DSAK dan SAK

DSAK adalah salah satu badan dalam IAI yang mempunyai tugas dalam perumusan , pengembangan,
dan pengesahan hal2 yang terkait dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang menjawab
pertanyaan dari pemerintah otoritas, asosiasi dan lembaga luar negeri yang terkait dengan SAK,
dalam hal di pandang perlu berdasarkan pertimbanagan DSAK.

Hal-hal yang terkait SAK yang merupakan lingkup DSAK meliputi:

a. Kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan
b. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) termasuk oanduan lebih rinci jika di
perlukan
c. Interpretasi SAK ( termasuk panduan lebih rinci jika di perlukan);
d. Pernyataan pencabuatan SAK
e. Buletin teknis dan annual improveens
f. Produk lain yang terkait dengan SAK

Anggota DSAK saat ini berjumlah 9 orang yang terdiri dari seoarang ketua merangkap anggota, 1
orang dan wakil ketua merangkap anggota, dan 7 0rang anggota. Anggota DSAK di tetapkan dan di
berhentikan oleh DPN dengan mempertimabng kan masukandari dewan konsultatif standar
akuntansi keuangan (DPKSAK). Proses seleksi anggotta DSAK menjadi tanggung jawab DPN dan
dalam proses tersebut DPN dapat meminta usulan calon anggota DSAK Kkepada DKSAK dan DSAK

Masa kerja anggota DSAK adalah 4 tahun. Untuk kesinambungan penyusunan SAK, pengganti
anggota DSAK dilakukan secara bertahap. Dalam satu periode masa jabatan, jumlah anggota DSAK
yang di ganti maksimal 8 orang. Atas dasat masukan/pertimbangan khusus DKSAK dan/atau DSAK,
masa jabatan anggota DSAK dapat di perpanjang maksimal untuk dua tahun berikutnya melalui
ketetapan DPN.

Untuk dapat menjadi anggota DSAK, seseoarang harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

a. Memiliki mengenai akuntansi dan pelaporan keuangan;
b. Memiliki tingkat intelektual, integritas, dan disiplin tinggi ;
c. Memiliki temperamen yudisial;
d. Mampu untuk bekerha dangan suasan kolegal;
e. Memilik kemampuan komunikasi;
f. Memiliki lingkungan bisnis dan pelpaoran keuangan;
g. Mempunyai komitmen untuk menjalankan misi DSAK dan IAI;
h. Secara sukarela bersedia mencurahkan waktu untuk menjalankan tugas nya sebagai
anggota DSAK; dan
i. Bersedia mendahulukan kepentingan emnegakan citra profesi akuntansi dan
kepentingan menciptakan standar pelaporan keuangan yabg bernilai tinggi

Komposisi anggota DSAK terdiri dari ;

a. Orang pribadi yang di berdasarakan kapasitas pribadinya ( tidak mewakili
instansi/asosiasi); dan

e. Kemamuan untuk mewakili organisasi secara efektif. b. menetapkan tujuan dan mengeloah oragnisasi PSAK. Konsultasikan isu dengan DKSP dalam hal di perlukan . a. pengembangan dan pengawasan kebijakan administratif. Kemampuan untuk memberikan inspirasi untuk kolega dan bawahan agar tercapai usaha yang maksimum. e. Pembahasan masukan publik. Untuk menjadi ketua DSAK wajib memiliki kriteria sebagai berikut . lembaga non pemerintah yang berkepentingna denag pengembangan DSAK DSAK dapat mengusulak kepada DPN untuk menunjuk orang pribadi yang memiliki keahlian dalam bidang-bidang tertentu sebagai narasumber tetap untuk membantu pelaksanaan tugas. Wakil dari instansi pemerintah. bekerja sama dengan pengurus dalam membuat anggaran DSAK. f. Samapi dengan bulan agustus 2012. c. hampir semua IFRS telah di adopsi kedalam PSAK. asosiasi bisnis. Pada saat HUT IAI ke 51 pada tanggal 23 Desember 2008 telah mendeklarasikan rencana indonesia untuk konvergensi terhadap internitional financial reporting standar (IFRS) dalam pengaturan standar akuntansi keuangan. b. . IAS 41 Agriculture Agreementsfor the contraction of reak estate yang di tunda pemberlakuannya. Pengesahan SAK II. c. Identifikasi isu. Kemampuan utnuk mengatasi konflik antar pihak yang berkepentingan dalam penyusunan SAK sehingga dapat di capai konsensus. Sasaran program konvergensi produk adalah merevisi PSAK secara material sesuai dengan IFRS per 1 januari 2009. b. Due proces prosedure penyusunan buletin teknis dan annual improvements tidak wajib mengikuti keseluruhan Tahapan due proces prosedure penyusunan dan pencabutan SAK. Pengesahan dan publikasi exposure draft. Artinya tahu 2012 seluruh standar yang di keuarkan oleh DSAK IAI akan mengacu pada IFRS yand si keluarkan intentitas. Melakuakn riset terbatas. kecuali IFRS I firs time adoption of international financial reporting standart karena IFRS I tidak dapat di terapakan apabila belum mengadopsi penuh IFRS . Due process prosedure penyusunan dan pencabuatn SAK adalah sebagai berikut. dengan target pencapaian tahun 2012. d. dan f. Pelaksanaan publick hering (jika di perlukan) g. dan h. d. Ketua DSAK mempunyai Tanggung jawab untuk memimpin rapat DSAK dan pertemuan lain. Konvergensi IFRS adalah salah satu kesepakatan pemerintah indonesia sebagai anggota G20 forum. Kemampuan untuk membuat. a. Sensitif terhdap perbedaan kepentingan antara pemerintah dan sektor swasta dalam konteks standar pelaporan keuangan Due process prosedure penyusunan dan pencabuatn SAK I. dan melakukan kontan dengan konstituen dan DPN IAI. Pembahasan materi SAK. DSAK IAI memilih menggunakan metode bertahap dalam melaukan program konvergensi tersebut. Kemampuan untuk mengalokasikan sumber daya DSAK .

3. Dengan demian maka suber daya yang kompoten untuk menghitung niali wajar atau bahkan erlu menyewa jasa konsultan. WAKTU KEPUTUSAN 1994 Harminisasi prinsip akuntansi PAI) dengan IAS oleh komite prinsio akuntansi indonesia (KPAI). seperti untuk properti invesasi beberapa aset tak berwujud. 2. PAI berganti nama menjadi PSAK ( Pzernyataan Standar Akuntansi Keuangan) dan KPAI berganti nama menjdi DSAK ( Dewan Stabdar Akuntansi Keuangan). akan lebih banyak di butuhkan judgement untuk menentukan bagaimana suatu transaksi keuangan di catat. dan aset keuangan. 2004 Ketua IAI Rencana pengadopsian IFRS pada tahun 2008 2006 Merevisi target pengadopsianIFRS menjadi ketahun 2010 2008 Merevisi target pengadopsian IFRS menjadi ke tahun 2012 Juli Ketua DSAK adopsi ke konvergensi dan mengklarifikasi target konvergeni pada tahun 2012 dan 2009 mengadopsi IFRS sejak 2009 1 Konvergensi IFRS TAHAP 1 berdasarkan IFRS versi 1 januari 2009 mulai berlaku di indonesia januari 2012 2013 Ketua DSAK Mengumumkan konvergensi IFRS tahap II yang akan berlaku tahun 2015 dengan mengurangi kesenjangan antara IFRS dan PSAK menjadi 1 tahun 1 Konvergebsi IFRS tahap II berdasarakan IFRS versi I JANUARI 2014 januari 2015 .Konvegensi tersebut membawa perubaha yang signifikan terhadap sisitem akutansi dan pelaporan yaitu: 1. Peningkatan penggunaan nilai wajar (file value ) Standar IFRS lebih condong kepada penggunaan nilai wajar. Persyaratan pengungkapan lebih banyak dan lebih rinci IFRS mensyaratkan pengungkapan berbagai informasi tentang resiko baik kualitatif maupun kuantitatif pengungkapandalam laporan keuangan harus sejalan dengan data atau informasi yang diapaki untuk pengambilan keputusan yang di gunakan manajemen. terutama untuk aset-aset yang tidak di miliki niali pasar aktif. Pengguanaan estimasi dan judgement Akibat karakteristik IFRS yang lebih principle-based dibandingkan PSAK /ISAK terdahulu yang lebih rule/based. Mulai di adopdi KDPPLK ( Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan) yang di ambil dari conceptual prameword IAS.