88

STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN
TONSILITIS

A. PENGERTIAN
Tonsilitis adalah peradangan pada tonsil.

B. KLASIFIKASI
1. Tonsilitis akut
Penyebab : S.beta hemolitikus, Pneumokokus, S.viridan, S.piogenes,
H.infuencae
a. Tonsilitis bakterial
a. Tonsilitis viral
2. Tonsilitis membranosa
a. Tonsilitis difteri
- Penyebab: coryne bacterium diphteriae
- Frekuensi tinggi : umur 2-5 tahun
b. Tonsilitis septik
- Penyebab: S. hemolitikus yang ada di susu sapi
- Di Indonesia jarang terjadi
c. Angina plaut vincent (stomatitis ulseromembranosa)
- Penyebab: kurangnya higiene mulut, defisiensi vitamin C, infeksi
spirilum dan basil fusiform
d. Penyakit kelainan darah
- Tidak jarang tanda pertama leukimia akut, angina agranulositosis
dan infeksi mononukleus timbul di faring atau tonsil yang tertutup
membran semu.
- Kadang-kadang terdapat perdarahan selaput lendir mulut dan faring
dan pembesaran kelenjar submandibula
3. Tonsilitis kronik
- Faktor penyebab: iritasi kronis, kuman tonsilitis akut yang berubah
menjadi kuman gram negatif
4. Tonsilitis lingualis

Jaringan tonsil yang membengkak tampak kemerahan. Keluar cairan dari telinga i. Pada keadaan tonsilitis. Streptokokus non hemolitikus atau Streptokokus viridans. dibelakang faringeal/nasofaring. Sukar bernafas h. Pada pemeriksaan patologi anatomi ditemukan lekosit. PENGKAJIAN 1. Kedua tonsil dapat bertemu pada garis tengah (Kissing Tonsil) sehingga menyumbat aliran udara dan makanan. D. Tonsilitis akut banyak terjadi pada anak-anak. Bila bernafas melalui mulut secara terus menerus maka mukosa membran orofaring menjadi kering & teriritasi. mulut bau. Panas hilang timbul . PATOFISIOLOGI Tonsil merupakan suatu masa jaringan limfoid. kadang terdapat bercak kuning keabu-abuan (eksudat) yang membentuk membrane. Pembesaran aneoid dapat menghambat lewatnya udara dari hidung ke tenggorokan sehingga penderita harus bernafas melalui mulut. Tonsilitis ada 2 macam yaitu akut dan kronis. sel epitel dan kuman pathogen. Mulut bau d. sedangkan tonsilitis kritis dijumpai pada anak-anak dan orang dewasa. Data Subyektif a. udara yang kotor tidak tersaring seperti bila melewati hidung sehingga menyebabkan kantuk. Adenoid letaknya dekat tuba estakhius. Nyeri menelan b. Streptokokus hemolitikus. Meriang e. maka apablia adenoid membesar dapat menyumbat saluran estakhius sehingga dapat menimbulkan otitis media dan kesulitan mendengar. Seringkali pembesaran palatin tonsil diikuti dengan pembesaran Aneoid yang letaknya diatas palatin tonsil. Nyeri telinga g. Nyeri tenggorokan c. 89 C. Rasa mengganjal f. Tonsilitis dapat disebabkan oleh: Beta streptokokus. jaringan limfoid mengalami peradangan sehingga menyebabkan pembesaran palatin tonsil.

Tidak konsentrasi l. Sukar bernafas i. Pada pemeriksaan telinga terdapat otitis media purulenta dan serosa. Lekositosis di atas 10000/µ c. Tidur mendengkur f. Telinga : Otitis media akut. Tonsil Hiperemi b. Terdapat eksudat kuning abu-abu h. Mulut bau d. Suhu tubuh tinggi e. Ginjal : Nefritis c. Tulang : Osteomielitis d. 3. Tonsil dan Leher : Abses peritonsiler dan abses dalam pada leher h. Darah b. Data Obyektif a. 90 j. Sinus : Sinusitis akut g. Hapusan tonsil terdapat lekosit. Potensial Komplikasi a. Bisa terjadi peningkatan pada Hitung Jenis Lekosit d. Demam rematik . Data Laboratorium a. Rasa membesar daerah leher 2. Paru : Pneumonia b. Kelenjar sub Mandibula membesar g. penurunan kemampuan mendengar e. Sering mengantuk k. Pendengaran kurang j. Hidung : Rinitis akut f. sel epitel mati dan kuman pathogen 4. Tonsili membesar T2-T4 c.

Pemberian antibiotic dilaksanakan pada periode kambuh dan diteruskan sampai 48 jam setelah hilangnya gejala-gejala. Augmentin. Pemasukan cairan dan nutrisi yang tidak merangsang dan mudah ditelan 5. 91 E. 2. Istirahat baring selama 48 jam sampai suhu tubuh normal 4. Antipiretik (Hindari Aspirin karena dapat merusak platelet) 2. . PENATALAKSANAAN MEDIK Tonsilitis Akut: Biasanya tidak diberikan antibiotik 1. Kompres es di leher 3. Pemasukan cairan dan nutrisi yang tidak merangsang dan mudah ditelan 7. Analgesik 5. Antipiretik (Hindari Aspirin karena dapat merusak platelet) 4. Istirahat baring 6. Kompres es di leher Tonsilitis Kronis Sedang sampai Berat dan Sering Kambuh: 1. Analgesik 3. Antibiotic yang biasanya digunakan ialah Ampisilin. Amoxyllin. Tindakan operasi dilakukan terutama bila ada resiko terjadi komplikasi.

Memelihara kebersihan mulut 5. peradangan daerah meradang. Beri obat analgesic sesuai dengan program medik 6. dan tidak asam c. Observasi tanda-tanda membesar. Mengunyah makan sampai halus e. Menghindari makan makanan yang keras dan yang menimbulkan rasa pedih (jus jeruk. Beri dukungan untuk tetap makan dan minum yang cukup . Rencana tindakan keperawatan diharapkan/Evaluasi 1. DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosis Hasil yang No. apel) d. Jelaskan penyebab sakit menelan dan cara mengatasinya 4. tenggorokan 3. Makan makanan yang dingin. Kaji sejauh mana sehubungan hilang pada waktu derajat sakit menelan dengan tonsil menelan 2. Sakit menelan Berkurang sampai 1. 92 F. Tidak takut makan dan minum b. Anjurkan klien untuk: a.

Kaji perubahan rasa sehubungan batas normal (36. Beri obat antipiretik sesuai dengan program medik 7. Rasa sakitnya 1. Berikan kompres es 6. Sediakan minum 2-3 liter/24 jam 4. Beri dukungan untuk minum 2-3liter/24 jam 8. Berikan istirahat berbaring 5. Catat pemasukan dan pengeluaran 2. Hiperemia Suhu tubuh dalam 1. Anjurkan pemeliharaan nyeri kebersihan mulut tiap sesudah makan dengan kumur-kumur air garam hangat atau obat kumur yang telah ditetapkan . Kaji keluhan klien. Observasi suhu tubuh setiap 4 jam 3. 93 7. Klien nyeri peradangan pada mendemontrasika 2. Nyeri 1. Observasi tanda-tanda tonsil n keterampilan peradangan untuk mengurangi 3. sehubungan berkurang tentukan skala intensitas dengan 2. Catat & ukur minum dan urin 3. panas tubuh yang dengan 37°C) dirasakan klien peradangan tonsil 2. Libatkan keluarga untuk memberi dukungan pada waktu makan 8.

Dengarkan keluhan- keluhan klien 7. Bila perlu analgetik sesuai program medik 5. Kaji sejauh mana sehubungan berkurang sampai kecemasan klien. Anjurkan klien mengungkapkan masalahnya 6. Bina hubungan saling percaya antara klien dan perawat 3. Ciptakan lingkungan yang tenang 5. Rencanakan tindakan bersama klien untuk mengatasi kecemasan 8. dengan akan hilang yang ditandai Jelaskan hal-hal yang dilakukan dengan perilaku akan terjadi dan yang tindakan operasi verbal & non verbal akan dialami setelah tampak rileks operasi 2. Kecemasan Kecemasan 1. Ajarkan teknik relaksasi 4. Kolaborasikan dengan . Diskusikan rencana tindakan yang telah disepakati 9. 94 4. Anjurkan untuk melakukan aktivitas untuk mengurangi rasa tidak nyaman 6. Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman 4.

Kaji pemahaman klien pengetahuan menyebutkan tentang persiapan tentang persiapan prosedur persiapan operasi. Puasa d. Pemberian premedikasi 4. 95 “pastoral care”. Berikan informasi perawatannya kepada klien sesuai sehubungan kebutuhan dengan 3. Kurang Klien dapat 1. hal-hal operasi. psikolog. psikiater bila diperlukan 5. hal-hal yang operasi. Tindakan kurangnya keperawatan/prosedur informasi sebagai persiapan operasi: a. hal-hal yang dapat dialami setelah yang mungkin dapat dialami setelah operasi dan dialami setelah operasi serta perawatannya operasi serta perawatannya. Pengambilan darah vena b. Hal-hal yang dapat dialami setelah operasi dan perawatannya 1) Anjurkan klien untuk bekerja sama dengan petugas kesehatan (perawat dan dokter) selama perawatannya 2) Jelaskan kepada . 2. Glycerin spuit/pemberian microlax jelly c.

edema. 96 klien agar bertanya kepada perawat/dokter bila ada hal-hal yang dirasakan tidak/kurang jelas 3) Evaluasi pemahaman tentang informasi yang diberikan 4) Berikan pujian dan dukungan kepada klien bila ada kemajuan atau keterlibatan klien G. IMPLIKASI KEPERAWATAN Pemeriksaan Diagnosa No. Kaji tanda dan gejala infeksi klien seperti: peningkatan temperatur. Sarankan klien menghindari Keperawatan sekunder orang yang sedang sehubungan dengan menderita penyakit menular proses penyakit 2. peningkatan nadi. Implikasi keperawatan Laboratorium keperawatan 1. kemerahan dan pengeluaran cairan dari jaringan tubuh 3. Lekositosis Potensial infeksi 1. Catat dan informasikan kepada dokter tentang perubahan kondisi klien seperti: panas. peningkatan nadi dan frekuensi .

Anti . HAPUSAN TONSIL/TENGGOROKAN Terdapat lokosit. Pemakaian umum Pengobatan dan pencegahan infeksi oleh bakteri. sedang dengan stress dan terjadi alergi alergi c. sel epitel mati dan kuman patogen. Antibiotik a. Kaji tanda dan gejala infeksi H. lihat kembali brosur pada masing-masing obat. Lakukan pemeriksaan hitung jenis sehubungan darah lekosit dengan mikro a. Meningkatnya 1. Potensial infeksi 1. OBAT-OBATAN 1. Cara kerja Membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri (bakteriostatik) patogen yang rentan. I. Bila limfosit sehubungan meningkat. Bila netrofil meningkat organisme dalam menunjukan keadaan darah (bakteri dan sedang terjadi infeksi jamur) akut 2. 97 pernafasan serta lekositosis 2. Bila eosinofil sehubungan meningkat. Bila monosit 3. b. Potensial infeksi b. sedang dengan infeksi terjadi infeksi virus virus dan stress atau keadaan penyakit kronis 2. tidak menghambat aktivitas virus tau jamur. sedang pemeliharaan terjadi infeksi kesehatan d. Perubahan meningkat.

Kemungkinan Diagnosa Keperawatan . Lamanya waktu pemulihan total tergantung dari organisme dan beratnya infeksi serta kondisi klien. Diketahui sangat sensitif terhadap golongan penicillin . . Kurang pengetahuan tentang obat-obat . Kebutuhan “broad spectrum” anti infeksi dalam waktu lama dapat menyebabkan jamur menjadi ganas atau bakteri resisten. 98 infeksi dibagi dalam kategori-kategori. c. Menganjurkan klien untuk melaporkan tanda-tanda infeksi sekunder (rasa kebal pada lidar. sampai dosis yang ditentukan habis walaupun sudah merasa baik . urin. d. Informasikan segera kepada dokter bila timbul reaksi alergi e. Penyuluhan klien/keluarga . Kaji tanda dan gejala infeksi sebelum dan selama terapi . Implementasi Antibiotik harus diberikan dalam interval waktu yang sama dalam 24 jam untuk mempertahankan kadar dosis terapeutik obat tersebut dalam serum. Ketidakpatuhan dalam menjalani pengobatan f. Kontra indikasi . Indikasi Dapat dievaluasi dengan hilangnya tanda dan gejala infeksi. tergantung pada susuna kimia yang sama dan anti microbial. Menentukan hipersensitivitas pada klien yang mendapat golongan Penicillin atau Cephalosporin . sekret tubuh) . Periksa kultur dan sensitivitas dari bahan (darah. gatal/keluar cairan dari vagina atau feses berbau khas) h. Ingatkan klien meneruskan minum obat dalam interval waktu yang sama dalam 24 jam. Perlu dilakukan modifikasi dosis pada klien yang menderita insufisiensi dan hepar . Pengkajian . Feses. Observasi tanda dengan gejala alergi terhadap antibiotic . g.

Beri makanan atau antasid sebelum menggunakan antipiretik untuk mengurangi iritasi lambung . Penyuluhan klien/keluarga . 99 2. Pemakaian umum Demam dengan berbagai sebab infeksi dan peradangan. Analgetik (Non Narkotik/ Non Steroid) a. Cara kerja Antipiretik bekerja pada sistem saraf pusat untuk menurunkan suhu tubuh dan menghalangi kerja prostaglandin periperal. Antipiretik a. Arthiritis. Pengkajian Demam : adanya gejala-gejala yang terkait yaitu banyak keringat. b. klien anak dan remaja . atau Osteoarthritis. Implementasi . d. c.5°C atau bila demam lebih dari 3 hari h. Berikan antipiretik melalui oral/rektal (sesuia program medik) g. Pemakaian umum Digunakan utnuk mengontrol nyeri ringan/sedang demam dan berbagai kondisi peradangan seperti: Rhematoid. e. takikardi dan malaise. Kontra Indikasi . . Hipertemi . tidak berkurang dengan dosis yang telah ditentukan. bila suhu lebih dari 39. Beritahu klien mengenai pentingnya konsultasi dengan dokter bila: demam. Hindari pemakaian yang terus menerus dari acetaminophen dengan dosis besar. Penggunaan aspirin atau ibuprofen pada klien dengan penyakit ulkus/tukak haru hati-hati. Kurang pengetahuan sehubungan dengan pengetahuan obat f. Hindari aspirin atau ibuprofen pada klien dengan gangguan perdarahan. Evaluasi Terapi ditetapkan bila panas menurun 3. Kemungkinan Diagnosa keperawatan .

Pantau rhinitis. Pencegahan Penggunaan obat ini harus hati-hati pada klien dengan riwayat perdarahan. f. Implementasi . . Cara kerja Kelompok besar dari non narkotik analgetik adalah anti peradangan dengan non alkohol. dibolehkan dengan dosis rendah. Kontra Indikasi Peka terhadap aspirin merupakan kontra indikasi untuk golongan ini. dan urtikaria. Agar dapat memberikan efek analgetik yang cepat. Klien gangguan asma. e. c. . asma. Untuk mengurangi iritasi lambung dapat diminum bersama dengan susu. berikan obat tersebut 30 menit sebelum makan atau 2 jam sesudah makan . b. Kurang pengetahuan sehubungan dengan program pengobatan g. Mekanisme dari analgetik adalah untk menghalangi sintesa prostaglandin di penurunan saraf pusat dan vasodilatasi. makanan atau antasida. penyakit hati/ginjal/jantung yang berat dan gangguan masa perdarahan serta pada waktu wanita hamil. . d. Pengkajian: . Kemungkinan diagnosa keperawatan . 100 Aceminophen mempunyai kekuatan analgetik dan antipiretik tetapi tidak efektif sebagai anti peradangan. intensitas sebelum dan setelah 1 jam pemberian analgetik. . alergi aspirin dan poliip hidung mempunyai resiko untuk menjadi peka terhadap reaksi obat tersebut. Perubahan rasa nyaman: nyeri . Hanya golongan acetaminophen kurang aman dan untuk sekali-kali dipakai pada kehamilan atau menyusui. Kaji nyeri/sakit: lokasi. Jangan memberikan bersamaan dengan analgetik narkotika karena dapat menimbulkan efek ketagihatn: bila diberikan juga. Gangguan mobilitas fisik .

aspirin. Pencegahan . Kondisi dan prosedur . Penggunaan obat bersama dengan makanan itu kambat reaksinya tatapi tidak mengurangi luasnya absorbsi. Menghindari penggunaan analgetik bersamaan dengan alkohol. Diskusi 3. Beritahu klien untuk tidak melakukan aktivitas yang memerlukan konsentrasi/ kewaspadaan sampai efek obat hilang. kemerahan atau kedinginan. Beritahukan klien dan keluarga agar klien minum obat secara teratur sesuai inturksi. tinja hitam. 101 . Edema. . bila lupa segera diminum. tinitus (gejala ketidakseimbangan). h. . Metode: . Penyuluhan klien dan keluarga . i. demam. sakit kepala. Hasil yang ingin dicapai: Klien dan keluarga dapat menjelaskan dan mendemontrasikan: . Materi a. Rasa nyeri berkurang J. Evaluasi . Diet . penglihatan terganggu. acetaminophen atau obat lain tanpa konsultasi dengan dokter. Beritahu dokter bila merasa gatal. Obat analgetik dapat menyebabkan rasa kantuk atau pusing. Tindak lanjut yag diperlukan 2. Tetapi bila waktunya berdekatan dengan waktu pemberian yang kedua. . PENYULUHAN 1. Kondisi dan prosedur . Aktivitas/perawatan diri . Obat-obatan dan terapi . jangan dimunum (hindari dosis ganda). Ceramah .

Adanya infeksi pada tonsil yang dapat dipastikan dengan peningkatan lekosit dalam darah. Obat-obatan dan Terapi Penyuluhan yang diberikan mengenai nama obat. Perdarahan dapat dibantu dengan pemberian obat anti perdarahan dan kompres dileher b. cara pemberian dosis. jahe. Sakit saat menelan dapat dibantu dengan pemberian analgetik. Kegunaan. Bila klien akan di operasi maka informasikan kepada klien dan keluarga mengenai: 1) Penanda tanganan ijin operasi oleh klien atau keluarga 2) Pengambilan darah vena untuk pemeriksaan darahlengkap. keluhan- keluhan yang dialami. makan cair dingin dan latihan menelan yang lebih sering dengan minum minuman yang telah disediakan serta kompres es di leher . 102 Klien dan keluarga diberi informasi mengenai kondisi saat ini. pembekuan dan protrombine 3) Pemberian glycerin spuit atau microlax jelly 4) Mulai dan berakhirnya puasa 5) Jadwal operasi 6) Situasi dan apa yang dialami dikamar bedah dan ruang pemulihan 7) Macam anaesthesi yang digunakan 8) Situasi yang dapat dialami sesudah operasi dan bantuan yang disediakan. Diet Anjurkan klien untuk tetap makan dan minum. Pada keadaan panas tinggi dianjurkan klien untuk minum 2-3 liter dalam 24 jam. c. riwayat sakit dan pemeriksaan fisik. Berikan juga penjelasan mengenai tujuan dan prosedur pemeriksaan laboratorium. lade. konsetrasi makanan dapat ditingkatkan dan klien dapat makan makanan yang lain. efek samping obat dan keluhan-keluhan yang harus . Bila proses peradangan dan pembengkakan pada tonsil berkurang atau hilang. masa pendarahan. misalnya: . Program pengobatan dan persiapan untuk tindakan pembedahan bila direncanakan. Hindari makanan yang keras dan menimbulkan pedih misalnya: juice jeruk. atau makanan yang mengandung cabe.

Aktivitas/perawatan diri Klien memerlukan istirahat barung selama suhu tubuh normal (+48 jam). 103 dilaporkan (lihat penyuluhan pada implikasi keperawatan tentang obat- obatan) d. e. Selama istirahat baring. klien dapat melakukan aktivitas ringan sesuai kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan makan. minum dan perubahan posisi tubuh ditempat tidur. . Tindakan lanjut yang diperlukan Kontrol kembali ke dokter yang merawta untuk mengevaluasi pemulihan dan pemantauan terapi. Pencegahan Klien dan keluarga dijelaskan mengenai usaha pencegahan yang dapat dilakukan: 1) Beristirahat yang cukup 2) Berolah raga yang teratur 3) Makan dan minum yang adekuat 4) Menghindari minumes. Perawatan diri yang perlu diperhatikan selain kebersihan diri secara umum. bagi yang alergi 5) Memelihara kebersihan mulut f. yaitu kebersihan mulut dan adanya tanda-tanda infeksi pada daerah tenggorokan.