LANDASAN BIMBINGAN dan KONSELING

SOSIAL BUDAYA, ILMIAH dan TEKNOLOGIS, PEDAGOGIS

Resume
Guna memenuhi tugas Mata Kuliah Dasar-Dasar Bimbingan

Dosen Pengampu
Drs. Suharso, M.Pd.,Kons.
Zakki Nurul Amin, S.Pd.

Oleh
Astrid Pitaloka Putriningrum
1301414047

JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014

yang meliputi berbagai konsep dan asosiasi. stereotip. stereotip. individu milik sos-bud dan sos-bud menjadi milik individu. Dengan tuntutan tersebut terjadilah hubungan timbale balik antara individu dan lingkungannya. 2008). ingatan. namun ada lima macam sumber hambatan yang timbul dalam komunikasi dan penyesuain diri antarbudaya. Ada beberapa hal yang dipelajari dalam sos-bud sebagai landasan BK. dkk dalam Prayitno. 2008). Maka dalam ilmu dan teknologis menjadi landasan bagi Bk perlu mengtahu tentang beberapa hal berikut .kecenderungan menilai. B. Landasan Sosial Budaya Bimbingan dan konseling pada individu-individu mengacu dan saling terkait hububgannya dengan social bias dikatakan generasi tua sebagai pewaris dan generasi muda sebagai penerus. Individu menjadi produk lingkungan social budaya Setiap indivdu bukan hanya harus memenuhi tuntutan biologisnya saja tetapi juga tuntutan budaya tempatia hidup yang menghendaki agar ia mengembangkan tingkah laku yang sesuai dengan budaya tersebut. dkk dalam Prayitno.klien dari latar belakang social budaya masyarakat yang berbeda tidak dapat disamaratakan penanganannya. dan nilai (Pederson. yakni : 1. LANDASAN SOSIAL DAN BUDAYA. baik yang menyangkut teori pelaksanaan kegiatannya maupun pengembangan pelayanan secara berkelanjutan. komunikasi non-verbal. Untuk itu membimbing penelitian dan mengarahkan perhatian mereka kepada berbagai aspek dan seluk-beluk konseling budaya itu. presepsi tentang peranan. penilaian. harapan dan keinginan. yakni sumber-sumber yang berkenaan dengan perbedaan bahasa. Unsur-unsur sos bud yang mempengaruhi individu membentuk unsure yang subjektif. Landasan ILmiah dan teknologis Pelayanan bimbingan dan konseling memiliki dasar keilmuan. Bimbingan dan konseling antar budaya Bimbingan dan konseling juga meliputi antar budaya. ILMIAH DAN TEKNOLOGIS DAN LANDASAN PEDAGOGIS BIMBINGAN DAN KONSELING A. kepercayaan. dan kecemasan (Pederson. Klien. Dalam kehidupannya maka seorang konselor akan mengadapi klien yang berlatar social budaya yang berbeda maka diperlukan latihan dan penelitian menfenai hal itu. pendapat. karena bagaimanpun semua itu individu itu berbeda. 2.

melalui proses pemikiran dan perenungan. wawancara. sosiologis. Landasan pedagogis Pendidikan dijadikan landasa dalam bimbingan dan konseling dibagi menjadi tiga segi. pencegahan. yang dilakukan secara sistematis dan logis berdasarkan penalaran dan kaidah- kaidah keilmuan yang laras dan mapan. dan pemeliharaan/pengembangan). Pengembangan praktek pelayanan BK harus melalui penelitian yang bersifat eksperimen. Pengembangan bimbingan dan konseling melalui penelitian Pengembangan bimbingan dan konseling boleh jadi dapat dikembangkan di belakang meja. buku teks.dokumen. Maka akan diperoleh sejumlah besar objek kajian bimbingan dan konseling. 2. psikologi. melainkan juga kepada praktek pelayanannya. C. Kemudian diperlukan metode pengungkapannya.1. Dengan demikian penelitian suatu teori dan praktek pelayanan BK membuktikan tentang ketetapan dan atau keefektifan/keefisiensianya dilapangan. prosedur tes dan inventory. ilmu statistic dan evaluasi . Namun pengetahuan yang banyak itu belum memiliki makna yang lebih luas dan belum dapat dimanfaatkan apabila belum ditafsirkan dan diberi arti baik secara spesifik maupun luas dalam kaitannya dengan daerah kajian BK. Paparan melalui laporan hasil penelitian. dan tulisan-tulisan karya ilmiah lainnya mengenai objek kajian BK merupakan wujud dari keilmuan bimbingan dan konseling. ilmu hokum. filsafat. Objek kajian BK ialah upaya bantuan yang diberikan kepada individu mengacu pada keempat fungsi pelayanan ( fungsi pemahman. Keilmuan bimbingan dan konseling Ilmu bimbingan dan konseling adalah berbagai pengetahuan tentang bimbingan dan konseling yang tersusun secara sistematik dan logis. ilmu pendidikan. antropologi-sos-bud. Sumbngan berbagai ilmu itu tidak hanya terbatas kepada pembentukan dan pengembangan teori-teori bimbingan dan konseling. pengentasan. Peran ilmu lain dn teknologi dalam bimbingan dan konseling Ilmu lain yang membangtu BK antara lain. seperti pengamatan. analisis laboratories. 3. biologi. Pendidikan sebagai upaya pengembangan individu : Bimbimngan merupakan bentuk upaya pendidikan . social-ekonomi. namun pengembangan lebih lengakap dan teruji didalam praktek ialah apabila perenungan dan pemikiran itu memperhatikan pula penelitian dilapangan. analisis. yakni: 1.

Pendidikan sebagai inti proses bimbingan dan konseling Bimbingan didalamnya harus terkandung unsure belajar dan norma positif yang berlaku. Pendidikan lebih lanjut sebagai inti tujuan bimbingan dan konseling Pada pelayanan bimbingan dan konseling hasil dari pelayanan itu tidak hanya berhenti pada pencapaian hasil itu saja. Hal ini sebagai pengikat antara keduanyaa begitu pula proses belajar yang juga menjadi pengikat diantara keduanya. Pada tahunn 1953. dengan memperoleh hal-hal yang baru itulah klien berkembang. Tanpa pendidikan individu tidak akan mampu mengembangkan dimensi- dimensinya. dan atau latihan. Gistod mengatakan bahwa BK adalah proses yang berorientasi pada belajar …. harus terkandung didalamnya usaha sadar. 3. belajar untuk mengembangakan dan menerapkan secara efektif berbagai pemahaman. Bimbningan dan konseling mempunyai tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang. mak setiapkegiatan pendidikan. untuk peranannya yang akan datang. sedang jangka panjangnya adalah bimbingan berdiri sendiri.sejalan dengan UU no 2 tahun 1989 tentang system nasionla. Oleh kaarena itu segenap pembicaraan kita tentang bimbingan dan konseling tidak boleh dilepaskan dari pengertian pendidikan. dialkukan melalui bentuk kegitan bimbingan. kesadaran ini telah tampil sejak gerakan BK secara meluas di AS. 2. dengan memperoleh hal-hal yang baru bagi dirinya. Dalam penjelasan tersebut secara eksplisit disebutkan bimbngan sebagai salah satu bentuk upaya pendidikan. Dalam kaitannya itu pendidikan dapat diartikan sebagai upaya membudayakan manusia. belajar untuk memahami lebih jauh tentang diri sendiri. Dengan belajar inilah klien memperoleh berbagai hal yang baru bagi dirinya . penyiapan peserta didik. Sifat normative merupakan kondisi inheren pada ilmu pendidikan. dengan hal ini BK mengembangkan proses belajar yang dijalanoi oleh klien0kliennya. sekecil apapun.demikian juga pada bimbingan dan konseling. tujuan jangka pendeknya ialah membantu individu memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. melainkan perlu terus digelindingkan untuk mencapai hasil berikutnya. pengajaran. Bimbningan beriri sendiri itu dicapai dengan bimbingan yang telah diberikan terdahulu hendaknya dapat mengembangkan kemampuan klien mengatai maslahnya sendiri dan memperkembangkan diri sendiri tanpa bantuan .

juga menunjang proses pendidikan pada umumnya. Tujuan bimbingan dan konseling. yang menjadi dasar bahwa tujuan bimbingan dan konseling adalah pendidikan. Disinlah perbedaan bimbingan dan pendidikan yakni bimbingan berhenti dan pendidikan masih tetap diperlukan. . disamping memperkuat tujuan-tujuan pendidikan.pelayanan bimbingan fan konseling lagi.