19

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Anamnesa dan Pemeriksaan Fisik

Tn. J 49 th bersama istri dan anaknya datang ke RSI dengan keluhan

mempunyai benjolan yang terasa nyeri pada daerah dekat anus sejak 9 hari yang

lalu kemudian dilakukan tindakan operasi dan pada saat post operasi pasien

mengalami demam, selain itu kadar gula darah pasien tinggi dan mengalami

insomnia. Pada pemeriksaan fisik Keadaan Umum : Cukup, Kesadaran: Compos

mentis, Vital Sign : Tensi : 160/110 mmHg, Nadi : 90 x/ menit, RR : 18x/menit,

Suhu : 36o C. Pada Pemeriksaan penunjang terdapat kenaikan Leukosit : 14, 33

ribu/ul, Basofil 2, 9 % ,Limfosit 17, 0 %, KGDP : 182 mg/dl dan KGD2PP 198

mg/dl. Pemeriksaan Fisik pada abdomen yang seksama dapat memperlihatkan

massa atau fistula yang berhubungan dengan penyakit radang atau neoplastik,

nyeri lokal, atau distensi abdomen. Pemeriksaan fisis dalam diagnosis penyakit

kolon adalah pemeriksaan rektal digital/dengan jari ditemukannya abses di daerah

sekitar lubang anus.
Abses perianal merupakan jenis abses anorektal yang sering ditemukan. Abses

perianal adalah infeksi pada jaringan lunak di sekitar lubang usus, dengan

pembentukan rongga abses. Abses perianal biasanya nyata, tampak sebagai

pembengkakan yang berwarna merah dan nyeri yang terletak dekat dengan

pinggir anus dan hadir dengan durasi pendek tanpa tanda-tanda sistemik toksisitas

(Lindseth, 2005). Sebuah insiden yang lebih tinggi dari pembentukan abses

tampaknya sesuai dengan musim semi dan musim panas. Sementara demografi

menunjukkan perbedaan yang jelas dalam terjadinya abses anal sehubungan

dengan usia dan jenis kelamin, ada tidak ada pola yang jelas di antara berbagai

hubungan langsung antara pembentukan abses anorektal dan kebiasaan buang air besar. 2009). kemudian pemeriksaan feses melihat adanya lender dan darah yang mengindikasikan adanya infeksi pada GI treck serta pemeriksaan kolonoskopi untuk melihat keadaan colon yang berada pada bagian dalam. Pria dewasa dua kali lebih mungkin untuk mengembangkan abses dan atau fistula dibandingkan dengan perempuan (Breen dan Bleday. Meskipun disarankan. sering diare. Diperkirakan ada sekitar 100. . serta eksisi fistula yang berhubungan (Lindseth. Pemberian antibiotik kurang berguna karena efeknya hanya untuk waktu terbatas dengan risiko keluhan dan tandanya tersamarkan (Sjamsuhidajat.2 Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan darah lengkap untuk melihat adanya infeksi. 4. kondisi ini cukup jinak pada bayi. Pengobatan abses dan fistula anorektal adalah insisi dan drainase abses. jarang memerlukan intervensi operasi pada pasien ini selain drainase sederhana (Hebra. Usia rata-rata untuk presentasi abses anal dan penyakit fistula adalah 20-60 tahun.Pemeriksaan KGD juga dilakukan untuk memonitoring KGD pasien. 20 negara atau wilayah di dunia. Terjadinya abses perianal pada bayi juga cukup umum.000 kasus per tahun di Amerika Serikat. 2009). 4. dan kebersihan pribadi yang buruk tetap tidak terbukti (Hebra. Untungnya. 2004). Mekanisme yang tepat adalah kurang dipahami tetapi tidak muncul terkait dengan sembelit. Prevalensi abses anal pada populasi umum mungkin jauh lebih tinggi daripada yang terlihat dalam praktek klinis. 2005).3 Penatalaksanaan Penanganan abses terdiri dari penyaliran. 2009). Umumnya sudah ada pernanahan sewaktu penderita datang.

21 .