Marquee Player di ANOM 2017

ANOM 2017 memasuki babak baru, disetujuinya aturan bahwa setiap angkatan diperbolehkan
merekrut maksimal 2 orang dari angkatan non pre klinik membuat munculnya sebuah fenomena
baru ; marquee player.

Tentang Marquee Player
Marquee player, yang dalam bahasa kasar dapat diartikan sebagai “pemain dengan kualitas
bermain diatas rata-rata”, menjadi semakin lazim terdengar dan dipakai di kalangan pecinta
sepakbola Indonesia. Kedatangan dua pemain top eropa, Michael Essien dan Carlton Cole ke
Persib Bandung mengawali fenomena ini yang akhirnya disahkan oleh PT. LIB (Liga Indonesia
Baru) sebagai sebuah aturan baru yaitu Marquee Player.
Selanjutnya, bagaimana seorang pemain dapat disebut sebagai Marquee Player? PT. LIB
memberikan batasan khusus bahwa marquee player adalah pemain yang aktif di liga top eropa dan
pernah bermain di Piala Dunia dalam kurun waktu 8 tahun terakhir, kriteria yang menunjukkan
bahwa pemain tersebut adalah pemain yang memiliki kualitas diatas rata-rata. Itu adalah kriteria
yang ditetapkan oleh PT. LIB untuk Liga 1 musim ini. Lalu, bagaimana dengan ANOM 2017?

Tentang Gengsi Futsal di ANOM
Sebelum beranjak mengenai marquee player di ANOM, ada baiknya kita mengenal kompetisi ini
terlebih dahulu.
ANOM, adalah kompetisi resmi di lingkup Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang yang
mempertandingkan kemampuan seni dan olahraga setiap angkatan dengan tujuan mempererat
hubungan antar angkatan dan menemukan bakat bakat baru untuk dipoles lebih baik lagi dengan
kegiatan-kegiatan lanjutan.
Namun seperti lazimnya sebuah kompetisi antar angkatan di tingkat fakultas, atmosfer panas akan
selalu tercipta. Adik kelas ingin memanfaatkan momen kompetisi sebagai ajang pembuktian
bahwa kualitas mereka tidak kalah dengan kakaknya.
Atmosfer “balas dendam” inilah yang membuat tensi pertandingan selalu memanas. Apalagi di
cabang yang memungkinkan kontak langsung seperti futsal dan basket, sudah pasti ada drama dan
intrik yang ditambahkan ke dalam permainan agar keinginan “menjadi angkatan terbaik” bisa

Kondisi free transfer ini dan kebutuhan setiap angkatan akan pemain berkualitas inilah yang memunculkan istilah marquee player Kemunculan fenomena marquee player ini tak pelak akan menimbulkan pro kontra dalam masyarakat mahasiswa. dan pemain pemain lainnya di generasi awal ANOM. Marquee Player di ANOM 2017 Marquee player sejatinya bukan barang baru di ANOM. akan selalu ada mahasiswa yang “tinggal kelas” atau mengikuti perkuliahan bersama angkatan dibawahnya sehingga saat angkatannya sudah tidak bisa berpartisipasi penuh di ANOM. namun tidak pernah mengikuti perkuliahan bersama adik kelas. Namun khusus di ANOM 2017. peraturan itu berbeda karena ada situasi yang unik. Manakah yang akan ia pilih? Humanisme yang Mulai Menghilang Inilah penyakit utama dunia akhir-akhir ini. maka akan cepat berlabuh pula hati si marquee player. mahasiswa tersebut akan tetap mengikuti ANOM dengan angkatan yang sekarang ia ikuti. Sehingga si mahasiswa berhak untuk ikut ke dalam angkatan yang ia mau. Pertarungan gengsi tersebut menjadi semakin memanas dengan keinginan setiap individu futsal yang ingin terpilih masuk di tim futsal FK Unisma yang memang sudah terkenal di kancah futsal Malang. Kondisi ini dalam dunia sepakbola modern bisa dianggap sebagai seorang free transfer. Fenomena ini akan sangat erat kaitannya dengan penawar tertinggi. Semua dipertaruhkan demi kemenangan dan . berasal dari angkatan yang bukan merupakan angkatan pre klinik. Yaitu adanya beberapa pemain yang berkualitas diatas rata-rata. Sebutlah beberapa pemain seperti Kabul di angkatan 2008 yang yang pernah membela angkatan 2010. dimana kesalahan dan kekalahan dianggap sebagai hal yang memalukan dan harus dihindari habis-habisan. siapa yang bisa menjanjikan prestasi paling tinggi. terdapat pula gengsi antar angkatan dan tidak bisa dipungkiri bahwa selalu ada angkatan yang berseberangan sehingga muncul stigma “siapapun boleh menang asalkan bukan angkatan itu”. dalam hal ini setiap angkatan dianggap sebagai klub sepakbola. Pertanyaannya.tercapai. hanya sebegitukah harga diri sebuah tim sampai mereka harus mengontrak seorang pemain yang bahkan mengikuti kelas mereka saja belum pernah? Selain gengsi futsal di ANOM. Masalah akan timbul di si marquee player karena angkatan dia berasal termasuk berseberangan dengan angkatan yang berada di posisi penawar tertinggi.

Tidak bisa dipungkiri bahwa selalu ada angkatan yang berseberangan sehingga muncul stigma “siapapun boleh menang asalkan bukan angkatan itu”. apakah anda pecinta modernisme atau humanisme? Melihat manusia sebagai faktor angka atau manusia sewajarnya? Lebih nyaman saat berpikir dengan otak atau dengan hati? Selanjutnya anda baru bisa menjawab pertanyaan saya tadi. Sehingga tentu akan menimbulkan persaingan dalam strategi penyusunan kekuatan tim dan akan mempengaruhi banyak hal ke depannya Keinginan untuk menang dan gengsi yang tinggi akan membawa prinsip “menghalalkan segala cara” agar tujuan itu dapat tercapai. termasuk memperkuat tim dengan segala cara. sudah pasti setiap mahasiswa ingin mengeluarkan kualitas terbaik mereka agar dapat terpilih masuk ke dalam tim fakultas . Mengedepankan statistik dan nilai. Apakah ini buruk? Tergantung. Apalagi dengan wasit ANOM yang notabene adalah pelatih futsal dan basket. bukan manusia. Atmosfer itulah yang mendasari betapa tingginya tingkat persaingan di bidang basket dan futsal FK Unisma. memandang manusia sebagai mesin yang dapat diatur setiap aspeknya. Tak jarang. maka dari itu para mahasiswa yang berbakat di dua olahraga tersebut pasti sudah dipoles habis habisan dan pertarungan diantara mereka saat membela angkatan masing-masing akan menjadi suguhan berkualitas yang menarik dan layak disaksikan. Anda tentukan dulu anda berada di sisi mana.kejayaan. Efek Marquee Player Marquee player ini akan berefek domino karena peraturan ini akan dibawa sampai ANOM selanjutnya. Menghilangkan hal-hal yang mendasari hidup manusia seperti harga diri dan hal lainnya. permainan olahraga seperti futsal dilihat dari sudut pandang angka. salah satunya adalah saat ada peraturan marquee p ANOM sendiri diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa FK Unisma dimana di dalam organisasi tersebut memiliki dua tim olahraga yang sudah malang melintang di berbagai macam tingkat kompetisi yaitu tim futsal dan tim basket.

Lalu bagaimanakah yang terjadi apabila faktor “manusia” semakin menghilang di dunia olahraga? Karl Power adalah seorang pendukung Manchester United yang terkenal setelah kejahilannya yang masuk ke dalam lapangan Olympia Stadium.Humanisme dalam Olahraga Olahraga adalah upaya untuk membuat badan menjadi lebih sehat dengan cara cara yang sehat pula. Sialnya. Definisi yang dengan sangat gamblang menyatakan bahwa olahraga sangat erat kaitannya dengan manusia itu sendiri. Badan siapa? Tentu badan manusia itu sendiri. . Munich dan ikut foto bersama pemain The Red Devils lainnya di pertandingan melawan tuan rumah Bayern Munchen itu. disaat ia bersama 10 orang temannya akan mengulangi aksi serupa di Old Trafford.