LAPORAN TUGAS KHUSUS PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER

BIDANG FARMASI PERAPOTEKAN
DI APOTEK ZAM-ZAM SIAGA
PERIODE 02 – 31 MEI 2016

DISUSUN OLEH :

NIA RUSTIANA WIJAYANTI 1504026083
ROJA FATHUL MUBDY 1504026097

PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER
FAKULTAS FARMASI DAN SAINS
UNIVERSITAS MUHAMDIYAH PROF. DR. HAMKA
JAKARTA
2016

KATA PENGANTAR

Penulis mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas
rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat melaksakan Praktek Kerja Profesi
Apoteker (PKPA) di Apotek Zam-Zam Siaga dengan baik dan lancar. Paktek
Lapangan ini diselenggarakan dalam rangka memberikan bekal, pengetahuan,
keterampilan, dan pengalaman dalam pengelolaan apotek kepada Mahasiswa serta
meningkatkan kemampuan dalam mengabdikan perofesinya kepada masyarakat.
Alhamdulillah Praktek Kerja Lapangan ini dapat dilaksanakan dengan baik
dan lancar. Penyusuan laporan ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak.
Pada kesempatan ini penulis menguncapkan banyak terima kasih kepada:
1. Bapak Drs. Budi Arman, Apt.,M.Kes, Selaku Dekan Fakultas Farmasi dan
Sains Universitas Muhammadiyah Prof DR Hamka.
2. Ibu Siska, Msi, Apt., Selaku Ketua Program Studi Apoteker Fakultas Farmasi
dan Sains Universitas Muhammadiyah Prof DR Hamka.
3. Ibu Latifah selaku Pemilik Sarana Apotek Zam-Zam Siaga, Jakarta Selatan
yang telah memberikan kesempatan kepada kami dalam melaksanakan
Praktek Kerja Profesi Apoteker.
4. Ibu Dra. Laksmi Darmawati, Apt. selaku Apoteker Pengelola Apotek dan
Pembimbing Lapangan Praktek Kerja Pofesi Apoteker di Apotek Zam-Zam
Siaga dengan pengarahan, ilmu dan bimbingan yang sangat berarti serta
kesabarannya selama masa PKPA dan penyusunan laporan PKPA ini.
5. Ibu Dra. Naniek Setiadi Radjab, M. Si., Apt. selaku Pembimbing dari Fakultas
Farmasi dan Sains Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Prof DR.
Hamka yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan pengarahan selama
penyusunan PKPA
6. Seluruh staf dan karyawan Apotek Zam-Zam Siaga yang telah memberikan
bantuan dan perhatian selama pelaksanaan Praktek Kerja Profesi Apoteker ini.
7. Keluarga tercinta yang telah memberikan kasih sayang, semangat dan do’a.
8. Teman-teman profesi Apoteker Angkatan XXIV UHAMKA atas motivasi,
semangat dan kerjasamanya
Penulis menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dan kesalahan dalam
penulisan laporan ini. Penulis berharap semoga pengetahuan dan pengalaman
yang diperoleh selama menjalani Praktek Kerja Profesi Apoteker dapat

memberikan manfaat bagi rekan-rekan sejawat dan semua pihak yang
memerlukan.

Jakarta, Mei 2016

Penulis

.............................. 18 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ......................................... 2 BAB II.................................. 21 A................... Kegiatan Minggu 2 ...... vii BAB I.......................... vi DAFTAR LAMPIRAN . Kegiatan Minggu 3 ................................................ 4 D............................................................... 9 B.......... Struktur Oganisasi Apotek Zam-Zam Siaga............... 21 B................................................................................................................................................. Pengertian Apotek ........................................ 21 DAFTAR PUSTAKA .................................... iii DAFTAR ISI ............................ Pembahasan ............. 8 BAB III................................................................................................................................................. Kesimpulan ........... PENDAHULUAN .................................................................................................... 23 LAMPIRAN ....................................... Kegiatan Minggu 4 .............................................................. DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ..................................................... 17 4..................................... 9 1... TINJAUAN PUSTAKA ... 9 A....... 3 B...................................................... v DAFTAR GAMBAR .......... 13 3.............. Prosedur kerja Apotek Zam-Zam Siaga ............................................................................................................................................ Kegiatan PKPA.............. 3 A. KEGIATAN PKPA DAN PEMBAHASAN ........................................... 24 ..................... Tujuan PKPA...................... 3 C........ 7 E.......... Saran ......... Kegiatan Minggu 1 ................................... 1 A... Sejarah Apotek Zam-Zam Siaga ..................... Latar Belakang............................... i HALAMAN PENGESAHAN ............................................................. ii KATA PENGANTAR ........................ 1 B........................................................................................................................................................................ 9 2..................................... Pengelolaan Resep ....................................................................................................................

.............. 4 .. Struktur Organisasi Apotek Zam-Zam ................... DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1.

.......... 35 ....... Etiket Obat ..... 32 Lampiran 10. 25 Lampiran 3........ Lemari Narkotika dan Psikotropika ............................................................................ 24 Lampiran 2................................................ 33 Lampiran 11..... Denah Lokasi ............................. DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1............................................................... Kwitansi Pembayaran Apotek Zam-Zam Siaga ................... 31 Lampiran 9.................. 27 Lampiran 5....... 28 Lampiran 6................................... Surat Pesanan Psikotropika....... 34 Lampiran 12............... 30 Lampiran 8................................... Surat Pesanan Narkotika .. Tata Ruang Apotek Zam-Zam Siaga .............................................................................. 29 Lampiran 7............................... 26 Lampiran 4..... Kartu Stok Obat ............................... Laporan Sinap ........................... Copy Resep ............ Alur Pelayanan Resep ....................................... Surat Pesanan .....................................................

penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) yang dilaksanakan secara menyeluruh. maka diselenggarakan upaya kesehatan dengan pendekatan pemeliharaan. Latar Belakang Kesehatan merupakan salah satu unsur kesejahteraan umum yang harus diwujudkan melalui pembangungan nasional yang berkesinambungan. Apotek juga sebagai salah satu sarana penyaluran sediaan farmasi yang dipimpin oleh apoteker sebagai penanggung jawab. Apotek merupakan salah satu sarana kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. terpadu dan berkesinambungan. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk mempertinggi derajat kesehatan. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kefarmasian serta persaingan yang semakin global dan tajam. mampu mengelola sumber daya manusia secara efektif. serta menempatkan diri sebagai pimpinan. berkomunikasi dan berinteraksi yang baik dengan pasien. BAB I PENDAHULUAN A. Informasi dan Edukasi). pemberian informasi untuk mendukung penggunaan obat yang benar dan rasional. monitoring penggunaan obat untuk mengetahui tujuan akhir serta kemungkinan terjadinya kesalahan pengobatan (medication error). Untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat. 2009). pencegahan penyakit (preventif). peningkatan kesehatan (promotif). Untuk itu diperlukan sarana distribusi yang dapat menyalurkan obat dari produsen kepada konsumen secara efektif dan aman (Departemen Kesehatan RI. oleh sebab itu diperlukan apoteker yang memiliki kompetensi . telah terjadi pergeseran orientasi Pelayanan Kefarmasian dari pengelolaan obat sebagai komoditi kepada pelayanan yang komprehensif (Pharmaceutical Care) dalam pengertian tidak saja sebagai pengelola obat namun apotek juga perlu memberikan pelayanan swamedikasi. KIE (Komunikasi. Apoteker berperan dalam menyediakan dan memberi pelayanan. Apoteker memiliki peran penting dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat.

DR. 3. Hamka bekerja sama dengan Apotek Zam-Zam Siaga dalam melaksanakan Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) bagi mahasiswa calon apoteker dari tanggal 2 – 31 Mei 2016. sehingga diharapkan calon apoteker dapat melaksanakan tugas dan fungsinya di apotek. pengetahuan. Memberikan pemahaman kepada calon apoteker tentang peran dan fungsi apoteker di apotek. tidak cukup hanya dengan melakukan pendidikan dibangku perkuliahan saja. 2. yang memadai di bidangnya. namun juga harus melakukan pendidikan di tempat praktik seperti di apotek. Mengingat begitu luas dan kompleks tugas dan tanggung jawab seorang apoteker di apotek. Memberikan bekal kepada calon apteker agar memiliki wawasan. Tujuan 1. Mempelajari tata cara pengelolaan dan pelayanan apotek melalui pengamatan langsung kegiatan yang dilakukan selama PKPA di apotek. keterampilan dan pengalaman praktis untuk melakukan pekerjaan kefarmasian di apotek. B. . untuk itu Program Pendidikan Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Prof. Untuk menghasilkan lulusan tenaga apoteker yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan.

Denah lokasi Apotek Zam-Zam Siaga dapat dilihat pada Lampiran 1. klinik praktek dokter dan kawasan perumahan dengan lalu lintas yang cukup ramai sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat serta memiliki lahan parkir yang cukup luas. Apotek juga dilengkapi dengan papan nama Apotek yang mudah terbaca. sampai dengan sekarang yang memiliki nomor STRA: 19531209/STRA- UP/1989/21747 dan nomor SIPA 004/2.1/31.34. Hal ini merupakan suatu keuntungan tersendiri dan merupakan faktor pendukung bagi perkembangan usaha Apotek. BAB II TINJAUAN KHUSUS APOTEK ZAM-ZAM SIAGA A. Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktik kefarmasian oleh Apoteker.00 WIB pada hari nasional dan hari libur tetap buka.00-22. dan pada tahun 2007 Apoteker Pengelola Apotek (APA) diganti oleh Dra. Pengertian Apotek Berdasarkan Permenkes Nomor 35 Tahun 2014. Sumiatri. Sejarah Apotek Zam-Zam Siaga Apotek Zam-Zam Siaga didirikan pada tahun 2004 dengan pemilik sarana bernama Bapak Yusuf Thalib. ruang administrasi. Apotek Zam-Zam Siaga berlokasi di Jalan Siaga Raya No. tempat penerimaan resep dan kasir.19 Pejaten Selatan dan beroperasional pada pukul 08. Laksmi Darmawati. ruang peracikan.779. Apotek Zam-Zam Siaga berlokasi di daerah strategis terletak di dekat Rumah Sakit Siaga Raya . Pada awalnya Apotek Zam-Zam Siaga berada dalam satu bangunan dengan klinik Zam-Zam Siaga tetapi pada saat ini kliniknya sudah ditutup. Apoteker Pengelola Apotek (APA) pertama adalah Dra. Apotek Zam-Zam Siaga dibuat sedemikian rupa untuk menjamin kelancaran pelayanan serta pengawasan kegiatan di apotek. Ruangan Apotek Zam-Zam Siaga terdiri dari ruang tunggu. lampu penerangan . B. Apt. dan tempat penyerahan obat.3/2016. Apt. Perusahaan ini berbentuk badan hukum CV Amanah dan memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).1/74.04/-1.

2 orang AA. Struktur Organisasi Apotek Zam-Zam Siaga Setiap apotek memerlukan struktur organisasi yang baik agar manajemen berjalan dengan baik. Apotek Zam-Zam Siaga menyusun struktur organisasinya disesuaikan dengan kondisi dan sarana yang tersedia.00 WIB dan shift II pukul 15. yang cukup. Struktur Organisasi Apotek Zam-Zam Siaga . pembayaran pajak.00-15. 2 orang kasir. Jumlah karyawan keseluruhan di Apotek Zam-Zam Siaga berjumlah 12 orang diantaranya. Keuangan Kasir Gambar 1. 1 orang administrasi. resep tunai dan resep kredit. 3 orang wakil PSA. 1 orang PSA. PSA Wakil PSA APA AA Adm. 1 orang penjaga apotek dan 1 orang pengantar barang. dan televisi. pembayaran hutang seluruhnya dilakukan oleh karyawan apotek. C. wewenang dan tanggung jawab setiap karyawan yang terlibat di dalamnya menjadi jelas sehingga memudahkan dalam pengawasan dan terkoordinasi dengan baik. Kegiatan administrasi apotek Zam-Zam Siaga seperti membuat laporan penjualan harian seperti penjualan non resep tunai. Segala kegiatan di apotek seperti administrasi. air conditioner. yaitu shift I pukul 08. kamera pengawas (web cam).00-22. Karyawan Apotek Zam-Zam siaga bekerja secara bergantian berdasarkan jam kerja yang telah dibagi menjadi dua shift. Libur karyawan dilakukan secara bergantian setiap seminggu sekali.00 WIB. Tata ruang Apotek Zam-Zam Siaga dapat dilihat pada Lampiran 2. Dengan adanya struktur organisasi yang baik maka pembagian tugas. 1 orang APA.

PSA tidak boleh hanya berorientasi pada bisnis. PSA berkewajiban menyediakan sarana apotek yang terdiri dari dana secukupnya. Berikut uraian jabatan dari masing-masing petugas di Apotek Zam-Zam Siaga : 1. yaitu : petugas keamanan dan kebersihan dan petugas pengantar obat (delivery order). menentukan kebijaksanaan. . dan melaksanakan pengawasan serta pengendalian kegiatan apotek sesuai dengan undang-undang yang berlaku. 2. Memimpin. APA ( Apoteker Pengelola Apotek) Pimpinan Apotek Zam-Zam Siaga adalah seorang APA yang telah memiliki SIK dan SIA. di mana bagian administrasi keuangan dan kasir dalam pekerjaannya bertanggung jawab langsung pada Wakil Pemilik Sarana Apotek. Apoteker bertanggung jawab penuh terhadap kegiatan di apoteknya. perlengkapan apotek. c. b. Menyusun atau mengkoordinasi tugas dan program kerja karyawan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. APA bertindak sebagai penanggung jawab dan memiliki kemampuan farmasi dan manajemen.Keterangan : Terdapat petugas tambahan di luar struktur organisasi. Apoteker harus menguasai kegiatan yang bersifat dengan teknis kefarmasian. 3. perbekalan kesehatan dibidang farmasi. Untuk apotek baru sebaiknya PSA dilibatkan dalam proses perizinannya. PSA (Pemilik Sarana Apotek) a. d. PSA harus membuat perjanjian kerja sama dengan Apoteker Pengelola Apotek (APA). bangunan yang menjadi milik dan atau berada dalam penguasaan PSA. b. Tugas dan tanggung jawab langsung APA kepada PSA adalah : a. Wakil Pemilik Sarana Apotek Wakil Pemilik Sarana Apotek Zam-Zam Siaga bertanggung jawab dalam mengkoordinasikan pekerjaan bagian administrasi keuangan dan kasir. Selain itu.

dan menyusun penyimpanan obat dan perbekalan farmasi lainnya sesuai dengan bentuk sediaan obat yang disusun secara alfabetis. nama. AA (Asisten Apoteker) Asisten Apoteker (AA) bertanggung jawab langsung kepada APA. Bagian Administrasi Bagian administrasi bertanggung jawab langsung kepada PSA. menimbang bahan. 4. Melayani dan meracik obat sesuai dengan resep. jumlah obat. Memeriksa ketersediaan obat dan sediaan farmasi lainnya berdasarkan resep yang diterima dengen mengecek stok dikomputer dan fisik obat. c. Tugas dan tanggung jawab Asisten Apoteker (AA). h. meliputi bentuk sediaan. b. antara lain menghitung dosis obat untuk racikan. seperti melakukan laporan bulanan narkotika dan psikotropika. Melaksanakan peraturan perundang-undangan farmasi yang berlaku. mengemas obat. Menjaga kesesuaian stok. i. Mendidik asisten apoteker. . pemusnahan obat dan laporan obat kadaluarsa. Memeriksa kesasuaian laporan penjualan harian dengan setoran kasir. Analisa penjualan obat. e. meracik. d. nomor resep dan cara pemakaian. f. Menerima resep dan memeriksa keabsahan serta kelengkapan resep sesuai dengan peraturan kefarmasian. g. mengontrol. Memeriksa kebenaran obat yang akan diserahkan kepada pasien. d. Tugas dan tanggung jawab petugas administrasi adalah : a. Mengatur. yaitu : a. Membuat kuitansi atau salinan resep untuk obat yang hanya diambil sebagian atau bila diperlukan oleh pasien. baik dengan resep atau non resep. kasir dan karyawan apotek lainnya. 5. Melakukan pencatatan item obat guna perencanaan pengadaan obat sesuai dengan tanggung jawab lemari obat/ rak masing-masing. Memberi harga pada setiap resep dokter yang masuk dan di-entry ke komputer. e. dan memberikan etiket. c.

7. b) Mengecek tanggal kadalurasa (> 1 tahun untuk obat ). d) Mengecek kesesuaian antara nomor batch dengan barang yang diterima berdasarkan faktur/dokumentasi dropping. e) Menandatangani faktur/dokumentasi dropping. 8. 2. kering dan tidak berdebu. c) Ditata berdasarkan kelas/kategori terapi dan alfabetis. d. Bertanggung jawab pada pembayaran pasien terhadap resep pasien yang sudah diberi harga oleh Asisten Apoteker b. Prosedur Kerja Apotek Zam-Zam Siaga 1. Memesan stok obat atau sediaan farmasi yang sudah habis kepada PBF. D. Bertanggung jawab terhadap laporan penjualan harian kepada petugas administrasi. Petugas Keamanan dan Kebersihan Bertanggung jawab dalam menjaga keamanan dan kebersihan Apotek. Bertanggung jawab terhadap pencatatan barang luar di kartu stock. Prosedur Penerimaan Barang a) Mengecek nama dan jumlah barang yang diterima. 6. . b. c. penerimaan. Petugas Penghantaran Obat (Delivery Order) Bertanggung jawab untuk mengantarkan obat kepada pasien sesuai dengan pesanan obat yang tersedia di Apotek. Menyusun daftar piutang seperti penjualan resep kredit. c) Kondisi barang yang diterima harus dalam keadaan baik dan tidak rusak. c. d) Lemari dan kotak obat bersih. tukar faktur dan surat pemesanan obat kepada PBF. disesuaikan dengan surat pesanan. b) Pengelompokan berdasarkan golongan dan bentuk sediaan obat dengan sistem FIFO dan FEFO. penyimpanan dan pemeliharaan barang yang dibeli. Melaksanakan administrasi surat menyurat yaitu penerimaan faktur. Prosedur Penyimpanan dan Penataan a) Sesuai dengan sifat fisika dan kimia obat. Kasir a.

Prosedur Stok Opname Apotek a) Setiap satu tahun sekali. b) Menawarkan obat sesuai dengan keluhan pasien tersebut. e) Buat daftar obat kurang laku/tidak laku. c) Data pasien dimasukkan ke dalam PMR (Patient Medical Report) apotek untuk keperluan apotek dan memantau pasien dalam penggunaan obat. c) Stok fisik semua barang dagangan dan pemisahan barang rusak dan lewat tanggal kadaluarsanya. berat resep yang dimusnahkan. 3) a) Pasien datang dengan keluhan atau ingin berkonsultasi. 14). b) Stok fisik yang dihitung adalah posisi sisa barang saat berakhirnya periode stok opname. Prosedur Pelayanan Obat (lampiran. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan untuk arsip Apotek. Kepala BPOM. Resep yang mengandung narkotika atau psikotropika dipisahkan dari resep yang lainnya dan diberi tanda berwarna merah di bawah nama obatnya. Pada pemusnahan resep dibuat berita acara pemusnahan 4 rangkap yang mencantumkan nama Apotek. jumlah resep dan tempat pemusnahan (lampiran.35 Tahun 2014 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek bahwa resep yang telah disimpan melebihi jangka waktu 5 (lima) tahun dapat dimusnahkan. Berdasarkan Undang-undang No. Pemusnahan resep dilakukan oleh APA yang disaksikan oleh sekurang- kurangnya petugas lain di Apotek dengan cara dibakar atau cara pemusnahan lain yang dibuktikan dengan berita acara pemusnahan resep menggunakan formulir 2. Pengelolaan Resep Di Apotek Zam-Zam Siaga. resep yang telah dilayani disimpan menurut urutan tanggal pembuatan resep. monitoring stok 30 item/hari dengan sistem acak. nama saksi dalam pemusnahan resep. Berita acara tersebut ditandatangani oleh Apoteker Pengelola Apotek dan saksi kemudian dikirim kepada Kepala Dinas Kesehatan Propinsi. E. 4. . 3. d) Buat daftar obat kadaluarsa/rusak.

Melakukan informasi obat B. Diskusi tentang tata cara mendirikan dan penutupan apotek b. Kegiatan Harian Tanggal Kegiatan Minggu I a. Mengamati tata cara penyusunan dan penyimpanan obat di apotek b. Melakukan penerimaan barang Minggu IV a. Diskusi mengenai kelengkapan resep b. Diskusi tentang pengelolaan apotek. Penyimpanan obat/barang di ruang peracikan disusun dan diletakkan dalam lemari-lemari tertentu yaitu : 1) Untuk obat OTC disimpan berdasarkan kelas terapi dan bentuk sediaan. administrasi dan Sumber Daya Manusia. Diskusi tentang penentuan harga Minggu III a. khasiat dan disusun secara alfabetis. bentuk. Pembahasan 1. 35 tahun 2014 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek yaitu disimpan berdasarkan jenis sediaan. c. Semua obat/barang juga disimpan dan disusun berdasarkan FIFO (First In First Out) dan FEFO (First Expaired First Out). Mengamati lemari narkotik dan psikotropik c. Melakukan pelayanan obat non resep dan resep Minggu II a. Mengamati Tata Cara Penyusunan dan Penyimpanan Obat di Apotek Penyimpanan barang/obat di apotek zam-zam siaga sudah sesuai dengan PERMENKES RI No. . BAB III KEGIATAN HARIAN DAN PEMBAHASAN A. Kegiatan Minggu I a.

maka harus dicegah terjadinya kontaminasi dan harus ditulis informasi yang jelas pada wadah baru. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadi penyalahgunaan terhadap narkotika dan psikotropika. 4) Semua barang di Apotek Zam-Zam siaga disimpan atau disusun dengan menggunakan cara FIFO (First In First Out) dan FEFO (Fist Expired First Out). yakni diletakkan pada lemari khusus yang sama untuk mempermudah pelayanan obat. Dalam hal pengecualian atau darurat dimana isi dipindahkan pada wadah lain. 3) Untuk obat yang membutuhkan penyimpanan khusus maka disimpan khusus. nomor batch dan tanggaL kadaluwarsa.Zam Siaga yaitu: 1. 2) Semua Obat/bahan Obat harus disimpan pada kondisi yang sesuai sehingga terjamin keamanan dan stabilitasnya. obat psikotropik disimpan di lemari psikotropik dan obat golongan narkotik di simpan dilemari narkotik. 4) Pengeluaran Obat memakai sistem FEFO (First Expire First Out) dan FIFO (First In First Out). Tata cara penyimpanan obat yaitu: 1) Obat/bahan Obat harus disimpan dalam wadah asli dari pabrik. contohnya obat-obat suppositoria disimpan di kulkas. Lemari obat diletakkan terpisah dari obat lainnya serta dalam penyimpanannya yang disusun secara alfabetis. 35 tahun 2014 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Wadah sekurangkurangnya memuat nama Obat. Menurut PERMENKES RI NO. . 2) Untuk obat ETHICAL disimpan berdasarkan kelas terapi. Mengamati Lemari Narkotik Dan Psikotropik Penyimpanan narkotik dan psikotropik di Apotek Zam. 3) Sistem penyimpanan dilakukan dengan memperhatikan bentuk sediaan dan kelas terapi Obat serta disusun secara alfabetis. b. dengan memiliki 2 pintu dan 2 kunci. bentuk sediaan dan susunan secara alfabetis.

lemari terletak bersebelahan dengan lemari narkotik menempel pada dinding. Melakukan pelayanan resep dan pelayanan non resep Di apotek zam zam siaga mekanisme pelayanan obat meliputi dari pelayanan obat resep dan non resep. 1) Pelayanan Resep a) Pelayanan resep dilakukan terhadap pasien yang langsung datang ke apotek untuk menebus obat yang dibutuhkan oleh pasien. dan 5. 3. ruangan. atau lemari khusus. dan Lembaga Ilmu Pengetahuan . Harus diletakkan dalam ruang khusus di sudut gudang. Terbuat dari bahan yang kuat. Tempat penyimpanan Narkotika. Lemari narkotik yang terdapat di Apotek dibuat dalam bentuk lemari 2 pintu. 3 tahun 2015 tentang peredaran. Psikotropika. untuk Apotek. Kunci lemari khusus dikuasai oleh Apoteker penanggung jawab/Apoteker yang ditunjuk dan pegawai lain yang dikuasakan. Lemari psikotropik terbuat dari bahan kayu. 4. Berdasarkan pengamatan kami tentang lemari penyimpanan narkotika dan psikotropika yang ada di apotek zam-zam siaga sudah memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan di dalam PERMENKES RI No. c. 2. Instalasi Farmasi Klinik. Lemari khusus sebagaimana dimaksud harus memenuhi syarat sebagai berikut: 1. Tidak mudah dipindahkan dan mempunyai 2 (dua) buah kunci yang berbeda. psikotropika. dan Prekursor Farmasi dapat berupa gudang. 2. untuk Instalasi Farmasi Pemerintah. Menurut PERMENKES RI No. Puskesmas. 3 tahun 2015. dan prekusor farmasi. terbuat dari kayu. terletak di ruang racik obat dan menempel pada dinding. . Diletakkan di tempat yang aman dan tidak terlihat oleh umum. Instalasi Farmasi Rumah Sakit. 3. penyimpanan dan pelaporan narkotika.

Pelayanan penjualan obat dan alat kesehatan yang dijual bebas di counter farmasi dilakukan terhadap pasien yeng memerlukan obat dan . jumlah dan etiketnya. Bagi pasien yang memerlukan kwitansi maka dapat dibuatkan kwitansi. Asisten apoteker pada bagian peracikan atau penyiapan obat akan meracik dan menyiapkan obat sesuai dengan resep. Setelah pasien setuju segera lakukan pembayaran obat ke bagian kasir. d) Resep diberi nomor urut resep. Sebelum obat diberikan dilakukan pemeriksaan kembali meliputi: nomor resep. lalu pasien diberi informasi tentang cara pemakaian dan informasi lain yang diperlukan pasien. 2)Pelayanan non resep Pelayanan obat non resep yaitu disebut juga dengan penjualan obat dan perbekalan farmasi lainnya yang dapat dibeli tanpa resep dari dokter seperti obat OTC (over the counter) baik obat bebas maupun obat bebas terbatas. selanjutnya nomor resep tersebut diberikan pada pasien untuk mengambil obat pada bagian penyerahan obat. kemudian asisten apoteker menanyakan alamat dan no telepon pasien. e) Resep asli diserahkan ke bagian peracikan atau penyiapan obat. b) Kasir atau petugas lain menerima resep diberikan kepada apoteker atau asisten apoteker lalu memeriksa kelengkapan resep. kemudian dilakukan pemberian harga dan memberitahukan kepada pasien. kebenaran obat. f) Setelah obat selesai disiapkan maka obat diberikan etiket dan dikemas. g) Obat diserahkan kepada pasien sesuai dengan nomor resep. nama pasien. c) Lalu asisten apoteker akan memeriksa ada atau tidak nya obat dalam persediaan bila obat yang dibutuhkan tersedia. h) Lembaran resep asli dikumpulkan menurut nomor urut dan tanggal resep dan disimpan sekurang-kurangnya 5 tahun. Apabila obat hanya diambil sebagian maka petugas membuat salinan resep untuk pengambilan sisanya. Juga dilakukan pemeriksaan salinan resep sesuai dengan resep aslinya serta kebenaran kwitansi.

obat diserahkan kepada pasien beserta dengan struk/bukti pembayaran d) Bukti penjualan obat bebas dikumpulkan dan diurutkan berdasarkan nomor dan dicatat dilaporan penjualan harian. menurut Kepmenkes RI No.1332/Menkes/SK/X/2002. Diskusi Tentang cara Mendirikan Apotek 1) Tata cara pendirian Apotek. yaitu: a) Permohonan izin Apotek diajukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dengan menggunakan contoh Formulir Model APT- 1. Prosedur penjualan bebas yang dilakukan adalah sebagai berikut : a) Petugas membantu pasien dalam mencari barang di counter farmasi sesuai kebutuhan dan menginformasikan harga barang sesuai harga yang tertera di komputer. d) Jika pada ayat 2 dan ayat 3 tidak dilaksanakan. b) Dengan menggunakan Formulir APT-2. alat kesehatan tanpa resep dari dokter. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota selambat-lambatnya enam hari kerja setelah menerima permohonan dapat meminta bantuan teknis kepada Balai POM untuk melakukan pemeriksaan setempat terhadap kesiapan Apotek untuk melakukan kegiatan. c) Tim Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota atau Kepala Balai POM selambat lambatnya enam hari kerja setelah permintaan bantuan teknis dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota melaporkan hasil pemeriksaan setempat dengan menggunakan contoh Formulir APT-3. b) Petugas memasukkan nama dan jumlah barang dikomputer. 2. c) Pembayaran obat dapat dilakukan baik secara tunai maupun debit. kemudian menginformasikan total harga yang harus dibayar pasien. Setelah pasien melakukan pembayaran. Apoteker Pemohon dapat membuat surat pernyataan siap melakukan kegiatan kepada . Pada pelayanan obat OTC pembayaran dilakukan secara tunai. Kegiatan Minggu 2 a.

f) Dalam hal hasil pemeriksaan Tim Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota atau Kepala Balai POM dimaksud ayat (3) masih belum memenuhi syarat. atau pernyataan dimaksud ayat (4). Untuk menganalisa . Perencanaan Perencanaan di Apotek Zam-Zam Siaga menggunakan metode konsumsi yang disesuaikan dengan kebutuhan. Pengelolaan Apotek 1. Penutupan apotek atas dasar permintaan dari pemilik apotek dapat dilakukan dengan cara membuat permohonan penutupan apotek yang diurus di Dinas Kesehatan Kota Tingkat II dengan melampirkan berita acara penyerahan untuk pengamanan resep narkotika dan psikotropika. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat dalam waktu dua belas hari kerja mengeluarkan Surat Penundaan dengan menggunakan contoh Formulir Model APT-6. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat dengan tembusan kepada Kepala Dinas Propinsi dengan menggunakan contoh Formulir Model APT-4. e) Dalam jangka waktu dua belas hari kerja setelah diterima laporan hasil pemeriksaan sebagaimana dimaksud ayat (3). c. g) Terhadap Surat Penundaan tersebut Apoteker diberi kesempatan untuk melengkapi persyaratan yang belum dipenuhi selambat-lambatnya dalam jangka waktu satu bulan sejak tanggal Surat Penundaan b. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat mengeluarkan Surat Izin Apotek (SIA) dengan menggunakan contoh Formulir Model APT-5. Arsip selanjutnya dilaporkan ke kantor perpajakan dengan membawa surat bukti penutupan apotek. Diskusi tentang penutupan apotek Penutupan suatu apotek dapat terjadi karena permintaan dari pihak apotek itu sendiri dan juga dapat terjadi apabila terdapat pelanggaran- pelanggaran yang dilakukan oleh apotek tersebut berdasarkan pemeriksaan dari BPOM. DKK mengeluarkan surat penutupan yang tembusannya kepada BPOM dan Dinas Kesehatan Provinsi. selanjutnya pihak Dinas Kesehatan Kota Tingkat II. Diperiksa oleh DKK dibantu oleh BPOM.

sedangkan untuk obat-obat moderat moving dan slow moving disesuaikan kebutuhannya. diperiksa pula kondisi barang. Hal dilakukan untuk mencegah menumpukkan (overstock) dan juga persediaan barang tetap terjaga dan tersedia sehingga tidak menyebabkan kerugian. Apabila sudah sesuai. Penerimaan Distributor akan mengantar barang yang telah dipesan disertai dengan SP (Surat Pesanan) dan faktur barang yang dipesan oleh apotek. Pengadaan dilakukan 1 kali seminggu yaitu pada hari rabu. atau slow moving). Khusus untuk pengadaan sediaan narkotika dan psikotropika. cara pembayaran. faktur tersebut akan ditandatangani oleh petugas yang menerima dan distempel dengan stempel apotek. 3. ketepatan waktu pengiriman dan besarnya diskon dan harga yang diberikan. Administrasi tanda bukti pembelian obat dilakukan dengan menerima copy faktur dari distributor. Data pembelian dalam faktur dimasukkan kedalam komputer dan dijadikan sebagai arsip. Proses penerimaan barang dilakukan oleh petugas apotek. Pengadaan barang dilakukan dengan pembelian langsung dari PBF (Pedagang Besar Farmasi). Kemudian transaksi pembelian obat dicatat dalam buku besar dan komputer per . 2. kepercayaan dalam hal kualitas obat yang dipesan. jumlah serta waktu kadaluarsa. tetapi untuk barang yang mendesak dapat dilakukan pemesanan saat itu juga. kebutuhan obat dilakukan dengan memperhatikan arus obat (fast moving. moderat moving. Pada saat penerimaan dilakukan pemeriksaan terhadap kesesuaian barang yang datang dengan barang yang dipesan yang tertera pada SP dan kesesuaiannya dengan faktur. dilakukan dengan memesan langsung kepada PBF Kimia Farma melalui surat pesanan (SP) khusus yang ditandatangani oleh Apoteker Pengelola Apotek (APA). Untuk obat-obat fast moving lebih diutamakan. Pengadaan Pemilihan distributor yang akan memasok persediaan obat-obatan di Apotek Zam-Zam Siaga dilakukan berdasarkan pertimbangan legalitas.

Untuk penyimpanan digunakan metode pembagian secara farmakologi. yakni diletakkan pada lemari khusus yang sama ditempat tersembunyi. obat luar dan obat padat juga dipisah penyimpananya yang disusun secara alfabetis. 5. Pencatatan pada buku besar dilakukan agar mempermudah pencarian data pembelian apabila diperlukan. dapat dibantu oleh Tenaga Teknis Kefarmasian yang memiliki surat Tanda Registrasi. 6. 4. Sumber daya manusia Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 Pelayanan kefarmasian di Apotek diselenggarakan oleh Apoteker. Narkotik dan Psikotropik juga dipisah penyimpananya yang disusun secara alfabetis. dilakukan tukar faktur dengan tanda terima faktur. Obat-obat antibiotik diletakkan dalam rak khusus. dipisahkan dengan obat keras lain. Surat Izin Praktek atau Surat Izin Kerja. Untuk produk-produk bersifat termolabil seperti suppositoria disimpan di dalam lemari es. Obat-obat generik dan obat dagang. pengarsipan resep serta pelaporan narkotika dan psikotropika. dengan memiliki 2 pintu dan 2 dikunci. Hal ini dilakukan untuk mempermudah pelayanan obat. Selain itu obat cair. dan untuk mencegah terjadi penyalahgunaan terhadap narkotika dan psikotropika. bentuk sediaan. Administrasi Kegiatan administratif di apotek zam-zam siaga berupa kegiatan pencatatan pembelian dan penjualan. Bahan obat yang biasa digunakan untuk racikan dan perlu penimbangan diletakkan di dekat meja penimbangan dan meja peracikan. obat setengah padat. . tanggal pembelian pada setiap bulannya sesuai dengan distributornya. Penyimpanan Penyimpanan di apotek zam zam siaga untuk obat yang bukan OTC menggunakan kombinasi antara sistem FIFO (First In First Out) dan sistem FEFO (First Expired First Out) untuk mengantisipasi tidak terjualnya obat-obat yang telah kadaluarsa. alfabetis. Sebelum jatuh tempo pembayaran.

piutang dagang.1 orang lagi yang mencocokkan faktur dengan barang yang datang. Kegiatan Minggu 3 a. Apotek zam-zam siaga dikepalai oleh seorang pimpinan sebagai pemilik sarana apotek (PSA) dan seorang pengelola apotek (APA) yang mengelola apotek secara keseluruhan. Penerimaan Barang 1) Distributor mengantarkan barang yang dipesan dengan membawa Surat Pesanan (SP) dan faktur barang. 2 orang kasir. Diskusi tentang penentuan harga sampai terkena pajak HNA = Harga Netto Apotek HPP = Harga Pokok Penjualan HPP = HNA+PPN(PajakPertambahan Nilai) 10% HJA = Harga Jual Apotek HJA = HPP + margin/ keuntungan HET = Harga Eceran Tertinggi Kumpulan HJA = Omset Omset – HPP . dan laporan keuangan dilakukan oleh administrasi. tenaga administrasi dan petugas keamanan. . d.biaya tetap dan biaya variabel = Keuntungan kotor Kentungan kotor – Pajak = Keuntungan bersih 3. hutang dagang. . 2) Penerimaan barang dari distributor kepada pihak apotek dapat dilakukan oleh Asisten Apoteker (AA) atau petugas lain. 3) Barang yang datang diperiksa oleh 2 petugas. Apotek Zam-zam siaga sudah memenuhi standar yang telah ditetapkan pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 yaitu memiliki Apoteker Pengelola Apotek (APA).1 orang yang mencocokkan barang yang datang dengan apa yang ada di surat pesanan. 2 Tenaga Teknis Kefarmasian yang memiliki surat Tanda Registrasi. dan . Kegiatan teknis kefarmasian dibantu juga oleh asisten apoteker (AA) dan kasir. Sedangkan kegiatan non kefarmasian seperti pembelian.

5) Melakukan pemeriksaan atau pengecekkan terhadap kondisi barang yang datang. 4. dan barang yang ada baru faktur nya di tanda tanganin oleh penerima barang faktur di stempel dan di beri tanggal bukti bahwa barang telah diterima pertanggal sekian. baik dalam bentuk paper maupun electronic untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi pasien sesuai peraturan perundangan yang berlaku. 4) Setelah barang diterima. Diskusi Mengenai Kelengkapan Resep Resep adalah permintaan tertulis dari dokter atau dokter gigi. jumlah.Yang diperiksa adalah : nama barang. setelah selesai dilakukkan pemeriksaan apa yang ada disurat pemesanan. Kegiatan minggu 4 a. jumlah sediaan. 6) Apabila telah sesuai petugas menandatangani faktur dan memberikan stempel apotek. Penerimaan merupakan kegiatan untuk menjamin kesesuaian jenis spesifikasi. kesesuaian farmasetik dan pertimbangan klinis. bentuk sediaan. waktu penyerahan dan harga yang tertera dalam surat pesanan dengan kondisi fisik yang diterima. mutu. kepada apoteker. . kekuatan sediaan. dilakukan pemeriksaan atau pengecekkan kesesuaian dan jumlah barang yang dipesan dengan barang yang terdapat di faktur. supaya dapat memenuhi syarat untuk dibuatkan obatnya di Apotek. Berdasarkan peraturan tersebut kegiatan penerimaan barang di Apotek Zam-Zam sudah memenuhi syarat yang ditetapkan dalam peraturan. umur. jenis kelamin dan berat badan. Menurut PERMENKES RI no 35 tahun 2015. Resep harus ditulis dengan lengkap. 8) Setelah barang diterima maka dilakukan penyimpanan. Kegiatan pengkajian Resep meliputi administrasi. serta tanggal kadaluarsanya. 1) Kajian administratif meliputi: a)Nama pasien. di faktur. 7) Barang yang telah diperiksa dan telah sesuai disusun di rak-rak sesuai ketentuan penyimpanan di Apotek.

b)Nama dokter. Pelayanan Infomasi Obat (PIO) merupakan kegiatan yang dilakukan oleh apoteker dalam pemberian informasi mengenai obat yang tidak memihak. pemberian informasi obat dapat dilakukan oleh Apoteker atau Asisten Apoteker. dievaluasi dengan kritis dengan bukti terbaik dalam segala aspek penggunaan obat kepada profesi kesehatan lain. bentuk sediaan. Informasi meliputi dosis. meliputi dosis. nomor telepon dan paraf. bentuk sediaan. nomor Surat Izin Praktek (SIP). 3) Pertimbangan klinis meliputi: a) Dosis Obat. efikasi. farmakologi. b) Stabilitas. b) Aturan. c) Duplikasi dan/atau polifarmasi. dan c) Kompatibilitas (ketercampuran Obat). formulasi khusus. Berdasarkan PERMENKES RI no 35 tahun 2015. d) Reaksi Obat yang tidak diinginkan (alergi. pasien atau masyarakat. . Di Apotek Zam-Zam. efek samping. Informasi mengenai obat termasuk Obat Resep. terapeutik dan alternatif. 2) Kajian kesesuaian farmasetik meliputi: a) Bentuk dan kekuatan sediaan. c) Tanggal penulisan resep. keamanan penggunaan pada ibu hamil dan menyusui. Obat bebas dan herbal. ketersediaan obat di apotek serta harga obat. efek samping Obat. b. manifestasi klinis lain) e) Kontra indikasi. Melakukan Informasi Obat Kegiatan yang dilakukan selama PKPA di Apotek Zam-Zam Siaga salah satunya memberikan informasi obat kepada pasien. alamat. farmakokinetik. dan f) Interaksi. cara dan lama penggunaan Obat. rute dan metode pemberian.

. sifat fisika atau kimia dari obat dan lain-lain. ketersediaan. stabilitas.interaksi. harga.

35 Tahun 2014 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotek. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotik. Pemusnahan dan Pelaporan Narkotik. Jakarta Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Psikotropika dan Prekursor Farmasi. 2015. Jakarta . 2015. Jakarta Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. Penyimpanan. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2009. DAFTAR PUSTAKA Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 3 Tahun 2015 Tentang Peredaran.

Lampiran 1. Denah Lokasi .

Tempat pemberian obat E. Pintu masuk Q. Rak obat antibiotika Dagang G. Tempat display obat bebas dan bebas terbatas F. Dapur N. champora. Lemari narkotika & psikotropika M. alkohol 96%. Ruang tunggu apotek R. Penyimpanan resep dan faktur O. Tata Ruangan Apotek Zam-Zam Siaga Keterangan : A.Lampiran 2. Kasir apotek D. Rak bahan baku obat (Acid salicyl. Rak obat keras K. Ruang server . Toilet C. Meja racik J. dan lain- lain) L. Rak obat antibiotik Generik H. Ruang sholat P. Ruang Apoteker B. Rak obat keras I.

Lampiran 3. perubahan Penyiapan bentuk dan waktu) Pengemasan Ok Tidak Pembayaran Pembayaran Resep kembali ke pasien Penyerahan Peyiapan Penyerahan . Alur Pelayanan Resep Alur Pelayanan Obat Resep Non resep Skrining Cek ketersediaan Cek harga Lengkap Tidak Cek Ketersediaan Resep kembali ke pasien Ok Tidak Konfirmasi pasien (harga.

Lampiran 4. Lemari Narkotika dan Psikotropika .

Surat Pesanan Apotek Zam-Zam Siaga .Lampiran 5.

.

Surat Pesanan Narkotik .Lampiran 6.

Surat Pesanan Psikotropik .Lampiran 7.

Lampiran 8 . Etiket Obat KOCOK DAHULU .

Lampiran 9. Copy Resep Apotek Zam-Zam Siaga .

Lampiran 10. Kwitansi Pembayaran Resep .

.

Kartu Stok Obat .Lampiran 11.

Laporan Sinap .Lampiran 12.