Godeliva Agra Arcigita

12014000582

ANALISIS HUBUNGAN ANTARA INDEKS PRESTASI MAHASISWA
DENGAN CARA BELAJAR, JURUSAN YANG DIPILIH, DAN
LINGKUNGAN BELAJAR, SERTA WAKTU BELAJAR SEBAGAI
VARIABEL KONTROL

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Proses belajar (pendidikan) adalah proses dimana seseorang diajarkan untuk
bersikap setia dan taat dan juga pikirannya dibina dan dikembangkan. Pendidikan
bagi bangsa yang sedang berkembang seperti bangsa Indonesia saat ini merupakan
kebutuhan mutlak yang harus dikembangkan sejalan dengan tuntunan
pembangunan secara bertahap. Berhasil tidaknya proses belajar mengajar
tergantung dari faktor-faktor dan kondisi yang mempengaruhi proses belajar
mengajar. Faktor dan kondisi yang mempengaruhi proses belajar baik faktor
internal maupun eksternal sesungguhnya banyak sekali macamnya, baik ada pada
diri siswa sebagai pelajar, pada guru sebagai pengajar, metode mengajar, bahan
materi pelajaran harus diterima siswa, maupun sarana dan prasarana.

Proses belajar yang baik adalah proses belajar yang bisa memudahkan siswa
dalam memahami materi pelajaran yang diajarkan. Sikap disiplin dalam belajar
sangat diperlukan untuk terwujudnya suatu proses belajar yang baik. Sikap
disiplin dalam belajar akan lebih mengasah ketrampilan dan daya ingat siswa
terhadap materi yang telah diberikan, karena siswa belajar menurut kesadarannya
sendiri serta siswa akan selalu termotivasi untuk selalu belajar, sehingga pada
akhirnya siswa akan lebih mudah dalam mengerjakan soal-soal dari materi yang
diberikan. Belajar dengan disiplin yang terarah dapat menghindarkan diri dari rasa
malas dan menimbulkan kegairahan siswa dalam belajar, yang pada akhirnya akan
dapat meningkatkan daya kemampuan belajar siswa. Disiplin adalah kunci sukses
dan keberhasilan. Dengan disiplin seseorang menjadi yakin bahwa disiplin akan
membawa manfaat yang dibuktikan dengan tindakannya. Setelah berprilaku
disiplin, seseorang akan dapat merasakan bahwa disiplin itu pahit tetapi buahnya
manis. Disiplin memberikan manfaat yang besar dalam diri seseorang.

Guru adalah komponen yang sangat penting dalam proses belajar mengajar,
keberhasilan proses belajar mengajar tergantung pada kepiawaian guru dalam
menggunakan metode, teknik dan taktik pembelajaran. Guru dalam proses
pembelajaran memegang peranan yang sangat penting selain sebagai model atau

Apakah cara belajar mempengaruhi indeks prestasi mahasiswa? 2. Apakah lingkungan belajar mempengaruhi indeks prestasi mahasiswa? . teacher training experience meliputi pengalaman-pengalaman yang berhubungan dengan aktivitas dan latar belakang pendidikan guru. Apakah jurusan yang dipilih mempengaruhi indeks prestasi mahasiswa? 3. menyatakan bahwa ada sejumlah aspek dari faktor guru yang mempengaruhi kualitas proses belajar mengajar yaitu : pertama. dan mengingat kompleksnya faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa serta faktor-faktor tersebut bersifat situsional. Keberhasilan suatu proses pembelajaran sangat ditentukan oleh kualitas dan kemampuan guru. teacher formative experience meliputi jenis kelamin serta semua pengalaman hidup guru yang menjadi latar belakang sosial mereka.2.teladan bagi siswanya juga sebagai pengelola pembelajaran. Dalam upaya meningkatkan prestasi belajar mahasiswa jurusan akuntansi secara terus menerus. constant feature in the success of any educational system. Ketiga. hal ini sesuai dengan yang dinyatakan oleh Norman Kirby dalam Wina (2006:50) menyatakan : “One underlying emphasis should be noticeable : that the quality of the teacher is the essential. Optimalisasi prestasi belajar mahasiswa dapat dilakukan dengan mengkaji tentang faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi prestasi belajar pada mahasiswa jurusan akuntansi. kecakapan dan keterampilan- keterampilan tertentu yang dipelajari selama masa belajar. Kedua. maka perlu dilakukan optimalisasi fungsi semua faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar. Rumusan dan Batasan Masalah Rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah : 1. teacher properties adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan sifat yang dimiliki guru yaitu sikap guru terhadap profesinya. 1. Proses belajar mengajar yang efisien akan sangat berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan siswa yang dinyatakan dengan prestasi belajar. siswanya. Prestasi belajar merupakan hasil penilaian atas kemampuan.” Lebih lanjut Dunkin dalam Wina (2006:51). motivasi dan kemampuan baik dalam pengelolaan pembelajaran baik itu kemampuan dalam merencanakan dan mengevaluasi maupun kemampuan dalam penguasaan materi yang akan di ajarkan.

Bab 1 pendahuluan. menjelaskan tentang setiap variable independen dan dependen serta variabel kontrol yang digunakan dalam penelitian kali ini. Peneliti. Mengetahui apakah lingkungan belajar mempengaruhi indeks prestasi mahasiswa. tujuan penelitian. pembahasan penelitian yang menjadi dasar acuan oleh peneliti dalam faktor prestasi mahasiswa.4. membahas tentang hasil dari . Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti melalui penelitian ini adalah : 1. profil dari emiten yang digunakan dalam penelitian. Mengetahui apakah jurusan yang dipilih mempengaruhi indeks prestasi mahasiswa.3. 2. berisi tentang latar belakang masalah.5. 3. 1. sebagai acuan untuk menilai sejauh mana kemampuan dalam meneliti. membahas tentang dasar teori dalam faktor prestasi mahasiswa dan variabelnya. Mahasiswa. Sistematika Penulisan Penulisan penelitian ini terdiri dari 5 bab. supaya bisa membantu meningkatkan indeks prestasi dengan cara atau faktor-faktor yang telah dijabarkan oleh peneliti pada penelitian ini. manfaat penelitian. Bab 3 metode penelitian.1. dan hipotesis konseptual dalam penelitian. Bab 2 landasan teoritis. 2. dan sistematika penulisan dalam penelitian yang diangkat oleh peneliti. model penelitian. rumusan dan batasan masalah. menelaah serta menganalisis suatu permasalahan dan bagaimana cara memecahkan masalah tersebut dengan mempergunakan ilmu yang telah diperoleh serta dapat dipergunakan sebagai sarana pengembangan ilmu. metode pengumpulan data dan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Mengetahui apakah cara belajar mempengaruhi indeks prestasi mahasiswa. 1. Manfaat Penelitian Peneliti berharap agar penelitian ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak sebagai berikut : 1. definisi operasional variable. Bab 4 analisis data dan pembahasan.

dan pembahasan hasil atas variabel yang mempengaruhi indeks prestasi mahasiswa. analisis data. .pengolahan data yang dilakukan oleh peneliti. berisi tentang kesimpulan yang dicapai oleh peneliti melalui penelitian atas variabel yang siginfikan dan dominan mempengaruhi indeks prestasi mahasiswa dan saran bagi penelitian ke depan yang sejenis. Bab 5 simpulan dan saran.

Jadi. afektif. Hal ini perlu adanya pengawasan yang dilakukan oleh orang tua dirumah pada waktu siswa belajar. skala waktu merupakan interval antara dua buah keadaan / kejadian. Keteraturan belajar adalah pangkal utama dari belajar yang baik untuk disiplin pribadi yang tinggi siswa dapat menjahui godaan dan gangguan-gangguan yang mendorong siswa malas belajar. Cara belajar adalah kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa pada situasi belajar tertentu. atau bisa merupakan lama berlangsungnya suatu kejadian. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. sebal.BAB 2 LANDASAN TEORI 2. dan mengerjakan tugas. Dengan belajar yang disiplin dan teratur niscaya akan dapat meningkatkan prestasi belajarnya”. jurusan adalah bagian dari suatu fakultas atau sekolah tinggi yang bertanggung jawab untuk mengelola dan mengembangkan suatu bidang studi. merupakan pekerjaan yang sangat tidak menyenangkan. belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. belajar adalah proses serangkaian kegiatan untuk berusaha memperoleh pengetahuan dan dapat menimbulkan perubahan (tingkah laku. Belajar karena terpaksa itu akan sulit dicerna otak karena sudah ada blocking emosi. Kesal. berlatih. membaca dan membuat catatan. Waktu belajar adalah waktu yang digunakan siswa untuk belajar yang baik dan tepat sesuai dengan situasi dirinya. atau keadaan berada atau berlangsung. Mempelajari sesuatu yang tidak sesuai minat. belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu.1. berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman. sedih. Whittaker dalam Djamarah (1999). dan lain-lain) yang berasal dari pengalaman orang seorang yang berhubungan dengan kognitif. Dalam hal ini. Kerangka Teoritis Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. mengulang bahan pelajaran. Menurut James O. marah. dan psikomotor. dan kegiatan-kegiatan tersebut merupakan pencerminan usaha belajar yang dilakukannya. itu semua sudah memblokir . konsentrasi. Maka waktu dalam belajar perlu disesuaikan khusus untuk lebih efesien dalam pencapaian target belajar. kepandaian. bakat dan kemampuan. apalagi kalau itu bukan kemauan / pilihan diri sendiri. Waktu atau masa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997) adalah seluruh rangkaian saat ketika proses. Indikator untuk menilai cara belajar mahasiswa adalah pembuatan jadwal belajar. perbuatan. tapi desakan orang tua. Menurut Sukardi (1998:60) “belajar secara teratur setiap hari dan tidak mengesampingkan waktu semestinya.

yakni menurunnya daya tahan terhadap tekanan. Sedangkan menurut Sukmadinata (2005). Menurut Oemar Hamalik (2003: 195) lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di alam sekitar yang memiliki makna atau pengaruh tertentu kepada individu. Prestasi selalu dihubungkan dengan pelaksanaan suatu kegiatan atau aktivitas. Memilih jurusan kuliah sesuai dengan saran teman atau trend. padahal tidak sesuai dengan minat diri juga punya dampak psikologis. prestasi atau hasil belajar (achievement) merupakan realisasi dari kecakapan-kecakapan potensial atau kapasitas yang dimiliki seseorang. baik yang internal (yaitu hubungan antara orang yang terlibat dalam lingkungan perguruan tinggi misalnya iklim sosial antara siswa dengan siswa. Faktor organisasi kelas meliputi jumlah siswa dalam satu kelas. Seperti kondisi lingkungan yang sehat. kerukunan hidup. Lingkungan adalah segala sesuatu yang disekeliling manusia yang dapat mempengaruhi tingkah laku secara langsung maupun tidak langsung. antara siswa dengan guru bahkan guru dengan pimpinan) maupun yang eksternal (yaitu hubungan antara perguruan tinggi dengan orang tua siswa. karena kegiatan belajar merupakan proses. 2000: 65). organisasi kelas yang terlalu besar akan kurang efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran. Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar. Lingkungan adalah segala sesuatu yang disekeliling manusia yang dapat mempengaruhi tingkah laku secara langsung maupun tidak langsung. Definisi prestasi belajar antara lain dikemukakan oleh Winkel dalam Sunarto (2009) yang menyatakan bahwa prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya. masalah semakin bertambah. Penguasaan hasil belajar dapat dilihat dari perilakunya. hubungan perguruan tinggi dengan perusahaan dan instansi pemerintah. Apalagi kalau pelajaran kian sulit. konsentrasi dan menurunnya daya juang. Lingkungan belajar merupakan unsur-unsur yang datang dari luar diri peserta didik. ketertiban pergaulan. keterampilan berpikir maupun . Faktor lingkungan yang terdiri dari faktor organisasi kelas dan faktor iklim sosial- psikologis. Sedangkan faktor iklim sosial-psikologis menyangkut keharmonisan hubungan antara orang yang terlibat dalam proses pembelajaran. tentram. sedangkan prestasi belajar merupakan output dari proses belajar. Dari pengertian di atas dapat diambil sebuah pemahaman bahwa lingkungan belajara merupakan segala sesuatu yang ada di alam sekitar yang memiliki makna atau pengaruh tertentu kepada individu. baik perilaku dalam bentuk penguasaan pengetahuan. tertib dan indah (Max Darsono. lingkungan yang aman. bisa menyebabkan kuliah terancam terhenti di tengah jalan.efektivitas kerja otak dan menghambat motivasi.

Tinjauan Pustaka Penelitian yang mendukung pentingnya keterlibatan siswa. faktor lingkungan belajar yang responsif dan IPK SMU terhadap prestasi akademis 259 mahasiswa jurusan bisnis pada sebuah institut pendidikan tinggi di bagian tenggara Amerika Serikat. Di Indonesia. antara lain dilakukan oleh Romer (1993) yang meneliti tentang pengaruh tingkat kehadiran mahasiswa dalam perkuliahan terhadap prestasi belajar pada fakultas ekonomi di tiga universitas terkemuka di Amerika Serikat. afektif (sikap) dan psikomotor (keterampilan). Instrumen yang digunakan untuk mengukur motivasi adalah Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) yang sebelumnya telah banyak digunakan untuk melakukan survey hubungan antara motivasi dan strategi belajar dengan prestasi akademis pada disiplin ilmu filosofi. Nasution dalam Sunarto (2005) mendefinisikan prestasi belajar adalah kesempurnaan yang dicapai seseorang dalam berfikir. Hasilnya menunjukkan bahwa mahasiswa yang rajin menghadiri kuliah mempunyai prestasi yang lebih tinggi daripada mahasiswa yang jarang menghadiri kuliah. peran guru dalam proses . Campbel (2007) dalam studinya yang berjudul Motivational Systems Theory and The Academic Performance of College Students menguji hubungan antara motivasi belajar. Selain itu.2. Indeks Prestasi (IP) maupun Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) merupakan hasil dari pengolahan hasil test. dengan tingkat perbedaan prestasi yang cukup signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar. psikologi. lingkungan belajar yang responsif dan IPK SMU merupakan prediktor yang valid dari prestasi akademis mahasiswa. serta seni dan ilmu pengetahuan. IPK adalah tingkat keberhasilan mahasiswa pada akhir keseluruhan program pembelajaran yang merupakan rata-rata terimbang dari seluruh mata kuliah yang ditempuh. 2. Prestasi belajar dikatakan sempurna apabila memenuhi tiga aspek yakni: kognitif (pengetahuan). merasa dan berbuat. Indeks Prestasi Kumulatif adalah penghitungan IP dengan menggabungkan semua mata kuliah yang telah ditempuh sampai suatu semester tertentu. Alat untuk mengukur prestasi/hasil belajar disebut tes prestasi belajar atau achievement test yang disusun oleh guru atau dosen yang mengajar mata kuliah yang bersangkutan. sebaliknya dikatakan prestasi kurang memuaskan jika seseorang belum mampu memenuhi target dalam ketiga kriteria tersebut. ilmu alam.keterampilan motorik. penelitian dilakukan oleh Santi Arbiyanti (2006) yang berjudul “Hubungan antara motivasi berprestasi.

Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar akuntansi siswa dengan koefisien korelasi 0.pembelajaran dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar akuntansi siswa kelas II SMK N 7 Yogyakarta tahun ajaran 2005/2006”.3.4. dan lingkungan belajar sebagai berikut: . Sedangkan simultan. 2. yaitu terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi berprestasi dengan prestasi belajar akuntansi dengan koefisien korelasi 0.366. Model Penelitian Dalam upaya menggambarkan hubungan keterkaitan antara variabel terikat dengan variabel bebas serta variabel kontrol dalam penelitian ini. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara peran guru dalam proses pembelejaran dengan prestasi belajar akuntansi siswa dengan korelasi 0. motivasi berprestasi. peran guru dalam proses pembelajaran dan lingkungan belajar mempunyai hubungan yang positif dan signifikan dengan prestasi belajar akuntansi siswa kelas II program keahlian akuntansi SMK Negeri 7 Yogyakarta tahun ajaran 2005/2006 ditunjukan dengan koefisien determinan 0. Hipotesis Konseptual Berdasarkan teori-teori dari berbagai faktor variabel bebas. dapat digambarkan model yang digunakan dalam penelitian sebagai berikut : Jurusan yang dipilih Lingkungan Belajar Indeks Prestasi Cara Belajar Mahasiswa Waktu Belajar 2.237.340. peneliti akan mengajukan beberapa hipotesis konseptual antara hubungan cara belajar. jurusan yang dipilih. maka dalam penelitian kali ini.314.

4. itu akan menjadi bekal. Semakin baik siswa dalam mengetahui cara belajar yang baik maka akan baik pula hasilnya.4.2. Hasil belajar yang baik dipengararuhi oleh cara belajar yang baik pula.3 Lingkungan belajar Universitas merupakan pendidikan yang mengembangkan dan meneruskan pendidikan anak menjadi warganegara yang cerdas. Slameto (2010:73) berpendapat bahwa “banyak siswa dan atau mahasiswa gagal atau tidak mendapat hasil yang baik dalam belajar karena tidak mengetahui cara-cara belajar yang efektif”. Universitas juga merupakan lembaga sosial formal yang didirikan oleh negara atau yayasan tertentu. stimulasi. 2. dan teman-teman sekelas dapat memengaruhi proses belajar seorang . seperti guru/dosen.4. serta disatu pihak mewakili orang tua/masyarakat dipihak lain mewakili negara. pengalaman apa saja yang diberikan pada anak sejak kecil secara optimum dan konsisten. makin sedikit juga pengetahuan anak tentang dirinya. Lingkungan sosial pendidikan.1 Cara belajar Cara belajar pada dasarnya merupakan suatu cara atau strategi yang diterapkan siswa sebagai usaha belajarnya dalam rangka mencapai hasil yang yang dinginkan. Kesempatan. untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Makin banyak dan luas exposure-nya. Maka peneliti mengajukan hipotesa sebagai berikut : H2 : Jurusan yang dipilih signifikan mempengaruhi indeks prestasi mahasiswa secara positif. 2. trampil dan bertingkah laku baik. Penilaian baik buruknya usaha yang dilakukan akan tergambar dalam bentuk prestasi. modal dan fondasi minat dan bakatnya. Jurusan yang dipilih Memilih jurusan kuliah pada dasarnya merupakan sebuah proses yang sudah dimulai sejak masa anak-anak. Maka peneliti mengajukan hipotesa sebagai berikut : H1 : Cara belajar mahasiswa signifikan mempengaruhi indeks prestasi mahasiswa secara positif.2. makin anak tahu banyak tentang dirinya. administrasi. tapi makin sedikit exposure-nya. Cara belajar seseorang akan terlihat dari hasil yang diperoleh oleh siswa tersebut.

Satuan pengukuran untuk mengukur variabel belajar .2. 3. 3. Definisi Operasional Variabel 3. Cara belajar Cara mengukur variabel belajar adalah dengan memberikan kuesioner kepada mahasiswa untuk mengetahui jumlah jam belajar. yaitu cara belajar. Penjelasan dan cara pengukuran dari setiap variabel bebas adalah sebagai berikut: a. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah indeks prestasi mahasiswa. Maka peneliti mengajukan hipotesa sebagai berikut : H3 : Lingkungan belajar signifikan mempengaruhi indeks prestasi mahasiswa secara positif. siswa.1. Skala pengukuran nya adalah rasio. BAB 3 METODE PENELITIAN 3.2 Variabel Independen Variabel bebas (independent variable) adalah variabel yang nilainya memberikan pengaruh terhadap nilai variabel terikat.2. dan lingkungan belajar. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian kali ini berjumlah tiga buah. jurusan yang dipilih. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta dan berlangsung mulai Maret 2017 sampai dengan Juni 2017. Perilaku yang simpatik dan dapat menjadi teladan seorang guru atau administrasi dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk belajar.2.1 Variabel Dependen Variabel terikat (dependent variable) adalah variabel yang nilainya dipengaruhi oleh variabel bebas (independent variable). Cara mengukur variabel Indeks Prestasi adalah dengan memberikan kuesioner kepada mahasiswa untuk mengetahui skor Indeks Prestasi. Satuan pengukuran untuk mengukur variabel Indeks Prestasi menggunakan skor. Hubungan harmonis antra ketiganya dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk belajar lebih baik disekolah.

sebagai contoh adalah membagi jumlah waktu yang digunakan oleh sampel untuk belajar ke dalam 5 interval. Varibel kontrol pada penelitian ini merupakan waktu belajar mahasiswa. Jurusan yang dipilih Jurusan yang dipilih diukur menggunakan skala rasio dengan satuan score. dan 51-55 jam per minggu. yaitu : 31-35 jam per minggu.3 Variabel Konrol Variabel kontrol disebut juga sebagai variabel kendali. Variabel ini merupakan variabel yang diupayakan untuk dinetralisasi oleh peneliti dan juga menjaga hubungan antara variabel terikat dengan variabel bebas tetap konstan.4. Skala interval merupakan skala yang membedakan tiap kategori dengan selang atau jarak tertentu yang sama dan tidak memiliki nilai nol mutlak. Penelitian ini menggunakan alat bantu kuesioner guna mendapatkan informasi yang dibutuhkan. 3. Lingkungan belajar yang mempengaruhi motivasi ini bisa diketahui melalui teknik survey yang telah diisi oleh responden. 41-45 jam per minggu. Lingkungan belajar Lingkungan belajar adalah segala sesuatu yang ada di alam sekitar yang memiliki makna atau pengaruh terhadap motivasi belajar peserta didik. c. Metode Pengumpulan Data Peneliti mengumpulkan data dengan cara melakukan survey terhadap mahasiswa Unika Atma Jaya dengan jumlah sampel sebanyak 100 mahasiswa. Skala pengukuran nya adalah rasio. 46-50 jam per minggu. 3. 3. menggunakan jumlah jam per minggu.2. b. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala interval.3. Metode Analisis Data . Satuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah score. 36-40 jam per minggu.

. Metode analisis data yang dilakukan oleh peneliti dalam peneltian ini melalui tahapan sebagai berikut : mengumpulkan sampel dan menjalankan survey. lalu mulai melakukan perhitungan dengan analisis data statistik.

pdf?sequence=1 https://damayanti327.ac.id/17812/1/SKRIPSI.ac.com/index.repository.id/bitstream/handle/123456789/64365/ADITYA %20ARIS%20KURNIAWAN.wordpress.ac.edu/operator/upload/s_tb_055071_chapter1.jogjapress.uny.id/dampak-salah-memilih-jurusan/ http://www.ac.com/about/hubungan-antara-disiplin-belajar- dengan-prestasi-belajar/ http://lib.itera.id/xmlui/bitstream/handle/123456789/354/03- YANI%20R.ac.upi.sequence=1 http://a-research.ui.polnep.pdf http://usm.DAFTAR PUSTAKA http://mobile.pdf .pdf http://repository.php/Citizenship/article/viewFile/928/472 http://eprints.pdf.unej.id/file?file=digital/131490-T-27469-Faktor-faktor%20utama- Tinjauan%20literatur.