C.

Intervensi Keperawatan

No Diagnose Kepeawatan Tujuan Sasaran Rencana Keperawatan
Perubahan perfusi jaringan berhubungan Setelah 1. Pasien mengungkapkan 1. Awasi tanda-tanda vital, kaji pengisian
dengan penurunan komponen seluler yang dilakukan tubuh terasa segar kapiler, warna kulit/ membran mukosa,
diperlukan untuk pengiriman O2 ke sel. tindakan 2. Pasien mengungkapkan dasar kuku.
keperawatan sudah ingin makan 2. Tinggikan kepala tempat tidur sesuai
DS; ibu pasien mengatakan; anaknya selama 3 x 24 3. Pasien mengungkapkan toleransi (kontra indikasi pada pasien
mengeluh tubuh terasa lemas, tidak nafsu jam, masalah rasa mual berkurang/ dengan hipotensi).
makan, merasa mual. Perubahan hilang 3. Catat keluhan rasa dingin, pertahankan
4. TTV normal; N: 60-100 suhu lingkungan, dan tubuh hangat
DO; perfusi
x/menit, R: 12-20 x/menit, sesuai indikasi.
1 Tanda-tanda vital; jaringan dapat
S: 36-37,4 x/menit 4. Kolaborasi pemeriksaan laboratorium,
 N= 106 kali/menit, teratasi
5. Mukosa bibir tampak Hb, Hematokrit, AGD, dll.
 R= 20 kali/menit,
lembab 5. Kolaborasi dalam pemberian transfusi.
 Suhu= 35,60C.
6. Pasien tampak segar
 mukosa bibir kering,
7. Kapilari refiil <3 detik
 pasien terlihat lemas dan pucat, 8. Konjungtiva ananemis
 kapileri refiil kembali lebih dari 3 9. HB normal; 10-16gr/dl
detik,
 konjungtiva anemis
 HB; 6,5 L g/dl.
3 Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan Setelah 1. Pasien mengungkapkan a. Kaji riwayat nutrisi termasuk makanan
tubuh berhubungan dengan kegagalan dilakukan tubuh terasa segar yang disukai.
untuk mencerna atau ketidakmampuan tindakan 2. Pasien mengungkapkan b. Observasi dan catat masukan makanan
mencerna makanan/absorbsi nutrien yang keperawatan sudah ingin makan pasien.
diperlukan untuk pembentukan sel darah selama 3 x 24 3. Pasien mengungkapkan c. Timbang BB tiap hari.
rasa mual berkurang/ d. Beri makanan sedikit tapi sering.
merah normal jam, masalah
hilang e. Observasi dan catat kejadian mual,
Perubahan
4. TTV normal; N: 60-100 muntah, platus, dan gejala lain yang
DS; ibu pasien mengatakan; anaknya nutrisi kurang
x/menit, R: 12-20 x/menit, berhubungan.
mengeluh tubuh terasa lemas, tidak nafsu dari kebutuhan

16

 N= 106 kali/menit. anaknya selama 3 x 24 S: 36-37. TTV normal. 7. Gerakan teknik penghematan energi. detik 7.4 x/menit f.  IMT. keperawatan x/menit. pemberian Fe  mukosa bibir kering. Kaji kemampuan pasien untuk ketidakseimbangan antara suplai O2 dan dilakukan tubuh terasa segar melakukan aktivitas. teratasi 5. 2. masalah 3.  R= 20 kali/menit. diperlukan. Tanda-tanda vital. dll. 8. DO. Pertahankan tirah baring jika 4. 150 cm. Kapilari refiil <3 detik diindikasikan. DO: Intoleransi 5.  32kg. 12.  TB. 17 . aktivitas dapat secara mandiri pantau terhadap pusing.60C. catat kelelahan dan kebutuhan tindakan 2. Laboratorium Hb. 6.60C. 6. IMT noramal. R: 12-20 x/menit. Rencanakan kemajuan aktivitas dengan  pasien terlihat lemas dan pucat. Hmt. tidak dianjurkan. Pertahankan higiene mulut yang baik. tubuh dapat S: 36-37. Transferin. mengeluh tubuh terasa lemas. Konjungtiva ananemis i.  konjungtiva anemis  HB. pasien mangungkapkan 1.89 Intoleransi aktivitas berhubungan dengan Setelah 1. makan. Protein. Beri bantuan dalam beraktivitas bila  R= 20 kali/menit. merasa mual. Albumin. Awasi tanda-tanda vital selama dan DS. Pasien dapat beraktivitas 4. BB sekarang. N: 60-100 kesulitan dalam beraktivitas. tingkatkan aktivitas sesuai  kapileri refiil kembali lebih dari 3 toleransi.  Suhu= 35. Antropometri. Pasien tampak segar 3. Kolaborasi Dx. Berikan obat sesuai indikasi yaitu  Suhu= 35. jam.5 L g/dl. 6.  N= 106 kali/menit. lembab h. ibu pasien mengatakan. Kolaborasi dengan ahli gizi. Ubah posisi pasien dengan perlahan dan 2 Tanda-tanda vital. misalnya mandi dengan duduk. Mukosa bibir tampak g. 29kg.4 x/menit sesudah aktivitas. 9. HB normal. 10-16gr/dl vitamin dan suplai mineral. pasien. Pasien tampak segar BUN. teratasi 5.  BB sebelum SMRS.

Respon pasien. R: 20 x/menit. 29 kg-------------------------------------------------------------------- Menganjurkan orangtua pasien untuk memperhatikan kebersihan muluk pasien. Hasil. Hasil.20 1. Implementasi Keperawatan Tanggal & No. D. --------mengurangi rasa mual dan meningkatkan rasa nyaman pada saat 09.2. dengan kepala tinggi 15 cm dari tubuh. habih ¼ porsi---------------- Mengkaji nutrisi pasien. Dalam pemenuhan nurtisi pasien. Hasil. S: 35. Hasil.dengan tujuan. pasien compos mentis. pasien tampak lemas.makanan habis ¼ porsi.-------------------------- 13.30 2 Menimbang berat badan pasien.3 Mengkaji keadaan umum pasien.3 Kolaborasi dengan ahli gizi. Hasil.3 18 . 07. Hasil.----------------------------------------------- 10.6 *t. kapileri refiil kembali-- lebih dari 3 detik. makanan favorit pasien nasi goring.-------------------- 08.----------------------------------------------- 1. Tindakan Keperawatan Nama/paraf waktu DP 20/3/2017.45 masih terasa mual---------------------------------------------------------------------------------------------------- Mengkaji tanda-tanda vital. 1. N: 106 x/menit.00 2 Anjurkan makan sedikit tapi sering. Respon pasien.00 1 makan.3 Koaborasi dalam melakukan pemeriksaan laboratorium lebih lajut. konjungtiva anemis---------------------------------------------------------------------------- Mengkaji tingkat kemampuan pasien.----------------------------------- 10. Alergi dengan udang. pasien tampak lemas------------------------------------------- Memberikan posisi kepala lebih tinggi 30 cm dari tubuh.2.--------------- Mengkaji masukkan nutrisi pasien.30 1. pasien tampak rileks--------- 08. Repon.2.00 2 Kolaborasi dengan dokter dalam rencana pemberian transfusi.------------------------------------------ Mengubah posisi pasien sesuai indikasi. pasien makan sedikit-sedikit. tidak nafsu makan.

 kapileri refiil 3 detik. 2 O. anaknya mengeluh tubuh terasa lemas. 12. A. 19 .  konjungtiva anemis  HB. Hasil. anaknya mengeluh tubuh terasa lemas. konjungtiva anemis. BB. ibu pasien mengatakan. intervensi keperawatan dilanjutkan S. merasa mual.89. respon.  N= 100 kali/menit.  mukosa bibir kering. Hasil. pasien compos mentis. merasa mual. O.  R= 20 kali/menit. kapileri refiil 3 detik.20 1 S. pasien masih terasa mual. tidak nafsu makan. tidak nafsu makan. Mengkaji keadaan umum pasien. R: 20 x/menit.  N= 100 kali/menit.  Suhu= 360C.29kg---------------------------------------------------------------------- Mengkaji tingkat kemampuan pasien.  pasien terlihat lemas dan pucat. N: 100 x/menit. masalah perubahan perfusi belum teratasi P. tidak nafsu makan.D Nama/Paraf SOAP P 20/3/2017. S: 36 *C. IMT.  Suhu= 360C.------------------------------------------------------------------------------------------------- Mengkaji tanda-tanda vital. pasien tampak lemas. anaknya mengeluh tubuh terasa lemas.5 L g/dl. pasien tampak lemas------------------------------------------- E.  R= 20 kali/menit. Evaluasi Tanggal/waktu No. merasa mual. Hasil.13. 6. Respon. ibu pasien mengatakan. ibu pasien mengatakan.

 R= 20 kali/menit. anaknya mengeluh tubuh terasa lemas.  TB. 29kg.  konjungtiva anemis  BB. 3  N= 100 kali/menit. O. 150 cm.89 A.  IMT. A. masalah Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh belum teratasi P. intervensi 2.  pasien terlihat lemas dan pucat.  Suhu= 360C. ibu pasien mengatakan.5.  kapileri refiil 3 detik. 12. intervensi keperawatan dilanjutkan 20 .3.6.8 di lanjutkan S. masalah intoleransi aktivitas belum teratasi P.4.

Related Interests