STROKE

STROKE
 Penyebab kematian ketiga stlh peny.jantung dan kanker
 Kemungkinan penyebab paling sering dari kecacatan yg berat
 Kira-kira 200 per 100.000 populasi mendpt serangan pertama tiap tahun
 Umur rata-rata 72 thn, laki dan wanita hampir sama.
 Stroke merupakan penyebab kematian dan kecacatan utama
 Stroke atau “Brain Attack” adalah kasus gawat yang memerlukan tindakan cepat, tepat &
cermat
 Gejala dan tanda awal stroke harus dimasyarakatkan

l FISIOLOGIS OTAK
 Berat Otak : 1200 – 1400 gram (2% BB)
 Perlu makanan yang cukup :
o 800 CC Oksigen/menit
o 100 mgr Glukosa/menit
o perlu aliran darah terus menerus, jumlah proposional, lebih tinggi dari organ
lain. (20% dari curah jantung dialirkan ke otak)
 Aliran darah otak = 50 – 60 ml/100 gr/mnt

l GEJALA DAN TANDA STROKE
Pendarahan sumbatan
l Gejala l mendadak l mendadak
l Saat serangan l aktifitas l istirahat
l peringatan l - l +
l Nyeri kepala l +++ l ±
l Muntah l + l -
l Kejang l + l -
l Kesadaran ¯ l +++ l +

l Gejala gangguan saraf mendadak
Ø Pikun
Ø Lumpuh separuh badan
Ø Kesemuten / baal separuh badan / wajah
Ø Bicara pelo
Ø Sulit bicara / tak bisa bicara / bicara “ngawur”

gejala nyeri kepala. tu.Ø Pandangan gelap / buta Ø Sulit menelan Ø Pusing berputar(vertigo).T es fungsi ginjal. oksimetri dan suhu tubuh  Pemeriksaan neurologik dan skala stroke  Studi diagnostik. meliputi penilaian ABC. gejala awal.  Anamnesis.Pasien hipoksia diberikan suplai oksigen . LMWH) lHemoreologi (Pentoksifilin) lAntiplatelet (Aspirin. kejang. aktifitas penderita saat serangan.pemasangan pipa orofaring pd pasien tdk sadar dan ggn jalan nafas . EKG dll. muntah. dll l Terapi Stroke Iskemik REPERFUSI (Melancarkan aliran darah) lTrombolitik ( r-tPA ) lAntitrombosis (Heparin.Stabilisasi jalan nafas dan pernafasan : o perbaiki jalan nafas.Terapi Umum (suportif) . Evaluasi cepat dan diagnosis meliputi . Elektrolit. Clopidogrel) NEUROPROTEKSI (Melindungi jaringan Saraf) lAntagonis glutamat lAntagonis kalsium lFree radical scarvenger l II. KGD. cegukan dll  Pemeriksaan fisik. Penatalaksanaan di ruang Gawat Darurat 1. CT Scan atau MRI. 2. nadi. waktu awitan. Faktor Risiko Mayor Ø • Hipertensi • Penyakit jantung Ø • DM • Riwayat stroke Minor Ø • Dislipidemia • Fibrinogen • Stress Ø • Hiperuricemia • Obesitas Stroke kriptogenik • Protein S • Anti trombin III • Homosistein • Protein C • Antifosfolipid antibodi l Penatalaksanaan umum stroke akut A.

hipovolemia dan aritmia jantung harus dihindari dan dicari penyebabnya. Pengendalian peningkatan TIK  Pemantauan ketat dgn resiko edema serebral dgn memperhatikan perburukan gejala dan tanda neurologik pd hari pertama serangan stroke  Monitor TIK hrs dipasang pd psn GCS <9 dan psn penurunan kes.Pemeriksaan pupil dan okulomotor .sistolik <120 mmhg dan cairan sdh mencukupi dpt diberikan vasopressor secara titrasi spt dopamin dgn target td sistolik berkisar 140 mmhg  Pemantauan jantung selama 24 jam pertama stlh awitan serangan stroke iskemik  Bila ada PJK segera konsul kardiologi  Hipotensi arterial. Pemeriksaan awal fisik umum  Tekanan darah  Pemeriksaan jantung  Pemeriksaan neurologi umum awal : .resiko terjadi aspirasi .Derajat kesadaran .25-0.50 gr/kgBB. Ok kenaikan TIK  Sasaran terapi adalah TIK < 20 mmhg dan CPP >70 mmhg l Penatalaksanaan pasien dgn peninggian TIK  Tinggikan posisi kepala 20 – 30 derajat  Posisi psn --.hindari penekanan vena jugulare  Hindari pemberian cairan glukosa atau cairan hipotonik  Hindari hipertermia  Jaga normovolemia  Osmoterapi atas indikasi : .selama > 20mnt setiap 4-6 jam . 3. ETT terpasang tdk lebih 2 mgg.KP furosemide dgn dosis inisial 1 mg/kgBB iv.Keparahan hemiparesis d. Intubasi ETT atau LMA (Laryngeal Mask Airway) pd pasien hipoksia (po2<60 mmhg atau pco2>50 mmhg). .Mannitol 0.bila lbh anjuran trakeostomi. Stabilisasi hemodinamik (sirkulasi)  Berikan cairan kristaloid atau kolloid iv(hindari pemberian cairan hipotonik spt glukosa)  Dianjurkan pemasangan CVC (Central Venous Catheter)  Usahakan CVC 5 – 12 mmhg  Optimalisasi tekanan darah  Bila tek.atau syok.  Intubasi utk menjaga normoventilasi  Paralisis neuromuskular kombinasi dgn sedasi adekuat dpt mengurangi naiknya ICP  Drainase ventrikular pd hidrosefalus akut  Pengendalian kejang . 4.

5 derajat C .hidup rilek 2. Masalah nyeri 9.Setiap pdrt stroke dgn febris hrs diobati dan atasi penyebabnya . Masalah miksi dan defekasi 6. . obat diabet. . Dekubitus 7. Kenaikan tekanan darah 3. Kejang-kejang (5%) 4.Pada stroke perdarahan dpt diberikan obat antiepilepsi profilaksis selama 1 bln dan kmd diturunkan dan dihentikan bila tdk ada kejang l Pengendalian suhu tubuh .Hipertensi : • Upayakan S<140 mmHg.Diabetes mellitus : • Kendalikan kadar gula darah dengan diet. D<90 mmHg • Kurangi garam & obesitas.Pasien febris atau resiko infeksi.150 mg/dl  Kontrol gula darah dengan insulin reguler skala luncur atau infus  Hipoglikemia harus segera diatasi l Komplikasi 1. Kesulitan komunikasi 10. hrs dilakukan kultur dan hapusan. olah raga 3. Panas dan infeksi 5. Trombosis vena dalam (DVT) l Pengendalian faktor risiko 1. kaptopril Hiperglikemia  Kadar gula darah yang aman 100 .Pemberian antikonvulsan profilaktif tanpa ada kejang tdk dianjurkan pd stroke iskemik . olah raga. maka segera di ikuti terapi antibiotik.dan diberikan antibiotik . Penurunan kesadaran 2.Berikan asetaminofen 650 mg bila suhu> 38. Diltiazem iv . Bila kejang. l Terapi faktor risiko Hipertensi  Penurunan tekanan darah bila S>220 mmHg atau D>120 mmHg  Penurunan perlahan-lahan jangan lebih dari 20-25%  Contoh : . Gangguan elektrolit 8.Fibrilasi atrium : .Bila kejang belum teratasi mk perlu dirawat di ICU .Nitroglicerin iv.Sublingual : nifedipin. 50 mg/mnt .Jika didapatkan meningitis. berikan diazepam bolus lambat iv 5 -20 mg dan diikuti phenitoin loading dose 15-20 mg/kg bolus kec maks.

• Rekomendasi : ASA atau antikoagulan 4.Dislipidemia : • Modifikasi diet dan obat ( Statin ) .