ASUHAN KEBIDANAN PADA NY” LW “ UMUR 46 THN P6 A0 DENGAN CA SERVIX

DAN ANEMIA DI RUANG PERAWATAN ANNA

DISUSUN OLEH

KELOMPOK II & IV

RUMAH SAKIT MITRA MASYARAKAT

TIMIKA- PAPUA

2013

TIM PENYUSUN :

1. CHRISTINA B MANGOPO NIK 2007/03/05/558
2. CRISTA CYNTIA LUMENTUT NIK 2005/
3. DERMAWAN LUMBAN TORUAN NIK 2007/12/../.
4. ELMA T
5. ERNA BONGGA
6. NELY RONGREAN
7. NENI FEBRIANTY
8. NURINDAH H HUTAURUK
9. MARGARETA REFTY
10. MARIA E SINAGA
11. JENIATI SAMPE NIK 2007/03/05/562
12. SERLY MOMBA
13. YUKI WULANDARI
14. YULI TONDOK NIK 2011/.../../

KATA PENGANTAR

W selaku pasien dan keluarga yang telah memberikan informasi dan bekerja sama selama menjalani perawatan di Ruang perawatan Anna. Kepala ruangan Anna: Ibu Theresia Rambu. Makalah studi kasus ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu persyaratan upaya peningkatan dan peningkatan mutu keperawatan baik perseorangan maupuan setiap tim . Sr M Alfonsa Fch selaku wadir keperawatan dan stafnya. bantuan dari berbagai pihak akhirnya makalah studi kasus ini dapat diselesaikan . Penulis juga mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan saran serta bantuan terutama : 1. 5. Dalam penyusunan makalah studi kasus ini. Puji dan syukur kami haturkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala berkat- Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Asuhan kebidanan pada Ny L W dengan Ca Servix stadium III A dan Anemia di Ruang perawatan Anna. yang telah memberikan asuhan kepada pasien. Timika. 4. Dokter Darsono dan Dokter Hendra selaku dokter residen Obgin . Akhir kata penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami khusunya dan pembaca umumnya dan demi peningkatan mutu pelayanan keperawatan di Rumah Sakit Mitra Masyarakat ini . atas kesempatan dan bantuan sehingga penulis dapat menyelesaikan studi kasus ini . Dalam penyusunan makalah ini kami menyadari masih banyak kekurangan oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun dari pembaca senantiasa kami terima demi penyempurnaan makalah studi kasus ini . namuan berkat kerja sama. kami banyak mengalami hambatan dan kesulitan. atas bantuan dan saran guna penyempurnaan makalah ini 3. Semua rekan-rekan Anna. Oktober 2013 Tim Penyusun DAFTAR ISI JUDUL . Ny L. 2.

Tujuan penulisan C. Latar Belakang B. Metode Penulisan BAB II TINJAUAN TEORI A. Pengkajian B. Catatan keperawatan BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN A. Anatomi Fisiologi 4.TIM PENYUSUN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I . Pencegahan B. Penataksaan Medik 8. Pemeriksaan Penunjang 7. Etiologi 3. Rencana Asuhan Kebidanan C. Patofisiologi 5. Konsep Dasar Medik 1. Patoflowdiagram BAB III TINJAUAN KASUS A. LATAR BELAKANG . PENDAHULUAN A. Tanda dan gejala 6. Definisi 2. Konsep Dasar Kebidanan C.

000 kasus baru dan 300. Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe. Kanker ini 99.7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik. apabila telah memasuki tahap lanjut. Terbukti di Dunia setiap 2 menit seorang perempuan meninggal karena kanker servix. Tujuan Penulisan 1. kanker ini bisa menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh penderita Kanker servix disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang nyata dalam pengkajian.pencegahan dini serta penanganan yang tepat untuk menghindari komplikasi yang lebih berat. Fakta-fakta tersebut membuat kanker leher rahim menempati posisi kedua kanker terbanyak pada perempuan di dunia. dan distribusi kasus mencapai puncak 2 kali pada usia 35-49 tahun. Kanker ini juga merupakan kanker yang paling banyak diderita oleh perempuan ASIA dan lebih dari setengah perempuan ASIA yang menderita kanker servix meninggal. Tujuan Khusus a. sel-sel abnormal pada leher rahim juga tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama. Berawal terjadi pada leher rahim. sedangkan di Asia fasifik setiap 4 menit seorang perempuan meninggal karena kanker servix. kanker leher rahim menjadi kanker terbanyak pada wanita Indonesia yaitu sekitar 34% dari seluruh kanker pada perempuan dan sekarang 48 juta perempuan Indonesia dalam risiko mendapat kanker leher rahim. yang hampir 80% terjadi di negara berkembang. Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan penyebab kematian akibat kanker yang terbesar bagi wanita di negara-negara berkembang. Kanker merupakan penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang dalam berkembangnya sel tersebut berubah menjadi sel kanker. ini sama artinya dengan 226. . di mana sebagian besar di antaranya tidak berbahaya dan akan lenyap dengan sendirinya. Berdasarkan data yang diperoleh jumlah kejadian kanker servix di RSMM periode april – september 2013 sejumlah 9 orang. yang menyerang leher rahim. Jenis virus HPV yang menyebabkan kanker serviks dan paling fatal. analisa data dan diagnosa kebidanan pada pasien dengan P6 A0 CA CERVIX DENGAN ANEMIA. Tujuan Umum Memperoleh pengalaman yang nyata dalam menerapkan atau mengaplikasikan asuhan kebidanan dengan P6 A0 CA CERVIX DENGAN ANEMIA. Usia rata-rata kejadian kanker leher rahim adalah usia 52 tahun. dan menempati urutan pertama di negara berkembang Saat ini. Selain disebabkan oleh Virus HPV. Secara global terdapat 600. Oleh karena itulah penulis tertarik mengambil kasus dengan Kanker servix dan Anemia.000 perempuan yang didiagnosa terkena kanker servix. A. Dimana mengingat pentingnya mengenali tanda dan gejala. 2.000 kematian setiap tahunnya.Akibatnya adalah virus HPV tipe 16 dan 18.

perkusi dan auskultasi. suami serta keluarga yang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan. d. b. Anamnese/ Wawancara Penulis melakukan tanya jawab dengan klien. Studi Pustaka Dalam penulisan dan penyusunan studi kasus ini penulis menggunakan beberapa buku sebagai landasan teori yang berhubungan dengan pasien P6 A0 CA CERVIX DENGAN ANEMIA 2. Pemeriksaan fisik Pemeriksaan fisik yang dilakukan antara lain: inspeksi. Mengetahui penanganan lebih lanjut tentang CA CERVIX DENGAN ANEMIA. B. palpasi. Metode Penulisan Dalam penulisan Asuhan Kebidana ini metode yang digunakan sebagai berikut: 1. dimana dalam studi kasus ini menggunakan beberapa metode yaitu: a. Memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang nyata dalam menerapkan langkah – langkah untuk mempertahankan kesehatan dalam Asuhan Kebidanan dengan P6 A0 CA CERVIX DENGAN ANEMIA c. Diskusi Mengadakan diskusi dengan rekan-rekan bidan. Defenisi kanker servix Kanker servix atau kanker leher rahim adalah tumor ganas yang tumbuh didalam leher rahim atau serviks (bagian terendah dari rahim yang menempel pada puncak vagina) sebagai akibat dari adanya pertumbuhan yang tidak terkontrol (Winkjosastro. Studi Kasus Merupakan pengamatan langsung pada pasien dengan P6 A0 CA CERVIX DENGAN ANEMIA di Ruang perawatan Anna Rumah Sakit Mitra Masyarakat. . Observasi Melakukan pengamatan langsung dengan pemeriksaan yg berkaitan dengan keadaan umum pasien. c. 1999). KONSEP DASAR MEDIK KANKER SERVIX 1. b. Memperoleh gambaran yang nyata dalam mendokumentasikan Asuhan Kebidanan pada pasien dengan P6 A0 CA CERVIX DENGAN ANEMIA d. BAB II TINJAUAN TEORI A.perawat dan dokter dalam hal Asuhan Kebidanan dengan P6 A0 CA CERVIX DENGAN ANEMIA.

2. Umur pertama kali melakukan pertama kali melakukan hubungan seksual Penelitian menunjukkan bahwa semakin mudah wanita melakukan hubungan seksual semakin besar mendapat kanker servix. Kanker servix atau sevical cancer adalah jenis penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher rahiam atau servix. hal ini karena pada pria yang non sirkums hygiene penis tidak terawat sehingga banyak kumpulan- kumpulan smegma. Letaknya antara rahim (uterus) dengan liang senggama wanita (vagina). b. 18. Etiologi Menurut ( Winjosastro. imunitas dan kebersihan perseorangan. Sosial ekonomi Karsinoma servix banyak dijumpai pada golongan sosial ekonomi rendah. e. Kanker servix adalah penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher rahim. letaknya antara rahim (uterus ) dan liang sanggama atau vagina. Kanker leher rahim adalah kanker yang terjadi pada area leher rahim yaitu bagian rahim yang menghubungkan bagian atas dengan vagina. Kawin pada usia 20 tahun dianggap masih terlalu mudah. Merokok . Yaitu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim. 1999 ) penyebab terjadinya kelainan pada sel-sel servix tidak diketahui secara pasti tetapi terdapat beberap faktor resiko yang berpengaruh terhadap terjadinya kanker servix yaitu: a. Semakin sering partus semakin besar kemungkinan mendapat resiko mendapat karsinoma servix. Jumlah perkawinan Wanita yang sering melakukan melakukan hubungan seksual dan berganti-ganti pasangan mempunyai faktor resiko yang besar terhadap kanker servix. Kanker servix merupakan kanker yang terjadi pada servix atau leher rahim. yang membuka kearah liang vagina. dan 56. Kanker servix adalah tumor ganas primer yang berasal dari metaplasia epitel di daerah skuamokolumner juntion yaitu daerah peralihan mukosa vagina dan mukosa kanalis servikalis. Hygiene dan sirkumsisi Diduga adanya pengaruh muda terjadinya kanker servix pada wanita yang pasangannya belum disirkumsisi. Infeksi virus Human Papiloma Virus ( HPV). Usia rata-rata kejadian kanker leher rahim adalah usia 52 tahun. Pada golongan sosial ekonomi rendah umumnya kuantitas dan kualitas makanan hal ini mempengaruhi imunitas tubuh. Jumlah kehamilan dan partus Kanker servix dijumpai pada wanita yang sering partus. Yaitu bagian rahim yang terletak dibawah. g. dan puncaknya 2 kali pada usia 35-49 tahun. akan didahului oleh keadaan yang disebut lesi prakanker atau neoplasia intraepitel serviks (NIS). mungkin faktor sosial ekonomi erat kaitanya dengan gizi. Adalah virus penyebab kutil genitalis ( condiloma acuminata ) yang ditularkan melalui hubungan seksual. Kanker seviks uteri adalah tumor ganas primer yang berasal dari sel epitel skuamosa. Sebelum terjadinya kanker. c. Kanker servix adalah penyakit akibat dari tumor ganas pada daerah mulut rahim sebagai akibat dari adanya pertumbuhan jaringan yang tidak terkontrol dan merusak jaringan normal disekitarnya. suatu daerah organ reproduksi wanitanyang merupakan pintu masuk ke arah rahim. varian yang sangat berbahaya adalah HPV tipe 16. f. 45. d.

resiko anda terkena kanker ini mencapai dua atau tiga kali lipat dibandingkan orang yang tidak ada riwayat kanker serviks pada keluarga. Berganti-ganti pasangan i. Serviks membentuk saluran yang berujung pada vagina. 3. h. Serviks adalah bagian bawah dan menyempit dari uterus atau rahim. Riwayat Keluarga Apabila ibu atau kakak perempuan anda menderita kanker serviks. . Zat –zat tersebut akan menurunkan daya tahan servix disamping merupakan karsinogen infeksi virus. Letaknya antara rahim (uterus) dengan liang senggama wanita (vagina). Penggunaan antiseptik Kebiasaan pencucian vagina dengan menggunakan obat-obatan antiseptik maupun deodoran akan mengakibatkan iritasi diservix yang merangsang terjadinya kanker. Namun tidak diketahui dengan pasti adanya jumlah nikotin yang dikomsumsi yang bisa menyebabkan kanker leher rahim. k. dan bagian luar tubuh. Nikotin mempermudah semua selaput lendir sel-sel tubuh bereaksi atau menjadi terangsang baik pada mukosa tenggorokan. l. j. Penggunaa pil KB Penggunaan pil KB dalam jangka panjang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker servix. Anatomi fisiologi servix Servix yaitu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim. Wanita yang merokok memiliki resiko 2 kali lebih besar terkena kanker servix dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok. Penelitian menunjukkan lendir servix pada wanita perokok mengandung nikotin dan zat-zat lainya yang ada dalam rokok. AKDR ( alat kontrasepsi dalam rahim ) Pemakaian AKDR akan berpengaruh terhadap servix yaitu bermula pada erosi servix yang kemudian menjadi ineksi yang berupa radang yang terus menerus.paru-paru maupun servix.

sedangkan waktu yang diperlukan dari karsinoma insitu menjadi invasif adalah 3 – 20 tahun. Onkogen sel dan tumor supreser gen mempunyai efek yang berlawanan dalam karsinogenesis. parametria dan akhirnya dapat menginvasi ke rektum dan atau vesika urinaria. gejala kanker servix pada kondisi pra-kanker ditandai dengan flour albus( keputihan) merupakan gejala yang sering ditemukan getah yang keluar dari vagina ini makin lama makin berbau busuk akibat infeksi dan nekrosis jaringan. Lesi preinvasif akan mengalami regresi secara spontan sebanyak 3-35%. dibantu oleh faktor risiko lain mengakibatkan perubahan gen pada molekul vital yang tidak dapat diperbaiki. dimana onkogen memperantai timbulnya transformasi maligna. jaringan pada serviks. dan repair genes. Perdarahan . menetap. diawali adanya perubahan displasia yang perlahan-lahan menjadi progresif. Keputihan Menurut Dalimarta ( 2004). Gen pengendali tersebut adalah onkogen tumor supresor gene. Lesi dapat meluas ke forniks. Dalam jangka waktu 7 – 10 tahun perkembangan tersebut menjadi bentuk preinvasif berkembang menjadi invasif pada stroma serviks dengan adanya proses keganasan. Proses perkembangan kanker serviks berlangsung lambat. Waktu yang diperlukan dari displasia menjadi karsinoma insitu (KIS) berkisar antara 1 – 7 tahun. Meskipun kanker invasive berkembang melalui perubahan intraepitel. dan kehilangan sifat serta kontrol pertumbuhan sel normal sehingga terjadi keganasan. 5. Berdasarkan korsinogesis umum proses perubahan menjadi kanker diakibatkan oleh adanya mutasi gen pengendali siklus sel. sedangkan tumor supresor gen akan menghambat perkembangan tumor yang diatur oleh gen yang terlibat dalam pertumbuhan sel.4. tidak semua perubahan ini progres invasif. Perluasan lesi di serviks dapat menimbulkan luka. pertumbuhan tumor menjadi ulseratif. Dalam hal demikian. Virus DNA ini menyerang epitel permukaan serviks pada sel basal zona transformasi. Displasia ini dapat muncul bila ada aktivitas regenerasi epitel yang meningkat misalnya akibat trauma mekanik atau kimiawi. Patofisiologi Bentuk ringan (displasia ringan dan sedang) mempunyai angka regresi yang tinggi. Tanda dan gejala a. b. infeksi virus atau bakteri dan gangguan keseimbangan hormon. pertumbuhan yang eksofitik atau dapat berinfiltrasi ke kanalis serviks.

Gejala lebih lanjut meliputi nyeri. sekret dari vagina berwarna kuning. sakit saat buang air kecil dan rasa sakit saat berhubungan seksual (wiknjosastro1997). Pada tahap awal. dan penyaluran sekret vagina yang sering atau perdarahan intermenstrual. Perdarahan setelah koitus atau pemeriksaan dalam (vaginal toussea) merupakan gejala yang sering terjadi. Perdarahan pervaginam akan makin sering terjadi dan nyeri makin progresif. Karakteristik darah yang keluar berwarna merah terang dapat bervariasi dari yang cair sampai menggumpal. Nyeri Dirasakan dapat menjalar ke ekstremitas bagian bawah dari daerah lumbal. Klasifikasi stadium kanker servix Klasifikasi stadium kanker servix menurut FIGO a. hematuria dan gagal ginjal dapat terjadi karena obstruksi ureter yang cair sampai menggumpal . Biasanya timbul gejala berupa ketidak teraturannya siklus haid. c. Pada pemeriksaan Pap Smear ditemukannya sel-sel abnormal dibagian servix yang dapat dideteksi dengan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat. terjadinya kanker serviks tidak ada gejala-gejala khusus. Perdarahan yang khas terjadi pada penyakit ini yaitu darah yang keluar berbentuk mukoid. berbau dan terjadinya iritasi vagina serta mukosa vulva. kanker leher rahim hanya terdapat pada leher rahim ( servix) 1) Stadium IA. namun bila sudah berkembang menjadi kanker servix. barulah muncul gejala-gejala seperti pendarahan serta keputihan pada vagina yang tidak normal. 6. Stadium I. Gejala lebih lanjut meliputi nyeri yang menjalar sampai kaki. amenorhea. Kanker invasif didiagnosis melalui mikroskopik ( menggunakan mikroskop). . Tidak ada tanda- tanda khusus yang terjadi pada klien kanker serviks. Sering kali kanker servix tidak menimbulkan gejala. hipermenorhea. perdarahan rectum terjadi karena penyebaran sel kanker yang juga merupakan gelaja penyakit lanjut. dengan penyebaran sel tumor mencapai lapisan stroma tidak lebih dari 5 mm dan lebar 7 mm. Perdarahan rektum dapat terjadi karena penyebaran sel kanker yang juga merupakan gejala penyakit lanjut. Perdarahan yang dialami segera setelah bersenggama (disebut sebagai perdarahan kontak) merupakan gejala karsinoma serviks (75 -80%). Pada tahap lanjut. gejala yang mungkin dan biasa timbul lebih bervariasi. post koitus serta latihan berat.

kanker menyebar ke kandung kemih atau rectum 2) Stadium IVB. invasi stroma antara 3-5 mm dalamnya dan dengan lebar 7 mm atau kurang. (a) Stadium IB1. c. kanker menyebar ke organ yang jauh Klasifikasi pertumbuhan sel kanker servix Mikroskopis: 1. (b) Stadium IB2. Stadium III. invasi lapisan stroma sedalam 3 mm atau kurang dengan lebar 7 mm atau kurang (b) Stadium IA2. tumor menyebar sampai ke kandung kemih atau rectum atau meluas melampaui panggul. penyebaran melibatkan vagina 2/3 bagian atas. kanker meluas sampai dinding samping vagina yang menyebabkan gangguan berkemih sehingga berakibat gangguan ginjal. Stadium IV. Stadium karsinoma insitu Pada karsinoma insitu perubahan sel epitel terjadi pada seluruh lapisan epidermis menjadi karsinoma sel skuamosa. 2) Stadium IIB. tumor yang terlihat sepanjang 4 cm atau kurang. kanker meluas keluar dari leher rahim namun tidak mencapai dinding panggul. 2. tumor yang terlihat lebih panjang dari 4 cm. kanker melibatkan parametrium namun tidak melibatkan dinding samping panggul. Karsinoma insitu yang . d. Tumor yang terlihat hanya terdapat pada leher rahim atau dengan pemeriksaan mikroskop lebih dalam 5 mm dengan lebar 7 mm. b. Displasia Displasia ringan terjadi pada sepertiga bagaian basal epidermis. 1) Stadium IIIA. stadium III mencakup kanker yang menghambat proses berkemih sehingga menyebabkan timbunan air seni di ginjal dan berakibat gangguan ginjal. 2) Stadium IIIB. kanker tidak melibatkan jaringan penyambung ( parametrium). kanker melibatkan 1/3 bagian bawah vagina namun tidak meluas ke dinding panggul. 1) Stadium IVA. kanker meluas sampai dinding panggul dan melibatkan 1/3 vagina bagian bawah. 1) Stadium IIA. Displasia berat terjadi pada dua pertiga epidermis hampir tidak dapat dibedakan dengan karsinoma insitu. 2) Stadium IB. (a) Stadium IA1. namun melibatkan 2/3 bagian atas vagina. Stadium II.

inspeksi. Petumbuhan invasif muncul diarea bibir posterior atau anterior servix dan meluas ketiga jurusan yaitu jurusan forniks posterior atau anterior. jurusan parametrium dan korpus uteri. Makroskopis: 1. tumbuh didaerah ektoservix. Stadium setengah lanjut Telah mengenai sebagian besar atau seluruh bibir porsio 4. 4.sistoskopi. disamping perubahan derajat pertumbuhan sel meningkat juga sel tumor menembus membran basalis dan invasi pada stoma sejauh tidak lebih 5 mm dari membrana basalis. Stadium preklinis Tidak dapt dibedakan dengan servisitis kronik biasa. tampaknya seperti ulkus dengan jaringan yang rapuh dan mudah berdarah. Bentuk kelainan dalam pertumbuhan karsinoma serviks Pertumbuhan eksofilik. intravenous urografi dan pemeriksaan x-ray untuk paru dan tulang. histereskopi. kuretase endoservix. Pada karsinoma mikroinvasif. Stadium lanjut Terjadi pengrusakan dari jaringan servix sehingga. Pertumbuhan endofilik. 5. biasanya lesi berbentuk ulkus dan tumbuh progresif meluas ke forniks posterior dan anterior ke korpus uteri parametrium Pertumbuhan nodul. berbentuk bunga kol.seperti palpasi. 7. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan penunjang dianjurkan untuk membantu menegakkan diagnosis. 3. bentuk pertumbuhan ini mudah nekrosis dan perdarahan. tumbuh ke arah vagina dan dapat mengisi setengah dari vagina tanpa infiltrasi ke dalam vagina. . biasanya tumor ini asimtomatik dan hanya ditemukan pada skrining kanker. biasanya dijumpai pada endoservix yang lambat laun lesi berubah bentuk menjadi ulkus. Stadium permulaan Sering tampak sebagian lesi sekitar osteum ekxternum 3. peralihan sel skuamosa kolumnar dan sel cadangan endoservix. dan kolposkopi. 2. Stadium karsionoma mikroinvasif.proktoskopi. Stadium karsinoma invasive Pada karsinoma invasif perubahan derajat pertumbuhan sel menonjol besar dan bentuk sel bervariasi.

Pemeriksaan ini harus mulai dilakukan pada wanita usia 18 tahun atau ketika telah melakukan aktivitas seksual. Sel kanker dapat diketahui pada sekret yang diambil dari fornix servix.ultrasonografi. konisasi dan amputasi servix. b. Kecurigaan infiltrasi pada kandung kemih dan saluran pencernaa sebaiknya dipastikan dengan biopsi. Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan sebagai berikut : a. CT scan dan MRI sampai pada saat ini belum dapat digunakan secara baik untuk staging karsinoma atas deteksi penyebaran karsinoma karean hasilnya yang sangat subyektif. Interpretasi dari limfanografi arteriografi. Pemeriksaan DNA HPV Pemeriksaan ini dimasukkan pada skiring bersama-sama dengan Pap smear untuk wanita denan usia diatas 30 tahun.2 % sementara infeksi ini meningkat sampai 65% pada usia 28 tahun atau lebih muda. dapat dilakukan untuk pemeriksaan klinis. Setiap wanitan yang telah aktif secara seksual sebaiknya menjalani pap smear secara teratur yaitu 1 kali setiap tahun. Setelah tiga hasil pemeriksaan pap smear setiap tiga tahun sekali sampai usia 65 tahun. Kombinasi pemeriksaan ini dianjurkan untuk wanita dengan usia 30 tahun karena prevalensi infeksi HPV menurun sejal denga waktu. akibatnya angka kematian akibat kanker leher rahim pun menurun sampai lebih dari 50%. Apabila selama 3 kali berturut-turut menunjukkan hasil pemeriksaan yang normal maka pemeriksaan pap smear bisa dilakukan setiap 2 atau 3 tahun sekali. 4) Karsinoma institu( kanker telah menyebar ke lapisan servix yang lebih dalam atau ke organ tubuh lainya). Infeksi HPV pada usia 29 tahun atau lebih dena ASCUS hanya 31. 2) Diplasia ringan ( perubahan dini yang belum bersifat ganas). pap smear dapat mendeteksi sampai 90% kasus kanker leher rahim secara akurat dan dengan biaya yang tidak mahal. laparaskopi. Penelitaan dalam skala besar mendapatkan bahwa Pap smear negatif DNA HPV yang negatif mengindikasikan tidak akan ada CIN 3 sebanyak hampir 100%. Walaupun infeksi ini sangat sering pada wanita muda yang aktif secara . Pemeriksaan Pap smear Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi sel kanker lebih awal pada pasien yang tidak memberikan keluhan.venografi. 3) Diplasia berat ( perubahan lanjut yang belum bersifat ganas). Hasil pemeriksaan pap smear adalah: 1) Normal.

Sedangkan pada sel epitel servix yang mengandung kanker akan menunjukkan warna yang tidak berubah karena tidak ada glikogen. biopsi biopsi dilakukan jika pada pemeriksaan panggul tampak suatu pertumbuhan atau luka pada servix. Magnetic Resonance Imaging( MRI) atau scan CT abdomen/pelvis digunakan . sigmoidoskopi. c. yang dapat menunjukkan adanya gangguan saluran pelvic b. d. Teknik yang biasa dilakukan adalah punch biopsi yang telah memerlukan anastesi dan teknik cone biopsi yang menggunakan anastesi. enema barium. Radiologi a. Pemeriksaan ini kurang efisien dibandingkan dengan pap smear karena kolposkopi memerlukan keterampilan dan kemampuan kolposkopi dalam darah yang abnormal. Pemeriksaan radiologi direkomendasikan untuk mengevaluasi kandung kemih dan rectum yang meliputi sitoskopi. Pemeriksaan intravena urografi yang dilakukan pada kanker servix tahap lanjut yang dapat menunjukkan adanya obstruksi pada ureter terminal. Biopsi dilakukan untuk mengetahui kelainan yang ada pada servix. Sehingga deteksi DNA HPV yang positif yang ditentukan kemudian lebih dianggap sebagai HPV yang persisten. seksual tetapi nantinya akan mereda seiring dengan waktu. Jaringan yang diambil dari daerah bawah kanal servical. Hasil biopso akan memperjelas apakah yang terjadi itu kanker invasif atau hanya tumor saja. Biopsi ini dilakukan untuk melengkapi hasil pap smear. pielogram intravena( IVP). Test schiller Pada pemeriksaan ini servix diolesi dengan larutan yodium. e. Pada servix normal akan membentuk bayangan yang terjadi pada sel epitel servix karena adanya glikogen. atau jika hasil pemeriksaan pap smear menunjukkan suatu abnormalitas atau kanker. f. Pelvic limphangiografi. Apabila hail ini dialami pada wanita dengan usia lebih tua makan terjadi peningkatan resiko kanker servix. Kolposkopi ( pemeriksaan servix dengan lenca pembesar) Kolposkopi dilakukan untuk melihat daerah yang terkena proses metaplasia.

Selain membentengi dari . Vaksin ini bekerja dengan cara meningkatkan kekebalan tubuh dan menangkap virus sebelum memasuki sel-sel serviks. Faktor nutrisi juga dapat mengatasi masalah kanker mulut rahim. b. Pemeriksaan Pap smear adalah cara untuk mendeteksi dini kanker serviks. kini ada teknik pemeriksaan terbaru untuk deteksi dini kanker leher rahim. 2004) a. Wanita usia di atas 25 tahun. c. untuk menilai penyebaran lokal tumor dan atau terkenanya nodus limfa regional. maka akan semakin kecil risiko untuk kena penyakit kanker mulut rahim 5. dan sudah mempunyai anak perlu melakukan pemeriksaan pap smear setahun sekali atau menurut petunjuk dokter. Jika menginginkan hasil yang lebih akurat. pernikahan pada usia muda. Menghindari berbagai faktor risiko. Memperbanyak makan sayur dan buah segar. Pada pertengahan tahun 2006 telah beredar vaksin pencegah infeksi HPV tipe 16 dan 18 yang menjadi penyebab kanker serviks. Penelitian mendapatkan hubungan yang terbalik antara konsumsi sayuran berwarna hijau tua dan kuning (banyak mengandung beta karoten atau vitamin A. Pilih kontrasepsi dengan metode barrier. Bila dua kali tes Pap berturut-turut menghasilkan negatif.faktor penyebab kanker meliputi (Dalimartha. seperti diafragma dan kondom. yaitu hubungan seks pada usia muda. telah menikah. Pencegahan kanker servix Sebagian besar kanker dapat dicegah dengan kebiasaan hidup sehat dan menghindari faktor. dan berganti-ganti pasangan seks. Wanita yang berhubungan seksual dibawah usia 20 tahun serta sering berganti pasangan beresiko tinggi terkena infeksi. Disarankan untuk melakukan tes Pap setelah usia 25 tahun atau setelah aktif berhubungan seksual dengan frekuensi dua kali dalam setahun. tidak sakit dengan biaya yang relatif terjangkau dan hasilnya akurat. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cepat. 8. vitamin C dan vitamin E) dengan kejadian neoplasia intra epithelial juga kanker serviks. karena dapat memberi perlindungan terhadap kanker leher rahim. Namun hal ini tak menutup kemungkinan akan terjadi pada wanita yang telah setia pada satu pasangan saja. Artinya semakin banyak makan sayuran berwarna hijau tua dan kuning. yang dinamakan teknologi Hybrid Capture II System (HCII). 3. maka tes Pap dapat dilakukan sekali setahun.

Sedangkan tindakan paliatif adalah tindakan yang berarti memperbaiki keadaan penderita. penyakit kanker serviks. Pembedahan Pada karsinoma insitu ( KIS) kanker yang terbatas pada lapirasn servix paling luar. Dengan vaksinasi. dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan ulang dan pap smear setiap 3 bulan selama 1 tahun pertama dan sepanjutnya setiap 6 bulan. stadium penyakit usia. pembedahan laser untuk menghancurkan sel-sel yang abnormal tanpa melukai jaringan yang sehat disekitanya dan LEEP ( loop electrosurgical excision procedure) atau konisasi ( Wiknjosastro 1997). dianjurkan untuk menjalani histerektomi. Jikan penderita tidak memiliki rencana hamil lahi. Pembedahan merupakn salah satu terapi yang bersifat kuratif maupun paliatif. Penatalaksaan Medik Terapi karsinoma servix dilakukan bila mana diagnosa telah dipastikan secara histologi dan sesudah dikerjakan perencanaa yang matang oleh tim yang sanggup melakukan rehabilitasi dan pengamatan lanjutan (tim kanker/ tim onkolog)i. vaksin ini juga bekerja ganda melindungi perempuan dari ancaman HPV tipe 6 dan 11 yang menyebabkan kutil kelamin. risiko terkena kanker serviks bisa menurun hingga 75%. Histerektomi adalah suatu tindakan pembedahan yang bertujuan untuk mengangkat uterus dan serviks (total) ataupun . Dengan pengobatan tersebut . juga diatermi). Kuratif adalah tindakan langsung menghilangkan penyebabnya sehingga manifestasi klinik yang ditimbulkan dapat dihilangkan. kauterisasi( pembakaran. Lesi tingkat rendah biasanya tidak memerlukan pengobatakan lebih lanjut terutama jika daerah yang abnormal selurahnya telah diangkat pada waktu pemeriksaan biopsi. Vaksin diberikan sebanyak 3 kali dalam jangka waktu tertentu. 9. Penatalaksaan sebagai berikut : a. keadaan umum penderita dan rencana penderita untuk hamil lagi. Pemilihan pengobatan kanker leher rahim tergantung pada lokasi dan ukuran tumor.Yang perlu ditekankan adalah. Pengobatan pada lesi prekanker bisa berupa kriosurgei (pembekuan). Karena kanker bisa kembali kambuh. seluruh kanker sering kali diangkay dengan bantuan pisau bedah ataupun melalui LEEP ( loop electrosurgical excision procedure) atau konisasi. vaksinasi ini baru efektif apabila diberikan pada perempuan yang berusia 9 sampai 26 tahun yang belum aktif secara seksual. penderita masih bisa memiliki anak.

Kanker servix stadium IIB sampai IV sebaiknya diobati dengan radiasi. ureter. Beberap kanker mempunyai penyembuhan yang dapat . c. Metode radioterapi disesuaikan dengan tujuanya yaitu tujuan pengobatan kuratif atau paliatif. b. dapat juga pada pasien yang berumur kurang dari 65 tahun. salah satunya (subtotal). usus halus . ginjal dan hepar. penyinaran biasanya dilakukan sebanyak 5 hari/ minggu selama 5- 6mingga. Umur pasien sebaiknya sebelum menopause. Pasien juga harus bebas dari penyakit umum (resiko tinggi) seperti penyakit jantung. Penyinaran (radioterapi) Terapi radiasi bertujuan untuk merusak sel tumor pada servix serta mematikan paramterial dan nodus limfa pada pelvik. Obat kemoterapi digunakan utamanya untuk membunuh sel kanker dan menghambat perkembanganya. Tujuan pengobatan kemoterapu tergantung pada jenis kanker dan fasenta saat didiagnosis. Kemoterapi Kemoterapi penatalaksaan kanker dengan pemberian obat melalui infus. Efek samping dari terapi penyinaran adalah iritasi rectum dan vagina. Biasanya dilakukan pada stadium klinik IA sampai IIA (klasifikasi FIGO). Keduanya adalah melalui radiasi internal yaitu zat radioaktif terdapat dalam kapsul dimasukan langsung ke dalam servix. Radioterapi denga dosis kuratif hanya diberikan pada stadium I sampai IIIB. atau intramuskuler. Ada 2 jenis radioterapi yaitu radiasi ekternal yaitu sinar berasal dari sebuah mesin besat dan penderita tidak perlu dirawat di rumah sakit.kerusakan kandung kemih dan rectum dan ovarium berhenti berfungsi. Pengobatan kuratif ialah mematikan sel kanker serta sel yang telah menjalar ke sekitarnya atau bermetastatis ke kelenjar getah bening panggul dengan tetap mempertahankan sebanyak mungkin kebutuhan jaringan sehat disekitar seperti rectum dan visika urinaria. atau bila keadaan umum baik. Apabila sel kanker sudah keluar ke rongga panggul maka radioterapi hanya bersifat paliattif yang diberikan secara selectif pada stadium IVA. Pengobatan ini bisa diulang beberap kali selam 1-2 minggu. Kapsul ini dibiarkan selama 1-3 hari dan selama itu penderita dirawat di rumah sakit. Pada radioterapi digunakan sinar berenergi tinggi untuk merusak sel-sel kanker dan menghentitkan pertumbuhannya. tablet. Terpai penyinaran efektif untuk mengobati kanker invasif yang masih terbatas pada daerah panggul.

2. Kurang gizi( mal nutrisi) . disebutkan bahwa penyebab anemia adalah: a. c. Stadium lanjut ( stadium II akhir dan IV awal) Kanker servix pada stadium ini dapat diobati dengan radioterapi dan kemoterapi berbasis cisplatin. Jika kanker menyebar luas dan dalam fase akhir. Defenisi Anemia Anemia adalah kadar haemoglobin ( Hb ) dalam darahnya kurang dari 12% ( Wiknjosastro. Dalam hal lain. Stadium awal( I dan II) Apabila ukuran tumor kurang dari 4cm biasanya dilakukan radikal histerektomi atau radioterapi dengan atau tampa kemoterapi. Jikan kesembuhan tidak dimungkinkan. Kemoterapi secara kombinasi telah digunakan untuk penyakit metastase karena terapi terapi dengan agen- agen dosis tunggal belum memberikan keuntungan yang memuaskan. PVB (PlataminVeble Bleomycin ). pengobatan mungkin hanya diberikan untuk mencegah kankre yang kambuh ini disebut pengobatan adjuvant. Dalam beberapa kasus kemoterapi diberikan untuk mengontrol penyakit dalam periode waktu lama walaupun tidak diberikan untuk mengontrol penyakit dalam waktu yang lama walaupun tidak mungkin sembuh. Biasanya dilakukan pengobatan yang yang bersifat paliatif ditujukan untuk mengurangi gejala-gejala. kemoterapi digunakan sebagai paliatif untuk memberikan hidup yang lebih baik. Contoh obat digunakan pada kasus kanker sevix antara lain CAP ( Cyclophopamide adremycin platamin). Pada stadium sangat lanjut ( stadium IV akhir ). Etiologi Menurut Mochtar R ( 1998). diperkirakan atau dapat sembuh dengan pengobatan kemoterapi.2002). tujuan pengobatan selanjutnya adalah mengangkat atau menghancurkan sebanyak. KONSEP DASAR MEDIK TENTANG ANEMIA 1. Stadium prakanker ( stadium 1) Stadium prakanker hingga satadium awal biasanya diobati dengan histerektomi b. Apabila ukuran lebih dari 4 cm biasanya dilakukan radioterapi dan kemoterapu berbasis cisplatin.histerektomi atau kemoterapi berbasis cisplatin yang dilanjutkan dengan histerektomi. dokter dapat mempertimbangkan kemoterapi dengan kombinasi hycamtin dancisplatin. mungkin sel-sel kanker. Pengobatan kanker sesuai stadium kanker a. B.

Penyakit-penyakit kronis Penyakit-penyakit kronis seperti: TBC paru. Klasifikasi anemia a. c. biasa terjadi karena gangguan pencernaan atau dikomsumsinya substansi menghambat sepert: kopi. cacing. Anemia hemolitik Disebabkan penghancuran sel darah merah berlangsung lebih cepat dari pembuatanya. hati dan ikan dapat membuka kemungkinan menderita anemia karena diet. telur. jika cadangan zat besi minimal maka setiap kehamilan akan menguras persedian zat besi tubuh dan akan menimbulkan anemia pada kehamilan berikutnya. Anemia hipoplastik Disebabkan karena defesiensi sumsum tulang tidak mampu membuat sel-sel darah baru. teh atau serat makan tertentu tanpa asupan zat besi yang cukup. d. Merasa tidak enak badan dan nafas pendek . Anemia defisiensi besi Anemia yang disebabkan oleh kurangnya zat besi dalam makanan. Tanda dan gejala anemia Berkurangnya konsentrasi haemoglobin mengakibatkan suplai oksigen ke seluruh jaringan tubuh berkurang sehingga menimbulkan tanda dan gejala sebagai berikut: a. Kehilangan banyak darah Semakin sering seorang anemia mengalami kehamilan dan melahirkan akan semakin banyak kehilangan zat besi dan anemia. 3. e. Mal absorbsi Penderita gangguan penyerapan zat besi dalam usus dapat menderita anemia. Kurang zat besi dalam diet Diet berpantang daging. 4. b. Merasa pusing dan lemah c. Anemia megaloblastik Disebabkann karena defesiensi asam folik karena malnutrisi dan infeksi kronik c. usus dan malaria dapat menyebabkan anemia. d. b. Disebabkan karena kurang nutrisi kemungkinan menderita anemia. Merasa lelah dan sering mengantuk b.

Kata masalah dan diagnosis keduanya dugunakan karena beberapa masalah tidak dapat diselesaikan seperti diagnosis. tetapi sunggu membutuhkan penanganan yang . Mengeluh sakit kepala e.meninjau data laboratorium. 2. dan membandingkan dengan hasil studi . yaitu: riwayat kesehatan.5 gr% 2) Anemia ringan 9-10.6. C. Klasifikasi anemia Ukuran normal Hb untuk laki-laki sehat Hb: 14. Langkah II Interpretasi Data Dasar Pada langkah ini. dilakukan identitfikasi yang benar terhadap diagnosis atau masalah dan kebutuhan klien berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data yang telah dikumpulkan. Proses dimulai dengan pengumpulan data dasar dan berakhir dengan evaluasi (Helen varney). sesuai dengan kebutuhannya.Data dasar yang sduah dikumpulkan diinterpretasikan sehingga ditemukan masalah atau diagnosis yang spesifik. Pengertian manajemen asuhan kebidanan Manajemen asuhan kebidana adalah proses pemecahan masalah yang digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah. Penanganan anemia Secara umum pemberian tablet besi dan transfusi. Tidak enak tidur j. pemeriksaan fisik. 5. setiap langkah disempurnakan secara periodik.8.5 % 6. meninjau cacatan terbaru atau catatan sebelumnya . b.9 gr% 4) Anemia berat< 7.4 gr% 3) Anemia sedang 7. keterampilan dalam rangkaian taahapan logis untuk pengambilan keputusanyang berfokus pada klien.18 gr% Wanita sehat mempunyai batasan Hb 12 -16 gr% Batasan anemia yang digunakan oleh: a. temuan. mual dan muntah. d. KONSEP DASAR KEBIDANAN 1. Bibir pucat dan kering g. Langkah – langkah asuhan kebidanan Proses manajemen menurut Helen Varnei adatujuh langkah yang berurutan. Langkah I Pengumpulan Data Dasar Pada langkah ini dilakukan pengkajian dengan mengumpulkan semua data yang diperlukan untuk mengevaluasi keadaan klien secara lengkap untuk mengevaluasi keadan klien secara lengkap. Mengeluh lidah perih dan muda luka f. Departemen kesehatan yang digunakan oleh : 1) Normal > 10. Pucat pada membran mukosa dan konjungtiva h. Hilang nafsu makan. a. Pucat pada kuku i. (Helen varney ).

dilakukan evaluasi keefektifan asuhan yang sudah diberikan. stutus perkawinan.Rencana asuhan yang menyeluruh tidak hanya meliputi apa yang sudah diidentifikasi dari kondisi klien atau dari setiap masalh yang berkaitan . Langkah V Perencanaan Asuhan Komprehensif Pada langkah ini. d. didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Pada langkah ini.pekerjaan . g. apa yang diperkirakan terjadi berikutnya. umur.pendidikan. Langkah ini membutuhkan antisipasi . Pendokumentasian asuhan kebidanan Menurut Helen Varney . Dalam situasi ketika bidan berkolaborasi dengan dokter untuk menangani klien yang mengalami komplikasi. f.meliputi pemenuhan kebutuhan terhadap masalh yang telah diidentifikasi didalam masalah dan diagnosis . direncanakan asuhan yang menyeluruh yang ditentukan oleh langkah-langkah sebelumnya .misalnya pada waktu wanita tersebut dalam persalinan. Sambil mengamati klien. Jadi manajemen bukan hanya selama asuhan primer periodik atau kunjungan prenatal saja. kita mengidentifikasi masalah atau diagnosis potensial lain berdasarkan rangkaian masalah dam diagnosis yang sudah diidentifikasi. 3. Langkah VII Evaluasi Pada langkah ini. ia tetap memikul tanggung jawab untuk mengarahkan pelaksaanya (misalnya: memastikan agar langkah-langkah tersebut terlaksana). untuk mengetahui langkah apa yang telah dilakukan oleh seorang bidan melalui proses berpikir. keterlibatn bidan dalam manajemen asuhan bagi klien adalah bertanggung jawab terhadap terlaksanya rencana asuhan bersama yang menyeluruh. serta keluhan-keluhan yang diperoleh dari hasil wawancara langsung pada pasien atau keluarga dan tenaga kesehatan lainnya . e.alur pikir bidan saat menghadapi menghadapi klien meliputi 7 langkah. tetapi juga selama wanita tersebut bersama bidan terus-menerus. Langkah keempat ini mencerminkan kesinambungan dari proses manajemen kebidanan. bidan diharapkan dapat bersikap diri bila diagnosis/masalah potensial ini benar-benar terjadi. Langkah III Mengidentifikasi Diagnosa / Masalah Potensial Pada langkah ini .Manjemen yang efesiemalam menyikat waktu dan menghemat biaya serta meningkatkan mutu asuhan klien. dituangkan kedalam sebuah rencana asuhan terhadap klien. tetapi juga daro kerangka pedoman antisipasi terhadap wanita tersebut. Langkah VI Pelaksaan Rencana Perencanaan ini bisa dilakukan seluruhnya oleh bidan atau sebagian oleh klien atau anggota tim kesehatan lain.Langkah ini merupakan kelanjutan manajemen terhadap diagnosis atau masalah yang telah diidentifikasi atau diantisipasi . Langkah IV Identifikasi Perlunya Tindakan Segera da Kolaborasi Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter atau untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien . sistematis.tempat tinggal. Jika bidan tidak melakukannya sendiri . c. . Pada langkah ini penting sekali melakukan asuhan yang aman. informasi/ data dasar yang tidak lengkap dapat dilengkapi . Masalh yang sering berkaitan dengan wanita yang diidentifikasi oleh bidan sesuai dengan masalah ini sering menyertai diagnosis. Data subjektif ( S) Data atau fakta yang merupakan informasi termasuk biodata mencakup nama. yaitu : a. bila memungkinkan dilakukan pencegahkan.

Penegakan diagnosa kebidanan dijadikan sebagai dasar tindakan dalam upaya menanggulangi ancaman kesehatan pasien . perkusi dan auskulatai serta pemeriksaan penunjang seperti laboratorium . palpasi. Planning (P) Rencana kegiatan mencakup langkah-langkah ynag akan dilakukan oleh bidan dalam intervensi untuk memecahkan masalah pasien. Diagnosa Kebutuhan adalah diagnosa berdasarkan kebutuhan pasien.b. c. Diagnosa Nomenklatur yaitu diagnosa berdasarkan/sesuai dengan diagnosa medis. BAB III TINJAUAN KASUS . Diagnosa kebidanan ditegakkan atas dasar dari data pasien. Diagnosa Masalah. diagnosa kebidanan terdiri dari 3 macam yaitu : diagnosa Nomenklatur. Asesment ( A) Merupakan keputusan yang ditegakkan dari hasil perumusan masalah yang mencakup kondisi tersebut.Diagnosa Kebutuhan. Diagnosa masalah adalah diagnosa berdasarkan masalah yang timbul pada pasien. diagnosa potensial adalah diagnosa yang timbul secara mendadak dari pasien dan perlu tindakan segera . Objektif (O) Data yang diperoleh dari hasil pemeriksaan fisik mencakup inspeksi. d.

Di seluruh dunia setiap dua menit atau setiap satu jam di Indonesia seorang perempuan meninggal akibat kanker serviks.faktor penyebab kanker meliputi hindari ganti-ganti pasangan. jumlah kehamilan dan partus. hygiene dan sirkumsisi. kehilangan banyak darah dan penyakit kronis. Kanker serviks merupakan kanker peringkat pertama di Indonesia dan peringkat kedua di dunia yang diderita oleh wanita. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Anemia adalah berkurangnya kadar Hb dalam darah yang disebabkan oleh beberap faktor antara lain kurang gizi. Kesimpulan Kanker serviks adalah penyakit akibat tumor ganas pada daerah mulut rahim sebagai akibat dari adanya pertumbuhan jaringan yang tidak terkontrol dan merusak jaringan normal di sekitarnya . mal absorbsi. lakukan pap smear secara rutin. Sebagian besar kanker dapat dicegah dengan kebiasaan hidup sehat dan menghindari faktor. riwayat keluarga.merokok dan AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim). Penyebab kanker serviks belum jelas diketahui namun ada beberapa faktor resiko dan predisposisi yang menonjol. sosial ekonomi. antara lain. umur pertama kali melakukan hubungan seksual. makan-makan yang bergizi. . sehingga dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat. infeksi virus. Dari data diatas maka sangat penting bagi perempuan untuk mengetahui dengan baik apa itu kanker serviks. kurang zat besi dalam diet.

Setelah penulis melakukan pengkajian. Untuk rumah sakit. DAFTAR PUSTAKA Doenges M: Rencana Asuhan Keperawatan. agar kanker serviks dapat diatasi cepat oleh petugas kesehatan. Selain itu diharapkan untuk membiasakan diri dengan pola hidup sehat dan bersih dan menghindari faktor-faktor resiko pemicu kanker servix. dan apabila timbul gejala-gejala maka segera menindak lanjuti. agar menyediakan literatur terutama tentang asuhan kebidanan dan menambahkan disistem komputerisasi untuk meningkatkan mutu rumah sakit dan mutu pelayanan. B.EGC. SARAN Untuk pencegahan kanker serviks diharapkan untuk melakukan deteksi dini. serta memberikan asuhan kebidanan pada pasien dengan P6 A0 Ca servix dan anemia penulis tidak menemukan kesenjangan antar teori dimana pada kasus ini pasien datang pada stadium lanjut. 2000 .Jakarta.

Jakarta. Jakarta. Jakarta. Sarwono: ilmu kebidanan dan kandungan.1998 . Hipocrates. EGC. dkk: Kapita Selekta Kedokteran. Hipokrates. YBP. 2000 Prawiroharjo.1998 Mansjoer.Jones Derek: Dasar-dasar Ilmu Kebidanan dan Kandungan. Jakarta. 2000 Rustam Mochtar: obstetric dan Gynecologi.