AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENERIMAAN

ORGANOLEPTIK YOGHURT SARI WORTEL
(DAUCUS CARROTA L)

Artikel Penelitian
Disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan
studi pada Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran
Universitas Diponegoro

Disusun oleh
SAMICHAH
22030110130081

PROGRAM STUDI ILMU GIZI FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2014

HALAMAN PENGESAHAN

Artikel penelitian dengan judul “Aktivitas Antioksidan dan Penerimaan
Organoleptik Yoghurt Sari Wortel (Daucus Carrota L)” telah dipertahankan di
hadapan reviewer dan telah direvisi.

Mahasiswa yang mengajukan
Nama : Samichah
NIM : 22030110130081
Fakultas : Kedokteran
Program Studi : Ilmu Gizi
Universitas : Diponegoro
Judul Proposal : Aktivitas Antioksidan dan Penerimaan Organoleptik
Yoghurt Sari Wortel (Daucus Carrota L)

Semarang, 12 September 2014
Pembimbing,

Ahmad Syauqy, S.Gz, MPH
NIP. 198503152014041001

ANTIOXIDANT ACTIVITY AND ORGANOLEPTIC ACCEPTANCE OF CARROT
JUICE YOGHURT (DAUCUS CARROTA L)

Samichah 1, Ahmad Syauqy 2
ABSTRACT
Background: Antioxidant activity can neutralize free-radical properties in human body and
prevent chronic degenerative diseases. Yoghurt is a functional food which has various health
benefit. In order to increase yoghurt’s antioxidant activity, carrot juice is being added as a food
source high in antioxidant activity.
Objective: This study aimed to identify the effect of carrot juice addition in antioxidant activity
and organoleptic acceptance of yoghurt.
Methods: This was a true experimental study with randomization and three treatments, 0%
(control), 15%, and 20% carrot juice addition into the yoghurt with Lactobacillus bulgaricus and
Streptococcus thermophillus probiotics. Data collected were antioxidant activity, β-carotene,
MPN, pH, and organoleptic acceptance of yoghurt. Data was analyzed by using One-way
ANOVA/Kruskal-Wallis test and post-hoc test LSD/Mann-Whitney.
Results: The addition of carrot juice increased antioxidant activity, β-carotene, and MPN, as well
as decreased pH in yoghurt. Panelists acceptance of color increased by carrot juice addition, but
acceptance of taste was the otherwise. The best texture acceptance was yoghurt with 15% carrot
juice addition. Aroma acceptance was not influenced by carrot juice addition.
Conclusion: Yoghurt with the highest antioxidant activity, β-carotene, and MPN was yoghurt with
20% carrot juice addition. While the preferable one by panelists was yoghurt with 15% carrot juice
addition.
Key words: Yoghurt, carrot juice, antioxidant activity, β-carotene, organoleptic
1
Student of Nutrition School, Medical Faculty of Diponegoro University
2
Lecturer of Nutrition School, Medical Faculty of Diponegoro University

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENERIMAAN ORGANOLEPTIK YOGHURT SARI
WORTEL (DAUCUS CARROTA L)

Samichah 1, Ahmad Syauqy 2
ABSTRAK
Latar Belakang: Aktivitas antioksidan dapat menetralisir radikal bebas dalam tubuh dan
mencegah penyakit kronik degeneratif. Yoghurt merupakan pangan fungsional yang memiliki
berbagai manfaat kesehatan. Untuk meningkatkan aktivitas antioksidan pada yoghurt, ditambahkan
sari wortel sebagai sumber pangan tinggi aktivitas antioksidan.
Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penambahan sari wortel terhadap aktivitas antioksidan dan
penerimaan organoleptik yoghurt.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian true eksperimental dengan randomisasi dan tiga
perlakuan, yaitu penambahan sari wortel 0% (kontrol), 15%, dan 20% pada yoghurt dengan
probiotik Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus. Data yang dikumpulkan
adalah aktivitas antioksidan, β-karoten, MPN, pH, dan penerimaan organoleptik yoghurt. Analisis
statistik menggunakan uji One-way ANOVA/Kruskal-Wallis dan uji post-hoc LSD/Mann-Whitney.
Hasil: Penambahan sari wortel terbukti meningkatkan aktivitas antioksidan, β-karoten, dan MPN,
serta menurunkan pH yoghurt. Penerimaan warna oleh panelis semakin meningkat dengan
penambahan sari wortel, sedangkan penerimaan rasa sebaliknya. Penerimaan tekstur terbaik adalah
yoghurt dengan penambahan sari wortel 15%. Penerimaan aroma tidak dipengaruhi oleh
penambahan sari wortel.
Simpulan: Yoghurt yang memiliki aktivitas antioksidan, kadar β-karoten, dan MPN tertinggi
adalah yoghurt dengan penambahan sari wortel 20%. Sedangkan yoghurt yang paling disukai
panelis secara keseluruhan adalah yoghurt dengan penambahan sari wortel 15%.
Kata kunci: Yoghurt, sari wortel, aktivitas antioksidan, β-karoten, organoleptik
1
Mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro
2 Dosen Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro

semakin meningkat aktivitas antioksidannya.8 Yoghurt merupakan pangan fungsional yang banyak dikonsumsi masyarakat karena rasanya yang nikmat. Proses inilah yang menjadi etiologi dan menginisiasi berbagai penyakit kronik degeneratif. seperti seperti atherosklerosis. 1-4 Terdapat hubungan linear antara aktivitas antioksidan free radical-scavenging activity dengan kandungan antioksidan.9 Susu sapi yang difermentasi terbukti memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan susu murni. kandungan gizinya yang baik.41 mg/ml).6. gangguan neurologis. gangguan paru-paru dan hati.PENDAHULUAN Radikal bebas yang terdapat dalam tubuh manusia dapat menyebabkan kerusakan oksidatif. 9 Yoghurt merupakan sumber vitamin dan mineral yang baik bagi tubuh.12 Studi di Portugal menunjukkan aktivitas antioksidan DPPH scavenging activity pada yoghurt plain sebesar 47.85-60.7. imunodepresi.9 Yoghurt juga terbukti memiliki manfaat dalam mengatasi gangguan saluran cerna10 dan mencegah kanker.11 Hasil penelitian di China membuktikan bahwa bakteri Lactobacillus dalam yoghurt memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. diabetes mellitus.5 Kandungan antioksidan dapat menetralisir radikal bebas melalui aktivitas antioksidan yang tinggi.67 mg/ml (54. kardiomiopati.13 . penyakit inflamasi kronik. dapat menyebabkan stres oksidatif. serta sebagai sumber probiotik. kanker.8 Diantaranya adalah dengan menggabungkan berbagai sumber pangan fungsional dengan pangan fungsional lainnya guna menghasilkan efek kesehatan yang lebih luas (multifungsional). sehingga dapat mencegah berbagai penyakit tersebut. Ketidakseimbangan antara radikal bebas seperti reactive oxygen species (ROS) dengan aktivitas antioksidan seperti free radical- scavenging activity. sehingga dapat memberikan manfaat dengan menyediakan antioksidan alami yang aman dan efektif bagi konsumennya.26±6.4 Saat ini banyak dilakukan pengembangan dan pemanfaatan antioksidan alami untuk meningkatkan aktivitas antioksidan melalui pangan fungsional. 3. Semakin tinggi kadar antioksidannya. dan hipertensi.

.5% secara berurutan aktivitas antioksidannya meningkat menjadi 40. dan labu kuning. dan kalium yang baik. karotenoid. nanas.21. black carrot dan labu kuning sebanyak 1. dan wortel. Semakin tinggi presentase penambahan selai. dan fenol.23.5 Wortel adalah sayuran umbi yang biasanya berwarna jingga.18.12%. Buah dan sayur merupakan sumber antioksidan alami seperti vitamin A. khususnya yang berasal dari tumbuhan. flavonoid.18 Studi di Jepang menunjukkan konsumsi 3 kaleng sari wortel (160g/kaleng) selama 4 minggu dapat menurunkan kadar total serum kolesterol dari 202±26 mg/dl menjadi 189±25 mg/dl.19 Penambahan bahan alami seperti buah dan sayur dalam yoghurt sering dilakukan dan bertujuan untuk meningkatkan aktivitas antioksidan dan fungsionalnya.5. 31. salah satunya adalah β-karoten. niasin (vitamin B3). blackberry.49% setelah ditambahkan selai strawberry.13 Hasil penelitian di Mesir menunjukkan penambahan selai strawberry.26 Penambahan wortel dalam yoghurt memiliki banyak manfaat.14-17 Antioksidan alami dalam buah dan sayur seperti karotenoid memiliki aktivitas antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan.22 Penelitian di Portugal membuktikan bahwa penambahan potongan buah dalam yoghurt dapat meningkatkan aktivitas antioksidan serta meningkatkan proteksi konsumen terhadap penyakit terkait radikal bebas dan stres oksidatif. Casei dan β-karoten pada minuman susu fermentasi sari wortel. buah dan sayur dalam yoghurt dapat berperan sebagai prebiotik.25 yaitu 8285µg β-karoten dalam setiap 100g wortel. black carrot.24 serta aktivitas antioksidannya yang tinggi.24. Penelitian di Indonesia membuktikan bahwa peningkatan substitusi sari wortel dapat meningkatkan jumlah bakteri asam laktat L. pada yoghurt dapat meningkatkan kandungan dan aktivitas antioksidan. dan 36.13 Selain itu. E. Saat ini banyak dicari sumber antioksidan alami yang aman. Hal ini disebabkan kandungan antioksidan β-karoten dalam wortel yang tinggi.8 Selain itu. merupakan sumber vitamin A. ceri. Yoghurt plain yang memiliki aktivitas antioksidan 28. labu kuning. Beberapa buah dan sayur yang terbukti memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi antara lain buah beri. karoten.34%. strawberry.69%. C.20 serta zat perasa dan pewarna. aktivitas antioksidannya juga semakin meningkat.

dan uji β-karoten dilakukan 1 kali dan diuji secara duplo. dan sari wortel.1-diphenyl-2- picrylhydrazyl (DPPH) dengan menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang λ 517 nm. pH. dan penerimaan organoleptik yoghurt sari wortel.27 Hasil parameter fisik.studi di Mesir menunjukkan bahwa penambahan sari wortel sebanyak 15% dalam yoghurt dapat meningkatkan waktu simpan tanpa adanya pertumbuhan mikroba patogen (bakteri dan jamur).32. Uji aktivitas antioksidan pada setiap perlakuan dilakukan 2 kali ulangan dan diuji secara duplo. yaitu dengan penambahan sari wortel 0% (sebagai kontrol). 15%.8 METODE Penelitian ini merupakan penelitian true eksperimental dengan tiga perlakuan yang berbeda. perubahan warna dan tekstur.33 dan penerimaan organoleptik menggunakan uji hedonik (kesukaan) terhadap 25 orang panelis tidak terlatih yang terdiri dari mahasiswa semester 6-8 Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang yang sudah pernah melakukan praktikum Uji Organoleptik. kadar β-karoten. total bakteri asam laktat.27 kadar β-karoten diukur dengan menggunakan metode Spektrofotometri.28.30. starter Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus.29 total bakteri asam laktat diukur dengan menggunakan metode Most Probable Number (MPN). dan mikrobiologi terbaik diperoleh melalui substitusi sari wortel 15% dengan kondisi fermentasi suhu 37oC dan waktu inkubasi 24 jam. Yoghurt sari wortel dibuat dengan bahan baku susu sapi segar. sedangkan uji total bakteri asam laktat (MPN). dan 20% pada produk yoghurt dengan probiotik Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus dan dilakukan randomisasi untuk uji aktivitas antioksidan dan uji organoleptik. susu skim. Aktivitas antioksidan diukur dengan menggunakan metode 1. uji pH. . Data yang dikumpulkan adalah aktivitas antioksidan. sedangkan yoghurt kontrol dibuat tanpa penambahan sari wortel. CMC. kimia. gula pasir.31 pH diukur dengan menggunakan pH meter. uji organoleptik pada setiap perlakuan dilakukan 2 kali ulangan.

014 0% 0. kecuali yoghurt sari wortel 20% yang nilai pH-nya tidak menurun jika dibandingkan dengan yoghurt sari wortel 15%. * Uji One-Way ANOVA: p<0. p>0.020* a 20% 4. dilanjutkan dengan uji lanjut multiple comparation (post-hoc test) dengan uji LSD untuk uji lanjutan One Way ANOVA dan uji Mann-Whitney untuk uji lanjutan Kruskal-Wallis.003a mg/ml 0.029 ± 0. HASIL Hasil Uji Laboratorium Hasil uji laboratorium meliputi uji aktivitas antioksidan.005 Keterangan: Huruf yang berbeda di belakang angka menunjukkan beda signifikan. Pengaruh penambahan sari wortel terhadap aktivitas antioksidan.045 ± 0.1 x 10 ± 0.028a pH 15% 4. β-karoten.1 x 107 ± 0. Sehingga yoghurt yang memiliki aktivitas antioksidan. bakteri asam laktat.003* 7 7c 20% 7. dan penerimaan organoleptik diuji dengan menggunakan One Way ANOVA pada data terdistribusi normal dan Kruskal-Wallis pada data tidak terdistribusi normal dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil analisis uji laboratorium dengan konsentrasi penambahan sari wortel Uji Konsentrasi Rerata ± SD Satuan p Laboratorium Sari Wortel 0% 2.272b % RSA 0. dan kadar β-karoten.028b .424 x 107b cfu/gr 0.682 ±0. dan kadar β- karoten tertinggi adalah yoghurt sari wortel 20%. Dari Tabel 1 dapat dilihat bahwa rerata aktivitas antioksidan.61 ± 0.141 x 107a MPN 15% 4.7 x 107 ± 0.05 menunjukkan ada beda. total bakteri asam laktat (MPN).000a Aktivitas 15% 22. kadar β-karoten.018* b 20% 0.05 menunjukkan tidak ada beda.576 0% 2. pH. total bakteri.565 x 10 0% 4.7 ± 0. .019 ± 0.76 ± 0. 0.000* antioksidan c 20% 26. Tabel 1.002a Β-karoten 15% 0. nilai pH.217 ±0. dan nilai MPN yoghurt semakin tinggi dengan peningkatan konsentrasi sari wortel yang ditambahkan. Nilai pH yoghurt memiliki kecenderungan menurun dengan meningkatnya konsentrasi sari wortel yang ditambahkan.295 ± 0.

14 ± 0.000* 20% 4. Hal ini sesuai dengan penelitian .005* 20% 2.56 ± 0.98 ± 0.05 menunjukkan ada beda. * p<0.86a Biasa Tekstur1 15% 3. Berdasarkan hasil analisis statistik.58 ± 0.159* 20% 3. 1 Uji Kruskal-Wallis. post-hoc Mann-Whitney. dan rasa yoghurt dengan penambahan sari wortel dapat dilihat pada Tabel 2.72 ± 0.32 ± 0.72a Biasa 0% 3.Penerimaan Organoleptik Yoghurt Sari Wortel Rerata kesukaan panelis terhadap warna. aroma. 2 Uji One-Way ANOVA. sedangkan rasa yang paling disukai adalah yoghurt kontrol. Hasil analisis tingkat kesukaan panelis terhadap parameter organoleptik dengan konsentrasi penambahan sari wortel Konsentrasi Parameter Penambahan Rerata ± SD Kategori p Organoleptik Sari Wortel 0% 2.62 ± 0.42 Suka 0. Parameter tekstur yang paling disukai adalah pada penambahan konsentrasi sari wortel 15%. Tabel 2.71a Suka Rasa 2 15% 3. tekstur.78 Suka Aroma1 15% 3. post-hoc LSD. semakin meningkat aktivitas antioksidan pada yoghurt.682% RSA.68c Sangat suka 0% 3. sedangkan parameter rasa semakin tidak disukai panelis dengan peningkatan konsentrasi sari wortel tetapi masih dalam kategori biasa hingga suka.50b Suka 0. PEMBAHASAN Aktivitas Antioksidan Yoghurt Sari Wortel Yoghurt dengan aktivitas antioksidan tertinggi adalah yoghurt dengan penambahan sari wortel 20% yaitu sebesar 26. Terbukti bahwa parameter warna dan aroma semakin disukai panelis dengan peningkatan konsentrasi sari wortel.53 Suka 0% 2. Warna dan aroma yang paling disukai adalah yoghurt sari wortel 20%.42 ± 0.38 ± 0.77a Biasa Warna1 15% 3.7 ± 0.67b Suka 0. p>0. penambahan sari wortel berbanding lurus dengan aktivitas antioksidan yoghurt.60a Suka 0.05 menunjukkan tidak ada beda.000* 20% 2. Semakin tinggi konsentrasi penambahan sari wortel.73b Biasa Keterangan: Huruf yang berbeda di belakang angka menunjukkan beda signifikan.92 ± 0.34 ± 0.

sebelumnya di Portugal. dapat meningkatkan kandungan dan aktivitas antioksidan yoghurt. yang memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi sehingga dapat meningkatkan aktivitas antioksidan dalam yoghurt dan mencegah peroksidasi lemak. dan 36.13 Meningkatnya aktivitas antioksidan ini juga berkaitan dengan peningkatan total bakteri asam laktat yaitu Lactobacillus.49% yang diukur menggunakan metode DPPH Radical Scavenging Activity (RSA) setelah ditambahkan selai strawberry.5 Hal ini disebabkan karena kombinasi berbagai macam antioksidan yang terdapat dalam buah.35 Kemampuan bakteri asam laktat untuk memecah protein (proteolitik) menjadi peptida-peptida kecil (bioactive peptides) yang memiliki aktivitas antioksidan juga berkaitan dengan peningkatan aktivitas antioksidan pada yoghurt. kandungan dan aktivitas antioksidannya juga semakin meningkat.13 Hasil penelitian di Mesir menunjukkan bahwa penambahan selai strawberry.37 Peningkatan aktivitas antioksidan pada yoghurt karena penambahan sari wortel ini dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh dengan menyeimbangkan antara radikal bebas dengan aktivitas antioksidan. dan labu kuning pada yoghurt yang difermentasi oleh bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus pada suhu 42±2oC selama 4 jam. black carrot.5% secara berurutan aktivitas antioksidannya meningkat menjadi 40. juga dapat berperan sebagai antioksidan sehingga dapat meningkatkan aktivitas antioksidan dalam yoghurt. Yoghurt plain yang memiliki aktivitas antioksidan 28. maltosa dan laktosa.34%. Aktivitas antioksidan merupakan mekanisme yang dimiliki oleh senyawa antioksidan untuk . yang meneliti tentang kesesuaian zat antioksidan pada label berbagai yoghurt komersial menggunakan analisis kromatografi.12.69%. sayur. dan yoghurt bergabung menjadi satu sehingga dapat meningkatkan aktivitas antioksidannya.12%. 31.34 Selain itu kandungan beberapa gula dalam buah dan sayur. seperti fruktosa. glukosa.36. terbukti bahwa penambahan bahan alami seperti buah dan sayur dalam yoghurt dapat meningkatkan aktivitas antioksidan serta meningkatkan proteksi konsumen terhadap penyakit terkait radikal bebas dan stres oksidatif. Semakin tinggi presentase penambahan selai. galaktosa. black carrot dan labu kuning sebanyak 1.

tetapi kadar β-karoten tetap memiliki kecenderungan meningkat dengan semakin meningkatnya konsentrasi sari wortel. gangguan paru-paru dan hati. diabetes mellitus.28. hidroksil radikal dan peroxynitrite. Yoghurt sari wortel dapat disebut sebagai pangan fungsional. kardiomiopati. karena dengan menggabungkan pangan fungsional yoghurt dengan pangan fungsional wortel sehingga dapat menghasilkan fungsi yang lebih luas. penyakit inflamasi kronik. menghambat. sehingga dapat mencegah berbagai penyakit kronik degeneratif.menunda.6. imunodepresi. peroksil radikal.4 Maka dapat disimpulkan bahwa peningkatan aktivitas antioksidan pada yoghurt sari wortel memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh untuk membantu menetralisir radikal bebas. yaitu 0. seperti atherosklerosis.045 mg/ml atau 45 µg/ml. dan total bakteri asam laktat (probiotik). dan mencegah proses oksidasi lemak.29. sehingga dapat melindungi sel dari kerusakan oksidatif oleh radikal bebas seperti singlet oksigen. dan hipertensi. Walaupun pada yoghurt sari wortel 15% secara statistik peningkatannya tidak signifikan jika dibandingkan dengan yoghurt kontrol.38. kanker. diantaranya adalah peningkatan aktivitas antioksidan. dapat meningkatkan kadar β-karoten yang diukur menggunakan . superoksida. Hasil ini sesuai dengan penelitian sebelumnya di Malang.1-4 Kandungan antioksidan dapat menetralisir radikal bebas melalui aktivitas antioksidan yang tinggi.3. gangguan neurologis.7. Kondisi inilah yang menjadi etiologi dan menginisiasi berbagai penyakit kronik degeneratif. maka terjadi kondisi stres oksidatif dalam tubuh.39 Apabila antara radikal bebas dengan aktivitas antioksidan tidak seimbang.34. kadar β-karoten. memperlambat. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi penambahan sari wortel maka semakin tinggi kadar β-karotennya. bahwa substitusi sari wortel pada minuman susu fermentasi dengan bakteri asam laktat Lactobacillus casei yang difermentasi pada suhu 37oC selama 24 jam dan 42oC selama 8 jam.8 Kadar β-karoten Yoghurt Sari Wortel Dalam penelitian ini yoghurt dengan penambahan sari wortel 20% memiliki kadar β-karoten tertinggi.

33 Peningkatan β-karoten pada yoghurt sari wortel dapat memberikan manfaat bagi kesehatan.24 Sari wortel sebanyak 40 ml yang didapatkan dari 100 g wortel mengandung sekitar 5385-5717 µg β-karoten. yaitu sekitar 135-143 µg/ml sari wortel.42 β-karoten merupakan salah satu zat yang berperan sebagai antioksidan.8. 41 serta menjaga kesehatan mata dan berperan sebagai antioksidan alami yang dapat mencegah penyakit jantung dan meningkatkan fungsi imun.5. yaitu minimal mengandung 106-107 cfu/gr bakteri yang hidup30. Bahan pangan yang memiliki kadar β-karoten tinggi memiliki efek protektif terhadap berbagai penyakit.8 Hal ini disebabkan karena kandungan β-karoten dalam wortel sangat tinggi. sehingga semakin tinggi konsentrasi penambahan sari wortel semakin meningkat jumlah bakteri asam laktat pada yoghurt. Hasil ini sesuai dengan penelitian sebelumnya di Mesir.25 yaitu sebesar 8285µg β-karoten dalam setiap 100g wortel. sehingga baik untuk fermentasi produk wortel.43 Bakteri lactobacillus memiliki viabilitas yang tinggi pada produk fermentasi sari wortel dibandingkan dengan bakteri lainnya. penambahan konsentrasi sari wortel terbukti meningkatkan nilai MPN secara signifikan . Kadar β-karoten yang meningkat ini diduga juga berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas antioksidan pada yoghurt sari wortel.40 β-karoten juga memiliki efek protektif yang signifikan terhadap kanker di 12 organ.44 Berdasarkan hasil analisis. sehingga penambahan sari wortel dapat meningkatkan kadar β-karoten pada yoghurt. β-karoten adalah provitamin A yang termasuk dalam kelompok karotenoid.spektrofotometri. bahwa terdapat . semakin meningkat aktivitas antioksidannya. memiliki ikatan ganda yang sangat reaktif yang berfungsi sebagai antioksidan dan menangkap radikal bebas.31 menurut FAO/WHO dan minimal 107 cfu/gr menurut SNI. karena terdapat hubungan linear antara aktivitas antioksidan dengan kadar antioksidan.42 Total Bakteri Asam Laktat (MPN) Yoghurt Sari Wortel Jumlah bakteri asam laktat ketiga perlakuan pada penelitian ini sudah memenuhi syarat mutu yoghurt.32. Semakin tinggi kadar antioksidannya.

hubungan linear antara konsentrasi sari wortel yang ditambahkan dengan jumlah bakteri asam laktat dalam yoghurt sari wortel.20 Jumlah bakteri asam laktat yang semakin meningkat dan sesuai dengan standar nasional maupun internasional ini. Bakteri asam laktat juga dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri menguntungkan lainnya dengan menyeimbangkan mikroflora dalam usus dan membantu menjaga sistem kekebalan tubuh. salah satunya adalah kesalahan saat melakukan penelitian. Karena Lactobacillus bulgaricus memiliki sifat antibiotik.27 Tetapi pada yoghurt dengan penambahan sari wortel 20% tidak mengalami penurunan pH jika dibandingkan dengan yoghurt sari wortel 15%. serta mencegah dan mengurangi risiko tumor. Hal ini dapat disebabkan karena beberapa faktor. Hasil ini sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya. menyebabkan yoghurt sari wortel dapat disebut sebagai produk pangan yang memiliki manfaat kesehatan dari penambahan probiotik (bakteri asam laktat).12.27 Penelitian sebelumnya di Malang juga menunjukkan hasil yang sama. yaitu pH yoghurt tidak langsung diuji . yang difermentasi oleh Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus pada suhu 45oC selama 7 jam dan diuji dengan metode MRS.38 Nilai pH Yoghurt Sari Wortel Berdasarkan hasil analisis statistik.8. Hal ini disebabkan karena buah dan sayur yang ditambahkan ke dalam yoghurt berperan sebagai prebiotik sehingga dapat meningkatkan jumlah bakteri asam laktat (probiotik) pada yoghurt.12 Bakteri ini juga dapat membantu tubuh untuk memetabolisme lemak dan mempertahankan tingkat kolesterol supaya tetap normal. Bakteri ini dapat membantu memecah laktosa dan menghasilkan asam laktat. yang menyatakan bahwa peningkatan substitusi sari wortel dapat meningkatkan aktivitas bakteri yang menyebabkan peningkatan jumlah asam laktat sehingga nilai pH menurun. sari wortel yang ditambahkan dapat menurunkan pH yoghurt. sehingga dapat membantu mencegah infeksi dan menghambat perkembangan mikroorganisme patogen dalam usus. sehingga dapat membantu pencernaan khususnya bagi orang-orang dengan dangan gangguan intoleransi laktosa.

Yoghurt kontrol berwarna putih susu (creamy white).setelah produk jadi. tetapi aroma yang paling disukai adalah yoghurt dengan penambahan sari wortel 20%. Nilai pH sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. tetapi menurut statistik tidak ada pengaruh konsentrasi penambahan sari wortel terhadap tingkat kesukaan aroma yoghurt (p=0. Nilai rerata kesukaan semakin meningkat pada yoghurt yang ditambahkan sari wortel jika dibandingkan dengan yoghurt kontrol.27 Aroma Aroma yoghurt pada semua perlakuan dapat diterima panelis dengan kategori suka. sehingga apabila tidak langsung diuji maka nilai pH dapat berubah dari nilai semula. semua yoghurt memiliki aroma yang normal dan tidak menyimpang.8. Penerimaan Organoleptik Yoghurt Sari Wortel Warna Warna yoghurt yang paling disukai panelis adalah yoghurt dengan penambahan sari wortel 20%. penambahan sari wortel pada yoghurt memberikan warna jingga lembut pada konsentrasi 15% dan memberikan warna jingga terang pada konsentrasi 20%. sehingga penambahan sari wortel mempengaruhi warna yoghurt. Tekstur Produk yoghurt yang dihasilkan memiliki tekstur yang lembut dan homogen. Hal ini dikarenakan wortel sendiri mengandung β-karoten yang merupakan pigmen berwarna jingga terang. Hasil yang sama juga didapatkan pada penelitian di Malang dan Mesir. semakin jingga terang dan semakin disukai warna yoghurt. Tetapi ketiga perlakuan yoghurt memiliki kekentalan yang berbeda.41 Semakin tinggi konsentrasi sari wortel yang ditambahkan. Tampilan warna antara yoghurt yang diberi penambahan sari wortel dengan yoghurt kontrol terlihat berbeda.8. Hal ini disebabkan karena penambahan sari wortel membuat tekstur yoghurt menjadi . Secara keseluruhan tidak ada perbedaan aroma yang mencolok antar perlakuan.40.159).

lebih encer. penambahan sari wortel pada yoghurt menambahkan sedikit rasa manis pada konsentrasi 15% dan memberikan sedikit after taste langu pada konsentrasi 20%. . Hal ini disebabkan karena di dalam wortel terdapat senyawa bernama isocumarin yang menyebabkan after taste langu pada olahan wortel. Hasil serupa juga didapatkan pada penelitian sebelumnya di Malang. dan yang paling disukai panelis adalah yoghurt kontrol. Urutan total skor organoleptik yoghurt secara keseluruhan dari yang paling tinggi ke yang paling rendah secara berurutan adalah yoghurt sari wortel 15%. karena teksturnya yang pas. semakin menurun tingkat kesukaan rasa yoghurt. Perbedaan kekentalan disebabkan karena semakin tinggi substitusi sari wortel maka jumlah total padatan terlarut (TPT) yang terdispersi dalam bahan baku akan menurun. Yoghurt kontrol memiliki tekstur yang terlalu kental. tidak terlalu kental ataupun terlalu encer. Komponen padatan yang kecil inilah yang menyebabkan penurunan kekentalan/viskositas. sedangkan yoghurt dengan konsentrasi penambahan sari wortel 20% memiliki tekstur yang terlalu encer. Yoghurt dengan konsentrasi penambahan sari wortel 15% merupakan yoghurt yang paling disukai teksturnya dengan kategori suka.45 Penerimaan Organoleptik Secara Keseluruhan Dengan menggabungkan total skor parameter organoleptik yang meliputi warna. aroma. Yoghurt kontrol memiliki rasa susu yang menonjol dengan rasa asam khas yoghurt tanpa adanya rasa manis. dan 0% (kontrol). dan rasa. tekstur.8 Rasa Semakin tinggi konsentrasi sari wortel yang ditambahkan. 20%. Rasa antara yoghurt yang diberi penambahan sari wortel dengan yoghurt kontrol sedikit berbeda. didapatkan bahwa yoghurt sari wortel 15% merupakan yoghurt yang paling disukai panelis secara keseluruhan.

β-karoten 0. dan pH 4. β-karoten 0.107 cfu/gr. MPN 7. SARAN Pengujian nilai pH seharusnya dilakukan langsung setelah produk yoghurt sari wortel selesai dibuat. 2. M. serta para penguji atas saran dan kritik yang membangun. UCAPAN TERIMA KASIH Syukur dan terima kasih penulis ucapkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan kemudahan yang telah diberikan-Nya. 43: 477-503. β- karoten. serta menurunkan nilai pH dan meningkatkan keasaman pada yoghurt. Garcia-Alonso.7. . Free Radical Biol Med 2007. dan total bakteri asam laktat pada yoghurt. Sedangkan yoghurt sari wortel yang secara keseluruhan paling disukai panelis adalah yoghurt dengan penambahan sari wortel 15% dengan rerata aktivitas antioksidan 22. pembimbing atas bimbingan materi. 84: 13-18. Evaluation of the antioxidant properties of fruits. dan pH 4. et al. Trends of oxidative aging theories. FL. sehingga tidak terjadi perubahan nilai. MPN 4.7.1. β-karoten. Yoghurt yang memiliki aktivitas antioksidan. DAFTAR PUSTAKA 1. dan total bakteri asam laktat yang paling tinggi adalah yoghurt dengan penambahan sari wortel 20% dengan rerata aktivitas antioksidan 26.107 cfu/gr. Terima kasih kepada pihak Universitas Muhammadiyah Semarang khususnya Laboratorium Ilmu Teknologi Pangan atas bantuannya selama penelitian. Ucapan terima kasih yang tak terhingga penulis ucapkan kepada orang tua dan keluarga.217 %. Muller.61. Food Chem 2004.045 mg/ml. et al.SIMPULAN Penambahan sari wortel terbukti meningkatkan aktivitas antioksidan. serta semua pihak yang telah membantu kelancaran penyusunan artikel ini.682 %.029 mg/ml.

International Journal of Dairy Science 2013. Zubaidah. 2: 62-76. L. Vol 58. 8. M. N. A. Radiat Phys Chem 2007. The nutrition and health benefits of yoghurt. S.. G. et al. MC. Food Sci Technol 2011. No 4: 567-573. 5(29): 5194-5201. Je-Ruei. Bellino. Properties and antioxidant activity of probiotic yoghurt flafoured with black carrot. Amirdivani. E. doi: 10. Vol 18 (2): 154-161. Rev Inst Nal Enf Resp Mex 2005. 4.. 76: 1557-1586. Antioxidative activities of kefir. Getoff. Advances in endocrinology of aging research. Changes in yoghurt fermentation characteristics. Review. E. African Journal of Microbiology Research 2011. 12: 183-190. Anti-aging and aging factors in life: The role of free radicals.2: 93-100. 13. et al. pumpkin and strawberry. Liu.S. Exp Gerontol 2006. et al. 11. Eur Rev Med Pharmacol Sci 2008.3. Corichi. 7. Ferreira. Vol 18. Pereira. I.3390/antiox2020062. . Asian-Aust J Anim Sci 2005. 9.. Jurnal Teknologi Pertanian 2005. McKinley.. FL. El Samh. Vol. Mehriz Abou. 6. 12. Peranan substitusi dengan sari wortel dan kondisi fermentasi terhadap karakteristik minuman susu terfermentasi bakteri asam laktat. dill and basil. International Journal of Dairy Technology 2005. 10. Baba. IM Olivares. Antioxidative activity of lactic acid bacteria in yogurt. Journal Antioxidants 2013. et al. Relevance of the mention of antioxidant properties in yoghurt labels: In vitro evaluation and chromatographic analysis. and antioxidant potential and in vitro inhibition of angiotensin-1 enzyme upon the inclusion peppermint. et al. Protective effect of lycopene in cardiovascular disease. Perspectivas del uso de antioxidantes como coadyuvantes en el tratamiento del asma. 8 (2): 48-57. No 1. Zhang. S. 6. Antioxidants. 41: 1228-1233. 5. Vol. Barros. No. 44: 1458-1464. et al. Riccioni.

S.. J.S. 2013.Y. Allgeyer.14. 17. Amiruddin. 23. A review of their potential health benefit of some types common to Scotland. Martinez. Hui. and applications. M. 22. Gafour dan E. GE. Program Studi Teknik Pertanian Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Makassar. Miller dan S. 98: 329-333. VC. Root Vegetables. technological and in vitro antioxidant properties of mango. In vitro anti-helicibacter pylori action of 30 Chinese herbal medicines used to treat ulcer disease.. 2008. Food Chem 2012. red currants. 93: 4471- 4479. Egypt J Dairy Sci 2006. 18. Pantelidis. J Dairy Sci 2010.J. dan Y. Li. 102: 777-783. Strawberry from integrated pest management and organic farming: Phenolic composition and antioxidant properties.. 24. New York: John Wiley and Sons. C. .C. J Pharmaceut Biomed Anal 2012. pineapple and passion fruit dietary fibre concentrate. R. L.H. Food & Health Innovation Service (UK). Sensory and microbial quality of yogurt drinks with prebiotics and probiotics. et al. Lee. Pembuatan Tepung Wortel ( Daucus carrota L ) Dengan Variasi Suhu Pengering. 16. principles. et al. Florida (USA): CRC Press. 134: 1926-1931. Skripsi. 2008. phenol. Probiotic milk beverage fortified with antioxidants as functional ingredients. blackberries.S. guava. et al.. 2011.A. Fernandes. 135: 1520-1526. et al. Smith. Chemical. Evaluation of inhibition of cancer cell proliferation in vitro with different berries and correlation with their antioxidant levels by advanced analytical methods. A. Eassawy. 19. J Ethnopharmacol 2005. Li. Flis. gooseberries and cornelian cherries. 20. Food processing. TSC. 21. Antioxidant capacity. Y. 34: 23-32. Food Chem 2012.. Salem. Scotland: FHIS.. Food Chem 2007. et al. Vegetables and fruits: Nutritional and therapeutic values. anthocyanin and ascorbic acid contents in raspberries. 62: 68-78. W.A. 15..

Gordon. 27. Maryland: Aspen publishers. Yanishlieva.V.R.S. 26. Pakistan Journal of Nutrition 2004. functional properties and processing of carrot-a review. 2001. 4th . Kim. Michael. Practical application. Chonkeeree. Nedyalka. A chapman & hall food science book. 31.. HortScience Vol.. LR. Health and nutritional properties of probiotics in food including powder milk with live lactic acid bacteria. A. 1998.Forsythe and P. Jan. 68:163–170.. Carrot yoghurt: Sensory. Yanishlieva. et al. 49 (1): 22-32. Yanishlieva-Maslarova. 28. Microbial examining methods.A. 2001. NH. et al. N. No.. Mermelstein.E. Antioxidants in food. 3. editors. S. New York: CRC press. Inhibiting oxiadation.D. Food and Agriculture Organization of the United Nations / World Health Organization. Measuring antioxidant activity. Antioxidant Activity and Total Phenolic Content of Dried Fermented-Soybean Products Fermented with Bacillus subtilis and Lab: Potential for Functional Food Application. J Food Sci Technol 2012. microbioligical properties and consumer acceptance. 35. S.159-160. Vol. 41 (1) February 2006.25. Sharma.. 29.. Inc. S.A. Chemical composition. Hager. editors. The Content of Phenolic Compounds and Radical Scavenging Activity Varies with Carrot Origin and Root Color. et al.J. M. In: Food hygiene. Chumchuere. chemical. 33. TJ. Gordon. 3(6): 322-330. In: Pokorny... Howard. Plant Foods Hum Nutr 2013. Determining antioxidant activity. Gordon. Chaowarat. 30. Vol.. 4. Jpn J Food Chem 2003.71. M.. Processing Effects on Carrot Phytonutrients.2: 255-258. Report of a joint FAO/WHO expert consultation. dan Neimat A. 2001. In: Pokorny. 3rd ed. et al.p.. 36. p. Nedyalka.. Practical application. 32. Leja. New York: CRC press. E. p. 10(1). Galal. Salwa A.. K. Hayes. Michael. H. microbiology and HACCP. Antioxidants in food. Asian- Aust J Anim Sci 2005. 34. MH. Oshima. Antioxidant activity of some yoghurt starter cultures.18. Jan. 2008. Effect of carrot juice drinking on human serum cholesterol level.22.

37. Hariadi.58. 39. International Conference on Biology. Mohamad. Vijay. Vol XI (1). et al.. M. USA: Taylor and Francis group. No. Silalahi. Tamminen. KJ. Bitterness in Carrots As Quality Indicator.. or Passive Bystanders? Epidemiol Rev 2001. dan Florkowski. Badan Standarisasi Nasional. IACSIT Press. Bowen. V58.. Vol. Development of antioxidant activity in milk whey during fermentation with lactic acid bacteria. Finland. Ouwehand. SNI 2981.7763/IPCBEE. Korhonen. S.. Probiotics in food safety and human health. Akkanen. Fortifikasi vitamin A dan beta-karoten. No. 41. Participation of lycopene and betacarotene in carcinogenesis: Defenders.2 (1): 10-15. Makanan fungsional.. 2006. 44. 40.100. T. 23. 4.. Pihlanto. A. Acta Horticulturae (Internasional Society for Horticultural Science) 2003.. Yogyakarta: Kanisius. A. Salminen. M. Arab. 2006. 2. 23. S. Steck-Scott. H. Kleemann. 42. 604: 525-530. MN. W. MTT Agrifood Research Finland. International Journal of Biotechnology for Wellness Industries 2013.Determination of beta carotene content in fresh vegetables using high performance liquid chromatography. Biotechnology and Food Research. AC. Buletin Teknologi Industri Pangan 2000.J. G. . Ahamad. Singapore. P. Ipek. ICS 67. 43. Fermentation of carrot juice by probiotics: Viability and preservation of adhesion. P.. J.. Sarhad J Agric 2007. Vol. Jokioinen. L. 38. Virtanen. 45. IPCBEE vol. S. 3. 2009. 2006..10. Agrassors. Vol. Standar Nasional Indonesia: Yogurt. DOI: 10. Environment and Chemistry 2013.

Sari Wortel 1) Wortel dicuci bersih.5%) ke dalam susu sapi. Thermophillus (1:1) 2. gula (6%).5 gr Starter L. . Cara Membuat a. 4) Campuran dihomogenisasi dan dibagi menjadi 3 porsi. 3 gr 3 gr 3 gr Bulgaricus dan S. dan didapatkan sari wortel.5 gr 0. 2) Campuran susu sapi dipasteurisasi pada suhu 90oC selama 10 menit.5 gr 0. Formulasi dan Cara Pembuatan 1. b. Yoghurt Sari Wortel 1) Campurkan susu skim (4%). 2) Dilakukan blanching dengan cara mengukus wortel pada suhu 80oC selama 6 menit. Lampiran 1. homogenisasi. dan didinginkan hingga 42oC. 3) Ditambahkan starter Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus (1:1) sebanyak 3%. Formulasi Yoghurt (untuk 100 ml) Bahan Perlakuan I Perlakuan II Perlakuan 3 Sari wortel 0 ml 15 ml 20 ml Susu sapi segar 100 ml 100 ml 100 ml Susu skim 4 gr 4 gr 4 gr Gula pasir 6 gr 6 gr 6 gr CMC 0. 3) Kemudian wortel dihancurkan dengan juicer sehingga ampas dan sarinya terpisah secara otomatis. kedua ujungnya dipotong dan dibelah menjadi dua secara longitudinal. dan CMC (0.

5) Porsi 1 ditambahkan sari wortel 0%. dan porsi 3 ditambahkan sari wortel 20%. 6) Inkubasi pada suhu 37oC selama 24 jam hingga koagulasi terjadi. 7) Diambil sampel untuk uji aktivitas antioksidan dan uji mutu organoleptik. 8) Simpan dalam lemari pendingin pada 4±2oC sebelum dikonsumsi. . porsi 2 ditambahkan sari wortel 15%.

141 x 107 Sari wortel 15% 1 21.71 .003 0.7 0.53 .85 4.021 2 x 107 2 2.018 2.002 0.5 x 107 2 26.576 0. - 27. .005 0.74 0.76 0.59 0.565 x 107 .041 6.029 4.028 0.7 x 107 26.18 .63 0.682 4.1 x 107 SD 0. - 2. .Lampiran 2. Hasil Uji Laboratorium Aktivitas Antioksidan. .78 0.424 x 107 Sari Wortel 20% 1 26.20 .014 0.52 4. .049 7.1 x 107 SD 0.217 4.04 4. - Rerata 22.272 0.11 4.41 4. . dan MPN Akt.027 4. - 23.000 0. Kadar β-Karoten.019 2.61 0. Perlakuan Ulangan Antioksidan Nilai pH β-Karoten MPN (%) (mg/ml) (cfu/gr) Kontrol 1 2.4 x 107 2 23.51 .71 0.66 .295 4.045 7.2 x 107 2.69 0.06 4. .028 0.032 5 x 107 20. - Rerata 26.7 x 107 SD 0. - Rerata 2. Nilai pH.

22175E1 . Hasil Uji Statistik Aktivitas Antioksidan Yoghurt Sari Wortel Oneway Descriptives Nilai Aktivitas Antioksidan Yoghurt Sari Wortel 95% Confidence Interval for Mean Std.406 3 .50472 31.87346 29.29500 2.70650E1 11.86028 26.25654 2.192500 19.29500 . Between Groups 674. Std.742718 4.275 27.025 22.66825E1 .410 Wortel 15% Yoghurt Sari 2 2.295 Wortel 0% Yoghurt Sari 2 2.29500 2.197 2.77156 24.135 Total 674.295 27.617238 4.395 2 337.090 ANOVA Nilai Aktivitas Antioksidan Yoghurt Sari Wortel Sum of Squares Df Mean Square F Sig.490E3 .000000 .801 5 .295 2.66344 22.407500 21. Lampiran 3.272236 .000 Within Groups .576292 .090 Wortel 20% Total 6 1. Lower Upper N Mean Deviation Error Bound Bound Minimum Maximum Yoghurt Sari 2 2.000000 2.

55857 20% 0% Yoghurt Sari Wortel * 4.387500 .29393 20% Yoghurt Sari Wortel Yoghurt Sari Wortel * 24.465000 .21643 20% Yoghurt Sari Wortel Yoghurt Sari Wortel * 19.05 level.000 -25.001 3. The mean difference is significant at the 0.367979 .001 -5. Lower Upper Yoghurt Sari Wortel Yoghurt Sari Wortel (I-J) Error Sig.000 -21.75143 0% 15% Yoghurt Sari Wortel * -24.55857 -23.922500 .21643 25.09357 -18.000 23.63607 15% *.63607 -3.367979 . . Bound Bound Yoghurt Sari Wortel Yoghurt Sari Wortel * -19.367979 .387500 .922500 .367979 .09357 15% 0% Yoghurt Sari Wortel * -4.Post Hoc Tests Multiple Comparisons Nilai Aktivitas Antioksidan Yoghurt Sari Wortel LSD 95% Confidence Interval Mean (I) Perlakuan (J) Perlakuan Difference Std.367979 .000 18.367979 .75143 21.29393 5.465000 .

Hasil Uji Statistik MPN Yoghurt Sari Wortel Oneway Descriptives Nilai MPN Yoghurt Sari Wortel 95% Confidence Interval for Mean Std.512 4.4000 2.2 Wortel 0% Yoghurt Sari 2 4.1414 .005 2.018 12.3000 .533 5 .4 5.888 8.100 .700 .520 3 .173 Total 25.0 Wortel 15% Yoghurt Sari 2 7.633 2.0 2. Lower Upper N Mean Deviation Error Bound Bound Minimum Maximum Yoghurt Sari 2 2. Std.371 2.5 Wortel 20% Total 6 4.013 2 12.507 72.4243 .154 . Between Groups 25.003 Within Groups .5657 .0 7.2598 .7 7.9226 2.829 3.262 7.100 .182 6.5 ANOVA Nilai MPN Yoghurt Sari Wortel Sum of Squares Df Mean Square F Sig. Lampiran 4.1000 .

725 15% *.010 1.Post Hoc Tests Multiple Comparisons Nilai MPN Yoghurt Sari Wortel LSD 95% Confidence Interval Mean (I) Perlakuan (J) Perlakuan Difference Std.725 -1.6000 .4163 .325 20% 0% Yoghurt Sari Wortel * 2.275 0% 15% Yoghurt Sari Wortel * -5.275 3.4163 .6000 . .001 -6.001 3.4000 .4000 . Bound Bound Yoghurt Sari Wortel Yoghurt Sari Wortel * -2.925 15% 0% Yoghurt Sari Wortel * -2.0000 .675 6.008 -3.010 -3.075 3. Lower Upper Yoghurt Sari Wortel Yoghurt Sari Wortel (I-J) Error Sig.0000 .05 level.075 20% Yoghurt Sari Wortel Yoghurt Sari Wortel * 5.008 1.4163 .675 20% Yoghurt Sari Wortel Yoghurt Sari Wortel * 2.4163 .4163 .925 -1.4163 . The mean difference is significant at the 0.325 -3.

02000 4.020 Within Groups .6164 4.000 .59 4. Std.71 Wortel 20% Total 6 4.7636 4.025 5 .001 Total . Lampiran 5.002 3 .63 Wortel 15% Yoghurt Sari 2 4.5059 5.0141 4.69 4.78 ANOVA Nilai pH Yoghurt Sari Wortel Sum of Squares Df Mean Square F Sig.8641 4.02828 .01000 4.6100 .02828 .3559 4.7000 .011 19. Between Groups .023 2 . Lower Upper N Mean Deviation Error Bound Bound Minimum Maximum Yoghurt Sari 2 4.6900 .78 Wortel 0% Yoghurt Sari 2 4. Hasil Uji Statistik Nilai pH Yoghurt Sari Wortel Oneway Descriptives Nilai pH Yoghurt Sari Wortel 95% Confidence Interval for Mean Std.7600 .01414 .02864 4.02000 4.07014 .5729 4.74 4.8271 4.59 4.

2280 0% 15% Yoghurt Sari Wortel .Post Hoc Tests Multiple Comparisons Nilai pH Yoghurt Sari Wortel LSD 95% Confidence Interval Mean (I) Perlakuan (J) Perlakuan Difference Std. .2280 -.02449 .15000 .009 -.02449 .009 .1680 15% *.1680 -.0720 .05 level.1380 .0720 15% 0% Yoghurt Sari Wortel * -.0120 .15000 .02449 .0120 20% Yoghurt Sari Wortel Yoghurt Sari Wortel -.092 -.09000 .035 .02449 . Lower Upper Yoghurt Sari Wortel Yoghurt Sari Wortel (I-J) Error Sig.02449 .06000 .1380 20% Yoghurt Sari Wortel Yoghurt Sari Wortel * -.035 -. Bound Bound Yoghurt Sari Wortel Yoghurt Sari Wortel * .06000 .02449 .092 -. The mean difference is significant at the 0.09000 .0180 20% 0% Yoghurt Sari Wortel * .0180 .

049 Wortel 20% Total 6 .041 .000 3 .032 Wortel 15% Yoghurt Sari 2 . Std.06127 .02950 .011911 . Lower Upper N Mean Deviation Error Bound Bound Minimum Maximum Yoghurt Sari 2 .002500 -.214 .002121 .000 20.00044 .01950 .001 2 .021 Wortel 0% Yoghurt Sari 2 .03133 .018 Within Groups . Between Groups .04500 .00227 . Lampiran 6.000 Total .004863 .049 ANOVA Nilai B-Karoten Yoghurt Sari Wortel Sum of Squares Df Mean Square F Sig.00582 .03856 .04383 .09582 .004000 -.018 .001 5 .018 .003536 .027 .005657 .001500 .01883 . Hasil Uji Statistik Kadar β-Karoten Yoghurt Sari Wortel Oneway Descriptives Nilai B-Karoten Yoghurt Sari Wortel 95% Confidence Interval for Mean Std.

010000 . Bound Bound Yoghurt Sari Wortel Yoghurt Sari Wortel -.004041 .00286 0% 15% Yoghurt Sari Wortel * -.004041 .00264 .010000 .008 .004041 .03836 20% 0% Yoghurt Sari Wortel * .02836 -.031 -.05 level.025500 .031 .03836 -.015500 .090 -.004041 .090 -.01264 20% Yoghurt Sari Wortel Yoghurt Sari Wortel .008 -.02286 15% 0% Yoghurt Sari Wortel * -.004041 .00286 . Lower Upper Yoghurt Sari Wortel Yoghurt Sari Wortel (I-J) Error Sig. The mean difference is significant at the 0.015500 .02836 15% *.00264 20% Yoghurt Sari Wortel Yoghurt Sari Wortel * . .025500 .01264 .02286 .004041 .Post Hoc Tests Multiple Comparisons Nilai B-Karoten Yoghurt Sari Wortel LSD 95% Confidence Interval Mean (I) Perlakuan (J) Perlakuan Difference Std.

5 4 4 4 2 2 2 2 4 3 4 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 2.71 .5 2 1 1.5 3 3 3 3 3 3 13 1 1 1 3 4 3.56 SD 0.5 TOTAL 67.5 2 2 2 3 4 3.5 4 4 4 19 2 2 2 3 3 3 2 2 2 4 3 3.5 2 2 2 3 3 3 10 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 11 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3.5 12 2 2 2 2 5 3.5 4 4 4 7 3 3 3 4 4 4 3 2 2.5 2 2 2 5 4 4.5 15 3 2 2.5 2 2 2 4 4 4 14 3 3 3 3 2 2.5 16 3 3 3 4 3 3.78 0.5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 2 2 2 2 4 3 3.5 4 3 3.32 Tekstur 2. Data Hasil Uji Panelis Daya Terima Yoghurt Sari Wortel 1.7 Aroma 3.5 4 1 2.5 5 5 5 18 4 3 3.5 4 4 4 23 3 3 3 4 4 4 2 2 2 4 2 3 24 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 4 4 25 4 4 4 3 3 3 3 4 3.5 3 4 3.5 8 2 3 2.77 0.5 3 4 3.5 4 3 3.5 4 3 3.5 3 3 3 22 3 3 3 2 2 2 3 2 2.5 2 2 2 4 2 3 17 3 2 2.5 3 3 4 3.5 3 4 3. Lampiran 7.5 5 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 6 4 4 4 4 4 4 3 4 3.5 3 3 3 2 2 2 2 2 2 9 2 2 2 3 2 2. Perlakuan 1 (Yoghurt sari wortel 0% / kontrol) Warna Aroma Tekstur Rata2 Rasa Rata2 Rata2 Rata2 No.5 3 2 2.5 83 68 89 RERATA Warna 2.72 Rasa 3.86 0.5 4 3 3.5 3 2 2. Tekst 210 869 Warna 210 869 Aroma 210 869 210 869 Rasa ur 1 3 2 2.5 20 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 21 1 2 1.

5 3 4 3.5 3 3 3 TOTAL 85.5 2 4 3 3 4 3.5 90.5 3 3 3 4 4 4 3 3 3 2 2 3 2.60 .5 12 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 13 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3.5 3 4 3.5 6 3 3 3 3 4 3.5 4 4 4 4 4 4 2 3 2.5 84.5 3 4 3.5 2 3 2.5 5 3 4 4 4 4 4 5 4.5 9 3 3 3 4 3 3.5 4 3 3.67 0.5 3 3 3 3 3 4 3.5 RERATA Warna 3.5 4 4 4 22 4 3 3.5 19 3 3 3 4 2 3 3 4 3.5 83.5 14 4 4 4 3 3 3 4 4 4 5 3 4 15 4 3 3.5 2 4 3 24 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 25 5 5 5 3 3 3 3 4 3.5 3 3 3 3 3 3 2 2 2 17 3 4 3.5 3 3 3 4 4 4 3 3 3 23 3 3 3 4 4 4 3 4 3.5 4 5 4.5 2 4 3 4 4 4 5 3 4 16 4 3 3. Tekst 084 160 Warna 084 160 Aroma 084 160 084 160 Rasa ur 1 2 3 2.5 4 3 3.50 0.5 4 3 3.38 SD 0.62 Rasa 3.42 0.5 3 5 4 10 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 11 4 4 4 4 2 3 3 2 2.5 8 4 3 3.42 Aroma 3.5 4 4 4 3 3 3 7 4 5 4. Perlakuan 2 (Yoghurt sari wortel 15%) Warna Aroma Tekstur Rata2 Rasa Rata2 Rata2 Rata2 No.34 Tekstur 3.5 4 3 3.5 18 4 3 3.5 4 4 4 20 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 21 4 4 4 3 4 3.5 4 3 3.5 3 4 3. 2.5 4 4 4 4 3 3 3 2 4 3 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 3 3.5 4 4 4 4 5 4.

5 4 4 4 3 2 2.5 4 4 4 4 2 3 4 3 3.5 3 3 3 4 4 4 21 4 5 4. 3.73 .5 4 4 4 4 4 4 4 3 3.5 3 3 3 2 3 2.5 1 2 1.5 4 4 4 4 4 4 2 2 2 25 3 3 3 3 4 3.5 2 3 2. Tekst 791 375 Warna 791 375 Aroma 791 375 791 375 Rasa ur 1 5 5 5 4 4 4 2 2 2 2 2 2 2 4 5 4.5 74.5 3 4 3.68 0.5 2 4 3 2 4 3 8 5 4 4.5 89.5 16 4 4 4 2 3 2.5 6 4 4 4 3 4 3.5 15 2 4 3 3 2 2.5 3 3 3 3 2 2.5 73 RERATA Warna 4.92 SD 0.5 4 4 4 3 2 2. Perlakuan 3 (Yoghurt sari wortel 20%) Warna Aroma Tekstur Rata2 Rasa Rata2 Rata2 Rata2 No.5 3 4 3.5 3 3 3 4 4 4 20 4 4 4 3 2 2.58 Tekstur 2.5 1 2 1.5 23 4 4 4 4 4 4 3 3 3 2 4 3 24 4 5 4.5 2 3 2.5 4 4 4 4 4 4 3 5 4 4.5 17 2 4 3 3 5 4 3 4 3.5 4 4 4 3 3 3 4 3 3.5 7 4 5 4.5 3 4 3.5 14 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 3 3.5 2 4 3 12 4 4 4 4 3 3.5 2 2 2 10 5 5 5 3 4 3.5 13 3 2 2.5 2 2 2 2 3 2.5 2 2 2 22 4 5 4.5 18 5 4 4.14 Aroma 3.5 9 5 5 5 4 4 4 4 3 3.5 2 2 2 4 2 3 11 4 3 3.5 3 4 3.72 0.5 2 2 2 4 1 2.5 3 3 3 3 4 3.5 5 4 4.5 19 4 5 4.5 4 2 3 4 4 4 4 3 3 3 2 4 3 4 4 4 5 4 4 4 4 3 3.5 TOTAL 103.53 0.98 Rasa 2.5 2 3 2.5 2 5 3.

00 5.00 wortel 20% Total 75 3.50 5.53385 .00 panelis wortel 0% yoghurt sari 25 3.10116 3.13699 3.3200 .15780 2.60000 .4200 .8538 2.50 4.50 4.00 tekstur panelis wortel 0% yoghurt sari 25 3.00 4.50 5.42622 .00 wortel 20% Total 75 3.3792 3.78899 .50 5.4200 . Lower Upper N Mean Deviation Error Bound Bound Minimum Maximum Penilaian yoghurt sari 25 2.50 wortel 15% yoghurt sari 25 2.2867 .50 wortel 15% yoghurt sari 25 2.50 5.00 wortel 15% yoghurt sari 25 3.91917 .6277 2. Lampiran 8.4133 .14629 2.5800 .00 Penilaian rasa yoghurt sari 25 3.1400 .00 Penilaian yoghurt sari 25 2.00 Penialaian yoghurt sari 25 3.8573 4.72677 .0208 1. Std.86699 .2662 3.6200 .50 4.00 4.00 aroma panelis wortel 0% yoghurt sari 25 3.71181 .3621 3.1067 .6315 1.00 wortel 15% yoghurt sari 25 4.14572 2.4539 1.00 5.50 5.0779 2.77728 .1195 3.08392 3.14236 3.7200 .80242 .1426 3.60612 .00 .00 wortel 20% Total 75 3.17340 2.08524 3.09266 2.6457 1.50580 .1641 3.00 5.9800 .4112 3.6974 2.2085 3.2219 1.10614 3.00 4.6793 3.00 warna panelis wortel 0% yoghurt sari 25 3. Hasil Uji Statistik Daya Terima Organoleptik Yoghurt Sari Wortel Descriptives 95% Confidence Interval for Mean Std.8004 2.00 5.1323 3.3400 .2807 1.72858 .06999 3.68496 .4227 2.10677 3.5159 3.3800 .9220 3.9200 .8288 2.15546 2.3596 3.6181 3.67206 .50 wortel 20% Total 75 3.2913 1.5528 1.12000 3.73144 .7000 .50 4.9943 3.13441 3.5600 .2739 3.

003 . .220 25 .228 15% yoghurt sari wortel .000 a.b Test Statistics Daya terima warna Chi-Square 30. Grouping Variable: Perlakuan yoghurt wortel Mann-Whitney Test Ranks Perlakuan yoghurt wortel N Mean Rank Sum of Ranks Daya terima warna yoghurt sari wortel 0% 25 19.006 20% a.943 25 .00 yoghurt sari wortel 15% 25 31.978 df 2 Asymp. Daya terima yoghurt sari wortel . Statistic df Sig. Kruskal Wallis Test b.060 .1.20 480. Parameter Warna Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Shapiro-Wilk Perlakuan yoghurt wortel Statistic df Sig. Lilliefors Significance Correction Kruskal-Wallis Test a.174 25 . Sig.00 Total 50 .170 25 .049 .172 warna 0% yoghurt sari wortel .878 25 .80 795.948 25 .

50 Total 50 .54 463.74 893.46 811. (2-tailed) .500 Z -5.500 Wilcoxon W 381.037 Asymp. (2-tailed) .000 Wilcoxon W 480.26 381. Sig.000 a.50 yoghurt sari wortel 20% 25 35.130 Asymp.50 Total 50 a Test Statistics Daya terima warna Mann-Whitney U 56. Grouping Variable: Perlakuan yoghurt wortel Ranks Perlakuan yoghurt wortel N Mean Rank Sum of Ranks Daya terima warna yoghurt sari wortel 0% 25 15.002 a.000 Z -3.50 yoghurt sari wortel 20% 25 32. Sig. Grouping Variable: Perlakuan yoghurt wortel Ranks Perlakuan yoghurt wortel N Mean Rank Sum of Ranks Daya terima warna yoghurt sari wortel 15% 25 18. a Test Statistics Daya terima warna Mann-Whitney U 155.

001 . Grouping Variable: Perlakuan yoghurt wortel 2.500 Wilcoxon W 463. .159 a. (2-tailed) .500 Z -3.000 .347 25 .933 25 .100 aroma 0% yoghurt sari wortel .240 25 . Statistic df Sig. Sig.190 25 . Grouping Variable: Perlakuan yoghurt wortel . Sig. Parameter Aroma Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Shapiro-Wilk Perlakuan yoghurt wortel Statistic df Sig. a Test Statistics Daya terima warna Mann-Whitney U 138.001 a. Lilliefors Significance Correction Kruskal-Wallis Test a.853 25 .445 Asymp.000 15% yoghurt sari wortel . Daya terima yoghurt sari wortel .020 . Kruskal Wallis Test b.002 20% a.674 df 2 Asymp.717 25 .b Test Statistics Daya terima aroma Chi-Square 3.

Lilliefors Significance Correction Kruskal-Wallis Test a.b Test Statistics Daya terima tekstur Chi-Square 17.3. Daya terima yoghurt sari wortel .019 . Grouping Variable: Perlakuan yoghurt wortel Mann-Whitney Test Ranks Perlakuan yoghurt wortel N Mean Rank Sum of Ranks Daya terima tekstur yoghurt sari wortel 0% 25 17.214 25 .503 df 2 Asymp. Kruskal Wallis Test b.917 25 .20 830.00 yoghurt sari wortel 15% 25 33.80 445. Parameter Tekstur Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Shapiro-Wilk Perlakuan yoghurt wortel Statistic df Sig.191 25 .911 25 . Sig. Statistic df Sig. .810 25 .001 .000 tekstur 0% yoghurt sari wortel .00 Total 50 .044 20% a.000 a.240 25 .005 .032 15% yoghurt sari wortel .

(2-tailed) . Sig.811 Asymp.000 a. Grouping Variable: Perlakuan yoghurt wortel .22 480.002 a. a Test Statistics Daya terima tekstur Mann-Whitney U 120.134 Asymp. Sig. (2-tailed) .500 Wilcoxon W 480.500 Z -3.000 Wilcoxon W 445.50 yoghurt sari wortel 20% 25 19. Grouping Variable: Perlakuan yoghurt wortel Ranks Perlakuan yoghurt wortel N Mean Rank Sum of Ranks Daya terima tekstur yoghurt sari wortel 15% 25 31.78 794.000 Z -3.50 Total 50 a Test Statistics Daya terima tekstur Mann-Whitney U 155.

157 25 .640 72 . Parameter Rasa Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Shapiro-Wilk Perlakuan yoghurt wortel Statistic df Sig.073 15% yoghurt sari wortel . . Statistic df Sig.467 Total 39. Between Groups 5.572 ANOVA Daya terima rasa Sum of Squares Df Mean Square F Sig.005 Within Groups 33.927 25 .829 .098 20% a. Daya terima yoghurt sari wortel .148 25 .113 .155 rasa 0% yoghurt sari wortel .163 .087 74 .941 25 .447 2 2.723 5.177 25 .932 25 . Lilliefors Significance Correction Test of Homogeneity of Variances Daya terima rasa Levene Statistic df1 df2 Sig.4.043 .562 2 72 .

64000 .0254 -.2546 1.2054 15% 0% yoghurt sari wortel * .355 -.18000 . Lower Upper yoghurt wortel yoghurt wortel (I-J) Error Sig.05 level.8454 -.5654 .001 .19333 . The mean difference is significant at the 0.19333 .020 .64000 . .46000 .Post Hoc Tests Multiple Comparisons Daya terima rasa LSD 95% Confidence Interval Mean (I) Perlakuan (J) Perlakuan Difference Std.46000 .2054 . Bound Bound yoghurt sari wortel yoghurt sari wortel .0254 20% yoghurt sari wortel yoghurt sari wortel -.5654 0% 15% yoghurt sari wortel * .0746 15% *.19333 .19333 .020 -.19333 .2546 20% 0% yoghurt sari wortel * -.18000 .0746 .19333 .001 -1.355 -.8454 20% yoghurt sari wortel yoghurt sari wortel * -.