104

TONSILEKTOMI

A. PENGERTIAN
Tonsilektomi adalah tindakan operasi mengangkat tonsil.
Tonsilektomi dilakukan pada klien tosilitis kronis yang sering kambuh/pada
tonsliltis yang sedang/berat atau pada klien tonslitis yang mempunyai resiko
terjadinya komplikasi.

B. PENGKAJIAN
1. Data Subyektif
a. Nyeri daerah operasi
b. Dahak bercampur darah
c. Sakit menelan
d. Badan meriang
2. Data Obyektif
a. Ada luka bekas tonsilektomi
b. Dahak bercampur darah
c. Suhu subfebris
3. Data Laboratorium
a. Darah lengkap
b. Masa pendarahan, pembekuan dan protombin
c. Analisa urin
4. Resiko tinggi Komplikasi
a. Perdarahan
b. Aspirasi darah dan sekresi
c. Infeksi

C. PENATALAKSANAAN MEDIK
1. Pengangkatan tonsil biasanya tidak dilakukan pada keadaan infeksi akut
atau gangguan hematologi seperi hemofili, anemia aplastik, purpura atau
leukemi
2. Pemberian obat-obatan: Antobiotik, Analgetik, dan Anti perdarahan

Tertungkurap/miring pada ketidakmampuan satu sisi yaitu pada mengeluarkan anastese umum. Resiko tinggi 1. Resiko tinggi tidak Frekuensi. batuk dan menelan 4. dengan 3. kehangatan akral. sampai sekresi akibat klien dapat mengeluarkan nyeri. Berikan posisi tidur dengan: nafas tidak ada dispnea a. pengaruh sekresinya sendiri dan narkose refleks menelan telah pulih kembali 3. Bila perlu penghisapan lendir. frekuensi dan efektif kedalaman kualitas pernafasan pembersihan jalan pernafasan normal. ukur dan catat jumlah berkurangnya dalam batas perdarahan volume cairan normal 2. DIAGNOSA KEPERAWATAN No Diagnosis Hasil yang Rencana tindakan . warna kulit . Pantau irama. 105 D. Tanda vital stabil. Observasi kemampuan: mengeluarkan lendir. Kaji. sehubungan 2. Anjurkan klien untuk mengeluarkan lendir secara perlahan 6. Akral hangat tingkat kesadaran. 2. Observasi tensi. 2. Perhatikan ada tidaknya pengumpulan lendir di daerah tonsil 5. keperawatan diharapkan/Evaluasi 1. Kepala miring 45° pada sehubungan atau sianosis anastesi lokal dengan b. Tidak gelisah pernafasan. dilakukan dengan hati-hati dan perlahan-lahan. irama dan 1. 1. nadi. jangan sampai luka menjadi iritasi.

Pasang kompres es daerah leher untuk mengurangi perdarahan 9. Pantau jumlah pemasukan dan pengeluaran cairan 7. Obat anti perdarahan c. karena akan mengiritasi luka dan menambah perdarahan 8. transfusi b. mendemonstrasik bila perlu beri kompres an keterampilan pada daerah leher . Pemberian infus. Klien a. Inspeksi rongga mulut adanya darah yang mengalir dari luka operasi 4. Klien 1. Kurangi batuk dan bicara. Observasi skala intensitas dengan intervensi mengungkapkan nyeri pembedahan rasa sakitnya 2. Pemeriksaan lab: Hb. Nyeri sehubungan 1. Ht. Dan siapkan untuk kemungkinan tindakan operasi/kauterisasi ulang 5. Informasikan ke dokter bila ditemukan indikasi perdarahan yang berlebihan. Trombosit 6. Minum air dingin/air es. Laksanakan program medik: (bila terjadi perdarahan) a. Anjurkan klien untuk berkurang mengurangi nyeri dengan: 2. Libatkan keluarga untuk memberi dukungan bagi klien 3. 106 perdarahan yang apakah ada indikasi berlebihan perdarahan berlebihan 3.

4. Observasi tanda vital infeksi yang ditandai dengan 2. Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman e. Anjurkan klien untuk mencegah kontak dengan orang lain yang menderita infeksi saluran pernafasan 5. Jelaskan kepada klien bahwa nyeri telinga dapat dialami selama 2-3 hari sesudah operasi. 107 untuk mengurangi b. Beri antibiotik sesuai program medik 4. tidak memelihara kebersihan mulut dengan intervensi ada pembengkakan dengan kumur-kumur air pembedahan dan tidak ada pus garam atau obat kumur yang pada luka operasi telah ditetapkan setiap sesudah makan 3. asam atau keras d. pedas. Anjurkan klien untuk sehubungan suhu normal. Anjurkan klien agar cukup istirahat dan mengurangi aktivitas fisik yang berat selama masa penyembuhan . Menghindari makanan yang panas. Minum analgetik sesuai nyeri dengan rileks dengan program medik c. Resiko tinggi Tidak terjadi infeksi 1.

Tidak ada kelainan darah seperti: leuemi. Hb. atau purpura. Kardio Vaskuler: hipotensi (pada pemberian yang cepat) 7. kram perut atau diare . 2. hemofili. mual. Obat-obatan . anemia anaplastik. defferensial. Pemeriksaan Umum Untuk mengurangi perdarahan karena berbagai sebab misalnya: pasca bedah klien dengan hemofila. muntah. 8. trombosit. Pencegahan/perhatian Hati-hati pemberian kepada klien dengan penyakit ginjal yang ringan/sedang/berat. Efek samping . IMPLIKASI KEPERAWATAN 1. Analgetik . 4. leukosit. Pemeriksaan Laboratorium Persyaratan operasi a. masa pembekuan harus dalam batas darah normal b. masa perdarahan. Anti perdarahan Pada umumnya menggunakan golongan: Tranezamic Acid 3. Antiperitik . klien dengan perdarahan subarakhoid dan klien yang mengalami gangguan untuk membedakan warna. 6. Gastro Intestinal. Pemeriksaan laboratorium: darah putih. Antibiotik . Cara kerja Menghalangi aktivitas plasminogen 5. Ht. 108 E. Implikasi keperawatan . Kontraindikasi Klien yang hipersensitif pada golongan tersebut.

Resiko Bila obat tersebut 1. sehubungan 2. Ketidak tatan intravena maka: melaporkan menurun. mual. urine. dibawah 2. menghindari efek mengurangi kemerahan. secara nadi berikan setelah perlahan-lahan 5. Berikan secara setiap tanda- informasikan pada pemberian perlahan-lahan tanda dokter dan hentikan obat untuk perdarahan obat tersebut 3. 109 Kemungkinan Penyuluhan Klien Pengkajian Diagnosa Implementasi dan keluarga Keperawatan 1. atau kepada dokter hemetemesis bila merasa 7. Kaji keseimbangan 1. emesis. Setelah fases. Merubah posisi tekanan darah dan pada waktunya. Informasikan tidak ada segera ke dokter kemajuan. Kaji perdarahan 3. ikterik. Pemeriksaan darah: pengetahuan hipotensi kulit. dan perdarahan dengan diberikan bilas miopati atau 3. melaporkan petechi. Kaji reaksi alergi makan untuk untuk seperti: panas. Anjurkan klien cairan jika perdarahan diberikan secara mencatat dan pengeluaran urin 2. ortostatik 6. faktor pembekuan. Catat dan dalam 1. Adakah program dengan gejala trombpiebitis pengobatan NACL/Dektorse gantrointestinal 4. samping pada hipotensi atau gatal-gatal gastrointestinal. Kurang menghindari (gusi. Anjurkan klien pada selaput untuk mukusa epistaksis. yang merawat bila atau diare ada tanda-tanda setelah minum diatas obat . Adakah 5% in w atau RL yang lain) peningkatan Berikan obat tepat 2.

akan digunakan obat anti sakit yang tersedia. Kondisi dan prosedur Klien/keluarga diberi informasi mengenai kondisi saat ini. PENYULUHAN 1. Bila hal ini terjadi. Informasikan kepada dokter yang merawat bila sakit telinga masih berlanjut atau jika disertai dengan peningkatan suhu tubuh 3) Informasikan kepada dokter yang merawat bila terjadi peningkatan suhu tubuh beberapa hari setelah operasi 4) Perdarahan kadang-kadang dapat terjadi terutama dalam 5-10 hari setelah operasi. Tindak lanjut yang diperlukan 2. dahak bertambah dan bercampur darah serta perasaan mual. Kondisi dan prosedur b. F. Informasikan juga tentang tindakan pengobatan dan perawatan yang akan diberikan untuk mengatasi keluhan klien setelah operasi. Jelaskan kepada klien dan keluarga bahwa: 1) Bila klien mengalami sakit tenggorokan. kompres es pada leher atau kumur-kumur dengan air garam 2) Perasaan sakit pada telinga adalah hal yang normal setelah operasi dan akan berkurang atau hilang setelah 2-3 hari. Evaluasi Dapat dievaluasi dengan berkurang/hilangnya perdarahan dan tidak mengalami efek samping obat. Diet c. Klien dan keluarga tenang . nyeri pada tenggorokan. Keluhan- keluhan yang dialami seperti kesulitan menelan. dianjurkan: . Hasil yang ingin diharapkan: Klien dan keluarga dapat menjelaskan: a. 110 9. Materi a. Obat-obatan dan terapi d. kadang-kadang muntah. Aktivitas/perawatan diri e. Pencegahan f.

Baringkan klien dan beri kesempatan untuk tidur tenang . Makanan yang panas. Bentuk makanan dapat ditingkatkan sesuai kemampuan menelan klien. efek samping obat dan keluhan-keluhan yang harus dilaporkan. Aktivitas/Perawatan diri Sesudah pengaruh narkose hilang. e. Perawatan diri yang perlu diperhatikan adalah memelihara kebersihan mulut dan memperhatikan tanda-tanda infeksi daerah operasi batasi aktifitas/latihan yang berat dan hindari terkena langsung sinar matahari selama 2-3 minggu. Klien kumur-kumur air es . Dimulai dari minuman dan makanan cair. b. klien dianjurkan mobilisasi bertahap. cara pemberian. c. Diet Bila sudah ada reflek menelan. Tindak lanjut yang diperlukan Sesuai dengan program pengontrolan untuk mengevaluasi penyembuhan luka dan melakukan konsultasi pada dokter yang merawat. dosis. saring dan dingin. 111 . kegunaan. d. Obat-obatan dan terapi Penyuluhan yang diberikan mengenai nama obat. . pedas. Segera bawa ke dokter bila dalam waktu 5 menit perdarahan tidak berhenti 5) Usahakan tidak batuk keras untuk mencegah terjadi perdarahan. minuman dan makanan dapat diberikan. asam atau keras harus dihindari sampai luka operasi sembuh. Pada klien dengan kesulitan menelan perlu diobservasi dan didukung secara konsisten. Bila perlu minta obat batuk pada dokter yang merawat.