GROMERULAR FILTRATION RATE (GFR

)
NO.
NO. REVISI HALAMAN
DOKUMEN

- 1/2
RSUD
KOTA SALATIGA
TANGGAL DITETAPKAN OLEH
TERBIT DIREKTUR RSUD KOTA SALATIGA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Agus Sunaryo, Sp.PD
Pengertian Laju rata-rata penyaringan darah yang terjadi di glomerulus
yaitu sekitar 25% dari total curah jantung per menit,± 1,300
ml . GFR digunakan sebagai salah satu indikator menilai
fungsi ginjal
Tujuan 1. Sebagai acuan dalam melakukan persiapan
pemeriksaan radiologi dengan menggunakan media
kontras.
2. Untuk membantu pemeriksaan agar mendapatkan
hasil yang optimal.
3. Menjamin patient safety pada pemeriksaan radiologi
dengan menggunakan media kontras.
Kebijakan 1. Persiapan dilakukan untuk pemeriksaan yang
menggunakan kontras dan USG.
2. Pemeriksaan dengan persiapan khusus dilakukan
dengan perjanjian terlebih dahulu.
3. Pasien dengan pemeriksaan yang menggunakan
media kontras positif sebelum pemeriksaan diminta
melakukan tes ureum dan kreatinin di laboratorium.
Prosedur 1. Sebelum menghitung nilai GFR pasien, tanyakan umur
pasien kepada pasien/keluarganya, ukur berat badan
serta nilai kadar kreatinin dalam darah.
2. Cara menghitung GFR ada 2 cara, yaitu :
a. Menghitung dengan rumus :

GFR Pria : (40 - umur) × berat badan
72 × kreatinin plasma (mg/dl)

GFR Pria : (40 - umur) x berat badan x 0,85
72 × kreatinin plasma (mg/dl)

b. Menghitung dengan software aplikasi GFR
Calculator

3. Stadium penyakit ginjal

a. NO. Tahap 3 : penurunan moderat pada GFR (30-59 mL/min/1. Tahap 3 : Pasien bisa dilakukan pemeriksaan radiologi dengan media kontras non isoosmolar d. Tahap 4 : Pasien bisa dilakukan pemeriksaan radiologi dengan media kontras non isoosmolar bersamaan dengan jadwal cuci darah e. Tahap 4 : penurunan berat pada GFR (15-29 mL/min/1. Tahap 5 : Pasien bisa dilakukan pemeriksaan radiologi dengan media kontras non ionik isoosmolar bersamaan dengan jadwal cuci darah Unit Terkait Instalasi Rawat Inap Instalasi Rawat Jalan Instalasi Rawat Darurat . Tahap 2 : penurunan ringan pada GFR (60-89 mL/min/1.73 m2) b. GROMERULAR FILTRATION RATE (GFR) NO. Tahap 2 : Pasien bisa dilakukan pemeriksaan radiologi dengan media kontras non ionik isoosmolar c.73 m2) c. KDOQI menerbitkan klasifikasi tahapan penyakit gagal ginjal kronis. sebagai berikut: a. Tahap 5 : Gagal ginjal (GFR <15 mL/min/1. Tahap 1 : Kerusakan ginjal dengan GFR normal atau meningkat (> 90 mL/min/1. REVISI HALAMAN DOKUMEN . 2/2 RSUD KOTA SALATIGA Pada tahun 2002.73 m2 atau dialisis) 4.73 m2) e. Batasan dan terapi pasien pada pemeriksaan radiologi dengan menggunakan media kontras.73 m2) d. Tahap 1 : Pasien bisa dilakukan pemeriksaan radiologi dengan media kontras non ionik b.