Paraneoplastik Sindrom adalah sekumpulan gejala yang bukan disebabkan oleh tumor

atau kankernya sendiri, tetapi oleh zat-zat yang dihasilkan kanker. Beberapa zat yang
dapat dihasilkan oleh tumor adalah hormon, sitokinese dan berbagai protein lainnya. Zat-
zat tersebut dapat mempengaruhi organ atau jaringan melalui efek kimianya dan efek
pada berbagai fungsi tubuh yang timbul di tempat yang jauh dari kanker. Paraneoplastik
Sindrom sering terjadi pada kanker paru-paru dan indung telur yang sering kali
menyerang sistem saraf.

Penyebab dan Gejala

Beberapa kanker melepaskan zat ke dalam aliran darah yang menyebabkan kerusakan
jaringan melalui terjadinya reaksi autoimun. Kanker lainnya melepaskan zat-zat yang
secara langsung mempengaruhi fungsi sistem saraf.

Menurut dr Tiara dari Neurologi RSCM, Jakarta Pusat, paraneoplastik sindrom dapat
menyebabkan sejumlah gejala neorologis seperti pikun, perubahan suasana hati, kejang,
kelemahan anggota gerak atau seluruh tubuh, mati rasa, kesemutan, gangguan koordinasi,
pusing, penglihatan ganda dan kelainan gerakan mata. Dan efek yang sering terjadi
adalah polineuropati, seperti kelainan fungsi pada saraf tepi atau saraf perifer, saraf yang
berada di luar otak, dan medula spinalis.

Bentuk poplineuropati yang jarang terjadi adalah neuropati sensorik subakut, yang
terkadang timbul sebelum adanya kanker terdiagnosis. Penderita akan merasakan
hilangnya rasa dan gangguan koordinasi yang disertai kelemahan yang ringan.

Kanker Indung Telur

Selain kanker paru-paru, ada pula kanker indung telur yang menghasilkan zat yang
tampaknya merangsang suatu auto-antibodi untuk menghancurkan otak kecil dan
menyebabkan degenerasi sereberal subakut. Gejalanya sendiri berupa langkah goyah,
gangguan koordinasi lengan dan tungkai, kesulitan dalam berbicara, pusing, penglihatan
ganda dan muncul beberapa minggu, bulan atau bahkan tahun sebelum kankernya.

Degenerasi subakut biasanya akan bertambah parah dalam waktu beberapa minggu atau
bulan. Sebelum kankernya ditemukan, penyakit ini sulit terdiagnosis walaupun hasil
pemeriksaan CT scan dan MRI menunjukkan adanya perbaikan setelah kankernya
terobati.

Paraneoplastik sindrom yang menyerupai miastenia gravis dan bisa terjadi pada penderita
kanker paru-paru disebut sindroma eaton lambert. Kelemahannya sendiri pun bisa terjadi
sebelum, selama atau setelah kankernya terdiagnosis. "Terkadang juga tidak ditemukan
kanker sama sekali," terangnya.

Gejala sindroma eaton lambert akan menghilang jika kankernya sudah dapat diobati karena kanker juga bisa menyebabkan kelemahan secara langsung pada otot. tapi juga menyerang orang yang tidak menderita kanker. penyinaran. Terapi penyinaran ini dilakukan pada penderita yang tidak dapat menjalani pembedahan karena memiliki penyakit lain yang serius. Lalu ada penyinaran. pembedahan tidak diperlukan jika kanker telah menyebar ke luar paru-paru. yaitu pembedahan. Pembedahan sendiri merupakan pengobatan kanker yang paling tua. Tujuannya. memperlambat pertumbuhan kanker." sambungnya. dan kemoterapi. Terapi yang dilakukan dalam jangka waktu yang lebih lama akan meningkatkan efek mematikan terhadap sel-sel kanker dan mengurangi efek racun terhadap sel-sel normal. Pengobatan Ada tiga cara pengobatan. kanker terlalu dekat dengan trakea. penderita memiliki keadaan yang serius. Terapi penyinaran biasanya dilakukan dengan menggunakan alat yang biasa disebut akselerator lonear. Penyinaran sendiri mampu menghancurkan sel-sel yang membelah dengan cepat. Akan tetapi. "Penyakit ini biasa diderita oleh penderita di atas 50 tahun. Pengobatan yang terakhir dilakukan adalah kemoterapi . seperti penyakit jantung atau penyakit paru-paru yang berat.