78

STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN ILEUS

A. PENGERTIAN
Gangguan aliran normal isi usus sepanjang saluran usus. Dapat bersifat :
– Akut / kronis
– Parsial / total

B. NON – MEKANIS (ILEUS PARALITIK)
1. Definisi
Peristaltik usus dihambat akibat pengaruh toksin atau trauma yang
memengaruhi pengendalian otonom motilitas usus. Bukan suatu penyakit
primer usus.
2. Penyebab
a. Pembedahan abdomen  karena adanya reflex penghambatan peristaltic
akibat visera abdomen tersentuh tangan.
b. Infeksi (pneumonia, empiema, urosepsis, peritonitis)
c. Metabolic  gangguan keseimbangan elektrolit (terutama hipokalemia),
uremia, komplikasi DM, SLE, sklerosis multiple.
3. Gejala Klinis
a. Perut kembung (abdominal distention)
b. Anoreksia
c. Mual
d. Obstipasi
4. Diagnosis
a. Anamnesis
– Biasanya klien mengeluh perut kembung, dan tidak disertai nyeri kolik
abdomen yang paroksismal.
b. Pemeriksaan fisik
– Inspeksi : terlihat distensi abdomen
– Auskultasi : bising usus lemah bahkan sampai tidak terdengar
– Perkusi : timpani
– Palpasi : klien mengeluhkan rasa tidak enak pada perutnya

Intususepsi 2. Definisi : obstruksi di dalam lumen usus atau obstruksi mural yang disebabkan oleh tekanan ekstrinsik. Appendektomi Anak-anak 1. – Beberapa obat yang dapat dicoba yaitu : . Kompresi eksternal 3. Valvulus kolon 1. MEKANIS (ILEUS OBSTRUKSI) 1. Crohn disease 4. 2.Metoklopramid : untuk gastroparesis . Pengobatan – Pengelolaan ileus paralitik bersifat konservatif dan suportif.Klonidin : untuk mengatasi ileus paralitik karena obat-obatan. Neoplasma 6. Obstruksi mekanis simpleks : hanya terdapat satu obstruksi. Air fluid level berupa gambaran line up (segaris) d. mengobati kausa atau penyakit primer dan pemberian nutrisi yang adekuat. Prognosis : Baik. . Neoplasma 2. Penyebab Obstruksi usus kecil Obstruksi usus besar Dewasa 1. C. – Dekompresi dengan dilakukan pemasangan pipa nasogastrik.Sisaprid : untuk ileus paralitik pascaoperasi. Pemeriksaan penunjang – Darah lengkap – Foto polos abdomen : terlihat distensi lambung usus halus dan usus besar. bila penyakit primer dapat diatasi. Atresia 3. Ontususepsi 5. Crohn disease 4. 79 c. Klasifikasi a. – Tindakan berupa : dekompresi. e. menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit. Operasi pelvis – abdomen 5. . Striktur karena divertikulus operasi kronis 2. Adhesi peritoneal pasca 3. Obat-obatan oral (OAINS) 3. Pasca herniotomi 4.

Tindakan berupa : dekompresi. Pemeriksaan a. Distensi abdomen d. 4. Obstipasi progresif 5. muntah c. D. – Klonidin : untuk mengatasi ileus paralitik karena obat-obatan. Dekompresi dengan dilakukan pemasangan pipa nasogastrik. Nyeri akut b. 80 b. Nyeri kolik abdomen b. Asites f. perforasi) c. Pengobatan a. Panas tinggi (sepsis. iskemia. infark (strangulasi). Foto polos abdomen : air fluid level berupa gambaran stepladder (seperti anak tangga) 6. menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit. Gejala Klinis a. mengobati kausa atau penyakit primer dan pemberian nutrisi yang adekuat. c. Beberapa obat yang dapat dicoba yaitu : – Metoklopramid : untuk gastroparesis – Sisaprid : untuk ileus paralitik pascaoperasi. ANALISA DATA N Data Kemungkinan Penyebab Masalah . lama-lama melemah e. Obstruksi lengkung – tertutup : sedikitnya terdapat 2 tempat obstruksi  tidak dapat di dekompresi  tekanan intralumen meningkat cepat  penekanan pembuluh darah  iskemia. Mual. Peristaltik usus miningkat saat awal. Dehidrasi d. b.

badan lemas.Respirasi keparu-paru tidak maksimal >24x/menit ↓ . Distensi abdomen peningkatan tekanan intralumen .Bibir kering usus ↓ Perpindahan cairan dari intralumen ke rongga abdomen ↓ Cairan yang ada di intravaskuler berkurang ↓ Hipovolemik 3 DS: Peristaltik usus menurun Nutrisi kurang dari Klien mengeluh perut kebutuhan mual. Klien tampak lemas Ketegangan akibat pengaruh . abdomen nafas cepat dan dangkal . 81 o 1 DS: Distensi abdomen Pola nafas tidak Klien mengeluh ↓ efektif sesak nafas dan Menekan kebagian diafragma perut kembung ↓ DO: Oksigen yang masuk dari atmosfer .Adanya distensi Peningkatan frekuensi nafas klien. Kelopak mata ↓ cekung Terjadinya peningkatan membran .Lingkar perut ± ↓ 67cm Pola nafas terganggu 2 DS: Peristaltik usus meningkat Gangguan Klien mengeluh ↓ keseimbangan badan lemas Akumulasi cairan dan gas cairan dan DO: ↓ elektrolit . Bising usus lemah . Distensi abdomen Distensi dan klien puasa ↓ absorbsi teganggu DO: Penekanan pada Penurunan suplai .

82 .Nyeri pada skala 8 Rangsangan nyeri sampai ke serabut (0-10) . nyeri pada bagian Akumulasi cairan dan gas abdomen ↓ DO: Distensi abdomen .Distensi abdomen menurun ↓ Lemah 4 DS: Peristaltik usus menurun Gangguan rasa Klien mengeluh nyeri ↓ nyaman.Platus (-) .Distensi abdomen saraf nyeri .Bising usus lemah ↓ <6x/menit Sampai ke dorsal horn prostaglandin .NGT (+) ↓ Melalui traktus sphinotalamikus antero lateralis ↓ Thalamus ↓ Cortex cerebri ↓ Nyeri dipersepsikan 5 DS: Peristaltik usus menurun Gangguan Klien mengeluh ↓ pemenuhan sudah 3 hari tidak Terganggunya proses pencernaan kebutuhan .Keadaan umum lambung suplai nutrisi klien tampak lemah ↓ dalam jaringan .Klien tampak ↓ kesakitan Rangsangan nyeri ditangkap oleh .Ekspresi wajah reseptor nyeri meringis ↓ .Bising usus Timbul rasa penuh ↓ <6x/menit dan mual Metabolisme .

DIAGNOSA KEPERAWATAN No Rencana Asuhan Keperawatan Diagnosa Keperawatan . Klien dan keluarga ↓ sering bertanya Merupakan stressor psikologis bagi tentang penyakit klien dan keadaannya ↓ . Klien tampak Timbul kecemasan cemas E. Kriteria dan Rencana Kegiatan) 1 Pola nafas tidak efektif Tujuan Jangka Panjang: berhubungan dengan Pola nafas normal/efektif (16-20x/menit) adanya distensi abdomen.Terpasang NGT 7 DS: Adanya rasa sakit yang dialami klien Gangguan rasa Klien mengatakan ↓ aman.Adanya obstipasi Tertahannya gas dan cairan dalam .Bising usus lemah ↓ <6x/menit . (Tujuan. Tujuan Jangka Pendek: yang ditandai dengan: Selama 3-4 hari perawatan ada perbaikan pada . 83 BAB dan platus (digesti dan absorbsi) eliminasi BAB DO: ↓ . cemas takut dan cemas Kurang informasi tentang keadaan mengenai keadaan penyakitnya penyakitnya ↓ DO: Koping klien kurang efektif .ADL dibantu keluarga/perawat .Platus (-) BAB/platus tidak lancar 6 DS: Adanya distensi abdomen Gangguan Klien mengatakan ↓ aktivitas sehari- aktivitasnya dibantu Rasa nyeri pada abdomen hari (ADL) oleh keluarga karena ↓ adanya nyeri Menimbulkan rasa sakit bila bergerak DO: ↓ .Distensi abdomen saluran cerna .Klien tampak ADL terganggu kesakitan .

Klopak mata cekung . Respirasi 16-20 x/menit . Adanya distensi . Bibir tidak kering . Distensi abdomen berkurang atau (-) lemas .Observasi bising usus setiap 3-4 jam sekali . Atur posisi tidur setengah duduk . Distensi abdomen . Klien tidak tampak cemas DO: . ditandai terpenuhi dengan: Kriteria: .Ajarkan latihan nafas dalam 2 Gangguan keseimbangan Tujuan Jangka Panjang: cairan dengan adanya Keseimbangan cairan dan elektrolit terpenuhi distensi abdomen yang Tujuan Jangka Pendek: disebabkan karena ileus.Jaga kebersihan bibir klien 3 Nutrisi kurang dari Tujuan Jangka Panjang: kebutuhan berhubungan Nutrisi terpenuhi sesuai dengan kebutuhan dengan gangguan proses Tujuan Jangka Pendek: digestive dan absorbsi Selama 3-4hari perawatan kebutuhan nutrisi karena ileus. Respirasi >24x/menit Rencana Tindakan: .Catat intake – output selama 24jam .Observasi pemberian cairan parenteral . Kelopak mata tidak cekung . Lingkar perut ± 67cm 24 jam selanjutnya setiap 4 jam sekali . 84 DS: pola nafas klien Klien mengeluh sesak Kriteria: nafas dan perut kembung . Kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian O2 per nasal canule . Klien tampak lemas . Selama 3-4 hari perawatan keseimbangan cairan ditandai dengan: dan elektrolit terpenuhi DS: Kriteria: Klien mengeluh badan .Kolaborasi untuk pemasangan kateter .Pertahankan agar klien tetap puasa . Bising usus lemah Rencana Tindakan: . Badan klien tidak lemas . Observasi pola nafas klien setiap 24jam selama abdomen . Bising usus normal (8-12 x/menit) DO: . Bibir kering . Distensi abdomen berkurang . Monitor pemberian O2 per nasal canule (bila telah terpasang) .

Kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian klien puasa obat antiemetik dan parenteral nutrisi DO: . Klien tampak kesakitan . Atur posisi tidur senyaman mungkin 10) .Klien tampak kesakitan .Keadaan umum klien .Distensi abdomen . Bising usus normal 8-12x/menit . 85 DS: .NGT (+) 5 Gangguan aktivitas sehari.Nyeri pada skala 8 (0- . Mual berkurang . Kaji tingkat nyeri . Tujuan Jangka Panjang: nyeri berhubungan dengan Rasa nyaman terpenuhi adanya distensi abdomen. ADL dibantu . Berikan terapi sesuai program . Klien dapat beraktivitas sehari-hari tanpa nyeri bantuan DO: Rencana Tindakan: .Ekspresi wajah meringis .Distensi abdomen 4 Gangguan rasa nyaman.Platus (-) . Berikan penjelasan tentang pentingnya puasa tampak lemah dan pemasangan maagslang . Rasa sakit berkurang . Timbang berat badan setiap hari . Observasi cairan yang keluar dari maagslang . Bising usus normal 8-12 x/menit DO: Rencana Tindakan: . Ajarkan klien untuk melakukan teknik relaksasi . Bantu kebutuhan ADL klien . Klien mengeluh perut Rencana Tindakan: mual. Klien tidak tampak kesakitan . Observasi tanda-tanda vital . Tujuan Jangka Pendek: ditandai dengan: Selama 3-4 hari rasa nyaman terpenuhi DS: Kriteria: Klien mengeluh nyeri pada . badan lemas. ditandai dengan: Tujuan Jangka Pendek: DS: Selama 3-4 hari klien dapat beraktivitas tanpa Klien mengatakan bantuan aktivitasnya dibantu oleh Kriteria: keluarga karena adanya . . Klien bisa platus bagian abdomen . Tujuan Jangka Panjang: hari (ADL) bila adanya rasa Klien dapat melakukan aktivitas sehari-hari sakit.Bising usus lemah <6x/menit .Bising usus <6x/menit .

Bina hubungan saling percaya antara perawat. Dekatkan semua kebutuhan yang diperlukan . Klien dan keluarganya mengerti tentang DS: penyakitnya dan cara penanganannya Klien mengatakan takut dan Rencana Tindakan: cemas mengenai keadaan . Libatkan keluarga untuk membantu memenuhi kebutuhan klien 6 Gangguan rasa aman Tujuan Jangka Panjang: cemas berhubungan Rasa aman – cemas terpenuhi dengan kurangnya Tujuan Jangka Pendek: informasi tentang keadaan Selama 3-4 hari rasa aman – cemas terpenuhi penyakitnya yang dialami Kriteria: klien. Klien dan keluarga sering bertanya tentang penyakit dan keadaannya . Kaji tingkat kecemasan yang dialami klien DO: . Terpasang NGT oleh klien . penyakitnya klien dan keluarga . Berikan penjelasan tentang kondisi penyakitnya . Klien tampak cemas . 86 keluarga/perawat . ditandai dengan: .