mengekspresikan perasaannya interaksi dengan klien secara verbal maupun nonverbal 6. Lakukan speech-language teraphy setiap interaksi dengan klien 3 Defisit perawatan diri. Gunakan kata-kata sederhana dan pendek dalam diajukan perawat komunikasi dengan klien dapat mengerti dan memahami pesan.d penurunan sirkulasi ke otak selama 3 x 24 jam. Dorong klien untuk mengulang kata-kata pesan melalui gambar 5. Setelah dilakukan tindakan keperawatan NIC : mandi. Dengarkan setiap ucapan klien dengan penuh kriteria hasil: perhatian dapat menjawab pertanyaan yang 3. diharapkan klien memahamkan informasi dari / ke klien mampu untuk berkomunikasi lagi dengan2. toileting dan Kriteria Hasil : makan. selama 3x 24 jam. NOC : Monitor kebutuhan klien untuk alat-alat bantu untuk  Self care : Activity of Daily Living (ADLs) kebersihan diri. berhias. Ajarkan klien/ keluarga untuk mendorong kemandirian. Libatkan keluarga untuk membantu memahami / b. tapi beri bantuan ketika klien tidak mampu melakukannya. Dorong untuk melakukan secara mandiri.d kerusakan mandiri klien terpenuhi. makan. aktifitas dan tidur 2 Kerusakan komunikasi verbal Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1. diharapkan kebutuhan Self Care assistance : ADLs toileting b.

Menujukkan jalan nafas paten ( tidak Airway Management merasa tercekik. frekuensi nafas normal.hari sesuai kemampuan. diharapkan klien dapat Exercise therapy : ambulation melakukan pergerakan fisik dengan Monitoring vital sign sebelm/sesudah latihan dan lihat kriteria hasil : respon pasien saat latihan  Joint Movement : Active Konsultasikan dengan terapi fisik tentang rencana  Mobility Level ambulasi sesuai dengan kebutuhan  Self care : ADLs Bantu klien untuk menggunakan tongkat saat berjalan  Transfer performance dan cegah terhadap cedera Kriteria Hasil : Ajarkan pasien atau tenaga kesehatan lain tentang  Klien meningkat dalam aktivitas fisik teknik ambulasi  Mengerti tujuan dari peningkatan mobilitas Kaji kemampuan pasien dalam mobilisasi  Memverbalisasikan perasaan dalam Latih pasien dalam pemenuhan kebutuhan ADLs secara meningkatkan kekuatan dan kemampuan mandiri sesuai kemampuan berpindah Dampingi dan Bantu pasien saat mobilisasi dan bantu  Memperagakan penggunaan alat Bantu penuhi kebutuhan ADLs ps. guanakan teknik chin lift atau jaw nafas tambahan thrust bila perlu . irama nafas normal. 1 Ajarkan pasien bagaimana merubah posisi dan berikan bantuan jika diperlukan 5 Pola nafas tidak efektif Setelah dilakukan tindakan perawatan NIC : berhubungan dengan penurunan selama 3 x 24 jam. diharapkan pola nafas kesadaran pasien efektif dengan kriteria hasil : . Berikan aktivitas rutin sehari. 4 Kerusakan mobilitas fisik b.tidak ada suara  Buka jalan nafas. Pertimbangkan usia klien jika mendorong pelaksanaan aktivitas sehari-hari.d Setelah dilakukan tindakan keperawatan NIC : kerusakan neurovaskuler selama 3x24 jam. untuk mobilisasi (walker) Berikan alat Bantu jika klien memerlukan.NOC :  Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi .

diharapkan pasien Anjurkan pasien untuk menggunakan pakaian yang mampu mengetahui dan mengontrol longgar resiko dengan kriteria hasil : Hindari kerutan padaa tempat tidur NOC : Tissue Integrity : Skin and Mucous Jaga kebersihan kulit agar tetap bersih dan kering Membranes Mobilisasi pasien (ubah posisi pasien) setiap dua jam Kriteria Hasil : sekali . nadi. catat adanya suara tambahan dan dyspneu (mampu mengeluarkan  Lakukan suction pada mayo sputum. tidak ada suara nafas abnormal)  Monitor respirasi dan status O2 Tanda Tanda vital dalam rentang normal (tekanan darah. tidak ada sianosis  Auskultasi suara nafas. mampu bernafas dengan mudah. keseimbangan. irama nafas.  Berikan bronkodilator bila perlu tidak ada pursed lips)  Berikan pelembab udara Kassa basah NaCl Lembab  Menunjukkan jalan nafas yang paten (klien  Atur intake untuk cairan mengoptimalkan tidak merasa tercekik. hidung dan secret trakea  Pertahankan jalan nafas yang paten  Atur peralatan oksigenasi  Monitor aliran oksigen  Pertahankan posisi pasien  Onservasi adanya tanda tanda hipoventilasi  Monitor adanya kecemasan pasien terhadap oksigenasi 6 Resiko kerusakan integritas Setelah dilakukan tindakan perawatan NIC : Pressure Management kulit b. pernafasan Oxygen Therapy  Bersihkan mulut. frekuensi pernafasan dalam rentang normal.  Respiratory status : Ventilation  Identifikasi pasien perlunya pemasangan alat jalan  Respiratory status : Airway patency nafas buatan  Vital sign Status  Pasang mayo bila perlu Kriteria Hasil :  Lakukan fisioterapi dada jika perlu  Mendemonstrasikan batuk efektif dan  Keluarkan sekret dengan batuk atau suction suara nafas yang bersih.d immobilisasi fisik selama 3 x 24 jam.

dan mampumelakukan oral hygiene Jalan nafas paten. hidrasi. frekuensi pernafasan normal  Haluskan obat sebelumpemberian  Pasien mampu menelan. tidak merasa tercekik dan tidak ada suara nafas abnormal 8 Resiko Injury berhubungan Setelah dilakukan tindakan perawatan NIC : Environment Management (Manajemen . tidak Potong makanan kecil kecil irama. diharapkan tidak Aspiration precaution kesadaran  Monitor tingkat kesadaran. mengunyah tanpa Naikkan kepala 30-45 derajat setelah makan terjadi aspirasi. pigmentasi) tertekan  Tidak ada luka/lesi pada kulit Monitor aktivitas dan mobilisasi pasien  Perfusi jaringan baik Monitor status nutrisi pasien  Menunjukkan pemahaman dalam proses Memandikan pasien dengan sabun dan air hangat perbaikan kulit dan mencegah terjadinya sedera berulang  Mampu melindungi kulit dan mempertahankan kelembaban kulit dan perawatan alami 7 Resiko Aspirasi berhubungan Setelah dilakukan tindakan perawatan NIC: dengan penurunan tingkat selama 3 x 24 jam. reflek batuk dan terjadi aspirasi pada pasien dengan kriteria hasil : kemampuan menelan NOC :  Monitor status paru  Respiratory Status : Ventilation  Pelihara jalan nafas  Aspiration control  Lakukan suction jika diperlukan  Swallowing Status  Cek nasogastrik sebelum makan Kriteria Hasil :  Hindari makan kalau residu masih banyak  Klien dapat bernafas dengan mudah. elastisitas. Oleskan lotion atau minyak/baby oil pada derah yang temperatur.  Integritas kulit yang baik bisa Monitor kulit akan adanya kemerahan dipertahankan (sensasi. mudah bernafas.

Mampu mengenali perubahan status Mengontrol lingkungan dari kebisingan kesehatan Memindahkan barang-barang yang dapat membahayakan Berikan penjelasan pada pasien dan keluarga atau pengunjung adanya perubahan status kesehatan dan penyebab penyakit. diharapkan tidak lingkungan) kesadaran terjadi trauma pada pasien dengan kriteria Sediakan lingkungan yang aman untuk pasien hasil: Identifikasi kebutuhan keamanan pasien. . sesuai dengan NOC : Risk Kontrol kondisi fisik dan fungsi kognitif pasien dan riwayat Kriteria Hasil : penyakit terdahulu pasien  Klien terbebas dari cedera Menghindarkan lingkungan yang berbahaya (misalnya  Klien mampu menjelaskan cara/metode memindahkan perabotan) untukmencegah injury/cedera Memasang side rail tempat tidur  Klien mampu menjelaskan factor resiko Menyediakan tempat tidur yang nyaman dan bersih dari lingkungan/perilaku personal Menempatkan saklar lampu ditempat yang mudah  Mampumemodifikasi gaya hidup dijangkau pasien. untukmencegah injury Membatasi pengunjung  Menggunakan fasilitas kesehatan yang Memberikan penerangan yang cukup ada Menganjurkan keluarga untuk menemani pasien.dengan penurunan tingkat selama 3 x 24 jam.

Rencana Asuhan & Dokumentasi Keperawatan. Nursing Outcomes Classification (NOC) Second Edition. Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Persarafan. Tim SAK Ruang Rawat Inap RSUD Wates. 3 Edisi Revisi. Y. Kapita Selekta Kedokteran. M. Jakarta: EGC Johnson. L.J. New Jersey: Upper Saddle River Muttaqin.J.. Jakarta: Prima Medika Smeltzer. 2003. Andry Hartono. EJ. Yasmin asih. 1996. Monica Ester. Jakarta: Media Aesculapius FKUI Mc Closkey. Standard Asuhan Keperawatan Penyakit Saraf. 2007. 2000. alih bahasa H. DAFTAR PUSTAKA Carpenito. Budi. Kuncara. Jilid Kedua. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth Edisi 8 Vol 2. Jakarta: EGC. Panduan Diagnosa Keperawatan NANDA 2005-2006. et all. dkk. et all. C. Yogyakarta: RSUD Wates Kabupaten Kulonprogo . Buku Saku Patofisiologi. A dkk. 2006. Arif. New Jersey: Upper Saddle River Mansjoer. Nursing Interventions Classification (NIC) Second Edition. Jakarta: EGC Corwin.. 2002. 2007. Jakarta: Salemba Medika Santosa. 2008. 2009.

Related Interests