Tugas agama Johanes budijono

C
1641105159

IMAN DAN PERDAMAIAN

I. Latar Belakang
Masyarakat Indonesia terkenal sebagai masyarakat religius. Bahwa kerohanian
ataupun keagamaan sering ditempatkan sebagai sesuatu yang utama. Masalahnya,
iman tidak hanya terbatas pada ritual keagamaan saja. Pemahaman yang tidak
seimbang menghantar pada sikap eksklusif, melihat agamanya sebagai yang terbaik.
Lebih parah lagi, bahwa agama kerapkali dimanfaatkan untuk menggalang kekuatan
politik. Sehingga agama kerap kali digunakan sebagai sarana dan alat untuk
menguasai, menekan, mendiskriminasikan, menghambat perkembangan bahkan
melenyapkan agama atau kepercayaan serta iman yang berbeda.
Keprihatinan inilah yang menjadi alasan mengapa tema penghayatan, ungkapan
dan perwujudan iman diangkat sebagai tema dalam pelajaran religiusitas. Tema ini
merupakan tema yang cukup luas. Secara istimewa dalam bab ini akan membahas
tentang perwujudan iman. Salah satu bentuk perwujudan iman adalah usaha
menciptakan perdamaian.

II. Tujuan:

Kita melalui pengamatan dan pemahamannya tentang iman diharapkan dapat
memahami bahwa penghayatan iman melalui dua hal yang tidak dapat
dipisahkan, yaitu perwujudan dan ungkapan iman. Secara istimewa kita diharapkan
dapat mengerti dan memahami kaitan antara ungkapan dan perwujudan iman yang
konkrit dan realistis. Setelah mempelajari pokok bahasan ini, siswa diharapkan dapat
menjelaskan secara lisan dan tertulis:
a. Mendeskripsikan fakta-fakta permusuhan dan perang yang sering terjadi
Setiap hari media masa senantiasa memaparkan dan menceritakan fakta tentang
peperangan maupun konflik. Permusuhan tersebut disebabkan oleh banyak faktor. Ada
beberapa yang disebabkan oleh sikap eksklusif, menganggap agamanya yang terbaik,
sehinga kenyakinan lain mesti dimusnahkan. Tindakan kekerasan maupun perang
sering dianggap jalan pintas untuk mencapai tujuan tersebut.
b. Menjelaskan bahwa perdamaian dirindukan semua orang
Oleh karena itu setiap orang merindukan adanya hidup yang damai. Perdamaian
menjadi impian semua orang. Hidup yang dapat berdampingan dalam semangat
kekeluargaan. Persaudaraan sejati menjadi harta yang paling dikejar. Karena hidup
bahagia hanya dapat diraih bila ada rasa aman dan nyaman, tidak ada ancaman dan
permusuhan.
c. Mengindentifikasi perjuangan orang beriman dalam mewujudkan perdamaian sejati
Dalam hidup ini, perdamaian sudah ada. Namun belum sempurna dan belum
sepenuhnya dapat dirasakan. Perdamaian itu menjadi nyata dan ada karena
diperjuangkan oleh banyak orang. Ada banyak tokoh yang membaktikan hidupnya demi
terciptanya perdamaian. Diantaranya adalah Paus Yohanes Paulus II (Alm.), yang
diakui oleh dunia sebagai pejuang perdamaian bagi semua manusia; ibu Teresa (Alm.),
yang mendapatkan penghargaan karena perjuangannya mengangkat martabat kaum
miskin di India; ibu Gedong Oka (Alm.), tokoh l.intas agama yang andal; Romo
Mangunwijaya (Alm.), yang dikenal sebagai pembela kaum miskin, lemah dan
tersingkir; Nelson Mandela, pejuang politik apartheid di Afrika; Abdurrahman Wahid,
pejuang kemanusiaan, dll.
d. Mendiskripsikan usaha-usaha yang sebaiknya dilakukan untuk mewujudkan
perdamaian
Sebenarnya, iman berfungsi untuk membangun orang agar semakin berkualitas
hidupnya, sehingga mampu menciptakan kerukunan dan perdamaian. Apabila orang
beriman tidak mengusahakan kerukunan dan perdamaian, sesungguhnya telah
mengingkari imannya. Mengusahakan kerukunan dan perdamaian, hidup tanpa
permusuhan dan tanpa kekerasan, merupakan hal yang hakiki dalam penghayatan
iman. Karena semua agama ataupun kepercayaan mengajarkan bahwa hidup rukun
dan damai merupkan kehendak Tuhan. Akhirnya semua orang akan merasa dihargai,
dihormati, diterima, dan memiliki martabat yang sama di hadapan Sang Pencipta.

III. Kesimpulan

Manusia adalah mahkluk religius, mahkluk yang memahami dirinya sebagai
manusia ciptaan yang senantiasa berjuang untuk berelasi dan menjalin hubungan
dengan Tuhan penciptanya. Relasi manusia dengan Tuhan dapat terjadi karena adanya
iman.
Manusia menghayati imannya dengan dua tindakan yang saling berkait dan tidak
dapat dipisahkan, yaitu ungkapan dan perwujudan iman. Secara sederhana dapat
dikatakan bahwa hidup orang beriman nampak dalam sikap doa atau badat dan juga
tindaknnya. Salah satu penghayatan iman adalah usaha dan perjuangannya untuk
menciptakan perdamaian. Perdamaian ini diawali dengan sikap rukun dan bersaudara
dengan semua orang, tanpa kecuali. Dengan demikian semangat toleransi, saling
menghargai dan menghormati perbedaan dengan sendirinya akan terjadi.

Related Interests