LAPORAN TUTORIAL KELOMPOK XII

SKENARIO 2

Yudwari Adhicha Nuredis J500130064

Afrizal ArdiYanto J500130085

Rosyid Prasetyo J500130100

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2016

lingkungan. karena menyangkut peran serta masyarakat yang biasanya sangat erat kaitannya dengan perilaku. Fasilitas jamban keluarga di masyarakat terutama dalam pelaksanaannya tidaklah mudah. Penyakit-penyakit berbasis lingkungan masih merupakan penyebab utama kematian di Indonesia. tidak hanya dilihat dari segi kesehatannya sendiri. baik kesehatan individu maupun kesehatan masyarakat.MENENTUKAN PENYEBAB MASALAH Masalah kesehatan adalah suatu masalah yang sangat kompleks. yang saling berkaitan dengan masalah-masalah lain di luar kesehatan sendiri. dan pelayanan kesehatan. yaitu keturunan. bilamana keempat faktor tersebut secara bersama-sama mempunyai kondisi yang optimal pula. Keadaan tersebut mengindikasikan masih rendahnya cakupan dan kualitas intervensi kesehatan lingkungan. Bahkan pada kelompok bayi dan balita. tapi harus dilihat dari segi-segi yang ada pengaruhnya dengan masalah ‘sehat sakit’ atau kesehatan tersebut. Status kesehatan akan tercapai secara optimal. Penanganan masalah pembuangan kotoran manusia (tinja) merupakan salah satu upaya penyehatan lingkungan. Salah satu faktor saja berada dalam keadaan yang terganggu. Demikian pula pemecahan masalah kesehatan masyarakat. ada 4 faktor yang mempengaruhi kesehatan. perilaku. penyakit-penyakit berbasis lingkungan menyumbangkan lebih 80% dari penyakit yang diderita oleh bayi dan balita. kebudayaan dan pendidikan. tingkat ekonomi. karena jika dilihat dari segi kesehatan masyarakat masalah pembuangan kotoran manusia (tinja) merupakan hal yang sangat pokok untuk sedini . maka status kesehatan bergeser di bawah optimal Masalah penyehatan lingkungan pemukiman khususnya pada jamban keluarga merupakan masalah kesehatan yang perlu mendapatkan prioritas.

muntaber. Masalah penyehatan lingkungan pemukiman khususnya pada pembuangan kotoran atau tinja masyarakat merupakan salah satu dari berbagai masalah kesehatan yang perlu mendapatkan prioritas. karena kotoran manusia (tinja) adalah sumber penyebaran penyakit yang multikompleks. karena menyangkut peran serta masyarakat yang biasanya sangat erat kaitannya dengan perilaku. disentri. sikap. Sebagian besar penduduk tersebut berada di benua Asia-Afrika dan lebih dari 100 juta masyarakat Indonesia belum memiliki kemudahan akses terhadap jamban Keberadaan jamban di Indonesia menurut data Bank Dunia tahun 2010 sekitar 22% penduduk Indonesia belum mempunyai jamban. Kajian global terhadap sarana sanitasi/jamban pada tahun 2000.4 milyar penduduk belum terakses sarana sanitasi/jamban yang memenuhi syarat. Adapun cakupan jaga secara nasional untuk daerah perkotaan yaitu 79 % dan untuk daerah pedesaan 49%. Pembuangan tinja perlu mendapat perhatian khusus karena merupakan satu bahan buangan yang banyak mendatangkan masalah dalam bidang kesehatan dan sebagai media bibit penyakit. tampaknya perilaku buang air besar masih merupakan suatu kebiasaan yang kurang menunjang upaya peningkatan kesehatan lingkungan dan kesehatan masyarakat. . ditemukan 2. tingkat ekonomi. Selain itu dapat menimbulkan pencemaran lingkungan pada sumber air dan bau busuk serta estetika. cacingan dan gatal-gatal. Namun di sisi lain. seperti: diare. Penyediaan sarana pembuangan tinja masyarakat terutama dalam pelaksanaannya tidaklah mudah. pengetahuan.mungkin diatasi. typhus. Sebagian besar pembuangan tinja masih dilakukan ke sungai atau mempergunakan sumur galian yang tidak memenuhi persyaratan sehingga mencemari air tanah. kebudayaan dan pendidikan.

keluarga dan masyarakat untuk mencegah penyakit.Dalam pelaksanaannya melibatakan sumber daya manusia diantaranya: kader kesehatan. kemauan dan kemampuan individu. MENENTUKAN ALTERNATIF SOLUSI Pelaksanaan kegiatan Promkes dalam upaya mengubah perilaku BABS dengan membiasakan buang air besar (BAB) di jamban sehat adalah sebagai berikut: I. agar setiap desa tercapai Open Defecation Free (ODF). kepala desa dan bidan desa b.. Input / Masukan a. Proses Diawali dengan menyusun strategi dan pembuatan rencana kerja (POA). . meningkatkan kesehatannya . petugas promosi kesehatan. petugas sanitasi. Dalam rencana kerja tersebut tertuang upaya merubah perilaku BABS dan pembuatan jamban sehat. II. c. Strategi tersebut diimplementasikan dalam upaya promosi kesehatan: 1. Sumber Daya Manusia Pelaksanaan dalam upaya merubah perilaku BABS dengan membiasakan BAB di jamban sehat program kerja Puskemas Sehati . Pemberdayaan Pemberdayaan masyarakat adalah upaya untuk menumbuhkan dan meningkatkan pengetahuan. Kebijakan Kebijakan stop BABS dan membuat jamban sehat merupakan program kerja puskesmas. Dana Pendanaan pelaksanaan kegiatan mengubah perilaku BABS dengan membiasakan BAB di jamban sehat ke sasaran berasal dari dana swadaya dan dari dana operasional Puskesmas Sehati. petugas P2M.

petugas promkes menggunakan media pemasangan spanduk yang berisi tentang mengubah perilaku BABS. Pemberdayaan individu Pemberdayaan individu dilakukan dengan cara berdialog. 3. Bina Suasana Yaitu upaya menciptakan suasana atau lingkungan sosial yang mendorong individu. b. a. 2. keluarga dan masyarakat untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatannya. Advokasi . c. Tujuannya adalah memotivasi masyarakat lainnya agar memiliki jamban sehat. Pemberdayaan Masyarakat Dalam hal ini petugas promkes menggerakan atau mengkoordinir masyarakat agar dapat mengubah perilaku BABS dengan membentuk kelompok arisan jamban. Dalam bina suasana ini. Pemberdayaan keluarga Pemberdayaan keluarga dalam hal ini dilakukan oleh petugas promkes saat melakukan kunjungan langsung ke rumah masyarakat. menciptakan lingkungan sehat serta berperan aktif dalam penyelenggaraan setiap upaya kesehatan.misalnya : setiap ibu yang datang ke puskesmas untuk berobat dapat juga disampaikan tentang stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS). demonstrasi atau konseling langsung dengan individu. salah satunya dengan cara memanfaatkan pelayanan puskesmas. serta menempelkan stiker di setiap rumah yang telah memiliki jamban sehat.

agar dapat mendukung kegiatan mengubah perilaku BABS. Yaitu upaya yang terencana untuk mendapatkan komitmen dan dukungan dari pihak yang terkait. untuk meminta dukungan ke Pemerintah Daerah (PEMDA) dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda). 4. dan stiker sebagai media petugas promkes untuk melakukan kegiatan mengubah perilaku BABS.  Bekerjasama dengan tokoh agama untuk memberikan pencerahan mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan menurut ajaran agama. .  Bekerjasama dengan pihak Dinas Kesehatan dalam upaya mengubah perilaku Buang Air Besar Sembarangan. Advokasi yang dilakukan dalam upaya mengubah perilaku BABS yaitu dengan cara :  Meminta dukungan langsung dari Kepala Desa terutama pembentukan arisan jamban. Pihak membantu memberikan dukungan seperti spanduk. Kemitraan Melakukan kerjasama dengan lembaga penyedia jasa atau keuangan. banner.

ada 3 sasaran yang ingin dicapai dari kegiatan yaitu memberikan sosialisasi Jamban Sehat. masyarakat diharapkan memilki kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan tempat tinggal. peran penting Jamban Sehat serta cara pembuatan Jamban Sehat. Tahap pelaksanaan a. 3. Dalam sosialisasi tersebut akan dipaparkan mengenai pengertian. Manfaat. b. Dengan ketiga sasaran tersebut. Tahap persiapan Meliputi persiapan materi sosialisasi dan perlengkapan serta perangkat yang dibutuhkan dalam proses pelatihan terhadap masyarakat. dan bersih desa sebagai upaya penataan dan pemeliharaan lingkungan. Kriteria. akan diadakan Sosialisasi mengenai Jamban Sehat. Tahap perencanaan Dalam tahap ini diadakannya kajian lapangan dan sasaran program. MENENTUKAN RENCANA PROGRAM KERJA Secara umum. . Untuk pencapaian hasil yang maksimal. pembuatan jamban sehat. dalam program ini perlu dilakukan tahapan-tahapan pekerjaan guna mempermudah pelaksanaan. Pembuatan Jamban Sehat. Sosialisasi Pada tahap ini. Hal ini diperlukan untuk menentukan program apa yang akan kita laksanakan di dalam masyarakat nanti serta menentukan target-target yang ingin dicapai dalam program Jamban Sehat ini. Dalam tahap ini juga dilakukan pemantapan dengan pejabat-pejabat terkait. 2. Tahapan-tahapan tersebut antara lain sebagai berikut : 1.

diharapkan masyarakat memilki kesadaran untuk memilihara lingkungan dengan memciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Tahap Evaluasi Dalam kegiatan ini akan dilakukan monitoring terhadap semua kegiatan program dari awal hingga akhir. Dengan diadakannya kegiatan ini. dilakukan pembuatan Jamban Sehat. c. Pemeliharaan Sosialisasi dan Pelatihan pembuatan Jamban Sehat diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk membuat Jamban sehat di rumahnya masing-masing. dari sini akan terlihat kekurangan yang dapat di evaluasi yang kemudian dijadikan bahan ajar dalam proses seanjutnya.Pemberian informasi mengenai Jamban Sehat dilakukan dalam bentuk sosialisasi. . Setelah itu. Pembuatan dilakukan disekitar sungai dengan diikuti oleh Bapak-bapak warga setempat. diadakan penataan dan pemeliharaan lingkungan melalui kegiatan bersih desa yang diikuti oleh seluruh warga dukuh Babatan. 4. serta kegiatan ini akan terus berlanjut dalam jangka waktu yang sangat lama. Selanjutnya.

dan Perangkat program 5. Program . Perizinan Persiapan Perlengkapan 4. laporan Monitoring dan Evaluasi 10. Bulan No Kegiatan I II III IV V 1. Evaluasi Pembuatan dan revisi 9. Kajian Sasaran Program 3. Pemeliharaan 8. Pembuatan Jamban 7. Kajian Lapangan 2. Sosialisasi 6.