RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL

)
BIMBINGAN DAN KONSELING

A. Materi Layanan : Kebiasaan Belajar
B. Jenis Layanan : Layanan Klasikal
C. Fungsi Layanan : Layanan Informasi
D. Bidang Bimbingan : Bimbingan Belajar
E. Tugas Perkembangan : Siswa dapat mengerti dan menguasai ilmu yang sedang
dituntut dengan sempurna serta ujian-ujian dapat dilalui
dengan berhasil sehingga dapat meraih prestasi yang optimal.
F. Tujuan : Agar siswa mempunyai sikap dan cara belajar yang sistematis.
G. Materi : (Terlampir)
H. Metode : Ceramah, diskusi dan tanya jawab.
I. Kegiatan Layanan :

Kegiatan Layanan Waktu
1. Pendahuluan:
 Mengucap salam
 Berdo’a 10 Menit
 Mengkondisikan siswa untuk mengikuti kegiatan layanan
 Menyampaikan tujuan layanan yang akan diberikan
2. Kegiatan Inti:
 Menjelaskan materi yang disampaikan.
 Memberikan informasi tentang pengertian kebiasaan belajar, cara
belajar yang baik, dan tempat terjadinya kebiasaan belajar.
 Guru BK memberikan pertanyaan dan mempersilahkan siswa untuk 20 Menit
menjawabnya.
 Guru BK mempersilahkan siswa untuk menanyakan apa saja yang
siswa belum memahami.
3. Kegiatan Penutup:
 Guru BK dan siswa bersama-sama menyimpulkan kegiatan layanan
yang telah dilakukan. 10 Menit
 Guru BK memberi penguatan dan motivasi pada siswa.
 Menutup kegiatan layanan dengan do’a.
TOTAL 40 Menit

J. Sasaran Layanan : Siswa kelas IX SMP / I
K. Waktu Pelaksanaan :
1. Tanggal : 30 Mei 2017
2. Waktu Layanan : Jam ke 2
3. Alokasi Waktu : 1 x 40 menit
L. Tempat Pelaksanaan : Di Ruang kelas IX
M. Sumber / Bahan Alat : Internet
http://kejarmimpi.blogspot.co.id/2013/11/kebiasaan-belajar.html
N. Penyelenggara Layanan : Guru BK
O. Pihak yang Terlibat : Siswa kelas IX SMP
P. Alat dan Perlengkapan : Laptop, LCD, power point,
Q. Penilaian :
1. Penilaian Proses
 Antusiasme siswa dalam menyimak tayangan materi layanan
 Kesungguhan siswa dalam mengerjakan tugas
Antusiasm
No. Nama Siswa Partisipasi Aktifitas Respon
e
1.

2.

3.

Jumlah
Keterangan : A : Baik = Jumlah Skor 3
B : Cukup = Jumlah skor 2
C : Kurang = Jumlah skor 1
2. Penilaian Hasil
Laiseg: Melakukan penilaian segera setelah layanan diberikan.
Laijapen: Memantau perkembangan peserta didik berkaitan kegiatan layanan
seminggu setelah layanan diberikan dengan melakukan observasi.
Laijapan: Melakukan wawancara kepada siswa satu bulan / semester setelah
pemberian layanan.
R. Tindak Lanjut :
 Apabila masih ada siswa yang mengalami kesulitan dengan topik layanan, akan
diberikan layanan bimbingan kelompok/konseling individu.
 Merencanakan layanan lanjutan dengan topik yang berbeda.
S. Catatan Khusus :

Tegal, 30 Mei 2017
Mengetahui,
Kepala Sekolah Konselor Sekolah

…………………….. ……………………..
NIP. NIP.

KEBIASAAN BELAJAR

A. Pengertian Kebiasaan Belajar
Kebiasaan belajar merupakan salah satu faktor penunjang tercapainya prestasi belajar
siswa. Dalam rangka mencapai prestasi belajar yang diharapkan, maka dalam kegiatan
belajarnya, siswa hendaknya mempunyai sikap dan cara belajar yang sistematis. Cara belajar
yang baik adalah suatu kecakapan yang dimiliki oleh setiap siswa dengan jalan latihan dalam
usaha belajarnya sehingga menjadi kebiasaan yang melekat pada diri siswa.
Menurut Dr. Rudolf Pintner dalam Purwanto(2000: 112-115), cara belajar yang baik yaitu:
1. Membaca dengan metode keseluruhan kepada bagian.
2. Membaca dengan metode keseluruhan kepada lawan bagian
3. Membaca dengan metode campuran aniara keseluruhan dan bagian.
4. Membaca dengan metode resitasi.
5. Jangka waktu belajar.
6. Pembagian waktu belajar.
7. Membatasi kelupaan.
8. Menghafal.
9. Kecepaatan belajar dalam hubungannya dengan ingatan.
Dengan memiliki kebiasaan belajar yang baik maka setiap usaha belajar akan
memberikan hasil yang memuaskan. Ilmu yang sedang dituntut dapat dimengerti dan dikuasai
dengan sempurna serta ujian-ujian dapat dilalui dengan berhasil sehingga akhirnya dapat
meraih prestasi yang optimal. Kebiasaan belajar yang baik itu haruslah dipupuk dan
dikembangkan. Demikian pula kebiasaan belajar itu bukan sesuatu yang telah ada, namun
sesuatu yang harus dibentuk. Sedangkan apabila memiliki kebiasaan belajar yang tidak sesuai
atau kurang tepat maka akan memperoleh hasil yang tidak optimal sehingga akan
mempengaruhi prestasi belajar siswa yang bersangkutan.
Kebiasaan belajar yang tidak sesuai dapat mempersulit siswa dalam memahami dan
memperoleh pengetahuan sehingga menghambat kemajuan belajar siswa dan pada akhirnya
akan mengalami kegagalan dalam berprestasi. Dalam kegiatan sehari-hari ditemukan adanya
kebiasaan belajar yang kurang baik. Menurut Dimyati (2002: 246), kebiasaan belajar yang
kurang baik antara lain berupa:
1. Belajar pada akhir semester.
2. Belajar tidak teratur.
3. Menyia-nyiakan kesempatan belajar.
4. Bersekolah hanya untuk bergengsi.
5. Datang terlambat.
6. Bergaya jantan seperti merokok, sok menggurui teman lain.

B. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebiasaan Belajar
Faktor-faktor yang mempengaruhi kebiasaan belajar pada siswa sangat beragam. Faktor-
faktor itu bisa berasal dari dalam diri siswa sendiri ataupun dari lingkungan. Faktor-faktor
yang mempengaruhi kebiasaan belajar siswa ini seharusnya di manipulasi sedemikian rupa
sehingga dapat membuat sebuah perilaku kebiasaan belajar yang bersifat positif bagi siswa.
Kebiasaan belajar dapat terwujud dan dilaksanakan siswa dalam kaitannya dengan
aktivitas kehidupan yang nampak yaitu dalam bentuk tingkah laku khususnya dalam proses
pembelajaran disekolah, kebiasaan belajar ini tidak muncul dengan sendirinya melainkan
dikondisikan dan dibentuk melalui berbagai kegiatan baik melalui pengalaman, latihan dan
belajar, yang dilakukan secara terus menerus, berkesinambungan dalam suasana
pembelajaran.
Pengalaman dan latihan itu sengaja dan disadari, atau merupakan proses belajar sampai
dengan tercapainya kematangan dan kemantapan dalam mengambil keputusan itu terjadi
karena adanya proses pembelajaran, dalam pembentukan kebiasaan kebiasaan dengan melalui
pembelajaran ini individu akan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain faktor luar
individu (eksternal) dan faktor dalam individu itu sendiri itu sendiri (interen).
Sejalan dengan yang diungkapkan Syamsu Yusuf (2006) bahwa kebiasaan belajar dapat
dipengaruhi oleh faktor interen dan ekstern dan dapat dikembangkan melalui latihan,
pemahaman, perasaan dan keyakinan tentang manfaat belajar.
Sularti (2008) mengemukakan faktor dari luar dan dari dalam individu yang
mempengaruhi kebiasaan belajar.
Faktor dari luar individu yang sering berpengaruh pada kebiasaan belajar adalah sebagai
berikut:
1. Sikap guru. Guru yang kurang memahami dan mengerti tentang kondisi siswa, guru tidak
adil, kurang perhatian, khususnya pada anak-anak yang kurang cerdas atau pada siswa
yang memiliki gangguan emosi atau lainnya, guru yang sering marah jika siswa tidak
dapat mengerjakan tugas.
2. Keadaan ekonomi orang tua. Siswa tidak sekolah atau alpa dapat disebabkan siswa tidak
memiliki uang transport untuk kesekolah karena lokasi sekolah sangat jauh dari rumah,
atau siswa tidak dapat mengerjakan tugas karena tidak memilki buku LKS, dan kesulitan
belajar dirumah karena tidak memiliki buku paket dan kelengkapannya belajarnya.
3. Kasih sayang dan perhatian orang tua. Siswa malas pada umumnya berasal dari keluarga
yang broken home, orang tua bercerai, memiliki ibu atau bapak tiri, sehingga orang tua
kurang dapat mencurahkan perhatian dan kasih sayang pada anaknya, anak merasa
ditelantarkan, disia-siakan, merasa bahwa dirinya tidak berarti.
Faktor dari dalam individu yang sering mempengaruhi adalah sebagai berikut:
1. Minat, motivasi dan cita-cita. Pada umunya siswa yang memiliki kebiasaan malas belajar
atau sering tidak masuk sekolah karena tidak memiliki cita- cita atau harapan.
2. Pengendalian diri dan emosi. Siswa malas dapat disebabkan siswa tersebut tidak dapat
menolak ajakan teman, perasaan takut, kecewa atau tidak suka kepada guru, emosi yang
tidak stabil seperti mudah tersinggung, mudah marah dan putus asa.
3. Kelemahan fisik, panca indra dan kecacatan lainnya. Siswa yang memiliki kekurangan
fisik kurang dapat berkembang dengan normal dimungkinkan memiliki sikap dan
kebiasaan belajar kurang baik, siswa ingin diperhatikan, kurang percaya diri dan
sebaliknya sombong sekedar menutupi kekurangannya.
4. Kelemahan mental seperti kecerdasan/ intelegensi dan bakat khusus.
Bagaimanapun juga, faktor-faktor yang mempengaruhi kebiasaan belajar harus diarahkan
agar terbentuk sebuah perilaku belajar yang positif. Dorongan dan bimbingan dari orang tua,
guru dan orang-orang terdekat dengan siswa sangat mempengaruhi terbentuknya kebiasaan
belajar ini.
Pada dasarnya dalam proses pembelajaran sering timbul kesulitan belajar di karenakan
kebiasaan belajar yang kurang baik, Gie (1987: 7) bahwa ”agar seseorang dapat belajar
dengan baik dia harus mengetahui dulu metode, teknik, kamahiran atau cara-cara yang efisien
kemudian pengetahuan itu di praktikkan setiap hari sampai menjadi suatu kebiasaan belajar”.
Cara-cara yang di pakai siswa dalam belajar akan menjadi suatu kebiasaan, kebiasaan yang
dapat mempengaruhi belajar siswa.
Pada umumnya kebiasaan belajar yang di lakukan para siswa baik di rumah maupun di
sekolah, bahwa adanya kecenderungan melakukan tingkah laku belajar apabila mereka akan
menghadapi ulangan atau ujian dan ada pekerjaan rumah saja. Siswa yang mempunyai
kebiasaan belajar yang baik maka akan memperoleh prestasi yang baik pula, sebaliknya siswa
yang kebiasaan belajarnya tidak baik, maka prestasi belajarnya tidak akan maksimal.
Sebagaimana di kemukakan Hamalik (1990: 30) bahwa” cara belajar yang di pergunakan
turut menentukan hasil belajar yang di harapkan. Cara yang tepat akan menentukan hasil
yang memuaskan, sedangkan cara yang tidak sesuai akan menyebabkan belajar itu kurang
berhasil.”

C. Tempat Terjadinya Kebiasaan Belajar
Kebiasaan seseorang belajar secara teratur dimulai dari kebiasaan belajar mandiri di
rumah dan kebiasaan belajar di sekolah. Untuk mengetahui lebih jelasnya, adalah sebagai
berikut:
1. Kebiasaan Belajar di Rumah.
Kebiasaan belajar mandiri di rumah merupakan hal yang sangat penting disamping
kebiasaan belajar di sekolah. Dengan melakukan kegaitan belajar di rumah diharapkan siswa
dapat belajar secara teratur dan fokus. Menurut Djamarah (2002:40-45) kebiasaan belajar
dirumah dapat dilakukan, yaitu dengan:
a. Mempunyai tempat belajar, fasilitas, dan perabot belajar.
Syarat untuk dapat belajar dengan sebaik-baiknya adalah tersedianya tempat belajar.
Setiap siswa hendaknya mengusahakan agar mempunyai tempat belajar. Apabila tidak
dapat memperoleh yang belajar, maka kamar tidurpun dapat dijadikan tempat belajar yang
sangat baik kalau para siswa memperhatikan beberapa hal dan kebiasaan-kebiasaan yang
baik yaitu dengan memperhatikan tata ruang kamar tidur yang juga menjadi kamar belajar
itu.
Fasilitas dan perabot belajar ikut berperan dalam menentukan keberhasilan belajar siswa.
Siswa yang belajar tanpa dibantu dengan fasilitas tidak jarang mendapatkan habatan dalam
menyelesaikan kegiatan belajar. Karenanya, fasilitas tidak bisa diabaikan dalam mssalah
belajar. Fasilitas atau perabot dalam belajar yang dimaksud tentu saja berhubungan dengan
masalah materiil berupa kertas, pensil, buku catatan, meja dan kursi belajar, dan
sebagainya.
b. Mengatur Jadwal Belajar
Masalah pengaturan waktu belajar menjadi persoalan bagi siswa, banyak siswa yang
mengeluh karena tidak dapat membagi waktu dengan tepat dan balk. Akibatnya waktu
yang seharusnya dimanfaatkan terbuang dengan percuma. Oleh karena itu, betapa
pentingnya bagi siswa membagi waktu belajarnya dengan cara membuat jadwal belajar.
Keteraturan penggunaan waktu untuk belajar memberikan dampak yang bermakna kepada
kualitas hasil belajar siswa.
Dalam menyusun jadwal belajar harus mendapat perhatian khusus, karena benar-benar
harus mengatur waktu belajar dan lama belajar sehingga jumlah waktu yang tersedia untuk
suatu kegiatan cukup banyak serta urutan kegiatan sesuai dengan sifat.
c. Waktu belajar
Sebaiknya dilakukan pada waktu yang sesuai dengan kebiasaan kita karena waktu belajar
siswa berbeda-beda. Ada yang lebih suka belajar pada pagi hari setelah bangun tidur, ada
yang lebih suka belajar pada siang hari setelah pulang dari sekolah apabila kegiatan belajar
mengajar disekolahnya diadakan pada pagi hari, dan ada yang suka belajar pada malam
hari.
Siswa mempunyai alasan sendiri-sendiri dalam nelajar, ada belajar yang teratur, namun
ada jugs yang hams disuruh oleh orang tuanya. Dapat dikatakan seseorang yang belajar
akan mempengaruhi hasil belajarnya apabila dilakukan secara rutin dan teratur dalam
waktu tertentu, sehingga akan mencapaiprestasi belajar yang optimal.
d. Lama Belajar
Keefektifan walctu dalam belajar berbeda-beda, tergantung dari orangnya. Ada siswa yang
merasa lebih senang atau lebih berhasil bila lamanya belajar bertahan sate jam, dua jam
atau tiga jam, sehingga lama belajar yang dilakukan oleh seorang siswa sifatnya tidak
tentu. Lamanya belajar tergantung pada banyak sedikitnya bahan yang dipelajari. Tetapi
perlu diperhatikan, belajar yang terlalu lama akan melelahkan dan tidak efisien.
e. Membaca Buku
Keterampilan belajar yang pertama dan utama yang perlu sekali dik-uasai oleh siswa
adalah kebiasaan membaca buku pelajaran dan berbagai sumber pengetahuan lainnya.
Kebiasaan membaca harus dibudayakan agar bertambah pengetahuannya dan dapat
meningkatkan pemahaman siswa dalam mempelajari suatu mata pelajaran. Hampir setiap
hari keharusan membaca buku itu dilakukan. Masalah membaca merupakan keharusan
bagi siswa memang tidak diragukan lagi, tetapi persoalan bagaimana cara membaca yang
baik dan efisien, cukup banyak siswa yang mengeluh akibat cara membacanya kurang
menghasilkan hasil belajar yang memuaskan, sesuai dengan tujuan yang diinginkan dari
kegiatan membaca.
f. Memantapkan materi pelajaran
Setelah menerima pelajaran disekolah, yang perlu dilakukan siswa setelah pulang sekolah
adalah memantapkan kembali materi pelajaran di rumah yaitu dengan mengulang
pelajaran yang diajarkan di sekolah. Apa yang guru jelaskan tidak mesti semuanya
berkesan baik, tentu ada kesan-kesan yang masih samar-samar dalm ingatan. Pengulangan
sangat membantu untuk memperbaiki semua kesan yang masih samar-samar itu untuk
menjadi kesan-kesan yang sesengguhnya, yangtergambar jelas dalam ingatan. Selain itu
untuk memantapkan materi pelajaran di rumah yaitu dengan membentuk kelompok
belajar, cara ini baik untuk menunjang keberhasilan studi siswa di sekolah dan jugs dapat
mengatasi rasa kebosanan dan kejenuhan apabila siswa belajar sendiri. Dalam membentuk
kelompok belajar ini anggotang tidak perlu terlalu banyak, tetapi cukup lima orang.
Carilah teman-teman yang mempunyai kesamaan pandangan untuk meraih sukses studi.
Sekiranya kelompok belajar sudah terbentuk, rencanakanlah pembagian waktu, bahan
pelajaran mana saja yang perlu dibahas dalam kelompok belajar.
2. Kebiasaan Belajar di Sekolah
Kebiasaan belajar di sekolah yang teratur dapat dimulai dari cara masuk kelas tepat
waktu, teratur dalam mengikuti pelajaran, teratur dalam memantapkan materi pelajaran, dan
pada saat menghadapi ujian. Bila sifat keteraturan ini telah benar-benar dihayati sehingga
menjadi kebiasaan dalam perbuatannya,maka sifat ini akan mempengaruhi pula jalan pikiran
siswa, pikiran yang teratur merupakan modal bagi siswa dalam menuntutilmu karena ilmu
adalah hasil proses pemikiran siswa yang dilakukan secara sistematis. Menurut Djamarah
(2002: 97-106) kebiasaan belajar di sekolah dapat dilakukan, yaitu dengan:
a. Masuk kelas dengan tepat waktu
Siswa dalam melakukan kegiatan belajar di sekolah tidakpemah lepas dari suatu peraturan
sekolah yang salah satunya adalah masuk kelas tepatwaktu. Ini merupakan kewajiban yang
mutlak harus dipatuhi oleh semuasiswa adapun upaya untuk dapat masuk kelas dengan
tepat waktu memperhitungkan jarak antara runah dengan sekolah.
b. Mengikuti Pelajaran
Kewajiban pertama setiap siswa yang belajar di sekolah ialahmengikuti pelajaran.
Pelajaranyang diikuti secara tertib dan penuhperhatian serta dicatat dengan baik akan
memberikan pengetahuanbanyak kepada siswa. Kebiasaan mengikuti pelajaran ini
ditekankan ruda kebiasaan memperhatikan penjelasan guru, membuat catatan,
dankeaktifan siswa di kelas.
Ketika sedang menerima penjelasan dari guru tentang materi tertentu dan suatu mata
pelajaran semua perhatian harus tertuju kepada guru. Pendengaran harus betul-betul
dipusatkan kepada penjelasan guru. Jangan bicara, karena apa yang dibicarakan itu akan
dapat membuyarkan konsentrasi pendengaran. Perhatian memegang peranan penting untuk
menyerap apa yang guru sampaikan atau jelaskan di kelas. Jadi masalah mendengarkan
penjelasan guru tidakbisa dipisahkan dari kegiatan konsentrasi dalam belajar.
Menurut Sudjana(2004: 165) ada beberapa petunjuk bagaimana mengikuti pelajaran di
sekolah yaitu:
 Baca dan pelajari bahan pelajaran yang telah lalu dan bahan yang akan dipelajari,
selanjutnya agar selalu siap menghadapi pelajaran.
 Periksa keperluan belajar sebelum berangkat.
 Konsentrasi pada saat pelajaran berlangsung.
 Catat pokok bahasan yang diterangkan oleh guru.
 Ajukan pertanyaan jika ada hal yang belum jelas.
 Jika diberikan tugas, mintalah penjelasan secukupnya sebelum dikerjakan.
 Tanyakan pada guru, buku apa yang perlu dibaca untuk memperdalam materi.
c. Memantapkan Materi Pelajaran
Setelah menerima pelajaran di sekolah, ada baiknya apabila mengulang kembali pelajaran
yang diajarkan oleh guru, misalnya jika ada jam kosong maka pada pada jam kosong
tersebut dipergunakan waktu sebaik-baiknya untuk mengulang pelajaran yang barn
diajarkan tersebut di kelas.
3. Menghadapi Ujian
Adakalanya siswa dihadapkan pada kegiatan ujian dalam belajamya yaitu pada ujian
tengah semester dan ujian akhir semester di sekolah. Kesibukan siswa menjadi meningkat
dimana siswa harus belajar den an giatnya agar memperoleh nilai yang bagus sehingga
prestasi belajar yang diharapkan dapat tercapai. Menurut Gie (2004: 49-50), tujuan dari ujian
pada pokoknya ada tiga macam yaitu:
 Mendorong agar siswa belajar secara teratur, mengulangi bahan¬bahan pelajarannya, dan
menanamkan dalam pikirannya berbagai pengetahuan.
 Mengukur dan menilai pengetahuan siswa dan kemajuan belajar.
 Menjadi petunjuk bagi pengejar dan hasil ujian para siswa itu pokok-pokok soal mana
dalam pelajarannya yang memerlukan perbaikan pada kesempatan mengajar berikutnya.
Kalau demikian persiapan-persiapan yang harus dilakukan untuk menghadapi ujian adalah
sebagai berikut:
a. Persiapan Menjelang Musim Ujian
Menurut Djamarah (2002: 127-128), dalam menghadapi masa ujian, terutama sebulan
terakhir menjelang mempersiapkan segala sesuatunya yang berhubungan dengan masalah
perbaikan-perbaikan untuk mengingat kembali bahan-bahan yang telah dipelajari dengan:
(a) membaca ulang kembali baik catatan pelajaran maupun rangkurnan-rangkuman, (b)
memberi garis-garis bawah atau tanda-tanda lainnya, (c) membuat ikhtisar yang lebih
praktis sea mudah untuk diingat.
Sedangkan persiapan seminggu menjelang ujian dimulai, yang perlu dilakukan yaitu
sebagai berikut: (a) mengatur waktu sebaik¬baiknya, nelajar, istirahat, olahraga ringan,
makan dan tidur, (b) membuat rencana belajar yang tepat, efektif, dan efisien, (c) setiap 45
menit belajar agar diselingi istirahat 15 menit, (d) tidur yang cukup, karena apabila kurang
tidur, badan terasa lelah, dan otak kurang mampu berfikir.
b. Pada Waktu Ujian
Menurut Djamarah (2002:129-131), ada beberapa hal yang perlu dilakukan pada waktu
ujian adalah sebagai berikut: (a) yakinlah pada diri sendiri bahwa anda dapat
menyekesaikan setiap otem soal dengan baik dan benar, (b) duduklah dengan tenang dan
jangan berbicara dengan teman yang kebetulan duduk disamping anada, (c) jika anda
menerima lembaran soal-soal ujian, perhatikanlah hal-hal seperti menulis nama dan nomer
absen, membaca beberapa petunjuk sebelum mengerjakan soal-soal ujian, (d) jangan
tergesa-gesa menjwab soal, tetapi bacalah dulu tiap-tiap soal atau pertanyaan-pertanyaan
dengan teliti, (e) pada saat menulis jawaban, tulisan hares jelas dan dapat dibaca oleh guru
yang bersangkutan, (f) bagilah waktu agar soal dapat dikerjakan, kerjakan soal-soal yang
dapat dijawab lebih dahulu, jangan tertegun dan tenggelam pada soal-soal yang sulit, (g)
setelah keluar ruangan, istirahatlah yang balk, jangan ribut membicarakan soal-soal yang
baru dikerjakan.
Hal senada juga diungkapkan oleh Sudjana (2004: 172 173), bahwa ada beberapa petunjuk
dalam menghadapi ujian di sekolah yaitu sebagai berikut:
 Perkuat rasa percaya diri anda bahwa pertanyaan yang anda hadapi adalah pertanyaan
yang biasa anda buat pada saat belajar.
 Baca pertanyaan dengan sebaik-baiknya sambil mengingat-ngingat jawaban dari
pertanyaan tersebut.
 Dahulukan pertanyaan yang paling mudah untuk bisa dijawab. Bila soal uraian maka
pikirkan dulu inti jawabannya dan renungkan cara mengekspresikan dalam kalimat.
 Bila soal obyektif teliti pertanyaanya dan telah kemungkinan jawabannya.
 Jangan bertanya pada teman sebab membuang waktu dan belumtentu is jawabannya.
 Periksalah jawaban anda sebelum diserahkan kepada guru.
 Jika pertanyaan sudah selesai dijawab, lebih baik keluar saja jangan menunggu teman
lain untuk menghindari bisikan tentang jawaban soal dan dapat mempengaruhi jawaban
anda