A.

PENDAHULUAN
Pneumothoraks adalah keadaan dimana terdapatnya udara bebas dalam cavum pleura,
maka akan menimbulkan penekanan terhadap paru-paru sehingga paru-paru tidak
mengembang dengan maksimal. Pneumothoraks dapat terjadi baik secara spontan atau
traumatik. Pneumothoraks spontan itu sendiri dapat bersifat primer dan sekunder.
Sedangkan pneumothoraks traumatik dapat bersifat iatrogenik dan non iatrogenik1.
Paru-paru dibungkus oleh pleura parietalis dan pleura visceralis. Diantara pleura
parietalis dan visceralis terdapat cavum pleura. Cavum pleura normal berisi sedikit cairan
sereous jaringan. Tekanan intrapleura selalu berupa tekanan negatif. Tekanan negatif
intrapleural membantu dalam proses respirasi1.
Insidensi pneumothorax sulit diketahui karena episodenya banyak tidak diketahui.
Namun dari sejumlah penelitian yang pernah dilakukan menunjukkan bahwa pneumothorax
sering terjadi pada penderita dewasa yang berumur sekitar 40 tahun. Laki-laki leih sering
daripada wanita, dengan perbandingan 5:1. Pada pria, resiko pneumothorax spontan akan
meningkat pada perokok berat dibanding non prokok. Pneumothorax spontan sering terjadi
pada usia muda, dengan insidensi puncak dekade ketiga kehidupan (20-40 tahun)1,2.
Untuk diagnosis dilakukan dengan beberapa tahap dari melakukan anamnesis
dengan adanya gejala nyeri dada, sesak, mudah lelah dan denyut jantung yang cepat. Dan
juga dilakukan pemeriksaan fisik yang terdiri dari inspeksi, palpasi, perkusi,dan auskultasi.
Kemudian dilakukan juga pemeriksaan radiologi yang di dapatkan pada foto thorax adanya
bayangan udara dalam cavum pleura memberikan bayangan radiolusen yang tanpa struktur
jaringan paru (avascular pattern), dan juga bisa didapatkan pendorongan jantung dan trakea
ke kontralateral3.
B. DEFINISI
Pneumothorax adalah keadaan dimana terdapat udara atau gas dalam cavum pleura.
Pada kondisi normal, cavum pleura tidak terisi udara sehingga paru-paru dapat leluasa
mengembang terhadap rongga dada4.
Pneumothorax adalah suatu keadaan terdapatnya udara atau gas di dalam pleura yang
menyebabkan kolapsnya paru5.
Klasifikasi menurut penyebabnya, pneumothorax dapat dikelompokkan menjadi dua
5,6
yaitu;
1. Pneumothorax spontan yaitu setiap pneumothorax yang terjadi secara tiba-tiba.
Pneumothorax tipe ini dapat diklasifikasikan lagi kedalam dua jenis yaitu;

b.6. yaitu pneumothorax yang terjadi karena jejas kecelakaan. pleura dalam keadaan tertutup (tidak ada jejas terbuka pada dinding dada). 2. Lebih sering pada laki-laki muda sehat dibandingkan wanita. Dan berdasarkan jenis fistulanya. b. maka pneumothorax dapat diklasifikasikan kedalam tiga jenis yaitu2 . misalnya pada pengobatan tuberkulosis sebelum era antibiotik. asma lanjut. dinding dada maupun paru5. Pneumothorax spontan primer. tersering pada pasien bronkhitis dan emfisema yang mengalami ruptur emfisema subpleura atau bulla. Timbul akibat ruptur bulla kecil (12cm) subpleural. Pneumothorax tertutup (simple pneumothorax) pada tipe ini. biopsi pleura. misalnya jejas pada dinding dada.6. yaitu pneumothorax yang terjadi dengan didasari oleh riwayat penyakit paru yang telah dimiliki sebelumnya. Pneumothorax tipe ini juga dapat diklasifikasikan lagi dua jenis. . abses paru atau ca paru. yaitu pneumothorax yang terjadi akibat adanya suatu trauma. Pneumothorax traumatik iatrogenik aksidental adalah suatu pneumothorax yang terjadi akibat tindakan medis karena kesalahan atau komplikasi dari tindakan tersebut. asma. terutama dibagian puncak paru. Pneumothorax spontan sekunder. Pneumothorax traumatik iatrogenik aksidental adalah suatu pneumothorax yang terjadi akibat komplikasi dari tindakan tersebut medis. 2. Biasanya tindakan ini dilakukan untuk tujuan pengobatan. Pneumothorax traumatik non-iatrogenik. misalnya pada parasentesis dada. Pneumothorax traumatik iatrogenik artifisisal (deliberate) adalah suatu pneumothorax yang sengaja dilakukan dengan cara mengisikan udara ke dalam cavum pleura. 1. penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Pneumothorax jenis ini pun masih dibedakan menjadi dua. a. maupun untuk menilai permukaan paru-paru5. yaitu: 1. pneumonia. yaitu pneumothorax yang terjadi secara tiba- tiba tanpa diketahui sebabnya atau tanpa penyakit dasar yang jelas. Fibrosis kistik. Penyakit dasar lain: Tb paru. sehingga tidak ada hubungan dengan dunia luar. yaitu: a. Pneumothorax traumatik. barotrauma. kanker paru-paru. dan infeksi paru-paru. baik trauma penetrasi maupun bukan yang menyebabkan robeknya pleura.

120 4. Hall. P. Pneumothorax ventil (Tension Pneumothorax) adalah pneumothorax dengan tekanan intra pleural yang positif dan makin lama makin bertambah besar karena ada fistel di pleura viseralis yang bersifat ventil. Setiati. Jakarta : Indonesia University. Willson. Pneumothorax totalis.com/article/827551 6. Sedangkan menurut luasnya paru mengalami kolaps. Bambang.P. Available from http://emedicine. Price. E. Rasad. Update: 2010 May 27. Sjahriar . Siti. Abdul.RadiologiDiagnostik. yaitu pneumothorax yang mengenai sebagian besar paru (>50% volume paru) DAFTAR PUSTAKA 1.medscape. 2. Alsgaff . Alwi. Jakarta :PusatPenerbitanDepartemenIlmuPenyakitDalamFakultasKedokteranUniversitas Indonesia. Guyton. Surabaya :Airlangga University Press. Marcellus. 2. 1063 5. Jilid II. Simadibrata. setiyohadi. Jakarta EGC. yaitu pneumothorax yang menekan pada sebagian kecil paru (<50% volume paru). yaitu2 : 1. 162-179 3. Mukty. cited 2011 January 10. Vol 2. 2. 2007. 2009. Edisi V. Pneumothorax parsialis.2008. danLorrainne M.Hood. John. Sylvia A. P. 3. Ed. yaitu pneumothorax dimana terdapat hubungan antara czvum pleura dengan bronkus yang merupakan bagian dari dunia luar (terdapat luka terbuka pada dada). Pneumothorax. H. Jeffery. PatofisiologiKonsepKlinis Proses- Proses Penyakit. K. Jakarta : EGC. Glenn. Tension and Traumatic. 2008. W. Bowman. Arthur. 2009. Idrus. P.598. BukuAjarFisiologi Kedokteran. C. Pneumothorax terbuka (Open Pneumothorax).ED:11. 7. Dasar-DasarIlmuPenyakitParu. maka pneumothorax dapat di klasifikasikan menjadi dua. Sudoyo. aru. BukuAjarIlmuPenyakitDalam. .