143

STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN
KANKER PAYUDARA

A. PENGERTIAN
Kanker payudara adalah tumor ganas pada payudara atau salah satu payudara.

B. PATOFISIOLOGI
Kanker payudara sering terjadi pada wanita diatas umur 40-50 tahun,
merupakan penyakit yang mempunyai banyak faktor terkait dan tergantung pada
tempat lokasi, jaringan terserang.
Penyebab tidak dapat ditentukan dengan pasti. Ada 3 faktor yang dapat
mendukung yaitu hormone, virus, genetik.
Kanker payudara dapat menjalar langsung pada struktur tubuh terdekat
atau berjarak oleh emboli sel kanker yang dibawa melalui kelenjar getah bening
atau pembuluh darah. Kelenjar getah bening di axilla, supra clavicula atau
mediastinal merupakan tempat penyebaran pertama, sedangkan struktur tubuh
lain adalah: paru, hati, tulang belakang, tulang pervis.
Diagnosa dini sangat diperlukan untuk keberhasilan pengobatan dan
prognosa penyakit ini tergantung dari luasnya daerah yang di serang.

C. FAKTOR RESIKO
a. Resiko tinggi
1. Usia lanjut
2. Anak pertama lahir sesudah umur 30 tahun
3. Ikatan keluarga (ibu, kaka, bibi dari ibu) menderita kanker payudara
4. Riwayat tumor payudara
5. Diagnosa sebelum kanker payudara

b. Resiko sedang
1. Menstruasi dini (sebelum umur 12 tahun)
2. Menopause lambat (sesudah 50 tahun)
3. Penggunaan hormone pada gejala menopause
4. Terkena radiasi berlebihan dibawah umur 35 tahun

Data objektif 1. Kemungkinan beresiko 1. bentuk payudara berubah 4. Merasa tegang. Darah: .Leukosit . tidak ada nafsu makan 6. Benjolan ini tidak sakit. tidak sakit. Adenopaty di axilla 5. Mengeluh mual. Kelihatan cemas. sering terdapat di daerah kuadran atas bagian luar. ovarium. eritema. keras. Data laboratorium 1. Data subjektif 1. dan letaknya di kuadran luar bagian atas 2. cepat marah c. letaknya di kuadran atas bagian luar 2. Penggunaan reserpin prolacitin dalam waktu lama 2. Benjolan di payudara. 144 5. tidak berdaya terhadap sakitnya 5. atau calon c.Hematrokit . Puting susu berubah. Stress psikologis kronis Kanker payudara merupakan massa/benjolan tunggal. Mengungkapkan kekhawatiran dengan keadaan sakitnya b. kadang keluar cairan 3. Kegemukan. konsumsi lemak berlebihan 3. bentuknya tidak beraturan dan dapat digerakkan D. Pada metastase: nyeri tulang. PENGKAJIAN a. Edema. Ada pembengkakan dan eritema di payudara 3. Ada benjolan di payudara. tegang. kadang keluar cairan 4. Mempunyai riwayat kanker uterus. tidak sakit.Hemoglobin . pleura effuse 6. Puting susu retrakis.

Perdarahan E. Carcinoembryonic antigen (CEA) 3. Metastase 3. Human chorionic gonodotropin (HCG) d. RADIOTERAPI 2. Injeksi 2. Potensial Komplikasi 1. KEMOTERAPI 3. PENATALAKSANAAN MEDIK 1. 145 2. Scanning (axilla tomography) e. BIOPSI/OPERASI . Data Pemeriksaan Diagnostik 1. Foto dada 2. Mammography 3.

Sebelum Terapi DIAGNOSA HASIL YANG No INTERVENSI KEPERAWATAN DIHARAPKAN 1. Palpasi payudara dengan cara yang tepat 2. Berat badan klien porsi kecil tapi sering (4-6 berhubungan tidak turun kali) dengan intake 3. Beritahu frekuensi pemeriksaan baik dilakukan sendiri maupun waktu pemeriksaan mammography 6. Kaji tingkat kecemasan. Hidangkan dalam bentuk makanan yang yang menarik tidak memadai 4. Temani saat makan. berhubungan resiko yang observasi perilaku dengan kurang berhubungan 3. Menyampaikan rasa 1. Beritahu klien cara cara memeriksa payudara. mendeteksi tanda dan payudara gejala kanker payudara 5. Resiko tinggi a. 146 F. dll 7. puting. Beri makanan dalam kebutuhan tubuh disajikan b. Kaji nafsu makan klien perubahan nutrisi: menghabiskan dan prosi yang kurang dari makanan yang dihabiskan 2. Mendemostrasikan deteksi dini kanker 4. Dapat 1. Kaji kekhawatiran informasi cara dengan kanker tentang penyakit kanker pencegahan dan payudara payudara b. Observasi ukuran. Kaji persiapan untuk pengetahuan takut dan faktor belajar 2. Kurang a. Anjurkan dan ajarkan menarik nafas dalam . DIAGNOSA KEPERAWATAN A. bentuk. perbedaan kulit. Beri makanan yang disukai 5. libatkan keluarga 6.

Kaji kulit sekitar payudara kerusakan kemerahan atau dan tanda kemerahan integritas kulit iritasi atau iritasi b. Tanyakan klien bila menstruasi terakhir . Human chorionic gonodotropin (HCG) 1) Kecemasan berhubungan dengan hasil pemeriksaan 2) Implikasi keperawatan . Menjaga kulit bersih dan berhubungan kering dengan 3. Menggunakan BH yang tidak menekan G. Menjaga kebutuhan meningkatnya nutrisi maksimal kerapuhan kulit 4. IMPLIKASI KEPERAWATAN 1. Monitor tanda-tanda infeksi 5. Resiko tinggi a. Dukung klien dan keluarga dalam menunggu hasil laboratorium . Carcinoembryonic antigen serum atau plasma (CEA) 1) Kecemasan berhubungan dengan kemungkinan keganasan dari hasil tes 2) Potensial tidak efektifnya mekanisme penyesuaian berhubungan dengan hasil pemeriksaan atau pengobatan 3) Ketidakmampuan menyesuaikan berhubungan dengan tidak menerima perubahan status kesehatan 4) Implikasi Keperawatan: . 147 saat mual 7. Beri lingkungan yang nyaman 3. Menjelaskan bahwa pemeriksaan ini sering digunakan untuk manajemen pengobatan kanker tapi peningkatan CEA tidak selalu menunjukkan adanya kanker . Tidak terdapat 1. Pemeriksaan Laboratorium a. Pemberian heparin 2 hari sebelum test dan tuliskan pada formulir Lab tanggal dan waktu pemberian dengan tepat b. Kulit tidak kering 2.

Perubahan rasa nyaman berhubungan dengan kompresi mammase . demonstrasikan caranya c. Pemeriksaan Diagnostik a. Foto dada/thorax b. atau deodorant pada mammae atau didaerah ketiak pada waktu pemeriksaan 3) Tanyakan klien untuk mengantisipasi benjolan yang ada 4) Beritahu klien untuk tidak cemas bila foto tambahan diperlukan 5) Dukung klien dan biarkan klien mengungkapkan kecemasan dan ketakutannya 6) Anjurkan klien untuk memeriksa sendiri setiap bulan. hati) . Mammography . Dengarkan penjelasan klien . Kecemasan berhubungan dengan kemungkinan kanker dari hasil pemeriksaan . Gangguan konsep diri berhubungan dengan ditemukannya benjolan Implikasi Keperawatan: 1) Yakin bahwa klien tidak sedang hamil 2) Beritahu klien untuk tidak menggunakan minyak. 148 . Porensial perlukan berhubungan dengan penggunaan radio nuklir . Beritahu klien bahwa pemeriksaan ini akan menunjang ketepatan diagnosa 2. Kecemasan berhubungan dengan penggunaan radioactive isotop . Kurang pengetahuan berhubungan dengan alat yang digunakan (gambar alat) Implikasi Keperawatan: 1) Jelaskan pada klien maksud dan tujuan prosedur . Nuclear Scans (tulang. bedak.

beri dukungan dan anjurkan klien untuk bertanya 10)Tuliskan obat-obatan yang dilarang mengandung iodine . menyusui. dan akan dikeluarkan lagi dari tubuh 6-24 jam 5) Jelaskan bahwa alat akan bergerak keseluruh bagian tubuh yang diperlukan dan tidak akan merasa apa-apa 6) Beritahu bahwa tindakan ini memerlukan waktu 30-60 menit tergantung luasnya 7) Beritahu klien untuk melepaskan semua perhiasan atau barang dari metal 8) Klien harus datang tepat waktu dan menajalankan instruksi yang diminta 9) Informasikan dokter bila klien mengalami perubahan. 149 2) Dapatkan riwayat singkat tentang tindakan radioisotope yang pernah dilakukan. dan obat 3) Jelaskan dosis radiasi yang diberikan 4) Beritahu obat radionuklir yang diberikan tidak akan mempengaruhi keluarga. alergi. tamu. kehamilan.