STUDIO PERMUKIMAN KOTA 2017

SEKTOR SANITASI KELURAHAN LESANPURO
KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTA MALANG
KOTA MALANG
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.1 Gambaran Umum Wilayah

Gambaran umum wilayah penelitian terdiri dari tiga bagian. Gambaran umum wilayah
tersebut meliputi gambaran umum Kota Malang, gambaran umum Kecamatan Lowokwaru
dan gambaran umum Kelurahan Lesanpuro.
4.1.1 Gambaran Umum Kota Malang

Kota Malang merupakan salah satu kota yang terletak di Jawa Timur. Kota Malang
terdiri dari lima kecamatan, yaitu Kecamatan Klojen, Kecamatan Sukun, Kecamaran
Lowokwaru, Kecamatan Blimbing, dan Kecamatan Kedungkandang. serta memiliki 57
Kelurahan. Secara Geografis, Kota Malang terletak pada ketinggian antara 440 – 667 meter
diatas permukaan air laut. Letaknya yang berada ditengah-tengah wilayah Kabupaten Malang
secara astronomis terletak pada 112,06° – 112,07° Bujur Timur dan 7,06° – 8,02° Lintang
Selatan. Kota Malang memiliki tingkat kepadatan penduduk sebesar 7.686 jiwa per km 2. Luas
wilayah Kota Malang mencapai 110,06 km2 dengan batas - batas wilayah sebagai berikut.
Utara : Kecamatan Karang Ploso dan Kecamatan Singosari Kab. Malang.
Selatan : Kecamatan Tajinan dan Kecamatan Pakisaji Kab. Malang.
Barat : Kecamatan Pakis dan Kecamatan Tumpang Kab. Malang.
Timur : Kecamatan Wagir dan Kecamatan Dau Kab. Malang.
Menurut BPS Kota Malang tahun 2016, Kota Malang yang terletak pada ketinggian
antara 440 – 667 meter diatas permukaan air laut, merupakan salah satu kota tujuan wisata di
Jawa Timur karena potensi alam dan iklim yang dimiliki. Pola bentang alam Kota Malang
sebagian besar merupakan dataran rendah sedangkan sisanya merupakan kawasan berlereng.
4.1.2 Gambaran Umum Kecamatan Kedungkandang

Kecamatan Kedungkandang terleatk di bagian timur wilayah Kota Malang. Secara
geografis, Kecamatan Kedungkandang Kota Malang terletak antara 112 036’14” – 112040’42”
Bujur Timur dan 077036’38” – 008001’57” Lintang Selatan. Kecamatan Kedungkandang
terletak pada ketinggian 440 – 460 meter diatas permukaan laut. Di sebelah timur wilayah
Kecamatan Kedungkandang terdapat daerah perbukitan Gunung Buring yang memanjang dari
PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
1

Kelurahan Lesanpuro. Selatan : Kecamatan Tajinan dan Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang.89 km2 dengan batas . Luas wilayah Kecamatan Kedungkandang adalah 39. Kelurahan Lesanpuro. Kelurahan Buring. Kecamatan Sukun. Kelurahan Wonokoyo. Barat : Kecamatan Klojen. Kelurahan Tlogowaru dan Kelurahan Cemorokandang. Timur : Kecamatan Tumapang dan Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. STUDIO PERMUKIMAN KOTA 2017 SEKTOR SANITASI KELURAHAN LESANPURO KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTA MALANG KOTA MALANG utara ke selatan yang meliputi Kelurahan Cemorokandang.batas wilayah sebagai berikut. dan Kecamatan Blimbing PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2 . Kelurahan Kedungkandang. Utara : Kecamatan Pakis Kabupaten Malang.

STUDIO PERMUKIMAN KOTA 2017 SEKTOR SANITASI KELURAHAN LESANPURO KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTA MALANG KOTA MALANG Peta 4. 1 Orientasi Kecamatan Kedungkandang terhadap Kota Malang PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA 3 .

Berdasarkan RDTR BWP Kota Malang Timur Kelurahan Lesanpuro memiliki wilayah seluas 373 ha dengan kepadatan penduduk 49 jiwa/ha. Menurut Kecamatan Kedungkandang Dalam Angka Tahun 2016 Kelurahan Lesanpuro memiliki jumlah penduduk 18. Jarak Kelurahan Lesanpuro ke pusat kota Malang sejauh 5 km sedangkan jarak Kelurahan Lesanpuro ke ibukota kecamatan sejauh 4 km.1. Sebelah Utara : Kelurahan Madyopuro Sebelah Selatan : Kelurahan Kedungkandang Sebelah Timur : Kelurahan Cemorokandang Sebelah Barat : Kelurahan Sawojajar PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA 4 .658 jiwa. kondisi fisik dasar dan kondisi fisik binaan di Kelurahan Lesanpuro.3 KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTA MALANG KOTA MALANG Gambaran Umum Kelurahan Lesanpuro Kelurahan Lesanpuro terletak di Kota Malang Timur di Kecamatan Kedungkandang.962 jiwa dengan rincian jumlah penduduk laki – laki 9. Pembahasan gambaran umum meliputi batas administrasi. STUDIO PERMUKIMAN KOTA 2017 SEKTOR SANITASI KELURAHAN LESANPURO 4.304 jiwa dan perempuan sejumlah 9.

2 Orientasi Kelurahan Lesanpuro terhadap Kecamatan Kedungkandang. Kota Malang PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA 5 . STUDIO PERMUKIMAN KOTA 2017 SEKTOR SANITASI KELURAHAN LESANPURO KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTA MALANG KOTA MALANG Peta 4.

namun ada beberapa warga yang masih belum memiliki MCK. bukan hanya bagi yang tidak memiliki septic tank namun daerah sekitar. penyimpanan. Tidak jauh berbeda dengan MCK. dimana baiknya masyarakat harus memiliki MCK untuk memenuhi kebutuhan mandi.3 Sistem Pengelolaan Sanitasi Sistem pengelolaan sanitasi yang diterapkan di Kelurahan Lesanpuro melalui tahapan pembuangan. pengaliran dan pembuangan akhir. dikarenakan masyarakat yang tidak memiliki septic tank tersebut membuang limbah black water ke aliran sungai. MCK MCK sendiri adalah tempat dimana proses awal mula pembuangan limbah sanitasi. MCK non domestik. mayoritas masyarakat Kelurahan Lesanpuro umumnya memiliki septic tanki.1 Pembuangan Proses pembuangan sanitasi yang dilakukan masyarakat Kelurahan Lesanpuro umumnya melalui saluran pembuangan air limbah berupa black water. 4. peneliti memperoleh informasi mengenai potensi dan permasalahan sanitasi di Kelurahan Lesanpuro. dan kegiatan aktifitas lainnya di sungai. dan kakus agar terwujudnya kesahatan sanitasi yang baik di Kelurahan Lesanpuro. Hal tersebut dapat dilihat bahwa gambaran umum sanitasi di Kelurahan Lesanpuro. Menurut hasil observasi. cuci. menunjukan bahwa masih ada masyarakat di Kelurahan Lesanpuro yang melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS). namun memang masih ada beberapa warga yang belum memiliki septic tank. 4.3. dan MCK komunal sebagai berikut : PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA 6 . hal tersebut dapat berdampak buruk bagi lingkungan. Kondisi beberapa warga yang belum memiliki MCK ini. hal tersebut menjadi potensi masalah akan sanitasi di Kelurahan Lesanpuro.2 KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTA MALANG KOTA MALANG Gambaran Umum Sanitasi Keadaan gambaran umum sanitasi di Kelurahan Lesanpuro meliputi prasarana sanitasi dan sistem pengelolaan sanitasi. STUDIO PERMUKIMAN KOTA 2017 SEKTOR SANITASI KELURAHAN LESANPURO 4. Gambaran umum lainnya tentang sanitasi di Kelurahan Lesanpuro ialah mengenai ketersedian septic tank. Mayoritas masyarakat di Kelurahan Lesanpuro memiliki MCK. Pembuangan ini menggunakan WC individu maupun bersama dengan tabel persebaran kepemilikan MCK beserta dengan persebaran pembuangan limbah black water dan grey water di Kelurahan Lesanpuro sebagai berikut: 1. Dengan rincian persebaran MCK domestik.

cuci. namun memang masih ada keluarga yang belum memiliki MCK individu. Berikut tabel persebaran MCK domestik di Kelurahan Lesanpuro : Tabel 4.1 dapat disimpulkan bahwa di Kelurahan Lesanpuro dari keseluruhan masyarakat yang ada disana semua telah memiliki MCK domestik. b. karena mayoritas masyarakat disana menggunakan MCK baik individu maupun komunal. sehingga terciptanya sanitasi yang baik bagi masyarkat di sarana tersebut. dan terciptanya sanitasi yang sehat. cuci. MCK Domestik MCK domestik ialah MCK untuk kebutuhan individu disetiap rumah. sehingga mereka menggunakan MCK komunal untuk memenuhi kebutuhan sanitasi mereka. MCK Non Domestik MCK non domestik ialah MCK yang berada di sarana. 2017 Berdasarkan Tabel 4. 1 Persebaran MCK Domestik Persebaran Septic Tank Domestik Jumlah RW Individu Jumlah Individu Rumah RW Sarana 1 744 744 1 744 744 2 358 358 2 358 358 3 286 286 3 286 286 4 287 287 4 287 287 5 765 495 5 765 495 6 331 319 6 331 319 7 438 438 7 438 438 8 401 401 8 401 401 9 352 352 9 352 352 10 740 740 10 740 740 11 754 754 11 754 754 Total 5456 5174 Total 5456 5174 Sumber: Survei Primer. Berikut adalah tabel persebaran MCK non domestik di Kelurahan Lesanpuro: PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA 7 . dan kakus masyarakat ketika sedang melakukan kegiatan di sarana tersebut. dengan jumlah MCK menyesuaikan dengan kebutuhan MCK di sarana tersebut. dan kakus keluarga. sehingga hampir tidak ada lagi yang melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di sungai ataupun kegiatan lainnya. STUDIO PERMUKIMAN KOTA 2017 SEKTOR SANITASI KELURAHAN LESANPURO KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTA MALANG KOTA MALANG a. Kesadaran masyarakat Kelurahan Lesanpuro akan pentingnya MCK sudah cukup baik. Baiknya memang setiap sarana harus memiliki MCK untuk memenuhi kebutuhan mandi. yaitu 1 keluarga berada di RW 6 dan 20 lainnya berada di RW 5. dengan jumlah MCK sesuai dengan jumlah anggota keluarga agar terpenuhinya kebutuhan mandi.

2 Persebaran MCK Non Domestik Persebaran MCK Non Domestik RW Jumlah Sarana Individu Komunal Tidak Memiliki Jumlah 1 38 38 38 2 11 11 11 3 44 37 7 44 5 19 9 10 19 7 51 41 10 51 8 16 16 16 9 10 10 10 10 5 3 2 5 11 36 29 7 36 Total 230 0 194 36 230 Sumber: Survei Primer. c. dan ATM. Maka dari itu. ketidak sediaan MCK di sarana tersebut di karenakan kebutuhan MCK di sarana tersebut tidak terlalu di butuhkan.2 dapat disimpulkan bahwa dari total keseluruhan 230 sarana yang ada di Kelurahan Lesanpuro. disediakan MCK komunal yang bertempat di RW 06 yang sangat membantu bagi mereka yang tidak memiliki MCK pribadi. Sebagian kecil masyarakat Kelurahan Lesanpuro tidak memiliki MCK pribadi di rumahnya. Maka dari itu. MCK Komunal MCK lainnya yang terdapat di Kelurahan Lesanpuro merupakan MCK komunal. Peta 4. 3 Peta persebaran MCK PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA 8 . pihak setempat membangun MCK komunal guna melayani rumah yang tidak tersedia MCK pribadi sehingga kebersihan dan kesehatan masyarakat RW 6 diperhatikan. STUDIO PERMUKIMAN KOTA 2017 SEKTOR SANITASI KELURAHAN LESANPURO KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTA MALANG KOTA MALANG Tabel 4. 36 di antarnya tidak memiliki MCK non domestik. sehingga dapat disimupulkan. dan 194 lainnya memiliki MCK. 2017 Berdasarkan Tabel 4. Hal ini dikarenakan pada wilayah RW tersebut merupakan permukiman padat yang pada umumnya masih kurang memperhatikan akan pentingnya ketersediaan MCK pada rumahnya. kebutuhan MCK non domestik di setiap sarana yang ada di Kelurahan Lesanpuro sudah terpenuhi dengan tersedianya MCK di setiap saran sesuai dengan kebutuhannya. agar masyarakat yang tidak memiliki MCK pribadi dapat menggunakan MCK komunal. Kelurahan Lesanpuro yang memiliki MCK komunal hanya di RW 6. Sarana yang tidak memiliki MCK tersebut ialah sarana Lapangan Basket.

. faktor lain yang membuat masyarakat membuang limbah terebut ke tempat yang bukan seharusnya. STUDIO PERMUKIMAN KOTA 2017 SEKTOR SANITASI KELURAHAN LESANPURO KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTA MALANG KOTA MALANG 2. 18 752 770 11 . 3 Persebaran Pembuangan Black Water RW Persebaran Pembuangan Black Water Jumlah Sungai Drainase Septic Tank Lain-lain 1 . Bukan hanya kesadaran. 495 636 6 247 . 761 761 2 1 63 306 370 3 . 4 Peta Persebaran Septic Tank dan Pembuangan Black Water PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA 9 . 541 541 Total 439 88 4995 5522 Sumber: Survei Primer. . dimana baiknya black water seharusnya di alirkan ke septic tank ataupun IPAL. 2017 Pada tabel di atas dapat di simpulkan bahwa masyarakat Kelurahan Lesanpuro hampir semuanya membuang limbah black water ke septic tank. . . 413 413 9 49 . dan di RW 2 dan 10 cukup banyak pula masyarakatnya yang masih membuang limbah black water ke saluran drainase. dan 9. 208 455 7 1 7 433 441 8 . Masyarakat belum mengetahui akan dampak jika mereka membuang limbah tersebut ke sungai terhadap kesehatan lingkungan sekitar. namun data di atas memperlihatkan beberapa RW masih membuang limbah tersebut ke sungai maupun drainase. Pembuangan Black Water Black water adalah hasil dari pembuangan limbah melalui MCK. Masih banyaknya masyarakat yang membuang limbah black water ke tempat yang bukan seharusnya seperti sungai dan aliran drainase di sebabkan masih banyak masyarakat yang masih belum menyadari pentingnya akan ketersediaan septic tank untuk kesehatan keluarga di lingkungan mereka. Peta 4. seperti di wilayah RW 5. khususnya sungai dikarenakan masyarakat lebih memilih langsung membuang limbah tersebut ke sungai. 788 788 4 . Wilayah di RW tersebut tergolong banyak masyarakatnya yang masih membuang limbah black water ke tempat yang bukan seharusnya seperti sungai. 60 109 10 . 238 238 5 141 . dengan tabel persebaran pembuangan black water sebagai berikut : Tabel 4. 6. .

sehingga masyarakat msh membuang limbah tersebut ketempat yang bukan seharusnya. 413 9 . 788 4 . 570 6 13 403 59 2 462 7 . Peta 4. STUDIO PERMUKIMAN KOTA 2017 SEKTOR SANITASI KELURAHAN LESANPURO KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTA MALANG KOTA MALANG 3. Penyimpanan atau pengolahan awal lumpur tinja yang ada di Kelurahan Lesanpuro berupa septic tank. 541 Total 87 4082 1429 2 5511 Sumber: Survei Primer. 362 3 . Septic tank yang tersedia di Kelurahan Lesanpuro PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA 10 . 437 8 . yang bagaimana seharusnya limbah tersebut baiknya dibuang kesaluran dalam keadaan yang sudah diproses dan baik bagi lingkungan dan kesehatan air.2 Penyimpanan / Pengolahan awal Proses penampungan merupakan lanjutan proses pembuangan. Pembuangan Grey Water Grey water adalah hasil dari pembuangan limbah dalam bentuk bekas cucian baju. Berikut adalah tabel persebaran pembuangan grey water : Tabel 4. 425 363 . piring dan mandi. . 770 11 . dimana seharusnya limbah tersebut diproses terlebih dahulu sebelum di alirkan ke aliran drainase maupun sungai agar tidak mencemari. 761 2 8 320 42 . 5 Peta Pembuangan Grey Water 4. 521 20 . 4 Persebaran Pembuangan Grey Water RW Persebaran Pembuangan Grey Water Jumlah Sungai Drainase Septic Tank Lain-lain 1 309 452 . 169 . 2017 Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa mayoritas masyarakat Kelurahan Lesanpuro masih membuang limbah grey water langsung ke drainase. namun ada beberapa yang membuang ke sungai dan septic tank. 169 10 .3. 238 5 66 517 53 . . 759 11 . 236 2 . dimana setelah limbah sanitasi black water tersebut dibuang melalui WC kemudian akan dialirkan ke penyimpanan atau pengolahan awal lumpur tinja. 413 . Kurangnya pemahaman masyarakat akan pengolahan limbah grey water menjadi faktor banyaknya masyarakat yang membuang limbah tersebut ketempat yang bukan seharusnya. 423 14 . Masyarakat Kelurahan Lesanpuro masih menganggap limbah grey water tidak berdampak buruk bagi mereka.

RW 8. Septic Tank Domestik Salah satu prasarana sanitasi yang ada di Kelurahan Lesanpuro adalah septic tank. Pada umumnya wilayah perumahan yang ada di Kelurahan Lesanpuro memakai septic tank pribadi. 2017 Dapat dilihat pada Tabel 4. Sebagian besar sarana memiliki septic tank. dan septic tank komunal. septic tank non domestik.RW 2. dikarenakan lahan di kawasan perumahan sangat sempit. RW 4. Sebagian besar masyarakat di Kelurahan Lesanpuro sudah memiliki septic tank. namun masih ada yang belum memilikinya. RW yang memiliki septic tank individu merupakan RW 1. namun masih ditemukan sarana yang belum memiliki septic tank. 2. Berikut merupakan ketersediaan septic tank yang ada di Kelurahan Lesanpuro. RW 9. dimana kebanyakan developer telah menyediakan sarana dan prasarana tiap rumah sebelum rumah tersebut dihuni. 1. seperti contohnya di RW 07. maka baik developer maupun pribadi oleh warga sering tidak memperhatikan jarak antara septic tank dan sumur. Pada umumnya. Septic Tank Non Domestik Kelurahan Lesanpuro terdapat sejumlah 186 sarana. 5 Persebaran Septic Tank Domestik Septic Tank Domestik RW Jumlah Rumah Individu 1 744 744 2 358 358 3 286 286 4 287 287 5 765 765 6 331 331 7 438 438 8 401 401 9 352 352 10 740 740 11 754 754 Total 5435 5435 Sumber: Survei Primer. Hal ini dikarenakan RW tersebut merupakan daerah perumahan yang dibangun oleh para developer. RW 7. Tabel 4.6. RW 08. dan RW 11. Tabel 4. RW 10. Berikut merupakan persebaran septic tank domestik yang terdapat di rumah masyarakat RW Kelurahan Lesanpuro. RW 10. dan RW 11. STUDIO PERMUKIMAN KOTA 2017 SEKTOR SANITASI KELURAHAN LESANPURO KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTA MALANG KOTA MALANG pun ada 3 jenis. yaitu septic tank domestik. 6 Persebaran Septic Tank Non Domestik PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA 11 .RW 3.

Maka dari itu rumah yang tidak memiliki septic tank dapat difasilitasi dengan adanya septic tank komunal. Tabel 4. - 2 358 . - 9 352 . di setiap sarana memiliki septic tank. Septic Tank Komunal Masih terdapat warga yang belum menyadari pentingnya septic tank di suatu rumah. 7 Persebaran Septic Tank Komunal Septic Tank Tidak memiliki RW Jumlah Rumah Jumlah Komunal septic tank 1 744 . dan dapat disimpulkan. . STUDIO PERMUKIMAN KOTA 2017 SEKTOR SANITASI KELURAHAN LESANPURO KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTA MALANG KOTA MALANG RW Jumlah Sarana Septic Tank Non Domestik 1 38 38 2 11 11 3 44 44 5 19 19 7 51 51 8 16 16 9 10 10 10 5 5 11 36 36 Total 230 230 Sumber: Survei Primer. - 8 401 . semua telah memiliki septic tank. . . setiap sarana yang berada di Kelurahan Lesanpuro sudah cukup baik. - 10 740 . dengan indikator. . - 3 286 . . . Data tersebut kami dapatkan berdasarkan wawancara kepada pemilik atau perwakilan yang ada di sarana tersebut. Kawasan Kelurahan Lesanpuro yang merupakan permukiman padat seperti di RW 02 dan RW 06 memakai septic tank komunal. dengan jumlah total 230. - Total 5435 31 301 332 Sumber: Survei Primer. 2017 Setiap RW yang memiliki sarana rata-rata sudah terdapat septic tank. - 11 754 . . . 3. 2017 Kawasan yang tidak memiliki septic tank komunal adalah RW 5. - 5 765 10 134 144 6 331 21 167 188 7 438 . Berikut meupakan persebaran septic tank yang ada di Kelurahan Lesanpuro. dimana septic tank tersebut untuk pemakaian 2 rumah. . sehingga sebagian warga di Kelurahan Lesanpuro ada yang belum memiliki septic tank. - 4 287 . sehingga disediakan septic tank komunal begitu pula RW 6 yang juga memiliki septic tank komunal. Hal ini PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA 12 . dari total keseluruhan sarana.

maka warga setempat memutuskan aliran pembuangan dari rumah ke IPAL tersebut. Tidak adanya pembuangan akhir dari IPAL sendiri menyebabkan pembuangan dari IPAL dialirkan ke lahan pemakaman yang ada. IPLT Instalasi Pengelolaan Lumpur Tinja atau yang lebih dikenal IPLT tidak tersedia di Kelurahan Lesanpuro. Pada awalnya. 4. IPLT yang dipakai merupakan IPLT Kota Malang yang terdapat di TPA Supit Urang. IPAL tersebut melayani 1 RW secara keseluruhan. 1 IPAL di RW 09 Sumber: Survei Primer. IPAL domestik komunal yang bertempat di RT 05 RW 09. Banyak warga yang sudah tidak memakai IPAL tersebut dikarenakan pembuangannya yang tidak berjalan dengan lancar dan mengalir ke rumah warga kembali. 2. sedangkan IPLT tidak ada di kelurahan tersebut. sehingga ketersediaan infrastruktur yang ada pun tidak sebanyak di perumahan. STUDIO PERMUKIMAN KOTA 2017 SEKTOR SANITASI KELURAHAN LESANPURO KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTA MALANG KOTA MALANG dikarenakan RW 5 dan RW 6 merupakan daerah permukiman yang tidak sepadat perumahan. namun seiring berjalannya waktu IPAL tersebut hanya melayani 1 RT dan lama kelamaan hanya 2 rumah yang memakai IPAL. 2017 Dua rumah yang masih memakai IPAL menggunakannya untuk keperluan rumah tangga dan rumah yang satunya untuk pembuangan limbah cair dari ternak lembu. 1. Pengelolaan lumpur tinja yang ada di Kelurahan Lesanpuro diangkut PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA 13 . Gambar 4.3 Pengaliran/ pengangkutan Kelurahan Lesanpuro terdapat pengaliran atau pengangkutan untuk lumpur tinja.3. Pengangkutan yang terdapat di Kelurahan Lesanpuro hanya IPAL. IPAL Pengelolaan limbah domestik yang terdapat di Kelurahan Lesanpuro menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik komunal.

Lumpur tinja tersebut akan di keringkan di bak pengeringan dan membutuhkan waktu sekitar 40 hari untuk dapat dijadikan pupuk tinja. yang nantinya akan ditampung di tandon penampung. Kapasitas dari truk tinja itu sendiri maksimum 3000 L untuk sekali angkut muatan lumpur tinja dari permukiman menuju IPLT Supit Urang. IPLT yang terdapat di TPA Supit Urang merupakan instalasi yang dirancang untuk mengolah lumpur tinja sebanyak 7-8 truk tinja yang berukuran 3-5 m3 dalam satu hari. Kecamatan Jedong. lumpur tinja tersebut akan melalui proses 5 saluran pemisah antara lumpur tinja dengan air. Terdapat sekitar 10-15 truk tinja yang beroperasi tiap harinya dalam penyaluran lumpur tinja menuju ke IPLT Supit Urang. Pembuangan akhir sendiri ialah proses terakhir dari sistem pengelolaan sanitasi. Berikut masalah-masalah yang ada di masing-masing RW: PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA 14 . dapat ditentukan potensi dan masalah sanitasi di Kelurahan Lesanpuro berdasarkan standar yang ada dan potensi yang terdapat di lokasi yang dapat dimanfaatkan untuk kelengkapan sistem sanitasi di Kelurahan Lesanpuro sebagai berikut: 4. 4. pembuangan akhir yang di lakukan di Kelurahan Lesanpuro berupa pembuangan yang di aliri ke sungai ataupun aliran drainase lainnya. dimana dari proses ini. pupuk dan lain sebagainya. terdapat pengeringan lumpur tinja yang masih terbawa air. Terdapat 6 bak pengeringan dan masing-masing bak dapat menghasilkan 300 kg pupuk tinja.4. STUDIO PERMUKIMAN KOTA 2017 SEKTOR SANITASI KELURAHAN LESANPURO KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTA MALANG KOTA MALANG menggunakan truk menuju IPLT TPA Supit Urang.1 Masalah Fakta-fakta yang terdapat di lokasi dapat dikategorikan sebagai masalah dikarenakan melanggar standar yang ada ataupun membuat masyarakat merasa tidak nyaman menggunakan sarana yang ada. Kota Malang.4 Potensi dan Permasalahan Sanitasi Melihat data hasil survei sebelumnya. Pengurasan saluran pemisah tersebut pun akan dilakukan apabila terjadi penyumbatan. 4. Pada tahap akhir.4 Pembuangan Akhir Pembuangan akhir merupakan tahapan terakhir dari sistem pengelolaan sanitasi.3. Setelah ditampung. limbah black water atau grey water sudah dapat di alirkan ke drainase atau sungai tanpa mencemari lingkungan sekitar atau di manfaat sebagai hal yang bermanfaat lainnya seperti biogas.

Penyaluran BW langsung ke sungai 3. Terdapat warga yang tidak pernah menguras septictank 9 1. 8 Masalah Sanitasi RW Masalah Keterangan 1 1. Terdapat lokasi sumur <10m a. Terdapat lokasi sumur <10m dengan Sumber air bersih 2. Penyaluran BW langsung sungai ke sungai dengan jumlah 2. Penyaluran BW langsung ke sungai 3. Penyaluran BW langsung ke sungai 3. Terdapat warga yang tidak pernah menguras septictank 7 1. Jika kurang dari 10 meter PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA 15 Gambar 4. Terdapat warga yang tidak pernah menguras septictank 2 1. STUDIO PERMUKIMAN KOTA 2017 SEKTOR SANITASI KELURAHAN LESANPURO KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTA MALANG KOTA MALANG Tabel 4. Terdapat warga yang tidak pernah menguras septictank 8 1. Penyaluran BW langsung ke a. Terdapat lokasi sumur <10m dengan Sumber air bersih 2. Terdapat warga yang tidak pernah menguras septictank 3 1. Penyaluran BW ke sungai 247 persil 3. Terdapat warga yang tidak pernah menguras septictank 11 1. 2017 . Terdapat lokasi sumur <10m dengan Sumber air bersih 2. 2 Kegiatan BABS Sumber: Survei primer. Kebiasaan warga untuk menggali septictank baru ketika yang lama sudah penuh 4. Penyaluran BW langsung ke dengan sumber mata air sungai 3. Terdapat warga yang tidak pernah menguras septictank 4. Terdapat warga yang tidak pernah menguras septictank Sumber: Survey primer. Jumlah terbanyak dengan dengan Sumber air bersih 438 septic tank <10m 2. Terdapat warga yang tidak pernah menguras septictank 6 1. 2017 Jarak sumur yang kurang dari 10 meter menjadi masalah dikarenakan standar lokasi peletakan septictank dengan sumur minimal adalah 10 meter. Terdapat warga yang tidak pernah menguras septictank 5 1. Saluran IPAL disalurkan ke tanah makam 10 1. Terdapat lokasi sumur <10m dengan Sumber air bersih 2. Terdapat warga yang tidak pernah menguras septictank 4 1.

4. terdapat IPAL yang hanya digunakan oleh 2 rumah saat ini dikarenakan tidak adanya perawatan dan air hasil buangan justru kembali lagi kerumah.2 Potensi Fakta-fakta yang terdapat di lokasi dapat dikategorikan sebagai potensi berdasarkan fungsi dasar dari suatu sarana ataupun lokasi yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan sanitasi Kecamatan Lesanpuro. 4 MCK Umum di RW 06 Sumber: Survei primer. 9 Potensi Sanitasi RW Potensi Keterangan 6 Terdapat MCK umum yang dapat dipulihkan kembali fungsinya 9 Terdapat IPAL yang dapat dikembalikan ke fungsi awalnya Sumber: Survei primer. 2017 . 3 Photo Mapping Masalah Sanitasi 4. PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA 16 Gambar 4. STUDIO PERMUKIMAN KOTA 2017 SEKTOR SANITASI KELURAHAN LESANPURO KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTA MALANG KOTA MALANG berpotensi terjadi pencemaran sumber air bersih. Potensi sanitasi sebagai berikut: Tabel 4. 2017 Pada RW 9. sehingga membuat warga yang dulunya menggunakan IPAL memutuskan untuk tidak menggunakannya lagi. meskipun terdapat MCK di lokasi. Gambar 4. Kebiasaan warga yang lainnya yaitu penggalian septictank baru ketika septictank yg lama telah penuh. Untuk warga yang langsung membuang Black Water ke sungai dikarenakan tidak adanya septictank pribadi maupun komunal dan kegiatan BAB seringkali dilakukan di sungai dikarenakan kebiasaan masyarakat sehingga terjadi BABS. sehingga memakan banyak lahan seiring berjalannya waktu.

STUDIO PERMUKIMAN KOTA 2017 SEKTOR SANITASI KELURAHAN LESANPURO KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTA MALANG KOTA MALANG IPAL ini dapat dikembalikan lagi fungsinya dan digunakan oleh warga RW 9 lagi jika diberi perawatan yang layak dan penyaluran air limbah menuju lokasi yang semestinya sesuai standar. MCK tersebut dapat difungsikan kembali untuk melengkapi kebutuhan sanitasi warga RW 6 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA 17 . Sedangkan MCK komunal di RW 6 sudah tidak berfungsi lagi dikarenakan tidak adanya perawatan.

5 Photo Mapping Potensi Sanitasi PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA 18 . STUDIO PERMUKIMAN KOTA 2017 SEKTOR SANITASI KELURAHAN LESANPURO KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTA MALANG KOTA MALANG Gambar 4.

Related Interests